Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Cara Membersihkan Tempat Kerja* dari Virus Corona, Semua Virus, Bakteri, dan Mikro Organisme Mematikan/Patogen

Saat ini COVID-19 sedang menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Selain virus ini, terdapat juga virus dan bakteri lain, serta mikroorganisme lain yang menyebar lewat udara. Salah satunya adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Tuberculosis ini memiliki daya infeksius dan tingkat fatality rate lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

Pada artikel ini akan dijelaskan 10 langkah melakukan pembersihan terhadap COVID-19, bakteri, dan mikroorganisme di area kerja. 10 Langkah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Memberitahukan kepada semua karyawan tentang kegiatan pembersihan terhadap virus/bakteri yang akan dilaksanakan (meliputi : lokasi tempat yang akan dibersihkan, waktu pelaksanaan, siapa tenaga pelaksana yang akan membersihkan, dan bagaimana proses membersihkannya dari awal sampai akhir).
  2. Pilih tenaga kerja pembersih yang benar-benar sehat dan memakai Alat Pelindung Diri masker bedah N-95 pada saat akan melakukan pembersihan.
  3. Analisa bangunan/ruangan tempat kerja yang akan dibersihkan, apakah secara structural konstruksi aman atau tidak. Jika keadaan dinilai tidak aman, lakukan koordinasi dengan pihak yang mengetahui (misalkan Bagian kemananan, pemeliharaan, atau bagian umum).
  4. Buat aliran ventilasi udara dari outdoor (dari luar area kerja Gedung/ ruangan) ke indoor (dalam area yang akan dibersihkan). Kemudian buat aliran ventilasi udara dari indoor ke outdoor. Posisi buangan outdoor adalah ke tempat tinggi, terbuka, dan terkena matahari. Intinya dalam hal ini adalah membuat sirkulasi udara. Jika memungkinkan sirkulasi udara tersebut mengalir selama 24 jam. Hal bertujuan untuk menurunkan kadar COVID-19/virus/bakteri/mikro organisme pathogen yang ada di dalam tempat kerja tersebut.
  5. Melindungi dokumen penting dan alat-alat penting perusahaan yang ada di area kerja tersebut agar jangan sampai rusak (jika misalkan terjadi kelembaban/cipratan air hujan dari ventilasi udara outdoor).
  6. Melakukan pembersihan tempat kerja menyeluruh dengan menggunakan vaccum cleaner untuk menyedot debu, dan kemudian dilanjukan dengan menggunakan air, sabun detergent, dan lap.
  7. Melakukan proses desinfektan di area kerja tersebut.
  8. Melakukan proses pemanasan di tempat kerja tersebut secara menyeluruh dengan udara kering dan panas (misal dengan blower).
  9. Tunggu 2 jam, setelah itu cek kembali tempat kerja tersebut, apakah udaranya masih bau atau sudah segar. Apabila udaranya sudah segar, tempat kerja ini siap digunakan.
  10. Lakukan aktivitas 5 R (Rapi, Ringkas, Resik, Rawat, dan Rajin) di tempat kerja secara rutin. Selain itu buat tempat kerja mendapatkan ventilasi udara yang baik, terkena sinar matahari, dan tidak lembab.

Selain 10 langkah diatas, juga dapat dilakukan program promosi kesehatan di tempat kerja (seperti : menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun jika tangan dirasakan kotor, menjaga pola hidup sehat, istirahat yang cukup dan teratur, serta mengedukasi etika batuk pilek yang benar – yaitu dengan menutup pakai tisu dan langsung buang tisu tersebut ke tempat sampah tertutup serta memakai masker bila sedang sakit).

Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

Sedangkan untuk karyawan yang diperkirakan orang dalam pemantauan (ODP), maka karyawan ini  harus dirumahkan terlebih dahulu untuk bekerja di rumah. Karyawan yang bersangkutan diberitahukan tentang penyakitnya dan diminta untuk mengecek/merawat dirinya ke fasilitas kesehatan serta melakukan karantina diri sendiri agar jangan sampai menulari keluarga atau orang lain. Sampai karyawan ini benar-benar sembuh baru dapat masuk kantor kembali.

Apabila karyawan yang ODP ini tetap ngotot untuk masuk kerja, hendaknya ia bekerja di ruangan yang terisolasi. Pada saat karyawan ingin diskusi/berbicara dengan rekan kerja yang lain, ia wajib untuk memakai masker bedah N-95. Begitu juga dengan rekan bicaranya untuk memakai masker bedah N-95. Jika dimungkinkan, ruangan isolasi tersebut mempunyai ventilasi terbuka dan dapat dimasuki sinar matahari.

Bagi karyawan yang diketahui baru saja kontak dengan penderita Covid-19, tetapi saat ini dirinya masih fit (tidak menderita gejala penyakit/Orang Sehat Dalam Pemantauan), hendaknya (jika bisa) dilakukan karantina selama 14 hari. Tetapi apabila ia tidak mau dikarantina dan memaksa untuk bekerja, hendaknya ia bekerja di ruangan terisolasi yang berbeda dengan karyawan yang masuk dalam kriteria ODP seperti yang disebutkan sebelumnya.

Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Corona, Mulai dari Suspek hingga Kematian

Secara umum gejala Covid-19 dapat muncul sebagai gejala ringan (misal : hidung berair, bsakit tenggorokan, batuk kering) sampai dengan gejala yang berat (misal : batuk berdahak, demam, pneumonia, dan kesulitan bernafas).

Pada beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, orang ini mungkin dapat tertular Covid-19, tapi tidak muncul gejala sama sekali. Orang ini disebut pembawa (carrier). Orang ini dapat menularkan Virus Covid-19 yang ia bawa ke orang lain.

Penyakit Covid-19 ini sebenarnya dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Penyakit ini dapat menjadi fatal (menyebabkan kematian) pada orang-orang tertentu, seperti orang lanjut usia, orang yang mempunyai daya tahan tubuh rendah (misalnya pada orang dengan HIV, kanker, orang yang sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun, dll), orang yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, sakit jantung, pneumonia, dll yang saat ini sedang dalam kondisi tidak terkontrol.

Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

*Definisi tempat kerja dalam artikel ini adalah : tempat kerja diluar tempat kerja yang mempunyai potensi bahaya tertinggi adalah hazard biologi (misalkan : Fasilitas Kesehatan, Laboratorium, Peternakan, dll).

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Chat Asisten ProSehat aja