Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ corona virus”

Showing 1–10 of 28 results

  • Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai […]

    Survei AC Nielsen-Unicef: Hanya 47% Orang Indonesia yang Mau Jaga Jarak

    Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai Covid-19 yang sudah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Survei ini diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar, yang merupakan kota-kota besar dan padat di Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Survei diadakan pada September-Oktober dengan responden pada kisaran umur 15-65 tahun, dan berjumlah 2.000 orang.

    survei AC Nielsen-Unicef

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Hasil ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah untuk menjaga jarak padahal hal tersebut salah satu hal terpenting selain mencuci tangan dan memakai masker, dan termasuk dalam 3 M. Rendahnya kesadaran untuk jaga jarak ini disebabkan oleh banyak hal. Sebanyak 40% tidak bisa menjaga jarak karena merasa tidak enak dengan orang lain untuk menjaga jarak, 36% menilai tidak bisa jaga jarak dikarenakan orang lain yang mendekat, dan 25% beranggapan bahwa semua orang memang tidak bisa menjaga jarak sama sekali. Hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam survei ini adalah kesalahan dalam menilai bahwa orang yang terlihat sehat bisa dianggap tidak menyebarkan virus sama sekali sehingga membuat kesadaran yang rendah sama sekali mengenai pentingnya jaga jarak. Padahal, orang yang terlihat sehat kemungkinan besar adalah suspek terkena Corona. Selain itu, pengaruh religius terutama dalam beribadah juga menjadi faktor kurangnya jaga jarak (2%), lupa (25%) dan 14% lainnya tidak mempercayai keberadaan Corona sehingga tidak perlu jaga jarak.

    Produk Terkait: PCR Swab-Rapid Test

    Survei ini juga mengungkapkan mengapa masyarakat sering kali tidak memakai masker saat keluar rumah padahal persentase kesadaran masyarakat mengenai pencegahan efektif melalui masker beda-beda tipis dengan mencuci tangan memakai sabun. Sebanyak 53.7% menyatakan lupa memakai diikuti dengan 14.8% yang menyatakan masih bisa terhindar dan waspada terhadap virus walaupun tidak memakai masker, dan 13.9% menyatakan merasa berat dalam bernapas saat memakai masker ketika beraktivitas. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat abai dalam melakukan protokol kesehatan Covid-19 padahal masker merupakan cara alami untuk mencegah penularan sebelum adanya vaksinasi.

    Baca Juga: Kenali Apa dan Bagaimana Rapid Test Corona

    Kemudian pengetahuan masyarakat Indonesia juga masih sedikit mengenai transmisi penyebaran virus. Hanya 10% yang mengetahui secara lengkap penyebaran Covid-19. Jumlah ini tentu saja kalah besar jika dibandingkan 79% orang yang mengetahui transmisi tetapi hanya secara parsial, dan 11% sisanya bahkan tidak tahu sama sekali. Persentase yang mengetahui bahwa virus dapat menyebar lewat udara atau airborne hanya 5% yang mengetahui secara utuh. Fakta ini dilanjutkan dengan 71% yang tahu bahwa Corona bisa menyebar lewat batuk dan bersin, 31% yang tahu Corona menyebar melalui droplet, dan 36.7% percaya lewat menghirup virus secara langsung. Survei juga menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi terpercaya mengenai Corona dari televisi, 85% dan 22% dari internet. Meski begitu sebanyak 30% responden juga terkena informasi yang bersifat hoaks yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kesadaran dalam menghadapi pandemi.

    Hasil survei semakin menegaskan dan memberikan gambaran bahwa kesadaran masih terlihat kurang dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi Corona yang ditunjukkan dengan tidak mau menjaga jarak, tidak mau memakai masker saat keluar rumah, salah persepsi terhadap suspek Corona, serta kurangnya pengetahuan terhadap transmisi penyebaran virus. Hal ini yang tentu saja berkontribusi terhadap penyebaran virus Corona yang semakin massif dari hari ke hari. Hingga Senin, 16 November 2020, berjumlah penderita telah mencapai angka 467.113 orang, dengan perincian 391.911 sembuh dan 15.211 orang meninggal. Bukan tidak mungkin angka ini akan bisa bertambah hingga 450.000 dan 500.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Survei AC Nielsen dan Unicef ini menunjukkan ironi masyarakat Indonesia yang sebanyak 70% menganggap bahwa virus Corona adalah hal yang menakutkan, menular, mematikan, dan berbahaya tetapi dalam pelaksanaan pencegahan virus hanya sedikit yang benar-benar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Nah, Sobat Sehat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui 3M dengan benar. Jangan lupa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan PCR Swab dan rapid test jika hendak bepergian, baik untuk berlibur atau berbisnis. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya di rumah saja.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Virus Covid 19

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Analysis_COVID_19_UNICEF_NIELSEN’_OMNIBUS_SURVEY_FINAL_vn.pdf. 2020. AC Nielsen-UNICEF; 2020.
    2. Mahfud MD: Vaksin Alami yang Ada Sekarang Adalah Pakai Masker [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-vaksin-alami-yang-ada-sekarang-adalah-pakai-masker-1uDXBbLkMQS
    3. UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Minggu (15/11/2020): DKI Catat 1.165 Kasus Baru & Jateng 1.017 – Tribun Ternate [Internet]. Tribun Ternate. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://ternate.tribunnews.com/2020/11/15/update-sebaran-virus-corona-indonesia-minggu-15112020-dki-catat-1165-kasus-baru-jateng-1017
    Read More
  • Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini […]

    Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Banyak Sobat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini tidak bisa memberikan kekebalan terhadap penularan virus asal Wuhan tersebut. Sebuah penelitian awal menyatakan bahwa vaksin influenza kenyataannya bukan hanya mencegah tetapi juga menghasilkan molekul yang disebut bisa melawan COVID-19, serta bisa menciptakan imun tubuh yang kuat. Bahkan disebutkan jika orang yang diberikan vaksin flu peluangnya lebih kecil terkena COVID-19. Sebab, jika seseorang terkena flu akan berakibat pada turunnya daya tahan tubuh sehingga menjadi pintu masuk yang lebih mudah bagi Covid-19 untuk menginfeksi.

    flu selama pandemi

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza dan COVID-19 mempunyai gejala yang hampir mirip, karena itu pemberian vaksin dilakukan sebagai tindakan preventif bagi penderita dengan penyakit penyerta, lansia, tenaga kesehatan, anak-anak, dan ibu hamil. Perlu diketahui hingga saat ini, penyakit flu merupakan penyakit yang telah mengakibatkan 650 orang meninggal. Kematian yang dikarenakan kasus flu berat berkisar di angka 3-5 juta dari total 1 miliar kasus flu di seluruh dunia. Penyebab flu bisa menjadi penyakit yang mematikan karena masih banyak orang yang menganggap remeh penyakit ini serta menyamakannya dengan selesma sehingga bisa dengan sendirinya sembuh, dan tentu saja kurangnya pengetahuan mengenai flu dan vaksinasinya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan. Jika hal yang demikian terjadi akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan di suatu negara sebab akan banyak pasien penderita kedua penyakit tersebut yang berduyun-duyun datang ke fasilitas kesehatan untuk dirawat. Karena sifatnya menular, tentu saja akan semakin menambah jumlah penderita dengan sangat cepat serta mengakibatkan bertambahnya jumlah kematian sehingga pemberian vaksin flu pada masa pandemi benar-benar penting dilakukan, dan lebih cepat lebih baik.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mengenai pemberian vaksin flu tetap harus dilakukan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan apabila di fasilitas layanan kesehatan serta menjalankan pembatasan pengunjung. Layanan vaksianasi ke rumah juga bisa dilakukan untuk mencegah transmisi virus. Untuk layanan vaksinasi flu ke rumah ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Septiani A. WHO Sarankan Pentingnya Vaksin Flu di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5142623/who-sarankan-pentingnya-vaksin-flu-di-tengah-pandemi-corona
    2. Media K. Kenapa Vaksin Influenza Penting di Masa Pandemi Corona? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/09/201500368/kenapa-vaksin-influenza-penting-di-masa-pandemi-corona-?page=all
    3. Media K. Studi Awal, Vaksin Flu Dapat Kurangi Infeksi Virus Corona Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/03/080300123/studi-awal-vaksin-flu-dapat-kurangi-infeksi-virus-corona-covid-19?page=all
    4. Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5229363/waspada-flu-musiman-who-rekomendasikan-vaksin-flu-saat-wabah-corona
    5. id I. Inspiring Better Health – Gridhealth.id [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352348709/vaksinasi-influenza-menyelamatkan-di-masa-pandemi-sebabnya-serangan-flu-sekaligus-covid-19-bisa-tingkatkan-risiko-kematian?page=all
    Read More
  • Ketika COVID-19 melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020, selain menerapkan 3M dan perilaku bersih hidup sehat, imun tubuh yang kuat juga diperlukan untuk dapat mencegah dan menangkal virus asal Wuhan tersebut. Mendapatkan imun tubuh yang kuat dan alami bisa melalui berbagai macam cara, seperti olahraga atau melakukan aktivitas yang menyenangkan sehingga menimbulkan rasa bahagia. Rasa […]

    Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi COVID-19?

    Ketika COVID-19 melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020, selain menerapkan 3M dan perilaku bersih hidup sehat, imun tubuh yang kuat juga diperlukan untuk dapat mencegah dan menangkal virus asal Wuhan tersebut. Mendapatkan imun tubuh yang kuat dan alami bisa melalui berbagai macam cara, seperti olahraga atau melakukan aktivitas yang menyenangkan sehingga menimbulkan rasa bahagia. Rasa bahagia akibat hormon endorfin ini menghindarkan diri dari stres yang bisa berlebihan karena pandemi dan malah menurunkan daya imun tubuh sehingga mudah terserang. Mengonsumsi vitamin C juga disebut dapat menciptakan dan membantu imun tubuh yang kuat.

    imun tubuh hadapi covid-19

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Alami Tanpa ke Bioskop

    Berbicara mengenai imun tubuh ini ternyata ada satu cara yang cukup kontroversial untuk dilakukan, yaitu masturbasi. Kegiatan yang satu ini memang cukup tabu untuk dibicarakan di Indonesia yang masih kental budaya dan agamanya, namun ternyata berdasarkan sebuah penelitian kegiatan memuaskan diri sendiri ini mempunyai peran yang cukup untuk menguatkan imun tubuh. Hal ini terlihat pada penelitian di tahun 2004 yang melibatkan 11 pria sebagai partisipan dan sudah dimuat dalam jurnal Neuroimmunodulation.1 Hasilnya menunjukkan bahwa orgasme yang didapat saat masturbasi berhubungan dengan peningkatan sel darah putih. Jumlah sel darah putih setiap peserta itu dicatat 5 menit sebelum dan 45 menit setelah mencapai orgasme. Dalam sistem imun disebutkan bahwa sel darah putih merupakan komponen yang menangkal dan memerangi infeksi.2

    Selain Neuroimmunodulation, jurnal lain bernama The Journal of Sexual Medicine menegaskan hal yang sama. Masturbasi disebut dapat merangsang produksi endoccanabinoid. Ini adalah molekul yang mengikat reseptor cannabinoid yang ditemukan di seluruh sistem saraf jaringan kekebalan tubuh dan endokrin. Para ahli pun memercayai bahwa merangsang sistem endocannabinoid, seperti melalui orgasme, bisa memberikan efek positif pada sistem kekebalan tubuh, mengatasi peradangan, dan mengurangi stres.3

    Namun, Apakah Memang Benar Demikian?

    Ternyata, masturbasi yang digadang dapat membantu mencegah dan melawan infeksi tidak mempunyai penelitian khusus sama sekali seperti yang diungkap Gail Saltz, profesor di New York Prebysterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine seperti dilansir dari Grid.id yang dikutip dari Health.1 Bahkan seksolog terkenal, Boyke Nugraha, seperti dilansir dari CNN Indonesia menyatakan bahwa masturbasi hanya memberikan relaksasi dan tidak meningkatkan daya tahan tubuh sama sekali. Masturbasi disebutnya membutuhkan banyak energi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan memuaskan diri sendiri hanya mempunyai manfaat yang sedikit buat kesehatan, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh.3

    Produk Terkait: Vitamin C

    Masturbasi sendiri disebut malah akan menurunkan kualitas sperma jika dilakukan berkali-kali dan setiap hari, serta dapat menurunkan daya rangsangan seksual sehingga tidak ada keinginan untuk berhubungan seksual. Hal ini tentu saja dapat berpengaruh pada yang sudah berpasangan atau berumah tangga. Karena itu, masturbasi dibatasi hanya boleh dilakukan tiga kali seminggu.3

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun Tubuh untuk Lawan Corona

    Dampak buruk lainnya jika sering bermasturbasi adalah:4

    Pria4 Wanita
    Impotensi Cedera ringan pada kemaluan
    Kebocoran katup air mani Menyebabkan keputihan jika tidak bersih5
    Mengalami kebotakan Menyebabkan terkena virus HPV yang berpotensi menjadi kanker serviks6
    Nyeri punggung dan selangkangan  
    Rasa letih sepanjang hari  
    Ejakulasi dini  
    Diliputi rasa bersalah  
    Terkena masturbasi kompulsif  
    Mengalami gangguan varikokel  

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Lalu Apakah Bisa Mendapatkan Imun Tubuh yang Kuat Selain dengan Masturbasi?

    Tentu saja bisa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekebalan tubuh tanpa harus bermasturbasi, yaitu sebagai berikut:7

    • Tidur yang cukup
    • Konsumsi lebih banyak makanan nabati
    • Konsumsi lebih banyak makanan berfermentasi atau konsumsi suplemen probiotik
    • Olahraga ringan minimal 30 menit per hari atau 150 menit per pekan sesuai anjuran WHO
    • Mengelola stres

    Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa?

    Itulah mengenai masturbasi yang berhubungan dengan imun tubuh yang kuat. Masturbasi boleh saja dilakukan asal dalam kewajaran dan tidak berlebihan. Namun, ada baiknya Sobat melakukan hal-hal lain yang lebih positif daripada harus bermasturbasi. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai imunitas tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pramudiarja A. Kalau Masturbasi Bagus untuk Imun Tubuh, Perlukah Weekend Ini Berolahraga? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/sexual-health/d-5236608/kalau-masturbasi-bagus-untuk-imun-tubuh-perlukah-weekend-ini-berolahraga
    2. Masturbasi Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh B. Masturbasi Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Benarkah Pilihan Terbaik Saat Pandemi? – Semua Halaman – Grid Health [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352185955/masturbasi-bisa-tingkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-benarkah-pilihan-terbaik-saat-pandemi?page=all
    3. Mengulik Kabar soal Masturbasi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200611134624-255-512214/mengulik-kabar-soal-masturbasi-tingkatkan-daya-tahan-tubuh
    4. Ada 10 Dampak Buruk Buat Pria yang Sering Keluarkan Air Mani, Cowok Wajib Baca! – Tribun Jambi [Internet]. Tribun Jambi. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://jambi.tribunnews.com/2018/04/21/ada-10-dampak-buruk-buat-pria-yang-sering-keluarkan-air-mani-cowok-wajib-baca
    5. Hati-hati, Ini Efek Masturbasi bagi Wanita, Bisa Sebabkan Keputihan? – Sonora.id [Internet]. Sonora.id. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.sonora.id/read/421963191/hati-hati-ini-efek-masturbasi-bagi-wanita-bisa-sebabkan-keputihan
    6. Desideria B. Bahaya Mengintai Perempuan yang Gemar Masturbasi [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/2119394/bahaya-mengintai-perempuan-yang-gemar-masturbasi
    7. Elmira P. 9 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4221534/9-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-secara-alami
    Read More
  • Tes Corona seperti rapid test dan PCR swab memang wajib dilakukan untuk mengindentifikasi positif atau tidaknya seseorang terinfeksi Covid-19. Namun ternyata bukan itu saja yang seharusnya dilaporkan, tetapi juga mengenai jumlah nilai cycle threshold atau CT yang mengindikasikan seberapa banyak virus yang tersimpan dalam tubuh seseorang yang sudah terinfeksi. Penerapan nilai CT dapat membantu dokter menandai pasien yang […]

    Perlunya Nilai Cycle Treshold dalam Tes Corona

    Tes Corona seperti rapid test dan PCR swab memang wajib dilakukan untuk mengindentifikasi positif atau tidaknya seseorang terinfeksi Covid-19. Namun ternyata bukan itu saja yang seharusnya dilaporkan, tetapi juga mengenai jumlah nilai cycle threshold atau CT yang mengindikasikan seberapa banyak virus yang tersimpan dalam tubuh seseorang yang sudah terinfeksi. Penerapan nilai CT dapat membantu dokter menandai pasien yang berisiko tinggi terkena penyakit serius. Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian baru yang juga menunjukkan jumlah angka para penderita sehingga dapat membantu pihak berwenang menentukan siapa yang terinfeksi sehingga harus diisolasi dan melacak dengan siapa pernah berhubungan.

    nilai cycle treshold

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Pengertian Nilai CT

    Nilai CT adalah jumlah siklus yang diperlukan untuk mendeteksi virus, dan biasanya dijadikan sebagai prosedur dalam pemeriksaan tes PCR, yang mengandalkan beberapa siklus amplifikasi untuk menghasilkan jumlah RNA yang dapat dideteksi. Ketika nilai cycle treshold didapatkan, mesin PCR akan berhenti berjalan, dan memberikan hasil. Apabila sinyal positif tidak terlihat setelah 37 hingga 40 siklus, hasil tes negatif. Namun sampel yang ternyata positif dapat dimulai dengan jumlah virus yang berbeda, dan di sinilah nilah CT memberikan ukuran terbalik. Sebuah tes yang mencatat hasil positif setelah 12 putaran, untuk nilai CT 12, dimulai dengan lebih dari 10 juta kali lebih banyak materi genetik virus sebagai sampel dengan nilai CT 35. Dengan kata lain, nilai CT ini berbanding terbalik dengan jumlah asam nukleat yang menunjukkan jumlah RNA virus pada sampel yang diperiksa. Jadi, semakin tinggi nilai CT, semakin rendah jumlah RNA virus pada sampel. Sebaliknya, semakin rendah nilai CT, berarti semakin tinggi jumlah RNA virus dan semakin tinggi viral load pada sampel. Untuk standar nilai, WHO telah menetapkan <40 untuk bisa disebut positif.

    Produk Terkait: Layanan PCR Swab ke Rumah

    Sampel yang sama dapat memberikan nilai CT yang berbeda pada mesin pengujian yang berbeda, dan tes usap yang berbeda dari orang yang sama dapat memberikan hasil yang berbeda. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa nilai CT bukanlah skala yang absolut dan nilai CT pun harus ditafsirkan secara hati-hati. Meski begitu, nilai CT bisa menjadi sangat informatif jika dari hasil tinggi atau rendah yang didapatkan.

    Berdasarkan sebuah studi awal, nilai CT dapat meningkat secara bertahap. Ini terlihat pada pasien yang memiliki infeksi dengan nilai CT di bawah 30 atau di bawah 20. Hal ini mengindikasikan ada kadar virus yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa viral load yang lebih tinggi dapat sangat memengaruhi penularan seseorang dan mencerminkan tingkat keparahan penyakit. Sebuah penelitian menyebutkan ada 3.790 sampel positif dengan nilai CT untuk mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus yang kemungkinan besar dapatmenular. Hasilnya, terdapat 70% sampel dengan nilai CT 25 atau di bawahnya dapat dibiakkan jika dibandingkan dengan kurang dari 3% kasus dengan nilai CT di atas 35.

    Hal ini agaknya berbanding terbalik dengan orang yang sering kali dites dengan hasil yang positi akibat masih adanya sisa genetik yang sudah mati dalam tubuh penderita. Namun setelah pulih nilai CT-nya malah tinggi. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak berisiko menularkan sehingga beberapa ahli menyarankan jika orang dengan nilai CT demikian sebenarnya tidak perlu mengisolasi diri.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self-Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Manfaat Pengunaan Nilai CT

    Manfaat penggunaan nilai CT ini adalah selain membantu para dokter dalam menandai pasien yang paling berisiko terhadap penyakit parah dan kematian, juga dapat membantu epidemiolog dalam melacak wabah. Apabila nilai cycle treshold rendah, dapat disimpulkan bahwa wabah sedang meluas. Begitu juga sebaliknya. Jika nilai CT tinggi, wabah sedang berkurang.

    Nah, itulah Sobat Sehat mengapa nilai CT perlu dimasukkan dalam hasil tes Corona seperti PCR swab supaya ada kemudahan untuk bisa menandai atau melacak wabah. Pemeriksaan PCR merupakan bagian dari 3 T (testing, tracing, dan treatment) dan hanya bisa menemukan keberadaan materi virus, tetapi tidak bisa menentukan virus hidup atau tidak. Hanya virus yang masih hidup yang punya potensi menularkan. PCR juga merupakan salah satu metode pencegahan, dan bukan pembasmi Covid-19.  Sobat Sehat diharapkan tetap menjalankan 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Baca Juga: Masih Perlukah Tes Corona dalam Perjalanan

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai PCR swab dan produk yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. One number could help reveal how infectious a COVID-19 patient is. Should test results include it? [Internet]. Science | AAAS. 2020 [cited 2 October 2020]. Available from: https://www.sciencemag.org/news/2020/09/one-number-could-help-reveal-how-infectious-covid-19-patient-should-test-results
    2. Pentingnya Cycle Threshold pada Prognosis COVID-19 [Internet]. Indonesiare.co.id. 2020 [cited 2 October 2020]. Available from: https://www.indonesiare.co.id/id/knowledge/detail/398/Pentingnya-Cycle-Threshold-pada-Prognosis-COVID-19
    3. Pemeriksaan PCR Tidak Menentukan Virus Mati atau Hidup – suaramerdeka.com [Internet]. Suaramerdeka.com. 2020 [cited 2 October 2020]. Available from: https://www.suaramerdeka.com/gayahidup/kesehatan/239936-pemeriksaan-pcr-tidak-menentukan-virus-mati-atau-hidup
    4. Mediatama G. 3T: Upaya memutus rantai penyebaran virus corona [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 2 October 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/3t-upaya-memutus-rantai-penyebaran-virus-corona
    Read More
  • Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara […]

    Golongan Darah O Kebal Terhadap Corona?

    Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara mencegah lainnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, serta tidak mengalami stres yang dikhawatirkan akan menurunkan imun tubuh sebagai benteng alami pertahanan terhadap Corona.

    golongan darah o

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui tentang Covid-19

    Selain pencegahan-pencegahan di atas, kabar terbaru berdasarkan sebuah hasil studi menyatakan bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang ternyata juga berpengaruh pada kekebalan tubuh dalam menghadapi Corona. Golongan darah terdiri dari empat, yaitu A, AB, B, dan O. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa golongan darah O adalah golongan darah yang mampu menyumbangkan darah untuk kegiatan donor darah atau saat operasi pada semua golongan darah.

    Lalu bagaimana pengaruh golongan darah terhadap hasil studi tersebut?

    Seperti dilansir dari detik.com, studi penelitian dari Denmark yang termuat dalam jurnal Blood Advances menyatakan bahwa golongan darah O ternyata kebal terhadap ancaman virus Corona. Studi ini sendiri dilakukan pada sebuah rumah sakit di Denmark. Sebanyak 11 peneliti melakukannya pada 473.654 orang saat tes Corona, baik rapid maupun PCR, dengan persentase sebesar 38,4% daripada pemilik golongan darah selain O.

    Kemudian bagaimana dengan golongan darah selain O?

    Masih dari penelitian yang sama bahwa golongan darah selain O semisal A ternyata mempunyai persentase sebesar 44,4% untuk dinyatakan positif Covid-19. Persentase inilah yang membuktikan bahwa golongan darah selain O ternyata rentan terpapar virus asal Wuhan tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan B malah berisiko lebih tinggi mengalami thrombosis atau pembekuam darah di dalam pembuluh darah serta penyakit kardiovaskular yang merupakan kondisi signifikan yang terjadi bersamaan di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

    Studi dari Denmark ini kemudian diperkuat oleh sebuah studi yang sama, dan berasal dari Kanada. Pada studi dari Kanada itu ditemukan bahwa pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan peralatan khusus dan perawatan yang lebih lama di ICU dibandingkan dengan orang golongan darah O dan B. Tipe A dan AB, menurut studi, cenderung lebih membutuhkan jenis dialisis yang membantu ginjal menyaring darah tanpa terlalu banyak tekanan pada jantung.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Studi mengenai kebalnya golongan darah O atau hanya sedikit terinfeksi Covid-19 juga terdapat pada studi bulan juli mengenai golongan darah tersebut pada pasien di Italia dan Spanyol yang memiliki risiko 50% lebih rendah terkena infeksi virus dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

    Meski diketahui bahwa golongan darah O berdasarkan studi hanya berisiko rendah terinfeksi, untuk orang dengan golongan darah lainnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut peneliti senior di Universitas John Hopkins, Baltimore, AS, bahwa setiap golongan darah mempunyai sifat kerentanan yang berbeda-beda terhadap berbagai infeksi virus yang menyerang manusia. Misalnya, penelitian menyebut bahwa golongan darah O memang kebal terhadap Covid-19 namun ternyata rentan terhadap infeksi Norovirus.

    Baca Juga: Mengenal penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Itulah Sobat Sehat mengenai studi golongan darah O kebal terhadap Covid-19. Meski begitu, Sobat Sehat yang bukan golongan darah O jangan bersedih hati sebab golongan darah hanyalah salah satu cara mencegah virus. Berkaitan dengan golongan darah, apakah Sobat sejauh ini sudah mengetahui pentingnya golongan darah itu sendiri? Jika belum, silakan disimak poin-poin di bawah ini.

    Pentingnya Golongan Darah

    Penolong Saat Terjadi Kecelakaan

    Saat kecelakaan menimpa diri Sobat atau keluarga Sobat, golongan darah menjadi penting sekali untuk transfusi darah. Apabila golongan darah Sobat cepat diketahui terutama melalui kartu identitas, Sobat akan segera mendapatkan bantuan darah yang sesuai.

    Faktor Penentu KB

    Ketika menikah harapannya adalah mempunyai keturunnan. Ahli perencanaan keluarga mengatakan bahwa beberapa jenis darah tidak boleh dicampur sebab akan berdampak pada kesehatan anak nantinya. Karena itulah, tes darah sangat diperlukan bagi pasangan yang hendak menikah.

    Produk Terkait: Cek Tes Kesehatan Pranikah

    Membantu Mengontrol Pola Makan

    Setiap golongan darah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada golongan darah tertentu yang lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ada golongan darah yang hanya cocok memakan sayur dan buah, dan ada pula yang perlu membatasi asupan karbohidrat. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah diet golongan darah.

    Membantu Mengingatkan Tentang Beberapa Penyakit

    Perempuan dengan golongan darah O memiliki tingkat hormon FSH yang menunjukkan ovarium lebih rendah di dalam rahim yang kemudian menentukan kesuburan. Selanjutnya, ditemukan pula bahwa orang dengan golongan darah A, AB, dan B lebih berisiko memerangi penyakit jantung, dan golongan darah juga berkaitan erat dengan kolestrol LDL.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai golongan darah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hore! Vaksinasi Covid-19 akan Dimulai Awal November 2020 | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201012/15/1303682/hore-vaksinasi-covid-19-akan-dimulai-awal-november-2020
    2. Alam S. Golongan Darah O Disebut ‘Kebal’ Corona, Bagaimana Tipe Darah lainnya? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5215186/golongan-darah-o-disebut-kebal-corona-bagaimana-tipe-darah-lainnya
    3. Jakarta Z. Penelitian Ungkap Orang dengan Golongan Darah O dan B Berisiko Kecil Terinfeksi Virus Corona – Zona Jakarta [Internet]. Zona Jakarta. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-18844502/penelitian-ungkap-orang-dengan-golongan-darah-o-dan-b-berisiko-kecil-terinfeksi-virus-corona
    4. Sandi F. Riset Terbaru: Golongan Darah Ini Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. news. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201017164722-4-195122/riset-terbaru-golongan-darah-ini-lebih-kebal-covid-19
    5. Media K. Dua Penelitian Terbaru Perkuat Bukti Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/16/193000365/dua-penelitian-terbaru-perkuat-bukti-pemilik-golongan-darah-o-lebih-kebal
    6. Geographic P. Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Diri Sendiri – National Geographic [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307530/pentingnya-mengetahui-golongan-darah-diri-sendiri
    Read More
  • Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin: Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? 21 Oktober 2020

    Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya dengan tema yang sama: traveling sehat, dan salah satu pembicaranya travel vlogger Ridwan Hanif Rahmadi pada 7 Oktober 2020. Pada acara yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat, dr. Jeff-biasa dipanggil- juga mengatakan bahwa sebaiknya vaksinasi diberikan ketika akan melakukan perjalanan, baik itu perjalanan wisata maupun bisnis. Selain pemberian vaksinasi, juga sebaiknya orang-orang yang hendak traveling didata supaya tidak terkena atau tertular virus Corona atau Covid-19 yang masih massif penyebarannya dan belum begitu terkendali.

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Adapun untuk moda transportasi yang aman saat traveling di era new normal berdasarkan penelitian adalah pesawat terbang daripada moda transportasi darat seperti mobil. Mengapa? Dr. Jeff menjelaskan bahwa traveler yang menaiki pesawat terbang ternyata berisiko rendah terpapar Covid-19 karena moda transportasi darat ini ternyata mempunyai HEFA filter yang mampu mensikulasikan udara-keluar masuk pesawat dengan baik. HEFA filter ini juga banyak digunakan di rumah sakit. Sirkulasi yang demikian memungkinkan penularan virus menjadi terhambat dan tidak massif apalagi WHO menyatakan bahwa sifat penularan Covid-19 bersifat airborne atau lintas udara. Akan bedanya dengan moda transportasi darat seperti mobil atau kereta yang tidak mempunyai HEFA filter sehingga disarankan bagi traveler yang hendak memakai moda transportasi ini untuk membuka jendela supaya sirkulasi keluar-masuk udara lebih lancar, dan tidak terpapar virus.

    Lalu vaksin apakah yang tepat saat traveling?

    Dr. Jeff mengungkapkan bahwa vaksin yang tepat itu tergantung negara yang akan dituju, semisal Angola yang berada di Afrika Timur. Bagi Sobat Sehat yang berencana ke salah satu negara bekas jajahan Portugis ini sebaiknya melakukan vaksinasi seperti varicella atau jika hendak ke Timur Tengah terutama ke Arab Saudi untuk beribadah hendaknya melakukan vaksinasi meningitis. Semua itu berdasarkan hasil yang didapat dari CDC dari Amerika Serikat. Namun dari semua vaksinasi itu ternyata yang paling terpenting adalah vaksinasi flu atau influenza yang merupakan vaksinasi untuk mencegah terserang penyakit influenza yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama pada penyakit tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

    Mengapa vaksinasi flu atau influenza ini penting?

    Hal ini dikarenakan flu merupakan penyakit yang bisa menjadi kronis jika tidak segera divaksinasi sebab masih banyak orang yang beranggapan bahwa flu merupakan penyakit atau infeksi yang biasa sehingga kerap diremehkan. Apalagi penyebab dan gejala flu ternyata hampir sama dengan Covid-19, yang pencegahan dan pengobatannya juga hampir sama. Namun cara terbaik selain istirahat dan meminum obat adalah tetap dengan vaksinasi. Karena itu, untuk traveler supaya perjalanan aman dan lancar sebaiknya tetap vaksinasi, dan jangan termakan mitos bahwa traveler tidak butuh vaksin jika badan sudah segar dan bugar. dr. Jeff bahwa siapa pun bisa terkena flu meskipun dalam keadaan segar dan bugar. Ini sama halnya dengan Covid-19.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Webinar ini selanjutnya diikuti dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Salah satu penanya bernama Megawati Wijaya bertanya mengenai apakah di era new normal wajib vaksin dan apakah semua orang dengan berbagai usia wajib divaksin, serta apakah supaya mendapat gratis harus fit dan tidak ada flu atau badan sedang panas?

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Untuk jawaban ini, dr. Jeff hanya membatasi pada vaksinasi influenza, yang pemberiannya tidak boleh sembarangan, dan jika sedang menderita sakit sebaiknya tidak diberikan sama sekali.

    Untuk lebih lanjut mengenai vaksinasi saat traveling saat new normal, yuk Sobat Sehat silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Untuk vaksinasi flu, Sobat Sehat juga bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.  Jangan lupa gunakan Voucher Hemat Vaksinasi buat Sobat Sehat yang menjadi 250 pendaftar pertama di webinar ini untuk belanja di Prosehat.

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19 7 Oktober 2020

    Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat pada tanggal 7 Oktober 2020 pukul 17.00 dengan judul “Travelling Sehat dan Aman di Era #COVID 19, dan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Dari kacamata medis, dr. Jeffri mengatakan, traveling boleh dilakukan asalkan menerapkan ruang udara terbuka –membuka kaca jendela- seperti ketika traveling dengan mobil sebagai upaya pemutusan penyebaran virus Corona yang bersifat airborne dan sangat cukup reaktif di dalam sirkulasi udara tertutup meskipun sangat mustahil dilakukan terutama di Jakarta yang tingkat polusinya sangat tnggi. Dokter Jeffri yang pemaparannya berdasarkan jurnal-jurnal penelitian internasional, WHO, dan Dishub RI, juga menekankan perlunya protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, perlunya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Dokter Jeffri juga menekankan bahwa tidak semua bisa melakukan traveling di masa pandemi, dan hanya profesi tertentu seperti petugas medis, pejabat, atau orang-orang yang pekerjaannya sangat mendesak untuk ke luar kota.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Lalu bagaimana dari kacamata seorang traveler?

    Sebagai seorang travel vlogger terkenal, Ridwan Hanif Rahmadi, menyatakan bahwa supaya traveling tetap aman dan sehat di masa pandemi adalah sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi sebagai cara paling aman untuk menghindari Covid-19. Lalu bagaimana jika terpaksa menggunakan transportasi publik jika tidak menggunakan atau mempunyai kendaraan pribadi? Sang vlogger membagikan beberapa tips seperti menghindari kontak fisik, jaga jarak, menyediakan hand sanitizer. Tentu saja tips ini juga dibarengi dengan pengalaman pribadi.  Apalagi saat memaparkan, Ridwan juga menceritakan pengalamannya saat traveling di awal-awal Corona merebak yang membuat dia dan timnya harus segera mungkin mengakhiri traveling supaya tidak di-lockdown.  Ridwan merekemondasikan tempat wisata yang aman adalah yang sifatnya luar ruangan atau outdoor seperti ke gunung atau pantai jika memang ingin tetap berwisata. Sedangkan untuk hotel, Ridwan juga menyarankan pilih hotel-hotel yang branded atau sudah ternama karena dianggap mampu menjalankan protokol-protokol kesehatan dengan baik. Jika tidak ada penerapan, sebaiknya segera pindah hotel.

    Webinar ini sendiri cukup berjalan menarik,  dan dalam suasana yang penuh keakraban. Dua narasumber bahkan saling berinteraksi terutama ketika Ridwan bertanya  kepada dr. Jeffri mengenai perlukah memakai masker ketika di dalam mobil sendirian yang dijawab dr. Jeffri sangat perlu mengingat kapasitas mobil itu sendiri. Meski bukan sebagai orang yang bukan ahli di bidang kesehatan, Ridwan meminta kepada para peserta yang mengikuti webinar untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan, dan jangan berprasangka buruk kepada pemerintah dan petugas-petugas kesehatan serta meremehkan Covid-19 apalagi menganggap Covid-19 sebagai konspirasi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Memakainya

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan terutama dari Mamih Ocih Indonesia yang bertanya kepada Ridwan apakah kesal terhadap orang yang menganggap Covid-19 di Indonesia itu tidak ada. Pertanyaan itu dijawab oleh Ridwan bahwa ia kesal jika Covid-19 dianggap tidak ada. Apalagi ia mengungkap bahwa keluarga dan teman-temannya ada yang terkena virus tersebut.  Nah, itulah Sobat mengenai traveling aman dan sehat di era pandemi yang tetap harus menerapkan protokol-protokol kesehatan. Untuk pembahasan lebih dalam silakan Sobat Sehat tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat Sehat berencana traveling di masa pandemi, jangan lupa juga untuk tes swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB […]

    PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB ketat meskipun penularan masih terus berlangsung.

    psbb transisi jilid II

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta. Pojn-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Dengan diberlakukannya PSBB Transisi Jilid II oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu berarti ada pelonggaran dalam beberapa hal seperti pada PSBB Transisi Jilid I, yaitu seperti diperbolehkan kembali makan di restoran atau dine-in, aktivitas perkantoran boleh WFO, dan taman rekreasi dibuka kembali. Namun, ada beberapa hal baru yang perlu disimak dalam PSBB Transisi Jilid II ini, yaitu:

    Makan di restoran

    Makan dan minum di tempat di restoran diperbolehkan lagi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 101/2020. Akan tetapi pada PSBB Transisi kali ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

    • Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 seperti wajib mengisi buku tamu untuk kemudahan tracing atau pelacakan
    • Membatasi jumlah pengunjung, paling banyak 50% dari kapasitas yang disediakan
    • Mewajibkan pengunjung menggunakan masker kecuali saat makan dan minum
    • Menerapkan pemeriksaan suhu tubuh
    • Jarak antarmeja dan kursi minimal 1,5 meter kecuali untuk 1 domisili
    • Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai)
    • Alat makan dan minum disterilisasi secara rutin
    • Boleh mengadakan live music tentunya dengan izin namun pengunjung harus berjarak, tidak berdiri, melantai, dan tidak menimbulkan kerumunan
    • Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan
    • Waktu dine in dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam
    • Take away/delivery order: 24 jam

    Perkantoran boleh WFO

    Perkantoran di sektor non-esensial diperbolehkan beroperasi kembali dengan maksimal 50% kapasitas. Selain itu, ada beberapa tambahan yang harus dipatuhi, yaitu:

    • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang terdiri atas nama pengunjung, NIK, nomor ponsel, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital
    • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi sebagai penyelidikan epidemiologi
    • Melakukan jam kerja dan sif kerja dengan minimal 3 jam

    Boleh menikah di dalam ruangan

    Menikah di dalam ruangan atau indoor diperbolehkan lagi saat PSBB Transisi Jilid II. Akan tetapi, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25% dari kapasitas normal. Jarak tempat duduk diatur minimal 1,5 meter, dan dilarang berlalu larang atau berpindah tempat duduk. Aturan lainnya adalah alat makan dan minum wajib disterilisasi. Yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh ada prasmanan. Adapun petugas acara pernikahan wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Boleh menonton di bioskop

    Yang menarik pada PSSB Transisi kali ini adalah bioskop boleh dibuka setelah 7 bulan  berhenti beroperasi. Meski begitu, pembukaan bioskop harus memperhatikan hal-hal berikut:

    • maksimal 25% kapasitas
    • jarak antar tempat duduk 1,5 meter
    • Pengunjung tidak boleh berlalu lalang
    • petugas wajib mengenakan face shield, masker, dan sarung tangan

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    GOR dan RPTRA-RTH kembali dibuka

    GOR kembali dibuka namun tanpa penonton. Kalaupun diperbolehkan hanya 50% dari kapasitas. Pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah olahraga. Jam operasional GOR dari pukul 6 pagi hingga jam 9 malam. Untuk RPTRA dan RTH untuk anak usia 9 tahun dan 60 tahun ke atas dilarang masuk.

    Pusat kebugaran dan salon kembali dibuka

    Pusat kebugaran boleh buka kembali dengan batas maksimal pengunjung 25% dari kapasitas. Jaga jarak minimal 2 meter. Latihan bersama di ruangan tertutup juga dilarang tetapi diperbolehkan di luar ruangan. Jam operasional dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. Sementara untuk salon maksimal 50% dari kapasitas, jaga jarak 1,5 meter, dan jam operasi dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.

    Baca Juga: Let’s Go To The Gym!

    Tidak ada ganjil-genap

    Pada PSBB Transisi Jilid II ini aturan ganjil-genap ditiadakan sama sekali sehingga aturan berkendara sama seperti di masa PSBB Ketat.

    Itulah beberapa hal baru yang ada pada masa PSBB Transisi Jilid II di Jakarta. Hal-hal baru lainnya adalah untuk tempat peribadatan raya boleh dibuka dengan syarat harus mencatat kedatangan para pengunjung. Sementara untuk yang lainnya seperti pasar dan mal, tempat rekreasi, dan sekolah tidak berubah sama sekali, dan sama seperti di PSBB Transisi Jilid I dan PSBB Ketat.

    Untuk Sobat Sehat tetaplah menjalankan protokol-protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi Jilid II supaya tidak tertular virus Corona. Usahakan tetap jauhi kerumunan, dan jika perlu di rumah saja supaya aman, dan jangan lupa untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom T. DKI Jakarta Kembali ke PSBB Transisi! [Internet]. detiknews. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5208934/dki-jakarta-kembali-ke-psbb-transisi
    2. Media K. Dimulai Hari Ini, Berikut Sederet Aturan Saat PSBB Transisi di Jakarta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/12/060300065/dimulai-hari-ini-berikut-sederet-aturan-saat-psbb-transisi-di-jakarta?page=all
    3. Jannah S. Aturan Lengkap PSBB Transisi di Jakarta Diterapkan per 12 Oktober – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/aturan-lengkap-psbb-transisi-di-jakarta-diterapkan-per-12-oktober-f5Qj
    4. Pengunjung Restoran Wajib Isi Buku Tamu Saat PSBB Transisi DKI Jakarta – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/10/11/pengunjung-restoran-wajib-isi-buku-tamu-saat-psbb-transisi-dki-jakarta
    Read More
  • Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti […]

    Risiko Besar Penularan Covid-19 Saat Demonstrasi di Tengah Pandemi

    Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti halte-halte TransJakarta dan Stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat rusak dan dibakar. Di Bandung, fasilitas publik yang juga berada di Jalan Dago, Taman Cikapayang, juga terkena imbas. Di Surabaya, beberapa fasilitas publik juga mengalami nasib yang sama sehingga membuat Walikota Surabaya, Risma Tri Maharini marah-marah.

    demonstrasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Demonstrasi yang memang menolak beberapa isi yang terkandung dalam UU yang sudah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020 itu mengundang beberapa kekhawatiran dari para pendemo yang sebagian besar adalah buruh pabrik terutama tentang kontrak seumur hidup, jam kerja yang diperpanjang, libur yang diperpendek, serta upah yang akan dibatasi. Ditambah lagi UU tersebut memudahkan para pekerja asing masuk selain juga memudahkan investor asing untuk investasi demi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, pemerintah melalui Kemenaker membantah hal-hal tersebut dan UU sudah mengakomodasi kepentingan para pekerja melalui berbagai macam rembukan ke berbagai pihak. Adapun isi-isi yang dipertentangkan adalah hoaks dan kesalahan interpretasi. Demonstrasi itu sendiri berakhir pada sore dan malam hari ketika para gubernur seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo turun menenangkan para pendemo, dan berjanji akan menyuarakan aspirasi mereka.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demonstrasi memang sudah berakhir. Namun yang sangat disayangkan adalah banyak fasilitas publik yang rusak dan terbakar. Padahal, fasilitas-fasilitas publik ini tidak tahu-menahu sama sekali. Untuk Jakarta sendiri Gubernur Anies Baswedan mengalkulasi biaya kerusakan berkisar pada Rp 25 milyar. Selain fasilitas publik, yang sangat disayangkan adalah demonstrasi terjadi di saat pandemi Corona masih merajalela, dan banyak dari peserta demonstrasi tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan. Akibatnya, puluhan orang dinyatakan reaktif seperti yang terjadi di Tangerang dan Jakarta. Dapat dikatakan bahwa demonstrasi di tengah pandemi menimbulkan kluster baru penyebaran Corona. Hal ini pun semakin mempersulit upaya untuk memperkecil penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Sampai Kamis, 8 Oktober 2020 jumlah penderita Corona di Indonesia adalah 321.000 orang. Ini mengartikan bahwa ancaman penyebaran virus di tengah unjuk rasa itu nyata dan bukan hoaks.

    Demonstrasi sebenarnya boleh-boleh saja asal dilakukan dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti yang dilansir dari akun Instagram @pandemictalks berikut ini:

    • Menggunakan masker. Siapkan 3-4 masker jika demonstrasi berjalan seharian
    • Gunakan pelindung mata/kacamata untuk mengurangi transmisi virus melalui mata
    • Jaga jarak minimum 2 meter dengan peserta demo lainnya. Jangan main-main dengan protokol jarak ini
    • Usahakan jangan berada di posisi tengah barisan demonstrasi, namun di ujung luar garis demonstrasi. Selain itu, perhatikan arah angin untuk meminimalkan penyebaran via aerosol

    Selain itu, seperti dilansir oleh Pandemictalks ada yang juga perlu diperhatikan oleh para pendemo setelah melakukan aksi, yaitu:

    • Sesampainya di rumah segera mandi sebelum menyentuh barang lain. Pakaian dan perlengkapan yang digunakan saat demonstrasi langsung dicuci
    • Disiplin menggunakan masker selama tiga minggu pasca demonstrasi saat di rumah. Hindari berbicara tanpa masker dengan penghuni rumah
    • Jika kondisi rumah memungkinkan banyak kamar lakukan isolasi mandiri. Pisahkan peralatan makan dan mandi dari penghuni lainnya.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengapa sebenarnya demonstrasi sangat berbahaya dilakukan di tengah pandemi Corona yang belum tahu kapan akan mereda. Untuk itu, Sobat Sehat selalu jagalah kesehatan diri dan orang lain. Supaya Sobat dapat terlindung terus dari virus Corona selain menerapkan protokol-protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Astutik Y. Puluhan Reaktif Covid-19, Ancaman di Tengah Demo Itu Nyata [Internet]. news. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201008111026-4-192763/puluhan-reaktif-covid-19-ancaman-di-tengah-demo-itu-nyata
    2. Sahri S. Kerusuhan Demo Jakarta Akibatkan Kerusakan Fasilitas Umum – Nusa Daily [Internet]. Nusa Daily. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://nusadaily.com/metro/kerusuhan-demo-jakarta-akibatkan-kerusakan-fasilitas-umum.html
    3. Massa Pendemo Rusak Fasilitas Umum di Taman Dago, Bandung [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/massa-pendemo-rusak-fasilitas-umum-di-taman-dago-bandung-1uL51Ox9YIK
    4. Risma Marah, Pendemo Rusak Fasilitas Kota [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/surabaya/08/10/2020/risma-marah-pendemo-rusak-fasilitas-kota/
    5. Menilik Cara Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Risma Hadapi Pedemo UU Cipta Kerja – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/09/menilik-cara-ganjar-pranowo-ridwan-kamil-anies-baswedan-dan-risma-hadapi-pedemo-uu-cipta-kerja?
    6. Login • Instagram [Internet]. Instagram.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGD70ezgk6W/
    Read More

Showing 1–10 of 28 results

Chat Asisten ProSehat aja