Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ corona virus”

Showing 1–10 of 22 results

  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19 7 Oktober 2020

    Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat pada tanggal 7 Oktober 2020 pukul 17.00 dengan judul “Travelling Sehat dan Aman di Era #COVID 19, dan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Dari kacamata medis, dr. Jeffri mengatakan, traveling boleh dilakukan asalkan menerapkan ruang udara terbuka –membuka kaca jendela- seperti ketika traveling dengan mobil sebagai upaya pemutusan penyebaran virus Corona yang bersifat airborne dan sangat cukup reaktif di dalam sirkulasi udara tertutup meskipun sangat mustahil dilakukan terutama di Jakarta yang tingkat polusinya sangat tnggi. Dokter Jeffri yang pemaparannya berdasarkan jurnal-jurnal penelitian internasional, WHO, dan Dishub RI, juga menekankan perlunya protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, perlunya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Dokter Jeffri juga menekankan bahwa tidak semua bisa melakukan traveling di masa pandemi, dan hanya profesi tertentu seperti petugas medis, pejabat, atau orang-orang yang pekerjaannya sangat mendesak untuk ke luar kota.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Lalu bagaimana dari kacamata seorang traveler?

    Sebagai seorang travel vlogger terkenal, Ridwan Hanif Rahmadi, menyatakan bahwa supaya traveling tetap aman dan sehat di masa pandemi adalah sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi sebagai cara paling aman untuk menghindari Covid-19. Lalu bagaimana jika terpaksa menggunakan transportasi publik jika tidak menggunakan atau mempunyai kendaraan pribadi? Sang vlogger membagikan beberapa tips seperti menghindari kontak fisik, jaga jarak, menyediakan hand sanitizer. Tentu saja tips ini juga dibarengi dengan pengalaman pribadi.  Apalagi saat memaparkan, Ridwan juga menceritakan pengalamannya saat traveling di awal-awal Corona merebak yang membuat dia dan timnya harus segera mungkin mengakhiri traveling supaya tidak di-lockdown.  Ridwan merekemondasikan tempat wisata yang aman adalah yang sifatnya luar ruangan atau outdoor seperti ke gunung atau pantai jika memang ingin tetap berwisata. Sedangkan untuk hotel, Ridwan juga menyarankan pilih hotel-hotel yang branded atau sudah ternama karena dianggap mampu menjalankan protokol-protokol kesehatan dengan baik. Jika tidak ada penerapan, sebaiknya segera pindah hotel.

    Webinar ini sendiri cukup berjalan menarik,  dan dalam suasana yang penuh keakraban. Dua narasumber bahkan saling berinteraksi terutama ketika Ridwan bertanya  kepada dr. Jeffri mengenai perlukah memakai masker ketika di dalam mobil sendirian yang dijawab dr. Jeffri sangat perlu mengingat kapasitas mobil itu sendiri. Meski bukan sebagai orang yang bukan ahli di bidang kesehatan, Ridwan meminta kepada para peserta yang mengikuti webinar untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan, dan jangan berprasangka buruk kepada pemerintah dan petugas-petugas kesehatan serta meremehkan Covid-19 apalagi menganggap Covid-19 sebagai konspirasi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Memakainya

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan terutama dari Mamih Ocih Indonesia yang bertanya kepada Ridwan apakah kesal terhadap orang yang menganggap Covid-19 di Indonesia itu tidak ada. Pertanyaan itu dijawab oleh Ridwan bahwa ia kesal jika Covid-19 dianggap tidak ada. Apalagi ia mengungkap bahwa keluarga dan teman-temannya ada yang terkena virus tersebut.  Nah, itulah Sobat mengenai traveling aman dan sehat di era pandemi yang tetap harus menerapkan protokol-protokol kesehatan. Untuk pembahasan lebih dalam silakan Sobat Sehat tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat Sehat berencana traveling di masa pandemi, jangan lupa juga untuk tes swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB […]

    PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB ketat meskipun penularan masih terus berlangsung.

    psbb transisi jilid II

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta. Pojn-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Dengan diberlakukannya PSBB Transisi Jilid II oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu berarti ada pelonggaran dalam beberapa hal seperti pada PSBB Transisi Jilid I, yaitu seperti diperbolehkan kembali makan di restoran atau dine-in, aktivitas perkantoran boleh WFO, dan taman rekreasi dibuka kembali. Namun, ada beberapa hal baru yang perlu disimak dalam PSBB Transisi Jilid II ini, yaitu:

    Makan di restoran

    Makan dan minum di tempat di restoran diperbolehkan lagi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 101/2020. Akan tetapi pada PSBB Transisi kali ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

    • Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 seperti wajib mengisi buku tamu untuk kemudahan tracing atau pelacakan
    • Membatasi jumlah pengunjung, paling banyak 50% dari kapasitas yang disediakan
    • Mewajibkan pengunjung menggunakan masker kecuali saat makan dan minum
    • Menerapkan pemeriksaan suhu tubuh
    • Jarak antarmeja dan kursi minimal 1,5 meter kecuali untuk 1 domisili
    • Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai)
    • Alat makan dan minum disterilisasi secara rutin
    • Boleh mengadakan live music tentunya dengan izin namun pengunjung harus berjarak, tidak berdiri, melantai, dan tidak menimbulkan kerumunan
    • Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan
    • Waktu dine in dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam
    • Take away/delivery order: 24 jam

    Perkantoran boleh WFO

    Perkantoran di sektor non-esensial diperbolehkan beroperasi kembali dengan maksimal 50% kapasitas. Selain itu, ada beberapa tambahan yang harus dipatuhi, yaitu:

    • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang terdiri atas nama pengunjung, NIK, nomor ponsel, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital
    • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi sebagai penyelidikan epidemiologi
    • Melakukan jam kerja dan sif kerja dengan minimal 3 jam

    Boleh menikah di dalam ruangan

    Menikah di dalam ruangan atau indoor diperbolehkan lagi saat PSBB Transisi Jilid II. Akan tetapi, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25% dari kapasitas normal. Jarak tempat duduk diatur minimal 1,5 meter, dan dilarang berlalu larang atau berpindah tempat duduk. Aturan lainnya adalah alat makan dan minum wajib disterilisasi. Yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh ada prasmanan. Adapun petugas acara pernikahan wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Boleh menonton di bioskop

    Yang menarik pada PSSB Transisi kali ini adalah bioskop boleh dibuka setelah 7 bulan  berhenti beroperasi. Meski begitu, pembukaan bioskop harus memperhatikan hal-hal berikut:

    • maksimal 25% kapasitas
    • jarak antar tempat duduk 1,5 meter
    • Pengunjung tidak boleh berlalu lalang
    • petugas wajib mengenakan face shield, masker, dan sarung tangan

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    GOR dan RPTRA-RTH kembali dibuka

    GOR kembali dibuka namun tanpa penonton. Kalaupun diperbolehkan hanya 50% dari kapasitas. Pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah olahraga. Jam operasional GOR dari pukul 6 pagi hingga jam 9 malam. Untuk RPTRA dan RTH untuk anak usia 9 tahun dan 60 tahun ke atas dilarang masuk.

    Pusat kebugaran dan salon kembali dibuka

    Pusat kebugaran boleh buka kembali dengan batas maksimal pengunjung 25% dari kapasitas. Jaga jarak minimal 2 meter. Latihan bersama di ruangan tertutup juga dilarang tetapi diperbolehkan di luar ruangan. Jam operasional dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. Sementara untuk salon maksimal 50% dari kapasitas, jaga jarak 1,5 meter, dan jam operasi dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.

    Baca Juga: Let’s Go To The Gym!

    Tidak ada ganjil-genap

    Pada PSBB Transisi Jilid II ini aturan ganjil-genap ditiadakan sama sekali sehingga aturan berkendara sama seperti di masa PSBB Ketat.

    Itulah beberapa hal baru yang ada pada masa PSBB Transisi Jilid II di Jakarta. Hal-hal baru lainnya adalah untuk tempat peribadatan raya boleh dibuka dengan syarat harus mencatat kedatangan para pengunjung. Sementara untuk yang lainnya seperti pasar dan mal, tempat rekreasi, dan sekolah tidak berubah sama sekali, dan sama seperti di PSBB Transisi Jilid I dan PSBB Ketat.

    Untuk Sobat Sehat tetaplah menjalankan protokol-protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi Jilid II supaya tidak tertular virus Corona. Usahakan tetap jauhi kerumunan, dan jika perlu di rumah saja supaya aman, dan jangan lupa untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom T. DKI Jakarta Kembali ke PSBB Transisi! [Internet]. detiknews. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5208934/dki-jakarta-kembali-ke-psbb-transisi
    2. Media K. Dimulai Hari Ini, Berikut Sederet Aturan Saat PSBB Transisi di Jakarta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/12/060300065/dimulai-hari-ini-berikut-sederet-aturan-saat-psbb-transisi-di-jakarta?page=all
    3. Jannah S. Aturan Lengkap PSBB Transisi di Jakarta Diterapkan per 12 Oktober – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/aturan-lengkap-psbb-transisi-di-jakarta-diterapkan-per-12-oktober-f5Qj
    4. Pengunjung Restoran Wajib Isi Buku Tamu Saat PSBB Transisi DKI Jakarta – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/10/11/pengunjung-restoran-wajib-isi-buku-tamu-saat-psbb-transisi-dki-jakarta
    Read More
  • Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti […]

    Risiko Besar Penularan Covid-19 Saat Demonstrasi di Tengah Pandemi

    Kamis, 8 Oktober 2020 sejumlah aksi demonstrasi menentang dan menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law (UU Sapu Jagat) terjadi di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan beberapa kota di Kalimantan. Demonstrasi yang diikuti oleh para buruh, mahasiswa, dan pelajar tersebut kenyataannya berakhir ricuh, dan beberapa fasilitas publik seperti halte-halte TransJakarta dan Stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta Pusat rusak dan dibakar. Di Bandung, fasilitas publik yang juga berada di Jalan Dago, Taman Cikapayang, juga terkena imbas. Di Surabaya, beberapa fasilitas publik juga mengalami nasib yang sama sehingga membuat Walikota Surabaya, Risma Tri Maharini marah-marah.

    demonstrasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Demonstrasi yang memang menolak beberapa isi yang terkandung dalam UU yang sudah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020 itu mengundang beberapa kekhawatiran dari para pendemo yang sebagian besar adalah buruh pabrik terutama tentang kontrak seumur hidup, jam kerja yang diperpanjang, libur yang diperpendek, serta upah yang akan dibatasi. Ditambah lagi UU tersebut memudahkan para pekerja asing masuk selain juga memudahkan investor asing untuk investasi demi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, pemerintah melalui Kemenaker membantah hal-hal tersebut dan UU sudah mengakomodasi kepentingan para pekerja melalui berbagai macam rembukan ke berbagai pihak. Adapun isi-isi yang dipertentangkan adalah hoaks dan kesalahan interpretasi. Demonstrasi itu sendiri berakhir pada sore dan malam hari ketika para gubernur seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo turun menenangkan para pendemo, dan berjanji akan menyuarakan aspirasi mereka.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demonstrasi memang sudah berakhir. Namun yang sangat disayangkan adalah banyak fasilitas publik yang rusak dan terbakar. Padahal, fasilitas-fasilitas publik ini tidak tahu-menahu sama sekali. Untuk Jakarta sendiri Gubernur Anies Baswedan mengalkulasi biaya kerusakan berkisar pada Rp 25 milyar. Selain fasilitas publik, yang sangat disayangkan adalah demonstrasi terjadi di saat pandemi Corona masih merajalela, dan banyak dari peserta demonstrasi tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan. Akibatnya, puluhan orang dinyatakan reaktif seperti yang terjadi di Tangerang dan Jakarta. Dapat dikatakan bahwa demonstrasi di tengah pandemi menimbulkan kluster baru penyebaran Corona. Hal ini pun semakin mempersulit upaya untuk memperkecil penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Sampai Kamis, 8 Oktober 2020 jumlah penderita Corona di Indonesia adalah 321.000 orang. Ini mengartikan bahwa ancaman penyebaran virus di tengah unjuk rasa itu nyata dan bukan hoaks.

    Demonstrasi sebenarnya boleh-boleh saja asal dilakukan dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti yang dilansir dari akun Instagram @pandemictalks berikut ini:

    • Menggunakan masker. Siapkan 3-4 masker jika demonstrasi berjalan seharian
    • Gunakan pelindung mata/kacamata untuk mengurangi transmisi virus melalui mata
    • Jaga jarak minimum 2 meter dengan peserta demo lainnya. Jangan main-main dengan protokol jarak ini
    • Usahakan jangan berada di posisi tengah barisan demonstrasi, namun di ujung luar garis demonstrasi. Selain itu, perhatikan arah angin untuk meminimalkan penyebaran via aerosol

    Selain itu, seperti dilansir oleh Pandemictalks ada yang juga perlu diperhatikan oleh para pendemo setelah melakukan aksi, yaitu:

    • Sesampainya di rumah segera mandi sebelum menyentuh barang lain. Pakaian dan perlengkapan yang digunakan saat demonstrasi langsung dicuci
    • Disiplin menggunakan masker selama tiga minggu pasca demonstrasi saat di rumah. Hindari berbicara tanpa masker dengan penghuni rumah
    • Jika kondisi rumah memungkinkan banyak kamar lakukan isolasi mandiri. Pisahkan peralatan makan dan mandi dari penghuni lainnya.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengapa sebenarnya demonstrasi sangat berbahaya dilakukan di tengah pandemi Corona yang belum tahu kapan akan mereda. Untuk itu, Sobat Sehat selalu jagalah kesehatan diri dan orang lain. Supaya Sobat dapat terlindung terus dari virus Corona selain menerapkan protokol-protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Astutik Y. Puluhan Reaktif Covid-19, Ancaman di Tengah Demo Itu Nyata [Internet]. news. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201008111026-4-192763/puluhan-reaktif-covid-19-ancaman-di-tengah-demo-itu-nyata
    2. Sahri S. Kerusuhan Demo Jakarta Akibatkan Kerusakan Fasilitas Umum – Nusa Daily [Internet]. Nusa Daily. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://nusadaily.com/metro/kerusuhan-demo-jakarta-akibatkan-kerusakan-fasilitas-umum.html
    3. Massa Pendemo Rusak Fasilitas Umum di Taman Dago, Bandung [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/massa-pendemo-rusak-fasilitas-umum-di-taman-dago-bandung-1uL51Ox9YIK
    4. Risma Marah, Pendemo Rusak Fasilitas Kota [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/surabaya/08/10/2020/risma-marah-pendemo-rusak-fasilitas-kota/
    5. Menilik Cara Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Risma Hadapi Pedemo UU Cipta Kerja – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/10/09/menilik-cara-ganjar-pranowo-ridwan-kamil-anies-baswedan-dan-risma-hadapi-pedemo-uu-cipta-kerja?
    6. Login • Instagram [Internet]. Instagram.com. 2020 [cited 9 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGD70ezgk6W/
    Read More
  • Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020. […]

    Survei Jakpat: 40,3% Orang Indonesia Percaya Vaksin Corona

    Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020.

    vaksin corona

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Mengenai vaksin, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menargetkan bahwa mulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 sekitar 170-180 juta orang akan disuntik. Jokowi juga menargetkan pada akhir 2021, Indonesia sudah bisa menghasilkan 290 juta dosis vaksin. Lebih percayanya orang Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan kenyataan bahwa selama 6 bulan lebih terkena Corona yang juga sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sebanyak 52% orang Indonesia panik menghadapi pandemi, dan lebih memilih bekerja atau belajar dari rumah. Sementara itu, di sisi lain sebanyak 53,0% orang tidak panik dalam menghadapi pandemi, dan memilih bekerja seperti biasa sebelum pandemi.

    Faktor-faktor yang membuat panik bagi orang-orang yang memilih beraktivitas dari rumah adalah karena faktor kesehatan (60%) kemudian diikuti oleh sosial (59,4%), dan ekonomi (50,1%). Sebanyak 59% responden di Indonesia terutama di Jabodetabek menurut survei tersebut percaya bahwa Covid-19 adalah virus yang mematikan dan berbahaya, namun 31% responden menganggap itu sebagai sebuah konspirasi.

    Berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya mayoritas masih menghindari beraktivitas keluar rumah seperti bepergian, pergi ke mall, dan menghadiri acara-acara akbar secara fisik. Jika ditotal ada 95,0% yang memilih menghindari beraktivitas keluar sedangkan 5% lainnya malah sebaliknya. Apabila pandemi tidak segera berakhir, pilihan untuk tetap di rumah tetap menjadi prioritas, yaitu sebanyak 82,0%.

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Keberadaan vaksin yang dipercaya oleh para responden dalam survei tersebut diperkirakan bisa menghentikan penyebaran Corona pada akhir 2020 atau pertengahan awal 2021. Jika memang vaksin begitu sangat dipercaya lalu bagaimana perkembangan vaksin yang sudah ada?

    Perkembangan Vaksin-vaksin Corona Sejauh Ini

    Indonesia sendiri telah menyiapkan 3 calon vaksin untuk mencegah Covid-19, dan kebanyakan berasal dari Cina. Vaksin-vaksin itu adalah vaksin buatan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Selain ketiganya juga terdapat vaksin asal Uni Emirat Arab yang dikembangkan oleh G-42, dan vaksin buatan sendiri bernama Merah-Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Lalu bagaimana dengan perkembangan vaksin-vaksin tersebut sejauh ini?

    Dikutip dari berbagai sumber, vaksin pertama yang kemungkinan bisa diakses untuk umum adalah buatan Sinovac. Vaksin ini berjenis inactivated atau menggunakan seluruh virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan system kekebalan. Cara ini merupakan pendekatan yang klasik, dan sudah banyak digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin sebelumnya seperti Hepatitis A, Flu, dan Polio.

    Di Indonesia, Sinovac sebagai pemasok vaksin bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin yang bernama CoronaVac. Sejauh ini, vaksin Sinovac yang paling siap karena sudah mengadakan uji klinis fase III, dan kemungkinan bisa diedarkan pada Desember 2020.

    Selain Sinovac, juga terdapat vaksin lain yaitu Sinopharm dan CanSino yang keduanya masih dalam penjajakan kerja sama. Sinopharm diketahui akan berusaha menyediakan 10 juta dosis vaksin di Indonesia yang kemungkinan pada akhir 2020. Distribusi ini melalui kerja sama dengan perusahaan mitra Sinopharm di Uni Emirat Arab, yaitu G-42, dan tentu saja Kimia Farma. Demikian menurut Kepala BPOM, Penny Lukito. Sinopharm sendiri juga sudah melalukan uji klinis 1 dan 2 pada Juni 2020. Uji klinis terakhir dilaksanakan di Uni Emirat Arab yang mempunyai 119 kebangsaan dalam populasinya. Dilaporkan tidak ada dampak buruk yang dirasakan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Sementara CanSino dilaporkan telah melaksanakan uji klinis III pada Agustus 2020, dan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan negara lain termasuk Indonesia untuk uji klinis lebih lanjut. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Militer milik pemerintah Cina.

    Lalu bagaimana dengan Vaksin Merah-Putih?

    Sejauh ini pengembangan vaksin buatan dalam negeri kemajuannya sudah sebanyak 50%. Metode yang digunakan dalam pengembangan vaksin ini adalah rekombinan, yaitu para peneliti mengambil gen yang mengode kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS Cov-2. Gen tersebut kemudian disisipkan dalam vektor atau pembawa gen yang disebut plasmid kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri tersebut berfungsi sebagai pabrik protein yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun. Sedikitnya dua gen –S atau spike, struktur yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia, dan N atau nukelokapsid, protein yang menyelubungi RNA virus. Dengan begitu, vaksin bisa melatih antibodi untuk mengenali virus yang hendak menginfeksi sel tapi juga virus yang telanjur masuk sel, menambah keampuhannya.

    Vaksin ini sendiri menurut Menristek Bambang P. Brodjonegoro, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 memperkirakan Merah-Putih baru hadir pada Triwulan Keempat 2021.

    Terlihat sekali bahwa pengembangan vaksin bisa dibilang masih jauh dari kata selesai, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah. Meskipun sudah ada, vaksin-vaksin ini tentu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada beberapa tingkatan untuk menerima, yaitu:

    • Fase 1: Tenaga kesehatan dan responden pertama (5%)
    • Fase 2: Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehigga meningkatkan risiko mengalami infeksi Covid-19 yang lebih serius hingga kematian dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan padat (10%)
    • Fase 3: Pekerja di layanan jasa esensial yang memiliki risiko paparan tinggi dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga dapat mengalami infeksi Covid-19 moderat (35%)
    • Fase 4: Orang dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan esensial dengan risiko paparan yang meningkat (40-45%)
    • Fase 5: Masyarakat atau khalayak yang tersisa

    Dengan demikian, sebelum vaksin benar-benar bisa dikembangkan lebih jauh sebagai cara paling efektif yang dipercayai orang Indonesia untuk mengatasi Corona, untuk sekarang ini tetap melaksanakan protokol-protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta tidak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran, dan multivitamin. Tidak lupa juga untuk menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini pelaksanaannya masih di bawah ekspetasi.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Untuk pencegahan secara medis, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi Redemsivir yang sudah diperbolehkan edar di Indonesia dengan merek jual Covifor oleh Kalbe Farma, dan melakukan tes-tes pencegahan Corona seperti rapid test dan PCR swab.

    Untuk layanan PCR swab dan rapid test lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine through Indonesian Perspective – JAKPAT Survey Report – JAKPAT [Internet]. JAKPAT. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://blog.jakpat.net/covid-19-vaccine-through-indonesian-perspective-jakpat-survey-report/
    2. Indonesia C. Beda Vaksin Covid-19 China dan Uni Emirat Arab Incaran RI [Internet]. teknologi. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200930202605-199-552928/beda-vaksin-covid-19-china-dan-uni-emirat-arab-incaran-ri
    3. Indonesia C. Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020 [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201001082619-20-553017/jokowi-optimis-vaksin-covid-19-tersedia-akhir-2020
    4. Azizah K. Alhamdulillah! RI Dapat 10 Juta Vaksin Corona Halal dari Uni Emirat Arab [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5155489/alhamdulillah-ri-dapat-10-juta-vaksin-corona-halal-dari-uni-emirat-arab
    5. News P. Kapan Vaksin Merah Putih Diproduksi? Begini Kata Menristek – PRFM News [Internet]. PRFM News. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13730867/kapan-vaksin-merah-putih-diproduksi-begini-kata-menristek
    6. Siapa saja yang mengembangkan ‘vaksin merah-putih’ dan bagaimana cara kerjanya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54275740
    7. Media K. Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Telah Disusun, Bagaimana Menurut Pedoman WHO? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/132000165/prioritas-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia-telah-disusun-bagaimana?page=all
    8. Indonesia C. Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200928113902-20-551802/tenaga-medis-kedodoran-jurus-3t-jokowi-menguap-jadi-jargon
    9. Redemsivir Diklaim Ampuh Lawan Corona, tapi Belum Banyak Tersedia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/redemsivir-diklaim-ampuh-lawan-corona-tapi-belum-banyak-tersedia.html
    Read More
  • Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 […]

    Masih Perlukah Tes Corona dalam Perjalanan?

    Belakangan ini tersiar kabar bahwa tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR swab tidak lagi diperlukan dalam melakukan perjalanan, baik melalui darat, laut, dan udara. Dua metode tes ini memang sering dijadikan sebagai syarat supaya orang-orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak menulari atau tertular virus penyebab Covid-19. Hal ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 yang dirilis pada Juli 2020 lalu.

    perlukah tes corona

     

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Peraturan Kementerian Kesehatan itu melengkapi dua peraturan yang sudah ada sebelumnya, yaitu SE Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease (Covid-19) dan SE Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Prosedur Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Meski begitu, syarat untuk melakukan dua tes Corona itu kenyataannya dinilai tidak efektif oleh beberapa pihak. Alvin Lie, misalnya. Anggota Ombudsman yang juga pengamat penerbangan nasional ini menilai bahwa rapid test itu sebenarnya tidak perlu. Yang diperlukan adalah protokol kesehatan seperti memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh, dan menjaga jarak. Baginya, hal tersebut sudah cukup. Penggunaan surat keterangan bebas Corona menurutnya tidak serta-merta memastikan seseorang tidak terkena Corona.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Hal serupa diungkapkan epidemiolog Pandu Riono yang menyatakan bahwa tes-tes Corona yang ada dengan surat keterangan malah akan dijadikan ajang komersialisasi. Lalu bagaimana dari pihak pemerintah sendiri dalam hal ini Satgas Covid-19?

    Anggota Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Erlina Burhan, mengungkapkan hal yang sama. Dokter spesialis paru ini menyatakan setuju mengenai penghapusan tes-tes Corona sebagai syarat perjalanan, dengan alasan kurang efektif dan terlambat dalam mendiagnosis hasil karena hasil yang bisa berubah-ubah. Alasan lainnya adalah karena dari segi ekonomis pemeriksaan ini cukup mahal, terutama tes PCR swab.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Meski begitu rencana ini sedang digodok oleh pemerintah dan sedang dibicarakan detail pelaksanaannya, begitu kata Profesor Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas Covid-19. Di saat adanya rencana tersebut muncullah narasi di media sosial yang menyatakan bahwa rapid test telah dicabut sebagaimana yang dibagi oleh akun bernama Adens di grup Facebook Grup Info Kejadian Kota Kendari. Unggahan tersebut tentu saja mendapatkan banyak perhatian yang berisi kekhawatiran jika tes-tes Corona seperti rapid test dan PCR Swab dicabut, mengingat potensi penyebaran virus Corona di Indonesia masih tinggi, dan sudah menembus angka 287.008 hingga Rabu, 30 September.

    Menanggapi unggahan tersebut, Kemenkes melalui akun Twitternya menyatakan bahwa rapid test masih diberlakukan dalam bepergian. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Ahmad Yurianto. Ia menyatakan bahwa rapid test tetap dilakukan untuk situasi tertentu seperti pada kondisi kapasitas pemeriksaan rapid test-PCR terbatas pada suatu populasi spesifik dan situasi khusus. Situasi khusus yang dimaksud adalah untuk pelaku perjalanan termasuk pekerja migran yang datang terutama di wilayah Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN) serta pada pelacakan kontak di lokasi tertentu seperti lapas, panti jompo, panti rehabilitasi, asrama, pondok pesantren, dan pada kelompok-kelompok rentan.

    Produk Terkait: Rapid Test Covid-19

    Para penumpang juga harus tetap membawa surat keterangan bebas Corona yang berlaku selama 14 hari. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, health alert card atau HAC juga masih wajib diisi oleh para pelaku perjalanan sesuai dengan Pasal 36 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantiaan Kesehatan. Pengisian HAC dapat dilakukan secara manual atau elektronik. Tes Corona masih diberlakukan dalam perjalanan, menurut Yuri, karena moda transportasi umum adalah tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi memunculkan kluster penularan Covid-19, dan tentu saja memerlukan kewaspadaan dini untuk langkah antisipasi.

    Produk Terkait: Layanan PCR Swab ke Rumah/Kantor

    Jadi, Apakah Tes Corona Masih Diperlukan dalam Perjalanan?

    Melihat masih begitu massifnya kasus Corona di Indonesia yang dari hari ke hari jumlah penderitanya terus meningkat, hal tersebut tentu saja masih diperlukan supaya penyebaran virus dapat terkendali. Agar tidak terjadi penyelewengan tentunya dibutuhkan regulasi dan tindakan khusus sehingga tidak memberatkan dan merugikan. Namun, protokol-protokol kesehatan bagaimanapun harus tetap dijalankan karena tes Corona bukanlah untuk diagnosis tetapi sebagai salah satu langkah pencegahan. Untuk rapid test dan PCR swab ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan ke rumah atau kantor dari Prosehat.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Jawa Tengah dan Yogyakarta

    Apabila Sobat memerlukan layanan PCR swab dan juga rapid test, untuk lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media K. [KLARIFIKASI] Rapid Test Perjalanan Tidak Dicabut Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/10/142000065/-klarifikasi-rapid-test-perjalanan-tidak-dicabut?page=all
    2. Choirul M. Pakar Setuju Swab & Rapid Test di Pesawat Dihapus, Tapi… [Internet]. news. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200811090953-4-178847/pakar-setuju-swab-rapid-test-di-pesawat-dihapus-tapi
    3. Sidik F. Syarat Rapid Test untuk Perjalanan Dinilai Tak Relevan Lagi, Ini Alasannya [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5085753/syarat-rapid-test-untuk-perjalanan-dinilai-tak-relevan-lagi-ini-alasannya/2
    4. Inikah Penyebab Kemenkes Cabut Aturan Rapid Test untuk Perjalanan? | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20200908/15/1288581/inikah-penyebab-kemenkes-cabut-aturan-rapid-test-untuk-perjalanan
    Read More
  • Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat […]

    10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Musibah banjir terjadi karena curah hujan yang begitu deras terutama di musim penghujan sehingga tempat penampungan air alami seperti permukaan tanah yang telah diganti oleh beton atau aspal tidak mampu menyerap. Selain itu, sungai pun tidak mampu menampung debit air dalam jumlah yang besar, salah satunya karena kerusakan lingkungan seperti sungai penuh sampah yang membuat alirannya mampet dan terjadilah banjir.

    penyakit karena banjir, penyakit akibat banjir, penyakit pasca banjir

    Baca Juga: Sakit Perut pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Nah, air banjir ini pada umumnya membawa berbagai macam material mulai dari sampah, lumpur, bahkan bangkai yang bisa menjadi sarang penyakit dan virus. Selain itu, tingkat kelembapan akibat banjir  meningkat sehingga bakteri menjadi mudah berkembang biak. Sehingga tidak heran jika saat setelah musibah banjir terjadi, banyak penyakit yang menjangkit manusia. Penyakit apa sajakah yang muncul pasca banjir tersebut? Yuk, mari disimak supaya Sobat Sehat bisa tahu dan waspada.

    Penyakit-penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    1. Demam Tifoid

    Penyakit pertama adalah demam tifoid atau yang populer dengan nama tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terdapat dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini tertular melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejalanya berupa sakit kepala, hilang nafsu makan, demam tinggi, dan diare. Apabila tidak segera ditangani, penderitanya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tifoid ke Rumah

    2. Kolera

    Penyakit selanjutnya adalah kolera yang mirip dengan demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio Cholerae yang menyebar di air minum dan makanan melalui serangga, terutama lalat. Kolera dapat menyebabkan keluhan diare air, muntah, dan nyeri perut yang merupakan gejala umum penyakit tersebut.

    3. Leptospirosis

    Penyakit karena banjir lainnya yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis atau kencing tikus. Indonesia mempunyai beberapa wilayah yang endemik untuk penyakit ini dan hingga saat ini masih menjadi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan tingginya populasi tikus sebagai salah salah satu faktor risiko, dan karena buruknya sanitasi lingkungan serta semakin meluasnya daerah banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira yang biasanya terdapat dalam urine hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau yang tergenang bersama air banjir. Penularannya bisa melalui luka terbuka atau melalui kulit yang berada di dalam air dalam waktu yang lama, ataupun selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya berupa flu dengan sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah, dan mata berair. Apabila tidak segera ditangani penderitanya akan mengalami koma dan kematian.

    4. Hepatitis A

    Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat terbawa oleh air banjir. Serangan virus akan menimbulkan infeksi akut pada hati. Gejala awalnya berupa berkurangnya nafsu makan, muntah, sakit perut, mual, mudah lelah, flu, demam ringan, sakit kuning, dan mata kuning. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh makanan yang tidak higenis atau tidak masak, dan penyebab lainnya adalah air banjir. Jadi, ketika musim hujan, dan Sobat Sehat sudah memiliki anak, jangan biarkan mereka bermain air banjir karena berpotensi terkena penyakit tersebut. Untuk mencegahnya bisa dengan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah untuk Dewasa

    5. Malaria dan Demam Berdarah

    Ketika musim penghujan datang, sudah pasti nyamuk yang berkembang biak dengan cepat dan akan berkeliaran ke mana-mana mencari mangsa dengan cara mengisap darah. Nyamuk ini, baik Anopheles maupun Aedes aegypti, pada akhirnya akan menyebarkan virus yang menginfeksi tubuh sehingga seseorang yang terkena gigitan nyamuk ini menderita malaria dan demam berdarah. Gejalanya berupa demam berkepanjangan yang bisa mencapai 5-10 hari atau bahkan 15 hari, sakit kepala, dan badan terasa menggigil. Sedangkan pada demam berdarah, kondisi seluruh badan menjadi sakit-sakit. Karena itu, supaya tidak terkena, selalu gunakan obat nyamuk dan pastikan tidak ada genangan air tempat nyamuk berkembang biak.

    Baca Juga: Cegah Keluarga Terkena Malaria Saat Liburan ke Papua dan Nusa Tenggara

    6. Hipotermia

    Penyakit akibat banjir berikutnya adalah hipotermia, yaitu keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas. Hal ini mengakibatkan suhu tubuh sangat rendah, di bawah 35 derajat celcius. Anak-anak dan orang tua berisiko mengalami hipotermia selama banjir. Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan penyakit tersebut. Pada hipotermia ringan, ada rasa menggigil dan kebingungan mental sedangkan pada hipotermia sedang ada peningkatan risiko kebingungan mental, bicara cadel, dan refleks menurun saat menggigil berhenti. Pada hipotermia yang parah malah dapat menyebabkan halusinasi.

    7. Influenza

    Influenza atau flu merupakan penyakit yang kerap menyapa masyarakat setelah banjir melanda. Penyebabnya adalah suhu dingin pada tubuh akibat banjir membuat tubuh menjadi lebih lemah dan mudah terserang penyakit ini. Gejala awalnya berupa demam, badan terasa pegal dan linu, kemudian timbul batuk dan pilek. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga badan tetap hangat, perbanyak minum air putih dan vitamin, serta tidak lupa vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza ke Rumah

    8. Diare

    Diare juga menjadi penyakit yang kerap muncul pasca banjir. Penyebabnya adalah karena sumber air bersih banyak tercemar virus maupun bakteri penyebab diare seperti Cholera, Shigellosis, dan Salmonella. Penyakit ini biasanya ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar serta feses yang encer. Untuk mencegahnya, Sobat Sehat sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, dan sudah dimasak sampai matang.

    9. Penyakit Kulit

    Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai setelah banjir adalah penyakit kulit yang terjadi akibat terlalu lama berada di air banjir yang membawa banyak virus dan bakteri. Kuman-kuman ini kemudian bisa masuk ke pori-pori dan menimbulkan beragam penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal, alergi, hingga infeksi. Penyakit kulit sendiri termasuk yang menular, karena itu, Sobat Sehat perlu berhati-hati. Supaya tidak terkena, segeralah cuci tangan dan bersihkan seluruh bagian kulit dengan air bersih dan sabun setelah bersentuhan dengan air banjir.

    10. Asma

    Penyakit karena banjir yang terakhir adalah asma. Penyakit ini timbul karena alergi seperti debu ataupun suhu lingkungan yang dingin. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dan karena itu sebaiknya untuk mencegahnya, usahakan tubuh tetap hangat dengan menggunakan jaket, selimut, penghangat ruangan, atau bisa juga berolahraga ringan.

    Apakah Banjir Dapat Menyebabkan Corona?

    Itulah 10 penyakit akibat banjir yang perlu diwaspadai, dan tentunya akan menjangkiti siapa saja termasuk yang gemar bermain air banjir. Namun ada pertanyaan juga, apakah banjir dapat menyebabkan virus Corona yang sekarang ini sedang mewabah?

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Virus Corona atau Covid-19 dalam beberapa penelitian disebutkan bisa hidup di dalam genangan atau air banjir karena droplet atau tinja seseorang. Meski begitu, keberadaan virus tersebut dalam air ternyata mempunyai daya infeksi yang rendah. Hal ini juga ditegaskan oleh WHO dalam sebuah panduan berjudul “Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS CoV-2”. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan bahwa daya menular virus Wuhan tersebut sangat rendah melalui air, bahkan pada air yang ada kotorannya. Hal ini membuktikan bahwa banjir tidak dapat menyebabkan atau menularkan Virus Corona. Namun, virus ini akan tertular apabila ada kerumunan atau keramaian di tempat pengungsian banjir, dan tidak ada protokol kesehatan sama sekali seperti menjaga jarak. Hal ini yang terlihat pada banjir di Jepang Juli lalu.

    Cara Menangani Diri Supaya Tidak Terkena Penyakit Pasca Banjir

    Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Sobat Sehat lakukan supaya tidak terjangkit penyakit akibat banjir.

    • Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluwarsa dari makanan yang dikonsumsi, baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.
    • Usahakan mengonsumsi makanan segar. Cuci tangan pakai sabun atau antiseptik untuk menghindari infeksi. Ajari anak-anak untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
    • Selalu menjaga kebersihan lingkungan dan segera bersihkan lokasi yang terkena banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri (seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boot) bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran khususnya lumpur.
    • Konsumsi suplemen berisi multivitamin dan mineral apabila ada keterbatasan makanan dan minuman dengan gizi yang lengkap
    • Menyetok obat-obatan seperti obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala, dan oralit
    • Mencegah anak-anak untuk tidak bermain di air banjir yang berpotensi menyebabkan penyakit

    Selain itu penanganan bisa dilakukan dengan vaksinasi dari Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Tak Hanya Diare, 8 Penyakit Akibat Banjir Ini Bisa Membahayakan Jiwa [Internet]. Blog. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/8-penyakit-akibat-banjir-ini-bisa-membahayakan-jiwa/
    2. Media K. Waspada 7 Penyakit Pasca-banjir dan Pencegahannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2020/02/26/130200923/waspada-7-penyakit-pasca-banjir-dan-pencegahannya?page=all
    3. Mustinda L. Banjir Bandang di Sukabumi, Ini 6 Penyakit Akibat Banjir [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5186802/banjir-bandang-di-sukabumi-ini-6-penyakit-akibat-banjir
    4. [Internet]. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/8-penyakit-akibat-banjir-yang-harus-diwaspadai-perlu-penanganan-tepat-kln.html?page=8
    5. Damarjati D. Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5183187/apakah-banjir-bisa-memperparah-penularan-covid-19/2
    6. Media K. Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/08/170000323/banjir-jepang-tingkatkan-risiko-penyebaran-virus-corona
    Read More
  • Sudah seminggu PSBB ketat kembali lagi dilaksanakan di Jakarta, menyusul naiknya angka penderita COVID-19 dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan untuk merawat pasien.1 Namun, selama seminggu pelaksanaan ini, apakah benar PSBB ketat yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini berjalan sesuai dengan arahan dan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020? Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, […]

    Rangkuman Seminggu PSBB Ketat di DKI Jakarta

    Sudah seminggu PSBB ketat kembali lagi dilaksanakan di Jakarta, menyusul naiknya angka penderita COVID-19 dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan untuk merawat pasien.1 Namun, selama seminggu pelaksanaan ini, apakah benar PSBB ketat yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini berjalan sesuai dengan arahan dan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020?

    psbb ketat di dki jakarta, psbb ketat di jakarra, seminggu psbb ketat di dki jakarta

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Berdasarkan hasil yang didapatkan Prosehat dari berbagai sumber, PSBB yang dilaksanakan secara ketat di Jakarta untuk mengurangi jumlah penderita COVID-19 selama PSBB Transisi belum benar-benar berjalan ketat. Sebab, ternyata masih banyak orang berkumpul dan berkerumun di suatu titik. Hal itu yang terlihat pada kerumunan warga di pasar ikan hias Jatinegara atau Pasar Mester. Tampak tidak dilakukannya protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, meskipun kebanyakan sudah memakai masker.2 Namun, masih banyak orang yang menggunakan masker yang tidak direkomendasikan, seperti masker scuba dan buff.

    Selain kerumunan, banyak juga pelanggaran yang dilakukan warga DKI saat PSBB. Tercatat dari tanggal 14 September sampai tanggal 17 September 2020, sebanyak 13.000 warga DKI dihukum menyapu jalanan karena melanggar aturan-aturan dalam PSBB. Selain dikenai sanksi sosial, seperti menyapu jalan, beberapa warga DKI lebih memilih membayar denda administratif. Pelanggaran lain yang banyak dilakukan adalah tidak memakai masker, meskipun sendirian di dalam mobil.3

    Seminggu setelah pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta juga memperlihatkan bahwa tidak semua fasilitas publik di Ibu Kota ditutup. Hal itu yang terlihat pada kawasan Gelora Bung Karno atau GBK, yang tetap membuka area ring sekitar stadion, walau hanya dibuka untuk lari dan jogging, dan tidak untuk bersepeda.4 Pada Minggu, 20 September, kawasan sekitar GBK seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih juga dipadati warga untuk berolahraga yang kebanyakan bersepeda. Padahal, dalam instruksi gubernur dinyatakan bahwa berolahraga sebaiknya dilakukan di area sekitar rumah saja.6

    Lalu bagaimana dengan bidang-bidang lainnya?

    Untuk perkantoran, Pemprov DKI menyatakan telah menutup sementara 23 kantor hingga hari keempat pelaksanaan PSBB. Penyebab penutupan itu selain melanggar protokol kesehatan, ada 14 perusahaan yang ditutup karena salah satu karyawannya terpapar COVID-19. Perincian perkantoran yang ditutup adalah 6 berada di Jakarta Barat, 3 di Jakarta Selatan dan Utara, 1 di Jakarta Timur dan Pusat. Untuk peribadatan, sesuai aturan, tempat beribadah harus ditutup jika tempat ibadah itu merupakan tempat ibadah raya atau besar yang terletak di tepian jalan raya dan jamaahnya bisa dari mana saja. Beberapa masjid besar, seperti Istiqlal dan Al Azhar terlihat ditutup, begitu juga dengan Masjid Fatahillah di Balai Kota DKI. Untuk tempat ibadah umat non-muslim, seperti Gereja Katedral, masih mengadakan misa online.5

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Karena PSBB di Jakarta kembali seperti pada awal pandemi, tempat-tempat wisata di Ibu Kota yang dikelola Pemprov DKI juga ditutup, seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Monas. Hal ini  tentu saja membuat banyak warga Ibu Kota mengalihkan rekreasi ke wilayah-wilayah penyangga, seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. Apalagi Pemprov juga meniadakan SIKM keluar-masuk Jakarta. Pengalihan ini yang membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melarang secara lisan warga Jakarta agar tidak ke Jawa Barat. Pelarangan itu juga terlihat pada tindakan aparat yang menjaga ketat pintu masuk wilayah Puncak. Tidak semua diperbolehkan masuk dan diminta kembali ke Jakarta.8

    Namun, apakah pelarangan serta penindakan pelanggaran ini membuahkan efek yang begitu bagus untuk menekan tingkat penderita COVID-19 di Jakarta?

    Sampai dengan tanggal 23 September, jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut mencapai 65.687 kasus, dengan perincian 51.494 meninggal dan 1.628 sembuh. Jumlah ini juga selaras dengan positivity rate penderita COVID-19 di Jakarta yang angkanya mencapai 13,2%, dan melebihi standar WHO, yaitu 5%. Seminggu pelaksanaan PSBB di Jakarta belum menuai hasil yang menggembirakan, sehingga hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.7

    Nah, karena gambaran yang demikian mengenai PSBB di DKI Jakarta yang ternyata belum memberikan efek yang menggembirakan akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan dan abai pada aturan yang sudah ditetapkan, untuk bisa membantu pemerintah mengurangi jumlah penderita virus, Sobat Sehat hendaknya tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan, seperti 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak ketika berada di keramaian.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain itu, tetap di rumah saja dan jangan keluar rumah apabila tidak ada hal-hal yang mendesak. Apabila Sobat ingin melakukan tes COVID-19, seperti rapid test dan PCR swab, bisa dilakukan di rumah saja dengan menghubungi Prosehat. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Ikhsanudin A. Seminggu DKI Jakarta PSBB Ketat, Pakar: Belum Ada Perubahan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5181183/seminggu-dki-jakarta-psbb-ketat-pakar-belum-ada-perubahan
    2. Sancaya R. Potret Warga Berkerumun di Pasar Ikan Hias Jatinegara saat PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/foto-news/d-5180700/potret-warga-berkerumun-di-pasar-ikan-hias-jatinegara-saat-psbb
    3. 13 Ribu Orang di Jakarta Dihukum Menyapu Jalan karena Langgar PSBB [Internet]. kumparan. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/13-ribu-orang-di-jakarta-dihukum-menyapu-jalan-karena-langgar-psbb-1uDuFlC9PHq/full
    4. Media K. Tetap Buka Saat PSBB Total DKI Jakarta, Kawasan GBK Sepi Pengunjung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/20/13320101/tetap-buka-saat-psbb-total-dki-jakarta-kawasan-gbk-sepi-pengunjung
    5. Azahra T. PSBB Ketat Jakarta, Aktivitas Olahraga Masih Ramai di Kawasan Sudirman [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5180339/psbb-ketat-jakarta-aktivitas-olahraga-masih-ramai-di-kawasan-sudirman
    6. Nafian M. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Tak Gelar Salat Jumat Selama PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5178115/masjid-fatahillah-balai-kota-dki-tak-gelar-salat-jumat-selama-psbb
    7. PSBB, Ridwan Kamil Larang Warga Jakarta Bepergian ke Jawa Barat [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/109410/psbb-ridwan-kamil-larang-warga-jakarta-bepergian-ke-jawa-barat
    8. Silaban M. Update Corona Jakarta: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 1.079 Orang [Internet]. Tempo. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://metro.tempo.co/read/1388311/update-corona-jakarta-pasien-positif-covid-19-bertambah-1-079-orang
    Read More
  • Pandemi Corona yang sampai sekarang belum menunjukkan tanda akan berakhir dengan kasus penderita yang semakin meningkat setiap harinya bisa menimbulkan kecemasan, stres, dan depresi yang dapat berujung pada keinginan bunuh diri. Keinginan mengakhiri hidup sendiri itu tentu bukan hanya dialami oleh orang-orang yang terdampak Corona secara ekonomi, tetapi juga para penderita penyakit ini. Tercatat, sudah […]

    Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Pandemi Corona yang sampai sekarang belum menunjukkan tanda akan berakhir dengan kasus penderita yang semakin meningkat setiap harinya bisa menimbulkan kecemasan, stres, dan depresi yang dapat berujung pada keinginan bunuh diri. Keinginan mengakhiri hidup sendiri itu tentu bukan hanya dialami oleh orang-orang yang terdampak Corona secara ekonomi, tetapi juga para penderita penyakit ini. Tercatat, sudah ada dua pasien positif Corona yang bunuh diri karena merasa pesimis akan kondisi yang dialami.

    keinginan bunuh diri, keinginan mengakhiri hidup

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Hingga saat ini, bunuh diri masih menjadi kasus global yang disepelekan, termasuk di Indonesia. International Association for Suicide Prevention (IASP) sebagai organisasi yang menangani pencegahan bunuh diri menyatakan bahwa setiap 40 detik satu orang dunia melakukan bunuh diri dan terdapat 300 percobaan bunuh diri pada 70 negara. Hal ini diungkapkan oleh Murad Khan, Presiden IASP pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 September setiap tahunnya.1

    Berdasarkan Data dan Informasi Kesehatan RI pada Oktober 2019 menyebut angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia sebesar 0,71% setiap 100.000 penduduk, yang berarti ada 1.800 jiwa per tahun. Disebutkan juga bahwa kematian akibat bunuh diri banyak terjadi pada usia muda dan produktif, yakni 46% pada usia 25-49 tahun dan 17% pada usia 15-64 tahun. Supaya kasus bunuh diri tidak meningkat terus-menerus, perlu ada upaya bersama untuk bisa mencegah hal tersebut.1 Lalu, seperti apa pencegahan dan tanda-tandanya? Yuk, Sobat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini supaya Sobat bisa mencegah bunuh diri pada diri sendiri dan orang-orang sekitar.

    Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri

    Jangan Menyepelekan Keinginan Orang yang Ingin Bunuh Diri

    Ketika ada seseorang, baik teman atau keluarga yang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri, sebaiknya janganlah dianggap sepele. Sebab, ungkapan itu merupakan tanda mereka sedang mencari pertolongan. Meskipun Sobat mengambat masalah orang yang ingin bunuh diri itu sepele, sebaiknya Sobat memberi tanggapan dengan mendengarkan yang ia rasakan tanpa memberi penilaian menghakimi yang malah bisa membuat mental mereka tambah down, sehingga keinginan untuk mengakhiri hidup semakin kuat.2

    Jadilah Pendengar yang Baik

    Hanya mendengarkan saja tidaklah cukup jika Sobat tidak menjadi pendengar yang baik ketika orang yang ingin bunuh diri menceritakan masalah yang ia hadapi. Pendengar yang baik adalah pendengar yang benar-benar menunjukkan simpati terhadap segala keluh kesah yang diutarakan. Oleh karena itu, hindari berdebat dan jangan memberikan komentar yang meremehkan. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih atas kepercayaan karena telah mau berbagi cerita. Hindarilah kalimat-kalimat seperti ‘hal ini akan segera berlalu’ atau ‘lihat hikmah dari peristiwa ini’ yang justru membuat kondisi mereka menjadi terpuruk. Apabila Sobat berhasil menjadi pendengar yang baik, Sobat setidaknya telah membantu melepaskan tekanan dan masalah orang yang ingin bunuh diri.2

    Tanyakan Perihal Keinginan Bunuh Dirinya

    Ketika orang yang ingin bunuh diri mengutarakan keinginannya, cobalah untuk bertanya perihal keinginan bunuh dirinya. Dengan bertanya, setidaknya Sobat telah memberikan mereka kesempatan untuk terbuka dan memungkinkan mereka untuk mendapatkan pertolongan.2

    Sarankan untuk Mencari Bantuan Psikolog

    Menjadi pendengar yang baik, serta mau memberikan solusi tanpa menghakimi memang dapat meringankan beban yang dirasakan. Namun, hal itu tidak akan bertahan lama. Untuk penananganan yang tepat, ada baiknya Sobat menyarankan orang yang ingin bunuh diri tersebut untuk segera mencari bantuan profesional dari psikolog.2

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Jangan Selalu Membiarkan Dia Sendirian

    Apabila orang yang Sobat dengarkan itu sudah benar-benar menunjukkan tanda-tanda darurat ingin bunuh diri, sebaiknya jangan selalu membiarkan dia sendirian atau ditinggalkan. Apabila ia ditinggalkan, kesempatan untuk mengakhiri hidupnya semakin besar.2

    Selain mengetahui cara mencegah keinginan bunuh diri, Sobat juga perlu mengetahui tanda-tanda orang yang ingin mengakhiri hidup. Berikut adalah tanda-tandanya.

    Tanda-tanda Keinginan Bunuh Diri

    Membicarakan Keinginan Bunuh Diri

    Tanda pertama yang mesti diketahui dari orang-orang yang sudah mempunyai keinginan mengakhiri hidup sendiri adalah sering membicarakan keinginan untuk melakukan hal tersebut.3 Ciri-ciri yang bisa diketahui adalah:3

    • Keinginan yang begitu kuat untuk mengakhiri hidup
    • Sering membicarakan kematian atau ingin pergi jauh/selama-lamanya
    • Merasa tidak ada harapan; putus asa
    • Tidak ada alasan untuk hidup
    • Merasa menjadi beban bagi orang lain
    • Merasa terjebak
    • Merasa tidak kuat menahan sakit

    Membenci dan Menghujat Diri Sendiri

    Tanda kedua adalah membenci dan menghujat diri sendiri. Biasanya hal itu terlihat pada ucapan seperti malu, merasa bersalah, menjadi beban bagi orang lain. Tidak hanya itu, ternyata orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah juga berpotensi untuk bunuh diri.3

    Mencari Cara Mematikan untuk Bunuh Diri

    Apabila Sobat menemukan orang-orang sekitar yang ternyata mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, racun mematikan, kemudian mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri, dan mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan di internet, hal-hal tersebut merupakan tanda-tanda orang yang ingin bunuh diri.3

    Mengatur Segala Hal untuk Ditinggalkan

    Tanda-tanda lain dari orang yang ingin bunuh diri biasanya bisa terlihat dari menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat. Selain menulis surat pribadi, tanda-tanda lainnya adalah menjual atau memberikan barang berharga kepada orang lain, serta mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Mengucapkan Perpisahan

    Apabila Sobat mendapati teman meninggalkan pesan perpisahan secara tiba-tiba kepada orang-orang yang disayangi, seperti mengadakan pertemuan secara mendadak, menelepon dengan pesan-pesan perpisahan, perpisahan di media sosial, dan memberikan kesan seolah-olah tidak akan bertemu lagi, itu pertanda ia akan bunuh diri.3

    Menarik Diri

    Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan dari orang yang ingin bunuh diri adalah menarik dari pergaulan dengan orang lain secara tiba-tiba, tidak aktif secara mendadak, keinginan menyendiri semakin meningkat, menolak atau menghindar untuk dihubungi, kemudian berhenti atau kehilangan semangat akan hobinya. Orang-orang yang baru saja mengalami kehilangan atau peristiwa tragis dalam hidupnya juga berpotensi untuk bunuh diri.3

    Merusak Diri Sendiri

    Merusak diri sendiri juga menjadi tanda bagi orang yang ingin bunuh diri. Biasanya terlihat pada perilaku mereka yang menggunakan narkoba atau zat adiktif lainnya, minum alkohol secara berlebihan, melukai diri sendiri, dan sengaja melakukan tindakan-tindakan berbahaya.3

    Perubahan Fisik dan Mood yang Drastis

    Tanda terakhir dari orang yang ingin bunuh diri adalah adanya perubahan secara drastis pada fisik dan mood, seperti tidur terlalu banyak atau sedikit, perubahan pola makan yang ekstrem, mudah marah, agresif, dan menangis tiba-tiba.3

    Itulah cara mencegah dan tanda-tanda keinginan bunuh diri yang perlu Sobat ketahui. Lalu, bagaimana jika tanda-tanda itu Sobat sendiri yang alami? Yang perlu Sobat lakukan adalah Sobat harus mengetahui bahwa apa yang Sobat hendak lakukan itu adalah emosi sesaat dan bisa berubah, kemudian ingatlah mengenai orang-orang yang sekitar yang masih membutuhkan kehadiran Sobat, serta carilah cara lain yang lebih solutif dalam menghadapi permasalahan yang ada.4

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan mencegah bunuh diri yang tepat, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Data IASP: Setiap 40 Detik, Satu Orang Bunuh Diri di Dunia |Republika Online [Internet]. Republika.co.id. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qgg6w1425/data-iasp-setiap-40-detik-satu-orang-bunuh-diri-di-dunia
    2. Tanda dan Cara Mencegah Bunuh Diri pada Orang Sekitar [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200910112444-255-544819/tanda-dan-cara-mencegah-bunuh-diri-pada-orang-sekitar
    3. Juniman PT. Kenali 8 Tanda Peringatan Bunuh Diri [Internet]. intothelightid. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/tanda-peringatan-bunuh-diri/
    4. Juniman PT. 5 Upaya Hilangkan Pikiran untuk Bunuh Diri [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180910125943-255-329124/5-upaya-hilangkan-pikiran-untuk-bunuh-diri
    Read More

Showing 1–10 of 22 results

Chat Asisten ProSehat aja