Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tempat kerja”

  • Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome. Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan […]

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

    Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome.

    menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi

    Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan rumah tangganya.

    Dan sebaliknya, apabila seorang pekerja merasa tertekan karena masalah internal keluarga, kesehatan maupun keuangan, maka kesehatan mental dan fisik mereka juga akan terganggu. Hal ini justru akan mengganggu produktivitas mereka ditempat kerja.

    Meskipun saat ini masyarakat sudah semakin meyadari pentingnya kesehatan mental, tetapi masih banyak pula yang menganggap permasalahan ini bukanlah sesuatu yang penting.

    Dengan banyaknya masyarakat yang menganggap kesehatan mental sebagai sesuatu yang abstrak membuat kepedulian masyarakat kepada penderita gangguan kesehatan mental seringkali tidak tepat penanganannya dan justru memperparah keadaan.

    Mengapa kesadaran Akan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Sangat Penting?

    Menurut seorang professor psikiater dari New York, mengatakan bahwa otak manusia terhubung dengan sistem endokrin yang dapat melepaskan hormon penting untuk menjaga kesehatan mental.

    Dengan demikian dapat diartikan bahwa ketika seseorang mengalami gangguan mental, maka kemungkinan sedang terdapat gangguan pada sistem kerja otaknya.

    Berdasarkan fakta yang dipublikasi oleh World Health Organization (WHO), gangguan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan.

    Dapat diperkirakan kerugian ekonomi dunia adalah $1 triliun yang disebabkan oleh kurangnya produktifitas akibat gangguan kesehatan mental.

    Gangguan kesehatan mental ini juga bisa mempengaruhi performa dan produktifitas pekerja, kemampuan fisik, hubungan dengan rekan kerja, dan bahkan aktivitas sehari-hari di rumah maupun di kantor.

    Jika semakin dibiarkan, penderita gangguan mental ini akan semakin sulit mengendalikan dirinya misalnya dengan meluapkan emosi dengan meledak-ledak atau menjadi sangat sensitif, seringkali membuat dirinya dicap sebagai seseorang yang menyebalkan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.

    Penyebab Terganggunya kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki gangguan mental di tempat kerja. Salah satu faktornya yaitu masalah internal, seperti adanya kelainan genetik atau riwayat di keluarga yang menderita gangguan mental. Namun, terdapat pula faktor eksternal yang dapat dipicu dari lingkungan kerja, di antaranya:

    • Cara komunikasi dan sistem manajemen pekerjaan yang buruk
    • Tujuan organisasi dan tugas-tugas yang diberikan kurang jelas
    • Minimnya dukungan dari atasan maupun antar pekerja
    • Jam kerja yang tidak beraturan sehingga mengganggu kehidupan pribadi
    • Sempitnya ruang berekspresi
    • Kesempatan berpartisipasi dikhususkan hanya untuk pegawai tertentu saja
    • Jobdesk yang tidak tepat untuk kompetensi individu pegawai
    • Maraknya senioritas antarpekerja

    Cara tepat dalam mengurangi tingkat stres akibat faktor penyebab d iatas yaitu dengan mulai membiasakan melakukan perilaku mental positif (Positive Mental Attitude).

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Berikut 9 tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    1. Berpikir Positif

    Banyak memikirkan hal negatif dapat menyebabkan suasana hati menjadi rusak, sama halnya dengan overthinking atau berpikir berlebihan terhadap hal-hal kecil.

    Sebaiknya hindari hal tersebut, dan mulailah untuk berpikir positif dan sederhana terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga suasana hati anda tidak mudah rusak dan akan selalu tenng, bahagia, dan juga nyaman.

    2. Melatih Pernapasan

    Beberapa ahli mengatakan bahwa melatih pernapasan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan bernapas, banyak oksigen yang akan mengalir ke dalam tubuh sehingga dapat mengurangi emosi. Melatih pernapasan juga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan kardiovaskular.

    3. Konsumsi Teh

    Saat sedang merasa kesal, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein, dan gantilah dengan secangkir teh hangat. Karena meminum teh dipercaya dapat membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih positif dan tenang, sehingga dapat menjaga kesehatan mental lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Teh Hijau

    4. Bersosialisasi

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan bersosialisasi, seseorang akan merasa lebih dekat dan dapat saling memahami serta menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, hubungan sosial yang baik dapat menjaga kesehatan mental lebih optimal.

    5. Membatu rekan Kerja

    Dengan membantu orang lain, seseorang akan menumbuhkan perasaan bahagia untuk diri sendiri dan orang lain. Seperti diketahui, bahagia adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

    6. Berolahraga

    Melakukan olahraga secara rutin dapat meredakan depresi dan gangguan cemas berlebih. Berolahraga juga baik untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

    Ada beberapa pilihan olahraga yang dapat dilakukan untuk berolahraga di kantor, misalnya seperti berjalan mengelilingi kantor ataupun menggunakan tangga untuk naik turun selama kegiatan di kantor.

    7. Cari hiburan

    Ketika sedang merasa stress dengan pekerjaan, cobalah untuk mencari sedikiit hiburan dengan mendengarkan musik, beribadah, bersosialisasi, dan sebagainya. Dengan melakukan cara tersebut, beban pikiran akan terasa menjadi lebih ringan dan hal ini dapat membantu untuk kembali fokus dalam bekerja.

    8. Manajemen Waktu dengan Baik

    Memang tak dapat dihindari bahwa adanya masalah keluarga akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Sehingga dengan memiliki manajemen waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga dapat membantu meredakan stress.

    9. Menghargai Diri Sendiri

    Agar dapat terhindar dari  ekspetasi berlebih terhadap sesuatu yang bisa memicu stress, ada beberapa hal yang penting untuk diingat oleh pekerja kantoran.

    Salah satunya adalah tanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada karyawan yang sempurna. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sangat berkaitan dengan penerimaan diri sehingga tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun, apabila dengan menerapkan cara diatas belum mampu meningkatkan kesehatan mental Sahabat Sehat, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter atau psikiater.

    Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. [online] Available at: <https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/09/28/menjaga-kesehatan-mental-di-lingkungan-kerja/> [Accessed 15 April 2021].
    2. Negara, D., 2021. Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja. [online] Djkn.kemenkeu.go.id. Available at: <https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13552/Kesehatan-Mental-di-Lingkungan-Kerja.html> [Accessed 15 April 2021].
    3. Khoiri, A., 2021. Delapan Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja. [online] gaya hidup. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160524194516-255-133191/delapan-cara-mudah-jaga-kesehatan-mental-di-tempat-kerja> [Accessed 15 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Saat ini COVID-19 sedang menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Selain virus ini, terdapat juga virus dan bakteri lain, serta mikroorganisme lain yang menyebar lewat udara. Salah satunya adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Tuberculosis ini memiliki daya infeksius dan tingkat fatality rate lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan […]

    Cara Membersihkan Tempat Kerja* dari Virus Corona, Semua Virus, Bakteri, dan Mikro Organisme Mematikan/Patogen

    Saat ini COVID-19 sedang menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Selain virus ini, terdapat juga virus dan bakteri lain, serta mikroorganisme lain yang menyebar lewat udara. Salah satunya adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Tuberculosis ini memiliki daya infeksius dan tingkat fatality rate lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Pada artikel ini akan dijelaskan 10 langkah melakukan pembersihan terhadap COVID-19, bakteri, dan mikroorganisme di area kerja. 10 Langkah tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Memberitahukan kepada semua karyawan tentang kegiatan pembersihan terhadap virus/bakteri yang akan dilaksanakan (meliputi : lokasi tempat yang akan dibersihkan, waktu pelaksanaan, siapa tenaga pelaksana yang akan membersihkan, dan bagaimana proses membersihkannya dari awal sampai akhir).
    2. Pilih tenaga kerja pembersih yang benar-benar sehat dan memakai Alat Pelindung Diri masker bedah N-95 pada saat akan melakukan pembersihan.
    3. Analisa bangunan/ruangan tempat kerja yang akan dibersihkan, apakah secara structural konstruksi aman atau tidak. Jika keadaan dinilai tidak aman, lakukan koordinasi dengan pihak yang mengetahui (misalkan Bagian kemananan, pemeliharaan, atau bagian umum).
    4. Buat aliran ventilasi udara dari outdoor (dari luar area kerja Gedung/ ruangan) ke indoor (dalam area yang akan dibersihkan). Kemudian buat aliran ventilasi udara dari indoor ke outdoor. Posisi buangan outdoor adalah ke tempat tinggi, terbuka, dan terkena matahari. Intinya dalam hal ini adalah membuat sirkulasi udara. Jika memungkinkan sirkulasi udara tersebut mengalir selama 24 jam. Hal bertujuan untuk menurunkan kadar COVID-19/virus/bakteri/mikro organisme pathogen yang ada di dalam tempat kerja tersebut.
    5. Melindungi dokumen penting dan alat-alat penting perusahaan yang ada di area kerja tersebut agar jangan sampai rusak (jika misalkan terjadi kelembaban/cipratan air hujan dari ventilasi udara outdoor).
    6. Melakukan pembersihan tempat kerja menyeluruh dengan menggunakan vaccum cleaner untuk menyedot debu, dan kemudian dilanjukan dengan menggunakan air, sabun detergent, dan lap.
    7. Melakukan proses desinfektan di area kerja tersebut.
    8. Melakukan proses pemanasan di tempat kerja tersebut secara menyeluruh dengan udara kering dan panas (misal dengan blower).
    9. Tunggu 2 jam, setelah itu cek kembali tempat kerja tersebut, apakah udaranya masih bau atau sudah segar. Apabila udaranya sudah segar, tempat kerja ini siap digunakan.
    10. Lakukan aktivitas 5 R (Rapi, Ringkas, Resik, Rawat, dan Rajin) di tempat kerja secara rutin. Selain itu buat tempat kerja mendapatkan ventilasi udara yang baik, terkena sinar matahari, dan tidak lembab.

    Selain 10 langkah diatas, juga dapat dilakukan program promosi kesehatan di tempat kerja (seperti : menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun jika tangan dirasakan kotor, menjaga pola hidup sehat, istirahat yang cukup dan teratur, serta mengedukasi etika batuk pilek yang benar – yaitu dengan menutup pakai tisu dan langsung buang tisu tersebut ke tempat sampah tertutup serta memakai masker bila sedang sakit).

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Sedangkan untuk karyawan yang diperkirakan orang dalam pemantauan (ODP), maka karyawan ini  harus dirumahkan terlebih dahulu untuk bekerja di rumah. Karyawan yang bersangkutan diberitahukan tentang penyakitnya dan diminta untuk mengecek/merawat dirinya ke fasilitas kesehatan serta melakukan karantina diri sendiri agar jangan sampai menulari keluarga atau orang lain. Sampai karyawan ini benar-benar sembuh baru dapat masuk kantor kembali.

    Apabila karyawan yang ODP ini tetap ngotot untuk masuk kerja, hendaknya ia bekerja di ruangan yang terisolasi. Pada saat karyawan ingin diskusi/berbicara dengan rekan kerja yang lain, ia wajib untuk memakai masker bedah N-95. Begitu juga dengan rekan bicaranya untuk memakai masker bedah N-95. Jika dimungkinkan, ruangan isolasi tersebut mempunyai ventilasi terbuka dan dapat dimasuki sinar matahari.

    Bagi karyawan yang diketahui baru saja kontak dengan penderita Covid-19, tetapi saat ini dirinya masih fit (tidak menderita gejala penyakit/Orang Sehat Dalam Pemantauan), hendaknya (jika bisa) dilakukan karantina selama 14 hari. Tetapi apabila ia tidak mau dikarantina dan memaksa untuk bekerja, hendaknya ia bekerja di ruangan terisolasi yang berbeda dengan karyawan yang masuk dalam kriteria ODP seperti yang disebutkan sebelumnya.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Corona, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Secara umum gejala Covid-19 dapat muncul sebagai gejala ringan (misal : hidung berair, bsakit tenggorokan, batuk kering) sampai dengan gejala yang berat (misal : batuk berdahak, demam, pneumonia, dan kesulitan bernafas).

    Pada beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, orang ini mungkin dapat tertular Covid-19, tapi tidak muncul gejala sama sekali. Orang ini disebut pembawa (carrier). Orang ini dapat menularkan Virus Covid-19 yang ia bawa ke orang lain.

    Penyakit Covid-19 ini sebenarnya dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Penyakit ini dapat menjadi fatal (menyebabkan kematian) pada orang-orang tertentu, seperti orang lanjut usia, orang yang mempunyai daya tahan tubuh rendah (misalnya pada orang dengan HIV, kanker, orang yang sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun, dll), orang yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, sakit jantung, pneumonia, dll yang saat ini sedang dalam kondisi tidak terkontrol.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    *Definisi tempat kerja dalam artikel ini adalah : tempat kerja diluar tempat kerja yang mempunyai potensi bahaya tertinggi adalah hazard biologi (misalkan : Fasilitas Kesehatan, Laboratorium, Peternakan, dll).

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja