Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care)

Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk memonitor kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Kenapa pemeriksaan ini penting? Kapan dan apa saja yang harus diperiksa?

Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

Pemeriksaan ini adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang optimal. Sementara untuk pemeriksaan antenatal merupakan pemeriksaan rutin menjelang persalinan dan salah satu satu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medis pada ibu hamil.

pemeriksaan kehamilan

Proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan merupakan tujuan dari pemeriksaan antenatal ini. Belum lagi tujuan lainnya yang tidak kalah penting, yaitu menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan angka kematian bayi dan mendeteksi dini gangguan agar dapat diatasi dengan cepat. Berikut ini 4 hal penting dari antenatal care:

1. Pemeriksaan Kehamilan Pertama

Pemeriksaan ini dilakukan ketika usia kehamilan Anda antara 0-3 bulan. Pada usia kehamilan muda ini banyak para ibu yang tidak menyadari kehamilannya. Dan untuk pemeriksaan pertama ini diwajibkan dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu. Pemeriksaan ini cukup dilakukan sekali dan mungkin berlangsung 30-40 menit. Berikut ini hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan pertama:

  • Riwayat Kesehatan: Anda akan diajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kelainan genetik, kondisi kesehatan, riwayat kehamilan sebelumnya dan keadaan mental/psikososial Anda.
  • Penentuan Usia Kehamilan: Pada langkah ini akan dilakukan USG transvaginal atau transabdominal untuk memastikan adanya janin dalam kandungan atau dengan menanyakan HPHT (hari pertama haid terakhir) Anda.
  • Pemeriksaan Fisik Secara Umum: Pemeriksaan seperti tekanan darah, berat badan dan pemeriksaan fisik lainnya dilakukan pada step ini.
  • Pemeriksaan Dalam: Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan vagina dan leher rahim Anda.
  • Pemeriksaan Laboratorium: Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin darah, urinalisis (pemeriksaan urin), golongan darah serta rhesus, TORCH dan tes hepatitis.

Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

Bila terdapat kelainan atau komplikasi dalam pemeriksaan fisik dan laboratorium maka sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Bila tidak terdapat kelainan maka pemeriksaan tetap dapat dilakukan di bidan atau puskesmas.

2. Pemeriksaan Kehamilan Kedua

Pemeriksaan yang kedua ini dilakukan saat usia kehamilan antara 4-6 bulan. Normalnya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu. Pemeriksaan ini hanya berlangsung kurang lebih 20 menit saja. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi:

  • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
  • Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin dan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pemeriksaan dalam bila pada kunjungan pertama tidak dilakukan.
  • Pemeriksaan Laboratorium: Pemeriksaan yang meliputi urinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila kunjungan pertama anda dinyatakan anemia. Anda juga bisa melakukan serangkaian pemeriksaan lainnya yang berguna dalam mendeteksi dini kelainan dalam janin misalnya alpha feto protein (AFP), Chorion Villius Sample (CVS), dan amniosintesis.
  • Pemeriksaan Ultrasonografi: Pemeriksaan USG ini berguna untuk mendeteksi kelainan bawaan janin, jumlah janin, pergerakan jantung janin, lokasi plasenta (ari-ari) dan lain-lain.

3. Pemeriksaan Kehamilan Ketiga

Pemeriksaan ketiga ini dilakukan saat usia kehamilan mencapai 32 minggu. Pemeriksaan ini mungkin memakan waktu 20 menit dengan komposisi pemeriksaan hampir sama dengan pemeriksaan kedua yaitu:

  • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
  • Pemeriksaan Fisik: berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (pemeriksaan kandungan melalui perut) dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
  • Pemeriksaan laboratorium: Urinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin.

Baca Juga: Ini Dia Penambah Berat Badan Normal Ibu Hamil

4. Pemeriksaan Kehamilan Keempat

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan terakhir dan dilakukan pada usia kehamilan antara 32-36 minggu. Pada pemeriksaan ini akan dilakukan pemeriksaan:

  • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul, pergerakan janin, dan tanda kontraksi rahim.
  • Pemeriksaan Fisik: berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (menentukan letak janin dalam kandungan),  dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
  • Pemeriksaan Laboratorium: uinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila kunjungan pertama anda dinyatakan anemia. Saat pemeriksaan keempat inilah anda akan mulai mendiskusikan pilihan persalinan yang aman sesuai dengan kondisi kehamilan.

 

Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  • TanyaDok.com: Perlukah Pemeriksaan Rutin Menjelang Persalinan
  • TanyaDok.com: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan

Chat Asisten ProSehat aja