Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Survei AC Nielsen-Unicef: Hanya 47% Orang Indonesia yang Mau Jaga Jarak

Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai Covid-19 yang sudah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Survei ini diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar, yang merupakan kota-kota besar dan padat di Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Survei diadakan pada September-Oktober dengan responden pada kisaran umur 15-65 tahun, dan berjumlah 2.000 orang.

survei AC Nielsen-Unicef

Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

Hasil ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah untuk menjaga jarak padahal hal tersebut salah satu hal terpenting selain mencuci tangan dan memakai masker, dan termasuk dalam 3 M. Rendahnya kesadaran untuk jaga jarak ini disebabkan oleh banyak hal. Sebanyak 40% tidak bisa menjaga jarak karena merasa tidak enak dengan orang lain untuk menjaga jarak, 36% menilai tidak bisa jaga jarak dikarenakan orang lain yang mendekat, dan 25% beranggapan bahwa semua orang memang tidak bisa menjaga jarak sama sekali. Hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam survei ini adalah kesalahan dalam menilai bahwa orang yang terlihat sehat bisa dianggap tidak menyebarkan virus sama sekali sehingga membuat kesadaran yang rendah sama sekali mengenai pentingnya jaga jarak. Padahal, orang yang terlihat sehat kemungkinan besar adalah suspek terkena Corona. Selain itu, pengaruh religius terutama dalam beribadah juga menjadi faktor kurangnya jaga jarak (2%), lupa (25%) dan 14% lainnya tidak mempercayai keberadaan Corona sehingga tidak perlu jaga jarak.

Produk Terkait: PCR Swab-Rapid Test

Survei ini juga mengungkapkan mengapa masyarakat sering kali tidak memakai masker saat keluar rumah padahal persentase kesadaran masyarakat mengenai pencegahan efektif melalui masker beda-beda tipis dengan mencuci tangan memakai sabun. Sebanyak 53.7% menyatakan lupa memakai diikuti dengan 14.8% yang menyatakan masih bisa terhindar dan waspada terhadap virus walaupun tidak memakai masker, dan 13.9% menyatakan merasa berat dalam bernapas saat memakai masker ketika beraktivitas. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat abai dalam melakukan protokol kesehatan Covid-19 padahal masker merupakan cara alami untuk mencegah penularan sebelum adanya vaksinasi.

Baca Juga: Kenali Apa dan Bagaimana Rapid Test Corona

Kemudian pengetahuan masyarakat Indonesia juga masih sedikit mengenai transmisi penyebaran virus. Hanya 10% yang mengetahui secara lengkap penyebaran Covid-19. Jumlah ini tentu saja kalah besar jika dibandingkan 79% orang yang mengetahui transmisi tetapi hanya secara parsial, dan 11% sisanya bahkan tidak tahu sama sekali. Persentase yang mengetahui bahwa virus dapat menyebar lewat udara atau airborne hanya 5% yang mengetahui secara utuh. Fakta ini dilanjutkan dengan 71% yang tahu bahwa Corona bisa menyebar lewat batuk dan bersin, 31% yang tahu Corona menyebar melalui droplet, dan 36.7% percaya lewat menghirup virus secara langsung. Survei juga menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi terpercaya mengenai Corona dari televisi, 85% dan 22% dari internet. Meski begitu sebanyak 30% responden juga terkena informasi yang bersifat hoaks yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kesadaran dalam menghadapi pandemi.

Hasil survei semakin menegaskan dan memberikan gambaran bahwa kesadaran masih terlihat kurang dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi Corona yang ditunjukkan dengan tidak mau menjaga jarak, tidak mau memakai masker saat keluar rumah, salah persepsi terhadap suspek Corona, serta kurangnya pengetahuan terhadap transmisi penyebaran virus. Hal ini yang tentu saja berkontribusi terhadap penyebaran virus Corona yang semakin massif dari hari ke hari. Hingga Senin, 16 November 2020, berjumlah penderita telah mencapai angka 467.113 orang, dengan perincian 391.911 sembuh dan 15.211 orang meninggal. Bukan tidak mungkin angka ini akan bisa bertambah hingga 450.000 dan 500.000.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

Survei AC Nielsen dan Unicef ini menunjukkan ironi masyarakat Indonesia yang sebanyak 70% menganggap bahwa virus Corona adalah hal yang menakutkan, menular, mematikan, dan berbahaya tetapi dalam pelaksanaan pencegahan virus hanya sedikit yang benar-benar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Nah, Sobat Sehat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui 3M dengan benar. Jangan lupa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan PCR Swab dan rapid test jika hendak bepergian, baik untuk berlibur atau berbisnis. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya di rumah saja.

Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Virus Covid 19

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Analysis_COVID_19_UNICEF_NIELSEN’_OMNIBUS_SURVEY_FINAL_vn.pdf. 2020. AC Nielsen-UNICEF; 2020.
  2. Mahfud MD: Vaksin Alami yang Ada Sekarang Adalah Pakai Masker [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-vaksin-alami-yang-ada-sekarang-adalah-pakai-masker-1uDXBbLkMQS
  3. UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Minggu (15/11/2020): DKI Catat 1.165 Kasus Baru & Jateng 1.017 – Tribun Ternate [Internet]. Tribun Ternate. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://ternate.tribunnews.com/2020/11/15/update-sebaran-virus-corona-indonesia-minggu-15112020-dki-catat-1165-kasus-baru-jateng-1017

Chat Asisten ProSehat aja