Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Sport Massage pada Cedera Olahraga

Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh kita akan bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut kita untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika kita kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius.

Cedera olahraga sering dialami oleh pemain olahraga, yaitu trauma akut dan overuse syndrome vasodilatasi rubor tumor kalor dolor (Sindrom Pemakaian Berlebih). Cedera olahraga seringkali direspon oleh tubuh dengan tanda radang yang terdiri atas rubor (merah), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) dan fungsiolesa (penurunan fungsi). 

Selain itu, faktor penyebab cedera olahraga dapat disebabkan karena:

  • Kelemahan struktur tubuh ( otot, tendon, dan ligamen)
  • Kelainan struktur tubuh (Postur tubuh atau kaki)
  • Kesalahan Metode Latihan
  • Trauma langsung/benturan langsung pada waktu melakukan aktivitas olahraga menyebabkan cedera olahraga akut.
  • Latihan yang berlebih/overuse yang menyebabkan cedera kronis.
  • Overuse injury adalah akumulasi dari cedera berulang-ulang dan baru dirasakan atau diketahui setelah bertahun-tahun melakukan aktivitas olahraga.

Apa yang kita lakukan bila tiba-tiba cedera saat berolahraga?Nah, sebaiknya bila kita cedera pertolongan pertama yang dilakukan adalah kompres es selama 15-20 menit untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangannya. Hindari penggunaan salep yang panas atau mengurut bagian yang cedera.

Bila kita mengalami cedera olahraga, maka ingatlah “PRICE”:

Protection : Tujuannya adalah melindungi bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan gerakan olahraga atau bagian tubuh yang rentan terhadap benturan saat Anda melakukan olahraga yang memerlukan kontak fisik.

Rest : Istirahat berguna untuk mengantisipasi agar cedera yang terjadi tak lebih parah dan membuat proses penyembuhan luka lebih cepat. Biasanya, jika Anda mengalami cedera, lakukan istirahat selama 48 jam.

Ice : Mengompres dengan air es Mengurangi nyeri dan spasme otot, serta mencegah kematian sel dengan menurunkan metabolisme tubuh. Kompreslah bagian yang cedera selama 20 menit per dua jam selama 1 – 2 hari.

Compression: Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi dapat dilakukan dengan cara membebatkan perban elastis pada bagian cedera. Bebat seluruh area cedera dan kenakan selama 24 jam pertama sesudah kejadian.

Elevation : Pembengkakan pada bagian yang cedera akan mengalami penyusutan dengan mengangkat bagian tubuh yang cedera. Posisikan area yang cedera lebih tinggi (sekitar 15 – 25 cm) daripada jantung sehingga membantu darah dan cairan keluar dari daerah pembengkakan. Lakukan cara ini hingga pembengkakan berkurang.

Referral : Bantuan medis harus dicari sesegera mungkin untuk menentukan sejauh mana grade cedera.

Kemudian, lebih baik dilakukan pemijatan khusus untuk cedera olahraga yang kita sebut dengan sport massage. Sport Massage merupakan teknik memijat dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis, terapeutik / pengobatan pada tubuh. Sport massage lebih bagus dikombinasikan dengan peregangan otot secara pasif dan latihan secara aktif agar lebih optimal.

Tujuan dari sport massage adalah mencegah cedera olahraga (biasa dilakukan sebelum olahraga), memperlancar sirkulasi pembuluh darah dan efek relaksasi (mengurangi rasa stres dan cemas), mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan ketegangan pada otot serta meningkatkan fleksibilitas pada persendian.

Sport massage akan membantu proses pemecahan dan pembuangan asam laktat sehingga proses pemulihan tubuh akan lebih cepat. Saraf  yang menerima rangsang di bawah kulit peka terhadap rangsangan berupa raba tekan yang kemudian menghasilkan hormon endorfin pada tubuh dan menyebabkan efek rileks pada tubuh.

Namun, tidak semua orang dapat diberikan sport massage karena cederanya. Beberapa orang justru menghindari pemijatan ini seperti mereka yang mempunyai kadar asam urat tinggi, luka bakar, luka terbuka pada area kulit, infeksi  pada kulit dan jaringan dalam kulit ( ligamen dan tendon), radang pada area persendian, dan luka memar pada tulang karena benturan.

Teknik sport massage dilakukan oleh ahli fisioterapi, biasanya yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Ahli Fisioterapi bidang olahraga bekerja dengan membuat program-program latihan untuk atlet yang cedera, membuat penilaian terhadap cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, memberi nasehat mengenai makanan yang konsumsi serta terapi atau pemulihan cedera termasuk sport massage(semua nya berkesinambungan dengan karakter olahraga dan paramedik)

Nah, berikut ini merupakan beberapa teknik sport massage  yang dapat dilakukan:

Effleurage : Gosokan pada kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian dalam. Tangan dibuat sedemikian rupa sehingga gerakannya tetap dan tekanan yang diberikan searah dengan aliran darah balik.

Petrissage : Gerakan tangan yang dilakukan dengan teknik perasan, tekanan, dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Teknik Petrissage dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang, berirama, tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain.

Friction : Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

Tapotement : Teknik yang dilakukan dengan tangan yang melibatkan pergelangan dan jari-jari yang rileks dan digerakkan dengan cepat bergantian kanan-kiri.

Shaking : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah.

Vibration : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah. 

Sport massage pada atlet bertujuan untuk mempersiapkan fisik maupun mental atlet sebelum mengikuti pertandingan, memaksimalkan potensi prestasi atlet, mempercepat proses pemulihan (recovery) serta mengurangi resiko terjadinya cedera maupun gangguan lain akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Masase pada atlet dilakukan sebelum pertandingan (pre-event), pada saat pertandingan (intra-event) dan sesudah pertandingan (post-event).

Apabila terkena cedera, bolehkah diurut? 

Kalau ada tanda tanda bengkak memar pada area cedera lebih baik jangan di urut

Langsung ke fisioterapis atau dokter olahraga. Hal ini takutnya akan memperparah area cedera yang sedang bengkak dan meradang. Apalagi bila terjadi patah tulang, maka tindakan pengurutan akan sangat berbahaya bagi cedera.

Jika waktu olahraga terkena kram, apa yg mesti dilakukan pertama kali utk mengurangi sakitnya?

Bila sahabat terkena kram saat olahraga, maka konsumsilah air putih dan di ototnya diregangkan (stretching). Hindari mengompres es atau dipijat ya karena akan merusak jaringan otot atau pembuluh darah.

Bagaimana durasi diantara “PRICE” sebagai salah satu pencegahan pertama saat cedera?

Kalau tidak bengkak tidak usah dibalut dengan kain atau bandage dan tidak usah kaki di sanggah ( no compression and elevation), cukup rest dan ice. Rest hanya istirahatkan (kurangi gerakan menumpu berlebih seperi naik tangga turun tangga dan banyak jalan) dan ice ( kompres es selama 15-20 menit 3x sehari sampai maksimal 3 hari). Setelah 3 hari tidak ada perbaikan, mohon konsultasikan segera dengan dokter Sahabat. Kalau ada bengkak dan bengkak baru ya komplit lakukan RICE (rest, ice, compression dan elevation)

Apakah bisa pake ankle support/ ankle brace saat olahraga?

Penggunaan alat tersebut sebaiknya jangan terlalu sering karena khawatir otot pada daerah pergelangan  dan kaki jadi tidak dapat berkontraksi secara mandiri.

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja