Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, Di Rumah Aja!

Liburan panjang akhir pekan atau long weekend di Indonesia kembali lagi, yaitu pada 28 Oktober-30 Oktober 2020. Libur itu sendiri merupakan hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi SAW yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, dan oleh pemerintah dijadikan sebagai cuti bersama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lonjakan orang-orang yang akan bepergian di saat pandemi  Corona masih jauh dari kata selesai atau berakhir. Perlu diketahui, hingga Selasa, 27 Oktober 2020, jumlah penderita Corona di Indonesia berjumlah 396.454, dengan perincian sembuh sebanyak 322.248 dan meninggal sebanyak 13.512 orang. Dikhawatirkan dengan jumlah yang masih terus menaik setiap harinya, long weekend di bulan Oktober ini malah akan menambah kembali jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja hal ini malah akan semakin menambah beban dan pekerjaan semua elemen yang terkait termasuk para tenaga kesehatan. Apalagi, vaksin Covid-19 yang direncanakan pada bulan November kemungkinan besar juga akan molor dari jadwal.

liburan panjang akhir pekan, liburan long weekend

Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19

Dilansir dari akun Instagram @pandemictalks, tercatat dua kali long weekend di masa pandemi Corona terjadi lonjakan kasus. Pada long weekend Idul Fitri 22-25 Mei 2020, tercatat ada 41% kenaikan kasus harian sedangkan pada long weekend Tujuh Belasan atau Hari Kemerdekaan 16-22 Agustus 2020 tercatat ada 21% kenaikan kasus harian. Untuk wilayah Jakarta sendiri yang masih merupakan episentrum penyebaran virus, dua kali long weekend menghasilkan jumlah penderita hingga mencapai 1.114 kasus. Rincian jumlah kenaikannya adalah sebagai berikut:

Kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan hingga 93% sejak libur hari Raya Idul Fitri. Kenaikan angka tersebut terjadi pada rentang waktu 10-14 hari. Empat pekan di bulan Juni 2020 menjadi momen penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan angka harian mencapai 1.000. Pada pekan pertama, rata-rata kasus mencapai 674 namun saat pekan kedua melonjak hampir dua kali lipat menjadi 1.013 kasus. Lantas pada pekan ketiga mencapai 1.088 kasus, dan pekan keempat mencapai 1.159 kasus, dan angka tersebut menjadi rekor baru pasca-libur Lebaran. Ketika long weekend Hari Kemerdekaan tiba, angka kenaikan  tidak terjadi secara langsung namun ada pertambahan drastis saat memasuki bulan September. Pekan pertama September tercatat sudah 3.500 kasus lalu berlanjut di bulan kedua  dengan angka rata-rata 4.000 kasus. Selanjutnya pada pekan ketiga September angka kenaikan nyaris menyentuh 5.000 kasus sehingga benar-benar mengkhawatirkan. Karena itulah, di Jakarta diberlakukan kembali PSBB seperti di awal pandemi.

Menyikapi jumlah penderita Corona yang bakal menaik setelah long weekend Oktober ini, Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, akan meminta pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi mengenai protokol kesehatan. Juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito juga mengingatkan masyarakat supaya tidak berkerumun selama libur panjang dan selalu melaksanakan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak yang selama ini dianjurkan. Ia juga meminta pengelola tempat wisata harus memfasilitas penerapan protokol kesehatan seperti membatasi tingkat okupansi atau kapasitas terisi maksimal 50% dari total kapasitas. Pengelola tempat wisata juga harus menyediakan sarana mencuci tangan di banyak titik, merenggangkan jarak antar pengunjung, dan mengawasi pengunjung agar memakai masker di tempat umum sehingga panen kasus dan pecah rekor Covid-19 tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

Selain Doni dan Profesor Wiku, Mendagri Tito Karnavian juga meminta masyarakat liburan di rumah saja atau sebaiknya melakukan tes PCR terlebih dahulu jika ingin berlibur supaya tidak tertular dan penyebaran bisa diminimalkan.

Produk Terkait: Layanan PCR-Rapid Test di Rumah atau Kantor

Jika melihat gambaran di atas, untuk Sobat Sehat sebaiknya pikir-pikir dahulu jika memang ingin liburan di akhir pekan yang panjang karena cuti bersama dari pemerintah ini. Mengapa? Berikut ini adalah beberapa alasannya seperti dilansir dari @pandemictalks.

Risiko Penularan Virus yang Tinggi

Mengapa? Sobat ketika ke luar rumah tentunya akan berada di tempat yang ramai dan tertutup. Pada tempat yang seperti potensi tertular virus sangat besar sekali karena ventilasi tempat yang buruk, durasi keberadaan di tempat tersebut dalam waktu yang lama, dan berada di keramaian pada jarak yang berdekatan.

Bertemu orang, saudara, atau teman yang tidak diketahui riwayat perjalanannya

Hal ini sangat mungkin sekali jika Sobat memaksakan tetap keluar rumah saat long weekend demi menikmati liburan. Orang-orang yang Sobat temui itu tentu tidak diketahui riwayat perjalanannya, dan apakah ketika melakukan perjalanan itu dia sudah menerapkan protokol kesehatan? Tentu hal ini yang harus menjadi perhatian. Sebab, kemungkinan besar dia adalah OTG. Yang perlu juga diperhatikan meskipun Sobat sudah melakukan rapid test dan PCR, hal itu nyatanya tidak menjamin akan kebal, dan rasa bahagia yang timbul sebagai akibat efek liburan tidak menjamin imunitas tubuh kuat dan kebal juga.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

Semakin tinggi mobilitas, semakin virus menyebar

Hal ini tidak salah jika berkaca pada libur-libur akhir pekan panjang sebelumnya. Liburan pada masa seperti ini memang akan membuat mobilitas manusia menjadi tinggi. Karena itu, salah satu caranya adalah menghentikan mobilitas hingga 80%. Hal itu tentu akan diperparah dengan banyaknya kerumunan di sejumlah titik seperti di jalan, tempat pemberhentian, rumah makan, penginapan, dan termasuk juga tempat wisata yang menjadi episentrum.

Munculnya kluster liburan dan kluster keluarga

Tidak pelak libur long weekend tentunya juga akan menciptakan  kluster liburan dan kluster keluarga. Hal ini tentu cukup membahayakan karena kluster yang tercipta tanpa diketahui akan menjadi penyebar virus bagi orang-orang di sekitar sehingga menambah kembali jumlah kenaikan. Foto-foto di media sosial mengenai liburan akan semakin menambah masyarakat berlibur di tengah pandemi karena kebanyakan dari mereka belum begitu yakin mengenai pandemi; nyata atau tidak. Foto-foto juga akan menciptakan ilusi bahwa pandemi sudah kelar, dan akhirnya pandemi benar-benar jauh dari kata selesai.

Lalu apa yang harus dilakukan saat long weekend tiba?

Yang perlu Sobat lakukan adalah sebagai berikut:

  • Liburan di rumah saja
  • Rencanakan kegiatan yang positif dan kreatif di rumah dengan keluarga
  • Yakinkan dan jelaskan bahwa liburan di rumah merupakan langkah yang bijak demi keluarga dan keselamatan sosial bersama
  • Jika ada ajakan silaturahmi secara fisik, tolaklah dengan sopan, dan ganti saja dengan cara digital

Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self-Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

Itulah Sobat pentingnya untuk tetap di rumah saja selama libur long weekend bulan Oktober. Supaya Sobat tidak terkena virus selalu melaksanakan 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta menjalankan perilaku hidup bersih sehat. Nah, supaya liburan Sobat Sehat di rumah makin seru jangan lupa juga manfaatkan kesempatan berbelanja produk-produk kesehatan di Prosehat dengan promo-promo yang menarik tentunya. Sobat bisa juga memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah, serta juga dapat melakukan rapid test dan PCR swab juga di rumah supaya Sobat tetap aman dan sehat serta terhindar dari penularan Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. VIVA P. Long Weekend Oktober, Jangan Sampai Kasus COVID-19 Pecah Rekor Lagi [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1313729-long-weekend-oktober-jangan-sampai-kasus-covid-19-pecah-rekor-lagi
  2. Satgas: Jangan Ada Panen Kasus Covid-19 Usai <em>Long Weekend</em> |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfd2s8354/satgas-jangan-ada-panen-kasus-covid19-usai-emlong-weekendem
  3. Dua Kali <em>Long Weekend</em> Hasilkan Seribuan Kasus Covid di DKI |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfwl9v409/dua-kali-emlong-weekendem-hasilkan-seribuan-kasus-covid-di-dki
  4. [Internet]. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGyVbhAgR78/

Chat Asisten ProSehat aja