Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul L
Vaksin Hepatitis A dapat membuat sistem kekebalan tubuh mengenali virus ini sehingga tubuh dapat langsung melawan ketika virus menyerang. Bepergian atau liburan mengunjungi berbagai destinasi wisata memang mengasyikkan, apalagi bersama keluarga. Agar liburan Anda tidak terganggu dengan masalah kesehatan, alangkah baiknya jika Anda sekeluarga mendapatkan vaksinasi sebelum memulai perjalanan, terutama vaksinasi hepatitis A.
Hepatitis A masih menjadi penyakit endemis di beberapa negara, termasuk di beberapa wilayah Tanah Air. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi kuman (foodborne disease) yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
Di Indonesia, hepatitis A pernah menjadi peristiwa besar di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Paser, Bengkulu, Sijunjung, dan Kediri. Itulah mengapa pemerintah terus mengimbau pencegahan penularan hepatitis A dengan imunisasi sesuai rekomendasi WHO.
Mengapa Perlu Vaksin Hepatitis A Sebelum Bepergian?
Vaksin merupakan produk yang berasal dari virus, bakteri, atau kombinasi dari keduanya yang telah dilemahkan terlebih dahulu. Vaksin berfungsi untuk membentuk antibodi pada tubuh orang yang sehat terhadap infeksi virus atau bakteri tertentu. Pemberian vaksin menjadi salah satu upaya dalam mencegah kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat penyakit tertentu.
Vaksinasi pada orang yang hendak pergi ke daerah atau negara lain dikenal sebagai vaksin traveling. Untuk mendapatkannya Anda perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan jenis vaksin yang tepat dan sesuai dengan daerah yang dikunjungi. Pemberian vaksinasi ini adalah upaya pencegahan dan perlindungan diri dari penularan virus yang banyak ditemui di daerah tersebut.
Hepatitis sebenarnya terbagi menjadi lima jenis, yakni A, B, C, D, dan E. Sementara ini yang berstatus sebagai endemis di Indonesia adalah hepatitis A, B, dan C. Di antara ketiga jenis hepatitis ini, hepatitis A relatif tidak membahayakan jiwa. Meski demikian, hepatitis A tetap perlu dikendalikan agar tidak berkembang menjadi wabah yang dapat merugikan masyarakat secara ekonomi maupun sosial.
Baca Juga : Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran
Manfaat Vaksinasi Hepatitis A
Penyakit hepatitis A (HAV) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang memicu peradangan pada organ hati. Hepatitis A menular melalui rute fecal-oral. Artinya, virus masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang terkontaminasi dan dapat ditemukan di tinja penderita. Apabila kebersihan tidak dijaga, maka virus dapat mudah tersebar dari satu orang ke orang lainnya.
Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan beberapa cara, salah satu yang paling efektif adalah dengan memberikan vaksin hepatitis A. Vaksin ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap virus hepatitis A. Pemberiannya dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin yang berisi virus hepatitis A yang sudah dinonaktifkan ke otot lengan atas. Vaksin ini juga sangat bermanfaat bagi anak-anak yang dimana kekebalan tubuhnya belum sempurna.
Selain perilaku hidup bersih, vaksinasi hepatitis A juga bermanfaat tidak hanya untuk membentuk kekebalan tubuh, namun juga sebagai upaya pengendalian penyakit.
Pentingnya Pemberian Pemberian Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A perlu diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak 6-12 bulan dari suntikan pertama. Di Indonesia, jenis vaksin yang umum diberikan adalah vaksin hepatitis A tunggal dan vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Meski tidak termasuk imunisasi wajib, vaksin hepatitis A tetap direkomendasikan untuk diberikan, terutama pada:
Anak Balita
Pemberian vaksin hepatitis A pertama pada balita sebaiknya dilakukan saat anak berusia antara 1-2 tahun, dan kemudian dapat dilanjutkan pemberian dosis kedua pada 6-36 bulan setelahnya.
Orang yang Hendak Berpergian
Orang yang hendak bepergian ke daerah atau wilayah dengan kasus hepatitis A yang tinggi dianjurkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis A terlebih dahulu. Vaksin hepatitis A dosis pertama dapat diberikan sesegera mungkin setelah merencanakan jadwal perjalanan tersebut.
Baca Juga : 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!
Orang yang Rentan Terinfeksi Virus
Vaksinasi hepatitis A juga perlu diberikan kepada orang dengan penyakit hati kronis, pria yang melakukan hubungan seksual sesama jenis, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan pengguna narkoba.
Ibu Hamil
Hingga kini keamanan vaksin hepatitis A untuk ibu hamil belum dapat dipastikan. Namun, vaksin ini masih mungkin untuk diberikan mengingat manfaatnya yang lebih besar daripada risikonya.
Orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang parah pada pemberian dosis pertama disarankan untuk tidak melanjutkan vaksin hepatitis A dosis kedua. Pemberian vaksin hepatitis A juga perlu ditunda apabila Anda sedang mengalami sakit parah.
Pemberian vaksin hepatitis A memang sangat diperlukan sebelum bepergian. Namun, melakukan vaksinasi saja tidak akan cukup jika tidak didukung dengan menerapkan perilaku hidup bersih seperti rajin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet atau setelah memegang permukaan di tempat umum, serta hindari mengonsumsi makan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya.
Dapatkan: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Sehat Negeriku. 2022. Mengenal Hepatitis A. [online]
- Primaya Hospital. 2022. Imunisasi Hepatitis A, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis A Diberikan – Primaya Hospital. [online]
- Pionas.pom.go.id. 2022. 14.6 Perjalanan Internasional | PIO Nas. [online]
- idai..or.id. 2022. [online]
- Cdc.gov. 2022. Hepatitis A Vaccine Information Statement | CDC. [online]
- nhs.uk. 2022. Hepatitis A. [online]

