Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Awas, Risiko Gangguan Kesehatan Bagi Pecinta Mager (Males Gerak)

Virus Corona yang sedang melanda dunia dalam setengah tahun terakhir tidak pelak membuat semua orang harus tetap di dalam rumah demi mencegah penyebaran di dalam virus. Akibatnya, banyak yang terkena sindrom mager alias malas gerak dan memilih rebahan karena berkurangnya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seperti keluar rumah, baik dengan berjalan, bersepeda, atau naik kendaraan, untuk bekerja, berkumpul bareng dengan teman-teman, dan berolahraga.

gangguan kesehatan, risiko malas gerak, risiko mager

Ketika semua ada di dalam rumah, mager menjadi sebuah proritas dengan rebahan sembari menonton televisi, browsing internet, mendengarkan musik-musik online secara gratis atau yang sudah diunduh, dan disimpan di dalam laptop atau komputer. Hal tersebut tampak terlihat nyaman mengingat sudah tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan sebelum datangnya Corona. Namun, ternyata hal tersebut malah menimbulkan banyak dampak negatif alih-alih dijadikan sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan virus. Apa saja dampak negatifnya, yuk mari simak, Sobat Sehat!

Dampak Negatif Akibat Mager

Terkena Obesitas

Dampak negatif pertama akibat mager yang akan dirasakan Sobat Sehat adalah obesitas atau kegemukan. Hal itu karena kurangnya bergerak namun kebiasaan mengemil tetap jalan yang berakibat metabolism tubuh melambat sehingga tidak seimbang antara pemasukan kalori dan pengeluaran kalori yang diperlukan. Sudah dipastikan jika Sobat seperti ini terus akan mudah mengalami kegemukan yang bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya.

Mengundang Banyak Penyakit Berbahaya

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa obesitas akibat mager merupakan awal mula munculnya penyakit-penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, hingga stroke. Karena itu, supaya Sobat terhindar, sebaiknya janganlah mager, dan cobalah untuk berolahraga dan bergerak sebanyak mungkin.

Mengalami Osteoporosis

Umumnya osteoporosis atau tulang keropos dialami oleh mereka yang sudah tua dan lanjut usia. Akan tetapi, dalam konteks Sobat mager, hal tersebut tidak berlaku. Itu artinya, apabila Sobat mager, kemungkinan besar Sobat akan terkena osteoporosis padahal Sobat masih berusia muda dan dalam masa-masa produktif. Osteoporosis yang Sobat alami itu karena otot-otot di sekitar tulang menjadi lemah yang berakibat keropos.

Rentan Stres

Dampak negatif lain yang akan Sobat rasakan jika mager terus-menerus adalah Sobat bakal mudah terkena stres. Stres bisa muncul karena hormon endorfin yang dapat membuat dirimu merasa bahagia tidak akan muncul apalagi saat di masa pandemi Corona seperti yang menjadi lebih mudah karena banyak situasi tidak menguntungkan. Selain stres, Sobat akan mengalami gangguan mental lainnya seperti depresi yang efeknya sungguh berbahaya.

Mudah Merasa Lelah

Sobat akan menjadi orang yang mudah lelah akibat mager yang Sobat lakukan. Penyebabnya adalah Sobat sudah merasa lelah terlebih dahulu untuk melakukan suatu aktivitas padahal aktivitas tersebut mudah dilakukan. Dari perasaan mudah lelah tersebut akhirnya akan berujung pada Sobat yang tidak semangat dalam menjalani kehidupan, dan hal ini sungguh berbahaya.

Itulah 5 dampak negatif akibat mager yang sedang Sobat alami karena virus Corona yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Selain 5 dampak yang tidak baik untuk kesehatan, mager juga bisa berakibat Sobat jadi sulit dalam mencapai kesuksesan, menjadi orang yang antisosial, tidak disiplin, dan pesimistis.

Tips Supaya Tidak Mager

Agar Sobat tidak mengalami situasi mager yang berlebihan sehingga berdampak negatif untuk kesehatan tubuh, sebaiknya Sobat mulai menjalani tips-tips berikut supaya tetap sehat selama pandemi. Berikut adalah tipsnya seperti yang diutarakan oleh dr. Anastasia Gita berdasarkan rekomendasi dari WHO.

Latihan Olahraga Online

Jika sebelum datangnya pandemi, Sobat terbiasa berolahraga di luar ruangan atau outdoor sebagai salah satu aktivitas fisik yang biasa dilakukan, kali ini Sobat harus berolahraga di dalam ruangan atau indoor untuk menyesuaikan dengan situasi. Apabila Sobat adalah orang yang gemar berlari bisa melakukannya dengan treadmill, dan apabila Sobat adalah orang yang gemar bersepeda, bisa melakukannya dengan sepeda statis. Selain itu, Sobat bisa melakukan olahraga lain seperti loncat tali, push up, squat jump, dan yoga. Untuk gerakan-gerakannya pun bisa dilihat melalui Youtube.

Mendengarkan Musik Sambil Nge-Dance

Apabila Sobat adalah orang yang gemar mendengarkan musik, sebaiknya ketika terjadi pandemi, jangan terus-menerus dilakukan dengan rebahan yang menyebabkan Sobat menjadi mager. Sobat harus mendengarkan musik sembari bergerak atau nge-dance supaya tetap aktif, dan kalori juga tetap terbakar. Karena itu, jenis musik yang didengarkan adalah musik-musik yang berirama kencang dan penuh semangat serta membuat Sobat aktif bergerak seperti musik-musik K-Pop.

Bermain Video Game

Video game yang selama ini dianggap sebagai racun oleh banyak kalangan karena membuat anak-anak muda menjadi malas bergerak ternyata bisa menjadi tips supaya tetap aktif selama pandemi. Namun, disarankan untuk bermain video game yang menstimulasi kerja otak atau bermain video game yang mengandalkan virtual reality sehingga membuat Sobat tetap aktif bergerak.

Semua aktivitas di atas berdasarkan rekomendasi dari WHO sebaiknya dilakukan 30 menit setiap hari untuk orang dewasa dan 1 jam per hari untuk anak-anak. Apabila Sobat Sehat melakukan WFH, hal yang perlu Sobat lakukan supaya WFH tetap sehat adalah perhatikan posisi tubuh, rileks sembari berdiri atau berjalan selama 20 menit. Itulah mengenai dampak mager dan tips mengatasinya di masa pandemi. Karena dampaknya sangat negatif, Sobat jangan kebanyakan mager dan harus tetap bergerak supaya tetap sehat.

Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam dampak mager silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Referensi:

  1. Times I, Prima B. 5 Dampak Negatif Akibat Kamu Suka Mager, Jangan Jadi Kebiasaan! [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/life/inspiration/berkat-prima/akibat-mager-c1c2/5
  2. Widiyarti Y. Jangan Mager, Dampaknya Buruk buat Kesehatan Fisik dan Mental [Internet]. Tempo. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1071826/jangan-mager-dampaknya-buruk-buat-kesehatan-fisik-dan-mental
  3. Awas Jangan Kebanyakan Mager, Ini Efek Buruknya [Internet]. GenPI.co. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.genpi.co/gaya-hidup/36572/awas-jangan-kebanyakan-mager-ini-efek-buruknya

Chat Asisten ProSehat aja