Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gangguan kesehatan”

  • Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH Meskipun terdengar […]

    Waspadai! 4 Gangguan Kesehatan Saat WFH dan Tips Pencegahannya

    Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan.

    gangguan kesehatan saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH

    Meskipun terdengar menyenangkan, bekerja dari rumah dapat menyebabkan masalah baru apabila kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Bahkan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik maupun mental, seperti di bawah ini.

    1. Burnout Syndrome

    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome merupakan kondisi seseorang yang mengalami stress kronis akibat pekerjaan. Kondisi ini dapat dirasakan secara fisik dan emosional. Kondisi seperti ini memiliki gejala seperti rasa lelah, rasa ketidakpuasan, dan rasa kesal dengan pekerjaan.

    Biasanya burnout saat WFH dapat terjadi dikarenakan tidak adanya batasan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jadwal kerja yang berantakan, dan minimnya interaksi sosial.

    Berikut ini adalah tanda-tanda burnout yang dapat dialami oleh pekerja, yaitu:

    • Sulit berpikir jernih
    • Sering menunda-nunda sesuatu
    • Merasa cemas berlebihan
    • Selalu merasa kurang berusaha
    • Terus memikirkan pekerjaan sampai waktu mau tidur

    Jika terus dibiarkan, burnout dapat berakibat fatal dan mengurangi produktifitas serta menurunkan imun tubuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah burnout syndrome saat WFH, di antaranya:

    Lakukan rutintas seperti biasa

    Bangun pagi dan melakukan perenggangan dipercaya dapat meningkatkan aliran darah serta memberi energi yang lebih besar untuk menjalankan aktivitas seharian. Mandi pagi dan pakailah baju kerja yang biasa anda pakai pergi ke kantor.

    fokus pada pekerjaan dan hindari multitasking

    Buatlah to-do list harian setiap hari agar kamu tidak terdistraksi untuk mengerjakan pekerjaan lain.

    Komunikasi dengan team lead atau Human Resource

    Jika Sahabat keberatan dengan suatu pekerjaan yang seharusnya bukan job desk Sahabat, maka sampaikan keberatan anda dan mintalah kebijakan dari perusahaan.

    Gunakan alarm sebagai tanda batasan waktu

    Dengan alarm ini Sahabat dapat mengatur waktu dengan disiplin, kapan harus memulai kerja, istrirahat dan waktu untuk selesai kerja.

    Meskipun lebih santai, bukan berarti anda tidak akan mengalami stres kerja saat WFH, justru akan lebih buruk jika pola WFH yang Sahabat terapkan berantakan.

    2. Computer Vision Syndrome

    Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan keluhan pada mata dan penglihatan akibat dari terlalu lama bekerja di depan layar komputer atau laptop. Jika keluhan ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pengelihatan menjadi kabur.

    Selain itu, telalu lama menatap layar monitor juga dapat membuat mata jadi cepat Lelah, gatal, kering, hingga terasa nyeri bagian kepala.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut panduan menjaga kesehatan mata untuk pekerja selama WFH:

    • Atur kecerahan dan kontras layar sesuai dengan kenyamanan mata anda
    • Sesuaikan posisi layar komputer 10-20 lebih rendah dari mata anda, untuk meminimalisir penguapan air mata yang menyebabkan mata kering.
    • Atur jarak pandang 40-60cm dengan posisi anda duduk tegak, dan sesuaikan dengan kenyamanan
    • Beri istirahat pada mata secara berkala
    • Berkediplah dengan sering
    • Mengonsumsi sayur hijau dan buah yang mengandung vitamin A baik untuk kesehatan mata

    3. Nyeri pada leher dan punggung

    Risiko mengalami nyeri leher dan punggung dapat meningkat pada saat anda WFH, terutama jika anda banyak duduk. Ditambah dengan alat penunjang yang tidak memadai, seperti meja dan kursi yang seadanya, atau mungkin kerja dengan posisi tiduran di kasur. Oleh sebab itu, sakit leher dan punggung jadi tak terhindarkan.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat duduk:

    • Hindari duduk dengan psotuh tubuh membungkuk
    • Gunakan bantalan pada alas duduk kursi
    • Beristirahatlah dengan sesekali berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali
    • Posisikan layar komputer 10-20 derajat dibawah pandangan mata

    4. Carpal Tunnel Syndrome

    Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan gangguan cumulative trauma disorders (CTD) yang mengakibatkan adanya sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada jari tangan. Bagian yang paling sering mengalami gangguan ini adalah ibu jari, jari tengah, dan telunjuk.

    CTS dapat ditangani dengan cara mudah dan sederhana, antara lain:

    • Rendam atau kompres bagian pergelangan tangan anda menggunakan air es sekitar 10-15 menit, dan dapat dilakukan sekali dalam satu atau dua jam.
    • Rendam tangan anda ke dalam air hangat, kemudian tekuk perlahan tangan anda secara lembut.
    • Kibaskan tangan dan pergelangan tangan anda secara perlahan.
    • Isitrahat sejenak dari aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan secara terus menerus, seperti, menulis, mengetik, ataupun menggunakan mouse.
    • Jika dengan cara diatas pergelangan tanan anda tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.

    Tips Menjaga Kesehatan Selama WFH

    Demi terhindar dari gangguan kesehatan diatas, ada baiknya kita lebih menjaga kesehatan selama WFH. Berikut hal yang dapat anda praktekan seperti dikutip dari Healtline.

    1. Menjaga rutinitas dengan teratur

    jika sebelum pandemi Sahabat biasa bangun pagi untuk pergi ke kantor, pada WFH ini tetap pertahankan rutinitas sehat tersebut. Karena dengan bangun pagi, menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi sangat baik bagi tubuh. Dengan bangun pagi, anda juga dapat memanfaat waktu luang di pagi hari untuk olahaga dan rutin sarapan pagi.

    2. Jangan tidur siang berlebihan

    Tidur sianglah secukupnya saja, karena jika berlebihan akan merusak rutinitas anda. Anda dapat menggunakan waktu istirahat siang anda yang berlebh untuk melakukan aktivitas produktif lainnya.

    3. Rutin berolahraga

    Lakukan olahraga ringan secara rutin di rumah, seperti stretching, yoga, lompat tali, angkat barbel, dan sebagainya. Dengan berolahaga, membuat metabolisme tubuh anda dapat bekerja dengan optimal, selain itu juga dapat meredakan tingkat stress dan depresi serta membakar kalori.

    4. Konsumsi makanan sehat

    Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat kaya akan nutrisi bagus untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama dirumah saja. Gantilah cemilan dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya air. Memasak sendiri lebih baik, selain bisa menjaga kebersihan makanan, memasak sendiri dapat membuat tubuh anda bergerak.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    5. Batasi paparan cahaya biru dan gadget

    Selama WFH, waktu dan tenaga kita sudah banyak terkuras didepan layar monitor. Hal ini dapat memicu mata Lelah, kering hingga sakit pada bagian kepala anda. Oleh sebab itu, anda harus membatasi dan memberi waktu istirahat mata anda dari paparan cahaya biru dan penggunaan gadget.

    Bekerja dari rumah atau WFH memang memberi kenyamanan tersendiri bagi sahabat sehat. Namun, siapa sangka kalau WFH ternyata juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti di atas jika sahabat sehat tidak mengatur pola hidup dengan baik. Jangan malah menjadi terlena akan waktu senggang dan bersantai-santai seharian ya sahabat.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH

    Oleh sebab itu, jadikanlah waktu senggang sahabat selama WFH menjadi lebih produktif lagi dan menjalankan pola hidup yang sehat. Demi mencegah munculnya gejala gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, saat ini kalian sudah bisa loh memantau sendiri kesehatan Sahabat. Cukup menggunakan WISH Health Watch sahabat sudah dapat memantau kesehatan secara akurat dan sangat simpel penggunaannya. WISH Smartwatch ini juga dapat diintegrasikan ke ponsel pintar sahabat, sangat mudah dan praktis kan?

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    WISH  Smartwatch akan dapat membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat tertarik, Sahabat bisa membelinya di Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, S., 2021. Kembali WFH? Ini 4 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai – Safety Sign Indonesia. [online] Safety Sign Indonesia. Available at: <https://safetysignindonesia.id/kembali-wfh-ini-4-gangguan-kesehatan-yang-harus-diwaspadai/> [Accessed 4 March 2021].
    2. gaya hidup. 2021. Cara Menjaga Postur Tubuh Selama ‘Work from Home’. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200409125005-255-492152/cara-menjaga-postur-tubuh-selama-work-from-home> [Accessed 4 March 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Tetap Sehat dan Antigendut Saat Work From Home. [online] Available at: <https://www.jawapos.com/lifestyle/19/03/2020/5-cara-tetap-sehat-dan-anti-gendut-saat-work-from-home/> [Accessed 4 March 2021].
    4. com. 2021. 6 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga Saat WFH Diperpanjang. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/otomotif/read/4229836/6-tips-menjaga-kesehatan-jiwa-dan-raga-saat-wfh-diperpanjang> [Accessed 4 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Virus Corona yang sedang melanda dunia dalam setengah tahun terakhir tidak pelak membuat semua orang harus tetap di dalam rumah demi mencegah penyebaran di dalam virus. Akibatnya, banyak yang terkena sindrom mager alias malas gerak dan memilih rebahan karena berkurangnya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seperti keluar rumah, baik dengan berjalan, bersepeda, atau naik kendaraan, untuk […]

    Awas, Risiko Gangguan Kesehatan Bagi Pecinta Mager (Males Gerak)

    Virus Corona yang sedang melanda dunia dalam setengah tahun terakhir tidak pelak membuat semua orang harus tetap di dalam rumah demi mencegah penyebaran di dalam virus. Akibatnya, banyak yang terkena sindrom mager alias malas gerak dan memilih rebahan karena berkurangnya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seperti keluar rumah, baik dengan berjalan, bersepeda, atau naik kendaraan, untuk bekerja, berkumpul bareng dengan teman-teman, dan berolahraga.

    gangguan kesehatan, risiko malas gerak, risiko mager

    Ketika semua ada di dalam rumah, mager menjadi sebuah proritas dengan rebahan sembari menonton televisi, browsing internet, mendengarkan musik-musik online secara gratis atau yang sudah diunduh, dan disimpan di dalam laptop atau komputer. Hal tersebut tampak terlihat nyaman mengingat sudah tidak ada aktivitas fisik yang dilakukan sebelum datangnya Corona. Namun, ternyata hal tersebut malah menimbulkan banyak dampak negatif alih-alih dijadikan sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan virus. Apa saja dampak negatifnya, yuk mari simak, Sobat Sehat!

    Dampak Negatif Akibat Mager

    Terkena Obesitas

    Dampak negatif pertama akibat mager yang akan dirasakan Sobat Sehat adalah obesitas atau kegemukan. Hal itu karena kurangnya bergerak namun kebiasaan mengemil tetap jalan yang berakibat metabolism tubuh melambat sehingga tidak seimbang antara pemasukan kalori dan pengeluaran kalori yang diperlukan. Sudah dipastikan jika Sobat seperti ini terus akan mudah mengalami kegemukan yang bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Mengundang Banyak Penyakit Berbahaya

    Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa obesitas akibat mager merupakan awal mula munculnya penyakit-penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, hingga stroke. Karena itu, supaya Sobat terhindar, sebaiknya janganlah mager, dan cobalah untuk berolahraga dan bergerak sebanyak mungkin.

    Mengalami Osteoporosis

    Umumnya osteoporosis atau tulang keropos dialami oleh mereka yang sudah tua dan lanjut usia. Akan tetapi, dalam konteks Sobat mager, hal tersebut tidak berlaku. Itu artinya, apabila Sobat mager, kemungkinan besar Sobat akan terkena osteoporosis padahal Sobat masih berusia muda dan dalam masa-masa produktif. Osteoporosis yang Sobat alami itu karena otot-otot di sekitar tulang menjadi lemah yang berakibat keropos.

    Rentan Stres

    Dampak negatif lain yang akan Sobat rasakan jika mager terus-menerus adalah Sobat bakal mudah terkena stres. Stres bisa muncul karena hormon endorfin yang dapat membuat dirimu merasa bahagia tidak akan muncul apalagi saat di masa pandemi Corona seperti yang menjadi lebih mudah karena banyak situasi tidak menguntungkan. Selain stres, Sobat akan mengalami gangguan mental lainnya seperti depresi yang efeknya sungguh berbahaya.

    Mudah Merasa Lelah

    Sobat akan menjadi orang yang mudah lelah akibat mager yang Sobat lakukan. Penyebabnya adalah Sobat sudah merasa lelah terlebih dahulu untuk melakukan suatu aktivitas padahal aktivitas tersebut mudah dilakukan. Dari perasaan mudah lelah tersebut akhirnya akan berujung pada Sobat yang tidak semangat dalam menjalani kehidupan, dan hal ini sungguh berbahaya.

    Itulah 5 dampak negatif akibat mager yang sedang Sobat alami karena virus Corona yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Selain 5 dampak yang tidak baik untuk kesehatan, mager juga bisa berakibat Sobat jadi sulit dalam mencapai kesuksesan, menjadi orang yang antisosial, tidak disiplin, dan pesimistis.

    Tips Supaya Tidak Mager

    Agar Sobat tidak mengalami situasi mager yang berlebihan sehingga berdampak negatif untuk kesehatan tubuh, sebaiknya Sobat mulai menjalani tips-tips berikut supaya tetap sehat selama pandemi. Berikut adalah tipsnya seperti yang diutarakan oleh dr. Anastasia Gita berdasarkan rekomendasi dari WHO.

    Latihan Olahraga Online

    Jika sebelum datangnya pandemi, Sobat terbiasa berolahraga di luar ruangan atau outdoor sebagai salah satu aktivitas fisik yang biasa dilakukan, kali ini Sobat harus berolahraga di dalam ruangan atau indoor untuk menyesuaikan dengan situasi. Apabila Sobat adalah orang yang gemar berlari bisa melakukannya dengan treadmill, dan apabila Sobat adalah orang yang gemar bersepeda, bisa melakukannya dengan sepeda statis. Selain itu, Sobat bisa melakukan olahraga lain seperti loncat tali, push up, squat jump, dan yoga. Untuk gerakan-gerakannya pun bisa dilihat melalui Youtube.

    Mendengarkan Musik Sambil Nge-Dance

    Apabila Sobat adalah orang yang gemar mendengarkan musik, sebaiknya ketika terjadi pandemi, jangan terus-menerus dilakukan dengan rebahan yang menyebabkan Sobat menjadi mager. Sobat harus mendengarkan musik sembari bergerak atau nge-dance supaya tetap aktif, dan kalori juga tetap terbakar. Karena itu, jenis musik yang didengarkan adalah musik-musik yang berirama kencang dan penuh semangat serta membuat Sobat aktif bergerak seperti musik-musik K-Pop.

    Baca Juga: Musik Asik, Kerja Terusik?

    Bermain Video Game

    Video game yang selama ini dianggap sebagai racun oleh banyak kalangan karena membuat anak-anak muda menjadi malas bergerak ternyata bisa menjadi tips supaya tetap aktif selama pandemi. Namun, disarankan untuk bermain video game yang menstimulasi kerja otak atau bermain video game yang mengandalkan virtual reality sehingga membuat Sobat tetap aktif bergerak.

    Semua aktivitas di atas berdasarkan rekomendasi dari WHO sebaiknya dilakukan 30 menit setiap hari untuk orang dewasa dan 1 jam per hari untuk anak-anak. Apabila Sobat Sehat melakukan WFH, hal yang perlu Sobat lakukan supaya WFH tetap sehat adalah perhatikan posisi tubuh, rileks sembari berdiri atau berjalan selama 20 menit. Itulah mengenai dampak mager dan tips mengatasinya di masa pandemi. Karena dampaknya sangat negatif, Sobat jangan kebanyakan mager dan harus tetap bergerak supaya tetap sehat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam dampak mager silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Times I, Prima B. 5 Dampak Negatif Akibat Kamu Suka Mager, Jangan Jadi Kebiasaan! [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/life/inspiration/berkat-prima/akibat-mager-c1c2/5
    2. Widiyarti Y. Jangan Mager, Dampaknya Buruk buat Kesehatan Fisik dan Mental [Internet]. Tempo. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1071826/jangan-mager-dampaknya-buruk-buat-kesehatan-fisik-dan-mental
    3. Awas Jangan Kebanyakan Mager, Ini Efek Buruknya [Internet]. GenPI.co. 2020 [cited 27 July 2020]. Available from: https://www.genpi.co/gaya-hidup/36572/awas-jangan-kebanyakan-mager-ini-efek-buruknya
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com