Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

Bila fungsi ginjal menurun, maka akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urin. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak,caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut maka ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urin bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urin akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar anda, sehingga anda tidak begitu saja untuk mempercayainya. Salam sehat!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
  2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm

Chat Asisten ProSehat aja