Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ ginjal”

  • Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak didalam rongga retroperitoneal diantara iga 10- 12. Lokasi Ginjal Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara […]

    Tanda-Tanda Gangguan Ginjal #Kamisehat

    Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak didalam rongga retroperitoneal diantara iga 10- 12.

    Lokasi Ginjal

    Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh, menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah, dan menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

    Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan bertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lainnya, misalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Tanda adanya gangguan pada ginjal juga bisa berbeda dikarenakan hal yang menjadi latar belakang permasalahan dari gangguan tersebut.

    Jenis Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

    • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal terjadi bila bakteri dari kandung kemih menyebar naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini muncul akibat dari komplikasi infeksi saluran kemih.
    • Batu ginjal. Garam dan mineral yang seharusnya disaring oleh ginjal tetapi malah mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi karena urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
    • Penyakit ginjal polikistik. Merupakan penyakit keturunan berupa munculnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tapi dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Selain terjadi di ginjal, kista pada ginjal polikistik juga bisa muncul di organ hati atau bagian lain dalam tubuh.
    • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat berfungsi normal secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan menumpuknya garam dan zat kimia lainnya di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
    • Penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan. Kondisi ini ditandai beberapa gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan. Namun kondisi ini tidak dirasakan oleh pasien bila masih stadium 1-3. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari sedang mengalami kondisi ini hingga mencapai stadium lanjutan.

    Gejala Penyakit Ginjal

    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang, urine berbusa, merasa lelah dan sesak napas, kulit kering dan terasa gatal, terjadi kram otot, terutama di tungkai, susah tidur, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan kesadaran. Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi. Kemudian, gejala lainnya adalah nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal, serta pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil. Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

    Diagnosis Penyakit Ginjal

    Deteksi adanya gangguan pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu:

    • Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.
    • Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.
    • Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

    Pengobatan Penyakit Ginjal

    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Penyakit ginjal dapat diterapi dengan beberapa adalah obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter, prosedur terapi batu ginjal berupa tindakan menghilangkan batu bila batu cukup besar. Namun, bila kondisi ginjal sudah tidak dapat diselamatkan lagi, maka ada terapi pengganti ginjal seperti cuci darah, dialisis perut, dan transplantasi ginjal. Kemudian, penderita gangguan ginjal harus melakukan diet khusus yaitu diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu, penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

    Pencegahan Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.

    Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, mengurangi makanan yang mengandung kadar kreatin/kreatinin tinggi, hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan yang berlebihan terutama tanpa konsultasi dokter, olahraga yang teratur serta istirahat yang cukup serta minum air putih kurang lebih 8 gelas/2 liter per hari.

    Apakah pemberian vitamin C dan kolagen secara intravena dapat berbahaya untuk ginjal?

    Vitamin C yg dibutuhkan badan kita kurang lebih hanya 50-60 mg per hari. Sisanya kemana? Sisanya tentu akan dibuang melalui ginjal sebagai ekskresi utama. Vitamin C merupakan senyawa asam sehingga dapat mengubah ph dalam urin.  Akibatnya, zat terlarut dalam urin akan menggumpal dan mengendap. Inilah yg akan menjadi cikal bakal batu saluran kemih. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dan kolagen dapat memperberat fungsi dari ginjal itu sendiri.

    Apakah bila kurang meminum air putih 8 gelas per hari dapat menyebabkan penyakit ginjal?

    Sebenarnya, minum air putih 8 gelas per hari merupakan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ginjal. Bila cairan kita kurang maka aliran darah ke dalam ginjal akan berkurang dan urin menjadi lebih pekat. Kemudian, zat yang terlarut dalam urin menjadi mengendap dan berpotensi menjadi batu. Bila tidak ditangani dengan baik, akan terjadi infeksi yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Apakah jus seledri dapat meningkatkan kesehatan ginjal?

    Daun seledri memang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang akan membuat aliran darah lebih lancar.

    Apakah konsumsi obat setiap hari (suplemen atau obat kurus) dapat mempengaruhi ginjal?

    Hal ini tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi, mekanisme kerjanya, serta ekskresi atau pengeluaran dari tubuh lewat mana. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, kita harus konsultasikan  langsung dengan dokter.

    Apa akibatnya bila kita lebih banyak mengonsumsi air putih dari anjurannya 2 Liter per hari?

    Lebih baik bila kita mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Air putih itu sendiri di dalamnya terdapat senyawa mineral yang jika kita minum berlebih juga akan berdampak tidak baik bagi badan.

    Apakah kopi dan teh tidak baik untuk ginjal?Berapa takaran per harinya, adakah batasannya?

    Kopi dan teh sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal selama kita juga konsumsi air putih yg cukup. Batasi konsumsi kopi atau teh Sobat 1-3 gelas per hari, bila berlebih ada kemungkinan akan meningkatkan tekanan darah.

    Apakah perlu minum 2 Liter sehari bila pekerjaan kita di kantor dan ruangan dingin?

    Sebenarnya, kebutuhan air itu tergantung pada berat badan, suhu dan lingkungan. Jadi, memang panduannya sebaiknya 2 Liter, tetapi bila Sobat merasa terlalu banyak karena sering buang air bila ada di ruangan ber AC, konsumsi air putih dapat dikurangi sewaktu di kantor.

    Bila ginjal hanya satu apakah perlu konsumsi 2 liter air?

    Bila ginjal seseorang hanya satu maka harus dilihat laju filtrasi ginjalnya (LFG). Laju filtrasi ginjal adalah suatu ukuran untuk mengetahui  fungsi ginjal, ukuran kemampuan ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Makin tinggi kadar laju filtrasi mengindikasikan bahwa fungsi ginjalnya makin baik.

    Pada kondisi ini tentu saja harus benar-benar ekstra untuk menjaganya. Selain pengecekan LFG yg rutin, menjaga makanan, membatasi penggunaan obat-obatan dan olahraga yang untuk menjaga berat badan yg ideal harus dilakukan.

    Apakah ada makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal?

    Kita harus mengetahui terlebih dulu penyebab penurunan fungsi ginjalnya, karena berbeda jika penurunan fungsi ginjal karena batu atau murni sudah gagal ginjal. Jika penurunan fungsi ginjal karena ada batu saluran kemih, infeksi jika batu atau infeksinya ditanggulangi maka fungsi ginjalnya akan normal kembali. Sedangkan jika sudah terjadi penurunan fungsi ginjal karena gagal ginjal ini tidak bisa di kembalikan ke keadaan semula/normal hanya bisa dijaga agar kondisi ginjal yg sudah menurun ini tidak tambah turun atau tambah parah. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yg mengandung protein hewani tinggi dan minum cukup air putih yang hanya dapat meningkatkan sedikit fungsi ginjal saja.

    Apakah diet tinggi protein dan tinggi lemak dapat membahayakan ginjal?

    Hal ini tentu saja dapat membahayakan ginjal karena makanan yang tinggi protein (hewani) akan meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin yang tinggi ini juga akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memfiltrasi darah. Jika terjadi terus menerus dan dalam jangka lama dapat mengakibatkan ginjal mengalami penurunan fungsi apalagi bila konsumsi air putihnya sedikit.

    Bagaimana dengan susu protein tinggi yang sering dikonsumsi sewaktu berolahraga/gym, apakah berbahaya terhadap ginjal?

    Selama jumlahnya tidak berlebihan, cukup minum air putih sebenarnya tidak berbahaya karena protein yang digunakan diambil tubuh untuk produksi massa otot.

    Bagaimana tanda-tanda tubuh kita kekurangan cairan?

    Tanda tubuh kekurangan cairan/dehidrasi biasanya  sakit kepala, susah konsentrasi, mual, nadi menjadi lebih cepat dan peningkatan suhu tubuh. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa.

    #Kamisehat 14 Maret 2019

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk didalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunaka seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Bila fungsi ginjal menurun, maka akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urin. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak,caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut maka ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urin bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urin akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar anda, sehingga anda tidak begitu saja untuk mempercayainya. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain : Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya). Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan […]

    Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain :

    • Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya).
    • Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan darah (renin)
    • Penyeimbang elektrolit dalam tubuh (Natrium, Kalium, Potasium)
    • Penyeimbang kadar air didalam tubuh, bila berlebih ginjal akan membuang cairan dalam bentuk urin.
    • Memproduksi hormon eritropoetin yang menghasilkan sel darah merah.
    • Menjaga tulang tetap kuat (menghasilkan senyawa aktif Vitamin D).

    Setiap hari ginjal menyaring 120-150  liter darah dan menghasilkan 1-2 liter urin. Ginjal mempunyai penyaring yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerolus dan tubulus. Glomerolus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar keluar dari ginjal misalnya protein. Selanjutnya melewati tubulus, didalam tubulus mineral yang masih dianggap penting akan diserap kembali kedalam tubuh.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Rendah Purin

    Mengingat fungsi ginjal yang sangat penting, bila terjadi kerusakan atau masalah pada ginjal akan berefek pada seluruh tubuh dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi organ kerja lainnya. Gagal ginjal dibagi menjadi dua yaitu Akut dan Kronis, yang membedakan adalah waktu terjadinya, kemungkinan ginjal untuk normal kembali serta pengobatannya.

    Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    Merupakan kondisi fungsi ginjal mengalami perubahan dalam waktu singkat yaitu beberapa jam sampai beberapa minggu, gangguan ini bersifat reversible atau dapat kembali normal apabila ditanggani dengan cepat dan baik. Gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada kondisi kekurangan cairan (dehidrasi) pada diare atau pada pasien luka bakar, kekurangan volume darah misalnya pada pasien perdarahan, pasien dalam keadaan penyakit infeksi pada ginjal, obat-obatan misalnya penggunaan obat antinyeri yang berlebihan, dan penumpukan zat kimia yang berlebih di dalam tubuh (misalnya, logam berbahaya atau alkohol). Selain itu, gagal ginjal akut juga dapat disebabkan karena tersumbatnya urin yang akan keluar misalnya karena batu ginjal, batu di kandung kemih, dan pembesaran prostat pada pria.

    Faktor Risiko terjadinya gagal ginjal akut:

    • Pasien dengan penyakit diabetes, darah tinggi, penyakit hati dan obesitas sehingga menyebabkan komplikasi ke ginjal.
    • Berusia 65 tahun atau lebih.
    • Menjalani perawatan di ruang ICU (pemberian elektrolit yang tidak sesuai, efek samping obat atau antibiotik yang sedang digunakan atau efek samping dari infeksi yang sedang diderita).

    Gejala gagal ginjal akut:

    1. Produksi urin berkurang. Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil (bila penyebabnya batu saluran kemih).
    2. Mual dan muntah
    3. Bau nafas tidak sedap (bau amonia)
    4. Tekanan darah meningkat.
    5. Penumpukan cairan dalam tubuh (kaki bengkak, perut buncit karena terisi air)
    6. Pasien akan mengeluh nyeri pada pinggang belakang.
    7. Tremor dan kejang (karena terjadi ketidakseimbangan elektrolit)
    8. Penurunan kesadaran

    Pemeriksaan:

    • Test darah (kandungan kreatinin dan ureum dalam darah)
    • Tes urin dan pengukuran jumlah volume urin yang keluar.
    • USG abdomen atau CT Scan untuk melihat penyebab terjadinya gagal ginjal akut (apabila dicurigai adanya batu saluran kemih)

    Baca Juga: Perlu Makan Apa supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Pengobatan:

    1. Menghentikan obat-obatan yang menyebabkan gagal ginjal akut.
    2. Obati infeksi yang menjadi penyebab utama gagal ginjal.
    3. Beri asupan cairan secukupnya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah gagal ginjal akut.

    Gagal Ginjal Kronis

    Adalah gangguan fungsi ginjal yang menetap selama lebih dari 3 bulan atau menahun. Berdasarkan data dari Renal Registry KEMENKES RI tahun 2013, jumlah penyakit gagal ginjal kronis di indonesia sebanyak 0,2% dari total penduduk indonesia. 8000 penderita disebabkan karena komplikasi diabetes dan 4000 pasien dari komplikasi hipertensi (darah tinggi).

    Faktor Risiko gagal ginjal kronis:

    • Diabetes
    • Hipertensi
    • Obesitas
    • Sumbatan pada saluran kencing (batu ginjal, batu kandung kemih)
    • Infeksi pada ginjal (Glomerulonefritis)
    • Penyakit ginjal lain (nefritis lupus, ginjal polikistik, nefropati urat akibat penyakit asam urat)

    Gejala gagal ginjal kronis:

    1. Mual dan muntah sampai kehilangan napsu makan
    2. Kulit gatal akibat peningkatan urea dan kreatinin
    3. Rasa ingin buang air kecil lebih sering namun volume urin yang dikeluarkan semakin sedikit
    4. Terdapat darah didalam urin.
    5. Nyeri dada dan sesak napas (akibat penumpukan air di dalam paru-paru)
    6. Penumpukan air di dalam tubuh (tungkai kaki dan perut)
    7. Penurunan berat badan.
    8. Tekanan darah meningkat dan sulit untuk dikendalikan

    Pemeriksaan:

    • Test darah (mengetahui kadar “sampah” dalam darah dari jumlah peningkatan ureum dan kreatinin darah)
    • Test urine (test volume urin yang dapat keluar, serta jumlah protein dan darah yang keluar dari urin)
    • USG abdomen ginjal, CT Scan serta MRI untuk melihat struktur, ukuran ginjal serta penyebab lain yang menyebabkan gagal ginjal misalnya batu atau pembesaran prostat.
    • Biopsi Ginjal (dengan mengambil sedikit jaringan ginjal, untuk mengetahui penyebab kerusakan ginjal).

    Penentuan stadium dari gagal ginjal kronis diukur dari Laju Filtrasi Glomerolus (dari hasil laboratorium darah). Stadium ini yang menentukan pengobatan yang dapat diambil, komplikasi serta angka harapan hidup pasien.

    Stadium Gagal Ginjal Kronis

    Pengobatan:

    Pada dasarnya pengobatan gagal ginjal kronis sesuai dengan stadium yang didertita oleh pasien. Pada dasarnya, penyakit gagal ginjal kronis tidak dapat diobati. Namun, perawatan ditujukan untuk mengurangi gejala serta menghambat pasien menuju komplikasi yang lebih serius. Terapi yang diberikan pada pasien :

    1. Pemberian obat sesuai dengan penyebab gagal ginjal. Misalnya, gagal ginjal akibat hipertensi maka dokter akan memberikan obat-obat anti hipertensi (mislanya, ACE inhibitor dan ARB). Bila gagal ginjal disebabkan karena nefropati diabetikum atau karena diabetes maka akan diberikan obat-obatan penurun gula darah.
    2. Suplement penambah darah dan zat besi untuk mengatasi anemia pada pasien.
    3. Obat-obatan Diuretik, yang bertujuan untuk mengurangi gejala bengkak pada tungkai, penumpukan cairan di perut atau paru-paru.
    4. Obat kortikosteroid, berfungsi untuk meredakan peradangan pada pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh infeksi pada ginjal (glomerulonefritis).

    Baca Juga: Hipertensi? Stop 7 Makanan Berikut

    Pada pasien dengan tingkat Gagal Ginjal Kronis stadium akhir, kemungkinan diperlukan terapi tambahan seperti :

    1. Dialisis atau cuci darah

    Bertujuan untuk mengurangi “sampah” didalam tubuh yang berlebih, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah ureum dan kreatinin dalam darah. Dialisis biasanya dilakukan dengna mesin cuci darah, sedangkan CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) adalah cuci darah yang dilakukan didalam rongga perut pasien dengan menggunakan cairan dialisis yang berfungsi menyerap “sampah” didalam tubuh penderita.

    1. Transplantasi Ginjal

    Apabila pasien merasa lelah dengan tindakan cuci darah yang perlu dilakukan seumur hidup, maka pasien dapat melakukan cangkok ginjal dengan ginjal pendonor yang lebih sehat. Namun, diperlukan pemeriksaan kecocokan ginjal pendonor dengna penerima serta pasien penerima donor ginjal harus mengkonsumsi obat imunosupresan untuk menghoindari risiko alergi atau penolakan organ.

    Pada intinya, kita harus menyayangi ginjal kita dengan melakukan beberapa hal yang dapat menjaga kesehatan ginjal, antara lain:

    1. tidak menular yaitu obesitas, diabetes dan hipertensi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Kita dapat menjaga berat badan dengan cara olahraga teratur, mengurangi makanan berlemak.
    2. Minum air putih minimal 8 gelas per hari atau 2 liter.
    3. Jangan merokok.
    4. Hindari penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan dan tanpa resep dokter.
    5. Menjaga berat badan tubuh, dengan menjaga berat badan maka akan mencegah kita dari penyakirt Periksa tekanan darah, gula darah dan berat badan secara teratur.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. org. (n.d.). Acute kidney injury. [online] Available at: http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-problems/acute-kidney-injury.html [Accessed 22 Feb. 2019].
    2. Lidya, A. and Nugroho, P. (n.d.). [online] Available at: https://www.persi.or.id/images/2018/data/aida_lydia.pdf [Accessed 22 Feb. 2019].
    3. Luyckx, V., Tonelli, M. and Stanifer, J. (2017). The global burden of kidney disease and the sustainable development goals. [online] Bulletin of the World Health Organization. Available at: https://www.who.int/bulletin/volumes/96/6/17-206441/en/ [Accessed 22 Feb. 2019].
    4. Situasi Penyakit Ginjal Kronis. (2017). INFODATIN Pusat data dan Informasi kementrian Kesehatan RI.
    5. Sudoyo, A., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simandibrata, M. and Setiati, S. (n.d.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: PAPDI, pp.1035-1049.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja