Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ ginjal”

  • Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa. Baca Juga: […]

    Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis!

    Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa.

    tips puasa bagi penderita penyakit kronis

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

    Berikut tips puasa bagi penderita penyakit kronis:

    Sebelum mulai berpuasa, Sahabat Sehat bisa melakukan konsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh stabil dan memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Jika dokter mengatakan boleh berpuasa, maka pastikan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

    Penyakit kronis diabetes melitus

    Tips berpuasa bagi penderita diabetes melitus adalah, yang pertama harus memastikan keadaan atau kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol, yang artinya tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Produk Terkait: Jual Produk Diabetes

    Agar kadar gula darah bisa terus stabil, penderita diabetes melitus sebaiknya melakukan kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus adalah meminum tah manis dengan gula khusus, mengonsumsi beras merah, atau kentang rebus.

    Apabila ingin minum es, maka usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus diet. Sedangkan, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang berkuah santan, seperti opor ayam dan rendang, es buah yang memiliki kadar gula tinggi, serta teh tawar tanpa gula.

    Penyakit kronis hipertensi

    Bagi penderita penyakit hipertensi, untuk dapat berpuasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi penyakit dalam stadium ringan, sedang tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol, dan mendapat persetujuan dari dokter untuk melaksanakan puasa.

    Adapun menu yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah makanan yang memiliki tinggi kalium, seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Selain itu juga makanan yang mengandung saponin, seperti tempe dan kacang-kacangan.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan olahan, junk food, dan makanan siap saji. Alasannya adalah karena makanan tersebut mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Penyakit kronis jantung

    Ada 3 syarat utama berpuasa bagi orang dengan penyakit jantung yaiitu, tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak, dan bukan pasien dengan gagal jantung akut. Jika semua itu terpenuhi, maka diperbolehkan berpuasa.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung adalah makanan dengan karbohidrat kompleks. Contohnya adalah beras merah, havermut, serta buah-buahan atau sayuran yang memang mengandung banyak serat.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sementara itu, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang memiliki karbohidrat simpel. Contohnya seperti mie instan, daging merah, dan makanan cepat saji.

    Penyakit ginjal kronik

    Bila Sahabat Sehat menderita penyakit gagal ginjal kronik, bila ingin berpuasa harus mendapat izin dari dokter dahulu apa diperbolehkan atau tidak. Biasanya jika kondisinya sedang tidak stabil ataupun dalam stadium berat, dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa.

    Nah, tips berpuasa bagi penderita penyakit ini adalah makanlah makanan yang memiliki rendah kalori, rendah kalium dan fosfat, serta konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang tinggi kalium seperti produk susu, buah, dan sayur. Selain itu, tidak juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.

    Penyakit kronis maag

    Bagi penderita penyakit asam lambung atau maag atau GERD sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum memulai ibadah puasa. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki penyakit kronis asam lambung yang ingin tetap berpuasa, sebaiknya tidak sedang sering kambuh-kambuhan, tidak dalam keadaan kritis, ataupun sedang dalam pengobatan rawat jalan.

    Tips puasa bagi penderita penyakit maag adalah pilihlah makanan yang memiliki kalori rendah serta tidak merangsang asam lambung dan hindari makan makanan pedas, asam, serta makanan yang mengandung gas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream, dan kopi.

    Selain itu, hindari juga makanan yang berlemak di saat sahur. Walaupun makanan yang serba digoreng sangat menggoda selera, namun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit maag karena bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka pada lambung serta rasa tidak nyaman selama seharian berpuasa.

    Disarankan, untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan makanan rebus.

    Untuk mencegah gejala penyakit maag dapat kumat selama berpuasa, jangan langsung tidur setelah sahur. Walaupun rasa kantuk melanda, sebaiknya Sahabat Sehat yang menderita penyakit maag menunda hal itu, karena bisa mengakibatkan asam lambung akan naik.

    Baca Juga: Seperti Apa Diet Lambung Bagi Penderita Maag?

    Namun jikapun tetap ingin tidur, dianjurkan dengan memberi jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik.

    Pada saat berbuka puasa, makanlah makanan secara bertahap dengan porsi yang sedikit-sedikit. Jadi jangan langsung mengonsumsi makanan utama dalam porsi yang banyak ya.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui tips puasa bagi penderita penyakit kronis. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini ya!

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung Halaman all. – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/19/120200068/6-tips-puasa-untuk-penderita-asam-lambung?page=all.> [Accessed 25 April 2021].
    2. HD, M., 2021. Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3228390/panduan-singkat-buka-puasa-bagi-pasien-penyakit-kronis> [Accessed 25 April 2021].
    3. Gaya hidup. 2021. 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD – Halaman 2. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210420135322-255-632223/5-tips-puasa-bagi-pengidap-maag-dan-gerd/2> [Accessed 25 April 2021].
    4. Universitas Islam Indonesia. 2021. Tips Tetap Fit Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Kronis | UII. [online] Available at: <https://www.uii.ac.id/tips-tetap-fit-berpuasa-bagi-penderita-penyakit-kronis/> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu, zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah.

    Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunakan seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12. Lokasi Ginjal Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19 […]

    Tanda-Tanda Gangguan Ginjal #Kamisehat

    Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12.

    Lokasi Ginjal

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh, menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah, dan menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

    Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan bertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lainnya, misalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Tanda adanya gangguan pada ginjal juga bisa berbeda dikarenakan hal yang menjadi latar belakang permasalahan dari gangguan tersebut.

    Jenis Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

    • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal terjadi bila bakteri dari kandung kemih menyebar naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini muncul akibat dari komplikasi infeksi saluran kemih.
    • Batu ginjal. Garam dan mineral yang seharusnya disaring oleh ginjal tetapi malah mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi karena urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
    • Penyakit ginjal polikistik. Merupakan penyakit keturunan berupa munculnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tapi dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Selain terjadi di ginjal, kista pada ginjal polikistik juga bisa muncul di organ hati atau bagian lain dalam tubuh.
    • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat berfungsi normal secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan menumpuknya garam dan zat kimia lainnya di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
    • Penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan. Kondisi ini ditandai beberapa gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan. Namun kondisi ini tidak dirasakan oleh pasien bila masih stadium 1-3. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari sedang mengalami kondisi ini hingga mencapai stadium lanjutan.

    Gejala Penyakit Ginjal

    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang, urine berbusa, merasa lelah dan sesak napas, kulit kering dan terasa gatal, terjadi kram otot, terutama di tungkai, susah tidur, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan kesadaran. Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi. Kemudian, gejala lainnya adalah nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal, serta pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil. Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

    Diagnosis Penyakit Ginjal

    Deteksi adanya gangguan pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu:

    • Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.
    • Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.
    • Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pengobatan Penyakit Ginjal

    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Penyakit ginjal dapat diterapi dengan beberapa adalah obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter, prosedur terapi batu ginjal berupa tindakan menghilangkan batu bila batu cukup besar. Namun, bila kondisi ginjal sudah tidak dapat diselamatkan lagi, maka ada terapi pengganti ginjal seperti cuci darah, dialisis perut, dan transplantasi ginjal. Kemudian, penderita gangguan ginjal harus melakukan diet khusus, yaitu diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu, penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

    Pencegahan Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, mengurangi makanan yang mengandung kadar kreatin/kreatinin tinggi, hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan yang berlebihan terutama tanpa konsultasi dokter, olahraga yang teratur serta istirahat yang cukup serta minum air putih kurang lebih 8 gelas/2 liter per hari.

    Apakah pemberian vitamin C dan kolagen secara intravena dapat berbahaya untuk ginjal?

    Vitamin C yg dibutuhkan badan kita kurang lebih hanya 50-60 mg per hari. Sisanya kemana? Sisanya tentu akan dibuang melalui ginjal sebagai ekskresi utama. Vitamin C merupakan senyawa asam sehingga dapat mengubah ph dalam urin.  Akibatnya, zat terlarut dalam urin akan menggumpal dan mengendap. Inilah yg akan menjadi cikal bakal batu saluran kemih. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dan kolagen dapat memperberat fungsi dari ginjal itu sendiri.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Apakah bila kurang meminum air putih 8 gelas per hari dapat menyebabkan penyakit ginjal?

    Sebenarnya, minum air putih 8 gelas per hari merupakan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ginjal. Bila cairan kita kurang maka aliran darah ke dalam ginjal akan berkurang dan urin menjadi lebih pekat. Kemudian, zat yang terlarut dalam urin menjadi mengendap dan berpotensi menjadi batu. Bila tidak ditangani dengan baik, akan terjadi infeksi yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Apakah jus seledri dapat meningkatkan kesehatan ginjal?

    Daun seledri memang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang akan membuat aliran darah lebih lancar.

    Apakah konsumsi obat setiap hari (suplemen atau obat kurus) dapat mempengaruhi ginjal?

    Hal ini tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi, mekanisme kerjanya, serta ekskresi atau pengeluaran dari tubuh lewat mana. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, kita harus konsultasikan  langsung dengan dokter.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Apa akibatnya bila kita lebih banyak mengonsumsi air putih dari anjurannya 2 Liter per hari?

    Lebih baik bila kita mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Air putih itu sendiri di dalamnya terdapat senyawa mineral yang jika kita minum berlebih juga akan berdampak tidak baik bagi badan.

    Apakah kopi dan teh tidak baik untuk ginjal?Berapa takaran per harinya, adakah batasannya?

    Kopi dan teh sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal selama kita juga konsumsi air putih yg cukup. Batasi konsumsi kopi atau teh Sobat 1-3 gelas per hari, bila berlebih ada kemungkinan akan meningkatkan tekanan darah.

    Apakah perlu minum 2 Liter sehari bila pekerjaan kita di kantor dan ruangan dingin?

    Sebenarnya, kebutuhan air itu tergantung pada berat badan, suhu dan lingkungan. Jadi, memang panduannya sebaiknya 2 Liter, tetapi bila Sobat merasa terlalu banyak karena sering buang air bila ada di ruangan ber AC, konsumsi air putih dapat dikurangi sewaktu di kantor.

    Bila ginjal hanya satu apakah perlu konsumsi 2 liter air?

    Bila ginjal seseorang hanya satu maka harus dilihat laju filtrasi ginjalnya (LFG). Laju filtrasi ginjal adalah suatu ukuran untuk mengetahui  fungsi ginjal, ukuran kemampuan ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Makin tinggi kadar laju filtrasi mengindikasikan bahwa fungsi ginjalnya makin baik.

    Pada kondisi ini tentu saja harus benar-benar ekstra untuk menjaganya. Selain pengecekan LFG yg rutin, menjaga makanan, membatasi penggunaan obat-obatan dan olahraga yang untuk menjaga berat badan yg ideal harus dilakukan.

    Apakah ada makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal?

    Kita harus mengetahui terlebih dulu penyebab penurunan fungsi ginjalnya, karena berbeda jika penurunan fungsi ginjal karena batu atau murni sudah gagal ginjal. Jika penurunan fungsi ginjal karena ada batu saluran kemih, infeksi jika batu atau infeksinya ditanggulangi maka fungsi ginjalnya akan normal kembali. Sedangkan jika sudah terjadi penurunan fungsi ginjal karena gagal ginjal ini tidak bisa di kembalikan ke keadaan semula/normal hanya bisa dijaga agar kondisi ginjal yg sudah menurun ini tidak tambah turun atau tambah parah. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yg mengandung protein hewani tinggi dan minum cukup air putih yang hanya dapat meningkatkan sedikit fungsi ginjal saja.

    Apakah diet tinggi protein dan tinggi lemak dapat membahayakan ginjal?

    Hal ini tentu saja dapat membahayakan ginjal karena makanan yang tinggi protein (hewani) akan meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin yang tinggi ini juga akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memfiltrasi darah. Jika terjadi terus menerus dan dalam jangka lama dapat mengakibatkan ginjal mengalami penurunan fungsi apalagi bila konsumsi air putihnya sedikit.

    Bagaimana dengan susu protein tinggi yang sering dikonsumsi sewaktu berolahraga/gym, apakah berbahaya terhadap ginjal?

    Selama jumlahnya tidak berlebihan, cukup minum air putih sebenarnya tidak berbahaya karena protein yang digunakan diambil tubuh untuk produksi massa otot.

    Bagaimana tanda-tanda tubuh kita kekurangan cairan?

    Tanda tubuh kekurangan cairan/dehidrasi biasanya  sakit kepala, susah konsentrasi, mual, nadi menjadi lebih cepat dan peningkatan suhu tubuh. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa.

    Baca Juga: Mitos atau Fakta: Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Itulah mengenai tanda-tanda gangguan ginjal yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    #Kamisehat 14 Maret 2019

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Bila fungsi ginjal menurun, akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urine. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak, caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urine bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urine akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar, sehingga Sahabat tidak begitu saja untuk mempercayainya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain : Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya). Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan […]

    Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain :

    • Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya).
    • Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan darah (renin)
    • Penyeimbang elektrolit dalam tubuh (Natrium, Kalium, Potasium)
    • Penyeimbang kadar air didalam tubuh, bila berlebih ginjal akan membuang cairan dalam bentuk urin.
    • Memproduksi hormon eritropoetin yang menghasilkan sel darah merah.
    • Menjaga tulang tetap kuat (menghasilkan senyawa aktif Vitamin D).

    Setiap hari ginjal menyaring 120-150  liter darah dan menghasilkan 1-2 liter urin. Ginjal mempunyai penyaring yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerolus dan tubulus. Glomerolus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar keluar dari ginjal misalnya protein. Selanjutnya melewati tubulus, didalam tubulus mineral yang masih dianggap penting akan diserap kembali kedalam tubuh.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Rendah Purin

    Mengingat fungsi ginjal yang sangat penting, bila terjadi kerusakan atau masalah pada ginjal akan berefek pada seluruh tubuh dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi organ kerja lainnya. Gagal ginjal dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis, yang membedakan adalah waktu terjadinya, kemungkinan ginjal untuk normal kembali serta pengobatannya.

    Produk Terkait: Cek Ginjal

    Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    Merupakan kondisi fungsi ginjal mengalami perubahan dalam waktu singkat yaitu beberapa jam sampai beberapa minggu, gangguan ini bersifat reversible atau dapat kembali normal apabila ditanggani dengan cepat dan baik. Gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada kondisi kekurangan cairan (dehidrasi) pada diare atau pada pasien luka bakar, kekurangan volume darah misalnya pada pasien perdarahan, pasien dalam keadaan penyakit infeksi pada ginjal, obat-obatan misalnya penggunaan obat antinyeri yang berlebihan, dan penumpukan zat kimia yang berlebih di dalam tubuh (misalnya, logam berbahaya atau alkohol). Selain itu, gagal ginjal akut dapat disebabkan karena tersumbatnya urin yang akan keluar misalnya karena batu ginjal, batu di kandung kemih, dan pembesaran prostat pada pria.

    Faktor Risiko terjadinya gagal ginjal akut:

    • Pasien dengan penyakit diabetes, darah tinggi, penyakit hati dan obesitas sehingga menyebabkan komplikasi ke ginjal.
    • Berusia 65 tahun atau lebih.
    • Menjalani perawatan di ruang ICU (pemberian elektrolit yang tidak sesuai, efek samping obat atau antibiotik yang sedang digunakan atau efek samping dari infeksi yang sedang diderita).

    Gejala gagal ginjal akut:

    1. Produksi urine berkurang. Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil (bila penyebabnya batu saluran kemih).
    2. Mual dan muntah
    3. Bau nafas tidak sedap (bau amonia)
    4. Tekanan darah meningkat.
    5. Penumpukan cairan dalam tubuh (kaki bengkak, perut buncit karena terisi air)
    6. Pasien akan mengeluh nyeri pada pinggang belakang.
    7. Tremor dan kejang (karena terjadi ketidakseimbangan elektrolit)
    8. Penurunan kesadaran

    Pemeriksaan:

    • Test darah (kandungan kreatinin dan ureum dalam darah)
    • Tes urine dan pengukuran jumlah volume urine yang keluar.
    • USG abdomen atau CT Scan untuk melihat penyebab terjadinya gagal ginjal akut (apabila dicurigai adanya batu saluran kemih)

    Baca Juga: Perlu Makan Apa supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Pengobatan:

    1. Menghentikan obat-obatan yang menyebabkan gagal ginjal akut.
    2. Obati infeksi yang menjadi penyebab utama gagal ginjal.
    3. Beri asupan cairan secukupnya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah gagal ginjal akut.

    Gagal Ginjal Kronis

    Adalah gangguan fungsi ginjal yang menetap selama lebih dari 3 bulan atau menahun. Berdasarkan data dari Renal Registry KEMENKES RI tahun 2013, jumlah penyakit gagal ginjal kronis di indonesia sebanyak 0,2% dari total penduduk indonesia. 8000 penderita disebabkan karena komplikasi diabetes dan 4000 pasien dari komplikasi hipertensi (darah tinggi).

    Faktor Risiko gagal ginjal kronis:

    • Diabetes
    • Hipertensi
    • Obesitas
    • Sumbatan pada saluran kencing (batu ginjal, batu kandung kemih)
    • Infeksi pada ginjal (Glomerulonefritis)
    • Penyakit ginjal lain (nefritis lupus, ginjal polikistik, nefropati urat akibat penyakit asam urat)

    Gejala gagal ginjal kronis:

    1. Mual dan muntah sampai kehilangan napsu makan
    2. Kulit gatal akibat peningkatan urea dan kreatinin
    3. Rasa ingin buang air kecil lebih sering namun volume urin yang dikeluarkan semakin sedikit
    4. Terdapat darah didalam urin.
    5. Nyeri dada dan sesak napas (akibat penumpukan air di dalam paru-paru)
    6. Penumpukan air di dalam tubuh (tungkai kaki dan perut)
    7. Penurunan berat badan.
    8. Tekanan darah meningkat dan sulit untuk dikendalikan

    Pemeriksaan:

    • Test darah (mengetahui kadar “sampah” dalam darah dari jumlah peningkatan ureum dan kreatinin darah)
    • Test urine (test volume urin yang dapat keluar, serta jumlah protein dan darah yang keluar dari urin)
    • USG abdomen ginjal, CT Scan serta MRI untuk melihat struktur, ukuran ginjal serta penyebab lain yang menyebabkan gagal ginjal misalnya batu atau pembesaran prostat.
    • Biopsi Ginjal (dengan mengambil sedikit jaringan ginjal, untuk mengetahui penyebab kerusakan ginjal).

    Penentuan stadium dari gagal ginjal kronis diukur dari Laju Filtrasi Glomerolus (dari hasil laboratorium darah). Stadium ini yang menentukan pengobatan yang dapat diambil, komplikasi serta angka harapan hidup pasien.

    Stadium Gagal Ginjal Kronis

    Pengobatan:

    Pada dasarnya pengobatan gagal ginjal kronis sesuai dengan stadium yang didertita oleh pasien. Pada dasarnya, penyakit gagal ginjal kronis tidak dapat diobati. Namun, perawatan ditujukan untuk mengurangi gejala serta menghambat pasien menuju komplikasi yang lebih serius. Terapi yang diberikan pada pasien :

    1. Pemberian obat sesuai dengan penyebab gagal ginjal. Misalnya, gagal ginjal akibat hipertensi maka dokter akan memberikan obat-obat anti hipertensi (mislanya, ACE inhibitor dan ARB). Bila gagal ginjal disebabkan karena nefropati diabetikum atau karena diabetes maka akan diberikan obat-obatan penurun gula darah.
    2. Suplement penambah darah dan zat besi untuk mengatasi anemia pada pasien.
    3. Obat-obatan Diuretik, yang bertujuan untuk mengurangi gejala bengkak pada tungkai, penumpukan cairan di perut atau paru-paru.
    4. Obat kortikosteroid, berfungsi untuk meredakan peradangan pada pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh infeksi pada ginjal (glomerulonefritis).

    Baca Juga: Hipertensi? Stop 7 Makanan Berikut

    Pada pasien dengan tingkat Gagal Ginjal Kronis stadium akhir, kemungkinan diperlukan terapi tambahan seperti :

    1. Dialisis atau cuci darah

    Bertujuan untuk mengurangi “sampah” didalam tubuh yang berlebih, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah ureum dan kreatinin dalam darah. Dialisis biasanya dilakukan dengna mesin cuci darah, sedangkan CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) adalah cuci darah yang dilakukan didalam rongga perut pasien dengan menggunakan cairan dialisis yang berfungsi menyerap “sampah” didalam tubuh penderita.

    1. Transplantasi Ginjal

    Apabila pasien merasa lelah dengan tindakan cuci darah yang perlu dilakukan seumur hidup, maka pasien dapat melakukan cangkok ginjal dengan ginjal pendonor yang lebih sehat. Namun, diperlukan pemeriksaan kecocokan ginjal pendonor dengna penerima serta pasien penerima donor ginjal harus mengkonsumsi obat imunosupresan untuk menghoindari risiko alergi atau penolakan organ.

    Pada intinya, kita harus menyayangi ginjal kita dengan melakukan beberapa hal yang dapat menjaga kesehatan ginjal, antara lain:

    1. tidak menular yaitu obesitas, diabetes dan hipertensi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Kita dapat menjaga berat badan dengan cara olahraga teratur, mengurangi makanan berlemak.
    2. Minum air putih minimal 8 gelas per hari atau 2 liter.
    3. Jangan merokok.
    4. Hindari penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan dan tanpa resep dokter.
    5. Menjaga berat badan tubuh, dengan menjaga berat badan maka akan mencegah kita dari penyakirt Periksa tekanan darah, gula darah dan berat badan secara teratur.

    Nah, jika Sahabat membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis Oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

     

    Daftar Pustaka

    1. org. (n.d.). Acute kidney injury. [online] Available at: http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-problems/acute-kidney-injury.html [Accessed 22 Feb. 2019].
    2. Lidya, A. and Nugroho, P. (n.d.). [online] Available at: https://www.persi.or.id/images/2018/data/aida_lydia.pdf [Accessed 22 Feb. 2019].
    3. Luyckx, V., Tonelli, M. and Stanifer, J. (2017). The global burden of kidney disease and the sustainable development goals. [online] Bulletin of the World Health Organization. Available at: https://www.who.int/bulletin/volumes/96/6/17-206441/en/ [Accessed 22 Feb. 2019].
    4. Situasi Penyakit Ginjal Kronis. (2017). INFODATIN Pusat data dan Informasi kementrian Kesehatan RI.
    5. Sudoyo, A., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simandibrata, M. and Setiati, S. (n.d.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: PAPDI, pp.1035-1049.

     

    Read More
  • Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1 Baca Juga: […]

    Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1

    kesehatan gigi yang buruk, kesehatan gigi yang tidak baik

    Baca Juga: Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi, seperti malas menyikat gigi menyebabkan penumpukan plak pada gigi, sehingga terjadi infeksi dan mengakibatkan gingivitis atau gusi meradang. Gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan dan membengkak. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, Sobat harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diabaikan, infeksi yang bermula di gusi ini bisa menyebabkan kuman masuk ke pembuluh darah dan terbawa aliran darah. Kemudian, kuman tersebut dapat berlabuh di organ lainnya.3 Oleh karena itu, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis secara tidak langsung.4 Apa saja penyakit-penyakit kronis itu? Yuk, Sobat Sehat, kita simak bersama-sama di bawah ini.

    Penyakit Jantung

    Siapa sangka jika kesehatan gigi yang buruk ternyata dapat mengakibatkan salah satu penyakit kronis paling berbahaya di dunia, yaitu penyakit jantung. Infeksi kronis pada gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dengan mempengaruhi aliran darah.2 Penyakit gusi menyebabkan peradangan pembuluh darah dan saat disertai penumpukan lemak dalam darah, akan membantu terbentuknya plak yang menumpuk di arteri.2, 4 Selain itu, kuman dari mulut ini bisa melaju dalam aliran darah dan hinggap di jantung, lalu menginfeksi katup jantung.1

    Diabetes

    Diabetes atau kencing manis ternyata juga berhubungan dengan buruknya perawatan gigi. Diabetes dapat menyebabkan kelainan di pembuluh darah. Selain itu, pada pasien diabetes biasanya ditemukan kadar kimiawi inflamasi (misalnya, interleukin) yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi.4

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Stroke

    Stroke yang juga dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ternyata juga berhubungan dengan kesehatan gigi yang buruk. Dalam suatu penelitian, dilaporkan bakteri cnm-positif yang ditemukan di dalam air liur dapat masuk ke pembuluh darah, melewati pembatas darah dan otak, kemudian menyebabkan perdarahan.5

    Penyakit Ginjal

    Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita penyakit ginjal. Soalnya, saat menderita penyakit kronis seperti penyakit ginjal, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah. Bakteri yang dibiarkan di mulut karena jarang menyikat gigi, bahkan hingga ada gigi yang berlubang, dapat menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan infeksi serius.1 Penyakit ginjal juga dihubungkan dengan penyakit gusi. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidak bergigi memiliki kemungkinan menderita penyakit ginjal kronis lebih besar dibandingkan orang dewasa yang giginya masih cukup lengkap.6

    Pneumonia

    Buruknya kesehatan gigi dan mulut, juga dapat menyebabkan penyakit lain bermunculan, salah satunya pneumonia. Pada pneumonia, terjadi infeksi paru, sehingga kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kesehatan mulut yang buruk ternyata memberi ruang untuk bakteri yang berperan dalam risiko berkembangnya pneumonia.2

    Penyakit Paru Kronis

    Mungkin tidak ada yang menyangka jika buruknya kesehatan gigi juga dapat memperberat gangguan pernapasan pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis, seperti emfisema. Penyebabnya adalah bakteri dari mulut yang menyerang saluran pernapasan.2

    Alzheimer

    Bakteri pada mulut yang timbul akibat buruknya kesehatan gigi juga bisa menyebabkan alzheimer. Berdasarkan penelitian, salah satu bakteri penyebab infeksi gusi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) ditemukan pada jaringan otak pasien alzheimer, sehingga bakteri mulut ini diduga dapat menjadi akar penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan otak. Bahkan, jika mengidap alzheimer dengan kondisi berat, penderitanya dapat mengalami halusinasi dan delusi.2 Penyakit gusi juga dikaitkan dengan penurunan kognitif dan perkembangan demensia yang lebih cepat.4

    Osteoporosis

    Penyakit kronis lain akibat malas menjaga kebersihan dan merawat gigi adalah osteoporosis. Penelitian baru dari National Institute of Health Osteoporosis and related Bone Diseases National Resource Center menyatakan penyakit gusi dan osteoporosis dapat menyebabkan kerusakan tulang. Selan itu, terdapat hubungan antara inflamasi dan kesehatan tulang.4

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Itulah berbagai penyakit kronis yang dapat dipicu oleh kesehatan gigi yang buruk. Semuanya berawal dari bakteri atau kuman dari mulut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.4 Oleh karena itu, Sobat Sehat harus menjaga kebersihan gigi dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dan memeriksa gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Semoga dengan mengetahui hubungan antara kesehatan gigi yang buruk dan penyakit kronis ini menyadarkan kita bahwa kesehatan gigi tidak boleh diabaikan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Malas Sikat Gigi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis, Benarkah? [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/malas-sikat-gigi-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-kronis-benarkah-1rn9vQePPPd/full
    2. Ini 3 Penyakit Serius Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi [Internet]. listerine.co.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/ini-3-penyakit-serius-akibat-tidak-menjaga-kesehatan-gigi-dan-gusi
    3. Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/04/13542032/penyakit.kronis.bisa.berawal.
    4. Jangan Remehkan K. Jangan Remehkan, Kesehatan Mulut Berhubungan dengan Penyakit Kronis [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307582/jangan-remehkan-kesehatan-mulut-berhubungan-dengan-penyakit-kronis
    5. Jangan Anggap Sepele, Radang Gusi Bisa Picu Berbagai Penyakit [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351849618/jangan-anggap-sepele-radang-gusi-bisa-picu-berbagai-penyakit-kronis?page=all
    6. Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/230007/selamatkan-ginjal-dengan-gigi-yang-sehat
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja