Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ mitos”

Showing 1–10 of 11 results

  • Sobat, semenjak ditemukannya pasien pertama yang terinfeksi virus Corona di Indonesia, maka masyarakat dihebohkan dengan berbagai macam antisipasi yang dapat menangkal masuknya virus Corona masuk ke dalam tubuh. Namun sayangnya, segala bentuk pencegahan kebanyakan masih sebatas mitos dan tidak diketahui sumber pastinya. Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, Sobat perlu memastikan sumber berita kesehatan tersebut […]

    5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Virus COVID 19

    Sobat, semenjak ditemukannya pasien pertama yang terinfeksi virus Corona di Indonesia, maka masyarakat dihebohkan dengan berbagai macam antisipasi yang dapat menangkal masuknya virus Corona masuk ke dalam tubuh. Namun sayangnya, segala bentuk pencegahan kebanyakan masih sebatas mitos dan tidak diketahui sumber pastinya.

    Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, Sobat perlu memastikan sumber berita kesehatan tersebut apakah resmi dari badan kesehatan seperti Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) atau badan kesehatan Republik Indonesia atau KEMENKES RI.

    Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-COV-2) merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan infeksi COVID-19 yang dapat menyebabkan kematian karena dapat berakibat gagal napas. Virus ini dapat menyerang berbagai usia baik anak sampai dewasa.

    Infeksi virus corona ini sangat berbahaya, sehingga, muncullah berbagai macam mitos, antara lain:

    1. Antibiotik Bisa Cegah Virus Corona

    WHO menyatakan bahwa antibiotik tidak bekerja terhadap infeksi virus. Antibiotik hanya bekerja pada infeksi bakteri. Dengan kata lain, antibiotik tidak dapat mengatasi apalagi mencegah COVID-19. Pemberian antibiotik tentunya harus secara bijaksana dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat menyebabkan resisten.

    Lalu, obat-obatan apa yang dapat mencegah infeksi virus corona? Sampai saat ini belum ada obat-obatan khusus yang dapat mencegah infeksi virus corona. WHO tidak merekomendasikan mengonsumsi obat-obatan termasuk antibiotik segai pencegahan COVID-19.

    1. Bawang Putih Ampuh Menangkal Virus Corona

    Bawang putih memang dikenal mempunyai segudang manfaat positif bagi kesehatan, seperti mencegah risiko terjadinya penyakit jantung, anti-tumor, anti infeksi bakteri dan menurunkan tekanan darah serta menurunkan gula darah.

    Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat mencegah infeksi virus corona.

    1. Paket dari Cina Dapat Membawa Virus Corona

    Bagi Sobat yang terbiasa belanja online mungkin sudah biasa menerima kiriman paket dari luar negeri, terutama Cina. Namun tak perlu was-was, seperti yang diketahui penyebaran virus corona dari manusia ke manusia dapat melalui droplet (bersin, batuk) serta kontak tubuh pada pasien yang positive COVID-19. Karakteristik dari virus corona tidak tahan lama hidup pada benda mati. Sehingga, menurut WHO menerima paket dari Cina cukup aman.

    1. Mandi Air Panas Dapat Membunuh Virus Corona yang Menempel di Badan

    WHO telah menyatakan bahwa mandi dengan air suhu panas tidak dapat mencegah terjangkitnya COVID-19. Mandi dengan air panas justru dapat membahayakan kulit karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi atau malah terbakar karena kulit tidak tahan dengan suhu yang terlalu panas.

    Mengingat cara penyebaran virus corona yang dapat terjadi akibat kontak dengan penderita positive COVID-19, baik dengan bersalaman atau dengan droplet (bersin dan batuk) dalam jarak dekat, maka mandi dengan air panas tidak dapat mencegah masuknya virus apabila kita tidak memerhatikan faktor pencegahan lainnya seperti mencuci tangan setelah memegang benda, menghindari orang dengan gejala batuk, bersin dan demam serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan yang sehat.

    1. Penyemprotan Alkohol di Seluruh Tubuh Efektif Mencegah Corona

    Masih menurut WHO, penyemprotan alkohol di seluruh tubuh tidak akan membunuh virus corona yang telah masuk ke dalam tubuh, sebaliknya malah akan berbahaya karena akan mengiritasi kulit serta melukai selaput lendir seperti mulut dan mata. Alkohol 60% dapat digunakan dengan menyemprotkannya ke tangan untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Namun, perlu diperhatikan, terlalu sering Sobat menyemprotkan alkohol ke tangan dapat menyebabkan kulit menjadi kering sampai timbul iritasi.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    DItulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/health-topics/coronavirus
    2. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    3. Myth busters [Internet]. Who.int. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
    4. Bayan L, Hossain Koulivand P, Gorji A. Garlic: a review of potential therapeutic effects. NCBI [Internet]. 2014 [cited 20 March 2020];v.4(1); Jan-Feb 2014. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4103721/
    5. Staff L. 13 Coronavirus myths busted by science [Internet]. livescience.com. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: livescience.com/coronavirus-myths.html
    6. Lockerd Maragakis, M.D., M.P.H. L. Coronavirus Disease 2019: Myth vs. Fact [Internet]. Johns Hopkins. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/2019-novel-coronavirus-myth-versus-fact
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk didalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunaka seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Bila fungsi ginjal menurun, maka akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urin. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak,caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut maka ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urin bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urin akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar anda, sehingga anda tidak begitu saja untuk mempercayainya. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian secara global. Menurut WHO, penyakit ini merenggut nyawa 17,9 juta jiwa di dunia. Lalu, di Indonesia menurut data 2014, penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, sekitar 12,9%. Tentu tidak main-main ya, penyakit jantung ini. Mengapa seseorang dapat terkena penyakit jantung?Hal ini karena adanya […]

    Fakta Apa Mitos: Minum Air Es dapat Menyebabkan Sakit Jantung

    Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian secara global. Menurut WHO, penyakit ini merenggut nyawa 17,9 juta jiwa di dunia. Lalu, di Indonesia menurut data 2014, penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, sekitar 12,9%. Tentu tidak main-main ya, penyakit jantung ini.

    Mengapa seseorang dapat terkena penyakit jantung?Hal ini karena adanya beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol atau tidak yang dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol antara lain usia (semakin tua, semakin berisiko), jenis kelamin (pria lebih berisiko), riwayat pada keluarga ada yang pernah terkena penyakit jantung, dan keadaan setelah menopause. Kemudian, faktor risiko yang dapat dikontrol antara lain adalah merokok, kegemukan, kadar kolesterol darah yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, dan buruknya pengelolaan stress dan emosi.

    Lalu, apakah benar minum es dapat menyebabkan sakit jantung?Hati-hati ya Sobat. Beberapa waktu lalu sempat beredar pesan berantai mengenai bahaya minum es bagi kesehatan jantung. Faktanya, berita itu TIDAK BENAR. Belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara konsumsi es dengan air dingin.

    Baca Juga: 5 Cara Diet Sehat Alami

    Menurut ahli, sistem pencernaan kita memiliki cara kerja tersendiri dalam menyeimbangkan temperatur. Bila kita mengonsumsi makanan yang terlalu panas, maka tubuh akan lebih mendinginkannya, begitu pula bila kita mengonsumsi es, tubuh akan menghangatkannya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa tubuh akan menjaga temperatur inti tetap di 37°C. Jadi, bukan lihat suhunya, tapi lihatlah kandungan yang ada pada makanan Sobat.

    Agar Sobat terhindar dari penyakit jantung, mari dari sekarang mulai beralih ke hidup yang lebih sehat dengan cek kesehatan berkala, jauhi rokok dan alkohol, perbanyak aktivitas fisik, makan makanan sehat dan tidak lupa istirahat yang cukup dan kelola stress Sobat. Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Cardiovascular Disease (CVD). 2017. Available at: who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
    2. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Penyakit jantung penyebab kematian tertinggi, Kemenkes ingatkan CERDIK. 2017. Available at: depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
    3. Risk factors for heart disease. 2018. Available at: webmd.com/heart-disease/risk-factors-heart-disease#1
    4. Anderson J. Your digestion could be a matter of degree. 2013. Available at: everydayhealth.com/digestive-health/your-digestion-could-be-a-matter-of-degree.aspx
    Read More
  • Smartphone merupakan barang yang harus ada di dekat kita pada zaman ini. Setiap pagi ketika bangun tidur, terkadang ponsel duluan yang kita pegang. Nongkrong pegang ponsel, makan pegang ponsel, bahkan saat mengendarai kendaraan, pegang ponsel juga untuk melihat arah jalan. Ponsel menjadi barang elektronik yang sangat penting bagi siapapun, mulai dari orang kantoran, dokter, guru, […]

    Mitos atau Fakta : Penyakit Makula Terjadi  karena Sering Melihat Ponsel Dan Membaca di Tempat Gelap

    Smartphone merupakan barang yang harus ada di dekat kita pada zaman ini. Setiap pagi ketika bangun tidur, terkadang ponsel duluan yang kita pegang. Nongkrong pegang ponsel, makan pegang ponsel, bahkan saat mengendarai kendaraan, pegang ponsel juga untuk melihat arah jalan. Ponsel menjadi barang elektronik yang sangat penting bagi siapapun, mulai dari orang kantoran, dokter, guru, bahkan anak sekolah sekalipun.

    “Hati-hati menggunakan ponsel dan membaca dalam kondisi ruangan gelap dapat menyebabkan penyakit makula yang berarti sudah menderita kanker mata dan tinggal menunggu buta karena obat modern tidak bisa mengobatinya,” kira-kira begitu berita yang tersebar beberapa waktu lalu di media social. Wah, apa benar begitu Sobat sehat?

    Penyakit makula sering disebut dengan degenerasi makula. Makula adalah bagian dari mata berupa daerah kecil berbentuk bulat terletak di belakang retina. Makula ini berfungsi untuk dapat melihat benda lebih rinci dan  melihat warna. Kerusakan pada bagian ini kita sebut dengan degenerasi makula.

    Baca Juga: 9 Makanan Untuk Kuat Bergadang

    Degenerasi makula lebih sering terjadi pada beberapa orang karena mereka memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit ini antara lain adalah mereka yang melakukan diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, kegemukan dan obesitas, perokok, berusia diatas lebih dari 50 tahun, memiliki keluarga yang menderita penyakit ini serta mereka yang berasal dari ras kaukasian lebih rentan terkena ini.

    Jadi, penyebab dari penyakit degenerasi makula bukan karena sering membaca atau melihat ponsel dalam ruangan gelap, ya Sobat. Yuk, kita bijak dalam membaca berita tentang kesehatan. Pastikan bahwa Sobat mendapatkan berita yang benar dari sumber terpercaya, bukan hoaks semata. Salam sehat!

    Sumber:

    Boyd K. What is macular degeneration. 2018. Available at:  aao.org/eye-health/diseases/amd-macular-degeneration

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Ayo Sobat sehat, pasti sudah pernah mencicipi jajanan yang terkenal di Bandung, dong, yang namanya seblak. Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang telah direndam semalaman atau disiram air panas sehingga menjadi kenyal dan ditambah dengan bumbu khas kencur disertai rasa pedas. Makanan ini sangat digemari oleh semua kalangan karena rasa pedasnya yang seringkali […]

    Mitos atau Fakta? Makan Seblak dari Kerupuk Mentah dapat Menyebabkan Usus Buntu

    Ayo Sobat sehat, pasti sudah pernah mencicipi jajanan yang terkenal di Bandung, dong, yang namanya seblak. Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang telah direndam semalaman atau disiram air panas sehingga menjadi kenyal dan ditambah dengan bumbu khas kencur disertai rasa pedas. Makanan ini sangat digemari oleh semua kalangan karena rasa pedasnya yang seringkali ada dalam beberapa level.

    Satu porsi seblak mengandung 262 kalori dengan 45% karbohidrat, 43% lemak, dan 12% protein. Kandungan karbohidrat dan lemaknya yang tinggi menyebabkan seblak sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Makanan tinggi lemak seringkali berhubungan dengan risiko terjadinya peningkatan kolesterol dalam darah yang berpotensi menimbulkan serangan jantung, stroke, penurunan memori dan fungsi mental, dan batu empedu.

    Nah, sebuah berita mengenai seblak tersebar ramai di media sosial. Postingan tersebut menceritakan mengenai seorang anak yang terkena usus buntu karena memakan seblak. Menurut dokter yang memeriksa anak tersebut, usus buntu yang dialami anak itu bukanlah karena cabai melainkan karena kerupuk mentah yang direndam di dalam air tapi tidak dihancurkan malah menjadi kenyal. Namun, apakah benar seperti itu?

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat Sehari – Hari

    Radang usus buntu atau appendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendiks, bagian dari usus besar kita. Sumbatan yang terjadi di appendiks menyebabkan kuman normal yang ada disana bertambah banyak dan menyebabkan infeksi. Sumbatan dapat disebabkan karena tinja, parasit, pembesaran jaringan kelenjar getah bening sekitar appendiks, adanya penyakit Inflammatory Bowel Disease (IBD), dan benturan/trauma pada perut.

    Jadi, berita mengenai seblak yang memakai kerupuk mentah yang direndam sehingga menyebabkan usus buntu adalah mitos dan hoaks belaka. Sistem pencernaan kita yang kompleks dapat mengolah makanan dengan baik sehingga dapat diserap dan dikeluarkan dengan baik. Sobat tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi seblak karena tidak menyebaban usus buntu.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/seblak
    2. Marcin J. The effects of high cholesterol on the body. 2018. Available at: healthline.com/health/cholesterol/effects-on-body#1
    3. National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Appendicitis. niddk.nih.gov/-/media/Files/Digestive-Diseases/appendicitis_508.pdf.
    Read More
  • Semuanya pasti sudah tahu donk, kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Selain mengandung lebih dari 7000 zat kimia yang berbahaya yang akan dihisap oleh perokok, rokok juga merupakan faktor risiko terjadinya berbagai macam penyakit, tak terkecuali kanker. Penyakit lain yang diakibatkan rokok adalah penyakit paru kronis, penyakit metabolik dan jantung, dan sebagainya. Di Indonesia, […]

    Mitos vs Fakta: Minum Soda Susu dapat Membersihkan Nikotin dari Paru

    Semuanya pasti sudah tahu donk, kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Selain mengandung lebih dari 7000 zat kimia yang berbahaya yang akan dihisap oleh perokok, rokok juga merupakan faktor risiko terjadinya berbagai macam penyakit, tak terkecuali kanker. Penyakit lain yang diakibatkan rokok adalah penyakit paru kronis, penyakit metabolik dan jantung, dan sebagainya.

    Di Indonesia, sekitar lebih dari 60 juta orang merupakan perokok aktif dan banyak diantaranya berumur 10 hingga 18 tahun. Kebayang donk, ke depannya generasi kita bisa-bisa menjadi generasi “Asap Rokok” dan generasi sakit. Lalu, apakah ada penetral zat-zat yang ada di rokok?

    Beberapa waktu lalu kita sempat dikejutkan dengan beredarnya kabar bahwa minum soda susu dapat membersihkan nikotin yang ada di paru-paru. Benarkah?Mari kita lihat sama-sama penjelasannya. Bagaimana cara kerja nikotin dalam tubuh kita?jadi, ketika perokok menghirup asapnya, nikotin akan terserap melalui kulit dan permukaan mukosa hidung, mulut, paru dan menyebar ke otak. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan nadi dan tekanan darah. Nikotin juga aka nada di dalam tubuh hanya beberapa jam saja. 6 jam setelah merokok, nikotin yang tertinggal di tubuh sekitar 0,031 mg dari 1 mg nikotin yang dihisap.

    Baca Juga: Wanita Harus Konsumsi 10 Makanan Ini

    Tidak ada hubungan antara konsumsi soda susu dengan hilangnya nikotin di paru. Soda susu yang dikonsumsi tidak dapat menghilangkan nikotin yang ada di paru. Efek soda bagi tubuh justru sama-sama kurang baik dengan efek nikotin. Soda dapat meningkatkan risiko perlemakan di hati, penyakit jantung dan stroke, diabetes, batu ginjal, osteoporosis dan kanker pancreas.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. US Food and Drug Administration. Cigarettes. 2019. Available at: fda.gov/TobaccoProducts/Labeling/ProductsIngredientsComponents/ucm482563.htm.
    2. jogja.tribunnews.com/2018/04/17/perokok-aktif-di-indonesia-capai-60-juta-orang-70-persennya-warga-miskin-dan-anak-anak
    3. Trimarchi M, Meeker-O’coneal A. How nicotine works. Available at: science.howstuffworks.com/nicotine1.htm
    4. Cooley J. How does soda do to your body?7 reasons to kick the habit. 2018. Available at: universityhealthnews.com/daily/nutrition/what-does-soda-do-to-your-body/
    Read More
  • Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]

    Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?

    Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.

    Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?

    Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:

    • Demam,
    • Batuk dan pilek,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.

    Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.

    Ruam kemerahan akibat campak

    Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:

    • Demam,
    • Nyeri tenggorokan,
    • Sakit kepala,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.

    Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.

    Bahaya penyakit rubella

    Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.

    Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:

    • Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
    • Wanita hamil,
    • Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
    • Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
    • Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.

    Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?

    Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:

    • Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
    • Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).

    Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:

    • Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
    • Nyeri sendi (0-3%),
    • Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
    • Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).

    Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.

    Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.

    Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.

    Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
    2. CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
    3. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
    4. Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
    5. IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
    Read More
  • Beberapa waktu lalu, terjadi insiden di KRL jurusan Jatinegara-Bekasi, tepatnya di gerbong khusus wanita. Ada salah satu penumpangnya yang tidak dapat menahan BAB (Buang Air Besar), alhasil membuat penumpang lainnya terganggu dan beritanya cukup viral pada sejumlah sosial media. Urusan menahan ‘proses pembuangan’ ini tentu sangat menyiksa bagi siapa saja yang mengalaminya. Terkait masalah BAB, […]

    5 Mitos vs Fakta Seputar BAB

    Beberapa waktu lalu, terjadi insiden di KRL jurusan Jatinegara-Bekasi, tepatnya di gerbong khusus wanita. Ada salah satu penumpangnya yang tidak dapat menahan BAB (Buang Air Besar), alhasil membuat penumpang lainnya terganggu dan beritanya cukup viral pada sejumlah sosial media.

    Urusan menahan ‘proses pembuangan’ ini tentu sangat menyiksa bagi siapa saja yang mengalaminya.

    Terkait masalah BAB, biasanya ada beberapa mitos yang beredar di tengah masyarakat kita. Disimak yuk, Sobat:

    1. Orang Sehat, BAB Setiap Hari

    Mitos. Sebenarnya tidak ada patokan khusus. Frekuensi BAB yang normal bervariasi pada setiap individu. Meskipun lazimnya dilakukan setiap hari, tidak masalah jika Sobat mengalaminya 2-3 hari sekali. Seseorang disebut mengalami konstipasi jika frekuensi buang air besarnya hanya 1-2 kali tiap minggu, dan konstipasi berat bila frekuensinya kurang dari 1 kali tiap minggu.

    2. Minum Kopi Memperlancar BAB

    Fakta. Kopi memang bisa merangsang tubuh untuk mulas karena kafein membuat usus berkontraksi dan mendorong tinja,makanya tak heran kalau Sobat minum kopi pagi hari, bisa membuat Sobat langsung buang air besar.

    Ada suatu penelitian yang menyebutkan kopi merupakan zat yang paling signifikan meningkatkan gerakan usus, bahkan 60 persen lebih kuat dibandingkan air hangat. Pada dasarnya, kafein bukansatu-satunya zat aktif dalam kopi yang membuat perut Sobat terasa mulas. Beberapa waktu setelah kita meneguk kopi dan mencapai lambung, beberapa zat akan memicu pelepasan hormon tertentu. Misalnya hormon motilin yang merangsang kontraksi usus, atau gastrin yang menyebabkan pelepasan asam di lambung.

    3. Olahraga Membuat BAB Teratur

    Fakta. Kurang berolahraga dapat menyebabkan konstipasi. Yup, olahraga membuat aktivitas saluran pencernaan Sobat semakin teratur dan mengurangi stres. Setelah makan besar, tunggu minimal 1 jam sebelum berolahraga untuk memberikan kesempatan tubuh Anda mencerna makanan.

    4. Kantongi Batu, Ampuh Menahan BAB

    Mitos. Nasihat orangtua zaman dahulu ini entah masih dipercaya atau tidak oleh generasi milenial. Mungkin bahkan beberapa dari Anda tak pernah mendengar nasihat tersebut, ya? Konon, bila mengalami keinginan untuk BAB, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan, cobalah segera cari batu yang ada di sekeliling,lalu batu tersebut dikantongi. Tentu saja jika ditilik dalam dunia medis, jelas tidak ada hubungannya menyimpan atau menggenggam batu dengan menahan BAB. Namun hal yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan sugesti. Pakar kesehatan mengatakan sugesti yang kuat pada pikiran inilah yang membuat seolah-olah anggapan ini manjur dan akhirnya dipercaya secara turun-temurun.

    5. Toilet Jongkok Lebih Baik Dibanding Toilet Duduk

    Fakta. Beberapa ahli menyebutkan jongkok merupakan posisi yang paling tepat dan direkomendasikan untuk BAB. Posisi ideal untuk buang air besar adalah jongkok dengan paha tertekuk pada perut. Lewat cara ini, kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan intra-abdomen meningkat, sehingga akan lebih mendorong pengeluaran feses.

    Itulah kelima mitos dan fakta seputar buang air besar yang perlu Sobat ketahui. Lantas, yang menjadi pertanyaan ialah apa yang terjadi pada tubuh saat kita menahan BAB? Selang dua jam setelah muncul rasa ingin BAB, kita akan merasakan tekanan pada bagian abdominal. Beberapa orang menyebutnya sebagai kram abdominal, sedangkan beberapa orang lainnya, semakin merasa ingin BAB. Dengan kata lain, menahan BAB adalah cara cepat membuat Anda merasa kembung, perut terasa bengkak dan penuh yang tak bisa hilang.

    Kemudian, setelah 6 jam, umumnya rasa ingin BAB semakin menghilang, sebenarnya bukan karena tinja hilang, namun justru terjadi konstipasi. Semakin lama ditahan, kotoran akan semakin keras pada usus besar. Tak jarang ada yang mengalami konstipasi sampai tersiksa di toilet, entah itu harus mengejan keras, berdarah bahkan menangis saking sakitnya. Jika berlangsung terus-menerus, akibatnya diperlukan obat pencahar, dan pastinya kurang baik bagi kesehatan.

    Nah, Sobat, segeralah ke toilet bila sinyal tubuh sudah muncul. Jika memang tidak bisa langsung, tetap prioritaskan secepat mungkin begitu ada kesempatan.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan informasi kesehatan lain atau ingin mencari aneka makanan, minuman, suplemen kesehatan, bisa dicari lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Ini 5 Mitos Seputar BAB yang Sesat [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: liputan6.com/health/read/3548845/ini-5-mitos-seputar-bab-yang-sesat
    2. Icha. Kata Siapa BAB Harus Setiap Hari? Cek Mitos dan Fakta Seputar Sembelit Disini! – Sehat Magazine [Internet]. Sehat Magazine. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: sehatmagz.com/staying-healthy/kata-siapa-bab-harus-setiap-hari-cek-mitos-dan-fakta-seputar-sembelit-disini/womantalk.com/health-fitness/articles/kenali-7-fakta-tentang-bab-yang-jarang-diketahui-AXgnr
    3.Media K. Mengapa Minum Kopi Bikin BAB Lancar? – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: lifestyle.kompas.com/read/2016/05/19/170000223/Mengapa.Minum.Kopi.Bikin.BAB.Lancar.
    4. Wilda Z. Toilet Jongkok Vs Toilet Duduk, Mana yang Lebih Sehat di Mata Dokter? [Internet]. detikHealth. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: health.detik.com/ulasan-khas/d-2502311/toilet-jongkok-vs-toilet-duduk-mana-yang-lebih-sehat-di-mata-dokter
    5. Hobi Menahan BAB, Ketahui Efeknya pada Tubuh [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: liputan6.com/health/read/2918518/hobi-menahan-bab-ketahui-efeknya-pada-tubuh

    Read More
  • Topik tentang payudara sering kali masih terasa ‘janggal’ atau ‘tabu’ di masyarakat kita. Akibatnya ada beragam mitos yang beredar seputar payudara. Tak sedikit pula kaum Hawa yang menelan mentah-mentah informasi yang salahdari teman, saudara, atau bahkan dari Ibunda mereka sendiri. So, Ladies, jangan sampai terjebak lagi ya dari informasi yang salah. Yuk, simak mitos dan […]

    Jangan Terkecoh! Ini 5 Mitos & Fakta tentang Payudara

    Topik tentang payudara sering kali masih terasa ‘janggal’ atau ‘tabu’ di masyarakat kita. Akibatnya ada beragam mitos yang beredar seputar payudara. Tak sedikit pula kaum Hawa yang menelan mentah-mentah informasi yang salahdari teman, saudara, atau bahkan dari Ibunda mereka sendiri. So, Ladies, jangan sampai terjebak lagi ya dari informasi yang salah. Yuk, simak mitos dan kebenaran tentang payudara berikut:

    1. Payudara Besar, ASI-nya Banyak!

    Mitos. Tak ada hubungan antara ukuran payudara dengan jumlah produksi ASI. Wanita yang memiliki payudara kecil maupun besar, sama-sama bisa menghasilkan ASI yang banyak dan berlimpah loh.

    Namun, hal ini harus didukung dengan asupan nutrisi yang baik dan serta kondisi psikologis Ibu menyusui. Stres bisa berpengaruh loh terhadap kelancaran produksi ASI. Perlu diketahui bahwa ASI diproduksi karena adanya rangsangan dari hormon prolaktin dan oksitosin yang biasanya terjadi 2 atau 3 hari pascamelahirkan. Bisa dikatakan hormon prolaktin berperan penting dalam produksi ASI. Prolaktin inilah yang diistilahkan sebagai ‘pabrik ASI’. Nah, satu hal lagi yang perlu digarisbawahi ialah prolaktin tidak bisa bekerja sendiri, prolaktin harus didukung oleh hormon oksitoksin. Hormon oksitoksin tersebut memiliki istilah ‘love hormone’, kalau si Ibu yang menyusui merasa happy, tidak kelelahan, suami dan orang sekitar mendukung, tubuh fit, maka produksi ASI pun akan meningkat.

    2. Menyusui Bikin Payudara Kendur

    Mitos. Ada banyak faktor yang menyebabkan payudara tak kencang lagi, dan menyusui bukanlah satu-satunya penyebab utama. Lantas, apa saja faktor-faktor tersebut? Usia, genetik, kehamilan, kenaikan dan penuruan berat badan selama hamil, merokok, menopause,dll. Solusi terbaik untuk menjaga kekencangan payudara yakni dengan berolahraga.

    3. Tidur Tanpa Bra Bikin Payudara Makin Besar dan ‘Melorot’

    Mitos. Melepas bra ketika tidur tidak membuatnya membesar. Namun, bagaimana dengan urusan payudara ‘melorot’? Bisa jadi fakta loh! Hal ini harus jadi perhatian khusus untuk Ladies yang memiliki payudara besar. Bagi kamu yang berpayudara cup Cdan D harus membiasakan diri tidur tetap mengenakan bra supaya payudara tetap kencang. Berbeda dengan pemilik cup A dan B yang tidak perlu khawatir jika ingin tidur tanpa bra.

    Menurut salah satu pakar bedah kosmetik, tertidur delapan jam tanpa bra dapat menyebabkan proses penurunan payudara berlangsung selama itu pula. Kondisi ini disebut dengan istilah ilmiah, ‘breastptosis’, yakni berkaitan dengan gaya gravitasi, ukuran, dan waktu. Jadi, gaya gravitasi ke bawah meregangkan kulit di sekitar payudara. Lalu, seiring bertambah usia, sistem pendukung kolagen alami pada kulit turut melemah dan membuatnya sulit untuk kembali kencang.

    4. Olahraga Bisa Memperbesar Payudara

    Mitos. Satu-satunya cara untuk membesarkan payudara ialah dengan melakukan implan. So, buat para Ladiesyang getol berolahraga dengan tujuan agar payudara makin besar sebaiknya ‘jangan terlalu berharap’ ya.
    Pada dasarnya payudara terdiri dari jaringan, bukan otot. Memperkuat otot payudara tidak membuat ukuran payudara membesar.

    5. Tidur Tengkurap Berefek Buruk pada Bentuk Payudara

    Fakta. Menurut para ahli, posisi tidur terbaik yang tidak memengaruhi bentuk payudara yakni posisi tidur terlentang, sebab payudara di-support oleh dada. Namun jika tidur dengan posisi miring, otomatis akan membuat payudara cenderung mengendur sebab posisinya menggantung, bahkan menarik otot penopang payudara dengan rongga dada.

    Nah, bagi para wanita yang gemar tidur tengkurap, tentunya payudara akan mendapatkan tekanan dari seluruh rongga dada, otomatis bentuk payudara pun cenderung ikut terpengaruh. Oleh karena itu, usahakan untuk berganti posisi tidur ya Ladies.

    Jangan lupa selalu merawat kebersihan dan kesehatan payudara Anda. Salam sehat!

    Referensi:
    1. 9 myths about breasts that you should stop believing [Internet]. INSIDER. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: thisisinsider.com/myths-about-breasts-boobs-2017-11
    2. Media M. Ukuran Payudara dan Produksi ASI [Internet]. www.motherandbaby.co.id. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: motherandbaby.co.id/article/2015/7/38/4546/Ukuran-Payudara-dan-Produksi-ASI
    3. Sulaiman M. Payudara Kecil Berarti Produksi ASI Sedikit? Dokter: Itu Mitos [Internet]. detikHealth. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-3450760/payudara-kecil-berarti-produksi-asi-sedikit-dokter-itu-mitos
    4. Benarkah Menyusui Bikin Payudara Kendur? [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/2925643/benarkah-menyusui-bikin-payudara-kendur
    5. Media K. Tidur Tanpa Bra Tidak Buat Payudara Lebih Besar dan Kencang – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2015/01/06/161238020/Tidur.Tanpa.Bra.Tidak.Buat.Payudara.Lebih.Besar.dan.Kencang
    6. Sulaiman M. Jangan Percaya, 5 Mitos Soal Payudara Besar Ini Terbukti Hoax [Internet]. detikHealth. 2018 [cited 1 October 2018]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4130099/jangan-percaya-5-mitos-soal-payudara-besar-ini-terbukti-hoax/5/#news

    Read More

Showing 1–10 of 11 results

Chat Asisten ProSehat aja