Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan terjadi karena baru pertama kali mengalami momen yang seperti ini meskipun sebelumnya sudah disarankan agar tidak gugup atau bingung.

merawat bayi baru lahir, merawat newborn, merawat neonatus

 

Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

Lalu bagaimana caranya supaya para Ibu tidak gugup ketika menangani sang buah hati yang baru lahir. Yuk, Sobat Sehat yang sudah menjadi ibu atau sedang menantikan kelahiran sang anak, silakan simak beberapa poin di bawah ini ya!

Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Merawat Tali Pusar

Langkah pertama yang harus dilakukan saat merawat newborn adalah tali pusarnya. Biasanya tali pusar ini akan terlepas sendiri dalam kurun waktu 4 hari. Namun, pada beberapa kondisi lepasnya tali pusar bisa memakan waktu lebih lama, yaitu mencapai beberapa minggu. Tali pusar ini harus selalu diberikan perhatian khusus untuk selalu dijaga kebersihannya supaya bayi terhindar dari risiko infeksi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusar:

  • Pastikan tali pusar selalu dalam keadaan kering. Apabila basah terkena air, segera bersihkan dengan kasa steril yang diberikan alkohol 70%
  • Hindari dari paparan kotoran apapun

Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan ketika merawat bayi baru lahir, sebab tubuhnya masih sangat rentan mengalami penyakit saat terpapar kotoran. Untuk menjaga kebersihan si bayi, mandikan badannya dua kali sehari. Gunakanlah produk-produk yang aman, pastikan kamar bayi bersih, dan mendapatkan sirkulasi udara yang lancar. Apabila tali pusar pada bayi belum mongering, sebaiknya tidak perlu dimandikan terlebih dahulu tetapi cukup diseka menggunakan kain. Jika ingin menggunakan produk kosmetika pada bayi seperti baby lotion, baby powder, dan baby oil, gunakanlah produk-produk yang sudah teruji secara klinis, dan baik untuk kulit bayi. Apabila terdapat bercak-bercak merah pada kulit saat pemakaian, disarankan untuk menghentikannya.

Produk Terkait: Imunisasi Anak

Beri ASI Ekslusif

ASI merupakan makanan yang paling baik untuk diberikan pada bayi yang baru lahir. ASI mengandung colostrum dan zat lain yang baik untuk menjaga imunitas dan tumbuh kembang bayi. Umumnya bayi diberi susu sekitar 10 kali dalam sehari, tetapi akan lebih baik jika ibu memberikan ASI sesering mungkin sebelum bayi menangis. Menyusui bayi secara langsung juga dapat memberikan banyak manfaat. Selain membangun ikatan alami ibu dan anak, ASI ternyata mampu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, serta baik juga untuk kesehatan ibu.

Ganti Popok

Mengganti popok juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi. Karena selain untuk menjaga kebersihan tubuhnya, hal ini juga dapat memberikan belaian dan kasih sayang yang hangat untuk menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan bayi. Pada masa ini, bayi akan perlu diganti popoknya sekitar 10 kali sehari atau 70 kali seminggu. Apabila bayi buang air besar maupun buang air kecil dan popoknya sudah basah, gunakan bola kapas atau lap yang dibasahi air untuk membersihkan area genitalnya dengan lembut. Saat popoknya diganti, lakukanlah dengan hati-hati karena paparan udara dingin dapat membuatnya buang air kecil kembali atau bahkan menjadi lebih sering. Saat menyeka bagian bokong anak perempuan, usap pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jika timbul ruam popok, untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskanlah salep. Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok ya.

Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

Perhatikan Pakaiannya

Pilihlah pakaian dari bahan yang lembut, menyerap air, dan tidak kaku. Bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana, selimut, dan topi jika sedang merasa kedinginan. Selain itu, tidak dianjurkan pula untuk terus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba yang merupakan alat untuk belajar pada bayi. Selain itu, jangan gunakan gurita karena dapat menghambat otot-otot perut bayi yang digunakannya untuk bernapas.

Mengenal Isyarat Lapar

Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggenggam tangan, mengeluarkan suara seperti mengecap-ngecap. Karena itu, jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, dan jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menyusui selama 5-30 menit. Apabila di luar waktu tersebut, segera evaluasi. Jika ibu terpisah dari bayi, lakukanlah pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika Ibu sudah bersama bayi lagi agar bayi tetap dapat menyusui dengan ibu.

Bersihkan Mata, Telinga, dan Hidung

Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bersihkan mata, telinga, dan hidung. Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat mulai dari arah hidung keluar. Jika didapati ada tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah, segeralah bawa ke dokter. Untuk kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus. Cukup mengelapnya saat mandi.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menguning?

Kulit bayi kuning adalah permasalahan yang sering dihadapi para ibu ketika mendapati bayinya yang baru lahir dalam keadaan seperti itu. Kuning pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa diolah oleh hati bayi. Padahal saat masih dalam janin, bilirubin ini dikeluarkan melalui plasenta ibu. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kulit, telapak, dan mata bayi menjadi kekuningan. Untuk hal ini, Sobat tidak perlu panik, dan lakukan beberapa langkah seperti memberi banyak ASI, menjemur saat pagi hari, dan terus cukupi kebutuhan cairan pada bayi.

Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

Itulah beberapa poin yang bisa Sobat lakukan untuk merawat bayi baru lahir atau newborn. Semoga poin ini bermanfaat sehingga Sobat tidak perlu gugup dan bingung kala menangani si buah hati. Untuk lebih jelas dan dalam mengenai cara merawat newborn, Sobat bisa melihat video di bawah ini:, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bayi baru lahir dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. 10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Pasangan Muda | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/10-cara-merawat-bayi-baru-lahir-bagi-pasangan-muda-kln.html
  2. Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-merawat-bayi-baru-lahir/
  3. Irawan D. Tips Lengkap Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah (1) [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3329356/tips-lengkap-perawatan-bayi-baru-lahir-di-rumah-1
  4. Ulfah S. Jangan Panik, Ini Cara Ampuh Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir! [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/baby/0-6-months/sarrah-ulfah/cara-atasi-bayi-kuning/5

Chat Asisten ProSehat aja