Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kesehatan bayi”

  • Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]

    Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk si buah hati, ada baiknya kita jabarkan kembali mengenai imunisasi itu sendiri.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    jadwal vaksinasi bayi

    Apakah Imunisasi Itu?

    Imunisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Prosesnya dilakukan dengan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal terhadap penyakit yang menyerang tubuh. Imunisasi sangat diperlukan terutama bagi orang-orang yang tinggal di kawasan yang sanitasinya tidak bagus, dan berpotensi menimbulkan wabah-wabah yang mematikan, dan mudah menyerang siapa pun, baik itu oran dewasa, anak kecil, atau bayi.

    Mengapa Diperlukan Imunisasi?

    Imunisasi bayi adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi yang baru lahir atau baru berumur beberapa bulan. Lebih tepatnya berumur 0-9 bulan. Sebenarnya ketika baru lahir bayi sudah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif, dan didapatkan dari sang ibu ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Akan tetapi, rupanya kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Karena sifatnya yang hanya sebentar itulah, bayi kemudian akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itulah, imunisasi bayi sangat diperlukan.

    Imunisasi Seperti Apakah yang Perlu Diberikan?

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis  B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi ini mempunyai manfaat dapat memberikan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap virus hepatitis B. Hepatitis B sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi organ hati yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker hati dan sirosis hati. Karena itu, bagi Sobat yang sudah mempunyai bagi dianjurkan untuk melakukan imunisasi supaya si buah hati terhindar penyakit-penyakit kronis tersebut.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Imunisasi Polio

    Imunisasi kedua yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi polio atau imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Manfaat pemberian imunisasi ini salah satunya untuk kekebalan sistem tubuh terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Apalagi ternyata penyakit ini termasuk penyakit menular.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC, dan merupakan salah satu penyakit menular, dan biasanya menyerang salah satu organ pernapasan penting manusia, yaitu paru-paru. Karena merupakan penyakit yang mudah menular, bayi pun rentan terkena penyakit ini karena belum memiliki sistem imun yang kuat. Karena itulah, imunisasi BCG sangat diperlukan untuk memberikan kekebalah tubuh pada bayi.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPTadalah imunisasi yang juga perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah tiga penyakit yang berbahaya dan mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus yang disebabkan oleh bakteri, dan karenanya imunisasi ini tidak boleh terlewatkan.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi terakhir yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi campak yang berguna melindungi bayi dari serangan penyakit campak. Penyakit campak adalah penyakit yang akan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernapas, dan bintik-bintik merah pada bagian kulit. Tak hanya itu, campak ternyat dapat juga menyebabkan kematian.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Setiap vaksin yang diberikan kepada bayi tentu saja mempunyai efek samping. Efek-efek samping itu adalah sebagai berikut:

    Imunisasi Hepatitis B

    Untuk hepatitis B efek sampingnya adalah akan muncul reaksi seperti demam ringan dan bengkak pada bagian kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Polio

    Efek samping yang dihasilkan dari imunisasi polio adalah menimbulkan demam hingga 39 derajat Celcius, dan menyebabkan gatal-gatal, kulit kemerahan, sulit bernapas, sulit menelan, serta menimbulkan bengkak pada wajah.

    Imunisasi BCG

    Untuk imunisasi BCG adalah munculnya reaksi seperti demam ringan dan sakit di bagian tubuh bekas suntikan. Namun reaksi ini hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan akan sembuh sendiri.

    Imunisasi DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT adalah bayi akan mengalami demam yang terjadi sekitar satu hingga tiga hari sehingga membuat tidak nyaman, dan menyebabkan si bayi menangis. Efek samping lainnya adalah bengkak pada kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Campak

    Pada imunisasi campak efek samping yang akan dihasilkan adalah nyeri dan kemerahan pada tubuh yang disuntik, demam ringan, ruam, dan nyeri otot pada kulit bekas bagian suntikan.

    Seperti Apakah Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat?

    Setelah Sobat mengetahui manfaat, jenis imunisasi, dan efek samping pada bayi, kini Sobat juga harus mengetahui jadwal imunisasi bayi yang tepat. Di Indonesia, jadwal imunisasi untuk si buah hati ini bisa Sobat lihat pada jadwal yang sudah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang dapat dengan gratis diunduh dan dilihat secara lengkap.

    IDAI sendiri sebagai organisasi untuk kesehatan ibu dan anak mengeluarkan panduan jadwal imunisasi sebagai berikut:

    • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi hepatitis B
    • Bayi berusia 1 bulan: BCG dan Polio 1
    • Bayi berusia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
    • Bayi berusia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 9  bulan: Campak atau MR

    Kemenkes dan IDAI juga mengingatkan bahwa imunisasi dasar secara lengkap saja tidak cukup untuk bayi, dan karena itu bayi juga perlu diberikan imunisasi secara rutin dan lengkap, dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar ke imunisasi lanjutan. Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, hanya perlu imunisasi DPT-HB-Hib, dan campak/MR yang diberikan ketika mereka sudah mencapai 18 bulan. Imunisasi lanjutan ini akan berlanjut saat bayi sudah menjadi anak kelas 1 dan 2 SD.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Mengapa Harus Sesuai Jadwal?

    Menurut IDAI, untuk melindungi tubuh dari penuyakit, vaksin dari imunisasi bekerja dengan cara membentuk zat antibodi yang punya kadar tertentu hingga mencapai kadar protektif. Supaya kadar perlindungan yang maksimal tercapai, imunisasi diberikan dalam dua periode, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Ada jenis-jenis vaksin yang cukup diberikan hanya sekali, namun ada pua yang berulang supaya pertahanan tubuh maksimal. 

    Jadwal imunisasi yang sudah ditentukan bukanlah jadwal yang disusun secara asal dan acak, melainkan telah melewati berbagai penelitian klinis. Untuk Indonesia, jadwal yang ada dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organiasi profesi.

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Manfaat yang didapat dari pemberian jadwal yang rutin dan terstruktur tentu saja akan memberikan kekebalan pada tubuh bayi secara bertahap dari serangan penyakit-penyakit yang menular dan mematikan.

    Selain itu, jadwal imunisasi yang rutin juga akan membuat pertumbuhan bayi menjadi normal, tidak ada cacat sekalipun, yang tentu saja ini akan berpengaruh pada usia dewasa. Dengan demikian, hal ini akan memberikan jaminan keselamatan pada si buah hati, dan tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua mempunyai bayi yang tumbuh normal.

    Adakah Dampak Jika Tidak Sesuai Jadwal?

    Apabila Sobat terlambat memberikan vaksin kepada bayi atau tidak sesuai jadwal sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh. Meski begitu, dampak yang akan ditimbulkan tetap saja ada, yaitu antibodi bayi akan melemah dan rentan terhadap serangan penyakit. Apabila memang Sobat terlambat memberikan, Sobat tidak perlu mengulang pemberian vaksin dari awal, tetapi cukup memberikan vaksinasi lanjutan. 

    Di Mana Bisa Melakukan Imunisasi?

    Sobat bisa melakukan imunisasi untuk bayi di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam fasilitas-fasilitas yang disebut di atas. Apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin secara gratis, Sobat bisa melakukannya di posyandu. 

    Salah satu fasilitas kesehatan ini menyediakan semua jenis imunisasi utama sesuai anjuran dari Kemenkes dan IDAI. Namun apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin yang bukan sekadar vaksin utama saja, Sobat bisa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit. Tentu saja pemberian vaksin ini dipungut biaya.

    Berapa Biayanya?

    Biaya vaksinasi untuk bayi tentu saja beragam sesuai dengan jenis vaksinasi yang diberikan. Untuk hepatitis B dimulai dari harga Rp 90.000 hingga hingga Rp 120.000. Untuk Polio adalah Rp 85.000 hingga Rp 300.000, BCG Rp 250.000 hingga Rp 275.000, DTP Rp 135.000 hingga Rp 300.000, dan Campak Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Apa saja Kendala Jadwal Imunisasi Bayi Secara Tepat?

    Pemberian jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi tentu saja mempunyai beberapa kendala meskipun sudah disusun secara teratur oleh otoritas kesehatan terkait untuk memudahkan para orang tua. Kendala-kendala yang dialami biasanya berpusar pada masalah orang tua, anak sedang sakit, jarak fasilitas kesehatan yang jauh atau biaya yang tidak terjangkau. 

    Apalagi pada masa pandemic Corona, banyak sekali orang tua yang khawatir dan waswas apakah tetap harus ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksin pada anaknya sesuai dengan jadwal yang berlaku. Cara yang dilakukan supaya vaksinasi tetap aman adalah memisahkan ruang untuk anak yang sehat dan sakit untuk mencegah penularan virus. Selain itu, orang tua bisa membuat janji terlebih dahulu dengan pihak fasilitas kesehatan.

    Cara lainnya adalah melakukan imunisasi di  rumah dengan memanggil dokter melalui layanan imunisasi anak ke rumah yang disediakan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sobat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/jadwal-imunisasi-anak
    2.  Jenis Imunisasi untuk Bayi Baru Lahir [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/jenis-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir-1534680301428105127/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.generasimaju.co.id/hal-ini-perlu-bunda-pertimbangkan-saat-memilih-tempat-imunisasi
    4. Alizanovic V. Biaya Vaksinasi Tahun 2020 untuk Bayi Usia 0-3 Tahun [Internet]. Imaos. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.imaos.id/neraca/biaya-vaksinasi-bayi-2020/
    5. Yang Perlu Orang Tua Pahami Soal Jadwal Imunisasi Bayi Saat Pandemi Virus Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/yang-perlu-orang-tua-pahami-soal-jadwal-imunisasi-bayi-saat-pandemi-virus-corona-1t5madFNVMc/full
    Read More
  • Vaksinasi Campak Sekarang – Hal tersebut mungkin terdengar lucu, tetapi campak menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi yang cukup serius, terutama pada anak-anak.. Komplikasi campak dapat menyebabkan radang pada paru (pneumonia), radang pada otak (encephalitis),dsb. Campak  menjadi sangat berbahaya jika menyerang anakdengan gizi buruk atau menderita penyakit lainnya. Penularan campak terjadi  melalui udara dan percikan […]

    Lakukan Vaksinasi Campak Sekarang, Agar Si Kecil Tak Dicampakkan

    Vaksinasi Campak Sekarang – Hal tersebut mungkin terdengar lucu, tetapi campak menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi yang cukup serius, terutama pada anak-anak.. Komplikasi campak dapat menyebabkan radang pada paru (pneumonia), radang pada otak (encephalitis),dsb. Campak  menjadi sangat berbahaya jika menyerang anakdengan gizi buruk atau menderita penyakit lainnya.

    Penularan campak terjadi  melalui udara dan percikan cairan penderita ketika batuk atau bersin. Orang yang tertular akan merasakan gejala antara lain:

    • Penderita akan  merasakan demam, tubuh terasa lemas, mata merah, batuk, dan hidung beringus
    • 2-4 hari kemudian akan muncul bintik putih kecil pada mulut bagian dalam yang terasa sedikit gatal. Ruam tersebut dapat berbentuk merah mendatar dan menonjol.
    • Ruam tersebut awalnya berada di sekitar wajah, bawah telinga dan leher sebelah samping. Namun, ruam akan menyebar ke batang tubuh, lengan serta tungkai 1- 2 hari kemudian.
    • Puncaknya, ruam  meluas dan suhu tubuh dapat mencapai 400Celcius. 35 hari kemudian suhu tubuh akan menurun, ruam yang tersisa menghilang secara perlahan dan penderita mulai baik.

    Lalu,  bagaimanakah cara mengatasi penyakit campak? Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia secara alami dapat melawan infeksi-infeksi virus. Namun, pada kondisi yang cukup berat,campak menjadi suatu penyakit yang berbahaya. Beberapa hal dapat dilakukan saat si Kecil terkena campak:

    • Memperbanyak istirahat agar tenaga kembali pulih

    Si Kecil juga butuh istirahat yang cukup saat sakit. Aktivitas fisik yang sering dilakukan di luar seperti bermain, berlarian, hendaknya dihindari dulu. Anda dapat menemaninya dengan membiarkan si Kecil tidur agar kekebalan tubuhnya dapat pulih kembali.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    • Menjaga Kebersihan Tubuh

    Mitos mengatakan bahwa penderita campak tidak boleh mandi. Hal ini tentu salah karena  mandi merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan si Kecil ketika sakit. Bila Anda ingin memandikan si kecil, Gunakanlah air hangat bukan air panas untuk mengurangi rasa gatal dan membuat si Kecil menjadi bertambah nyaman.

    • Mengkonsumsi banyak air untuk mencegah dari dehidrasi

    Demam yang tinggi membuat tubuh kekurangan cairan. Konsumsi banyak air  yang cukup dapat menjaga dan mengganti cairan yang hilang . Pada campak si Kecil sering mengalami mual muntah yang menyebabkannya menjadi kekurangan cairan. Berilah asupan cairan cukup agar si kecil terhindar dari dehidrasi.

    • Mengkonsumsi Makanan yang tepat

    Kita pasti akan khawatir terhadap asupan makanan si Kecil saat ia sakit. Anak akan cenderung sulit makan karena kerongkongannya yang terasa tidak nyaman. Anda bisa memberikan makanan sehat berupa  sayuran dan buah yang mengandung banyak vitamin. Selain itu, si Kecil dapat diberikan makanan berkuah atau bubur. Hindari makanan yang digoreng dan dingin hingga campak berakhir.

    • Batasi Kontak Langsung

    Campak merupakan penyakit yang menular melalui udara, sehingga batasi interaksi si Kecil dari lingkungan sekitar agar tidak menularkan dari satu ke lainnya. Siapkan juga peralatan makan khusus untuknya untuk menghindari penularan lewat kontak secara tidak langsung.

    Baca Juga:

    10 Test Kesehatan Pranikah

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Gejala Kanker Serviks

    Alangkah baiknya jika si kecil mendapatkan vaksinasi campak sebelum terlambat. Di Indonesia, anak-anak wajib melakukan vaksinasi campak saat berusia 9 bulan sampai usia kurang dari 15 tahun. Vaksinasi MR merupakan  pengganti vaksinasi campak kombinasi antara vaksin campak (Measles) dan Rubella. Vaksin ini  menjadi vaksinasi rutin yang diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.

    Anda tidak perlu khawatir karena vaksinasi MR tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Reaksi  ringan seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan serta rasa nyeri dapat terjadi disekitar tempat suntikan. Reaksi ini akan menghilang dalam waktu 2-3 hari Selain itu, Vaksinasi MR tidak terbukti dapat menyebabkan autisme. Jadi, vaksinasi  MR sangat aman untuk si Kecil.

    Segera lindungi buah hati Anda dari bahaya penyakit campak dengan melakukan vaksinasi campak yang bisa Anda dapatkan di ProSehat. Di ProSehat Anda dapat bertanya seputar vaksinasi baik campak maupun vaksinasi lainnya melalui Maya Asisten Kesehatan di ProSehat Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com

    Sumber:

    IDAI.“Campak: Masalah Kesehatan Anak-World Immunization Weeks 2013”. Diakses pada 6 Maret 2018

    IDAI. “Pertanyaan Seputar Imunisasi MR”. Diakses pada 6 Maret 2018

    Tanyadok. Lestari, Cindy. “Campak”. Diakses pada 6 Maret 2018

    Tanyadok. Suci,Hygiena Kumala. “Dari A-Z Tentang Sakit Campak”. Diakses pada 6 Maret 2018

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja