Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

HIV & HPV, Apakah Berkaitan?

Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPVialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (veruka vulgaris), kutil kelamin (condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasuskanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalantubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasi pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi,sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah.Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami. Jika Anda masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
  2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
  3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
  4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
  5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.