Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Perlu Makan Apa supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

“Jangan banyak makan yang asin-asin, nanti darah tinggi loh!”, mungkin Moms sering mendengar kalimat serupa terlontar dari orang-orang sekitar. Darah tinggi atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hipertensi memang patut diwaspadai. Tak sedikit bahaya komplikasi yang terjadi akibat hipertensi. Lalu bagaimana mencegah hal ini terjadi? Sebelum bicara tetang pencegahan, ada baiknya kita pahami seluk-beluk hipertensi terlebih dulu.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan tekanan darah terhadap dinding pembuluh darah arteri. Tekanan darah dapat meningkat dan menurun dalam keseharian kita, tapi jika tekanan darah tetap tinggi, itulah yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke penyakit jantung, ginjal, stroke, dan masalah lainnya. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala dan dapat luput dari perhatian sehingga tidak diobati selama bertahun–tahun.

Jika tekanan darah Moms berada pada tingkat 140/90 atau lebih tinggi lagi, maka disebut tekanan darah tinggi. Sekitar 2 per 3 orang dengan usia lebih 65 tahun memiliki tekanan darah tinggi. Jika tekanan darah antara 120/80 dan 139/89, maka disebut prehipertensi yang berarti Moms sekarang belum memiliki tekanan darah tinggi, tapi sangat mungkin kemudian hari berkembang menjadi tekanan darah tinggi, kecuali jika Moms mencegahnya sejak dini.

Banyak faktor risiko yang memicu tekanan darah tinggi dan tidak dapat dikendalikan, seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan ras. Namun, ada juga faktor risiko yang dapat Anda kendalikan seperti olahraga dan diet. Kelebihan berat badan juga merupakan salah satu faktor risiko, sehingga menurunkan berat badan juga dapat membantu.

Moms dapat menurunkan tekanan darah dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, dan lebih mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan susu rendah lemak. Konsumsi juga makanan–makanan yang mengandung kalium, kalsium dan magnesium, serta protein dan serat. Kurangi asupan makanan yang mengandung garam tinggi. Moms dapat mengurangi konsumsi garam dengan cara mengukur kadar garam per hari kurang dari satu sendok, baca kandungan garam pada label makanan yang hendak Moms makan, hindari makanan kaleng, dan fast food. Hindari alkohol, karena alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Berikut beberapa makanan yang bisa dicoba untuk membantu menurunkan tekanan darah:

  1. SAYURAN HIJAU

Kandungan kalium dapat membantu ginjal menyingkirkan banyak sodium melalui urin dan akhirnya menurunkan tekanan darah. Sayur–sayuran hijau yang mengandung tinggi kalium adalah kubis, lobak hijau, sawi, bayam, dan selada. Sayuran kaleng sering mengandung sodium, sehingga Moms dianjurkan mengonsumsi sayuran segar.

  1. BUAH- BUAHAN BERRY

Buah berry, terutama blueberry mengandung senyawa alami yang disebut flavonoid. Menurut suatu penelitian, flavonoid dapat mencegah hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

  1. UBI MERAH

Ubi merah mengandung nitrat oksida yang dapat membantu membuka pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah. Moms bisa menambahkan menu ini dalam menu utama, dan merupakan sumber karbohidrat yang baik

  1. SUSU RENDAH LEMAK DAN YOGURT

Susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik, kalsium merupakan kandungan yang penting untuk menurunkan tekanan darah. Moms bisa memilih yoghurt jika tidak menyukai susu. Menurut suatu penelitian, mengonsumsi 5 porsi yoghurt dalam seminggu dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi sebanyak 20%. Menu ini juga dapat digabungkan dengan buah–buahan, granola dan oatmeal lainnya sehingga menambah kesehatan jantung. Saat Moms membeli yoghurt, pastikan untuk memeriksa kadar gula. Semakin rendah gula per porsi, semakin baik.

  1. OATMEAL

Makanan ini mengandung serat tinggi, rendah lemak, dan rendah sodium sehingga baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Moms bisa menggunakan menu ini sebagai menu makanan pagi, yang tentunya dapat digabungkan dengan bahan lainnya seperti susu, buah–buahan dan lainnya.

  1. PISANG

Pisang mengandung kalium yang baik. Makanan ini pun dapat digunakan sebagai menu utama, maupun sebagai camilan, sehingga mudah dikonsumsi di manapun.

  1. IKAN DENGAN OMEGA 3 TINGGI

Ikan merupakan sumber protein tanpa lemak yang baik untuk tubuh. Ikan berlemak seperti salmon dan sarden mengandung lemak omega 3 sangat tinggi, yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan trigliserida. Salmon juga mengandung vitamin D, yang juga baik untuk menurunkan tekanan darah.

  1. BIJI – BIJIAN

Biji – bijian seperti biji bunga matahari, labu merupakan jenis makanan yang mengandung kalium, magnesium dan lainnya yang berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

  1. BAWANG PUTIH & REMPAH – REMPAH

Bawang putih dapat membantu mengurangi hipertensi dengan meningkatkan jumlah nitrat oksida dalam tubuh. Menambahkan rempah–rempah beraroma dalam makanan dapat membantu mengurangi asupan garam. Contoh rempah–rempah yang baik untuk digunakan yaitu kayu manis, basil.

  1. COKELAT HITAM

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam sebanyak 100 gram per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Cokelat hitam mengandung 60% padatan kakao dan mengandung gula yang lebih rendah dibandingkan cokelat biasa.

  1. MINYAK ZAITUN

Minyak zaitun adalah contoh makanan yang mengandung lemak yang sehat untuk tubuh. Minyak ini mengandung polifenol, yaitu senyawa yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  1. BUAH DELIMA

Buah delima adalah buah yang baik untuk tubuh dan bisa dikonsumsi langsung atau dibuat jus. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi buah delima sekali sehari selama 4 minggu dapat menurunkan tekanan darah.

Apa itu diet DASH?

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah menu diet yang mengandung banyak buah–buahan, sayuran biji–bijian, ikan, unggas, kacang–kacangan, dan susu rendah lemak. Jenis makanan ini merupakan makanan yang mengandung kalium, magnesium, kalsium, serat dan protein.

Diet DASH dapat menurunkan tekanan darah karena memiliki lebih sedikit kandungan garam dan gula dibandingkan diet lainnya, dan diet ini mengurangi asupan terhadap minuman manis, lemak, daging merah, dan daging olahan.

Jika Moms ingin mengikuti diet DASH, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar dapat menghitung banyak kalori yang dibutuhkan per hari dan merencanakan makanan sesuai yang Moms sukai sehingga dapat dicapai berat badan yang ideal.

Nah, Moms, itulah makanan–makanan yang dapat Moms konsumsi agar tekanan darah menjadi normal. Diet makanan yang sehat dan olahraga teratur sangat direkomendasikan untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Namun, jika tekanan darah Moms tetap tinggi, itu berarti Moms perlu mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Banyak obat yang dapat menurunkan tekanan darah, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan terkait darah tinggi, aneka produk dan suplemen kesehatan, atau bahkan alat cek tekanan darah, bisa diperoleh dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. 13 Foods That Are Good for High Bood Pressure – healthline.com/health/foods-good-for-high-blood-pressure#takeaway, diakses pada tanggal 20-9-2018.
  2. Your Guide to Lowering Blood Pressure – nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/hbp_low.pdf, diunduh pada tanggal 20-9-2018.
  3. Your Guide to Lowering your Blood Pressure With DASH – nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/dash_brief.pdf, diunduh pada tanggal 20-9-2018.
  4. High Blood Pressure Diet – webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/high-blood-pressure-diet#1, diakses pada tanggal 20-9-2018.
  5. 10 Ways to control high blood pressure without medication – mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974, diakses pada tanggal 20-9-2018.

Chat Asisten ProSehat aja