Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Deteksi Kanker Paru Dengan Nafasmu

Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar akibat keganasan pada kaum adam. Keterlambatan diagnosis merupakan salah satu penyebab buruknya prognosis dari keganasan tersebut.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Peter Mazzone dan kawan – kawan, menggunakan suatu alat sensor kolorimetri generasi pertama perusahaan Metabolomxm berusaha mendeteksi keganasan pada paru dengan memanfaatkan nafas pasien yang bersangkutan. Dan hasil penelitian cukup menjanjikan dimana angka keakuratannya mencapai 80%.

Sensor tersebut bekerja dengan prinsip mendeteksi zat atau kandungan unik (metabolic biosignature) yang dikeluarkan saat bernafas (menghembuskan nafas) dan berfungsi sebagai penanda (marker) kanker. Zat unik tersebut merupakan hasil metabolic dari sel – sel tumor yang aktif dan diharapkan melengkapi alat diagnostic seperti CT Scan paru dan membantu para klinisi dalam penatalaksanaan pasien. Dalam penelitian lebih lanjut, alat tersebut dapat mengidentifikasi subtype dari keganasan itu sendiri.

 

James R, Jett dari bagian Kedokteran Pulmo dan Kedokteran Onkologi, National Jewish and Editor in Chief of the Journal of Thoracic Oncology menyatakan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai biosignature nafas tersebut serta menegaskan perlunya modalitas deteksi dini keganasan pada paru dengan cara yang non-invasif dan tes nafas metabolomik ini sangat menjanjikan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Paul Rhodes, PhD, Pendiri dan CEO Metabolomx. Beliau menambahkan bahwa penanda kanker pada nafas ini mempunyai prospek menjanjikan sebagai alat untuk deteksi dini keganasan paru secara non invasive, murah, cepat dan akurat. Dan pada akhirnya menurunkan biaya pada sistem pelayanan kesehatan.

Metabolomx akan segera memulai penelitian lanjutan dengan menggunakan alat sensor generasi baru yang akan berlangsung di Cleveland Clinic. Perusahaan Metabolomx mengharapkan generasi baru tersebut akan lebih sensitif dalam mendeteksi kandungan kimiawi yang terkandung dalam nafas penderita keganasan./ PC

Sumber: Medical News Today

Chat Asisten ProSehat aja