Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bopeng, Kulit Tidak Mulus, Atau Hipertropi Kulit Karena Jerawat? Bagaimana Mengatasinya?

Bagaimana cara menghilangkannya??

1. Chemical peeling

Merupakan proses pemberian zat kimia pada kulit untuk menghancurkan bagian luar lapisan kulit dan meningkatkan proses perbaikan jaringan kulit. Zat yang digunakan berasal dari golongan asam hidroksik yaitu asam glikolik, asam salisil, atau asam trikloroasetat. Asam ini diaplikasikan pada kulit dengan kain kasa, sikat khusus, kemudian dibiarkan beberapa menit tergantung dari jenis zat yang digunakan. Air atau alkohol kemudian digunakan untuk menetralisir asam. Setelah selesai, zat pada kulit kemudian dibersihkan dan kulit mungkin akan terasa sedikit panas. Hati-hati penggunaan teknik ini karena dapat menimbulkan kemerahan, perubahan warna pada kulit, dan alergi. Dengan menggunakan teknik ini, tipe parut icepick dan rolling membutuhkan tindakan peeling yang bertahap disertai dengan perawatan di rumah dengan pemberian retinoid topikal dan asam alfa hidroksi.

2. Dermabrasi/mikrodermabrasi

Merupakan teknik facial yang secara mekanik mengikis kulit yang rusak dengan tujuan untuk memperbaiki reepiteliasisasi (pergantian sel-sel kulit yang baru). Perbedaan antara dermabrasi dan mikrodermabrasi adalah dermabrasi secara lengkap melepaskan lapisan epidermis (lapisan terluar kulit) dan sampai ke lapisan atas dari dermis (lapisan kedua kulit) kemudian terjadi induksi perubahan protein struktural kulit sehingga akan muncul lapisan kulit baru yang lebih baik. Sementara mikrodermabrasi hanya melepaskan bagian terluar dari epidermis, dan mempercepat proses alami pengelupasan. Berbeda dengan mikrodermabrasi, pasien yang akan melakukan dermabrasi memerlukan pembiusan terlebih dahulu, biasanya menggunakan spray yang mengandung zat anestesi. Metode dermabrasi menggunakan alat yang disebut dermabrator dengan roda intan yang seolah-olah berfungsi seperti “amplas” untuk mengurangi kedalaman bekas jerawat. Sementara mikrodermabrasi menggunakan pipa vakum yang mengandung kristal aluminium oksida yang lebih halus untuk kemudian dilepaskan pada kulit yang kemudian berfungsi mengangkat sel-sel kulit yang mati. Nyeri yang ditimbulkan mikrodermabrasi lebih ringan ketimbang dermabrasi. Tapi yang harus diperhatikan adalah efek samping yang dapat muncul dari kedua metode ini yaitu dapat menimbulkan kemerahan, sensitif terhadap cahaya matahari, gangguan pigmentasi.

3. Laser

Teknik laser terutama diperuntukkan untuk pasien dengan tipe parut boxcar dan rolling. Ada berbagai macam tipe laser yaitu laser nonablatif dan ablatif. Laser ablatif (paling sering digunakan laser karbon dioksida, Erbium YAG ) melepaskan jaringan parut yang rusak melalui proses perlunakan dan penguapan, kemudian jaringan pada permukaan kulit akan terlepas sementara ikatan kolagen pada bagian dasar semakin kuat. Laser nonablatif (palling sering digunakan NdYag dan diode), tidak menyebabkan jaringan pada permukan terlepas tapi menstimulasi bentuk kolagen yang baru dan memperkuat ikatan kolagen pada kulit sehingga memperkecil parut bekas jerawat. Penggunaan laser non ablasi memang lebih popular karena efek samping seperti infeksi, hiperpigmentasi (kulit lebih gelap), kemerahan yang menetap lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan laser ablatif. Disamping itu, waktu penyembuhan setelah pemberian laser ablatif lebih lama dibandingkan dengan laser non ablasi yaitu membutuhkan waktu 6-8 minggu tapi pengobatan dengan laser non ablasi harus berkali-kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Punch techniques

Pada dasarnya, teknik ini terdiri dari 3 bagian yaitu eksisi jaringan parut, graft kulit pada bekas jerawat, dan elevasi. Graft kulit umumnya diambil dari kulit pasien sendiri yaitu belakang telinga. Elevasi dilakukan dengan sebelumnya bagian tengah parut (umumnya tipe boxcar) dilepas dari bagian dasar kemudian dibiarkan meninggi sampai mencapai tinggi kulit sekitar.

 

5. Tissue Augmenting Agents

 Teknik ini menggunakan lemak untuk ditransplantasikan pada bekas jerawat. Lemak digunakan karena mudah didapatkan dan memiliki efek samping yang rendah. Teknik ini terdiri dari 2 fase yaitu pengambilan dan penempatan jaringan lemak dengan diinjeksi pada bagian-bagian kulit dimana lemak tersebut dapat dengan mudah mendapatkan suplai aliran darah. Selain lemak, dapat pula digunakan bahan  kolagen dan silikon tapi secara keseluruhan hampir semuanya tidak permanen.

Chat Asisten ProSehat aja