Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bolehkah Penderita Riwayat Penyakit/Komorbid Divaksin Covid-19 ?

Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

divaksin covid-19 saat berpuasa

Sahabat Sehat, akhir-akhir ini program vaksinasi Covid-19 semakin ditingkatkan di seluruh Indonesia. Namun masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, apakah seseorang yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) diperbolehkan menerima vaksin Covid-19 ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

Rekomendasi PAPDI

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan informasi perihal vaksinasi Covid-19 bagi peserta vaksin yang memiliki riwayat penyakit penyerta, sebagai berikut :

  • Penyakit Autoimun

Penderita penyakit autoimun layak mendapatkan vaksin Covid-19 jika sudah dinyatakan stabil, sesuai rekomendasi dokter yang menangani.

  • Riwayat Alergi

Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat alergi makanan maupun obat, serta penderita rhinitis alergi, maka dapat diberikan vaksin Covid-19. Sementara bagi individu yang memiliki riwayat reaksi anafilaktik dan urtikaria, perlu berhati-hati ketika diberikan vaksin Covid-19. Lakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani.

  • Penyakit Paru

Bagi Sahabat Sehat yang menderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan Interstitial Lung Disease (ILD) yang terkontrol dapat diberikan vaksin Covid-19.

Baca Juga : Rentan Tertular Virus Covid-19

  • Penyakit Hati

Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit hati, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebab efektivitas vaksin Covid-19 dapat menurun seiring dengan progresivitas penyakit. 

Sementara pada individu yang sudah menjalani transplantasi hati, dapat diberikan vaksin Covid-19 minimal 3 bulan pasca transplantasi dan telah menggunakan obat penekan sistem imun (imunosupresan) dosis minimal.

  • Hipertensi

Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat hipertensi, dapat diberikan vaksin Covid-19 selama tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg 

  • Penyakit Ginjal Kronis

Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis yang saat ini dalam kondisi stabil, dapat diberikan vaksin Covid-19. Lakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter yang menangani.

  • Transplantasi Ginjal

Pada individu yang baru menerima transplantasi ginjal dan mendapatkan obat penekan sistem imun serta kini dalam kondisi stabil, dapat diberikan vaksin Covid-19. Sahabat Sehat perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani

Baca Juga : Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

  • Penyakit Jantung

Bagi Sahabat Sehat yang menderita gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan aritmia yang dalam kondisi stabil maka dapat diberikan vaksin Covid-19.

  • Penyakit Saluran Cerna

Bagi penderita penyakit saluran cerna selain Inflammatory Bowel Disease (IBD) akut, dapat diberikan vaksin Covid-19. Bagi penderita IBD yang akut, ditandai dengan BAB berdarah, berat badan turun, demam, nafsu makan menurun sebaiknya vaksinasi ditunda dan konsultasikan kembali ke dokter yang menangani.

  • Diabetes melitus

Bagi Sahabat Sehat yang menderita diabetes melitus, dapat menerima vaksin Covid-19 kecuali dalam kondisi metabolik akut.

  • Obesitas

Bagi penderita obesitas tanpa riwayat penyakit (komorbid) yang berat, dapat diberikan vaksin Covid-19.

  • Penyakit Tiroid

Bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat penyakit hipertiroid maupun nodul tiroid, dan kini kondisi sudah stabil maka dapat diberikan vaksin Covid-19.

  • Kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti thalasemia, imunohematologi, hemofilia, gangguan koagulasi dan kondisi lainnya.

Lakukan konsultasi dengan dokter yang merawat sebelum diberikan vaksin Covid-19.

  • Gangguan Psikosomatis

Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan cemas maupun depresi berat, dianjurkan diperbaiki kondisi klinisnya sebelum menerima vaksinasi. 

  • HIV dan Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Bagi penderita HIV, vaksin Covid-19 dapat diberikan jika kadar CD4 mencapai diatas 200 sel/mm3.

Baca juga : Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

Apabila Sahabat Sehat ragu, konsultasikan kembali dengan dokter yang merawat. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi :

  1. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021) [Indonesia]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 March 18]. Available from : https://www.papdi.or.id/berita/info-papdi/1024-rekomendasi-papdi-tentang-pemberian-vaksinasi-covid-19-pada-pasien-dengan-penyakit-penyerta-komorbid-revisi-18-maret-2021
  2. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Tentang Vaksin Covid-19 [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 Mar 01; cited 2021 July 05]. Available from :https://www.papdi.or.id/download/1026-fqa-pertanyaan-yang-sering-ditanyakan-tentang-vaksin-covid-19-update-24-maret-2021 

Chat Asisten ProSehat aja