Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Berbahayakah Disinfektan Disemprotkan ke Tubuh

Sobat, karena angka kejadian kasus COVID-19 semakin lama semakin meningkat, banyak sekali usahayang dilakukan masyarakat untuk membantu mematikan virus corona ini, mulai dari menggunakan masker, penggunaan hand sanitizer, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan sarung tangan, menggunakan Alat pelindung Diri (APD) saat keluar rumah, berjemur dibawah sinar matahari yang dipercaya mampu membunuh virus corona, menyemprotkan desinfektan ke rumah-rumah warga dan jalanan, dan yang terakhir adalah menyemprotkan disinfektan ke tubuh dan pakaian menggunakan bilik disinfektan maupun menyemprotkan secara langsung menggunakan alat semprot atau spray.

Terlalu banyak mitos-mitos yang beredar sebagai upaya dalam menghadapi virus corona, tanpa didukung dari sumber yang jelas. Lalu, apakah benar menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh dan pakaian seseorang (termasuk melalui bilik disinfektan) merupakan cara yang ampuh untuk membunuh virus corona? Serta, apakah sebenarnya cukup aman apabila kulit tubuh terpapar bahan disinfektan secara langsung ?

Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia atau dikenal dengan WHO (World Health Organization), mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan secara langsung ke pakaian maupun tubuh manusia secara langsung sangat tidak dianjurkan. Karena, bahan-bahan disinfektan merupakan bahan kimia dengan konsentrasi yang cukup tinggi, sehingga apabila terkena bagian tubuh (terutama selaput lendir seperti mata, dan mulut), apalagi sampai terhirup sangatlah membahayakan kesehatan seseorang. Penyemprotan disinfektan yang saat ini digunakan pada bilik disinfektan di perkantoran maupun di pemukiman warga biasanya menggunakan alkohol dan juga klorin.

Alkohol dan klorin biasanya digunakan sebagain disinfektan permukaan untuk meja, gagang pintu maupun benda lainnya yang sering dipegang. Namun, apabila terkena bagian tubuh dan juga pakaian tentunya sangat berbahaya dan berpotensi menganggu sistem kesehatan tubuh seseorang. Apalagi, bila digunakan dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama atau berkali-kali. Bayangkan, apabila seseorang masuk ke kantor setiap hari, setiap ia akan memasuki kantor harus disemprot disinfektan, misalnya saat masuk kerja dan kembali setelah jam makan siang. Berarti, minimal ia disemprot sebanyak 2 kali dalam sehari dan diulang terus setiap harinya. Bisakah Sobat bayangkan, kira-kira apa yang akan terjadi kemudian?

Penggunaan gas klorin dan klorin dioksida akan mengakibatkan iritasi yang cukup parah terutama pada saluran napas, yang akan menimbulkan gejala pernapasan kemudian hari seperti batuk, pedih pada hidung, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, rasa kering pada tenggorokan sampai timbul sesak napas. Apabila alkohol serta klorin terkena kulit maka akan menimbulkan gejala alergi dan iritasi pada kulit seperti timbul iritasi, kemerahan, gatal, rasa panas dan terbakar pada kulit.

Lalu, apakah bilik disinfektan yang digunakan untuk menyemprotkan disinfektan ke tubuh seseorang terbukti efektif untuk membunuh virus corona? jawabannya, Tidak. Salah satu negara yang menjadi pelopor membuat bilik disinfektan adalah China, namun para ahli justru berpendapat bahwa menyemprotkan klorin dan alkohol melalui kubik disinfektan dinilai tidak efektif karena lebih banyak efek samping yang ditimbulkan dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkan.

Menurut beberapa ahli, penyemprotan disinfektan lebih berguna apabila kita menyemprotkan ke permukaan benda yang sering kita pegang dan gunakan seperti gagang pintu, telepon genggam, meja, komputer, jendela, lantai dan berbagai benda lainnya. Cara lainnya yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker apabila timbul gejala batuk, hindari interaksi sosial, jaga jarak dengan orang lain, menerapkan etika batuk dan bersin apabila sedang berada di tempat umum, hindari sering menyentuh wajah dengan tangan, apabila setelah berpergian dari luar rumah segera mandi dan menaruh baju kotor langsung pada tempatnya untuk segera dicuci dan yang paling penting adalah menjaga imunitas tubuh (dengan cara tidur cukup minimal 6-8 jam serta olahraga yang teratur minimal 30 menit setiap harinya). Usaha-usaha ini dinilai lebih efektif dibandingkan menyemprotkan disinfektan secara langsung ke tubuh.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan terkait informasi corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Myth busters [Internet]. Who.int. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
  2. spraying alcohol – COVID-19 | Ministry of Health [Internet]. Health.go.ug. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.health.go.ug/covid/spraying-alcohol/
  3. Pramudiarja A. WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan, Bahaya Jika Kena Selaput Lendir [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4957730/who-tak-sarankan-semprot-disinfektan-bahaya-jika-kena-selaput-lendir
  4. Use of disinfectants: alcohol and bleach [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2014 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK214356/
  5. Insider B. Chinese cities are rolling out disinfectant tunnels and spray trucks to ward off the coronavirus — but experts don’t think it will work [Internet]. Business Insider Singapore. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.businessinsider.sg/coronavirus-china-wuhan-spray-disinfectant-tunnel-bleach-2020-2?r=US&IR=T

Chat Asisten ProSehat aja