Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Kenali Dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah!

Tujuan asuransi kesehatan adalah untuk melindungi keuangan dari potensi biaya medis yang sangat mahal dan menjadi solusi semua orang, tentunya perlindungan kesehatan dalam asuransi perlu rencana yang matang dalam mengatur keuangan dan sistem asuransi kesehatan yang pas.

Asuransi kesehatan syariah menjadi solusi dan target utama dalam memilih perlindungan kesehatan nomor satu bagi umat islam yang taat pada syariat islam, selain iuran premi yang minim ada beberapa banyak manfaat dan sistem syariah yang sesuai dengan syariat islam yang harus anda kenali terlebih dulu.

 

asuransi kesehatan syariah

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

Lalu, apa bedanya dengan asuransi kesehatan konvensional dengan asuransi kesehatan syariah? Hampir sama tetapi perbedaannya adalah prinsip dan pengelolaan dana yang diterapkan dalam asuransi kesehatan syariah ini sesuai dengan syariat islam yang tidak mengandung riba, gharar (ketidakpastian) dan qimar (perjudian).

Dewan Syariah Nasional menyebutkan, bahwa asuransi kesehatan syariah adalah sebuah usaha yang bertujuan untuk saling menolong antara sesama, dengan investasi dan menerapkan sistem aset hibah (tabbaru’), pengembalian risiko tertentu atau sesuai akadnya (ikatan).

Beberapa penjelasan mengenai prinsip dan pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah adalah

1. Takaful & Tabarru’

Prinsip takaful ini adalah nasabah asuransi akan berkooperasi dengan nasabah yang lain untuk berbagi risiko. Sedangkan pihak asuransi hanya sebagai admin dan pengelolaan dana saja. Misalnya, jika anda dapat membayar iuran premi sebesar Rp 5.000.000/bulan, maka dalam waktu yang tertentu anda bisa mengklaim dana sebesar Rp 100.000.000 dan sisanya Rp 95.000.000 itu adalah hak nasabah-nasabah syariah yang lainnya atau istilahnya tabarru’ (hibah). Perbedaannya dengan asuransi konvensional, Rp 95.000.000 adalah milik perusahaan asuransi, karena sistem yang diterapkan adalah transfer of risk perusahaan asuransi.

2. Dana dikembalikan

Setelah membeli asuransi kesehatan syariah, akan tetapi nasabah tersebut tidak pernah mengklaim, hingga masa pertanggungan berakhir. Karena nasabah tidak pernah mengalami sakit atau kecelakaan. Prinsip kedua dalam asuransi kesehatan syariah ini adalah dana akan dikembalikan kepada nasabah, namun pihak dari asuransi kesehatan syariah ini juga mempunyai kebijakan dan ketentuan sendiri dalam pengembalian dana tersebut. Biasanya, pengembalian premi yang tidak pernah anda klaim akan dikembalikan dalam bentuk potongan harga ketika perpanjangan polis.

3. Amal ibadah

Prinsip yang ketiga adalah amal ibadah karena asuransi kesehatan syariah menerapkan prosedur saling tolong-menolong, premi yang setiap bulan dibayarkan akan menjadi ladang amal bagi setiap nasabah dan insyaAllah menghindarkan anda dari klaim pengobatan karena senantiasa diberikan kesehatan. Lalu apa yang dimaksudkan saling tolong-menolong antara nasabah yang lainnya? Premi yang dibayarkan oleh anda setiap bulan juga untuk memproteksi kesehatan nasabah dan finansial nasabah lainnya, bukan hanya untuk diri sendiri.

Hukum yang diterapkan pihak asuransi kesehatan syariah ini apakah halal? Dan apakah hukumnya menurut/sesuai ajaran islam? Semua nasabah dipastikan terhindar dari Syuhbat. Karena, pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah ini tidak mengandung riba, perjudiaan (qimar) dan ketidakpastiaan (gharar). Jadi sudah dipastikan untuk calon nasabah yang sedang mempertimbangkan untuk memilih asuransi kesehatan, asuransi kesehatan syariah hukumnya halal.

Manfaat membeli asuransi kesehatan syariah adalah mendapatkan fasilitas proteksi kesehatan yang optimal seperti perawatan inap dan perawatan jalan di rumah sakit rekanan. Manfaat yang lainnya, tidak berbeda dengan asuransi kesehatan konvensional yaitu berupa biaya perawatan inap, perawatan jalan, biaya kamar, biaya obat-obatan, biaya tindakan bedah, biaya melahirkan, biaya perawatan gigi, biaya perawatan mata dan biaya perawatan dokter.

Prinsip saling tolong-menolong dalam asuransi kesehatan syariah juga termasuk dalam menerapkan Surplus Underwriting adalah sistem yang diterapkan oleh asuransi kesehatan syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional. Jika nasabah mempunyai selisih dana lebih dari total kontribusi yang dibayarkan ke dana tabarru’ dan sudah dikurangi dengan dana reasuransi, dana cadangan teknis dan pembayaran klaim. Maka sisa dana lebih akan dimasukkan kedalam dana tabbaru’.

Dana tabbaru’ ini bisa disalurkan ke nasabah jika nasabah dalam keadaan darurat atau genting, yang artinya dana tabbaru’ ini digunakan untuk nasabah jika mengalami bencana/musibah/klaim yang terjadi yang diperlukan untuk nasabah, serta digunakan untuk saling membantu antara nasabah lainnya yang membutuhkan, sesuai dengan akad diawal.

Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Cara mengklaim asuransi syariah

Cara mengklaimnya ada 2 cara, yaitu

1. Cara klaim cashless

Anda hanya langsung datang ke rumah sakit rekanan, setelah itu memberikan kartu peserta kesehatan dan kartu identitas (KTP) dan langsung mendapatkan layanan kesehatan.

2. Klaim reimbursement

Laporkan klaim terlebih dahulu, setelah itu memberikan kartu peserta kesehatan dan dokumen klaim lainnya, dokumen klaim akan dicek terlebih dahulu. Setelah proses pengecekan dokumen selesai, baru anda mendapatkan hasil pengajuan klaim.

Pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah juga menerapkan prinsip transparansi dana antara pihak asuransi dengan nasabah. Mulai dari perjanjian yang jelas, transparansi dan akad yang dipilih sesuai dengan kaidah syariah, maka nanti pengelolaan dana tersebut akan dikelola secara profesional dan sesuai akad menurut prinsip syariah.

Salah satu manfaat tahunannya, asuransi kesehatan syariah memberikan klaim sebesar Rp 50.000.000 hingga Rp 100.000.000. Namun, manfaat ini kembali lagi kepada pihak nasabah berapa besaran yang sudah dibayarkan setiap bulannya kepada pihak asuransi kesehatan syariah.

Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memantau dan mengawasi secara ketat produk keuangan syariah yang dikeluarkan atas persetujuaannya, sehingga produk keuangan syariah ini tetap pada prinsip syariah.

Baca Juga: 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

Sekian mengenai asuransi kesehatan syariah yang bisa Sahabat jadikan sebagai proteksi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19. Karena pentingnya asuransi kesehatan untuk proteksi, yuk jangan ragu untuk mendaftarkan diri dan keluarga pada asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi dari Prosehat ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Asuransi Kesehatan Syariah 2020 Premi Termurah [Internet]. Lifepal Asuransi. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/asuransi/kesehatan-syariah/
  2. Naomi C. 10 Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik di Tahun 2020 yang Bebas Riba [Internet]. Lifepal Media. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/media/asuransi-kesehatan-syariah/
  3. Mengenal Asuransi Kesehatan Syariah, Terlindungi Tanpa Riba [Internet]. Generali Indonesia. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/208/mengenal-asuransi-kesehatan-syariah-terlindungi-tanpa-riba

Chat Asisten ProSehat aja