Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Makanan dan Minuman Fermentasi: Proses, Manfaat, Efek Samping

Makanan dan minuman fermentasi adalah salah satu jenis makanan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tempe, oncom, tapai, yogurt, dan belakangan yang terkenal, kimchi adalah sekian dari banyak jenis makanan fermentasi yang tersedia dan masuk ke dalam perut kita. Rasanya pun kebanyakan asam dan gurih, sehingga membuat kita tetap ingin dan ketagihan mengonsumsinya.1 Akan tetapi, apakah Sobat mengetahui persis apa itu makanan fermentasi? Nah, tanpa berlama-lama, yuk kita simak bersama makanan dan minuman fermentasi, mulai dari proses, manfaat, dan efek sampingnya.

makanan dan minuman fermentasi

Baca Juga: 5 Makanan Korea Ini Ternyata Menyehatkan

Prosesnya Seperti Apa?

Makanan dan minuman fermentasi telah melalui proses pengawetan yang terjadi karena adanya campur tangan organisme tertentu yang membantu mengubah makanan hingga bisa terfermentasi. Tentu saja, organisme yang dimaksud adalah bakteri yang memang dalam sejarah kehidupan manusia dapat dimanfaatkan untuk membantu pengolahan makanan selain memiliki fungsi sebagai pelindung tubuh terhadap bakteri jahat.1 Bakteri yang baik ini disebut dengan probiotik.2 Selain bakteri, juga terdapat ragi. Jenis ragi yang biasa digunakan adalah Saccharomyces cereviasae.1

Proses fermentasi sendiri adalah proses produksi energi dalam sel pada kondisi anaerobik atau tanpa udara, sehingga tidak ada oksigen bebas yang terlibat dalam proses tersebut. Ketika fermentasi berlangsung, terjadilah proses perubahan karbohidrat, seperti pati atau gula menjadi alkohol, asam atau gas. Gula sendiri diketahui merupakan salah satu bahan paling umum yang digunakan dalam proses ini. Gula ini kemudian akan dipecah menjadi dua bentuk, yaitu alkohol dan karbon dioksida oleh ragi, salah satu mikroorganisme penting dalam proses fermentasi.1

Baca Juga: Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

Selanjutnya, karbon dioksida akan membentuk gelembung-gelembung di permukaan makanan dan minuman yang difermentasi. Sobat bisa melihatnya ketika menyaksikan langsung pembuatan adonan untuk roti, salah satu makanan yang difermentasi. Adonan ini akan mengembang saat sudah dicampur dengan ragi dan didiamkan beberapa saat. Adonan mengembang karena ragi sudah memecah gula menjadi karbon dioksida. Proses ini kemudian dinamakan dengan glikosis, yaitu jalur metabolisme yang mengubah glukosa menjadi asam piruvat yang digunakan untuk menghasilkan energi. Proses fermentasi yang bersifat anaerobik asam piruvat akan memecah gula menjadi karbon dioksida atau zat lainnya, tergantung dengan ragi yang digunakan.1

Apakah Makanan dan Minuman Fermentasi Mempunyai Manfaat?

Tentu saja ada manfaatnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang didapat dari mengonsumsi kuliner dari hasil fermentasi:

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Umum diketahui bahwa kuliner fermentasi mengandung probiotik atau bakteri dan ragi yang baik dan dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di usus, serta dapat bermanfaat untuk berbagai masalah pencernaan. Probiotik juga disebut dapat mengurangi gejala tidak nyaman pada kasus irritable bowel syndrome, yakni kumpulan gejala akibat iritasi pada saluran pencernaan. Mengonsumsi susu yang sudah difermentasi, seperti yogurt, setiap hari dapat memperbaiki gejala yang mengarah pada IBS, misalnya kembung dan perubahan frekuensi BAB. Fermentasi juga dapat mengurangi tingkat keparahan diare, kembung, gas, dan sembelit. Apabila Sobat mengalami masalah pencernaan, yuk mulai tambahkan makanan yang difermentasi supaya membantu pencernaan menjadi lebih lancar.3

Produk Terkait: Jual Heavenly Blush Classic Greek Yoghurt

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Probiotik dalam kuliner yang difermentasi memiliki dampak signifikan pada tubuh karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi. Mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan probiotik juga dapat membantu Sobat untuk pulih lebih cepat saat saat sakit. Selain itu, fermentasi pada makanan dan minuman juga memperkaya vitamin C, zat besi, dan seng, yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh. Apalagi di masa pandemi Corona, makanan dan minuman fermentasi berperan penting untuk imunitas tubuh.3

Memudahkan Pencernaan Makanan

Fermentasi membantu memecah nutrisi dalam makanan dan minuman, serta membuatnya lebih mudah dicerna daripada yang tidak difermentasi. Contohnya, laktosa atau gula alami dalam susu dipecah selama fermentasi menjadi gula yang lebih sederhana, yakni glukosa dan galaktosa. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki intoleransi laktosa pada umumnya tidak akan mengalami masalah apapun saat mengonsumsi yogurt dan kefir. Selain itu, fermentasi dapat membantu memecah dan menghancurkan antinutrien, seperti fitat dan lektin yang merupakan senyawa pada biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan yang menganggu penyerapan nutrisi. Dengan demikian, mengonsumsi kacang-kacangan yang difermentasi, seperti tempe dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang bermanfaat, sehingga lebih bergizi untuk tubuh.3

Menjaga Kesehatan Jantung

Bagi Sobat Sehat yang sedang mengalami masalah jantung, ada baiknya mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi karena ternyata bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah dan membantu menurunkan kolestrol total dan kolestrol jahat yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung. Makanan dan minuman fermentasi juga mampu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak perut melalui peran Lactobacillus rhamnosus dan Lactobacillus gasseri.4

Menyingkirkan Racun dalam Tubuh

Manfaat lain dari makanan dan minuman fermentasi adalah menyingkirkan racun dalam tubuh. Racun dalam tubuh berasal dari bakteri jahat atau patogen yang menyebabkan beberapa penyakit dan sering tanpa disadari ada dalam makanan yang Sobat santap. Meskipun demikian, Sobat tidak sering sakit karena adanya bakteri baik yang melawan bakteri patogen tersebut. Bakteri baik yang ada dalam makanan dan minuman yang difermentasi ini membuat produk sampingan fermentasi asam yang menurunkn pH usus, kemudian mengurangi kemungkinan bakteri jahat dapat bertahan hidup. Bakteri baik juga bersaing untuk mendapatkan pasokan makanan dan menempati lapisan usus. Selain itu, bakteri baik ini dapat mengeluarkan protein antimikroba yang bisa membunuh bakteri jahat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa fermentasi pada makanan dan minuman yang Sobat konsumsi dapat membantu proses detoksifikasi.3

Apakah Ada Efek Sampingnya?

Meskipun makanan dan minuman fermentasi mempunyai manfaat baik untuk kesehatan, tak dapat dipungkiri bahwa ternyata ada juga efek samping yang ditimbulkan. Apa saja efek sampingnya? Yuk, mari simak di bawah ini!

Menderita Kembung

Dengan tingginya kandungan probiotik dalam kuliner yang difermentasi, tidak semua orang bisa mengonsumsinya dengan aman. Reaksi yang paling umum terjadi adalah naiknya asam lambung dan membuat perut kembung. Kondisi ini terjadi karena probiotik menghasilkan gas secara berlebihan. Perut bisa terasa sakit akibat kembung dan meningkatnya asam lambung.4

Baca Juga: Hati-hati 8 Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Perut Kembung

Migrain dan Sakit Kepala

Efek samping berikutnya adalah migrain dan sakit kepala. Hal ini karena kuliner fermentasi mengandung histamin dan tyramin yang ternyata dapat menyebabkan sakit kepala. Dalam histamin dan tyramine tersebut ada senyawa amina yang menstimulasi sistem saraf pusat. Senyawa inilah yang bisa menurunkan atau meningkatkan aliran darah yang menimbulkan sakit kepala.4

Intoleransi Histamin

Histamin yang terkandung dalam kuliner fermentasi kenyataannya tidak bisa dicerna tubuh setiap orang, sehingga akan diserap ke dalam aliran darah. Kondisi demikian akhirnya malah dapat menimbulkan gejala gatal, sakit kepala, migraine, pilek, mata merah, kelelahan, gatal-gatal, diare, mual, dan muntah. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, bisa menimbulkan asma, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, kolaps sirkulasi, perubahan psikologis mendadak (seperti kecemasan, agresivitas, pusing, dan penurunan konsentrasi), serta gangguan tidur.4

Menyebabkan Keracunan

Meskipun umumnya aman dikonsumsi, kenyatannta kuliner yang difermentasi tidak bisa terhindarkan dari bakteri yang mengandung racun. Pada tahun 2012 terdapat 89 kasus Salmonella yang disebabkan oleh tempe yang tidak dipasteurisasi. Pada tahun 2013-2014 terjadi wabah E.coli yang dikaitkan oleh kimchi yang terkontaminasi. Hal ini membuktikan bahwa probiotik dalam produk konsumsi fermentasi ternyata tidak selamanya mampu mensekresikan racun, sehingga makanan dan minuman yang terfermentasi menjadi tidak aman saat dikonsumsi.4

Menyebabkan Infeksi

Kenyataannya, kuliner fermentasi bisa menyebabkan infeksi, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini terjadi dalam sebuah peristiwa di London, Inggris. Seorang pasien diabetes berusia 65 tahun mengalami abses hati karena mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi. Sehingga, sangat tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman fermentasi terlalu banyak, terutama pada orang yang rentan. Infeksi serius lainnya adalah pneumonia, sepsis, dan endokarditis.4

Melawan Antibiotik

Bukannya mendukung antibiotik, bakteri probiotik dalam kuliner fermentasi ternyata malah melawan antibiotik. Hal ini karena bakteri probiotik bisa membawa gen yang dapat melawan antibotik. Gen tersebut dapat menular ke bakteri lain memlalui transfer gen horizontal di saluran pencernaan. Gen yang dibawa paling banyak untuk melawan eritoromisin dan tetrasiklin, yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi pernapasan dan beberapa penyakit menular seksual. Studi menjelaskan probiotik yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik dijual bebas pada suplemen makanan, dimana hal ini berpotensi untuk menyebabkan resistensi terhadap beberapa jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri serius. Bakteri probiotik Lactobacillus yang terdapat pada kefir pada sebuah penelitan mampu memberikan perlawanan terhadap sejumlah antibiotik, seperti ampisilin, penisilin, dan tetrakilin yang digunakan untuk mengobati infeksi kandung kemih, pneumonia, gonore, dan meningitis. Tak hanya itu, asam laktat juga bisa menimbulkan resistensi terhadap vankomisin, obat untuk infeksi MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus).4

Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

Nah, itulah hal-hal terkait makanan dan minuman fermentasi, mulai dari proses, manfaat, hingga efek samping yang dapat ditimbulkan. Oleh karena itu, supaya makanan dan minuman fermentasi benar-benar memberikan efek yang positif bagi tubuh Sobat, hendaklah dikonsumsi dengan wajar dan tidak berlebihan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan dan minuman fermentasi, serta produk-produk kesehatan terkait lainnya, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Banyak Makanan yang Melalui Proses Fermentasi A. Banyak Makanan yang Melalui Proses Fermentasi, Ayo Ketahui Proses Fermentasi pada Makanan! [Internet]. Bobo. 2020 [cited 3 November 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082121146/banyak-makanan-yang-melalui-proses-fermentasi-ayo-ketahui-proses-fermentasi-pada-makanan?page=all
  2. Makanan Hasil Fermentasi Mengandung Bakteri Baik untuk Tubuh, lo! [Internet]. Bobo. 2020 [cited 3 November 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/081651275/makanan-hasil-fermentasi-mengandung-bakteri-baik-untuk-tubuh-lo?page=all
  3. 5 Manfaat Makanan Fermentasi untuk Kesehatan [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 3 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/11/02/090600768/5-manfaat-makanan-fermentasi-untuk-kesehatan?page=all
  4. Sari R. 6 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Hasil Fermentasi [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 3 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/medical/rondiya-sari/6-bahaya-terlalu-banyak-konsumsi-makanan-hasil-fermentasi-c1c2-1/6

Chat Asisten ProSehat aja