Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Benarkah Obat Terlarang Menghilangkan Stress ? Cek Faktanya Disini

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Gangguan mental atau kejiwaan dapat dialami oleh siapa saja. Data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah penderita gangguan mental emosional  yang meliputi gejala  depresi  dan  kecemasan pada usia  15  tahun  ke  atas  mencapai  sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk Indonesia, atau setara dengan 11 juta orang.1

Pada rentang usia 15-24 tahun, angka persentase depresi mencapai 6,2%. Penderita gangguan depresi berat mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri. Sebesar 80 – 90% kasus bunuh diri diketahui merupakan akibat dari depresi dan kecemasan.1 

Tingginya angka depresi dan kecemasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya tekanan dari keluarga, ekonomi maupun pekerjaan. Hal ini turut berdampak pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Nah Sahabat Sehat, apakah penggunaan obat terlarang seperti misalnya sabu dapat mengatasi stress ? Mari simak penjelasan berikut

Apa Itu Narkoba ?

Sahabat Sehat, menurut Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.2,3

Apa Saja Jenis Narkoba?

Berdasarkan pengaturan pasal 6 ayat (1) UU Narkotika, narkoba atau disebut juga narkotika dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

  • Narkotika golongan 1

Merupakan jenis narkotika yang hanya digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan sebagai terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi untuk menimbulkan ketergantungan.

Contohnya : opium mentah, tanaman koka, daun koka, kokain mentah, heroina, metamfetamina dan tanaman ganja.

  • Narkotika golongan 2

Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan, dan ilmu pengetahuan serta berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Contohnya : ekgonina, morfin metobromida dan morfina.

  • Narkotika golongan 3

Merupakan jenis narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi serta untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Narkotika jenis golongan ini berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Contohnya: etilmorfina, kodeina, polkodina dan propiram.2,3

Jenis Narkoba Berdasarkan Efek yang Ditimbulkan

Berdasarkan efek yang ditimbulkan, narkoba dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut

  • Halusinogen

Jika Sahabat Sehat menggunakan narkoba jenis halusinogen, dapat mengalami halusinasi saat melihat suatu hal atau benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata. Contoh narkoba jenis ini adalah kokain dan LSD.

  • Stimulan

Narkoba jenis stimulan mempunyai efek mempercepat kerja jantung dan otak, lebih dari biasanya. Pengguna narkoba jenis stimulan tampak bersemangat, senang atau gembira dalam kurun waktu tertentu. Contoh narkoba yang termasuk dalam jenis stimulan adalah sabu.

  • Depresan

Selanjutnya adalah narkoba jenis depresan, yang berperan dalam menekan sistem saraf pusat serta mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Pengguna narkoba jenis ini akan merasakan efek tenang, tertidur atau pingsan. Contohnya adalah putaw.

  • Adiktif

Narkoba jenis adiktif dapat mengakibatkan penggunanya terlihat pasif dan mengalami kecanduan. Contoh narkoba jenis adiktif adalah ganja, heroin dan putaw.2,3

Apa Itu Sabu?

Salah satu jenis narkoba yang seringkali digunakan para artis adalah sabu. Sabu atau Metamfetamin merupakan jenis narkoba yang berbentuk kristal, berwarna putih, dan memiliki efek stimulan. Sabu digunakan dengan cara dihisap atau dihirup.4

Efek Sabu

Sahabat Sehat perlu mengetahui bahwa penggunaan sabu dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan menimbulkan dampak sebagai berikut: 

  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Nafsu makan menghilang
  • Menurunnya konsentrasi hingga hilangnya ingatan
  • Paranoid
  • Meningkatnya detak jantung
  • Euforia atau sensasi gembira yang berlebihan.
  • Percaya diri yang berlebihan
  • Naiknya suhu tubuh.2-5

Sabu dapat memicu pelepasan zat kimia di otak, yaitu serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kadar serotonin yang tinggi di dalam otak dapat menimbulkan rasa senang. Apabila penggunaan sabu berlanjut di kemudian hari, otak tidak dapat menyerap serotonin seperti biasanya sehingga kadar serotonin menjadi rendah. Kadar serotonin yang rendah akan menyebabkan seseorang sulit mengontrol suasana hati, maupun mengalami gangguan cemas.5

Bagi Sahabat Sehat yang menggunakan sabu dengan tujuan untuk mengurangi stress, mungkin di awal penggunaan dapat berhasil. Namun seiring berjalannya waktu jika kecemasan atau stress mulai meningkat, hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah sabu yang dikonsumsi.5 Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila Sahabat Sehat mengalami ketergantungan obat-obatan terlarang. 

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak penggunaan narkoba jenis sabu. Sebaiknya terapkan pola hidup sehat serta berolahraga secara teratur. Jika mengalami keluhan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

Referensi

  1. Ayu A. Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja [Internet]. Indonesia : Universitas Gadjah Mada. 2020 [updated 2020 Nov 27; cited 2021 July 09]. Available from: https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/ 
  2. Badan Narkotika Nasional. Jenis-Jenis Narkoba [Internet]. Indonesia : Badan Narkotika Nasional. 2019 [updated 2019 Feb 22; cited 2021 July 09]. Available from: https://kalteng.bnn.go.id/jenis-jenis-narkoba/ 
  3. Murray K. Addiction in Indonesia – Addiction Center [Internet].USA : Addiction Center. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.addictioncenter.com/addiction/addiction-in-indonesia/
  4. Silver Maple Recovery. The Effect of Meth on Anxiety Disorders [Internet]. USA : SIlver Maple Recovery. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 09]. Available from: https://www.silvermaplerecovery.com/blog/meth-and-anxiety-disorders/ 
  5. Substance Abuse and Mental Health Service Administration.  Know The Risk Of Meth. [Internet]. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 09]. Available from : https://www.samhsa.gov/meth 

 

Chat Asisten ProSehat aja