Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Pemeriksaan Pap Smear (SSBC dan HPV DNA) *khusus PWHC


Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3kali suntik + Pemeriksaan Pap Smear (SSBC dan HPV DNA) - khusus PWHC Deskripsi Produk : Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 strain Paket sudah termasuk: Vaksin Kanker Serviks HPV 4 Strain Jasa dokter yang akan melakukan vaksinasi 3 kali suntik Pemeriksaan Pap Smear (HPV-DNA dan SSBC)   [...]

Rp 5.000.000 Rp 4.500.000

Qty:
Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.

Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3kali suntik + Pemeriksaan Pap Smear (SSBC dan HPV DNA) – khusus PWHC

Deskripsi Produk :

Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 strain

Paket sudah termasuk:

  1. Vaksin Kanker Serviks HPV 4 Strain
  2. Jasa dokter yang akan melakukan vaksinasi 3 kali suntik
  3. Pemeriksaan Pap Smear (HPV-DNA dan SSBC)

 

 

Pemeriksaan Pap Smear HPV-DNA telah Disetujui FDA

Karena tidak menunjukan gejala di awal, pemeriksaan sebelum timbul gejala sebaiknya dilakukan agar dapat terdeteksi dini dan segera mendapatkan penanganan. Saat ini telah dikembangkan pemeriksaan HPV-DNA, yaitu pemeriksaan molekuler menggunakan metoda hybrid capture II yang telah mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) untuk mendeteksi adanya DNA Human Papilloma Virus (HPV) tipe risiko tinggi pada bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks.

Terdapat 13 jenis HPV risiko tinggi yang dapat dideteksi oleh pemeriksaan HPV-DNA. FDA pun telah menyetujui dilakukannya pemeriksaan HPV-DNA bersama-sama dengan Pap Smear sebagai pemeriksaan primer kanker serviks terutama bagi wanita di atas usia 30 tahun. Pemeriksaan HPV-DNA juga dianjurkan bila hasil pemeriksaan Pap Smear tidak jelas atau membingungkan.

Saat ini juga sudah tersedia vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV risiko tinggi, namun hanya dapat melindungi 2 tipe HPV saja. Artinya, vaksin pun belum dapat memberikan perlindungan seutuhnya terhadap kanker serviks dan tipe HPV lainnya, sehingga skrining atau pemeriksaan dini seperti Pap Smear dan HPV-DNA tetap penting dilakukan bahkan bagi seseorang yang telah divaksin.

tes DNA human papillomavirus terbukti dapat mendeteksi perubahan sel pada serviks di tahap awal, sehingga bisa memberi informasi yang mencegah terjadinya kanker. Dibandingkan pap semar yang bisa mendeteksi sel yang telah berubah sifat, dan berarti telah terjadi kanker.

Pemeriksaan Pap Smear Thin Preparat (Sitologi Servix berbasis Cairan/ SSBC)

Sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim (serviks). Pada metode ini, sampel swab vagina dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penganggu lainnya sebelum dilihat di bawah mikroskop. Selain itu, preparat (objek yang diperiksa) yang diperoleh akan lebih jelas dan hasil pengamatan di bawah mikroskop lebih akurat, sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim (serviks) akan lebih mudah terdeteksi.

 

Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dibanding Pap smear. Di negara-negara maju, pemeriksaan Pap smear telah mulai ditinggalkan dan lebih banyak orang beralih ke pemeriksaan Thin prep.
Bagaimana pemeriksaan Thin prep dilakukan? Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilalui saat melakukan pemeriksaan Thin prep:

  • Dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari serviks atau leher rahim. Pemeriksaan Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.
  • Sampel tersebut dimasukkan ke dalam vial atau botol Thin prep yang berisi cairan.
  • Sel-sel sampel segera diawetkan untuk dikirim ke laboratorium.
  • Sampel tersebut dibuat menjadi slide dan diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel-sel tersebut menjadi lebih jelas.
  • Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis.
  • Lapisan tipis terdiri dari sel-sel akan memperlihatkan elemen mencurigakan jika ada infeksi atau jaringan yang abnormal.

KelebihanThin Prep

  • Pengambilan sampel serviks yang lebih baik
  • Lebih akurat mendeteksi kelainan dengan keakuratan mencapai 100%
  • Lebih akurat mendeteksi sel yang abnormal
  • Diagnosis dari hasil pemeriksaan akan lebih tepat dan pasti

Persiapan Pasien :

– Tidak dalam keadaan menstruasi. Paling baik adalah 2 minggu setelah hari pertama haid terakhir atau 5 hari setelah menstruasi berhenti.
– Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum pemeriksaan.
– Pembilasan vagina dengan berbagai cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan.
– Tidak menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina selama 48 jam sebelum pemeriksaan.

 

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan Thin prep?

Dalam waktu 3 tahun pertama setelah melakukan hubungan seksual atau telah mencapai umur 21 tahun, maka pemeriksaan Thin prep sebaiknya dilakukan. Kemudian secara rutin setiap tahun pemeriksaan ini sebaiknya juga dilakukan. Jika ada gejala infeksi HPV, maka pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan lebih sering.

Vaksin Kanker Serviks HPV 4 Strain

Indikasi : 

Vaksin Kanker Serviks HPV 4 Strain memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus human papilloma (lebih dikenal dengan istilah human papillomavirus atau HPV) tipe 6, 11, 16 & 18, yaitu:

  • Kanker serviks atau kanker mulut rahim
  • Displasia serviks tingkat tinggi (CIN 2/3)
  • Displasia vulva tingkat tinggi (VIN 2/3)
  • Kutil pada area genital (kondiloma akuminata)

Kelebihan :

Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi kanker serviks HPV 4 strain  sebesar 100% pada infeksi HPV tipe spesifik dan perubahan awal sebelum menjadi kanker.

Mengapa bukan yang lain :

Vaksin Kanker Serviks HPV 4 strain memberikan perlindungan pada empat tipe HPV, sehingga selain mencegah kanker, juga mengurangi kejadian kutil pada area genital.

Pemberian vaksinasi pada pria direkomendasikan guna mencegah kutil pada area genital, mencegah penularan infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker maupun kutil pada pasangan seksual, mencegah kanker anal, penis, mulut, kepala dan leher, dan kutil pada saluran pernafasan.

Jadwal :

Vaksinasi paling baik dilakukan sebelum paparan terhadap HPV ini dimulai, yaitu usia sebelum melakukan hubungan seksual.

Di Indonesia, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menetapkan rekomendasi sebagai berikut:

  • 10-12 tahun (usia sekolah dasar)
  • 13-15 tahun (usia sekolah menengah pertama)
  • 16-25 tahun (usia sekolah menengah atas sampai perguruan tinggi)
  • 26-55 tahun (vaksinasi pada kelompok usia ini diberikan setelah hasil pap smear yang negatif, jika telah aktif secara seksual)

Pemberian Vaksin :

Pemberian Vaksin Kanker Serviks HPV 4 strain dilakukan dengan penyuntikan pada otot lengan atas atau paha samping sebanyak 3 kali, dengan interval waktu antara dosis pertama dengan dosis kedua selama 2 bulan, dan interval dosis kedua dengan dosis ketiga selama 4 bulan (bulan 0, 2, dan 6)

Efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri, kemerahan, dan bengkak pada lokasi penyuntikan, nyeri otot, nyeri kepala, mual, pingsan dan demam. Efek samping ringan dan bersifat sementara.

Bahaya Kanker Serviks :

HPV tipe 16 dan 18 bersifat onkogenik, yaitu dapat mengarah pada keganasan atau kanker.

Pada wanita, virus ini dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks yang merupakan pembunuh terbanyak kedua setelah kanker payudara. Di Indonesia sendiri, terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20 – 25 orang meninggal setiap harinya.

Kanker ini dapat menyerang wanita pada usia berapa pun, tetapi umumnya menyerang wanita usia lebih dari 40 tahun. Kanker serviks tidak memiliki gejala dini. Seorang wanita biasanya baru mengalami gejala setelah penyakit ini sudah mencapai stadium lanjut, yaitu perdarahan sesudah berhubungan seksual, perdarahan spontan yang terjadi di antara periode menstruasi rutin, nyeri panggul, nyeri ketika berhubungan seksual, keputihan atau keluar cairan berbau dari vagina, perdarahan setelah  menopause. Oleh karenanya, setiap wanita perlu memahami faktor risiko penyebab kanker serviks serta melakukan vaksinasi untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kanker serviks.
Angka kejadian infeksi HPV pada wanita dan pria memiliki rasio 1.4 : 1. Namun, berdasarkan suatu penelitian ditemukan bahwa kanker pada daerah mulut dan kerongkongan disebabkan oleh HPV tipe 16 (tipe virus yang sama pada kanker serviks) lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita, dengan populasi 10,1% pada pria dan 3,6% pada wanita. Pada pria, infeksi HPV tipe 16 dan 18 dapat menyebabkan kanker penis, anus, mulut, dan kerongkongan.

Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 menyebabkan terjadinya penyakit kondiloma akuminata atau kutil pada genital. Infeksi ini merupakan penyakit menular seksual yang dapat menyerang wanita maupun pria. Karena maraknya aktivitas seksual oral saat ini, tidak jarang kutil juga ditemukan pada area mulut dan kerongkongan.

Faktor Resiko :

Berbagai faktor risiko kanker serviks, yaitu:

  • menikah/ memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 18 tahun)
  • wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali
  • berganti-ganti pasangan seks
  • sering menderita infeksi di daerah kelamin, terutama penyakit menular seksual
  • merokok

Pencegahan : 

Pencegahan primer

Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer terhadap kanker yang disebabkan oleh infeksi virus HPV dengan menstimulasi tubuh untuk membentuk antibodi melawan HPV. Vaksinasi ini dapat diberikan pada wanita dan pria.
Pencegahan sekunder

Pada wanita, pencegahan sekunder kanker dapat dilakukan dengan pemeriksaan pap smear yang berfungsi mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sejak dini pada wanita yang telah aktif secara seksual dan secara berkala terutama bagi wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker.

Anjuran untuk melakukan pemeriksaan ini yaitu :

– setiap tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun

– setiap 2-3 tahun pada wanita di atas 35 tahun yang setelah 3 kali hasil negatif

– setiap tahun untuk mereka yang mempunyai risiko besar menderita penyakit ini

-sesering mungkin bagi yang sudah didiagnosa pre-kanker atau kanker

Sedangkan pada pria, hingga saat ini belum ditemukan teknik pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai pencegahan sekunder. Satu-satunya pencegahan adalah dengan pencegahan primer yaitu vaksinasi.

Syarat dan Ketentuan Umum Layanan Vaksinasi

  1. Layanan Vaksinasi tersedia H+3 dari tanggal pemesanan
  2. Jadwal layanan akan disesuaikan dengan ketersediaan jadwal dokter
  3. Pembayaran layanan vaksinasi dilakukan selambat-lambatnya 1×24 jam setelah konfirmasi pesanan dari CS ProSehat
  4. Penjadwalan ulang dapat dilakukan maksimum 2x dalam bulan yang sama
  5. Pembatalan dapat dilakukan bila stok vaksin kosong secara nasional dan/atau kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan vaksinasi
  6. Pemeriksaan Pap Smear HPV DNA dan SSBC pasien harus datang ke klinik Prodia womens health centre
  7. Paket berlaku hanya di Prodia womens health centre (Jl wolter monginsidi no 77 kebayoran baru jaksel, No telp 72783858 w.a info 08998283113 )
  8. Penyuntikkan vaksin dapat dilakukan di rumah/kantor pasien dengan tim ProSehat datang ke tempat pasien
  9. Paket perlu diredeem dalam jangka waktu 1 bulan setelah transaksi
  10. Hanya untuk wilayah Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok
  11. Berlaku : 21 juni – 31 juli 2019

 

Dengan membeli paket ini, maka customer dianggap mengerti dan menyetujui semua aturan yang berlaku:

Untuk mendapatkan layanan pemeriksaan dari paket yang sudah anda pesan, Anda WAJIB menyertakan Print Invoice pembayaran dan Fotocopy KTP kepada petugas Prodia di Klinik Prodia yang anda kunjungi.
Pembayaran paket pemeriksaan ini tidak berlaku untuk COD
Waktu Operasional Laboratorium Prodia adalah Senin s/d Jumat Pukul. 07.00 – 19.00 WIB , dan Sabtu Pukul. 07.00 – 13.00 WIB.

 

WhatsApp Asisten Maya saja