Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Wow, Berat Badan Turun 40 Kg? Simak 5 Caranya!

Dua tahun lalu, Tarien Fourie, adalah wanita yang sangat gemuk. Beratnya saja mencapai 116 kg. Namun, dia berhasil turun 40 kg. Wah! Menghilangkan berat badan hingga 40 kg, rasanya mustahil, ya. Tapi ini mungkin, kok, Ladies. Ya, kegemukan adalah musuh utama wanita yang umumnya sangat peduli dengan penampilan. Tak hanya itu, penyakit sering mengintai mereka yang memiliki berat badan berlebih yang menjurus pada obesitas. Tapi, bisakah menurunkan berat badan hingga berpuluh-puluh kilo? Tentu bisa! Disiplin dan niat kuat akan mengiringi kesuksesan menurunkan berat badan.

Kali ini, kami akan menampilkan tips untuk menurunkan berat badan hingga 40 kg dalam waktu 8 – 17 bulan. Semua ini berdasarkan pengalaman nyata wanita-wanita di dunia yang kami himpun dari berbagai sumber. Ladies, mau turun 40 kg? Berikut 5 caranya!

1. Olahraga dan Diet Ovo-Vegetarian

Smita Koteshwara, wanita asal India ini, sempat alami depresi karena berat badannya mencapai 108 kg setelah melahirkan anak kembar tiganya. Sebelum hamil, ia adalah wanita yang aktif dan giat berolahraga. Namun, setelah hamil dan melahirkan, tubuhnya berubah drastis. Berat badannya mencapai angka fantastik. Ia pun alami nyeri lutut hingga 2 tahun lamanya.

Bergulat dengan kegemukan membuatnya frustrasi dan depresi. Tak mau terus berada di posisi tersebut, ia berniat kembali pada hobinya semula: olahraga! Tak hanya itu, ia pun mengalihkan pola makannya dengan melakukan diet rendah karbohidrat dan rajin makan selingan. Dalam setahun (12 bulan), ia berhasil turun 40 kg!

Tekun Olahraga. Sebagai ibu kembar tiga, ia punya jadwal yang sangat sibuk. Namun, Smita berkomitmen keras. Ia melakukan olahraga (fitness) secara teratur selama 1,5 jam per hari. Ia lakukan selama 4-5 hari dalam satu minggu, rutin!

Ia memulai dengan latihan kardio seperti lari. Lalu dilanjutkan dengan 20-30 menit latihan memakai alat olahraga elips (seperti yang biasa ditemukan pada gym). Ia pun melakukan gerakan squats dan sit up untuk memperkuat otot-otot perut.

Diet Rendah Karbohidrat

Karena ia juga mengurus tiga anaknya yang masih kecil, Smita tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan makanan. Ia setia dengan diet rendah karbohidrat dan rajin makan ringan. Setiap 2 jam sekali, ia makan dalam porsi kecil (ringan). Smita adalah seorang ovo-vegetarian, jadi ia tidak mengonsumsi bahan makanan daging-dagingan, tetapi masih bisa makan telur.

Berikut gambaran menu ala Smita:

– Sarapan: 1 pisang dan 1-2 cangkir kopi, atau 1 lembar roti putih dan 2 sendok teh keju rendah lemak.
– Makan siang: roti gandum, secangkir sayuran dan secangkir buah-buahan. Kadang, ia makan pasta dengan sayuran yang ditumis pakai mentega.
– Makan malam: dua kali seminggu, ia makan 3 telur putih (rebus) dan 2 lembar roti tawar. Menu makan malamnya selalu ringan, tidak yang berat-berat. Uniknya, hampir setiap hari Jumat dan Sabtu malam, ia siapkan menu makan malam bebas. Biasanya ia memesan makanan dari restoran favoritnya yang menyediakan makanan ala Indo-China atau Italia.
– Makan Selingan: dilakukan 2 kali sehari saat jelang siang dan sore hari. Biasanya ia mengasup 1-2 cangkir teh dengan beberapa biskuit ringan, atau menu buah-buahan.

Tekun dan Sabar

Smita membagi tips agar selalu sabar dan tekun dalam hal menurunkan berat badan. Menurutnya, tak ada diet singkat hanya dengan makan pil pelangsing. Semakin banyak berolahraga, ia merasa semakin tak punya waktu untuk memikirkan rasa depresinya. Smita malah merasa gembira. Setelah berhasil turun 40 kg, Smita kini punya kehidupan normal dan yang paling menggembirakan, nyeri lutut tak lagi dirasakannya. Bagi Smita, badan kurus bukan hanya demi penampilan, tapi juga kesehatan!

2. Diet Carb-Cycling dan Banyak Minum Air Putih

Sejak kecil bahkan dari bayi, Tarien Forie, memiliki nafsu makan yang besar. Wanita dari Germiston, Afrika Selatan, ini selalu merasa lapar. Pada masa-masa sekolah, ia seperti orang yang tak pernah puas. Dia menikmati sarapan padat berisi bacon, telur, dan roti panggang, kemudian masuk ke toko roti, lalu makan enam potong roti di sore hari. Pizza adalah favoritnya.

Umur 12 tahun, ia mulai melakukan diet. Kepercayaan dirinya runtuh. Teman-temannya selalu meledek “kamu sakit…”perihal kebiasaannya yang tak henti makan.
Namun, diet bertahun-tahun tak berhasil, hingga ia dewasa. Segala macam cara ia lakukan, mulai dari makan sering tapi sedikit, minum suplemen hingga obat pelangsing. Tapi itu susah bagi Tarien mengingat nafsu makannya yang besar. Ternyata, melalui pemeriksaan, diketahui bahwa Tarien punya kekurangan leptin (hormon yang memberi tahu otak Anda bahwa Anda sudah cukup makan). Inilah mengapa ia selalu merasa lapar.

Titik balik hidup Tarien bermula saat ia menimbang berat badannya pada usia 26 tahun. Saat itu, timbangan berada di angka 116 kg. Sejak itu, ia bertekad untuk menurunkan berat badan. Dalam waktu hampir 1,5 tahun, ia berhasil menghilangkan 40 kg.

Caranya? Setelah berkonsultasi dengan ahli diet dan fitness, Tarien Forie melakukan diet yang disebut Carb-Cycling. Apa ini? Yaitu diet dimana kita mengatur asupan karbohidrat sehari-hari menjadi 3 bagian, yakni: hari rendah karbohidrat (hari ini, makan sedikit karbo), hari tinggi karbohidrat (hari ini, makan karbo banyak, sekitar 4-5 gram per kg berat badan), dan no carbs day alias hari tidak makan karbohidrat sama sekali.

Tarien melalukan gaya diet ini selama seminggu diiringi dengan olahraga (fitness). Latihan yang ia lakukan adalah latihan angkat beban dan kardio (lari). Menu makanannya terdiri dari karbohidrat dan protein. Dan, setiap hari, ia minum sebanyak 3 hingga 4 liter air putih sehari.

Berikut contoh menu yang dijalankan oleh Tarien:
– Sarapan: bubur putih dan telur
– Selingan pagi (pukul 10): sayuran dan protein seperti ayam atau ikan tuna
– Makan siang: steak ayam atau ikan dengan sayuran. Dia selalu melengkapi dengan makan lemak sehat seperti alpukat, minyak zaitun atau selai kacang.
– Selingan sore (pukul 4): nasi putih dan nanas untuk memberinya energi sebelum menjalankan sesi latihan.
– Malam hari: nasi merah dan sayuran

Tarien memberikan tips untuk memasukkan menu biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, buah, sayuran, protein rendah lemak dan produk susu ke dalam diet Anda dan untuk rajin melakukan latihan fisik (olahraga). Setelah melakukan diet dan olahraga secara disiplin selama 17 bulan, ia berhasil turun 40 kg.

3. Menghindari Makanan Serba ‘Putih’

Shekhar Vijayan, adalah pria berasal dari India. Ia berhasil turun 40 kg dari berat awal 125 kg dalam waktu setahun. Ia melakukan latihan fisik secara alami, tanpa pergi ke gym, dan melakukan diet menghindari makanan serba ‘putih’.

Berikut ini adalah tips dari Shekhar untuk menurunkan berat badan 40 kg dalam setahun:

– Naik tangga. Hindari jalan pintas seperti lift atau eskalator. Shekhar disiplin latihan fisik secara alami dengan naik turun tangga, meskipun tujuannya adalah lantai 18. Wah, benar-benar komitmen tinggi, ya, Ladies!
– Tidak makan yang serba putih. Selama setahun, ia menghindari makanan putih seperti nasi, roti putih, gula, mayones, garam. Ia menggantinya dengan sayuran hijau, ikan dan ayam panggang dengan minyak zaitun. Shekhar juga tidak mengonsumsi minuman bersoda, makanan kemasan (instan), makanan yang digoreng dan makanan ‘sampah’ alias junk food.
– Berkeringatlah. Saat kita mengeluarkan keringat, kita juga mengeluarkan racun dari tubuh. Pria ini membuat tubuhnya meneteskan keringat dengan cara berlari sepanjang 15 km, yang dilakukannya saat pagi atau malam hari.
– Makan sering tapi sedikit. Untuk memberikan energi bagi tubuhnya, Shekhar tidak membuat perutnya lapar. Tiap 2 jam sekali ia makan dengan porsi sedikit (secukupnya). Itu cukup membuat tubuhnya sanggup melakukan aktivitas fisik.
– Cintai tubuhmu. Perlakukan tubuh kamu seperti sahabat. Mulailah menyukainya walaupun bayangan di cermin masih menunjukkan betapa besar lenganmu, pahamu, atau perutmu. Tetaplah yakin bahwa tubuhmu akan berubah. Jangan benci timbangan, jadikan itu teman seperjuangan untuk menurunkan berat badan dari bulan ke bulan.
– Tidak Minum Alkohol. Shekhar tidak minum alkohol, teh manis atau kopi selama setahun. Ia menggantinya dengan minum teh hijau.

4. Makan 6 Kali Sehari tapi Bukan Nasi

Park Jee Won, adalah seorang ibu asal Korea Selatan. Ia berhasil turun 40 kg selama 10 bulan. Setelah hamil dan melahirkan, Park ‘mentok’ di kisaran berat badan 87 kg. Ia lalu bertekad menurunkan berat badannya. Ia melakukan latihan fisik berat seperti angkat beban diimbangi dengan olahraga kardio dan yoga. Sebagai menu diet, ia makan 6 porsi kecil setiap hari. Tapi, ia tidak makan nasi, apapun bentuknya.

Berkat kedisiplinan dan kerja keras selama 10 bulan, Park berhasil memangkas 40 kg berat badan. Kini, ia tampil langsing dan sehat.

5. Olahraga Muay Thai dan Angkat Besi

Wanita bernama Ms He Ting Luan asal Singapura ini, menggunakan rasa sakit hati atas penolakan, sebagai motivasi terbesarnya. Ia acap dipanggil ‘gendut’ dan ‘jelek’ oleh suaminya. Setelah hamil dan melahirkan, berat badannya melonjak dan susah turun. Selain mengurus anak, ia juga berhenti dari pekerjaan. Hingga akhirnya, ia diceraikan oleh suaminya. Penghianatan dan rasa sakit hati ini justru dijadikannya sebagai motivasi untuk menurunkan berat badannya.

Dalam waktu setahun, ia giat berolahraga. Setelah mendapat pekerjaan kembali, ia menyisihkan 1 jam di sela waktu makan siang untuk pergi ke gym. Wanita ini tak melakukan diet tertentu, ia lebih fokus pada latihan fisik. Olahraga yang ia lakukan adalah Muay Thai dan angkat besi didampingi oleh instruktur olahraga yang berpengalaman.

Dalam waktu 8 bulan, dengan disiplin latihan fisik setiap hari, wanita ini berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kg. Menakjubkan!

Makanan Penurun Berat Badan

Demikianlah cara-cara untuk menurunkan berat badan 40 kg dalam waktu 8 bulan hingga 17 bulan yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam menurunkan berat badan. Perlu dicatat, setiap cara yang berhasil pada satu orang, belum tentu berhasil pada orang lain. Ketahui masalah Anda dengan baik dan cari tahu metode menurunkan berat badan yang tepat.

Jangan mudah berputus asa ya, Ladies. Yakinlah tak ada hasil yang ‘mengkhianati’ kerja keras. Lakukan latihan fisik dan atur pola makan Anda dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tetapi berkhasiat menurunkan berat badan.

Nah, di bawah ini beberapa makanan yang bisa membantu untuk menurunkan berat badan dan sudah diakui oleh para ahli:

1. Telur
Telur sangat mengenyangkan dan padat nutrisi. Dibandingkan dengan karbohidrat olahan seperti bagel, telur dapat menekan nafsu makan.

2. Sayuran Hijau
Sayuran hijau bagus dimasukkan dalam menu diet sehat Anda. Bukan hanya karena rendah kalori tetapi juga tinggi serat yang membuat perut merasa kenyang.

3. Salmon
Ikan salmon tinggi protein dan asam lemak omega-3, menjadikannya pilihan yang baik untuk diet penurunan berat badan yang sehat.

4. Dada Ayam
Daging tanpa lemak yang diolah adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan protein Anda. Mengganti sebagian karbohidrat atau lemak dalam makanan Anda dengan protein bisa mempermudah Anda untuk menghilangkan lemak berlebih dalam tubuh.

5. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan bagus dan baik untuk penurunan berat badan yang efektif bila dikonsumsi dalam jumlah sedang.

6. Biji-bijian
Hindari biji-bijian olahan (refined grain) jika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan, misalnya nasi putih dan tepung terigu (pasta, roti putih, dan sebagainya). Tapi, beralihlah pada biji-bijian alami, seperti gandum, beras merah, kinoa, barley dan oat.

Nah, Ladies, itulah cara-cara untuk menurunkan berat badan 40 kg dan rekomendasi bahan makanan yang bisa membantu kamu menurunkan berat badan. Selain itu, jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang informasi kesehatan, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

1. The 20 Most Weight-Loss-Friendly Foods on The Planet [Internet]. Healthline. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: healthline.com/nutrition/20-most-weight-loss-friendly-foods#section15

2. FAT BUSTER: “How I lost 40 kilos” – Times of India [Internet]. The Times of India. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/weight-loss/fat-buster-how-i-lost-40-kilos/articleshow/58121995.cms

3. Always hungry? This is how one SA woman lost 40kg when she beat the constant cravings… [Internet]. News24. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: news24.com/You/Archive/always-hungry-this-is-how-one-sa-woman-lost-40kg-when-she-beat-the-constant-cravings-20170728-3

4. Reader T. MY STORY: How I Lost 40 Kilos in One Year Without Going to the Gym [Internet]. The Better India. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: thebetterindia.com/50001/lost-40-kilos-one-year-without-gym-shekhar-vijayan/

5. Korean mother loses 40kg after pregnancy by eating 6 small portions of food daily – Stomp [Internet]. Stomp. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: stomp.straitstimes.com/from-around-the-world/korean-mother-loses-40kg-after-pregnancy-by-eating-6-small-portions-of-food

6. Singapore Mum Loses 40 kg in 8 Months After Husband Dumps Her For Another Woman [Internet]. Sg.theasianparent.com. 2018 [cited 21 August 2018]. Available from: sg.theasianparent.com/dumped-for-being-overweight/

Chat Asisten ProSehat aja