Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Vaksinasi untuk Ibu Menyusui

Vaksinasi terbukti dapat menurunkan angka penyakit, angka kecacatan dan kematian dari berbagai penyakt infeksi. Sebuah penelitian vaksin terbaru untuk melindungi 13 penyakit mengemukakan bahwa vaksin dapat mencegah 20 juta kasus penyakit dan lebih dari 40 ribu kematian. Vaksin bukan hanya memberikan perlindungan bagi individu, tetapi dapat memberikan perlindungan komunitas dengan mengurangi penyebaran penyakit pada populasi.

Vaksinasi pada ibu menyusui sangat penting. Pada saat hamil, antibodi ibu melewati plasenta ke bayi yang sedang tumbuh selama akhir kehamilan sehingga dapat memberikan bayi perlindungan pasif paling signifikan selama beberapa minggu kehidupannya. Setelah bayi lahir, antibodi yang diproduksi oleh wanita menyusui yang telah divaksinasi dikeluarkan dalam ASI. Kemungkinan vaksin memberikan perlindungan bagi bayi setelah tertelan bayi tergantung pada jenis vaksin yang diterima dan faktor ibu yang mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh seperti gen, usia dan kesehatan.

apakah menyusui menyebabkan osteoporosis prosehat

Beberapa vaksin aman diberikan pada ibu menyusui, antara lain:

  • Vaksin yang inaktif (vaksin hepatitis A, HPV, Japanese Enchepalitis, Polio (IPV), dan rabies),
  • Vaksin yang berisi virus hidup yang dilemahkan (vaksin influenza, MMR, varisela, tifoid/Ty21A),
  • Vaksin rekombinan (hepatitis B, meningokokal meningitis/MenB),
  • Vaksin konjugasi (meningitis (MPSV4 danMenACWY), pneumokokal (PCV13)),
  • Vaksin polisakarida (Pneumokokal (PPSV23) dan tifoid/ViCPS)
  • Vaksin toksoid (Tdap/Td)

Meskipun beberapa vaksin ada yang berisi virus hidup yang dilemahkan, sebagian tidak dieksresikan di ASI. Vaksin rubella dapat dieksresikan di ASI, tetapi virusnya tidak menginfeksi bayi, bila infeksi terjadi bayi dapat menoleransinya karena virusnya dilemahkan.

Pemberian vaksin variola (smallpox) dan yellow fever  pada ibu hamil harus ditunda karena adanya kemungkinan transmisi virus ke janin yang dikandung. Meskipun begitu, bila ibu menyusui tidak dapat menunda kepergiannya ke daerah endemis, maka pemberian vaksin ini diperbolehkan.

Nah, Sahabat tidak ada alasan lain lagi kan yang dapat menunda Bunda menyusui untuk mendapatkan vaksinasi. Ingat, penyakit pada ibu menyusui dan bayi dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Segera konsultasikan dengan dokter Sahabat mengenai cara pemberian vaksinasi ibu menyusui. Salam sehat!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Orenstein WA, Ahmed R. Simply put: vaccination saves life. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2017;114(16).
  2. Immunisation Advisory Center The University of Auckland. Immunisation and breastfeeding. [Internet]. Available at: immune.org.nz/sites/default/files/AdministrationBreastfeedingImac20160820V02Final_1.pdf
  3. Center for Disease Control and Prevention. Vaccination safety for breastfeeding mothers. 2018. [Internet]. Available at: cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/vaccinations-medications-drugs/vaccinations.html

WhatsApp Asisten Maya saja