Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

10 Faktor yang Menjadi Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Ibu Bingung Apa Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa

Selain masalah kesehatan, ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab ASI sedikit saat dipompa atau saat sedang menyusui langsung. Berbeda faktor penyebabnya tentu saja berbeda solusi yang harus dilakukan. Pastikan untuk mengetahui apa saja faktor tersebut dan tahu solusinya sehingga si Kecil bisa mendapatkan asupan terbaik dari ibunya sendiri.

ASI memiliki manfaat yang penting bagi Si Kecil karena kaya akan vitamin dan mikronutrien. Nutrisi yang terkandung pada ASI mampu mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil baik secara fisik, daya tahan tubuh, serta kecerdasan Si Kecil. American Academy of Pediatric (AAP) menganjurkan pemberian ASI selama 6 bulan pertama tanpa campuran air putih, susu formula maupun jus. Selanjutnya, Si Kecil dapat diberikan pengenalan makanan pendamping ASI ketika memasuki usia diatas 6 bulan. Meski demikian, ASI disarankan tetap diberikan selama 2 tahun pertama kehidupan Si Kecil.1

Salah satu masalah yang mungkin Sahabat Sehat alami selama menyusui yaitu produksi ASI yang sedikit. Nah Sahabat Sehat, apa saja penyebab produksi ASI sedikit ? mari simak penjelasan berikut.

Penyebab ASI Sedikit saat Dipompa dan Solusinya

Sangat banyak faktor yang menyebabkan produksi ASI seorang ibu menjadi sedikit. Entah itu karena pola makan, masalah kesehatan ibu, hingga faktor-faktor penyebab lainnya. Setidaknya ada 10 faktor yang biasa menjadi penyebab produksi ASI Sahabat Sehat menurun, yaitu:

Posisi Mulut Si Kecil yang Tidak Tepat

Sahabat Sehat perlu memperhatikan posisi mulut Si Kecil agar pas dengan puting payudara. Posisi mulut Si Kecil yang tidak pas akan menyebabkan berkurangnya rangsangan payudara sehingga hormon oksitosin tidak terangsang secara maksimal, akibatnya produksi ASI akan berkurang.

Sangat disarankan mencoba melakukan penggantian posisi menyusui. Jika biasanya meletkkan kepala bayi di sebelah kiri dada maka cobalah untuk di sebelah kanan, dan sebaliknya. Karena bisa saja mulut si kecil yang tidak pass karena dia merasa tidak nyaman dengan posisi tersebut.

Stress dan Cemas

Jika Sahabat Sehat mengalami stress atau cemas dapat menyebabkan penurunan hormon oksitosin. Hormon oksitosin berperan dalam produksi ASI, jika kadar hormon tersebut menurun maka berimbas pada menurunnya produksi ASI.

Oleh sebab itu, ibu menyusui harus bisa menjaga kestabilan emosi agar tidak emosi dan cemas berlebihan. Untuk meningkatkan hormon oksitosin bisa dirangsang dengan berpelukan lebih sering dengan suami atau dengan si kecil. Hormon oksitosin juga meningkat ketika seseorang diberi pijatan ataupun karena melihat hal-hal lucu dan menyenangkan di social media.

Pemberian Susu Formula

Tidak jarang Sahabat Sehat memberikan susu formula sebagai tambahan asupan nutrisi Si Kecil. Namun, pemberian susu formula dapat berimbas pada menurunnya intensitas Si Kecil menyusu langsung pada payudara. Hal ini turut berdampak pada menurunnya produksi ASI. Karena ketika si Kecil mulai berkurang minatnya terhadap ASI maka payudara biasanya ikut bereaksi menurunkan intensitas produksinya.

Agar hal ini tidak terjadi atau agar hal ini bisa terselesaikan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Solusi yang sebaiknya dilakukan adalah untuk tetap menawarkan ASI kepada si kecil. Susu formula diberikan sebisa mungkin hanya ketika si Kecil sudah tidak mau lagi ASI atau ketika memang produksi ASI sudah tidak lagi keluar karena satu dan lain sebab.

Kurangnya Gizi Ibu

Masalah gizi pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab ASI sedikit saat dipompa. Menyusui diketahui dapat membakar sekitar 500 kalori. Tanpa gizi yang mencukupi sudah pasti produksi ASI ibu akan berkurang karena ibu dalam kondisi lelah dan tidak memiliki energi yang cukup.

Bagi Sahabat Sehat yang tengah menyusui dianjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum air putih minimal 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas per hari agar kualitas dan volume ASI tetap baik.

Banyak sekali makanan bergizi yang sangat baik dikonsumsi ibu menyusui. Sebut saja buah-buahan, ikan, sayuran, kacang-kacangan, maupun daging. Hal paling penting adalah untuk menghindari mengkonsumsi makanan yang dapat merusak metabolisme dan kesehatan Sahabat Sehat. Misalnya merokok, minum alkohol, ataupun penggunaan obat-obatan terlarang.

Kondisi Stamina Ibu

Jika Sahabat Sehat mengalami flu, kelelahan, diare, muntah, maupun kehilangan nafsu makan dapat berdampak pada menurunnya produksi ASI.

Maka dari itu, seorang ibu yang masih dalam fase harus menyusui anak maka sangat disarankan mengatur jadwal kegiatan sehari-harinya. Pastikan memiliki waktu untuk beristirahat, rileksasi, dan bersenang-senang. Waktu istirahat misalnya jam tidur malam, jam tidur siang, dan jam menonton televisi. Waktu rileksasi dan bersenang-senang misalnya makan bersama suami, atau sekedar duduk santai melihat orang yang berlalu lalang.

Efek Samping Obat

Beberapa obat, seperti pseudoefedrin, methergine diketahui dapat berdampak pada produksi ASI. Konsultasikan ke Dokter lebih lanjut jika Sahabat Sehat merasa penyebab ASI sedikit saat dipompa adalah konsumsi obat yang akhir-akhir diminum.

Silahkan konsultasikan kepada dokter agar diberikan resep obat yang sekiranya tidak menurunkan produksi ASI, atau solusi lain agar obat bisa diminum dan produksi ASI tetap dalam kondisi stabil.

Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon dapat berdampak pada penurunan produksi ASI. Oleh sebab itu, konsultasi lebih dahulu dengan dokter jika Sahabat Sehat ingin menggunakan alat kontrasepsi.

Jika tidak ingin terjadi pembuahan di masa sedang menyusui, cobalah meminta suami untuk memakai alat kontrasepsi. Pil-pil yang dapat merubah hormon sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui karena berdampak pada kesehatan, juga produksi ASI bagi si Kecil.

Gangguan Hormon

Apabila Sahabat Sehat memiliki riwayat gangguan hormon, seperti diabetes melitus (kencing manis), PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), gangguan hormon tiroid, diperkirakan turut berdampak pada produksi ASI.

Namun bukan berarti masalah gangguan hormon menyebabkan si Kecil tidak mendapatkan ASI dari ibunya sendiri. Sahabat Sehat bisa memompa ASI ke dalam dot bayi dan menyimpannya. Memang akan memakan waktu lebih lama agar ASI penuh, tetapi cara ini menjadi solusi terbaik. Selain itu, pastikan mengkonsumsi makanan maupun obat yang diresepkan oleh dokter untuk meningkatkan produksi ASI.

Riwayat Operasi Payudara

Riwayat operasi pada payudara yang sebelumnya pernah dilakukan dapat berimbas pada tersumbatnya atau rusaknya saluran air susu. Hal ini tentu menjadi salah satu penyebab ASI sedikit saat dipompa yang dialami oleh para ibu yang pernah melakukan operasi pada bagian payudara. Pada beberapa kasus bahkan ASI tidak keluar sama sekali akibat rusaknya beberapa area yang berhubungan dengan produksi ASI.

Oleh sebab itu, operasi payudara harus dilakukan pada ahlinya dan harus menanyakan risiko-risiko pasca operasi. Karena kesalahan ataupun kebutuhan penyayatan yang besar dapat merusak area di sekitar aerola yang akan menyebabkan gangguan dalam produksi ASI.

Minuman Berkafein

Minuman berkafein, seperti teh dan kopi dapat menarik air keluar dari tubuh. Hal ini berdampak pada penurunan produksi ASI. Selain itu, kafein dapat terserap ke dalam ASI sehingga beresiko mengganggu kualitas tidur Si Kecil. Sahabat Sehat dianjurkan membatasi asupan minuman berkafein. Jika diperlukan, hindari minum minuman berkafein.

Lihat Juga: Cara Menghilangkan Stretch Mark

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab ASI sedikit saat dipompa di masa menyusui. Untuk menunjang produksi ASI, Sahabat Sehat dianjurkan pula mengkonsumsi multivitamin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama dirumah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. WebMD. Breastfeeding Overview [Internet]. USA : WebMD; [cited 1 August 2021].
  2. Wibowo S. Masalah Ibu Menyusui: Produksi ASI Sedikit [Internet]. Indonesia : Mother and Baby. 2018 [updated 2018 Sep 25; cited 2021 Aug 01].
  3. Patel S. 4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it [Internet].USA : UT Southwestern Medical Centre. 2018 [updated 2018 Aug 21; cited 2021 Aug 01]. Available from: https://utswmed.org/medblog/decrease-breast-milk-supply/
  4. Pitman T. 10 reasons for low milk supply, plus tips to increase breast milk [Internet]. USA : Today’s Parent. 2019 [updated 2019 July 27; cited 2021 August 01].
  5. Murray D. Make Changes in Your Life If You Notice a Decrease in Breast Milk Supply [Internet]. USA : Verywell Family. 2020 [updated 2020 July 05; cited 2021 Aug 01].

Chat Asisten ProSehat aja