Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

  1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

  1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

  1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

  1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

  1. ROKOK

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

  1. ALKOHOL

Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

  1. MALAS BEROLAHRAGA

Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
  2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
  3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
  4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
  5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
  6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
  7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
  8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
  9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
  10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
  11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.

WhatsApp Asisten Maya saja