Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat menjadi takut, cemas, dan gelisah. Terlebih lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19 membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi jenuh dan stres karena tidak bisa pergi jalan-jalan, liburan, dan pulang ke kampung halaman. Tidak sedikit orang yang telah bertanya-tanya kapankah COVID-19 berakhir dan berharap dapat kembali ke rutinitas semula. Jika Sobat adalah salah satu orang yang mengalami stres dalam menghadapi wabah COVID-19, jangan khawatir, karena berikut adalah 7 tips untuk mengatasi stres akibat pandemi corona.

  1. Batasi dan filter berita

Mengikuti informasi dan berita terkini mengenai pandemi COVID-19 merupakan hal yang penting. Namun, terkadang berita yang tersebar juga dapat menimbulkan stres dan kegelisahan di kalangan masyarakat. Untuk itu, penting untuk membatasi berita yang dibaca. Terlebih lagi, pastikan berita yang dibaca memilki sumber yang terpercaya agar Sobat terhindar dari penyebaran hoax.

  1. Meditasi

Penelitian telah membuktikan bahwa meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, melatih fokus, dan menghilangkan stres1. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepasakan hormon kortisol yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Meditasi adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja dan dipercaya dapat mengembalikan detak jantung dan tekanan darah kembali normal. Meditasi dapat dilakukan dengan mengatur hembusan napas secara perlahan, sembari membuang pikiran negatif dan stres yang dialami.

  1. Yoga

Yoga adalah salah satu olahraga simpel yang tidak membutuhkan banyak peralatan. Bahkan, jika tidak memiliki matras yoga, yoga juga dapat dilakukan di tempat tidur. Yoga merupakan bentuk meditasi yang juga terbukti ampuh untuk menghilangkan stres, kegelisahan, dan depresi3. Selain mengatur pernapasan, yoga juga dapat meregangkan otot sehingga menimbulkan efek relaksasi.

  1. Memasak

Bagi Sobat yang senang berada di dapur, memasak bisa menjadi salah satu aktivitas penghilang stres. Selama masa pandemi COVID-19, banyak content creator yang membagikan resep mudah di media sosial. Mencoba berbagai resep dan berkreasi di dapur dapat mengurangi jenuh selama di rumah.

  1. Membersihkan rumah

Kebersihan rumah adalah hal penting yang harus tetap dijaga, terutama selama masa pandemi ini. Pembersih desinfektan yang berbahan dasar alkohol dapat membunuh virus yang ada di sekitar dan di dalam rumah. Jangan lupa untuk membersihkan tempat dan barang yang sering dipegang seperti keyboard, saklar lampu, handphone, dan sebagainya.

  1. Membaca buku dan menonton film

Selain menambah pengetahuan dan mengusir kebosanan selama masa karantina di rumah, membaca buku dan menonton film dapat menjadi aktivitas bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Orang yang sering membaca memiliki kemampuan belajar, komunikasi, dan komprehensi yang lebih tinggi dari orang yang jarang membaca5.

  1. Mengasah keterampilan

Tetap menghasilkan karya selama masa karantina di rumah bisa menjadi salah satu cara mengusir stres. Manfaatkan waktu luang untuk mengasah keterampilan atau hobi yang sudah lama ditinggalkan. Entah itu menjahit, menggambar, menulis, melukis dan sebagainya. Melakukan hal yang disukai dapat mengurangi stres selama di rumah.

Nah, Sobat itulah sederet tips untuk mengatasi stres selama masa pandemi COVID-19. Daripada stres dan pusing memikirkan kapan COVID-19 akan berakhir, Sobat dapat mencoba berbagai tips di atas untuk mengurangi stres selama masa karantina di rumah.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

DAFTAR PUSTAKA 

  1. Sharma, H. (2015). Meditation: Process and effects. AYU (An International Quarterly Journal Of Research In Ayurveda)36(3), 233. doi: 10.4103/0974-8520.182756
  2. Ranabir, S., & Reetu, K. (2011). Stres and hormones. Indian journal of endocrinology and metabolism15(1), 18–22. https://doi.org/10.4103/2230-8210.77573
  3. Shohani, M., Badfar, G., Nasirkandy, M. P., Kaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2018). The Effect of Yoga on Stres, Anxiety, and Depression in Women. International journal of preventive medicine9, 21. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM_242_16
  4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
  5. Duff, D., Tomblin, J. B., & Catts, H. (2015). The Influence of Reading on Vocabulary Growth: A Case for a Matthew Effect. Journal of speech, language, and hearing research : JSLHR58(3), 853–864. https://doi.org/10.1044/2015_JSLHR-L-13-0310

Chat Asisten ProSehat aja