Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Vaksin Booster COVID Aman bagi Lansia & Penderita Komorbid

Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Pemberian Vaksin Booster Covid Dinyatakan Aman Bagi Lansia Maupun Penderita Komorbid

Keamanan vaksin booster Covid bagi para lansia maupun penderita komorbid menjadi perhatian. Bukan hanya di Indonesia, namun juga dunia. Setelah melalui serangkaian penelitian, hasil penelitian tersebut telah didapatkan.

Ya, masalah keamanan vaksin booster menjadi perhatian serius jika membicarakan penggunaan vaksin booster Covid bagi para lansia dan penderita Komorbid. Bagi kelompok berisiko seperti lansia dan mereka yang memiliki komorbid, adalah suatu keharusan untuk lebih berhati-hati dalam memilih vaksin. Jangan sampai efek samping vaksin tidak dapat diadaptasi oleh tubuh sehingga menyebabkan masalah kesehatan baru.

Sahabat Sehat, apakah vaksin booster Covid-19 aman untuk lansia dan penderita penyakit komorbid? Mari simak penjelasan berikut.

Jenis Vaksin Booster Covid-19 di Indonesia

Pemberian vaksinasi sudah terbukti dapat mencegah suatu penyakit, termasuk Covid-19. Sejak pandemi Covid-19, pemberian vaksin Covid-19 sudah berjalan dengan cepat untuk masyarakat. Mulai dari usia lansia, dewasa, remaja, hingga nantinya direncanakan bagi anak dibawah 12 tahun. 

Bagi Sahabat Sehat yang telah menjalankan vaksin Covid-19 yang pertama dan kedua, mungkin saat ini terpikirkan untuk mendapatkan vaksin booster. 

Pada saat ini terdapat beberapa tipe vaksin booster yang ada di indonesia yaitu Sinovac, Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Selain itu, pemerintah juga telah mengumumkan penggunaan vaksin nusantara sebagai vaksin booster. Pemberian vaksin booster ini diberikan jika sudah menerima vaksin Covid dosis pertama dan dosis kedua. Dosis untuk vaksin booster covid atau vaksin dosis ketiga ini sebenarnya sama saja seperti sebelumnya, kecuali untuk Moderna yaitu setengah dari dosis biasa. 

Dikutip dari Centre for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian booster vaksin Covid-19 diperbolehkan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dari vaksin pertama dan kedua. Sebagai contoh bila mendapatkan vaksin Sinovac untuk vaksin pertama dan kedua, maka vaksin booster menggunakan Pfizer atau Moderna itu tidaklah menjadi masalah.

Efek Samping Vaksin Covid-19 Booster

Vaksin Covid-19 booster memiliki formulasi yang sama dengan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua sehingga efek samping yang timbul tidak jauh berbeda. Beberapa efek samping yang dapat terjadi adalah:

  • Nyeri atau panas pada lokasi vaksinasi,
  • Demam,
  • Nyeri kepala,
  • Lemas,
  • Mual,
  • Nyeri otot, dan
  • Menggigil

Semua efek samping ini dapat diatasi dengan obat simptomatis (obat pereda keluhan) sehingga Sahabat Sehat tidak perlu khawatir. Beberapa obat simptomatis yang disarankan antara lain Paracetamol dan Ibuprofen.

Penerima Vaksin Booster Covid-19

Untuk saat ini, hanya populasi tertentu saja yang diperbolehkan untuk mendapat vaksin booster Covid-19. Populasi yang diperbolehkan adalah populasi yang rentan terpapar dan yang dapat bergejala berat bila terinfeksi Covid-19. Populasi tersebut adalah mereka yang tergolong sebagai:

  • Lansia,
  • Orang dengan komorbid, dan
  • Tenaga kesehatan. 

Namun sudah ada gaung bahwa pemerintah hendak memberikan vaksin booster juga kepada masyarakat umum. Namun vaksin booster untuk masyarakat umum ini akan berbayar, kecuali lansia dan tenaga kesehatan.

Lihat Juga: Harga Vaksin Booster Covid

Risiko Vaksin Booster Pada Lansia dan Penderita Komorbid

Dari penelitian telah ditemukan bahwa efektivitas vaksin akan perlahan menurun. Dengan pemberian vaksin booster, maka efektivitasnya akan bertambah.

Dari beberapa penelitian juga telah didapatkan kesimpulan bahwa:

  • Pemberian vaksin booster Covid-19 pada lansia terbukti memberikan proteksi terhadap Covid-19
  • Kasus terkonfirmasi Covid-19 menjadi berkurang
  • Infeksi Covid-19 yang menyebabkan gejala berat juga lebih rendah setelah vaksin booster
  • Vaksin booster Covid aman digunakan pada Lansia (yang dalam kondisi kesehatan stabil)
  • Vaksin booster Covid aman digunakan pada penderita Komorbid

Syarat Mendapatkan Vaksin Booster Covid-19

Syarat untuk dapat menerima vaksin booster Covid-19 berbeda dari sebelumnya. Tentu Sahabat Sehat harus mendapatkan vaksin pertama dan kedua terlebih dahulu. Pada pemberian vaksin booster Covid-19 Anda juga memerlukan jeda 6 bulan dari vaksin kedua.

Jika Sahabat Sehat termasuk populasi yang rentan seperti lansia, memiliki komorbid, atau tenaga kesehatan, maka mungkin diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin booster Covid-19 terlebih dahulu dibandingkan populasi yang lain. Silahkan menghubungi sentra vaksin dimana Sahabat Sehat telah melakukan vaksin kedua untuk menanyakan detail lebih lanjut mengenai program vaksin booster di sentra vaksin tersebut.

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian vaksin booster Covid-19 yang ternyata aman untuk mereka yang tergolong lansia maupun penderita komorbid. Sebelum mendapatkan vaksin booster Covid-19, pastikan dahulu untuk memeriksakan kesehatan Anda, terutama bagi lansia dan penderita komorbid.

Jika Sahabat Sehat ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan pemeriksaan ke rumah. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik tombol di bawah ini:

Referensi

  1. Jakarta Tanggap Covid-19. Vaksinasi [Internet]. Jakarta Tanggap COVID-19. 2021 [cited 19 November 2021]. 
  2. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 Booster Shot [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 19 November 2021].
  3. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 Vaccination [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 19 November 2021].
  4. Bar-On Y, Goldberg Y, Mandel M, Bodenheimer O, Freedman L, Kalkstein N et al. Protection of BNT162b2 Vaccine Booster against Covid-19 in Israel. New England Journal of Medicine. 2021;385(15):1393-1400.
  5. Mahase E. Covid-19: Booster vaccine gives “significant increased protection” in over 50s. BMJ. 2021;:n2814.

Chat Dokter 24 Jam