Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mengapa Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, mencegah timbulnya penyakit.

terpapar virus meski sudah divaksin

Baca Juga: Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

Center for Diseases Control (CDC) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 melindungi diri virus tersebut supaya tidak terlalu berat terkena efeknya, dan tidak akan terpapar virus setelahnya. Jenis vaksin apa pun dapat melindungi diri dari virus, baik melalui virus yang dimatikan, DNA, RNA, atau antibodi. Meski begitu ada pertanyaan apakah masih bisa terkena virus meski sudah divaksin?

Penyebab Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin

Data menunjukkan bahwa mereka yang positif Covid-19 setelah divaksin banyak yang langsung beraktivitas di luar dan tidak menerapkan 3M. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan mengingat efektivitas vaksin belum akan terlihat karena membutuhkan waktu untuk meningkatkan antibodi di dalam tubuh. Saat seseorang disuntik vaksin sebanyak dua kali, antibodi di dalam tubuh yang didapatkan tidak bisa langsung tinggi sehingga hal tersebut memerlukan waktu selama 14 atau sebulan setelah penyuntikan, sehingga didapatkan antibodi yang maksimal.

Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

Vaksinasi setidaknya akan memperkecil risiko tertular virus dengan catatan bahwa vaksin menawarkan respons imunologis yang kuat, yang mampu menghentikan perkembangbiakan virus dengan cepat. Sehingga disarankan suntikan vaksin diberikan jangan satu kali, melainkan dua kali.

Bukan Lini Pertama Pencegahan Covid-19

Adanya vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan risiko tertular, tetapi belum tentu mengakhiri pandemi ini.  Hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, distribusi vaksin yang merata ke berbagai wilayah di Indonesia. Vaksin bukanlah lini pertama dalam pencegahan Covid-19. Vaksin adalah lini kedua pencegahan sebab vaksinasi ditujukan untuk memberikan kekebalan supaya pada saat seseorang terpapar virus, ia tidak jatuh sakit.

Tetap Melaksanakan 3M

Semua pihak, terutama yang sudah divaksin diminta agar tetap melaksanakan 3M, mencuci  tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku 3M ini merupakan lini pertama dalam pencegahan yang tidak boleh dianggap enteng dan diabaikan, dan merupakan satu-satunya cara terbaik dalam menangkal Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

Demikianlah Sahabat mengenai mengapa orang yang divaksinasi masih bisa tertular virus. Vaksinasi dapat membentuk kekebalan tubuh, dan juga kekebalan kelompok yang harus mencapai 70%. Vaksin bukanlah obat karena fungsinya hanya untuk mencegah. Tetaplah berperilaku 3M dan menjalani PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. COVID-19 vaccines [Internet]. Who.int. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines
  2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/facts.html
  3. (PDF) COVID-19 Vaccine: An Update and Primer [Internet]. ResearchGate. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/345813274_COVID-19_Vaccine_An_Update_and_Primer#pf2c
  4. Maulana Y. 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Positif Corona [Internet]. detiknews. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5338366/25-relawan-uji-klinis-vaksin-sinovac-di-bandung-positif-corona
  5. Septiani A. Setelah Vaksin COVID-19 Masih Terinfeksi? Ahli Imunisasi: Bisa, Tapi Tidak Parah [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329507/setelah-vaksin-covid-19-masih-terinfeksi-ahli-imunisasi-bisa-tapi-tidak-parah
  6. Media K. Bisakah Kita Menularkan Covid-19 Setelah Divaksin? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/18/095832220/bisakah-kita-menularkan-covid-19-setelah-divaksin?page=all
  7. Even if you have been vaccinated, someone can still be exposed to the corona virus [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/keseh/19/10/2020/meski-sudah-divaksin-s Someone-tetap-bisa-terpapar-virus-korona/

Chat Dokter 24 Jam