Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ wfh”

  • Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat […]

    8 Tips Meningkatkan Semangat Work from Home Selama Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

    semangat work from home, semangat work from home saat ramadan

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan

    Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa.

    Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk malas-malasan. Berikut 8 tips ampuh supaya Sobat tetap semangat kerja di bulan Ramadan.

    1. Tidur malam yang cukup

    Terkadang, work from home membuat Sobat lupa akan waktu hingga bekerja sampai larut malam. Namun, perlu disadari betapa pentingnya tidur yang cukup selama Bulan Ramadan.

    Untuk orang dewasa usia 18-60 tahun, dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam1. Selain meningkatkan imun tubuh, tidur yang cukup juga bisa membantu bangun untuk sahur dan meningkatkan semangat kerja selama puasa.

    2. Buat to-do list

    Pekerjaan menumpuk yang membuat patah semangat dapat diselesaikan dengan membuat daftar pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa membuat to-do list dapat meningkatkan produktivitas3. Sobat dapat membuat daftar pekerjaan ini sessaat setelah sahur dan menuliskan apa saja yang hendak diselesaikan pada hari itu.

    3. Buat ruang sendiri untuk work from home

    Salah satu tantangan dari work from home adalah tidak adanya ruang sendiri, yang membuat konsentrasi buyar saat bekerja. Terlebih saat bulan puasa, emosi jadi mudah meningkat apabila banyak hambatan dalam pekerjaan.

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ruang sendiri untuk kerja, ruang dimana Sobat dapat fokus dan tidak diganggu oleh siapapun sehingga dapat lebih fokus.

    4. Kontrol porsi makan saat sahur dan berbuka

    Akibat menahan lapar dan haus seharian selama bulan Ramadan, terkadang banyak orang “balas dendam” saat berbuka dan sahur. Padahal, makan berlebihan dapat memberi dampat buruk pada kesehatan, yang dapat menurunkan produktivitas saat kerja5. Makanlah dalam porsi cukup.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    5. Olahraga ringan

    Tentunya work from home dan berpuasa membuat menjadi malas bergerak. Namun, tahukah Sahabat betapa pentingnya olahraga ringan? Yoga dan stretching dapat membuat lebih fokus, sehat, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

    6. Tidur siang

    Tidur siang selama 15-20 menit dapat mengembalikan stamina dan membuat Sahabat lebih fokus dalam bekerja.

    7. Jangan melihat jam terus-menerus

    Menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan akan membuat Sobat terhindar dari godaan untuk melirik jam berkali-kali dan menghitung waktu menuju magrib. Beri target untuk diri sendiri, sehingga pada magrib tiba, Sobat dapat berbuka dengan tenang tanpa dihantui deadline.

    8. Berbuka puasa bersama di rumah

    Berbuka bersama di rumah bersama keluarga dapat menjadi bentuk syukur karena sudah berhasil melewati satu hari ibadah puasa.

    Berbukalah di rumah mengingat social distanding masih sangat diperlukan saat ini. Bagi Sobat yang hidup merantau, jangan khawatir, cobalah berbuka bersama melalui jaringan online melalui fitur video call dengan berbagai aplikasi seperti Skype, Line Call, Google Hangout, dan social media lainnya.

    Hal ini dapat membuat Sahabat semakin semangat bekerja dan menjalankan ibadah puasa pada hari berikutnya.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Nah, Sahabat, sekian tips untuk tetap semangat work from home selama bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jangan lupa, tetap semangat!

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., & Buysse, D. et al. (2015). Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. SLEEP. doi: 10.5665/sleep.4716
    2. Besedovsky, L., Lange, T., & Haack, M. (2019). The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiological Reviews99(3), 1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018
    3. Schrager, S., & Sadowski, E. (2016). Getting More Done: Strategies to Increase Scholarly Productivity. Journal Of Graduate Medical Education8(1), 10-13. doi: 10.4300/jgme-d-15-00165.1
    4. The Jakarta Post. (2020). How to stay productive while working from home. Retrieved 24 April 2020, from https://www.thejakartapost.com/life/2020/03/24/how-to-stay-productive-while-working-from-home.html
    5. Prentice, A. (2001). Overeating: The Health Risks. Obesity Research9(S11), 234S-238S. doi: 10.1038/oby.2001.124
    6. Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485
    7. Lovato, N., & Lack, L. (2010). The effects of napping on cognitive functioning. Progress In Brain Research, 155-166. doi: 10.1016/b978-0-444-53702-7.00009-9
    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini. Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau […]

    7 Tips Mengusir Bosan Selama Pandemi, Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini.

    Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dari dalam rumah.

    mengusir bosan selama pandemi

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB pastinya telah membuat sebagian besar masyarakat menjadi bosan dan jenuh akibat menghabiskan banyak waktu di rumah saja tanpa bebas berpergian.

    Namun, demi keselamatan bersama, tetap berada di rumah saja merupakan tindakan terbaik sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini telah menyandang status pandemi dunia.

    Lantas, bagaimana cara untuk mengusir bosan selama  pandemi? Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan.

    1. Memasak

    Bagi Sahabat yang berjiwa kreatif dan berkeinginan untuk mencoba hal baru, memasak adalah hal yang tepat untuk dilakukan selama masa pandemi seperti saat ini. Tidak perlu pergi keluar, yang penting selalu ingin menciptakan kreasi makanan dari rumah.

    Hal ini selain dapat menambah kreativitas dan kemampuan memasak, tentunya juga dapat mengusir rasa bosan dan jenuh selama di rumah. Mengajak pasangan atau buah hati untuk memasak bersama akan menambah keseruan dalam menciptakan menu masakan baru untuk keluarga.

    Sahabat dapat memulainya dengan membuat roti panggang, sandwich, salad, ataupun cemilan sehat lainnya. Untuk menghindari kesalahan, bisa juga dengan melihat resep dari buku panduan maupun internet. Jangan lupa untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang lengkap agar kegiatan memasak jadi lebih menyenangkan.

    2. Olahraga di Pagi Hari

    Melakukan olahraga di pagi hari merupakan hal yang baik untuk tubuh, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Sahabat dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan keliling kompleks maupun olahraga fisik seperti cardio dan yoga di dalam rumah.

    Tentunya jangan lupa untuk tetap melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) ketika berolahraga di luar rumah. Pastikan juga kondisi tubuh saat berolahraga memang sedang fit agar dapat melakukannya dengan penuh semangat.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Selain dapat membuat badan menjadi lebih prima, berolahraga di pagi hari juga dapat menghilangkan bosan akibat rutinitas yang begitu-gitu saja di rumah.

    Lebih dari itu, berolahraga secara tidak langsung juga dapat memperbaiki mental, karena paparan sinar matahari pagi dipercaya memiliki khasiat yang baik dalam mengatasi depresi maupun penyakit mental lainnya.

    3. Berkebun

    Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berkebun sekaligus berkreasi bersama pasangan maupun buah hati. Jika tidak memiliki pekarangan di rumah, Sahabat dapat berkreasi menggunakan tanaman di pot.

    Karena berkebun akan menciptakan pengalaman baru yang menyenangkan, serta membuat rumah menjadi lebih asri. Berkebun juga dapat melatih anak untuk belajar bertanggung jawab, mencintai dan menjaga lingkungan, serta mengenal berbagai tumbuh-tumbuhan.

    4. Berkreasi dengan seni

    Melakukan kegiatan seperti menggambar dan mewarnai bersama buah hati akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengusir rasa bosan.

    Kegiatan seperti ini juga dapat mengasah bakat anak dalam berkreasi dengan bentuk dan warna. Selain itu, dengan menggambar dan mewarnai juga dapat membangun rasa percaya diri pada anak, membuatnya senang, dan melatih imajinasnya.

    Bukan hanya menggambar, tapi bisa juga mengajak si kecil untuk bernyanyi, main musik, hingga menari bersama. Kegiatan positif seperti ini akan meningkatkan keterampilan motorik kasar si kecil serta menyeimbangkan koordinasi antara tangan dengan matanya. Selain itu, Sahabat juga dapat memberikan pilihan minat kepada si kecil sejak dini.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    5. Movie night

    Akan sangat mengasyikan apabila Sahabat menyempatkan waktu untuk menonton film bersama keluarga. Cukup siapkan proyektor dan layar sederhana untuk menciptakan suasana menonton film seperti sedang di bioskop. Pemilihan film yang akan diputar pun juga tidak kalah penting.

    Izinkan semua orang untuk menulis daftar film pilihannya di selembar kertas, lalu kumpulkan jadi satu di sebuah wadah dan buat pilihan baru di setiap minggu.

    Agar tidak hanya sebatas menonton film, ajaklah pasangan dan buah hati untuk mendiskusikan film tersebut, seperti pesan moral atau pembelajaran apa yang dapat diambil dari film tersebut. Jika ingin suasana lebih seru, bisa juga disertai kuis dengan hadiah yang menarik.

    6. Game night

    Bermain game di gadget tentunya sudah sering dilakukan, atau bahkan sudah ditahap bosan akibat terlalu sering memainkannya di masa pandemi saat ini. Gunakan kesempatan ini untuk bermain bersama keluarga.

    Sahabat dapat mengusulkan permainan yang dapat dilakukan bersama-sama, misalnya seperti permainan congklak, bola bekel, papan monopoli, atau petak umpet.

    Dengan melakukan permainan-permainan tersebut, Sahabat dapat memperkenalkan permainan jaman dulu kepada anak-anak, sembari menceritakan kenangan berharga dimasa lampau.

    7. Lakukan hobi yang tertunda

    Padatnya rutinitas sehari-hari pasti membuat waktu terasa lebih sempit atau bahkan tidak memiliki waktu sama sekali untuk melakukan hobi.

    Nah, panjangnya masa pemberlakuan PSBB tentunya akan membuat bosan karena memiliki banyak waktu dirumah. Hal ini justru dapat dimanfaatkan untuk melakukan kembali hobi yang disenangi, seperti berkebun, memasak, melukis, dan sebagainya. Selain untuk mengusir rasa bosan, Sahabat juga akan merasakan manfaat pada kesehatan fisik maupun mental.

    Demikian beberapa ide kegiatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah untuk mengusir bosan selama pandemi Covid-19. Meskipun merasa jenuh dan bosan,  Sahabat Sehat tetap harus patuhi anjuran pemerintah untuk sebisa mungkin beraktifitas dari rumah.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat ingin berpergian, maka jangan lupa untuk selalu terapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

    Apabila memiliki masalah atau pertanyaan mengenai kesehatan mental, Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

      

    Referensi

    1. com. 2021. 9 Aktivitas Penghilang Rasa Bosan Selama di Rumah Aja – Cermati.com. [online] Available at: <https://www.cermati.com/artikel/9-aktivitas-penghilang-rasa-bosan-selama-di-rumah-aja> [Accessed 6 April 2021].
    2. Brownlee, D., 2021. Got Bored Kids? Here Are 20 Fun Activities For A Pandemic Summer. [online] Forbes. Available at: <https://www.forbes.com/sites/danabrownlee/2020/07/14/got-bored-kids-here-are-20-fun-activities-for-a-pandemic-summer/> [Accessed 6 April 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Menghilangkan Rasa Bosan Anak di Rumah saat Pandemi Corona, Patut Dicoba – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/lifestyle/2020/05/01/5-cara-menghilangkan-rasa-bosan-anak-di-rumah-saat-pandemi-corona-patut-dicoba?page=3> [Accessed 6 April 2021].
    Read More
  • Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya. Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A Saat ini, dunia sedang berada dalam […]

    11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya.

    cara memantau kesehatan mata

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A

    Saat ini, dunia sedang berada dalam kondisi pandemi, sehingga semua kegiatan dilakukan secara online dan menyebabkan waktu yang dihabiskan untuk melihat layar digital lebih banyak.

    Berikut adalah cara memantau kesehatan mata

    1. Melakukan pemeriksaan mata setiap 12 bulan

    Sahabat Sehat harus rutin memeriksakan mata guna menjaga kesehatan mata karena apabila terjadi masalah penglihatan dan tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

    Sahabat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata setahun sekali, terutama mereka yang bekerja dengan laptop dalam jangka waktu yang lama.

    2. Kacamata hitam anti UV

    Seperti yang sudah diketahui bersama, sinar UV dapat membuat kerusakan yang serius pada mata. Sahabat Sehat jangan menyepelekan sinar matahari, karena sinar matahari bisa mengganggu kesehatan pada mata.

    Sahabat dapat menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan sinar UV. Jangan lupa, saat membeli kacamata pastikan untuk memilih kacamata yang dapat memantulkan paling sedikit 98% radiasi UV.

    3. Konsumsi makanan yang sehat

    Cara yang satu ini adalah cara yang sangat mudah untuk menjaga kesehatan mata. Sahabat Sehat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Terutama buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin A dan beta karoten seperti apel, melon, papaya, jeruk, dan wortel.

    Produk Terkait: Jual Vitamin dan Multivitamin

    Wortel dikenal sangat ampuh untuk menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dikarenakan wortel memiliki beta karoten yang tinggi. Selain itu, beta karoten di dalam wortel juga merupakan antioksidan yang bisa mengurangi risiko degenerasi makula atau penurunan penglihatan pusat saat memandang lurus.

    Selain wortel, kuning telur dan juga susu ternyata banyak mengandung vitamin A yang bagus dan berguna untuk menjaga kesehatan mata. Baru-baru ini, terdapat studi yang menunjukan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan selain mencegah atau memperlambat degenerasi makula, juga dapat memperlambat pertumbuhan katarak.

    4. Hindari pemakaian lensa kontak terlalu lama

    Jika Sahabat Sehat biasa menggunakan lensa kontak terlalu lama, hal tersebut dapat merusak kesehatan mata. Jadi, pakailah lensa kontak dengan batas yang wajar, yaitu paling lama delapan jam.

    Pemakaian lensa kontak yang lama bisa menimbulkan kerusakan mata secara permanen. Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tetapi lama kelamaan akan mengaburkan penglihatan mata.

    Jadi, hal yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Sahabat Sehat memakai lensa kontak, maka semakin tinggi juga resiko mata terkena infeksi.

    5. Gunakan lensa kontak yang memiliki kualitas baik

    Lensa kontak memiliki kualitas yang bermacam-macam. Bahkan tidak semua lensa kontak sama, ada yang aman untuk mata dan ada juga yang berisiko untuk merusak mata.

    Produk Terkait: Obat Mata

    Apabila Sahabat Sehat ingin memakai lensa kontak, diharapkan memiliki kualitas yang baik, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    6. Rawat lensa kontak

    Jika Sahabat Sehat memakai lensa kontak, haruslah merawatnya dengan baik. Merawat lensa kontak nyatanya tidak terlalu merepotkan, jadi jangan sekali-sekali mengabaikan kebersihan dari lensa kontak. Sahabat Sehat juga diharuskan mengganti cairannya ketika melepaskan lensa kontak.

    7. Hindari penggunaan cahaya yang berlebihan

    Sahabat Sehat dapat menggunakan cahaya yang cukup dan tidak berlebihan karena apabila cahayanya kurang, dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Sedangkan apabila menggunakan cahaya yang berlebih juga tidak baik.

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan cahaya terbaik dengan mengurangi tingkat terang yang ada pada layar monitor atau ponsel. Pastikan cahaya yang cukup akan membuat bekerja jauh lebih nyaman.

    8. Biarkan mata untuk beristirahat

    Cara yang mudah untuk tetap memantau kesehatan mata, yaitu dengan memberikan mata untuk beristirahat. Biasanya setelah selesai bekerja terlalu dalam di depan perangkat digital, membuat mata menjadi tidak nyaman.

    Hal tersebut biasanya disebabkan karena mata berkedip 25 persen lebih sedikit dari biasanya dan menyebabkan mata menjadi kering.

    Apabila sudah seperti itu, Sahabat Sehat dapat menutup mata dan menghitung sampai lima detik sebelum membukanya kembali. Sahabat Sehat bisa melakukannya selama beberapa menit atau setiap 30 menit.

    Selain itu, setiap 20 menit setelah melihat monitor Sahabat Sehat dapat mengistirahatkan mata dengan cara melihat ke depan sejauh 2 meter.

    9. Hindari merokok

    Merokok diketahui berbahaya bagi tubuh atau kesehatan. Tidak hanya itu, merokok juga ternyata bisa mempengaruhi kesehatan mata, Sahabat Sehat bisa mulai mengurangi rokok jika ingin mata tetap sehat.

    Baca Juga: Dampak Negatif Merokok bagi Kesehatan Mata

    10. Gunakan filter monitor

    Guna mengurangi sinar yang menyilaukan dan mengurangi radiasi yang dipancarkan oleh layar monitor, Sahabat Sehat dapat menggunakan filter glass monitor. Sahabat Sehat bisa membelinya yang berguna untuk meredupkan cahaya monitor dan juga mampu mengurangi pengaruh radiasi.

    11. Mengompres mata dengan mentimun

    Cara mudah yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mata, yaitu mengompros mata dengan mentimun. Caranya adalah, iris mentimun yang sudah bersih, kemudian hanya tinggal dikompres di kelopak mata.

    Sensasi dingin dan juga segar yang dimiliki oleh mentimun bisa membantu Sahabat Sehat untuk mencegah kebengkakan mata dan timbulnya kantong mata.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Sahabat Sehat bisa gunakan irisan mentimun di mata sebelum tidur, kurang lebih selama 10 menit. Sahabat Sehat juga bisa melakukan kegiatan ini secara rutin, agar kesehatan mata bisa tetap terjaga.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui caranya menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan bisa dilakukan secara rutin.

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya.

    Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana saja dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dinkes.deliserdangkab.go.id. 2021. Cara Menjaga Kesehatan Mata. [online] Available at: <https://dinkes.deliserdangkab.go.id/cara-menjaga-kesehatan-mata.html> [Accessed 25 March 2021].
    2. Direktorat P2PTM. 2021. Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata? – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera-fungsional/bagaimana-cara-menjaga-kesehatan-mata> [Accessed 25 March 2021].
    3. suara.com. 2021. Tips Merawat Kesehatan Mata Saat Menggunakan Komputer. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2021/03/01/214715/tips-merawat-kesehatan-mata-saat-menggunakan-komputer> [Accessed 25 March 2021].
    Read More
  • Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH Meskipun terdengar […]

    Waspadai! 4 Gangguan Kesehatan Saat WFH dan Tips Pencegahannya

    Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan.

    gangguan kesehatan saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH

    Meskipun terdengar menyenangkan, bekerja dari rumah dapat menyebabkan masalah baru apabila kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Bahkan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik maupun mental, seperti di bawah ini.

    1. Burnout Syndrome

    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome merupakan kondisi seseorang yang mengalami stress kronis akibat pekerjaan. Kondisi ini dapat dirasakan secara fisik dan emosional. Kondisi seperti ini memiliki gejala seperti rasa lelah, rasa ketidakpuasan, dan rasa kesal dengan pekerjaan.

    Biasanya burnout saat WFH dapat terjadi dikarenakan tidak adanya batasan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jadwal kerja yang berantakan, dan minimnya interaksi sosial.

    Berikut ini adalah tanda-tanda burnout yang dapat dialami oleh pekerja, yaitu:

    • Sulit berpikir jernih
    • Sering menunda-nunda sesuatu
    • Merasa cemas berlebihan
    • Selalu merasa kurang berusaha
    • Terus memikirkan pekerjaan sampai waktu mau tidur

    Jika terus dibiarkan, burnout dapat berakibat fatal dan mengurangi produktifitas serta menurunkan imun tubuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah burnout syndrome saat WFH, di antaranya:

    Lakukan rutintas seperti biasa

    Bangun pagi dan melakukan perenggangan dipercaya dapat meningkatkan aliran darah serta memberi energi yang lebih besar untuk menjalankan aktivitas seharian. Mandi pagi dan pakailah baju kerja yang biasa anda pakai pergi ke kantor.

    fokus pada pekerjaan dan hindari multitasking

    Buatlah to-do list harian setiap hari agar kamu tidak terdistraksi untuk mengerjakan pekerjaan lain.

    Komunikasi dengan team lead atau Human Resource

    Jika Sahabat keberatan dengan suatu pekerjaan yang seharusnya bukan job desk Sahabat, maka sampaikan keberatan anda dan mintalah kebijakan dari perusahaan.

    Gunakan alarm sebagai tanda batasan waktu

    Dengan alarm ini Sahabat dapat mengatur waktu dengan disiplin, kapan harus memulai kerja, istrirahat dan waktu untuk selesai kerja.

    Meskipun lebih santai, bukan berarti anda tidak akan mengalami stres kerja saat WFH, justru akan lebih buruk jika pola WFH yang Sahabat terapkan berantakan.

    2. Computer Vision Syndrome

    Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan keluhan pada mata dan penglihatan akibat dari terlalu lama bekerja di depan layar komputer atau laptop. Jika keluhan ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pengelihatan menjadi kabur.

    Selain itu, telalu lama menatap layar monitor juga dapat membuat mata jadi cepat Lelah, gatal, kering, hingga terasa nyeri bagian kepala.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut panduan menjaga kesehatan mata untuk pekerja selama WFH:

    • Atur kecerahan dan kontras layar sesuai dengan kenyamanan mata anda
    • Sesuaikan posisi layar komputer 10-20 lebih rendah dari mata anda, untuk meminimalisir penguapan air mata yang menyebabkan mata kering.
    • Atur jarak pandang 40-60cm dengan posisi anda duduk tegak, dan sesuaikan dengan kenyamanan
    • Beri istirahat pada mata secara berkala
    • Berkediplah dengan sering
    • Mengonsumsi sayur hijau dan buah yang mengandung vitamin A baik untuk kesehatan mata

    3. Nyeri pada leher dan punggung

    Risiko mengalami nyeri leher dan punggung dapat meningkat pada saat anda WFH, terutama jika anda banyak duduk. Ditambah dengan alat penunjang yang tidak memadai, seperti meja dan kursi yang seadanya, atau mungkin kerja dengan posisi tiduran di kasur. Oleh sebab itu, sakit leher dan punggung jadi tak terhindarkan.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat duduk:

    • Hindari duduk dengan psotuh tubuh membungkuk
    • Gunakan bantalan pada alas duduk kursi
    • Beristirahatlah dengan sesekali berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali
    • Posisikan layar komputer 10-20 derajat dibawah pandangan mata

    4. Carpal Tunnel Syndrome

    Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan gangguan cumulative trauma disorders (CTD) yang mengakibatkan adanya sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada jari tangan. Bagian yang paling sering mengalami gangguan ini adalah ibu jari, jari tengah, dan telunjuk.

    CTS dapat ditangani dengan cara mudah dan sederhana, antara lain:

    • Rendam atau kompres bagian pergelangan tangan anda menggunakan air es sekitar 10-15 menit, dan dapat dilakukan sekali dalam satu atau dua jam.
    • Rendam tangan anda ke dalam air hangat, kemudian tekuk perlahan tangan anda secara lembut.
    • Kibaskan tangan dan pergelangan tangan anda secara perlahan.
    • Isitrahat sejenak dari aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan secara terus menerus, seperti, menulis, mengetik, ataupun menggunakan mouse.
    • Jika dengan cara diatas pergelangan tanan anda tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.

    Tips Menjaga Kesehatan Selama WFH

    Demi terhindar dari gangguan kesehatan diatas, ada baiknya kita lebih menjaga kesehatan selama WFH. Berikut hal yang dapat anda praktekan seperti dikutip dari Healtline.

    1. Menjaga rutinitas dengan teratur

    jika sebelum pandemi Sahabat biasa bangun pagi untuk pergi ke kantor, pada WFH ini tetap pertahankan rutinitas sehat tersebut. Karena dengan bangun pagi, menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi sangat baik bagi tubuh. Dengan bangun pagi, anda juga dapat memanfaat waktu luang di pagi hari untuk olahaga dan rutin sarapan pagi.

    2. Jangan tidur siang berlebihan

    Tidur sianglah secukupnya saja, karena jika berlebihan akan merusak rutinitas anda. Anda dapat menggunakan waktu istirahat siang anda yang berlebh untuk melakukan aktivitas produktif lainnya.

    3. Rutin berolahraga

    Lakukan olahraga ringan secara rutin di rumah, seperti stretching, yoga, lompat tali, angkat barbel, dan sebagainya. Dengan berolahaga, membuat metabolisme tubuh anda dapat bekerja dengan optimal, selain itu juga dapat meredakan tingkat stress dan depresi serta membakar kalori.

    4. Konsumsi makanan sehat

    Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat kaya akan nutrisi bagus untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama dirumah saja. Gantilah cemilan dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya air. Memasak sendiri lebih baik, selain bisa menjaga kebersihan makanan, memasak sendiri dapat membuat tubuh anda bergerak.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    5. Batasi paparan cahaya biru dan gadget

    Selama WFH, waktu dan tenaga kita sudah banyak terkuras didepan layar monitor. Hal ini dapat memicu mata Lelah, kering hingga sakit pada bagian kepala anda. Oleh sebab itu, anda harus membatasi dan memberi waktu istirahat mata anda dari paparan cahaya biru dan penggunaan gadget.

    Bekerja dari rumah atau WFH memang memberi kenyamanan tersendiri bagi sahabat sehat. Namun, siapa sangka kalau WFH ternyata juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti di atas jika sahabat sehat tidak mengatur pola hidup dengan baik. Jangan malah menjadi terlena akan waktu senggang dan bersantai-santai seharian ya sahabat.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH

    Oleh sebab itu, jadikanlah waktu senggang sahabat selama WFH menjadi lebih produktif lagi dan menjalankan pola hidup yang sehat. Demi mencegah munculnya gejala gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, saat ini kalian sudah bisa loh memantau sendiri kesehatan Sahabat. Cukup menggunakan WISH Health Watch sahabat sudah dapat memantau kesehatan secara akurat dan sangat simpel penggunaannya. WISH Smartwatch ini juga dapat diintegrasikan ke ponsel pintar sahabat, sangat mudah dan praktis kan?

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    WISH  Smartwatch akan dapat membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat tertarik, Sahabat bisa membelinya di Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, S., 2021. Kembali WFH? Ini 4 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai – Safety Sign Indonesia. [online] Safety Sign Indonesia. Available at: <https://safetysignindonesia.id/kembali-wfh-ini-4-gangguan-kesehatan-yang-harus-diwaspadai/> [Accessed 4 March 2021].
    2. gaya hidup. 2021. Cara Menjaga Postur Tubuh Selama ‘Work from Home’. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200409125005-255-492152/cara-menjaga-postur-tubuh-selama-work-from-home> [Accessed 4 March 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Tetap Sehat dan Antigendut Saat Work From Home. [online] Available at: <https://www.jawapos.com/lifestyle/19/03/2020/5-cara-tetap-sehat-dan-anti-gendut-saat-work-from-home/> [Accessed 4 March 2021].
    4. com. 2021. 6 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga Saat WFH Diperpanjang. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/otomotif/read/4229836/6-tips-menjaga-kesehatan-jiwa-dan-raga-saat-wfh-diperpanjang> [Accessed 4 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari […]

    Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya Bagi Kesehatan

    Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget.

    belajar bahasa asing saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Ternyata mempelajari bahasa asing, apalagi jika sampai mampu menguasainya, di saat WFH mempunyai dampak yang baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Lalu apa sajakah dampak-dampak positif tersebut? Yuk, Sahabat mari simak penjelasan-penjelasan di bawah ini!

    Meningkatkan Kinerja Otak

    Tanpa disadari WFH jika tidak dikelola dengan baik bisa menurunkan kinerja otak karena kegiatan tersebut bercampur dengan kehidupan di dalam rumah. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada kinerja Sahabat. Karena itu, ketika ada waktu luang di sela WFH, Sahabat dapat mempelajari bahasa asing yang ternyata dapat membantu kinerja otak.

    Hal ini berdasarkan sebuah penelitian bahwa mempelajari bahasa asing selama berbulan-bulan, otak akan mengalami kinerja pertumbuhan yang bagus di empat tempat, yaitu di hippocampus, girus frontal tengah, girus frontal inferior, dan girus temporal superior.

    Membantu Meningkatkan Daya Ingat

    Keuntungan selanjutnya yang dapat dirasakan adalah Sahabat tidak akan mudah cepat lupa atau pikun akibat banyaknya beban pekerjaan selama WFH. Saat mempelajari bahasa asing, otak Sahabat didorong untuk mengingat kata-kata tertentu yang ternyata memang berguna untuk mengembangkan kekuatan otak dalam menyimpan dan mengambil informasi. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada pengambilan sebuah keputusan secara logis saat bekerja.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab

    Meningkatkan Kecerdasan Verbal dan Non-Verbal

    Bagi kesehatan mental, belajar bahasa asing saat WFH rupanya cukup berpengaruh. Hal itu bisa terlihat pada kecerdasan verbal dan non-verbal seseorang yang ternyata sangat berhubungan dengan faktor bilingualisme. Dari sebuah hasil penelitian didapat bahwa kecerdasan verbal dan non-verbal pada dasarnya membutuhkan lebih banyak fleksibilitas mental, dan diketahui bahwa orang yang fasih lebih dari satu bahasa secara konsisten cenderung lebih unggul daripada orang yang hanya fasih 1 bahasa.

    Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Ingin konsentrasi Sahabat tetap terjaga saat WFH? Mempelajari bahasa asing bisa membantu Sahabat supaya memiliki konsentrasi penuh pada pekerjaan sehingga tidak terganggu hal-hal di luar aktivitas utama tersebut. Peningkatan konsentrasi dan fokus ini berdasarkan studi penelitian. Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang belajar bahasa asing jauh lebih siap menafsirkan dan mampu dengan cepat berpikir untuk memilih informasi yang penting dan menghilangkan informasi yang tidak penting.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Membantu Beradaptasi di Lingkungan yang Baru

    Manusia adalah makhluk sosial yang tentu saja membutuhkan interaksi sosial supaya dari interaksi tersebut dapat terbantu dan tercapai hal-hal yang diinginkan terutama saat di lingkungan baru. Mempelajari bahasa selain bahasa ibu rupanya dapat membantu beradaptasi dalam kondisi tersebut. Lingkungan baru yang dimaksud bukan hanya lingkungan Sahabat berada di negara lain secara harfiah, tetapi juga lingkungan yang berbeda di negara sendiri. Tentunya hal ini secara mental akan bisa menyenangkan hati Sahabat.

    Menunda Penyakit Alzheimer

    Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit otak yang berakibat pada penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta berubahnya perilaku secara bertahap. Kondisi ini biasanya dialami lansia 65 tahun ke atas. Tentunya apabila Sahabat mempelajari bahasa asing saat WFH, Sahabat akan dapat menunda penyakit tersebut lebih lama daripada yang hanya mempelajari satu bahasa. 

    Membantu Mengendalikan Emosi

    Dampak lain yang bisa Sahabat rasakan dari belajar bahasa asing adalah dapat membantu mengendalikan emosi menjadi lebih baik dan terarah. Apabila emosi dapat dikendalikan secara baik, hal tersebut dapat berpengaruh secara positif pada fisik dan mental terutama di masa WFH yang akan selalu dihinggapi dengan kebosanan.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Itulah Sahabat beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh Sahabat dengan belajar bahasa asing saat WFH. Selain itu, mempelajari bahasa asing juga bisa mengusir kebosanan dan mengisi waktu luang. Dampak-dampak yang dirasakan ini tentunya sangat berguna dan berpengaruh pada kinerja Sahabat saat WFH sehingga Sahabat menjadi terus semangat!

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Times I, Zonic A. 8 Manfaat Luar Biasa Belajar Bahasa Asing Menurut Para Ahli [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/science/discovery/akromah-zonicc/manfaat-belajar-bahasa-asing-c1c2/8
    2. Media K. 7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2014/06/17/1535246/7.Manfaat.Menguasai.Bahas
    Read More
  • Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang […]

    Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang memilih bekerja sembari rebahan atau tiduran saat WFH.

    bekerja sembari rebahan saat wfh, bekerja sambil tiduran

    Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Bagi yang Sahabat Tidak Bisa WFH 

    Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian pada November 2020 bahwa sebanyak 72% dari 1.000 orang di AS bekerja dari rumah selama 24 jam hingga 40 jam sambil rebahan. Ini karena banyak orang yang menganggap bahwa rebahan merupakan hal yang begitu favorit selama dilakukan selama WFH. Padahal, bekerja sembari tidur-tiduran tersebut mempunyai akibat yang tidak baik bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

    Apa sajakah itu? Yuk, Sahabat Sehat, yang sedang WFH dan menjadi kaum rebahan, simak penjelasan-penjelasannya di bawah ini!

    1. Menurunkan Produktivitas Kerja

    Dampak pertama yang akan Sahabat rasakan adalah produktivitas kerja menjadi turun. Hal itu karena ketika bekerja sambil tiduran, baik di atas tempat tidur atau karpet, kita sudah menganggap rebahan sebagai aktivitas untuk beristirahat total sedangkan ketika bekerja di kantor kita menganggap bahwa kantor adalah tempat untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Apabila Sahabat benar melakukan hal tersebut, yang justru terjadi adalah Sahabat akan merasakan kekacauan pikiran karena tidak ada batas yang jelas antara kegiatan untuk bekerja dan rebahan. Ini tentunya juga akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh seperti menimbulkan rasa sakit pada punggung, leher, dan pinggul yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Tentunya hal-hal tersebut membuat produktivitas kerja Sahabat menurun dan selanjutnya bisa mempengaruhi penilaian atasan terhadap Sahabat. Karena itu, para ahli menyarankan supaya tidak bekerja sambil tiduran, dan harus membuat batasan tegas antara kerja dan istirahat. Sebab, bekerja dengan cara seperti itu sebentar saja malah akan membuat fokus bekerja cepat hilang.

    2. Menimbulkan Insomnia

    Akibat kedua adalah Sahabat akan merasakan insomnia. Hal ini terjadi karena secara psikologis Sahabat sudah tidak bisa membedakan lagi aktivitas untuk bekerja dan untuk beristirahat akibat Sahabat mencampuradukkannya menjadi satu. Campur-aduk tersebut membuat Sahabat sulit untuk berhenti bekerja dan menciptakan ketidakseimbangan yang sehat antara rutinitas harian dan pekerjaan.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Belum lagi jika Sahabat sering bangun telat dan baru mulai bekerja siang hari sehingga baru bisa menyelesaikannya malam hari. Tentu hal ini membuat siklus tidur akan menjadi kacau dan menyebabkan Sahabat jadi kesulitan untuk tidur karena beban fikiran pekerjaan yang belum selesai.

    3. Memicu Perilaku Tidak Higienis

    Tanpa disadari bekerja sembari rebahan akan memicu perilaku tidak higienis atau jorok. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada seprai tempat tidur akibat beberapa hari tidak dicuci. Bakteri-bakteri yang menumpuk tersebut berasal dari 15 juta sel kulit manusia yang setiap malam dilepaskan, dan ini tentu saja bisa memengaruhi risiko kesehatan secara keseluruhan yang berakibat Sahabat menjadi rentan sakit.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH 

    Itulah beberapa akibat yang timbul dari bekerja sembari rebahan saat WFH. Supaya Sahabat tidak merasakan dampak-dampak tersebut, Sahabat disarankan untuk tidak bekerja dengan tiduran alias bekerjalah dengan duduk seperti halnya di kantor. Selain itu, Sahabat sebaiknya memindahkan ruang kerja di tempat tidur yang memang untuk istirahat ke ruang lainnya seperti ruang tamu atau ruang makan untuk mendukung produktivitas, dan Sahabat semakin semangat bekerja dari rumah.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan untuk mendukung produktivitas saat WFH silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Alam S. Catat! Ini Efek Samping Terlalu Sering WFH di Atas Tempat Tidur [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5400780/catat-ini-efek-samping-terlalu-sering-wfh-di-atas-tempat-tidur
    2. Alasan Ilmiah Kenapa Jangan Bekerja di Atas Tempat Tidur Saat WFH [Internet]. suara.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://jatim.suara.com/read/2020/07/01/152519/alasan-ilmiah-kenapa-jangan-bekerja-di-atas-tempat-tidur-saat-wfh
    3. Media K. “Work From Home” Jangan Kerja Sambil Rebahan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/174600020/work-from-home-jangan-kerja-sambil-rebahan?page=all

     

    Read More
  • Perlukah memakai sunscreen ketika sedang WFH saat pandemi ini? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang pasti bertanya-tanya. Jawabannya tentu saja perlu. Banyak alasan yang mengharuskan Sobat untuk tetap memakai sunscreen walaupun sedang di rumah saja. Apa sajakah alasan-alasan itu? Yuk, mari simak! Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan Alasan […]

    Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Perlukah memakai sunscreen ketika sedang WFH saat pandemi ini? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang pasti bertanya-tanya. Jawabannya tentu saja perlu. Banyak alasan yang mengharuskan Sobat untuk tetap memakai sunscreen walaupun sedang di rumah saja. Apa sajakah alasan-alasan itu? Yuk, mari simak!

    memakai sunscreen di rumah

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Alasan Memakai Sunscreen di Rumah

    Mencegah Kanker Kulit

    Meskipun Sobat sedang berada di dalam rumah, dan keluar hanya untuk keperluan tertentu, tetap saja sunscreen harus dipakai. Perlu Sobat ketahui ada dua jenis paparan sinar matahari yang merusak kulit, yaitu UV A jarak panjang dan UV B jarak pendek. Kebanyakan jendela mampu menyaring sinar UV sehingga Sobat tidak akan terbakar sinar matahari saat duduk di samping jendela. Akan  tetapi, sinar UV A ini mampu menembus melalui jendela, dan sinar UV A diketahui lebih berbahaya karena dapat menurunkan tingkat kolagen secara drastis dan berisiko menyebabkan kanker kulit.

    Mencegah Kulit Rusak

    Pada masa WFH, Sobat akan menghabiskan waktu lebih banyak di depan perangkat elektronik seperti komputer atau laptop. Perangkat elektronik tentunya akan mengeluarkan sinar biru yang dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sinar biru dapat menyebabkan hiperpigmentasi, keriput, menghasilkam radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat membunuh kolagen dan merusak kulit. Selain itu, studi membuktikan bahwa terlalu banyak sinar biru dapat memengaruhi tidur dengan menekan sekresi melatonin yang merupakan hormon penyebab kantuk.Karena itu, penting sekali untuk memakai sunscreen walaupun berada di rumah saja.

    Mencegah Penuaan Dini

    Paparan sinar ultraviolet ternyata juga bisa menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, dan lingkar hitam yang muncul di bagian wajah meskipun Sobat di rumah saja. Efek sinar ultraviolet tergantung pada beberapa lama Sobat terkena paparan, dan jika serius bisa mengakibatkan kanker kulit. Gunakan sunscreen yang mengandung SPF 30 untuk mencegah paparan langsung maupun tidak langsung.

    Produk Terkait: Parasol Sunscreen Lotion SPF 30

    Cara Memilih Sunscreen di Rumah yang Tepat

    Setelah Sobat Sehat mengetahui pentingnya pemakaian sunscreen di rumah kini saatnya Sobat mengetahui cara memilih sunscreen yang tepat untuk di rumah selama WFH. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    Pilih Kadar SPF-nya

    Kadar SPF merupakan faktor paling penting dalam memilih sunscreen atau tabir surya. SPF ini mengukur berapa banyak UVB yang bisa difilter oleh sunscreen. Pilih minimal yang kadar SPF-nya 30 karena mampu menyaring 97% sinar UVB. Biasanya make-up atau pelembap hanya mengandung 15-25 SPF. Itu berarti cahaya yang disaring hanya sekitar 90%. Pakailah sunscreen pada semua area yang terkena paparan sinar matahari, baik di luar maupun di dalam ruangan. Untuk UVA pakailah sunscreen dengan 4 bintang.

    Ketahui Kapasitas untuk Menangkal UVA dan UVB

    Biasanya SPF untuk menangkal UVB memiliki skala 2-100 sedangkan rating bintang digunakan untuk mengukur kemampuan filter UVA, dengan rating dari 1-5 bintang yang artinya semakin tinggi semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa sunscreen UVA bekerja 1/3 dari sunscreen UVB. Mengenai tanda ada juga botol yang memakai simbol lingkaran dengan tulisan UVA pada kemasanya. Supaya tidak bingung carilah label ‘’broad spectrum” atau “UVA” dan “UVB”. Keduanya menunjukkan kemampuan sunscreen menyaring sinar UVA dan UVB. UVA diketahui dapat menyebabkan penuaan diri, keriput, dan bercak hitam sedangkan UV membuat kulit terbakar.

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    Perhatikan Masa Kedaluwarsa

    Mengetahui dan memperhatikan masa kedaluwarsa juga penting untuk memilih sunscreen yang tepat ketika di rumah saja karena semakin baru sebuah tabir Suraya semakin efisien dan optimal perlindungannya. Ketika akan membeli cobalah teliti terlebih dahulu. Pilih tanggal produksi yang paling baru karena kandungan pelindung di  dalam sunscreen cepat rusak. Hindarilah produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa meski diskonnya menggiurkan. Masa kedaluwarsa tabir surya itu biasanya dihitung dari 2-3 tahun sesudah masa produksi. Apabila yang sudah kedaluwarsa dipaksakan untuk dipakai, Sobat nantinya akan merasa gatal-gatal.

    Jangan Terkecoh Merek

    Banyak dari Sobat Sehat yang sudah pasti akan melihat terlebih dahulu merek ketika akan membeli produk termasuk juga sunscreen. Sebenarnya ini tidak bisa menjadi patokan asalkan Sobat memakainya dengan benar. Percuma saja jika Sobat membeli sunscreen dengan merek ternama namun pemakaiannya tidak optimal. Efek yang diinginkan pun tidak ada sama sekali.

    Gunakan dengan Baik

    Supaya hasilnya bagus gunakanlah sunscreen dengan jumlah yang cukup. Panduannya adalah sebagai berikut:

    • Untuk orang dewasa pakai sunscreen sebanyak 2 sendok teh untuk wajah, lengan, dan leher. Jika sedang berenang pakailah sebanyak 2 sendok makan untuk keseluruhan badan
    • Pakailah sunscreen sebanyak dua kali ketika hendak keluar ruangan saat matahari terik. Durasi terbaik adalah 30 menit sebelum pergi dan saat mau ke luar ruangan. Jangan lupa oleskan di leher, telinga, dan juga kulit kepala apabila ternyata Sobat mempunyai kepala botak. Pakailah topi untuk melindungi kepala.
    • Pakailah ulang sunscreen saat berada di luar ruangan dalam waktu yang lama semisal ketika berenang begitu keluar dari air, atau pakailah sunscreen tiap dua jam sekali jika Sobat mempunyai profesi yang kebanyakan bekerja di luar kantor.

    Perhatikan Jenis Kulit

    Yang terakhir adalah perhatikan jenis kulit. Jenis kulit ini sangat penting dan akan memengaruhi pemakaian sunscreen. Kalau Sobat memiliki jenis kulit wajah berjerawat atau berminyak pakailah sunscreen yang memilki label non-comedogenic atau berbahan dasar air (water-based). Untuk kulit kering biasanya membutuhkan pelembap saat memakai sunscreen atau sunscreen yang mengandung hyaluronic acid atau ceramides. Sedangkan pada kulit sensitif membutuhkan sunscreen mineral maupun sunscreen yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide.

    Baca Juga: Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    Nah, itulah alasan mengenai pentingnya memakai sunscreen di rumah selama WFH beserta cara memilihnya. Untuk lebih dalam mengenai sunscreen silakan sobat tonton video berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sunscreen dan pelembap kulit dan wajah lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 3 Alasan Wajib Pakai Sunscreen Meski di Rumah Aja [Internet]. Solopos.com. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.solopos.com/3-alasan-wajib-pakai-sunscreen-meski-di-rumah-aja-1064599
    2. Indonesia C. Perlukah Mengaplikasikan Sunscreen Selama WFH dalam Ruangan? [Internet]. Cosmopolitan Indonesia. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.cosmopolitan.co.id/article/read/4/2020/19559/perlukah-mengaplikasikan-sunscreen-selama-wfh-dalam-ruangan
    3. 7 Cara Memilih Sunscreen untuk Pemakaian di Badan dan Wajah [Internet]. Rukita. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.rukita.co/stories/memilih-sunscreen/
    Read More
  • Kebijakan untuk kerja dari rumah atau work from home telah diumumkan untuk menekan jumlah penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun, terdapat sejumlah profesi yang tidak mungkin bekerja dari rumah seperti pekerja medis yaitu, dokter, perawat, pengantar barang, dan pekerjaan lainnya. Bekerja di tengah pandemik tentu bukan hal yang mudah, terlebih bila harus bertemu dengan […]

    6 Tips Menjaga Kesehatan bagi Sobat yang Tidak Bisa Kerja dari Rumah (WFH)

    Kebijakan untuk kerja dari rumah atau work from home telah diumumkan untuk menekan jumlah penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun, terdapat sejumlah profesi yang tidak mungkin bekerja dari rumah seperti pekerja medis yaitu, dokter, perawat, pengantar barang, dan pekerjaan lainnya.

    Bekerja di tengah pandemik tentu bukan hal yang mudah, terlebih bila harus bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Sehingga Sobat yang tidak dapat melakukan pekerjaannya dari rumah harus lebih menjaga kesehatan. Saat ini vaksin untuk COVID-19 masih belum ada, sehingga hal terbaik untuk mencegah penularan adalah mengurangi paparan pada virus. COVID-19 menular melalui kontak erat dan percikan saat batuk maupun bersin.1

    Berikut tips yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19:

    1. Rutin mencuci tangan, biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih selama minimal 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudahtercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol minimal 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan bila tangan terlihat kotor. Hindari menyentuh wajah baik sebelum maupun sesudah cuci tangan.
    1. Mengetahui etika batuk dan bersin, gunakan tisu atau bagian lipat dalam siku untuk menutup hidung dan mulut saat batuk maupun bersin, jangan gunakan tangan. Tisu yang digunakan sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya.
    2. Menjaga jarak dengan orang lain, jagalah jarak minimal 1 meter dari orang lain. Hindari kontak fisik dengan orang lain, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala, atau membungkuk.
    3. Membersihkan barang-barang yang sering disentuh, membersihkan barang-barang yang digunakan setiap hari dengan disinfektan seperti meja, gagang pintu, handphone, dan keran air.
    4. Menerapkan pola hidup sehat:
    • Pola makan yang baik dan benar, biasakan untuk mengonsumsi makanan bergizi, pastikan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien Sobat, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga yang banyak didapatkan dari buah dan sayuran. Selain makan, jaga pula hidrasi tubuh, konsumsi air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari.
    • Cukup istirahat, tidur yang cukup karena regenerasi sel tubuh terjadi saat sedang beristirahat. Pastikan untuk tidur selama minimal 8 jam sehari agar sistem imun tetap prima.
    • Hindari stres, adanya pandemik dapat menyebabkan stres bagi beberapa orang baik orang dewasa maupun anak-anak. Cobalah untuk mengambil waktu sejenak dan ambil nafas yang dalam atau melakukan meditasi. Lakukan aktivitas yang membuat Anda santai dan lebih rileks. Berbicaralah dengan orang-orang sekitar. Hindari membaca atau mendengar berita mengenai pandemik secara terus-menerus.
    • Rutin berolahraga, olah raga yang rutin dapat meningkatkan kebugaran sistem jantung dan paru-paru Sobat. Lakukanlah olah raga minimal 150 menit selama satu minggu. Aktif bergerak dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti membatasi duduk yang terlalu lama, memilih untuk naik tangga dibandingkan dengan eskalator, jalan kaki bila tujuan dekat, dan lain-lain.
    • Hindari rokok dan alkohol, rokok dapat menurunkan sistem imun tubuh karena zat kimia yang terkandung didalamnya mengandung banyak radikal bebas yang dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh.
    1. Segera memeriksakan diri bila terdapat gejala, segera melakukan pemeriksaan bila Sobat mengalami demam, batuk, pilek, serta kesulitan bernapas. Gunakan masker hanya bila Sobat sakit, masker yang dapat digunakan adalah masker bedah atau masker N95 yang memiliki saringan untuk mencegah penularan virus.

    Untuk informasi kesehatan lainnya,silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    2. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    4. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    5. A healthy lifestyle [Internet]. 2020. Available from: http://www.euro.who.int/en/health-topics/disease-prevention/nutrition/a-healthy-lifestyle
    6. Chaput J-P, Dutil C, Sampasa-Kanyinga H. Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this? Nat Sci Sleep. 2018 Nov 27;10:421–30.
    7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    8. Sato J, Takahashi I, Umeda T, Matsuzaka M, Danjyo K, Tsuya R, et al. Effect of alcohol drinking and cigarette smoking on neutrophil functions in adults. Luminescence. 2011;26(6):557–64.
    9. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja