Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ webinar”

  • Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin. Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat. Karena itu, hendaknya Sahabat […]

    Sahabat Lemas Saat Berpuasa? Mari Saksikan Webinar Prosehat Pharmaton “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa”!

    Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin.

    Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat.

    Karena itu, hendaknya Sahabat persiapkan dengan baik fisik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan supaya badan tetap berstamina dan bertenaga.

    Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu pusing-pusing. Sahabat bisa menemukan jawabannya pada webinar yang diadakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Pharmaton dari Sanofi.

    Webinar “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa” ini akan diadakan pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00-15.00 WIB secara live di Youtube Prosehat,  Menghadirkan dr. Kevin Mak sebagai pembicara,  dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dari Prosehat.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat untuk mengikuti webinar Prosehat Pharmaton ini bisa mengakses link pendaftaran di: s.id/StaminaProsehat1004, dan akan ada hadiah menarik untuk 3 penanya terbaik.

    Jadi, jangan lewatkan webinar menarik dan bermanfaat ini, Sahabat! Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Depresi, stres, frustrasi, kecemasan, dan ketakutan berlebihan menjadi penyebab munculnya gangguan mental pada semua orang di seluruh dunia akibat Covid-19. Gangguan tersebut muncul karena banyak yang bertanya mengenai kapan pandemi yang muncul sejak November 2019 di Cina lalu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia sejak Maret 2020 di Indonesia akan kelar. Belum ada waktu yang […]

    Rangkuman Webinar Prosehat “Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi”, dengan Salah Satu Pembicara dr. Nova Riyanti Yusuf, 2 Desember 2020

    Depresi, stres, frustrasi, kecemasan, dan ketakutan berlebihan menjadi penyebab munculnya gangguan mental pada semua orang di seluruh dunia akibat Covid-19. Gangguan tersebut muncul karena banyak yang bertanya mengenai kapan pandemi yang muncul sejak November 2019 di Cina lalu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia sejak Maret 2020 di Indonesia akan kelar. Belum ada waktu yang pasti mengenai kelarnya pandemi pada akhirnya memberikan banyak pembatasan untuk bergerak dengan tetap di rumah saja.

    rangkuman webinar Prosehat Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Strs Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berangkat dari situlah, webinar Prosehat kali ini mengangkat tema mengenai gangguan kesehatan mental dengan judul “Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi”. Webinar ini sendiri diselenggarakan pada Rabu, 2 Desember 2020 pukul 19.00 WIB. Pembicara pada webinar ini ada dua, yaitu dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, CHt atau akrab disapa dengan nama dr. Jeff, dan tentunya Sahabat Sehat sudah cukup familiar dengan sosok yang satu ini karena sudah sering muncul di webinar-webinar Prosehat.

    Pembicara kedua adalah Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau biasa akrab disapa dengan nama Noriyu. Sahabat Sehat tentu sudah tidak asing lagi juga dengan sosok yang satu ini. Sebab, Noriyu adalah seorang psikiater dan dokter kesehatan jiwa yang cukup terkenal juga sebagai seorang penulis psikologi dan novelis. Di samping itu, ia juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2014-2019. Webinar ini tentunya dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Dalam pemaparannya, dr. Jeff menjelaskan mengenai perkembangan Covid-19 itu sendiri terutama di Indonesia yang hingga saat ini masih terus menunjukkan peningkatan jumlah kasus. Selanjutnya, ia juga membahas mengenai kebijakan pemerintah berupa PSBB, dan sebagai ahli penyakit dalam ia membahas dampak Covid-19 terhadap berbagai organ tubuh seperti jantung yang menyebabkan serangan penyakit jantung dan gangguan irama jantung. Tak hanya pada gangguan organ tubuh, Covid-19 kenyataannya menyebabkan depresi yang cukup parah terutama di Amerika Serikat yang mencapai 53% daripada sebelum pandemi.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Menurut dr. Jeff, gangguan psikis dan gangguan mental di masa pandemi saling berkaitan satu sama lain. Hal itu terjadi karena Covid-19 yang benar-benar sangat berdampak terutama pada pikiran yang bisa memengaruhi kondisi tubuh. Tandanya berupa sulit berpikir dan mudah lelah, mengalami masalah pada pencernaan, dan detak jantung yang cukup meningkat. Hal ini juga disertai dengan gejala seperti rasa takut berlebihan akan tertular, stres traumatik, dan kecemasan terhadap masalah keuangan. Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan mengajak berkomunikasi dengan teman yang bisa memahami kondisi serta berolahraga.

    Lalu bagaimana cara mengatasi gangguan mental dari dr. Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu? Dalam pemaparannya dokter yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa DKI Jakarta itu memberikan mengenai definisi sehat menurut WHO yang berbunyi:…keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap, dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan”. Selain itu, ia memberikan definisi kesehatan jiwa berdasarkan Undang-undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014, yaitu kondisi di mana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

    Di masa pandemi, ujar dr. Nova yang juga praktek sebagai psikiater di Ciputra Medical Centre ini, banyak orang yang merasa bahwa dirinya adalah orang dengan masalah kejiwaan atau ODMK. Dr. Nova menyatakan bahwa 2020 ini adalah tahun yang sulit bagi kesehatan jiwa. Hal itu karena adanya pandemi yang mengakibatkan lockdown atau karantina wilayah secara berulang, ancaman infeksi, isolasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berujung pada ketakutan dan kecemasan yang semakin luas. Hal ini juga dirasakan sendiri oleh sang dokter yang biasanya bepergian ke beberapa negara untuk menghadiri konferensi dan seminar internasional namun merasa takut tertular terkena infeksi walaupun dia tidak terkena.

    Karantina sosial yang diberlakukan demi menghindari penyebaran, menurut dr. Nova dalam pemaparannya juga dapat meningkatkan gangguan psikologis seperti menghindar diri dari orang lain dan frustrasi, dan lockdown merupakan laboratorium eksperimen terbesar yang dihadapi umat manusia pada saat ini. dr. Nova juga memaparkan bahwa selama 5 bulan pandemi banyak 64,8% perempuan yang mengalami masalah psikologis. Bahkan 15% memikirkan usaha untuk bunuh diri karena pandemi ini, yaitu pada umur 18-29 tahun.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Akibat pandemi Covid-19 banyak orang yang menjadi lelah karena keadaan akibat protokol-protokol kesehatan supaya tidak terinfeksi.  Dampaknya banyak yang berperilaku demotivasi terutama pada mereka yang tidak terkena Covid-19 karena akan tertular juga. Efek selanjutnya menciptakan sindrom burnout berupa kelelahan emosi, depersonalisasi, dan penurunan prestasi. Hal inilah yang banyak dialami para tenaga kesehatan yang sebenarnya sudah lelah namun Covid-19 belum selesai sama sekali.

    Lalu bagaimana tips menjaga kesehatan mental menurut dr.Nova? Dalam pemaparannya ia menyebutkan seperti membutuhkan berita dan mengatur pemakaian gadget supaya dapat beristirahat secara teratur, dan selalu berpikir positif. Webinar yang penuh keakraban di antara dua narasumber ini dilanjutkan pada sesi pertanyaan. Salah satu peserta, Ratna Mardiati, menanyakan kepada dr.Jeff apakah kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan olahraga jalan kaki 30 menit dan olahraga kekuatan otot 2 kali seminggu? Dijawab oleh dr. Jeff bahwa hal tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dan sebaiknya 5 hari dalam seminggu supaya tidak berefek buruk pada tubuh.

    Untuk dr. Nova sendiri mendapat pertanyaan dari Gery cara mengatasi kesalahpahaman dalam berkomunikasi melalui telepon seluler yang bisa mengakitbatkan stres. Cara mengatasinya adalah memperhatikan koridor atau berkomunikasi secara visual. dr. Nova menyarankan agar mengirim voice note apabila ada kendala dalam pertemuan virtual.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Untuk pemaparan lebih lanjut, Sahabat Sehat bisa menonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan jiwa dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Medifit “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise” 27 November 2020

    Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu saja dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    rangkuman webinar Prosehat X Medifit

     

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Vaksinasi Flu Orang Dewasa

    Pada pemaparannya, dokter Nahum menjelaskan secara rinci mengenai Osteoartritis atau nyeri lutut dengan dimulai memberikan gambaran mengenai kedokteran olahraga yang bertugas menangani masalah-masalah yang dihadapi ketika berolahraga seperti cedera dan lainnya. Ia juga mengatakan bahwa dokter olahraga tidak sepenuhnya dokter untuk atlet seperti yang banyak orang ketahui tetapi juga bagi masyarakat yang gemar berolahraga dan mempunyai permasalahan ketika berolahraga.

    Mengenai osteoarthritis atau disingkat OA, dokter Nahum menjelaskan bahwa nyeri sendi lutut tidak terbatas pada OA, dan mempunyai banyak jenis yang bisa dilihat dari berbagai macam sisi seperti sisi depan, samping, dan belakang. Lutut, dokter Nahum, menyatakan merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena gangguan karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Mengenai penyebab seseorang terkena OA, ia menyebut ada ada dua penyebab, yaitu penyebab primer dan penyebab sekunder. Penyebab primer disebut tidak diketahui asal muasalnya sedangkan penyebab skunder adalah karena riwayat pernah menderita trauma, infeksi, dan penyakit metabolis.

    Selain penyebab, dokter Nahum juga menjabarkan secara lengkap tanda dan gejala seseorang terkena OA, di antaranya adalah krepitasi sendi atau adanya suara gemeretak pada sendi yang disebabkan oleh gesekan dan kaku sendi pada pagi hari. Sedangkan untuk pencegahan, dokter Nahum membagi dalam tiga aspek, yaitu primer, sekunder, tersier. Untuk primer yang terpenting adalah turunkan berat badan, sedangkan sekunder dengan melakukan penguatan otot dan tetap kurangi obesitas, dan terakhir, tersier, dengan operasi  karena sudah dalam tahap yang parah.

    Baca Juga: Seperti Apa Fisioterapi pada Osteoartritis

    Untuk penanganan OA sendiri bisa dengan latihan fisik atau jasmani berupa latihan aerobik, peregangan atau fleksibilitas, latihan daya otot, latihan akuatik seperti berenang, dan penguatan otot. Tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat nyeri sendi, menurunkan berat badan, dan abnormalitas metabolis. Manfaat lainnya secara fisiologis adalah meningkatkan kesehatan fisik dan mental individu, menurunkan tingkat kekeroposan tulang, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, diabetes, dan osteoporosis.

    Produk Terkait: Jual Produk Osteoporosis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari peserta. Salah satu penanya, Dellia Ananta, yang menanyakan mengenai waktu sembuh fisioterapi untuk suaminya yang berumur 60 tahun, dan diketahui menderita osteoarthritis. Untuk hal ini, dokter Nahum menjawab semua tergantung pada tingkatan atau grading penderita OA, dan tentu saja hal ini akan memengaruhi penyembuhan OA melalui fisioterapi. Apabila OA yang diderita cukup berat, pemulihannya akan semakin lama. Namun untuk yang bersifat ringan, rata-rata 2-3 bulan akan membaik jika disertai dengan latihan.

    Baca Juga: Nyeri Sendi

    Untuk pemaparan lebih lengkap mengenai webinar ini, Sahabat bisa menonton langsung pada video YouTube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Osteoartritis, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 10 November 2020: Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Perlu Vaksinasi

    Ternyata vaksinasi influenza itu penting bagi orang dewasa karena dapat melindungi kelompok yang rentan terkena virus flu atau influenza seperti lansia yang mempunyai komplikasi sebesar 60%, dan tingkat kematian yang menerjang salah satu kelompok rentan tersebut sebesar 80%. Begitulah pemaparan oleh dr. Delia Anastasia Tirtadjaja, SpPD dalam webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 10 November 2020 pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Webinar yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian itu mengambil tema vaksinasi flu pada orang dewasa dan berjudul Tidak Hanya Anak, Ternyata Orang Dewasa Juga Perlu Vaksinasi.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin 8 Oktober 2020

    Selain mengurangi tingkat keparahan influenza pada kelompok rentan, dr. Delia yang juga bekerja di RS Siloam Tb Simatupang dan RS Atma Jaya ini juga memaparkan bahwa vaksinasi influenza pada orang dewasa juga dapat mencegah serangan penyakit flu sebesar 70%-90% pada orang dewasa sehat, dan rupanya juga mampu menurunkan tingkat ketidakhadiran di kantor akibat flu sebesar 78%. Vaksinasi flu pada orang dewasa sangatlah penting mengingat flu atau influenza adalah virus yang dapat menyerang siapa saja termasuk orang dewasa. Virus ini penyebarannya sangat massif dan cepat seperti halnya Covid-19, dan mempunyai gejala-gejala terkena yang hampir sama terutama pada sistem pernapasan. Dalam pemaparannya, dr. Delia yang juga bekerja sebagai salah satu staf pengajar fakultas kedokteran di sebuah universitas di Jakarta itu juga memberikan contoh kasus menyebarnya virus dengan cepat pada orang dewasa pada saat di pesawat dan kapal pesiar. Kemudian masih banyak orang dalam pemaparan tersebut kerap menyamakan flu dengan selesma yang tentu saja sangat berakibat fatal.

    Produk terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Selain membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu untuk orang dewasa, dr. Delia juga membahas mengenai pentingnya vaksinasi flu di masa pandemi. Pemberian vaksin flu tetap harus diberikan pada masa pandemi karena pemberiannya sendiri dapat menghindari ko-infeksi atau menderita infeksi gabungan, baik flu maupun Covid-19 secara bersamaan, dan kerancuan dalam mendiagnosis Covid-19 mengingat, baik flu maupun Covid-19 sama-sama mempunyai gejala dan penyebab yang hampir sama. Hal ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO dan beberapa lembaga kesehatan. Tak lupa, dr. Delia juga memaparkan mengenai jadwal vaksinasi flu untuk orang dewasa yang perlu diberikan 1 dosis setiap tahun meskipun ada yang menderita penyakit jantung dan paru.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. Ada peserta bernama Yunita Gouwtama yang menanyakan tentang mengenai vaksin lain yang disarankan selain vaksin influenza dan berapa rentang waktu antara 1 vaksin dengan vaksin lainnya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh dr. Delia bahwa vaksin lain yang disarankan terutama di masa pandemi Covid-19 adalah influenza dan pneumokokus, dan pemberiannya boleh bersamaan dengan efek samping merasakan kesakitan.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai webinar bisa menyaksikannya pada video berikut ini, dan jangan lupa untuk subscribe YouTube Prosehat.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pada 4 November 2020 Prosehat kembali mengadakan webinar dengan dengan tema kecantikan. Judul webinar itu sendiri adalah Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Prosehat pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Tema kecantikan ini diangkat karena sebelum pandemi Covid-19 banyak wanita yang rajin ke salon dan klinik kecantikan  akhirnya […]

    Rangkuman Webinar Prosehat 4 November 2020: Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi, Salah Satu Pembicara dr. Sonia Wibisono

    Pada 4 November 2020 Prosehat kembali mengadakan webinar dengan dengan tema kecantikan. Judul webinar itu sendiri adalah Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Prosehat pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Tema kecantikan ini diangkat karena sebelum pandemi Covid-19 banyak wanita yang rajin ke salon dan klinik kecantikan  akhirnya tidak lagi meneruskan karena takut tertular virus serta banyak juga yang terdampak secara ekonomi setelah pandemi terjadi. Yang spesial webinar ini menghadirkan salah satu pembicara yang sudah tersohor, dr. Sonia Wibisono, yang memang terkenal sebagai dokter kecantikan dan presenter di berbagai acara. Selain dr. Sonia, webinar ini juga menghadirkan dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp. PD, CHt yang sudah sering menjadi pembicara di webinar yang diadakan oleh Prosehat. Acara ini dimoderatori oleh dr. Rosa Widian.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19

    Di webinar ini dr. Jeff-panggilan akrab dr. Jeffri-dipersilakan oleh moderator sebagai yang pertama memaparkan materi. Di dalam materinya ini, dr. Jeff banyak menyoroti dampak pandemi Covid-19 terhadap wanita yang ternyata lebih banyak terpapar virus daripada laki-laki. Kebanyakan wanita bekerja sebagai pekerja layanan publik atau langsung berinteraksi dengan masyarakat seperti tenaga kesehatan, kasir di minimarket, dan lainnya. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang disajikan dalam materi bahwa di Spanyol, sebagai negara contoh kasus, yang berpotensi besar terpapar virus adalah wanita, dengan perincian 76% tenaga kesehatan, 90% petugas kebersihan, 85% pekerja supermarket, dan 70% pekerja farmasi. Selain di Spanyol, negara contoh kasus wanita mengalami dampak besar akibat Covid-19 adalah Italia, yaitu sebanyak 69% dari total keseluruhan. Tidak hanya berpotensi besar terkena virus, pendapatan mereka pun juga kalah besar dari pria sehingga tidak sebanding dengan apa yang mereka kerjakan. Hal itu tentu saja akan menjadi beban apabila terdampak langsung lalu diberhentikan mengingat para wanita itu juga ada yang menjadi tulang punggung keluarga.

    Selain membahas mengenai dampak Covid-19 kepada wanita, baik secara langsung maupun tidak, dr. Jeff juga membahas mengenai jenis perawatan yang bisa dilakukan oleh kaum Hawa selama pandemi seperti:

    • Vaksinasi kanker serviks, Hepatitis
    • Perawatan penyakit komorbid
    • Perawatan kesehatan finansial
    • Perawatan kesehatan mental
    • Perawatan kecantikan

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Lalu bagaimana pandangan mengenai kesehatan dan kecantikan dari dr. Sonia Wibisono yang diberikan kesempatan berbicara setelah dr. Jeff?

    Dalam paparannya, dr. Sonia yang merupakan alumnus FKUI ini menjelaskan bahwa dampak Covid-19 pada wanita bukan hanya dari segi ekonomi tetapi juga pada kondisi tubuh. Hal ini karena selama pandemic wanita juga mempunyai tugas domestik seperti mengurus suami, mengurus anak terutama membantu anak-anak belajar secara online, dan mengurus hal-hal yang berbau rumah tangga. Keadaan yang demikian tentu saja membuat banyak wanita yang stres dan pusing. dr. Sonia menyebut wanita sebagai “penolong”. Supaya mereka tidak stres, dr. Sonia menyarankan perlunya ketahanan mental yang bisa dimulai dari istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah, oat, beras cokelat dan kurangi garam, jangan merokok, serta berolaharaga. Karena tanpa adanya ketahanan mental mustahil wanita bisa mengerjakan semua. Karena itu, dalam paparan ini menyarankan beberapa terapi untuk menenangkan diri dari stres supaya tubuh kuat dan penampilan tetap cantik seperti meditasi, yoga, Ayurveda, akupuntur, dan Chi Gong. dr. Sonia juga membagikan tips supaya langsing karena stres sendiri bisa mengakibatkan makan banyak seperti ngemil sehat, banyak minum air, dan makan malam sebelum jam 6 sore.

    Baca Juga: 10 Tips Langsing Alami, Mudah Kok!

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan kepada dua pembicara secara bergantian. Misalnya pertanyaan dari Kartika Wijaya yang bertanya mengenai apakah minuman yang mengandung kolagen bermanfaat untuk tubuh terutama untuk penyembuhan kulit yang bermasalah. Atas pertanyaan ini, dr. Sonia mengatakan bahwa sebaiknya untuk penyembuhan kulit yang paling efektif adalah meminum vitamin dan mengonsumsi buah antioksidan. Sedangkan untuk dr. Jeffri adalah pertanyaan yang berkenaan dengan vaksinasi HPV yang diajukan oleh Megawati Wijaya. Ia bertanya mengenai syarat vaksinasi HPV bagi remaja apa perlu melakukan pap smear, dan apakah yang belum menikah bisa juga melakukannya? dr. Jeff menjawab bahwa vaksinasi bisa diberikan pada anak perempuan usia 11 tahun atau sebelum usia reproduksi, dan hanya diperlukan dua dosis pemberian sebelum usia 15 tahun, dan jika sudah melebihi usia 15 harus 3 kali dosis. Sedangkan untuk pap smear lebih bersifat deteksi dini pra-kanker dan berbeda dari vaksinasi yang merupakan pencegahan, dan dilakukan untuk wanita yang sudah menjalani fase reproduksi.

    Baca Juga: 8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah Memudarkan Flek Hitam

    Untuk lebih lanjut dan dalam mengenai webinar ini Sobat Sehat bisa menyaksikan video di bawah ini, dan jangan lupa untuk subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan dan kecantikan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Wanita tidak bisa dilepaskan dari kecantikan karena kecantikan sendiri merupakan daya tarik kaum hawa terutama terhadap lawan jenis. Dari kecantikan terciptalah kekaguman, baik dari dalam maupun luar. Tentu saja karena kecantikan merupakan hal yang identik dan wajib bagi seorang wanita agar terpancar aura yang sesungguhnya, banyak wanita yang berupaya menjaga kecantikan pada dirinya sendiri melalui […]

    Webinar Prosehat 4 November 2020 Menghadirkan dr. Sonia Wibisono Sebagai Pembicara

    Wanita tidak bisa dilepaskan dari kecantikan karena kecantikan sendiri merupakan daya tarik kaum hawa terutama terhadap lawan jenis. Dari kecantikan terciptalah kekaguman, baik dari dalam maupun luar. Tentu saja karena kecantikan merupakan hal yang identik dan wajib bagi seorang wanita agar terpancar aura yang sesungguhnya, banyak wanita yang berupaya menjaga kecantikan pada dirinya sendiri melalui beberapa perawatan-perawatan, baik secara intensif maupun berkala. Menjadi nilai plus jika kecantikan itu bisa bersifat abadi, baik secara luar maupun dalam.

    Lalu bagaimanakah menjaga kecantikan dan kesehatan kulit kala pandemi Corona? Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi Sobat Sehat yang ingin selalu menjaga kecantikan dan kesehatan kulit tentunya. Karena masa pandemi Corona semua menjadi terbatasi, dan harus di rumah saja demi mencegah penyebaran virus secara massif. Akhirnya, banyak yang tidak lagi ke salon atau klinik kecantikan seperti biasanya karena ada perasaan waspada tertular. Hal itu tentu saja membuat kulit dan wajah yang selama ini sering dirawat menjadi berubah, dari halus menjadi kasar, dan dari terang menjadi kusam. Padahal, perawatan kulit dan wajah itu perlu meskipun dalam masa pandemi sekalipun. Lalu bagaimana tipsnya supaya kecantikan dan kesehatan kulit dan wajah tetap terjaga meskipun di masa pandemi?

    Berangkat dari hal itulah Prosehat akan mengadakan webinar dengan tema tersebut, dan berjudul “Tips Jaga Kesehatan dan Kecantikan Perempuan Indonesia Selama Pandemi”. Webinar ini akan diadakan pada Rabu, 4 November 2020 pukul 16.30-18.00 WIB. Pembicara pada webinar ada dua, yaitu dr. Jeffri Alloys Gunawan, Sp.PD,CHt, yang sudah sering menjadi pembicara di webinar-webinar Prosehat, dan dr. Sonia Wibisono, dokter yang sudah begitu terkenal oleh khalayak se-Indonesia karena sering muncul menghiasi acara-acara di televisi. Webinar ini sendiri akan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian.

    Sekilas Profil dr. Sonia Wibisono

    webinar Prosehat 4 November 2020

    Sonia Wibisono adalah seorang dokter yang terkenal sebagai dokter di bidang kecantikan juga bintang iklan. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977 ini sering membawa beberapa acara di televisi seperti Dokter TV, Godain, Your Health, dan Selamat Pagi. Selain itu, dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  ini membintangi beberapa iklan yang tidak sebatas pada kesehatan, tetapi juga bidang lain seperti barang-barang elektronik. Kehadiran dr. Sonia pada webinar kali ini tentu saja akan semakin membuat Sobat Sehat bersemangat mendengarkan tips-tips yang akan diberikan nanti. Karena itu, bagi Sobat Sehat yang berminat menghadiri webinar ini silakan mendaftar di https://s.id/CantikWanitaIndonesia. Untuk Sobat Sehat jangan lupa berbelanja produk-produk kecantikan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Seribu hari pertama kehidupan merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, fase yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan si anak itu merupakan periode menentukan bagi perkembangan anak ke depannya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. dr. Gahrani Chen SpOG  dalam webinar yang diselenggarakan oleh […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Alumni Atma Jaya Hamil (Lagi) Pandemi? Jaga Gizi dan Busui Balik Sexy 20 Oktober 2020

    Seribu hari pertama kehidupan merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, fase yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan si anak itu merupakan periode menentukan bagi perkembangan anak ke depannya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. dr. Gahrani Chen SpOG  dalam webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Ikatan Alumni Unika Atmajaya pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 19.00-20.00, dengan judul Hamil (Lagi) Pandemi? Jaga Gizi dan Busui Balik Sexy. Acara yang diselenggarakan untuk donasi kegiatan sosial berupa bentuk pemeriksaan gratis terutama pada lansia ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu dr. Cristopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, dan dimoderatori oleh dr. Eleonora Mitaning Christy, M.Gizi, Sp.GK.

    rangkuman webinar Prosehat X Alumni Atma Jaya

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Pemaparan dr. Gahrani kemudian juga dilengkapi oleh dr. Cristopher Adrian yang menjelaskan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi pada masa kehamilan dan sesudah kehamilan. Sebab, pemenuhan ini yang akan menentukan tumbuh-kembang anak ke depannya. Karena itu, supaya tumbuh-kembang sesuai, nutrisi harus dipenuhi. Ujar dokter yang pernah bekerja di RSIA Brawijaya Antasari ini. Disebut sebagai 1.000 hari pertama karena ini fase atau periode emas dalam pertumbuhan anak, lanjut dokter yang merupakan alumni Unika Atmajaya ini.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend JR 30’s

    Selain pemaparan mengenai 1.000 hari pertama juga dipaparkan mengenai berat badan naik selama kehamilan dan menyusui, dan banyak dialami oleh ibu-ibu hamil serta menyusui. Dalam pemaparan ini, banyak ibu hamil yang berat badannya naik karena beranggapan tidak mau terjadi masalah apa-apa pada bayi yang dikandung sehingga harus memberi makan yang cukup banyak, dan melewati batas. Alhasil, ada ibu hamil yang baru hamil 2 bulan sudah naik 15 kilogram. Bahkan, berdasarkan pengalaman, dr. Gahrani juga mempunyai pasien yang berat badannya naik hingga 30 kilogram padahal baru hamil 2-3 bulan karena setiap harinya mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

    Baca Juga: Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    Dr. Gahrani, yang pernah bekerja di sejumlah rumah sakit dan telah menuliskan sejumlah karya ilmiah memaparkan mengenai indeks massa tubuh selama kehamilan. Apabila sudah ada ibu yang kelebihan berat badan, demikian dokter yang juga merupakan alumnus Unika Atma Jaya itu, menyarankan supaya naiknya hanya sampai 11 kilogram sebagai batas maksimal. Cara terbaik supaya tidak gemuk saat hamil adalah perhatikan asupan jumlah kalori  per hari, yaitu maksimal +300 kalori per hari. Kemudian mengonsumsi makanan-minuman yang bergizi dan bernutrisi, dan termasuk karbohidrat kompleks serta hindari makanan-minuman yang termasuk karbohidrat kompleks seperti roti, makanan manis, dan cookies, serta minuman bersoda. Untuk hal ini, dr. Cristopher menjelaskan supaya ibu hamil tidak gampang lapar dengan mengonsumsi makanan-makanan yang berkabohirat kompleks daripada simpleks yang akhirnya malah membuat tubuh menjadi gemuk saat hamil. Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi susu yang punya banyak keuntungan, yaitu:

    Produk Terkait: Jual Susu Ibu Hamil

    • Sumber kalsium dan vitamin D
    • Menurunkan risiko dehidrasi
    • Sumber asam amino esensial
    • Sumber asam lemak esensial
    • Sudah difortifikasi dengan mikronutrien

    Setelah pemaparan webinar juga diikuti dengan sesi pertanyaan. Salah satu pertanyaan mengenai apakah penting memberikan ASI setelah kehamilan yang dijawab oleh dr. Christopher penting karena hal itu malah dapat membakar kalori supaya berat badan kembali normal setelah melahirkan. Kemudian ada pertanyaan mengenai suplemen sebelum kehamilan, menurut dr. Gahrani, jangan sembarangan dikonsumsi karena akan berpengaruh terhadap ASI, dan akhirnya mempengaruhi tumbuh-kembang anak.

    Baca Juga: Infografik Angka Kelahiran Selama Pandemi

    Untuk lebih lengkapnya mengenai webinar ini Sobat Sehat terutama yang sedang hamil dan melahirkan bisa menonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut seputar kehamilan serta nutrisi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Event Webinar Penggalangan Dana Jejak Kebaikan: Kemampuan Komunikasi Efektif dan Penyaringan Berita Hoaks untuk Intervensi Perubahan Perilaku Masyarakat

    Berita hoaks merupakan salah satu berita yang bisa mengubah persepsi masyarakat terutama pada masyarakat Indonesia yang literasinya masih kurang seperti literasi kesehatan. Banyak sekali berita hoaks pada salah satu bidang penting ini apalagi di masa pandemi Corona. Banyak yang mengatakan bahwa Corona adalah semacam konspirasi global sehingga masih ada masyarakat yang enggan melakukan anjuran pemerintah mengenai protokol-protokol kesehatan.

    Atas dasar itulah, Jejak Kebaikan, sebuah organisasi masyarakat yang berfokus pada edukasi kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah, dan sudah mengadakan kegiatan sosial di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Timika, akan mengadakan sebuah webinar bertema “Heroes in us”. Webinar ini akan membahas  “Kemampuan Komunikasi Efektif dan Penyaringan Berita Hoaks untuk Intervensi Perubahan Perilaku Masyarakat”. Topik ini merupakan bagian dari edukasi kesehatan organisasi selama pandemi, dengan fokus pada Covid-19.

    Webinar akan diselenggarakan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 09.00 hingga 11.35 WIB melalui Zoom, dan akan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Andre Rahadian SH., LL.M, Ketua Tim Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 dan Riang Rimbatmaja, Konsulyan C4D Unicef Indonesia.

    Apabila Sobat Sehat berminat berpartisipasi dalam webinar silakan mengakses link  pendaftaran di tinyurl.com/webinarjejak. Biaya pendaftarannya sebesar Rp.30.000 yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial Jejak Kebaikan di SMAN Raimanuk, Atambua, Belu, NTT, untuk membantu para guru dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara produktif dan aman sesuai dengan protokol kesehatan.

    Biaya pendaftaran sudah termasuk sertifikat elektronik ber-SKP Atma Jaya dan ilmu komunikasi yang sangat berguna di masa yang akan datang. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Brigitte Leonie di http://wa.me/6281299082568 atau Prosehat sebagai media partner acara di 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Telemedisin adalah salah satu inovasi layanan kesehatan pada era digital yang dapat membantu pasien memanfaatkan waktu yang lebih efisien karena tidak harus datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi. Itu artinya telemedisin merupakan jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan. Kebutuhan akan telemedisin menjadi sangat penting terutama di era pandemi Covid-19. Kehadirannya dapat meminimalkan jumlah […]

    Event Webinar Kemkominfo-Kemenkes: Diskusi Publik Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Bersama Prosehat

    Telemedisin adalah salah satu inovasi layanan kesehatan pada era digital yang dapat membantu pasien memanfaatkan waktu yang lebih efisien karena tidak harus datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi. Itu artinya telemedisin merupakan jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan.

    Kebutuhan akan telemedisin menjadi sangat penting terutama di era pandemi Covid-19. Kehadirannya dapat meminimalkan jumlah penyebaran penderita terutama di Indonesia. Selain itu, penggunaan telemedisin dianggap bisa mengatasi sejumlah permasalahan kesehatan di Indonesia seperti persebaran tenaga kesehatan yang belum merata, masalah geografis, dan kurangnya fasilitas kesehatan di beberapa wilayah tertentu.

    Berangkat dari hal tersebut Kemenkominfo bersama dengan Kemenkes bekerja sama dengan IDI, ATENSI, dan Prosehat mengadakan Webinar Diskusi Publik dengan judul Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan. Acara ini akan diadakan pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 10.00-12.00 WIB, dan akan disiarkan secara langsung melalui Zoom Kata Data Indonesia dan Youtube Kemkominfo TV.

    Acara rencananya akan dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Acara akan dibagi dalam dua sesi. Sesi 1 bertemakan Inovasi Teknologi Kesehatan Mandiri. Sesi pertama ini akan diisi oleh 3 pembicara, yaitu Samuel Abrijani Pangerapan dari Kominfo yang menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika, Steve Aditya dari Deloitte Indonesia, dan Daniar Supriyadi dari Bahar Law Firm. Setelah itu, pada sesi 2 akan diisi oleh 4 pembicara, yaitu dr. Alexander Ginting dari Kemenkes yang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Budi Wiweko, Wakil Direktur Pengembangan Imeri FKUI, dr. Daeng Faqih, Ketua Umum IDI, dan terakhir, Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH., Ph.D, Ketua ATENSI.

    Apabila Sobat Sehat tertarik mengikuti acara bermanfaat yang satu ini, silakan scan barcode untuk mendaftar atau klik http://tiny.cc/KominfoTelemedicine. Agar lebih mudah, silakan unduh terlebih dahulu aplikasi Zoom jika ingin berpartisipasi melalui gadget karena setelah mendaftar peserta akan mendapatkan email dan password untuk diskusi virtual ini.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja