Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi”

Showing 51–60 of 71 results

  • Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya. Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin […]

    Virus Rubella – Gejala, Resiko, Penyebab dan Pencegahannya

    Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya.

    Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin berhasil mengurangi masalah atau kasus rubella hingga 95%. Indonesia terbebas dari masalah tersebut, meskipun masih ada beberapa daerah yang harus hidup dalam sanitasi yang buruk dan rentan terkena Rubella. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai virus rubella dan serba-serbinya.

    Apa itu Virus Rubella

    Rubella biasa disebut juga sebagai campak jerman, dimana penyakit menular ini berasal dari virus yang bernama virus Rubella. Gejala yang ditimbulkan pertama kali yakni ruam disertai dengan masalah tubuh lainnya. Meskipun gejalanya hampir sama dengan demam berdarah tetapi rubella tidak menimbulkan demam tinggi hanya demam ringan saja.

    Mereka yang terserang rubella memang tidak separah terserang virus lainnya seperti polio. Rubella biasa terjadi pada anak dan remaja terutama untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin. Walaupun begitu, tetap saja masih banyak masyarakat tidak mengenal apa itu rubella dan belum sadar seberapa penting vaksin rubella untuk tubuh.

    Jika berbicara soal penyerangan apakah virus rubella hanya bisa menyerang anak-anak ? maka jawabannya tidak. Hal ini karena virus dapat juga menyerang orang dewasa bahkan ibu hamil sekalipun, bahayannya pada ibu hamil rubella mempengaruhi perkembangan janin ketika di perut.

    Usia berapapun ibu hamil yang kemungkinan terserang rubella berpotensi mengalami cacat bawaan ataupun kematian janin. Kasus atau masalah ini dinamakan sebagai Sindroma Rubella Kongenital (CRS).  Menurut data WHO, dari semua kasus yang ada di dunia minimal 100.000 bayi di dunia lahir setiap tahunnya akibat CRS ini. jelas hal yang sebenarnya bisa dicegah menjadi polemik tersendiri bagi penderitanya.

    Gejala-gejala Rubella

    Beberapa kasus menjelaskan bahwa pasien anak-anak yang terjangkit rubella lebih ringan dibandingkan penderita dewasa. Namun, Sobat tetap tidak bisa menyepelekan gejala dari penyakit ini. Adapun gejala umum yang bisa dikenali jika ada pasien atau anak yang terjangkit virus rubella, yaitu :

    • Tanda atau gejala ini akan muncul 14-21 hari dari serangan, sehingga gejala tidak akan berhenti selama kurun waktu tersebut
    • Demam disertai dengan sakit kepala berkala dan sulit hilang meskipun sudah menggunakan obat generik atau obat biasa
    • Menurunnya nafsu makan
    • Mata merah dan adanya pembengkakan di bagian dekat telinga dan belakang kepala.
    • Adanya ruam yang muncul di wajah kemudian menyebar di bagian tangan dan kaki serta seluruh badan khususnya punggung. Ruam ini bisa berlangsung selama 1-3 hari setelah muncul demam.
    • Nyeri sendi yang berlebih khususnya pada

    Penyebab Rubella

    Jika berbicara soal penyebab maka sudah jelas penyebabnya adalah virus Rubella yang bertengger dan memperbanyak diri di dalam tubuh manusia khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab rubella memang tidak bisa ditebak dimana saja dan kapan saja, sehingga vaksin jelas memudahkan perlindungan yang sudah ada dalam tubuh anak-anak tanpa perlu khawatir membatasi gerak dan area mereka.

    Penyebab rubella juga bisa jadi kondisi anak yang tidak fit atau sedang tidak sehat, virus bersama dengan bakteri dan biasa disebut bakteriofage yang masuk kedalam tubuh, serta makanan yang kurang sehat menyebabkan penyakit rubella ini bisa masuk dalam tubuh.

    Metode Penanganan Rubella

    Rubella memang tidak membutuhkan penanganan khusus jika gejalanya masih ringan, pengobatan saja sudah cukup terutama Sobat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit atau klinik layaknya di daerah. Namun, jika Sobat memiliki kesempatan untuk ke dokter baiknya Sobat konsultasikan kondisi tubuh Sobat.

    Berikut ini ada beberapa tips mencegah rubella selain dari mendapatkan vaksin dari rumah sakit atua klinik :

    • Istirahatlah yang cukup dan berkualitas, jangan terganggu oleh smartphone atau gadget dan alat elektronik lainnya. Tidur yang berkualitas tentu akan membentuk sistem imun yang bagus juga.
    • Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin agar bisa mencegah dehidrasi yang dialami
    • Mengurangi nyeri sendi sementara akibat rubella dengan antinyeri yang bisa menurunkan demam sekaligus.
    • Vaksinasi rutin

    Rubella dan Kematian

    Meskipun rubella masuk kedalam virus yang hampir sejenis dengan flu, tetapi bukan berarti virus ini tidak bisa menyebabkan kematian atau masalah serius yang bisa membahayakan. Jarang memang terjadi tetapi ada beberapa penyakit yang mengakibatkan komplikasi serius setelah terjangkit virus ini.

    Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella yang menyerang manusia bisa menyebabkan radang otak. Selain itu satu dari 3000 kasus rubella yang menyerang dapat mempengaruhi pembekuan darah yang dilakukan tubuh. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan, sebaiknya dalam masa inkubasi tersebut Sobat mengistirahatkan tubuh dan membiarkan tubuh membaik.

    Tingkat kematian rubella memang tidak setinggi virus dan penyakit lainnya tetapi bukan berarti Sobat bisa bebas dari gangguan dan juga ancaman virus rubella. Penularannya cukup mudah yaitu dari udara, kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang terjangkit dan dimana tempat yang sanitasinya bersih. Segera lakukan vaksin yang akan mencegah terkena Rubella.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu. Baca Juga: […]

    Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi Wajib VS Dianjurkan!

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

    Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Hepatitis B

    hepatitis b

    Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

    2. DPT-HB

    Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

    3. Campak

    Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

    4. Polio

    Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    5. DPT

    Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DPT 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

     

    6. BCG

    Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG di Klinik

    7. MR

    Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

    Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

    Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah.

    Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

    1. HiB

    Vaksin HiB adalah vaksin yang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

    2. PCV

    Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

    3. Rotavirus

    Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

    4. Varisela

    Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

    5. Influenza

    Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu ke Rumah

    6. Tifoid

    Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

    7. HPV

    Vaksin HPV berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV

    Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Untuk Sobat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka. Isu ini membuat pemerintah […]

    Bagaimana Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak ?

    Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka.

    Isu ini membuat pemerintah cepat menangani wabah sebelum menyebar ke tempat anak-anak lainnya. Salah satu cara pemerintah dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi difteri ulang yang dilakukan oleh tiga provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebelum mengenal regulasi dan juga aturan vaksinnya, yuk kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan Difteri ?

    Difteri dan Serangannya

    Penyakit difteri merupakan infeksi yang termasuk ke dalam penyakit menular dan disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Difteri menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk serta kontak langsung dengan penderitanya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin BCG Pada Anak

    Gejala-gejala Difteri

    Sobat harus waspada bila ada gejala di bawah ini, kemungkinan anak terkena  penyakit difteri:

    • Tenggorokan terasa gatal dan jika dilihat menggunakan senter seperti dilapisi selaput tebal berwarna abu
    • Radang tenggorokan disertai suara yang serak dan sulit berbicara
    • Adanya pembengkakan pada leher dan juga kelenjar
    • Kesulitan menelan bahkan hingga bernafas
    • Demam disertai menggigil
    • Batuk yang keras disertai dahak

    Produk Terkait: Jual Vaksin Difteri Lengkap dari Prosehat

    Kemudian, pada beberapa kasus, difteri diperparah dengan adanya infeksi yang menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung sampai sistem saraf. Tak hanya itu, kulit juga bisa menjadi bagian tubuh yang terserang bakteri ini dan akhirnya meracuni seluruh tubuh. Kondisi  lainnya dapat disertai dengan jantung berdebar dan juga perasaan tidak nyaman, khusus bagi anak-anak akan terus rewel karena rasa sakit pada tenggorokan dan tubuh mereka.

    Aturan Vaksin Difteri

    Agar terlindungi dari penyakit difteri, Sobat bisa langsung datang ke Puskesmas maupun sekolah khusus di 3 provinsi yang sudah disebutkan di atas untuk mendapatkan vaksin difteri. Namun, bila Sobat berada diluar 3 provinsi tersebut, Sobat dapat mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Lalu, bagaimanakah aturan vaksin untuk anak ?

    • Berapa kali dilakukan?
      Anak harus mendapatkan imunisasi difteri minimal enam kali sampai usia 18 tahun. Biasanya vaksin tergabung dalam pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
    • Imuniasi 1 – 3 tiga kali imunisasi dilakukan ketika bayi, pada saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan.
    • Imunisasi 4 dilakukan satu tahun setelah mendapat imunisasi yang ketiga tepatnya saat bayi berusia 18 bulan. Jika belum maka selesaikan dulu 3 imunisasi awal.
    • Kemudian Sobat bisa melakukan imunisasi 5 tiga tahun setelah mendapat imunisasi keempat saat anak berusia 5 tahun.
    • Sobat bisa melakukan imunisasi 6 lima tahun setelah mendapat imunisasi kelima saat anak berusia 10-12 tahun.
    • Saat anak berusia 18 tahun dapat diberikan tambahan penguat imunisasi dan dapat diulang setiap 10 tahun.

    Catatan tambahan dimana Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disebut BIAS, vaksin akan diberikan di sekolah pada anak kelas I, II, dan V dan telah menjadi program sekolah. Sobat bisa memberikan pengajuan atau proposal kepada pemerintah dan menjadikan sekolah anak Sobat sebagai salah satu anggota penerima vaksin.

    Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul, apakah imunisasi harus dilakukan enam kali sesuai panduan ? maka jawaban pastinya adalah YA. Mengapa ?

    Kekebalan terhadap bakteri difteri akan turun 2-3 tahun setelah imunisasi ketiga saat bayi. Sehingga 3 vaksin ketika bayi hanya mencegah sementara saja. Imunisasi lengkap dibutuhkan sampai enamh kali pada anak-anak sehingga perbekalan mereka untuk melawan difteri tercukupi. Setelah dewasa, tubuh akan mencoba melawan bakteri  dengan kekebalan nutrisi yang lebih banyak. Sobat juga bisa membekali tubuh dengan olahraga dan makanan yang sehat serta bernutrisi.

    Baca Juga: Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana jika Terlambat ?

    Bagiamana jika Sobat sebagai orang tua atau justru diri Sobat sendiri belum pernah mendapatkan vaksin difteri ? bagaimana jika memang sudah terlambat ?

    Bagi Sobat yang sudah dewasa, vaksin difteri memiliki aturannya sendiri termasuk dosis dan juga boosternya. Sobat dapat mendatangi rumah sakit terdekat, tetapi jika sudah berusia lanjut tidak akan bisa diberikan vaksin. Maksimal usia atau rentang usia hanya sampai 64 tahun itu pun melalui serangkaian tes, apakah memang sudah terjangkit difteri atau belum.

    Bagi anak-anak yang terlambat imunisasi DTP dapat dilakukan imunisasi kejaran yang diberikan dan tidak akan mengulang dari awal. Anak yang masih dibawah usia 7 tahun yang belum pernah melakukan imunisasi DTP ataupun tidak lengkap maka masih bisa diberikan  vaksin difteri dengan imunisasi kejaran sesuai anjuran dokter anak.

    Bagaimana dengan anak sudah memasuki usia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP ? terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan dan bisa berfungsi sama yaitu melindungi tubuh dari bakteri penyebab difteri. Kita sebagai orang tua tidak boleh  menyerah dalam  memberikan anak perlindungan agar sehat dan tidak berpotensi terserang penyakit difteri. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi difteri pada anak Sobat agar tidak tertular penyakit yang berbahaya ini.

    Baca Juga: Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Untuk yang tidak ingin terlambat mendapatkan layanan vaksinasi, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi prosehat yang memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah loh jadi tidak perlu khawatir ketika tidak ada waktu untuk ke tempat layanan kesehatan. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini. Apa itu […]

    Apa itu Rubella? Berikut Pembahasan Lengkapnya

    Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini.

    Apa itu Rubela?

    Rubela adalah penyakit yang biasa disebut campak Jerman yang disebabkan oleh virus yang menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO di tahun 2016, anak-anak yang terserang sudah 800 penderita dan terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Masalah dan kasus ini terjadi di Indonesia.

    Penyakit ini jarang terjadi di banyak negara, tetapi jika sudah terjangkit maka kemungkinan virus menyerang sangat tinggi karena virus Rubela dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan terjadi melalui cairan yang dikeluarkan penderita berupa batuk atau bersin.

    Rubela dan Kehamilan

    Bagaimana dengan Rubela dan kehamilan?Ibu hamil yang terserang Rubela akan menularkan pada bayi yang dikandungnya. Rubela pada wanita yang sedang hamil  sebelum tiga bulan dapat menyebabkan sindrom Rubela kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

    Sindrom ini menyebabkan bayi cacat lahir mulai dari tuli, katarak, penyakit jantung bawaan hingga kerusakan otak yang menyebabkan keterlambatan perkembangan.

    Gejala-gejala Rubela

    Penyakit seperti ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari dari terinfeksi hingga timbulnya gejala. Pada anak, gejala ini diantaranya adalah :

    • Demam disertai sakit kepala
    • Hidung tersumbat dan juga pilek
    • Batuk
    • Tidak nafsu makan
    • Mata merah disertai pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan juga leher
    • Ruam berbentuk bintik kemerahan yang diawal muncul di wajah dan tangan setelah itu ruam akan menyebar selama 1 – 3 hari.

    Jika sudah terinfeksi, virus ganas akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu, dimana potensi tertinggi penderita untuk menularkan Rubela mulai dari ruam muncul. Jika gejala sudah muncul maka Sobat harus segera mengisolasi penderita dan pergi ke dokter, mengingat virus ini bisa saja menular pada siapapun dan membuatnya jadi wabah.

    Langkah Pencegahan Rubella

    Pencegahan Rubela yang paling efektif dan bisa digunakan yaitu dengan vaksinasi, sehingga banyak orang terselamatkan dan juga jauh dari wabah menakutkan ini. Pencegahan Rubela yang bisa dilakukan untuk wanita hamil adalah pemberian vaksin pada wanita sebelum merencanakan kehamilan, bukan saat dia hamil.

    Pemerintah  menggunakan vaksin MR dan menggantikan vaksin MMR sebagai pencegahan terhadap Rubela. Vaksin MR ini merupakan perlindungan yang dibuat untuk menghidnari campak (measles) dan Rubela sekaligus, sedangkan untuk MMR merupakan vaksin yang mencegah Rubela dan tergabung untuk menghindari campak dan gondongan (mumps).

    Vaksin MR direkomendasikan dalam usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dan diberikan melalui suntikan di bagian lengan atas. Vaksin MR diberikan sebagai penguat saat anak berusia 5 tahun. Apakah orang dewasa bisa mendapatkan vaksin ? tentu saja jawabannya bisa dimana orang dewasa mendapat satu kali suntikan MMR dan vaksin MR diusia berapapun.

    Ada juga beberapa cara untuk menghindari Rubela setelah melalui vaksin untuk mencegah penularan dan penyebaran Rubela juga penting. Cara-caranya meliputi:

    1. Jika bisa Sobat hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin terutama untuk ibu hamil. Apalagi Sobat yang merupakan anggota keluarga yang terkena rubela, memiliki risiko tinggi terkena Rubela.
    2. Isolasi atau pindahkan penderita ke ruangan yang terpisah atau khusus, menunggu pasien untuk dilarikan ke rumah sakit. Hal ini untuk mengurangi penyebaran wabah yang dialami karena akan sulit dialami jika yang terkena Rubela akan lebih dari satu orang.
    3. Menjaga kebersihan juga bisa jadi cara mudah yang bisa mengusir virus rubela. Selain itu Sobat bisa bepergian, makan dan melakukan kontak dengan penderita dari radius beberapa meter. Usahakan tidak terjadi kontak fisik

    Itulah penjelasan lengkap mengenai penyakit rubela. Virus tidak pernah diketahui kapan dan dimana menyerangnya. Rubela juga bukan virus kecil yang bisa dihilangkan secara ringan melainkan virus yang berbahaya dan ganas. Jangan lupa untuk segara melakukan vaksinasi MR sebagai pencegahan utama dari Rubela.

    Untuk kamu yang berencana melakukan vaksinasi Rubela, bisa pilih prosehat yang bisa melayani vaksinasi / imunisasi ke rumah. Tidak perlu repot – repot antri karena dokter langsung datang ke rumah kamu. Ingat sehat, ingat prosehat.

     

    Read More
  • Sobat pasti sudah tidak asing kan dengan flu atau influenza ? penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang saluran pernafasan manusia. Biasanya, influenza menyerang tiba-tiba kemudian menular ke banyak orang disekitarnya. Flu rata-rata terjadi tidak terlalu lama sekitar 7-10 hari dan biasanya hilang setelah istirahat serta mengonsumsi obat. Namun, bila terlalu lama diderita, flu […]

    7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Sobat pasti sudah tidak asing kan dengan flu atau influenza ? penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang saluran pernafasan manusia. Biasanya, influenza menyerang tiba-tiba kemudian menular ke banyak orang disekitarnya. Flu rata-rata terjadi tidak terlalu lama sekitar 7-10 hari dan biasanya hilang setelah istirahat serta mengonsumsi obat. Namun, bila terlalu lama diderita, flu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan dapat mengurangi produktivitas kerja.

    Mungkin banyak yang menyepelekan, tetapi menurut penelitian setiap tahunnya ada sekitar 15% kasus flu menyerang  250.000 – 500.000 orang di sebuah negara secara rutin. Selain itu, jenis baru dari influenza A (H1N1) bahkan dapat menyerang dan menyebabkan wabah pada Juni 2009.  Flu seringkali timbul pada musim dingin atau ketika suhu menurun.

    Sebagian orang dapat terserang flu bahkan lebih dari 4 kali dalam setahun, hal tersebut terjadi karena virus menyerang tiba-tiba atau karena tertular kembali dari orang lain. Yuk, mari kita bahas tentang 7 cara menangani flu dengan cepat dan mudah selengkapnya.

    1. Perbanyak cairan

    Flu biasanya memberikan rasa tidak nyaman seperti hidung mampet di malam hari sedangkan hidung akan meler mengeluarkan cairan di siang hari. Hal seperti ini akan membuat tubuh kekurangan cairan akibat pilek yang dialami, khususnya anak-anak. Pemberian air putih ataupun jeruk hangat yang ditambahkan madu dapat mengurangi gejala tidak enak yang dialami saat flu.

    Baca Juga: 10 Ciri – Ciri Terkena Hepatitis B

    Saat kita flu, hindari dulu soda, kopi dan berbagai jenis minuman yang dingin karena akan menambah virus flu dalam tubuh. Bila flu bertambah parah disertai dengan demam, badan akan  terasa lelah dan metabolisme tubuh turun. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Perbanyak konsumsi air putih agar tubuh anda cepat pulih dari flu.

    1. Makan sup ayam hangat

    Siapa sangka sup ayam hangat dapat meredakan gejala flu ringan? Penelitian menyebutkan bahwa sup ayam hangat mengandung bahan-bahan bermanfaat seperti sistein, asam amino dan vitamin yang dapat meredakan gejala flu. Nafsu makan Sobat hilang karena flu? Segera konsumsi makanan ini sebagai penambah energi agar cepat sembuh.

    1. Berikan probiotik

    Jika yang menderita flu ringan adalah anak-anak, lebih mudah memberikan probiotik untuk mengusir flu dibandingkan obat. Berikan yoghurt atau susu yang mengandung probiotik agar daya tahan tubuh anak meningkat dan gejala flu reda. Bakteri baik pada probiotik akan membantu mengusir dan melawan virus di dalam tubuh. Minuman seperti ini cukup mudah didapatkan, Sobat tinggal pergi ke pasar swalayan atau toko kelontong untuk mendapatkannya. Jangan lupa, ya,  untuk memberikan asupan nutrisi yang bergizi sehingga mereka cepat pulih kembali.

    Produk Terkait: Nature’s Plus Acidophilus 90’s-Probiotik

    1. Istirahat Maksimal

    Orang dewasa atau anak-anak yang terserang flu membutuhkan istirahat yang cukup. Tidur akan membuat sistem kekebalan mengatur ulang kembali tubuh yang tadinya kurang sehat menjadi sehat kembali. Jangan ragu untuk meliburkan anak jika memang flu yang dilanda sudah cukup berat. Maksimalkan istirahat anak untuk mengembalikan tenaga mereka.

    1. Uap Air

    Sekarang ini, banyak ibu muda yang membawa anak atau bayinya yang sedang flu ke rumah sakit untuk di uap. Cara tersebut baik dilakukan ketika anak/bayi mengalami kesulitan bernafas. Namun, jika Sobat sedang tidak berada di perkotaan yang dekat dengan rumah sakit, Sobat bisa melakukannya sendiri di rumah untuk mengatasi flu yang menyerang.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Untuk Obat Batuk Anak

    Sobat dapat menuangkan air panas di mangkok ataupun wadah, lalu dudukan anak tersebut di depan baskom dan kerudungi dengan handuk basah. Jaga anak agar tidak menyentuh air panas dan diamkan wajahnya didekat uap air tersebut. Sobat juga dapat menambahkan minyak kayu putih di air panas tersebut agar bisa terhirup oleh hidung dan melegakan pernafasan anak-anak.

    1. Mandi Air Hangat

    Banyak orang tua menghindari memandikan anak ketika pilek atau flu karena khawatir penyakitnya semakin parah. Padahal, tidak ada salahnya memandikan anak saat mereka flu. Jika Sobat tidak memandikannya sama sekali, tubuh anak akan terasa tidak nyaman dan juga lengket.

    Sobat bisa menggunakan handuk yang dicelupkan ke air hangat kemudian membasuhnya pada anak, sehingga mereka tidak akan merasa lengket dan nyaman setelahnya. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan merendam anak di air hangat dan membasuh dalam waktu singkat. Badan bersih dan diharapkan anak dapat pulih dengan cepat.

    1. Vaksin Flu

    Hal terakhir yang paling ampuh untuk mencegah flu adalah vaksin. Vaksin flu aman diberikan kepada dewasa dan anak. Vaksin ini dapat mencegah sobat terkena flu selama satu tahun ke depan.

    Banyak yang masih menyepelekan vaksin flu karena merasa penyakit ini dapat  disembuhkan tanpa menggunakan vaksin. Pada dasarnya Sobat tidak pernah tahu, kan jenis flu apa yang dapat menyerang, sehingga vaksin menjadi pilihan utama agar terhindar dari flu yang mengganggu kesehatan.

    Nah, Sobat, sudah tahu kan, apa saja yang dapat dilakukan bila flu menyerang. Jangan menunggu flu menyerang terlalu lama, ya. Segera lakukan hal di atas agar  Sobat dapat pulih kembali secepatnya. Semoga lekas sembuh, ya. Ingat sehat, ingat Prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih […]

    5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi Yang Perlu Kamu Ketahui

    Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih sebenarnya imunisasi ini? Imunisasi adalah sebuah program yang dilakukan secara gratis oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada satu orang dan orang lainnya yang setelah orang tersebut menerima vaksin pastinya akan lebih resisten alias lebih kebal terhadap penyakit tertentu.

    Memangnya di mana sih kita bisa mendapatkan imunisasi? Jawabannya tentu saja di pelayanan kesehatan terdekat, seperti di Puskesmas, Posyandu, atau bahkan di sekolah anak kita. Lalu bagaimana cara vaksin diberikan pada kita? Ternyata vaksin tidak hanya diberikan dengan metode suntik saja lho! Wah, yang benar nih? Yup, vaksin bisa diberikan dengan berbagai metode seperti dengan cara diteteskan ke dalam mulut dan melalui penyuntikan.Beberapa jenis vaksin ada yang perlu diberikan secara berkala alias tidak cukup hanya diberikan sekali seumur hidup dan vaksin lainnya ada yang cukup hanya diberikan sekali.

    Apakah anak bisa sehat tanpa mendapatkan vaksin? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul di benak kita mengingat banyaknya angka bayi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin bukan saja hanya digalakkan di Indonesia saja, tetapi juga menjadi program wajib di beberapa negara maju. Program vaksin yang digalakkan di berbagai negara terbukti sukses meminimalisir timbulnya berbagai penyakit berbahaya pada anak, contohnya saja dalam beberapa tahun terakhir kita hampir tidak pernah mendengar kasus tentang polio liar di Indonesia. Polio merupakan suatu penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.

    Apakah hanya vaksin polio saja yang bisa diberikan pada anak? Kapankah sebaiknya vaksin mulai diberikan? Berbagai pertanyaan sering kali diajukan mengenai vaksin anak terlebih kapankah saat yang tepat dan jenis vaksin apa sajakah yang bisa diberikan untuk anak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vaksin bisa diberikan pada anak sejak anak berusia beberapa bulan alias sejak bayi. Namun, apakah vaksin hanya cukup perlu dilakukan sekali saja? Pada usia berapakah anak sudah bisa diberikan vaksin?

    Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar vaksin bayi yang sering ditanyakan dan harus kita ketahui jawabannya sehingga kita tidak ragu lagi untuk melakukan vaksin bayi:

    1. Kapankah saat yang tepat untuk melakukan vaksin bayi?

    Vaksin bayi sudah dapat diberikan sejak anak lahirm lebih tepatnya dalam jangka waktu 12 jam setelah lahir. Vaksin yang dimaksud di sini adalah vaksin hepatitis B (HB) di mana sebelumnya juga akan dilakukan suntikan vitamin K1. Vaksin hepatitis juga perlu dilakukan secara rutin yaitu mulai dari bayi lahir, usia 2, 3, 4 bulan. Selain vaksin hepatitis, sebelum bayi dibawa pulang ke rumah kita juga perlu memberikan vaksin polio dari lahir, 2, 3, 4 bulan. Kita bisa memberikan jenis vaksin lainnya apabila anak sudah berada pada usia tertentu.

    2. Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan untuk bayi?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, pemberian vaksin sangatlah penting untuk diberikan pada bayi bahkan beberapa jenis vaksin sebaiknya diberikan sebelum bayi dibawa pulang. Terdapat empat jenis vaksin yang seharusnya diberikan sebelum bayi menginjak usia satu tahun, yaitu vaksin polio, DPT, campak, BCG, serta hepatitis B. Vaksin hepatitis B hanya diberikan satu kali sebelum bayi menginjak usia dua bulan dan setelahnya kita perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin BCG dilanjutkan. Vaksin DPT adalah vaksin yang wajib diberikan berikutnya di mana vaksin ini merupakan vaksin gabungan untuk meminimalisir datangnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), serta tetanus. Vaksin DPT ini perlu diberikan sebanyak lima kali ketika anak menginjak usia dua bulan hingga lima tahun.

    3. Apakah efek samping yang biasanya timbul setelah bayi mendapatkan vaksin?

    Faktanya, kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena efek samping yang timbul ketika vaksin diberikan hanyalah sementara dan tidak akan mengancam keselamatan jiwa anak. Beberapa efek samping yang biasanya timbul adalah timbulnya ruam merah serta daerah yang cukup bengkak dan nyeri pada daerah suntikan dan hal ini hanyalah berlangsung beberapa jam atau hingga dua hari. Penanganan efek paska suntikan bukanlah suatu perkara yang sulit karena yang perlu kita lakukan hanyalah mengompres dingin daerah suntikan dan lama-lama bengkak akan hilang dengan sendirinya dan bayi pun tidak akan merasa nyeri lagi. Bayi juga biasanya akan mengalami demam ringan serta tidak selera makan seperti biasanya dan kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena hanya berlangsung selama satu hingga dua hari.

    4. Apa jadinya jika kita terlambat memberikan vaksin pada bayi?

    Pertanyaan ini sering kali diajukan terlebih bagi orang tua yang sudah rutin memberikan vaksin pada anaknya. Kabar baiknya, tidak akan ada efek samping ketika kita terlambat memberikan vaksin lanjutan apabila kita sudah memberikan vaksin wajib terlebih dahulu. Kita juga bisa menunda pemberian vaksin pada anak ketika mereka dalam kondisi yang sedang tidak fit, seperti anak sedang flu, batuk, demam, ataupun diare. Meskipun penyakit ini terlihat sepele, sebaiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu terhadap dokter agar tidak timbul efek samping yang dapat membahayakan anak kita

    5. Kenapa sih bayi perlu mendapatkan vaksin?

    Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar sebelum kita melakukan vaksin pada anak. Tentu saja jawabannya sangat jelas, yaitu untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya pada anak kita sejak dini dan mencegah anak tertular penyakit infeksi dari orang lain. Kita juga tidak perlu khawatir ketika anak mengalami demam ringan setelah diberikan vaksin karena hal ini adalah reaksi alami terhadap imun yang dimasukkan melalui vaksin dan pastinya membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat. Ketika anak tidak mendapatkan imunisasi justru hal ini akan membahayakan kesehatan anak bahkan dapat menyebabkan kecatatan pada anak karena penyakit tertentu bahkan berujung pada kematian.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai pentingnya melakukan vaksin pada bayi? Setelah kita paham tentang hal yang satu ini pastinya tidak ada alasan lagi kan untuk menunda memberikan vaksin pada bayi kita. So, tunggu apalagi? Yuk, berikan vaksin pada bayi di fasilitas kesehatan terdekat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Hepatitis A mungkin sering terdengar oleh Sobat apalagi  mengenai bahaya penyakit ini. Berita mengenai wabah hepatitis A banyak terdengar dan sering menyerang mahasiswa-mahasiswa. Sobat pasti sedikit was-was, apalagi ketika tahu penularan penyakit ini melalui makanan yang tercemar oleh virus Hepatitis A. Nah, mari kita lebih mengenal jauh seluk beluk penyakit ini. Hepatitis A disebabkan oleh virus […]

    Pencegahan Hepatitis A – Yuk Dipahami Lebih Jauh

    Hepatitis A mungkin sering terdengar oleh Sobat apalagi  mengenai bahaya penyakit ini. Berita mengenai wabah hepatitis A banyak terdengar dan sering menyerang mahasiswa-mahasiswa. Sobat pasti sedikit was-was, apalagi ketika tahu penularan penyakit ini melalui makanan yang tercemar oleh virus Hepatitis A. Nah, mari kita lebih mengenal jauh seluk beluk penyakit ini.

    Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Penyakit ini menyebar melalui fekal (anus) dan oral (mulut). Kotoran penderita hepatitis A yang mengandung virus dapat tersebar dan mencemari lingkungan. Selain itu, makanan yang terkontaminasi virus berasal dari makanan yang tidak bersih. Seringkali makanan seperti sayuran, kerang, dan makanan laut menjadi sumber penyebaran penyakit ini. Kemudian, sumber air juga dapat terkontaminasi oleh virus hepatitis A, sehingga kita harus lebih waspada.  Penyebaran lain hepatitis  A dapat melalui kontak erat dan lama dengan penderita, saat menyiapkan makanan, hubungan seks tanpa pengaman lewat anus, serta transfusi darah dari penderita hepatitis A.

    Beberapa orang berisiko terkena hepatitis A seperti wisatawan, orang yang kerjanya berhubungan dengan makanan (koki, pramusaji), pasangan gay, dan pengguna jarum suntik narkoba. Mereka yang bekerja di laboratorium dan berhubungan dengan virus hepatitis A juga memiliki risiko terkena penyakit ini.

    Baca Juga: Apa Itu Vaksin Hepatitis B

    Setelah kita mengetahui cara penularan hepatitis A, mari kita beranjak untuk mengetahui gejala yang sering dikeluhkan penderita. Kulit yang menguning merupakan gejala yang sering terjadi pada hepatitis A. Hal ini disebabkan karena hati sedang mengalami peradangan sehingga bilirubin (zat kuning) yang seharusnya diolah di hati menjadi tidak terolah dan menimbulkan warna kuning pada kulit. Warna kuning sering terlihat di mata, telapak kaki dan tangan serta badan. Peradangan pada hati dapat disertai dengan pembesaran hati. Selain kuning, urin berwarna gelap dan feses berwarna pucat juga sering ditemui. Lalu, penderita hepatitis A seringkali mengalami mual dan muntah yang hebat, sehingga nafsu makan mereka pun akan menurun. Demam, diare, badan lemas dan lesu, rasa tidak nyaman di perut  juga menyertai penyakit ini. Waspada ya, Sobat, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, loh.

    Jangka waktu masuknya virus hepatitis A hingga timbulnya gejala penyakit lebih kurang 15-50 hari. Gejala biasanya tidak berlangsung lebih dari 2 bulan, meskipun pada 10 hingga 15% penderita akan mengalami perpanjangan atau kekambuhan gejala pada lebih dari 6 bulan. Pada anak kurang dari 6 tahun, penyakit hepatitis virus A bahkan tidak bergejala atau asimptomatik.

    Penderita hepatitis A jarang mengalami komplikasi dari penyakit yang dideritanya. Namun, komplikasi pernah ditemukan dan mengenai sistem imun, saraf, darah, pankreas dan sekitar ginjal. Hepatitis fulminan merupakan komplikasi terberat yang jarang terjadi. Hepatitis fulminan menyebabkan gagal hati akibat kerusakan hati berat yang diderita akibat virus hepatitis A. Komplikasi ini sering terjadi pada penderita hepatitis A dengan usia di atas 40 tahun ke atas.

    Baca Juga: Cara Cegah Penularan HPV / Kanker Serviks

    Penyakit hepatitis A ini ternyata terdengar menyeramkan juga, ya, sehingga pencegahan hepatimerupakan usaha terbaik yang dapat kita lakukan agar tidak tertular oleh virus hepatitis A ini. Bagaimanakah pencegahan hepatitis A terkini? Yuk, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Hepatitis A dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Vaksinasinya berisi virus hepatitis A yang sudah mati/tidak aktif  yang akan merangsang sistem imun dan menghasilkan antibodi yang akan melindungi kita dari virus hepatitis A.

    Vaksinasi hepatitis A diberikan 2 kali dengan selang waktu 6-12 bulan. Setelah suntikan pertama, vaksin akan mulai bekerja 2 minggu setelah pemberian. Vaksinasi pada anak dapat diberikan setelah usia 2 tahun dan diberikan dalam 2 dosis juga.

    Baca Juga: 7 Informasi Penting Seputar Hepatitis A yang Perlu Kamu Ketahui

    Vaksinasi hepatitis A dianjurkan diberikan pada orang yang sering berpergian ke daerah yang banyak terdapat hepatitis A, laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki (pasangan gay), pengguna obat-obatan terlarang, orang yang memiliki riwayat penyakit hati kronis seperti hepatitis B dan C, orang yang sedang dalam pengobatan dengan menggunakan faktor pembekuan darah,  peneliti yang bekerja dengan hewan yang terinfeksi hepatitis A atau pekerja laboratorium yang bekerja dengan virus hepatitis serta orang tua asuh yang akan mengadopsi anak yang berasal dari negara endemis hepatitis A.

    Lalu, siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi hepatitis A?Mereka yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin dan bila Sobat sedang sakit atau terkena flu, sebaiknya pemberian vaksin ditunda terlebih dulu.

    Menjaga Kebersihan Diri dan Makanan yang Dikonsumsi

    Pencegahan berikutnya berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Pastikan Sobat selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar/kecil, sebelum mengolah/menghidangkan makanan, sebelum menyusui bayi dan setelah mengganti popok bayi.

    Produk Terkait:

    Pengolahan makanan juga harus diperhatikan agar terhindar dari kontaminasi virus hepatits A. Sebenarnya, pengolahan makanan harus diperhatikan dari mulai penanaman sayuran. Memasak makanan yang benar dan sampai matang, penggunaan air bersih, menggunakan bahan-bahan yang segar adalah pencegahan dari hepatitis A.6

    Jadi Sobat, setelah mengetahui seluk beluk penyakit hepatitis A, ayo kita cegah penyakit ini dengan vaksinasi serta tidak lupa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Jangan sampai kita tertular virus ini, ya. Segera datangi layanan kesehatan terdekat disekitar anda untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Jangan lupa ajak keluarga dan teman-teman juga.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Suwito A. Hepatitis A. [Internet]. Retrieved from: Tanyadok
    2. E. Fiore A. Hepatitis A transmitted by food. Clinical Infectious Disease. 2004; 38: 705-715.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Epidemiology and prevention of vaccine-preventable diseases. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/hepa.html (01.07.2018)
    4. Gillroy RK. Hepatitis A clinical presentation. 2017. [Internet]. Retrieved from: emedicine.medscape.com (01.07.2018)
    5. Pallavi K, Sravani D, Durga S, et al. Hepatitis-A: Review on Current and Future Scenario. Journal of In Silico & In Vitro Pharmacology. 2017, 3:1.
    6. Herdiana M, Arief S, Setyoboedi B. Mengenal hepatitis A pada anak. 2015. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
    Read More
  • Vaksin hepatitis B termasuk salah satu jenis imunisasi yang diberikan ketika bayi baru lahir. Apa itu hepatitis B? Mengapa harus diberikan sejak dini? Seberapa pentingkah vaksin ini perlu diberikan pada buah hati Anda? Apa Efek Sampingnya? Mungkin ada banyak pertanyaan tentang hepatitis B di benak Sahabat, nah simak dulu ulasan di bawah ini: Vaksin hepatitis […]

    Apa Itu Vaksin Hepatitis B? Berikut Penjelasannya

    Vaksin hepatitis B termasuk salah satu jenis imunisasi yang diberikan ketika bayi baru lahir. Apa itu hepatitis B? Mengapa harus diberikan sejak dini? Seberapa pentingkah vaksin ini perlu diberikan pada buah hati Anda? Apa Efek Sampingnya? Mungkin ada banyak pertanyaan tentang hepatitis B di benak Sahabat, nah simak dulu ulasan di bawah ini:

    Vaksin hepatitis B dilakukan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B. Pada anak, virus hepatitis B dapat ditularkan dari ibu yang menderita hepatitis B saat persalinan. Sedangkan pada remaja, virus hepatitis B ditularkan melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik pada pengguna narkoba. Infeksi virus hepatitis B menyebabkan peradangan pada hati yang memberikan gejala demam, mual/muntah, dan kuning pada mata dan kulit. Infeksi kronik oleh hepatitis B dapat menyebabkan komplikasi sirosis hepatis dan kanker hati.

    Kapan vaksin hepatitis B bisa diberikan?

    Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin hepatitis B pada bayi dianjurkan untuk diberikan pada bayi sejak lahir, lalu diberikan kembali pada usia bayi 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Sedangkan pada orang dewasa (rentang usia 19 tahun sampai dengan usia di atas 65 tahun), vaksin hepatitis B disarankan sebanyak 3 kali (bulan ke 0, 1 dan 6).

    Bagi Sahabat wanita, sebenarnya vaksin hepatitis B termasuk sangat disarankan. Mengutip pemaparan Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI dari FKUI/RSCM, vaksin hepatitis B adalah salah satu vaksin ‘wajib’ untuk perempuan usia reproduktif. “Untuk melindungi diri dari penyakit yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual, sekaligus melindungi calon bayi,” urainya. Idealnya, vaksinasi dilakukan sebelum perempuan berhubungan seksual untuk pertama kali.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Namun jika sudah hamil sebelum mendapat vaksin, maka vaksin hepatitis B tetap bisa diberikan saat hamil. Pasalnya ini termasuk jenis vaksin mati yang berasal dari partikel antigen permukaan virus yang tidak bersifat menginfeksi, sehingga tidak ada risiko infeksi ke janin.

    Vaksin terutama dianjurkan untuk bumil yang memiliki faktor risiko. Misalnya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dalam 6 bulan terakhir, memiliki pasangan yang positif HbsAg, pengguna, mantan pengguna atau memiliki pasangan pengguna narkoba suntik, serumah dengan penderita hepatitis B. Vaksin diberikan dalam tiga dosis, dilakukan pada bulan ke-0, 1 dan 6.

    Saat hamil, lakukan pemeriksaan HBsAg. Bila positif, bayi harus diberi vaksin hepatitis B dan suntikan HBIg (antibodi hepatitis B) segera setelah lahir di paha yang berbeda. Perlu dilakukan <24 jam setelah bayi lahir, untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B. Bila HBsAg negatif, bayi sebaiknya tetap diberi vaksin.

    Siapa yang tidak disarankan menerima vaksin hepatitis B?

    Pada  dasarnya  jadwal  vaksinasi  hepatitis  B  bayi kurang  bulan  atau  bayi  berat  lahir  rendah  sama dengan  bayi  cukup  bulan,  hanya  dosis  yang pertama diberikan pada umur 2 bulan atau lebih sesuai dengan usia kronologisnya, atau berat badan telah mencapai ≥ 2 kg. Kecuali apabila diketahui ibu mempunyai titer HBsAg positif, vaksin hepatitis B mulai diberikan dalam 12 jam pertama dan dosis pertama ini tidak dihitung, namun dilanjutkan 3 dosis lagi sampai total 4 dosis dengan jadwal yang sama dengan bayi cukup bulan (0,1,6 bulan).

    Baca Juga: 12 Cara Cegah Penularan Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B aman untuk diberikan, namun perlu perhatian khusus bagi orang-orang yang pernah diberikan vaksin hepatitis B dan alami reaksi alergi berat pasca vaksinasi hepatitis B, yaitu sesak nafas atau syok anafilaksis. Reaksi alergi ini juga perlu diwaspadai pada orang-orang yang memiliki alergi berat terhadap ragi. Pemberian vaksin hepatitis B juga sebaiknya ditunda pada orang yang sedang demam tinggi (> 38 derajat Celsius) pada hari pemberian.

    Efek samping vaksin hepatitis B?

    Beberapa reaksi yang umum terjadi setelah vaksinasi hepatitis B adalah adanya reaksi lokal pada lokasi suntikan, misalnya rasa nyeri, bengkak dan kemerahan pada lokasi suntik. Selain itu, demam juga bisa terjadi. Reaksi-reaksi ini umumnya ringan dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Bila ada reaksi pasca vaksinasi yang menetap, sebaiknya Sahabat berkonsultasi ke dokter.

    Baca Juga: Hepatitis B – Faktor Risiko, Gejala, Penanganan, Pengobatan, Pencegahan

    Jika vaksin hepatitis B dianjurkan untuk mencegah penyakit hepatitis B, lantas apa itu penyakit hepatitis B?

    Hepatitis B adalah penyakit pada organ hatiyang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis B dan dapat terjadi secara akut maupun kronis. Hepatitis B yang tidak mendapat pengobatan secara tepat, dapat berkembang menjadi sirosis hati ataupun kanker hati. Kedua kondisi ini dapat berakibat pada kematian. Menurut WHO, sejak tahun 2000 angka kematian karena hepatitis B mencapai 600.000 jiwa per tahunnya.

    Seberapa berbahaya virus hepatitis B?

    Virus Hepatitis B adalah virus yang menyerang hati. Virus ini dapat ditransmisikan melalui kontak darah atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi. Sekitar 350 juta orang di dunia telah terinfeksi virus Hepatitis B. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, setiap tahunnya terdapat 100.000 orang yang terinfeksi dengan virus Hepatitis B. WHO merekomendasikan untuk melakukan imunisasi hepatitis B terutama untuk bayi.

    Nah, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis B, salah satu solusi pencegahannya dengan melakukan vaksin hepatitis B. Kini Anda tak perlu bingung, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Produk Terkait: 

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis B, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Bonita Effendi B. TanyaDok.com | Pentingnya Imunisasi Hepatitis B [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 2 July 2018].
    2. Trisbiantara I. TanyaDok.com | Tanya Jawab: Hepatitis B [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 2 July 2018].
    3. Trisbiantara I. TanyaDok.com | Tanya Jawab: Hepatitis B [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 2 July 2018].
    4. Imunisasi Hepatitis B Pada Anak – BundaNet [Internet]. BundaNET. 2018 [cited 2 July 2018].
    5. Vaksin Hepatitis B, Segala Hal Yang Perlu Anda Tahu | Dunia Kesehatan [Internet]. Dunia Kesehatan. 2018 [cited 2 July 2018].
    6. Vaksinasi Hepatitis B untuk Ibu [Internet]. Otcdigest.id. 2018 [cited 2 July 2018].
    7. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Babyologist.com. 2018 [cited 2 July 2018].
    8. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 2 July 2018].
    9. Djauzi, Samsuridjal, dkk. 2017. Pedoman Imunisasi Pada Orang Dewasa 2017. Jakarta. Interna Publishing, Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.

     

    Read More
  • Vaksinasi merupakan upaya perlindungan optimal untuk mencegah penularan infeksi penyakit. Pada beberapa kasus vaksinasi menjadi hal utama yang harus dilakukan. Misalnya, imunisasi anak, vaksinasi wajib sebelum bepergian untuk persyaratan visa, yaitu vaksinasi meningitis. Untuk Anda yang belum mengetahui meningitis, Meningitis adalah terjadinya pembengkakan pada selaput (meninges) yang mengelilingi otak serta sumsum tulang belakang. Bengkak yang […]

    Vaksinasi Antre? Yuk, Vaksinasi di Rumah Saja

    Vaksinasi merupakan upaya perlindungan optimal untuk mencegah penularan infeksi penyakit. Pada beberapa kasus vaksinasi menjadi hal utama yang harus dilakukan. Misalnya, imunisasi anak, vaksinasi wajib sebelum bepergian untuk persyaratan visa, yaitu vaksinasi meningitis.

    Untuk Anda yang belum mengetahui meningitis, Meningitis adalah terjadinya pembengkakan pada selaput (meninges) yang mengelilingi otak serta sumsum tulang belakang. Bengkak yang ditimbulkan dari meningitis akan memicu beberapa gejala seperti sakit kepala, demam dan leher terasa kaku. Meningitis dapat meniru gejala-gejala influenza, namun akan berkembang lebih dari beberapa jam ataupun beberapa hari. Bila tidak ditangani dengan tepat, meningitis dapat berakibat fatal dengan meningkatnya risiko kerusakan otak secara permanen hingga kematian.

    Cukup membuat ngeri bukan? Maka dari itu penting untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Sayangnya, untuk mendapatkan vaksinasi seringkali Anda perlu mengantre panjang di rumah sakit. Oleh sebab itu, mau tidak mau Anda bisa menghabiskan waktu seharian untuk melakukan vaksinasi. Tapi sekarang Anda bisa melakukan vaksinasi ke rumah yang bisa Anda dapatkan di Pro Sehat.

    Apa saja sih keuntungan yang bisa kita dapatkan jika vaksinasi ke rumah? Yuk kita intip.

    1. Bebas Pilih Jadwal & Tempat Vaksinasi Tanpa Antre
      Mau vaksinasi tapi waktunya nggak tepat, tapi Anda tidak perlu khawatir. Karena jadwal vaksinasi bisa Anda pilih sendiri. Mau vaksinasi di hari kerja? Atau di weekend? Bisa semua kok, selain itu tempat vaksinasi bisa dilakukan di rumah jadi lebih nyaman dan nggak perlu ketemu macet.
    2. Vaksinasi Dijamin Asli
      Takut dapat vaksinasi yang palsu? Jangan khawatir, karena di sini Anda akan mendapatkan vaksinasi yang dijamin asli. Untuk melihat vaksin asli atau tidak dengan cara, kemasan vaksinasi masih tersegel rapi, terdapat label keterangan seputar vaksin, label ampul yang telah diberikan akan dilepas dan ditempelkan pada buku kesehatan yang Anda gunakan
    3. Ditangani langsung oleh dokter profesional
      Selain itu Anda akan ditangani oleh dokter yang telah memiliki izin resmi dalam melakukan vaksinasi. Selain itu Anda dapat  berkonsultasi dengan dokter secara langsung jadi aman dan nyaman.

    Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!.

    Sumber :

    1. Mayo Clinic. “Meningitis”. mayoclinic.org
    2. Suseno, Agassi. “Beribadah Haji atau Melancong ke Arab Saudi? Vaksin Dulu, Yuk!”. tanyadok.com
    Read More
  • Penyakit Tuberkulosis pada anak merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru serta organ tubuh lainnya. Gejala penyakit ini pada anak tidak khas, sehingga pengobatan sering terlambat atau terabaikan. Anak sangat rentan terhadap penyakit ini terutama bagi mereka yang kontak erat dengan penderita TB dewasa karena imunitas anak yang belum optimal. Pemeriksaan […]

    PENTINGNYA VAKSINASI BCG BAGI ANAK

    Penyakit Tuberkulosis pada anak merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru serta organ tubuh lainnya. Gejala penyakit ini pada anak tidak khas, sehingga pengobatan sering terlambat atau terabaikan. Anak sangat rentan terhadap penyakit ini terutama bagi mereka yang kontak erat dengan penderita TB dewasa karena imunitas anak yang belum optimal. Pemeriksaan penyakit ini tidak hanya melalui pemeriksaan rontgen dada, tetapi melalui tes mantoux dan sistem skoring TB anak.

    Bagaimana agar anak Anda dapat terhindar dari penyakit ini? Salah satu pencegahan penyakit TB adalah dengan diberikannya vaksin BCG pada anak. Vaksin BCG penting untuk mencegah tuberkulosis berat. Vaksin ini mengandung bakteri penyebab TB yang dilemahkan, sehingga bila disuntikkan pada orang sehat, maka akan membentuk kekebalan pada tubuh. Menurut rekomendasi IDAI, vaksin BCG diberikan 1 kali pada saat bayi lahir hingga usia 2 bulan. Vaksin ini sangat efektif untuk mencegah komplikasi TB yang parah yaitu TB yang menyerang selaput otak (meningitis TB), dengan perlindungan 70% lebih kuat.

    Vaksin BCG direkomendasikan untuk bayi yang baru lahir, anak dengan tes tuberkulin negatif dan memiliki riwayat kontak dengan penderita TB dewasa.Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada wanita hamil dan orang dengan penurunan sistem kekebalan tubuh (orang dengan HIV, penerima donor organ, dll).

    Vaksin BCG disuntikkan secara intrakutan pada bahu lengan atas. Reaksi akibat vaksin yang sering terjadi adalah timbulnya bisul pada tempat suntikan. Selain itu, reaksi ringan lain yang dapat terjadi adalah pembesaran kelenjar getah bening pada bagian ketiak atau leher. Reaksi lain yang harus diwaspadai adalah timbulnya reaksi yang berat antara lain benjolan yang berubah menjadi bisul yang bernanah/keloid, reaksi syok anafilaksis dan peradangan yang terjadi pada kelenjar getah bening (limfadenitis). Oleh karena itu, orang tua harus mengawasi bayi dan anaknya setelah vaksin dan melihat apakah ada reaksi-reaksi tersebut.

    Jadi, segera bawa anak Anda untuk menerima vaksin BCG, sehingga anak dapat terhindar dari penularannya. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. TB Anak. 2018.[internet]. Retrieved from: tbindonesia.or.id
    2. Queensland Health. Lembar fakta vaksinasi BCG. [internet]. Retrieved from: health.qld.gov.au
    3. Center for Diseases Control and Prevention.BCG Vaccine. [internet]. Retrieved from: cdc.gov
    4. World Health Organization. Information sheet observed rate of vaccine reactions: BCG Vaccine.2012. Retrieved from: who.int
    5. YolAnda N. Skar BCG. 2016. Retrieved from: idai.or.id
    Read More

Showing 51–60 of 71 results

Chat Dokter 24 Jam