Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ vaksinasi”

Showing 41–50 of 51 results

  • Semakin berkembangnya zaman mengakibatkan perkembangan di segi kesehatan pula. Vaksin yang tadinya satu vaksin satu suntikan, sekarang bisa beberapa vaksin disuntikkan menjadi satu. Hal ini sangat berguna bagi dunia kedokteran karena lebih efisien dan lebih efektif apabila dibandingkan dengan vaksin tunggal. Namun, apakah benar vaksin kombinasi memiliki efektivitas yang sama dengan vaksin tunggal? Keuntungan dari […]

    EFEKTIVITAS DAN KEUNTUNGAN VAKSIN KOMBINASI

    Semakin berkembangnya zaman mengakibatkan perkembangan di segi kesehatan pula. Vaksin yang tadinya satu vaksin satu suntikan, sekarang bisa beberapa vaksin disuntikkan menjadi satu. Hal ini sangat berguna bagi dunia kedokteran karena lebih efisien dan lebih efektif apabila dibandingkan dengan vaksin tunggal. Namun, apakah benar vaksin kombinasi memiliki efektivitas yang sama dengan vaksin tunggal?

    Keuntungan dari kombinasi vaksin selain hanya membutuhkan satu suntikan adalah menurunkan jumlah kedatangan ke dokter, kemudahan penyimpanan vaksin, mudah dalam menyimpan data mengenai riwayat vaksin. Tapi, memang biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan vaksinasi kombinasi biasanya lebih mahal dibandingkan dengan vaksin tunggal.

    Apakah efektivitas vaksin kombinasi dibandingkan dengan vaksin tunggal sama saja atau ada perbedaan? Berdasarkan penelitian mengenai vaksin kombinasi dan uji coba klinisnya dilakukan dengan seksama dengan memperhitungkan keamanan dan dilakukan dengan metode prospektif, secara acak dan memiliki pembanding grupnya, didapatkan bahwa hasilnya vaksin kombinasi terbukti aman dan efektivitasnya sama dibandingkan dengan vaksin tunggal.

    Selain vaksin MMR dan DTP, beberapa contoh dari vaksin kombinasi antara lain adalah:

    1. Vaksin kombinasi 6 penyakit dalam sekali suntik (DTaP, Hepatitis B, Hib dan Polio IPV)
    2. Vaksin kombinasi 5 penyakit dalam sekali suntik (DTaP, Hepatitis B, dan Hib)
    3. Vaksin kombinasi 3 penyakit dalam sekali suntik (Difteri, Tetanus dan Pertusis atau Measles, Mumps dan Rubella)
    4. Vaksin kombinasi 2 penyakit dalam sekali suntik (Hepatitis A dan Hepatitis B atau Measles Rubella)

    Jadi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak maupun vaksinasi dewasa sudah teruji aman dan efektif. Nah, sekarang tidak perlu ragu untuk memberikan vaksin kombinasi untuk anak bukan? Selain praktis, pastinya anak juga lebih nyaman karena jumlah suntikannya minimal sekali. Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    1. Jatana CSK, Nair BMG. Combination vaccines. Medical Journal Armed Forces India. 2007;63:167171.
    2. Center for Disease Control and Prevention. Combination Vaccines. 2017. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    Read More
  • Tak terasa kesempatan Anda pergi umroh di depan mata, segala macam persiapan sudah Anda persiapkan namun persiapan vaksinasi belum Anda siapkan. Jangan sampai lupa ya, karena vaksinasi sangat penting demi menjaga diri Anda dari berbagai virus seperti flu hingga meningitis. Kenapa harus vaksinasi? Padahal tubuh saya sangat fit. Bukan hanya membutuhkan kesehatan tubuh yang prima, […]

    Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Tak terasa kesempatan Anda pergi umroh di depan mata, segala macam persiapan sudah Anda persiapkan namun persiapan vaksinasi belum Anda siapkan. Jangan sampai lupa ya, karena vaksinasi sangat penting demi menjaga diri Anda dari berbagai virus seperti flu hingga meningitis. Kenapa harus vaksinasi? Padahal tubuh saya sangat fit. Bukan hanya membutuhkan kesehatan tubuh yang prima, namun saat Anda melakukan umroh, Anda akan bertemu jutaan orang dari berbagai penjuru dunia yang rentan terinfeksi penyakit yang dapat mengancam kesehatan Anda.

    Perubahan suhu, kelelahan serta imunitas yang rendah membuat Anda beresiko terpapar penyakit. Untuk itu, vaksinasi dibutuhkan agar Anda lebih kebal terhadap penyakit tertentu, kekebalan tersebut muncul karena vaksin yang dimasukkan ke tubuh dan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi.

    Lalu vaksinasi apa sajakah yang dibutuhkan sebelum menjalankan ibadah umroh? Berikut beberapa vaksinasinya:

    1. Vaksinasi Meningitis

    Penyakit Meningokokus atau yang lebih dikenal dengan nama meningitis, menjadi salah satu salah saat umroh ataupun haji. Penyakit meningitis disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningitis yang ditularkan melalui kontak dari orang ke orang melalui percikan ludah dari penderita ataupun pembawa.

    2. Vaksinasi Pneumokokus

    Penyakit pneumonia disebabkan bakteri Strepococcus pneumoniae yang ditularkan melalui batuk, bersin, udara yang telah tercemar dari virus tersebut dan terhirup manusia melalui kontak dekat dengan jarang kurang dari 2 meter. Vaksin ini memiliki efektifitas sebesar 80% dan membutuhkan 10-14 hari menimbulkan kekebalan yang bertahan selama 5 tahun dan dianjurkan diberikan untuk orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

    3. Vaksinasi Yellow Fever

    Yellow fever suatu penyakit infeksi virus endemis di daerah tropik Afrika dan juga Amerika Selatan. Yellow fever disebabkan oleh Flavivirus yang dibawa atau ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepti dan Haemogogus sp. Vaksin ini dapat diberikan pada setiap orang yang berumur lebih dari 9 bulan yang tinggal atau melakukan perjalanan ke daerah endemis. Satu kali vaksin akan memberikan perlindungan selama 10 tahun.

    4. Vaksinasi Influenza

    Siapa yang tak pernah terserang influenza? Penyakit infeksi saluran napas ini disebabkan oleh virus influenza. Penyakit yang menular ini dapat mengakibatkan komplikasi yang serius terlebih untuk Anda yang mengalami penurunan pada kekebalan tubuh. Vaksin Influenza menjadi hal yang sangat efektif dalam mencegah infeksi virus dan memicu timbulnya komplikasi serius. Vaksinasi influenza dapat bertahan selama 1 tahun.

    Jadi itulah beberapa vaksinasi yang dapat Anda lakukan sebelum berangkat ke Arab saudi untuk ibadah Anda lebih tenang dan nyaman. Kini Anda dapat melakukan vaksinasi tanpa antri dengan layanan praktis. Caranya hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber :

    1. Haurissa, Andreas Erick. “Raga Optimal Saat Umrah”. tanyadok.com
    2. Kumala, Vinka. “Naik Haji atau Melancong ke Arab Saudi? Vaksin Dulu, Yuk!” tanyadok.com
    3. Suci, Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi !!!”. tanyadok.com
    4. Primadila. “Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai Saat Beribadah Haji”. tanyadok.com
    Read More
  • Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kondisi sakit yang diderita yang diduga terjadi setelah menerima imunisasi. KIPI dapat terjadi orang dewasa. KIPI ditetapkan oleh para ahli yang bergerak di bidang vaksin dan pelaporannya harus dilakukan berjenjang. Kemudian, apabila ada suatu kondisi diduga akibat imunisasi, maka harus dilacak dan ditelti dengan benar apakah kejadian sakit tersebut […]

    Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Pada Orang Dewasa

    Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kondisi sakit yang diderita yang diduga terjadi setelah menerima imunisasi. KIPI dapat terjadi orang dewasa. KIPI ditetapkan oleh para ahli yang bergerak di bidang vaksin dan pelaporannya harus dilakukan berjenjang. Kemudian, apabila ada suatu kondisi diduga akibat imunisasi, maka harus dilacak dan ditelti dengan benar apakah kejadian sakit tersebut benar akibat imunisasi atau memang sudah ada risikonya pada penerima imunisasi.

    Penyebab KIPI dapat berasal dari reaksi terkait produk vaksin, reaksi terkait dengan kualitas produk vaksin, reaksi terkait kesalahan imunisasi (vaksin yang tidak tepat penanganannya), reaksi kecemasan yang timbul terkait dengan imunisasi, dan gejala yang timbul kebetulan terjadi setelah diimunisasi.

    KIPI ringan yang dapat terjadi pada orang dewasa secara lokal adalah rasa sakit, bengkak, dan kemerahan pada lokasi penyuntikan yang akan menghilang dengan sendirinya pada 1-3 hari pasca imunisasi. Reaksi KIPI berat yang melibatkan sistemik antara lain demam, pegal, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Penanganan demam akibat KIPI biasanya adalah pemberian obat anti demam untuk meredakannya.

    KIPI yang jarang terjadi pada orang dewasa, tetapi pernah terjadi dan dapat menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat adalah kejang, pembengkakan kelenjar getah bening, reaksi alergi dan anafilaktik. Pada reaksi anafilaktik dapat terjadi dengan sangat cepat dan ditandai dengan pusing, penurunan tekanan darah tiba-tiba dan terkadang pingsan, nadi yang tidak teraba, mata dan bibir yang bengkak harus ditangani di tempat dengan segera karena akan menimbulkan kegawatan. KIPI berat dapat langsung ditangani oleh tenaga medis yang sudah terlatih, sehingga kegawatannya pun dapat diatasi dengan baik.

    Kejadian atau reaksi pasca imunisasi/vaksinasi sebaiknya jangan ditakuti karena manfaat perlindungan yang Anda dapatkan melalui vaksinasi jauh lebih besar. Selain itu, reaksi berat yang terjadi akibat vaksin sangat jarang terjadi. Yang umum dirasakan oaring pasca vaksinasi adalah reaksi lokal ringan, misalnya nyeri ataupun bengkak pada area bekas suntikan. Jangan lupa untuk memberitahu dokter Anda bila ada reaksi terebut terjadi.

    Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    1. World Health Organization. Causallity Assesment of an Adverse Events Following Immunization (AEFI). 2013.[Internet]. Retrieved from: who.int
    2. UKDH. Vaccine safety and management of adverse events following immunization. [Internet]. Retrieved from: vaccine-safety-training.org
    3. FKUII. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. [Internet]. Retrieved from: fk.uii.ac.id
    Read More
  • Sebagai respon atas merebaknya kasus difteri di Indonesia pemerintah mengajurkan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai pencegahan. Kejadian ini di respon pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization) dengan memberikan imunisasi difteri untuk penduduk usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah terjangkitnya kasus difteri. Pada putaran pertama upaya pengendalian KLB Difteri telah dilaksanakan pada pertengahan Desember […]

    INGAT UNTUK LENGKAPI 3 PERIODE ORI VAKSIN DIFTERI

    Sebagai respon atas merebaknya kasus difteri di Indonesia pemerintah mengajurkan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai pencegahan. Kejadian ini di respon pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization) dengan memberikan imunisasi difteri untuk penduduk usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah terjangkitnya kasus difteri.

    Pada putaran pertama upaya pengendalian KLB Difteri telah dilaksanakan pada pertengahan Desember 2017. Bulan Januari 2018 ini merupakan jadwal putaran kedua ORI Difteri. Sementara ORI putaran ketiga dilakukan 6 bulan kemudian. ORI Difteri perlu dilakukan 3 kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae. Dengan demikian diharapkan daya tahan tubuh akan meningkat dan mampu melawan bakteri.

    Lokasi ORI Difteri berada di 12 kabupaten/kota di 3 provinsi (DKI Jakarta, Jawa barat, dan Banten). Terpilihnya Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat karena mengingat potensi penyebaran penyakit menular yang masih tinggi. Transmisi yang tinggi itu didorong oleh padatnya jumlah penduduk dan tingginya mobilisasi di tiga provinsi tersebut. Kementerian Kesehatan mencatat hasil cakupan pelaksanaan ORI di 3 provinsi hingga Kamis malam (4/1) pukul 19.30 WIB mencapai 52,10%. Dengan rincian cakupan ORI untuk provinsi DKI Jakarta (61,75%); Jawa Barat (44,21%); dan Banten (57,60%).

    Difteri merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, dan menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk.

    Untuk perlindungan maksimal pemberian vaksinasi harus lengkap dan sesuai jadwal. Vaksin difteri terbukti aman untuk melindungi dari penyakit difteri yang mematikan. Segera bawa anak anda untuk imunisasi mencegah difteri. Jangan lupa membawa buku imunisasi anak untuk ditunjukkan kepada petugas kesehatan.

    Namun jika Anda ingin lebih praktis, bisa vaksinasi di rumah loh! Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2018  Available from: depkes.go.id
    2. Kemenkes RI. 2017. Meningkatnya Kasus Difteri, 3 Provinsi Sepakat Lakukan Respon Cepat. depkes.go.id
    Read More
  • Beberapa bayi dan anak tidak terlahir dengan sempurna karena mereka memiliki penyakit bawaan yang sudah ada pada saat mereka lahir. Penyakit bawaan banyak sekali macamnya, tetapi yang paling sering ditanyakan sehubungan dengan vaksinasi adalah penyakit jantung bawaan. Banyak orang tua yang seringkali bertanya kepada dokter, ketika anak mereka memiliki penyakit jantung bawaan, apakah masih bisa […]

    BOLEHKAH PENDERITA PENYAKIT BAWAAN VAKSINASI?

    Beberapa bayi dan anak tidak terlahir dengan sempurna karena mereka memiliki penyakit bawaan yang sudah ada pada saat mereka lahir. Penyakit bawaan banyak sekali macamnya, tetapi yang paling sering ditanyakan sehubungan dengan vaksinasi adalah penyakit jantung bawaan. Banyak orang tua yang seringkali bertanya kepada dokter, ketika anak mereka memiliki penyakit jantung bawaan, apakah masih bisa diberikan vaksinasi?

    Apabila anak yang memiliki penyakit bawaan disertai dengan penurunan sistem imun tubuh, misalkan anak dengan infeksi HIV positif atau disertai dengan penyakit lain yang menyebabkan penurunan sistem imun tubuh (leukimia) beberapa vaksin tidak boleh diberikan yaitu  vaksin MMR, varisela atau cacar air, polio dan BCG. Hal ini disebabkan beberapa vaksin mengandung virus/bakteri hidup yang dilemahkan.Vaksin ditakutkan tidak efektif dalam membentuk kekebalan tubuh.

    Apabila anak Anda memiliki kelainan bawaan yang tidak menyebabkan gangguan pada pembentukan sistem imun tubuh, misalnya pada anak dengan penyakit jantung bawaan, sebenarnya malah direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin tertentu, seperti vaksin flu sejak usia di atas 6 bulan. Hal ini disebabkan karena mereka lebih rentan terkena komplikasi akibat penyakit influenza. Vaksin lain yang berisi vaksin hidup yang telah dilemahkan sebaiknya dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak dan dokter jantung yang ada karena sebagian anak dengan penyakit jantung bawaan juga memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

    Anak dengan penyakit jantung bawaan dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi rutin anak lainnya. Beberapa kondisi tertentu sehubungan dengan pemberian vaksinasi dan jadwal operasi jantung antara lain adalah:

    Anak tidak boleh menerima vaksin hidup (vaksin campak atau varisela) 3 minggu sebelum dilakukannya operasi jantung atau 7 bulan setelah operasi kecuali vaksin rotavirus.

    Anak harus menunggu vaksinasi apabila telah menerima imunoglobulin untuk penanganan penyakit Kawasaki

    Jika Sahabat ingin melakukan vaksin kini ada cara mudah loh! Hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah.

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    Canadian Pediatric Society. A guide to contraindications to childhood vaccination. Canadian Journal Infectious Disease. 2000;11(1).
    Child Health Specialist. Vaccinations in children with heart disease. 2015. [Internet]. Retrieved from: childheartspecialist.com
    CHU-Sainte Justine.Vaccination for children with heart diseases. [Internet]. Retrieved from: chusj.org

    Read More
  • Kesehatan menjadi aset yang paling berharga untuk sebagian orang di dalam kehidupan ini. Aktivitas dan kehidupan akan berjalan baik jika kita memiliki kesehatan yang prima. Sahabat bisa menjalani segala kegiatan secara menyenangkan bila sehat. Namun saat sahabat sakit dan tubuh tidak dalam kondisi yang fit, maka waktu dihabiskan hanya untuk beristirahat dan kegiatan sehari-hari jadi […]

    4 Cara Sehat Di Masa Depan Mulai Dari Sekarang

    Kesehatan menjadi aset yang paling berharga untuk sebagian orang di dalam kehidupan ini. Aktivitas dan kehidupan akan berjalan baik jika kita memiliki kesehatan yang prima. Sahabat bisa menjalani segala kegiatan secara menyenangkan bila sehat. Namun saat sahabat sakit dan tubuh tidak dalam kondisi yang fit, maka waktu dihabiskan hanya untuk beristirahat dan kegiatan sehari-hari jadi terbatas. Bila lebih parah, Sahabat akan sibuk untuk berobat kerumah sakit. Sehingga banyak waktu yang dikeluarkan yang sebenarnya hanya hal kecil yaitu tidak menjaga kesehatan dengan baik.

    Seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, begadang, malas berolahraga hingga merokok bisa menjadi pemicunya. Jadi apa pendapat sehat menurut Sahabat? Gaya hidup menurut WHO, yaitu cara hidup sehat yang bertujuan menurunkan risiko terjadinya sakit parah atau sekarat lebih awal. Walaupun tidak semua penyakit dapat disembuhkan namun pada dasarnya dapat dicegah. Kesehatan tidak hanya menghindari penyakit namun berhubungan dengan kesehatan fisik, mental serta sosial. Hal itu harus diukur berdasarkan dari keseluruhan faktor tersebut.

    Lalu bagaimana untuk memulai hidup sehat demi masa depan Sahabat? Berikut beberapa cara yang mudah yang bisa Sahabat lakukan untuk menjaga kesehatan dengan melakukan kebiasaan hidup sehat secara rutin berikut ini.

    4 cara sehat di masa depan mulai dari sekarang:

    1.       Konsumsi Makanan Sehat dan Teratur

    Untuk hidup sehat, mulailah konsumsi makanan sehat dan teratur. Tubuh sangat membutuhkan asupan makanan sehat serta seimbang. Cobalah untuk menghindari makanan-makanan yang berlemak serta makanan yang dibakar. Bisa bahaya loh karena dapat memicu kolesterol dan hingga kanker. Maka dari itu terapkan pola makan yang teratur dan konsumsi makanan yang sehat yang sesuai kebutuhan tubuh Anda.

    1.       Perbanyak Olahraga dan Istirahat yang Seimbang

    Cara hidup sehat berikutnya yaitu dengan berolahraga. Olahraga menjadi hal yang wajib Sahabat lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat yang akan kalian dapatkan di antaranya membakar kalori dan menurunkan berat badan, menurunkan depresi atau tingkat stres, menurunkan resiko Diabetes Melitus tipe 2, Meningkatkan massa atau kesehatan tulang yang dapat menurunkan osteoporosis dan lebih bugar.

    Olahraga tak perlu berat kok Sahabat, pilihlah olahraga yang ringan atau yang sahabat minati. Dengan memilih olahraga yang sesuai dengan hati pasti akan lebih bersemangat bila dijalankan secara teratur. Selain olahraga, istirahat juga harus Sahabat lakukan secara teratur dan seimbang. Hindari begadang karena kurangnya waktu beristirahat dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya tubuh mudah terserang penyakit. Istirahat yang cukup akan mengembalikan tenaga dan juga pikiran Sahabat setelah bekerja seharian.

    1.       Hindari Mengonsumsi Alkohol dan Merokok

    Pada sebuah penelitian menemukan konsumsi alkohol berhubungan dengan penuaan serta meningkatkan risiko kanker yang terjadi pada tingkat seluler melalui pemendekan telomere. Telomere sendiri bagian dari tali DNA yang berada pada bagian akhir DNA yang berperan dalam menjaga kestabilan sel. Konsumsi alkohol yang berlebih yang berhubungan dengan stress oksidatif dan peradangan sehingga dua mekanisme tersebut membuat telomere semakin memendek.

    Baca Juga : 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    Seperti yang kita tahu merokok dapat memicu penyakit kanker paru-paru serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu memiliki efek buruk terhadap kesehatan kulit Sahabat. Karena rokok memiliki 4000 macam racun yang diserap langsung ke dalam peredaran darah sampai struktur kulit. Kalau mau sehat, ya hindari mulai dari sekarang mengonsumsi alkohol dan merokok ya Sahabat.

    1.     Beri Perlindungan Lebih Untuk Kesehatan

    Ingin masa depan lebih sehat? Beri perlindungan lebih untuk kesehatan Sahabat dengan vaksinasi. Vaksinasi berguna untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu, hal ini sangat penting dalam memberikan perlindungan secara menyeluruh dalam jangka panjang terhadap Sahabat dan orang-orang yang dicintai.

    Terlebih lagi untuk para Sahabat wanita perlu perlindungan vaksinasi untuk menghindari diri dari kanker serviks. Kanker serviks menjadi salah satu kanker yang ditakuti semua wanita di dunia, pasalnya kanker satu ini mematikan dan gejalanya susah dideteksi sehingga baru diketahui pada stadium lanjut. Kanker serviks terjadi akibat dari virus HPV (Human Papiloma Virus) yang merupakan faktor pencetus yang merupakan faktor risiko paling umum akibat dari hubungan seksual.

    Pencegahan kanker serviks sebenarnya dapat dicegah loh dengan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV dapat mencegah 4 tipe HPV, yaitu tipe 6 dan 11 untuk mencegah kutil kelamin dan tipe 16 dan 18 sebagai pemicu kanker serviks. Apa saja manfaat yang didapat setelah vaksinasi HPV? Selain Sahabat terhindar dari kanker serviks, hemat biaya pengobatan serta lebih banyak waktu bersama keluarga. Gaya hidup sehat tidak hanya membantu Sahabat saja melainkan membantu seluruh anggota keluarga atau orang-orang yang Sahabat cintai.

    Cegah kanker serviks sekarang dengan vaksinasi HPV di ProSehat dengan vaksinasi ke rumah, dapatkan informasi seputar HPV melalui Maya Asisten Kesehatan di ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com. Ikuti #Kamisehat Goes To Office untuk mendapatkan sharing kesehatan seputar wanita secara gratis di kantormu. Follow instagram ProSehat (@prosehat) untuk info selanjutnya.

    Sumber:

    WHO.  “Healthy Living – What is a healthy Lifestyle”. Diakses pada 1 Maret 2018
    TanyaDok. “Ayo Hidup Sehat dengan Aktivitas Fisik”. Diakses Pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Kaha, Maria. “Efek Begadang Bagi Kesehatan”. Diakses Pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Konsumsi Alkohol Berlebih Meningkatkan Resiko Terkena Kanker!”. Diakses Pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Graciella, Regina. “Merokok dan efeknya pada kesehatan kulit”. Diakses Pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi!!!”. Diakses pada 1 Maret 2018

    Read More
  • Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau […]

    10 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Calon Ibu Hamil

    Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau pra kehamilan.

    am_140820_pregnant_influenza_vaccine_800x600

    Salah satu manfaatnya adalah penyakit dan kelainan yang dimiliki oleh pasangan yang akan menikah dapat terdeteksi sehingga penyakit menular yang diidap oleh salah satunya dapat dengan segera ditangani. Sebab dalam pernikahan, seks tak bisa dilepaskan dari risiko tertularnya penyakit menular. Agar hasil lebih optimal, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan satu tahun sebelum pernikahan. Pemeriksaan kesehatan yang mendekati hari pernikahan hanya bisa dipilih oleh pasangan yang rajin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

    Dengan adanya penyakit HIV/AIDS, pernikahan tidak hanya berisiko batal, namun juga bisa mengancam kondisi jiwa pasangan dan anak yang akan dilahirkan. Untuk itu ibu yang pintar perlu melakukan beberapa tes kesehatan pranikah dan kehamilan yang meliputi:

    1. Tes kesehatan umum seperti USG, X-ray, tes laboratorium, dan sebagainya.
    2. Tes penyakit hubungan seksual (PHS).
    3. Tes persiapan kehamilan (TORCH dan lain-lain)
    4. Tes kesuburan
    5. Tes genetika

    Jika tes pra nikah dan kehamilan berhasil dilalui, jangan sampai melewatkan vaksinasi. Dengan melakukan vaksinasi ibu hamil, tubuh Anda akan kebal terhadap serangan penyakit. Tujuan dari imunisasi atau  memasukkan virus yang dilemahkan itu sendiri adalah agar terbentuk antibodi terhadap virus tersebut.

    Kemudian vaksin apa saja yang aman diberikan pada saat sebelum hamil dan saat hamil? Faktanya, tidak semua vaksin rutin dan aman diberikan pada ibu hamil. Hanya vaksin-vaksin yang tidak mengandung kuman hidup saja yang aman diberikan untuk ibu hamil. Vaksin hidup hanya boleh diberikan bila keuntungan yang diperoleh melebihi kerugian yang terjadi akibat pemberian vaksin.

    Berikut adalah pilihan vaksin yang menjadi pertimbangan para calon ibu hamil:

    1. Vaksin Hepatitis A

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    2. Vaksin Hepatitis B

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    3. Vaksin HPV

    • Sebelum Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    4. Vaksin Influenza (Inaktif)

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    5. Vaksin Influenza (Aktif)

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Tipe Vaksin: Hidup

    6. Vaksin MMR

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    7. Vaksin Meningitis / Meningococcus

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

     

    8. Vaksin Pneumonia / Pneumococcus / IPD

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    9. Vaksin DT

    • Sebelum Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Saat Hamil: Ya, DPT lebih dipilih jika usia kehamilan lebih dari 20 minggu
    • Setelah Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    10. Vaksin DPT

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    11. Vaksin Varicella

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    Keterangan:

    • HPV: human papilloma virus,
    • MMR: mumps, measles, rubella,
    • DT: difteri, tetanus,
    • DPT: difteri, tetanus, pertusis

    Risiko terinfeksinya janin oleh vaksin hidup membuat vaksin hidup tidak direkomendasikan pada saat kehamilan. Dengan demikian hendaknya vaksin hidup diberikan sebelum hamil atau setelah melahirkan. MMR dan varicella merupakan vaksin-vaksin hidup yang direkomendasikan karena penyakit-penyakit yang dicegah dengan vaksin ini (rubella dan varicella) dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan kelainan pada janin. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemberian vaksin merupakan hal penting dipertimbangkan sehubungan dengan kehamilan. Oleh karena pemberian vaksin yang cukup rumit pada saat kehamilan, maka setiap wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter kebidanan dan kandungan untuk pemberian vaksin ini.

    Sudah  banyak ibu hamil yang mempersiapkan kehamilan dan melakukan vaksinasi saat hamilnya melalui layanan vaksinasi ProSehat. Dapatkan dengan mudah informasinya melalui aplikasi ProSehat (link) ini. Saat ini sudah dilengkapi dengan fitur tanya jawab dokter!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Vaksin Sebelum, Saat dan Setelah Kehamilan, Bolehkah?
    • TanyaDok.com: Perlukah Imunisasi Sebelum Menikah dan Saat Hamil
    • Merck. (2007). Merck Vaccine Patient Assistance Program. Retrieved December 19, 2007
    • Department of Vaccine and Biology. Report of a meeting on preventing CRS: Immunization strategies, surveillance needs. WHO. Geneva, 2000 (12-14 Jan)
    • Clark AL, Gall SA. Clinical uses of intravenous immunoglobulin in pregnancy. AmJ Obstet Gynecol 1997
    Read More
  • Pada tahun 2013 di Indonesia, hampir 100.000 wanita terdiagnosa kanker serviks. Sedangkan di dunia, terdapat 528.000 kasus kanker serviks baru setiap tahunnya. Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2013 di Indonesia, hampir 100.000 wanita terdiagnosa kanker serviks. Sedangkan di dunia, terdapat 528.000 kasus kanker serviks baru setiap tahunnya.

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan Test Pap Smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga).

    Vaksinasi di Sini untuk Cegah Transmisi Virus Human Papilloma (HPV) Penyebab Kanker Serviks

    Referensi:

    Read More
  • Baru-baru ini 25 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ditemukan positif terkena hepatitis A setelah mengalami mual-mual dan demam. Mereka pun terkejut setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa mereka positif terkena Hepatitis A. Bukan hanya itu, mereka dinyatakan positif hepatitis A dalam waktu yang bersamaan! Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). […]

    Korban Hepatitis A Mahasiswa IPB Karena Sanitasi atau Minimnya Kesadaran

    Baru-baru ini 25 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ditemukan positif terkena hepatitis A setelah mengalami mual-mual dan demam. Mereka pun terkejut setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa mereka positif terkena Hepatitis A. Bukan hanya itu, mereka dinyatakan positif hepatitis A dalam waktu yang bersamaan! Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Apa penyebabnya?

    Beban penyakit hepatitis yang besar seharusnya menjadikan penanggulangan hepatitis sebagai prioritas dalam bidang kesehatan. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran akan pentingnya vaksinasi, terutama vaksinasi hepatitis. Orang yang terinfeksi virus hepatitis pun belum tentu tahu dirinya terinfeksi dan belum tentu memeriksakan kesehatan organ hatinya secara teratur.

    prosehat hepatitis a

    Lalu, apa yang harus dilakukan untuk cegah hepatitis?

    Sikap cuek dan acuh akan risiko hebat yang mengancam dari penularan hepatitis ini harus dibuang jauh-jauh. Sadar vaksinasi mulai dari sekarang!

    klik di sini beli vaksin di prosehat

    Beli di sini: Vaksin Hepatitis

    Lalu, apa itu sebenarnya hepatitis A dan cara penularannya?

    Hepatitis A merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu.

    Lalu, bagaimana penyakit ini dapat menyebar?

    Seseorang dapat terinfeksi virus hepatitis A melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi serta kontak langsung pada orang yang telah terinfeksi virus ini dan juga beberapa hal ini:

    1. Air yang terkontaminasi kotoran/tinja dari orang yang positif terinfeksi hepatitis menjadi penyebab utama penularan penyakit ini. Sarana cuci tangan yang tidak memadai dan kondisi sanitasi yang buruk juga memicu penularan dari sirkulasi air yang terkontaminasi dengan virus hepatitis.
    2. Makanan yang terkontaminasi karena kurang matang atau makanan mentah juga menyebabkan penularan hepatitis.
    3. Transfusi darah menjadi penyebab penularan dengan risiko tertular yang tinggi walaupun kasus penularan karena transfusi darah jarang ditemukan. Pastikan setiap transfer darah jarum yang digunakan untuk Anda steril dan aman.
    4. Kontak seksual secara oral ataupun anal juga menjadi penyebab penularan penyakit ini.

    Infeksi hepatitis A dapat menyebabkan penyakit kronis pada organ liver. Bila tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan gejala yang bersifat akut dan dapat meningkatkan mortalitas!

    Baca juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Sedangkan masa inkubasi dari penyakit hepatitis A terjadi selama 14-28 hari. Gejala yang muncul antara lain:

    • demam,
    • lemas,
    • penurunan nafsu makan,
    • diare,
    • mual,
    • muntah,
    • nyeri perut,
    • air urin berwarna pekat seperti teh,
    • kulit dan warna mata yang kuning.

    Gejala infeksi yang terjadi pada dewasa dapat lebih terlihat bila dibandingkan infeksi pada anak. Pada anak di bawah usia 6 tahun, gejala tidak selalu muncul. Kasus infeksi ini tentunya berhubungan dengan rendahnya kebersihan air serta sanitasi yang buruk.

    Beberapa cara yang cukup efektif dalam menurunkan kasus penyebaran virus ini adalah selalu waspada terhadap kebersihan makanan dan juga sanitasi air di lingkungan kita. Anda dapat melakukan tindakan pencegahan cerdas dengan vaksinasi hepatitis sekarang juga untuk anak dan Anda tentunya.

    Kesadaran akan bahaya yang mengancam dari penyakit ini merupakan bentuk pencegahan paling murah yang dapat Anda lakukan.

    Sudahkah anak Anda vaksinasi hepatitis A?

    Jika anak Anda belum pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis A sama sekali, disarankan untuk segera dilakukan karena banyak kasus penyebaran virus hepatitis meningkat di awal musim hujan dimana sering terjadi banjir dan sanitasi air menjadi buruk.

    Info Medis: TanyaDok.com

    Referensi:

    Read More
  • Rencana liburan Anda ke Afrika Selatan akan menjadi perjalanan yang mengesankan terutama bagi anak-anak Anda. Keeksotisannya menjadi alasan tersendiri mengapa saat musim dingin banyak masyarakat Eropa memburu negara ini: cuaca yang cerah bersinar sepanjang Oktober hingga Maret sedangkan di Eropa sendiri cuaca dinginnya menembus kulit. Belum lagi Negara demokrasi itu mempunyai panorama alam yang fantastis. […]

    Liburan ke Afrika Selatan: Jangan Lupa Vaksin Yellow Fever

    Rencana liburan Anda ke Afrika Selatan akan menjadi perjalanan yang mengesankan terutama bagi anak-anak Anda. Keeksotisannya menjadi alasan tersendiri mengapa saat musim dingin banyak masyarakat Eropa memburu negara ini: cuaca yang cerah bersinar sepanjang Oktober hingga Maret sedangkan di Eropa sendiri cuaca dinginnya menembus kulit. Belum lagi Negara demokrasi itu mempunyai panorama alam yang fantastis. Pemandangan luar biasa, seperti perkebunan anggur, keindahan Table Mountain di Cape, Kruger National Park, ikan paus di pantai timur, serta pemandangan kering di Karoo tidak dapat anda temukan di tempat lain. Keindahan alamnya pasti akan mewarnai perjalanan Anda.

    prosehat yellow fever

    Liburan Sehat ke Afrika Selatan

    Banyaknya objek wisata di negara eksotis ini pastinya menjadi tantangan tersendiri. Persiapan yang matang sangat diperlukan, terutama pemberian vaksin yellow fever. Yup! Jika Anda belum tahu banyak tentang vaksin ini, berikut ini informasi lengkap seputar vaksin yellow fever dan mengapa sebelum Anda berlibur ke Afrika Selatan, vaksin ini wajib untuk diberikan.

    Baca juga: Tetap Fit Saat Liburan ke Swiss

    Apa Itu Yellow Fever?

    Demam kuning atau yellow fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Gejalanya berlangsung 3-6 hari untuk berkembang dan gejalanya termasuk demam, menggigil, sakit kepala, sakit punggung, dan nyeri otot. Sekitar 15% dari orang yang terkena demam kuning mengembangkan penyakit serius yang dapat menyebabkan perdarahan, syok, kegagalan organ, dan kadang-kadang kematian. Infeksi virus ini juga menyebabkan kerusakan pada saluran hati, ginjal, jantung dan gastrointestinal.

    Gejala utama mencakup demam mendadak, kulit menguning (jaundice) dan perdarahan. Banyak kasus penyakit ini terjadi di Amerika Selatan, Kepulauan Karibia dan Afrika. Penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi ini cenderung meningkat pada musim panas dengan meningkatnya populasi nyamuk, dan hal tersebut terjadi sepanjang tahun di iklim tropis.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Pencegahan

    Tidak perlu takut untuk liburan ke daerah dengan iklim tropis karena demam kuning ini dapat dicegah dengan Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi dan beberapa hal berikut ini. Vaksin itu sendiri adalah adalah strain virus yang hidup tapi dilemahkan (kurang kuat).

    klik di sini beli vaksin di prosehat

    • Para wisatawan termasuk Anda juga harus mengambil tindakan untuk mencegah gigitan nyamuk ketika di daerah Afrika atau Amerika Selatan dengan transmisi atau vaksin demam kuning.
      Ketika di luar ruangan, gunakan obat nyamuk yang efektif pada kulit yang terbuka. CDC merekomendasikan obat EPA terdaftar yang mengandung DEET, picaridin, IR3535 atau minyak lemon eucalyptus.
      Ketika cuaca memungkinkan, gunakan baju lengan panjang, celana panjang dan kaus kaki saat di luar ruangan.

    Baca Juga: Vaksinasi Flu Untuk Keluarga

    • Nyamuk dapat menggigit melalui pakaian tipis, sehingga menyemprot pakaian dengan penolak nyamuk mengandung permethrin atau penolak lain yang terdaftar di EPA dapat memberikan perlindungan ekstra.
    • Pakaian yang sebelumnya diberi perawatan permethrin juga dapat Anda lakukan sebelum menjelajahi objek wisata indah nan eksotis di Afrika Selatan.
    • Cek penginapan Anda saat berlibur di Afrika Selatan apakah terdapat perlindungan dari gigitan nyamuk seperti penyaring nyamuk untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

    Vaksin demam kuning dianjurkan untuk usia siapapun berusia 9 bulan ke atas atau orang tua yang bepergian ke atau tinggal di daerah berisiko penularan virus demam kuning di Amerika Selatan dan Afrika. Demam kuning menyebabkan gejala mirip flu, menguning baik dari kulit dan bagian putih mata, dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini langka ditemukan di wisatawan karena sebelumnya mereka sudah diberikan vaksin, tetapi penyakit ini berkembang dan menjadi endemik di daerah miskin karena orang-orang di daerah tersebut tidak mampu untuk mendapatkan vaksinasi.

    Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Ke Bali

    Bukti Anda sudah divaksin demam kuning juga diperlukan untuk masuk ke negara tertentu, termasuk Afrika Selatan. Oleh karena itu persiapkan hal tersebut sebelum melancong ke Afrika. Ketahui lebih lanjut tentang informasi seputar demam kuning di Afrika Selatan untuk mengurangi risiko terkena gigitan nyamuk yang menyebabkan demam kuning ini.

    Referensi:

    • Yellow Fever
    • CDC: Yellow Fever
    • FAQ: Yellow Fever
    • Yellow Fever Vaccination
    • Yellow fever – Vaccination
    • Government of Canada: Yellow Fever
    • International Travel and Health: Yellow Fever
    • Yellow fever – General Fact Sheet
    • Yellow Fever Immunisation
    • Yellow fever vaccine: What is it for?
    • Infectious Diseases Related to Travel: Yellow Fever
    • Vaccines.gov
    Read More

Showing 41–50 of 51 results

WhatsApp Asisten Maya saja