Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi”

Showing 41–50 of 71 results

  • Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang […]

    Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang diwakilkan melalui badan World Health Organization (WHO) menjelaskan tentang bahaya penularan penyakit flu, untuk itu WHO merekomendasikan untuk semua orang melakukan vaksinasi flu setiap tahunnya.

    Vaksinasi flu memiliki cara kerja dengan membentuk sebuah benteng untuk mencegah masuknya berbagai virus flu. Saat diberikan suntikan vaksinasi flu, perlu waktu minimal 2 minggu untuk merasakan dampak positifnya dan reaksi antibodinya. Indonesia merupakan negara tropis yang menyebabkan tidak terbacanya kapan virus flu akan menyebar secara cepat, sehingga penggunaan vaksinasi ini akan sangat tepat.

    Seberapa penting vaksinasi flu?

    Vaksinasi flu sangatlah penting karena dapat mencegah manusia untuk tertular infeksi flu yang sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak orang sehat yang tiba-tiba sakit flu dan kemudian berdampak pada kinerja sehari-hari di kantor karena harus absen. Tidak hanya dari Kementrian Kesehatan yang menganjurkan melakukan vaksinasi tapi WHO pun sangat menganjurkan untuk melakukan suntik vaksinasi flu.

    Siapa saja yang harus dapat vaksinasi flu?

    Semua orang memang memerlukan vaksinasi flu untuk dapat terhindar dari penularan penyakit ini. Namun, ada beberapa kriteria yang harus melakukan vaksinasi diantaranya berusia diatas 6 bulan, memiliki riwayat penyakit yang kronis dan wanita yang sedang hamil. Saat akan berpergian jauhpun perlu dilakukan vaksinasi flu demi mencegah penularan flu dari dunia luar seperti saat akan melaksanakan umroh karena di sana seringkali kita akan bertemu dengan berbagai manusia yang berasal dari berbagai kalangan dan memiliki tingkat penyakit yang bervariasi.

    Siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi flu:

    Penularan penyakit memang sangatlah cepat dan berbahaya. Namun, tidak semua orang dapat melakukan vaksinasi dikarenakan berbagai alasan dan orang-orang yang tidak boleh diberi vaksinasi flu adalah anak-anak yang usianya masih dibawah 6 bulan, memiliki alergi terhadap telur dan memiliki riwayat penyakit lumpuh. Bahkan ada orang yang memiliki alergi tehadap komponen vaksin flu sangat tidak dianjurkan karena akan berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

    Apa yang harus saya lakukan sebelum mendapatkan vaksinasi flu?

    Jagalah kondisi badan Sobat bila hendak diberikan vaksinasi flu. Bila Sobat merasa kurang sehat dan sedikit demam, vaksinasi hendaklah ditunda terlebih dahulu hingga Sobat sudah sembuh. Tidak ada ketentuan khusus yang harus dilakukan sebelum dilaksanakannya vaksinasi flu.

    Reaksi pasca vaksinasi flu?

    Selain manfaat yang didapat dari vaksinasi flu ada juga beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi flu diantaranya rasa pegal, merah dan bengkak di lokasi penyuntikan. Namun, reaksi ini tidak akan membuat hal yang berbahaya pada tubuh dan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter bila reaksi lokal ini berlangsung lama.

    Itulah beberapa manfaat yang didapat dari vaksinasi flu yang menjelaskan seberapa pentingnya kegunaan vaksinasi flu bagi kesehatan dan pencegahan tubuh dari penularan penyakit flu. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi terbaik untuk terhindar dari virus flu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    vivahealth.co.id/article/detail/12271/seberapa-penting-vaksinasi-influenza

    Read More
  • Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi. Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak? Tentu […]

    Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi.

    Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak?

    Tentu sangat berbahaya kalo anak tidak pernah mendapatkan vaksinasi campak. Vaksinasi campak menjadi cara yang paling efektif bagi kesehatan karena dapat mencegah dari penyebaran penyakit campak. Vaksinasi berguna untuk kesehatan kita tetapi juga berguna untuk mencegah penyebaran penyakit terhadap orang lain yang disebabkan oleh kita.

    Penggunaan vaksinasi campak sangatlah baik bagi kesehatan dan sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seperti campak. Pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi dunia yaitu WHO sangat menganjurkan untuk melakukannya.

    Penyakit campak bahayanya akan semakin bertambah apalagi kalo anak yang menderita campak juga sedang mengalami gizi buruk dan mengalami penyakit tertentu. Campak paling utamanya akan menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh, itulah penyebab mengapa seseorang memiliki penyakit campak akan rentan terkena penyakit lainnya seperti diare.

    Kapan waktu pemberian vaksinasi campak bagi anak?

    Ikatan Dokter Indonesia(IDAI) mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 9 bulan untuk segera melakukan vaksinasi campak dan berulang ketika bayi sudah berusia 59 bulan. Bagi seorang anak yang terlambat untuk melakukan vaksinasi dan sudah lewat waktu 9 bulan segeralah bawa anak untuk melakukan vaksinasi campak.

    Apakah orang dewasa perlu melakukan vaksinasi campak?

    Sebenarnya tidak melulu anak-anak yang mendapatkan vaksinasi campak karena orang dewasapun sangat perlu mendapatkan vaksinasi ini tentunya dengan dosis yang berbeda. Meskipun, fokus pemerintah sekarang ada pada anak-anak.

    Apakah ada reaksi pasca penyuntikan dari vaksinasi campak?

    Vaksinasi campak dapat menimbulkan beberapa reaksi ringan dan berat pasca penyuntikannya. Reaksi lokal yang dapat timbul adalah kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan. Kemudian, reaksi lain yang mungkin timbul adalah demam ringan yang dapat diredakan dengan pemberian obat penurun panas dosis anak.

    Salah satu program pemerintah mengenai campak adalah Health Universal Coverage yang artinya bahwa program ini mengharuskan seluruh anak mendapatkan vaksinasi campak. Tahap demi tahap terus dilakukan pemerintah agar program pemberian vaksinasi campak bakal sampai ke semua anak yang berada di seluruh Insonesia.

    Vaksinasi campak ini sifatnya wajib bagi anak-anak yang lahir di seluruh penjuru nusantara. Program pemberian vaksinasi campak dilakukan di beberapa tempat seperti sekolah, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).

    Vaksinasi juga ada yang dikombinasikan salah satunya adalah Vaksinasi MR. Vaksinasi MR adalah sebuah pemberian vaksinasi yang mengkombinasikan 2 vaksin sekaligus yaitu vaksin campak dan rubella dan kombinasi kedua vaksin ini telah mendapat persetujuan dari WHO dan Badan POM. Vaksinasi MR bahkan sudah digunakan di berbagai belahan dunia dan telah memberikan jaminan kesehatan pada banyak anak.

    Itulah beberapa ulasan singkat mengenai vaksinasi campak yang telah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Pro dan kontra mengenai program ini sangatlah banyak dan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjangkau seluruh anak yang ada di seluruh Indonesia. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi campak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling […]

    Bahaya Bila Anak Tidak Menerima Vaksin Campak

    Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering menyerang anak-anak atau lebih tepatnya mereka yang masih berusia di bawah lima tahun (balita). Lalu gejala apa yang biasanya muncul ketika anak terserang campak?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Campak-Berikut Penjelasannya

    Gejala campak sendiri biasanya akan timbul setelah beberapa hari, yaitu sekitar 8 hingga 10 hari setelah terjadi infeksi virus campak. Virus campak sangat mudah untuk ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, dengan virus ini dapat bertahan hidup hingga 2 jam di udara sebelum seseorang terjangkit virus tersebut. Salah satu gejala utama dari penyakit campak ini adalah timbulnya ruam di seluruh tubuh serta muncul bercak pada mulut serta terjadinya radang tenggorokan pada anak.

    Apakah hanya itu saja gejala dari penyakit campak? Tentu saja tidak! Masih banyak gejala campak lainnya, seperti demam, mata merah, nyeri tenggorokan dan diare. Diare yang dialami anak pun juga bisa berlangsung selama beberapa hari dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Bukan hanya itu saja, anak juga biasanya akan mengalami radang telinga dan hal ini pastilah juga menimbulkan rasa sakit pada telinga anak.

    Pastinya kita tidak mau kan melihat anak kita tersiksa karena penyakit campak? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit campak pada anak? Yup, jawabannya tepat sekali yaitu dengan melakukan vaksinasi campak. Namun, sayangnya banyak orang tua masih enggan melakukan vaksinasi campak karena berbagai isu alias kabar burung mengenai dampak yang akan timbul setelah anak mendapatkan vaksinasi campak. Namun, apa jadinya jika anak tidak mendapatkan vaksinasi campak sejak dini?

    Waktu Vaksinasi Campak

    Yup, pastinya banyak dari kita bertanya-tanya kapankah saat yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini pada anak. Jawabannya adalah vaksinasi campak ini harus diberikan sedini mungkin, lebih tepatnya ketika anak sudah menginjak usia 9 bulan. Vaksin campak lebih dikenal dengan vaksin MMR atau MR di mana vaksin ini bukan saja hanya berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak namun juga jenis penyakit berbahaya lainnya, seperti virus rubella ataupun gondok. Apakah vaksin campak hanya perlu diberikan sekali pada anak?

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Campak ke Rumah

    Tentu saja tidak! Vaksinasi campak perlu diberikan secara bertahap, alias sebanyak tiga kali. Setelah dilakukan vaksinasi campak pertama pada anak, kita perlu mengulangi vaksin campak ini ketika anak berusia 18 bulan dan vaksinasi campak terakhir ketika anak menginjak usia 6 hingga 7 tahun. Namun, kita tidak perlu melakukan vaksinasi kedua, atau tepatnya ketika anak berusia 18 bulan apabila vaksinasi pertama yang diberikan berupa vaksinasi MMR.

    Bahaya Campak

    Pertanyaan berikutnya yang sering muncul di benak kita adalah apa dampak dari penyait campak ketika anak terlambat melakukan vaksinasi – atau justru tidak melakukan vaksinasi sama sekali sejak mereka masih kanak-kanak. Tentu saja dampaknya sangat fatal, di mana penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi dan tentu saja memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Memangnya apa yang dimaksud dengan penyakit berbahaya di sini? Tentu saja banyak, salah satu contohnya adalah komplikasi campak dapat memicu terjadinya radang paru atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia, radang otak (meningitis) yang dapat menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Bahaya dari campak bukan saja hanya akan dirasakan ketika kita masih kanak-kanak, tetapi dapat mengenai Ibu hamil yang akan menyebabkan dampak panjang yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun. Yup, benar sekali, komplikasi penyakit campak dapat menyebabkan terjadinya gangguan kehamilan dan pastinya hal ini juga mengganggu janin ibu. Beberapa kasus yang sering terjadi terkait dengan ibu hamil adalah mereka mengalami keguguran, lahir prematur, ataupun berat badan bayi lahir rendah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa informasi mengenai campak yang harus kita tahu. Pastinya sekarang sudah tahu kan mengenai pentingnya melakukan vaksinasi campak pada anak? Selain itu, pastinya kita sudah tidak ragu lagi kan melakukan vaksinasi campak sejak dini? So, tunggu apalagi untuk melakukan vaksinasi campak? Yuk, bawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat! Untuk vaksinasi campak ini Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    lifestyle.kompas.com/read/2016/05/26/200500823/Kenali.Gejala.Campak.dan.Pencegahannya
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan. Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa […]

    Jika Imunisasi Terlambat, Apa Dampaknya?

    Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan.

    Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa orang tuaberanggapan bahwa pemberian imunisasi akan menyebabkan anak terjangkit penyakit pasca imunisasi. Padahal, pembuatan jadwal imunisasi yang telah dirancang oleh dokterdanpemerintah tentunya perlu ditaati dan dijalankan agar memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Lantas, apa akibatnya jika imunisasi diabaikan? Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui.

    Pemberian imunisasi tepat waktu tentunya memiliki tujuan agar anak segera memiliki bentuk proteksi terhadap tubuh. Dengan memiliki proteksi lebih dini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya dini pencegahan terjangkitnya suatu penyakit. Dokter mengatakan tidak ada kata terlambat melakukan imunisasi selama anak masih dalam keadaan yang sehat. Tapi, hal itu tentunya akan meningkatkan resiko bagi anak untuk cepat terkena beragam penyakit.

    Kebanyakan orang tua mungkin menunda imunisasi akibat adanya reaksipascaimunisasi setelah pemberian imunisasi seperti demam ringan,bengkakdannyeri di lokasipenyuntikan. Orang tua beranggapan pemberian imunisasi justru memberikan masalah kesehatan pada anak. Padahal, pernyataan tersebut keliru. Hal tersebut hanyalah respon tubuh yang baru mengenali zat pembentuk daya tahan tubuh. Hal ini normal dan tidak berbahaya sebab beberapa hari kemudian tubuh anak akan kembali normal. Jadi, tak ada alasan yang dapat mendukung anak harus terlambat mendapatkan imunisasi.

    Menunda imunisasi masih diperbolehkan oleh dokter ketika anak sedang tidak fit saat memasuki jadwal imunisasi. Namun, penundaan ini tidak boleh berjangka waktu terlalu lama. Sebab semakin terlambat tubuh menerima pembentukan daya tahan tubuh, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit. Selain alasan tersebut, dokter juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki antibodi alami yang justru akan memerangi imunisasi yang diberikan ketika waktunya tidak tepat. Alhasil, imunisasi tidak akan berperan maksimal dalam menjaga kesehatan anak.

    Bagi kamu para orang tua, ada beberapa manfaat yang perlu diketahui agar tidak menunda memberikan imunisasi. Pemberian imunisasi sangat penting agar mencegah tubuh terjangkit penyakit yang membahayakan tubuh. Selain itu, pemberian imunisasi juga mengurangi tingkat resiko tubuh mengalami kematian dan cacat. Tidak hanya itu, imunisasi juga merupakan investasi kesehatan terbesar yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Bukankah mencegah selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengobati? Pemberian imunisasi tersebut merupakan upaya pencegahan agar menghemat biaya yang bisa jadi dikeluarkan saat terkena penyakit nantinya.

    Dari penjelasan di atasdapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan imunisasi justru lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan masalah. Reaksi pasca imunisasi mungkin dapat mengkhawatirkan orang tua, padahal reaksi tersebut dapat ditangani.

    Perlu diingat pula bahwa menunda imunisasi, berarti pula bahwa kamu menunda pemberian daya tahan tubuh kepada anak sekaligus meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang serius yang pada akhirnya membuat anak cacat dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Jika kamu masih saja ragu terhadap manfaat imunisasi dan memilih tidak memberikan hak tersebut pada anak, maka konsultasikan hal tersebut pada dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan membuka pandangan pada kamu bahwa imunisasi sangat penting dilakukan demi kesehatan tubuh di masa depan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan […]

    Checklist Persiapan Kesehatan Agar Travelling Sukses

    Liburan. Siapa sih yang tidak senang ketika mendengar kata ini? Kapan sih terkahir kali kalian liburan? Liburan adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua orang karena  merupakan saat di mana kita terbebas dari semua kewajiban dan kita bisa menikmati hari-hari dengan bersantai. Bukan suatu hal yang baru pula jika liburan adalah suatu hal yang dinantikan oleh semua orang dan tentu saja kita harus mempersiapkan banyak hal sebelum berangkat.

    Memangnya apa yang kita perlu siapkan sebelum berangkat liburan? Tentu saja banyak! Contohnya saja kita perlu mempersiapkan pakaian yang cukup dan lebih baik lagi jika kita menyiapkan pakaian lebih sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan – seperti pakaian yang tiba-tiba basah karena hujan ataupun insiden lainnya. Bukan hanya pakaian, kita juga perlu mempersiapkan biaya dengan baik sehingga kita tidak kehabisan uang ketika bepergian dan pastinya hal ini akan merepotkan kita nantinya.

    Apakah hanya hal ini saja yang perlu kita siapkan ketika akan pergi liburan? Tentu saja tidak! Ada satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika akan pergi berlibur, yaitu persiapan kesehatan. Yup, melakukan persiapan kesehatan sama pentingnya kita dengan mempersiapkan pakaian dan biaya karena pastinya tidak ada yang mau jatuh sakit ketika pergi berlibur. Bila kita sakit saat ketika bepergian karena akan menyebabkan gagalnya beberapa hal yang sudah direncanakan sebelumnya.

    Lalu, apa saja persiapan kesehatan yang harus kita siapkan sebelum kita pergi berlibur? Apakah hanya melakukan cek kesehatan ke dokter sebelum beberapa hari keberangkatan sudah cukup? Apa yang perlu kita lakukan selama berlibur supaya tidak jatuh sakit? Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa hal yang harus kita persiapkan dengan baik sebelum pergi berlibur dan kita bisa membuat checklist dari berbagai hal ini supaya kegiatan liburan kita berjalan dengan lancar. Daripada semakin penasaran mengenai apa saja yang harus kita persiapkan, yuk mending kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Melakukan vaksinasi flu

    Seperti yang kita tahu, flu adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya dan bukan suatu hal yang baru pula jika flu adalah penyakit yang sering menyerang kita yang sedang pergi berlibur. Flu dapat menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas liburan kita terlebih ketika kita tidak segera memberikan penanganan terhadap penyakit ini, salah-salah kita bisa harus berdiam diri di kamar hotel bahkan rumah sakit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, kita bisa melakukan vaksinasi flu terlebih dahulu  yang bisa dilakukan setidaknya satu atau dua minggu sebelum perjalanan. Bentuk dari vaksin flu ini berupa suntikan yang akan disuntikkan pada lengan atas Sobat.

    1. Berkonsultasi dengan dokter

    Hal yang satu ini sangatlah disarankan mengingat kita tidak bisa bertemu dengan dokter yang biasa menangani kita selama liburan berlangsung. Berkonsultasi dengan dokter sebelum pergi liburan merupakan langkah cerdas karena kita bisa mengetahui obat apa saja yang aman untuk dikonsumsi ketika kita jatuh sakit dan pastinya sesuai tubuh kita masing-masing. Ceritakan riwayat kesehatan Sobat pada dokter karena tidak semua obat cocok untuk satu orang dengan orang lainnya.

    1. Menggunakan asuransi perjalanan wisata

    Apakah  kalian biasa menggunakan asuransi perjalanan wisata ketika berlibur ke suatu tempat? Jenis asuransi yang satu ini biasanya dipilih oleh seseorang ketika mereka bepergian dalam jarak jauh, contohnya saja ketika kita akan pergi berlibur ke luar negeri utnuk memiliki asuransi perjalanan wisata adalah hal yang sangat disarankan. Kenapa begitu? Tentu saja jawabannya karena memiliki asuransi memberikan keamanan tersendiri bagi kita sehingga sewaktu-waktu kita jatuh sakit, tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Asuransi perjalanan wisata ini bisa kita dapatkan dari agen travel liburan dan pastinya dibanderol dengan harga yang bervariasi dan bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.

    1. Memperhatikan makanan yang kita konsumsi

    Yup, makanan adalah salah satu tujuan lain ketika kita pergi berlibur setelah kita mendapatkan pemandangan ataupun waktu bersantai yang kita inginkan. Bahkan, saat ini banyak dari kita yang pergi ke suatu tempat karena tertarik dengan makanan khas dari daerah tertentu dan bukan suatu hal yang mengherankan jika kita bisa menghabiskan banyak biaya untuk menikmati jenis makanan tertentu. Namun, apakah kalian memperhatikan kebersihan dari makanan yang dikonsumsi? Seringkali ketika kita kurang memperhatikan kebersihan dari makanan yang kita beli – dan ketika kebersihannya kurang terjaga maka kita bisa jatuh sakit. Sakit perut hingga diare bukanlah suatu hal yang baru ketika kita salah makan ketika berpergian. Bukan hanya saat berlibur saja kita perlu memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi, tapi setiap hari hendaklah kita menghindari konsumsi berbagai makanan yang dapat mengganggu sistem pencernaan kita

    1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

    Hal terakhir yang perlu kita masukkan dalam checklist persiapan kita sebelum berlibur adalah untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap waktu. Yup, hal ini sangatlah penting untuk dilakukan mengingat ketika kebutuhan cairan kita tidak terpenuhi dalam sehari maka kita akan berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan menjadi halangan untuk kita dalam mendapatkan liburan yang menyenangankan dan sebaliknya kita harus berdiam diri di kamar hotel ataupun rumah sakit hingga badan kita kembali fit. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan? Konsumsilah air putih dengan cukup dalam sehari, setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih.

    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita masukkan dalam checklist persiapan kesehatan sebelum kita berlibur. Mempersiapkan kesehatan kita dengan baik adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan terlebih ketika kita ingin kegiatan berlibur kita dapat berjalan dengan lancar. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi, kan bagaimana cara untuk menjaga tubuh tetap fit selama liburan? So, kapan kalian akan berangkat liburan?

    Untuk sobat yang ingin melakukan vaksinasi flu dan tidak mau antri atau capek maka sobat bisa memesannya di prosehat. Berbagai layanan vaksinasi dan kebutuhan kesehatan kamu juga tersedia di Prosehat. Instal aplikasinya dan dapatkan berbagai kelebihan dari ProSehat. Ingat Sehat Ingat Prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus […]

    Gejala Tifus dan Pencegahannya

    Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus di Indonesia mencapai angka 2 juta tiap tahunnya. Yup benar, penyakit tifus adalah salah satu jenis penyakit yang umum ditemui dalam negara berkembang dan apabila penangannya terlambat tentu saja dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Dari manakah tifus berasal? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul mengingat tifus sering kali muncul tiba-tiba pada seseorang dan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal seperti biasanya bila terserang penyakit yang satu ini. Timbulnya tifus pada tubuh seseorang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh dan ketika hal ini terjadi fungsi tubuh lainnya akan terganggu dengan cepat. Bakteri yang satu ini juga sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, terutama melalui makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi.

    Apakah tifus hanya bisa ditularkan melalui makanan dan dengan hal ini berarti kita hanya perlu waspada terhadap jenis makanan yang kita konsumsi? Penularan tifus melalui fekal-oral, makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri penyakit ini. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang mengherankan jika mereka yang terserang tifus sering kali disebabkan ruangan mereka yang tidak terlalu bersih. Bukan hanya karena ruangan kotor, infeksi bakteri Salmonella typhi ini juga dengan mudah menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah – alias mereka yang sedang dalam kondisi tidak fit.

    Apa akibatnya jika penyakit tifus tidak segera ditangani, alias penanganan penyakit tifus pada seseorang terlambat? Penyebaran penyakit tifus ke bagian tubuh lainnya terbilang sangat cepat dan hal ini berarti juga memicu timbulnya berbagai penyakit lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa kita. Infeksi ginjal serta pankreas, radang selaput jantung (miokarditis), hingga terjadinya radang selaput otak (meningitis) adalah beberapa contoh penyakit lainnya yang biasanya muncul ketika penanganan tifus terlambat. Penyakit yang cukup menyeramkan bukan? Lalu, kapan kita mengetahui jika kita mengalami infeksi bakteri Salmanellla typhi?

    Gejala Tifus

    Yup, benar sekali, untuk mengetahui kapan kita mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi maka berarti kita perlu mengenal apa saja gejala dari penyakit tifus. Pengetahuan gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang wajib untuk diketahui mengingat perlu segera dilakukan penanganan dan mencegah penyakit menyebar ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi bakteri ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, di mana biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 3 hingga 30 hari dan gejala tifus pun akan muncul bersamaan dengan proses ini berlangsung. Nah berikut adalah beberapa gejala tifus yang harus kita waspadai:

    1. Demam tinggi

    Demam tinggi merupakan gejala utama dari penyakit tifus dan suhu tubuh seseorang bisa mencapai 390C hingga 400C. Tentu saja demam tidak hanya berlangsung sehari alias demam tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan disertai dengan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Demam pada penderita tifus seringkali memburuk saat malam hari dan sebaliknya jika suhu tubuh seseorang tetap konstan selama demam kemungkinan bukan mengalami tifus, mengingat gejala tifus ini mirip dengan gejala demam berdarah.

    1. Muncul ruam atau bintik merah

    Gejala tifus berikutnya sangat mudah diobservasi, di mana ruam atau bintik merah ini biasanya muncul pada beberapa hari awal terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bintik merah pada penderita tifus ini tidak akan hilang meskipun ditekan keras dengan jari.

    1. Terjadinya gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan merupakan gejala yang khas dari tifus, di mana penderita tifus biasanya mengalami sakit perut hingga diare yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Bukan hanya itu saja, biasanya mereka juga akan mengalami turunnya nafsu makan karena kondisi yang tidak fit sehingga bukan suatu hal mengherankan jika penderita tifus akan kehilangan berat badan dalam angka yang tidak sedikit. Ketika penanganan tifus terlambat, maka sembelit juga bisa muncul sewaktu-waktu.  Tidak jarang juga pasien mengeluhkan perutnya terasa kembung dan hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan hati serta empedu.

    1. Terjadinya komplikasi

    Komplikasi sangat mungkin terjadi pada penderita tifus, terlebih lagi ketika penanganan tifus terlambat atau pasien tidak kunjung sembuh meskipun tifus sudah berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul pada penderita tifus antara lain adalah hepatitis atau peradangan hati, hipovolemia atau terjadinya penurunan volume darah, atau bisa juga terjadi pendarahan gastrointestinal alias terjadinya pendarahan dalam usus yang disebabkan karena usus pecah.

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, gejala dari penyakit tifus ini sering kali dianggap mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah (DBD) sehingga tidak jarang jika banyak orang tua yang melakukan penanganan kurang tepat ketika penyakit tifus muncul. Perbedaan mencolok antara gejala demam berdarah dan tifus adalah penderita DBD sering kali mengalami nyeri sendi dan otot hingga menimbulkan sensasi tulang seperti retak atau biasa dikenal dengan break bones. Pada tifus, gejala dapat kembali muncul dua atau tiga minggu setelah demam hillang – alias ketika suhu tubuh kita kembali normal.

    Pencegahan Tifus

    Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit tifus datang menyerang anak? Yup, seperti yang kita tahu, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati dan karena itu sebisa mungkin kita melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap sehat dan pastinya bakteri akan enggan menyerang anak. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya tifus pada anak atau diri kita sendiri:

    1. Membiasakan mencuci tangan. Meskipun kelihatannya sepele, hal yang satu ini sangatlah efektif untuk menangkal berbagai penyakit datang pada kita, tak terkecuali untuk penyakit tifus. Kita bisa membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan. Kebiasaan yang satu ini juga lebih dianjurkan dilakukan ketika kita buang air atau membersihkan kotoran, mengingat banyaknya bakteri yang bisa menempel pada permukaan tangan kita dan dapat menyebabkan penyakit sewaktu-waktu.
    2. Memperhatikan tempat kita membeli makanan. Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh kita dan seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan. Sayangnya, makanan di pinggir jalan sering kali tidak terjamin kebersihannya dan menjadi sumber bakteri yang tentu saja bisa menjadi penyakit untuk kita. Sebaiknya kita menghindari membeli makanan di pinggir jalan dan sebagai gantinya kita bisa membeli makanan di warung yang sudah terjamin kebersihannya.
    3. Membersihkan kamar mandi secara teratur.  Yup, kamar mandi adalah salah satu bagian dari rumah yang sering kali menjadi sarang penyakit  terlebih karena kondisi ruangan yang lebih lembab daripada bagian rumah lainnya. Kita perlu membersihkan toliet secara rutin dan sebisa mungkin tidak menggunakan air mentah ketika berkumur karena kemungkinan air mentah yang kita konsumsi tidak higenis dan menjadi sarang penyakit. Hindari bertukar barang-barang pribadi, seperti handuk ataupun sikat gigi untuk meminimalisir penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
    4. Memberikan Imunisasi Tipes. Pembeerian imunisasi tipes terbukti mengurangi angka terjadinya tipes. Sobat bisa melakukan vaksinasi tipes ditempat kesehatan terdekat.

    Nah, itu tadi adalah sekilas tentang penyakit tifus, lebih tepatnya mengenai gejala dan bagaimana cara mencegah penyakit tifus datang menyerang kita. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat agar badan tetap fit dan pastinya meminmalisir datangnya berbagai penyakit pada kita. So, apakah kalian sudah siap untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin tifus di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • merdeka.com/sehat/gejala-tifus-kln.html
    • liputan6.com/health/read/3558433/gejala-tifus-dan-cara-pengobatannya-di-segala-usia
    • tanyadok.com/artikel-konsultasi/benarkah-gejala-awal-db-mirip-dengan-tifus
    Read More
  • Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang […]

    Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang penyakit.

    Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah campak. Penyakit ini dapat dikatakan musuh besar orang tua karena kedatangannya yang tidak diharapkan dan tentu saja terkadang tidak menampilkan gejala yang jelas bagi beberapa anak. Dalam artikel ini Sobat dapat mempelajarinya sekaligus mengetahui cara mencegahnya.

    Pengertian Campak

    Penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan virus  Morbili yang ditandai adanya bercak merah (ruam) di seluruh tubuh yang sangat menular. Saat campak menyerang anak dan tidak ditangani serius maka akan terjadi komplikasi yang lebih buruk. Gejala campak mulai muncul kurang lebih 2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Campak ini ditakuti banyak orang tua karena selain penyakitnya mudah menular, juga menyiksa anak dengan rasa sakitnya ataupun rasa kurang nyaman karena infeksi virus ini. Akibatnya, banyak orang tua baru yang kewalahan ketika anaknya terkena campak.

    Penderita Campak di Indonesia

    Berbicara soal penderita campak yang ada di Indonesia khususnya anak-anak, pemerintah sudah sadar bahwa campak berbahaya dan telah melakukan program imunisasi sejak tahun 1982. Selain itu, data dari Departemen Kesehatan di tahun 2015 mengemukakan tentang cakupan imunisasi campak di Indonesia yang merupakan kategori sedang di Asia Tenggara.

    Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi dari 84% menjadi 95% di tahun 2020. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat Indonesia terkena campak khususnya anak. Alasannya karena campak masuk kedalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

    Gejala Campak

    Adapun beberapa gejala jelas yang dapat ibu kenali ketika anaknya terserang virus campak, adalah:

    • Mata merah dan menjadi lebih sensitif pada cahaya atau bisa dikatakan mata mudah silau dengan lampu yang terang.
    • Tanda seperti pilek, batuk, radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat muncul secara tiba-tiba
    • Adanya ruam berwarna merah kecoklatan dan biasanya muncul di kulit dalam beberapa hari kemudian. Adanya bercak di bagian telinga, sekitar kepala serta leher menjadi ciri khas paling terlihat.Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
    • Adanya bercak putih keabu-abuan yang muncul di bagian mulut serta tenggorokan.
    • Gejala lainnya hampir sama dengan penyakit pada umumnya seperti demam, sakit kepala, tidak nafsu makan.

    Penyebaran Virus Campak

    Virus campak dapat menyebar di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita karena bersin maupun batuk. Virus campak juga bisa menulari siapa saja yang menghirup percikan cairan ini.

    Virus campak dapat bertahan di luar makhluk hidup selama beberapa jam dan dapat menempel ke benda lain dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan anda bisa terkena campak meskipun orang yang menderita sudah tidak ada di lingkungan tersebut. terutama ketika Sobat menyentuhnya maka benda yang sudah ada virusnya akan menempel di tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

    Pengobatan Campak

    Bagaimana jika sebagian anak Sobat sudah terkena campak atau memiliki gejala campak ? sistem kekebalan tubuh manusia memang berjalan secara alami dan akan melawan virus. Namun, komplikasi yang dapat terjadi bisa menjadi sangat parah, sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit terutama untuk anak-anak yang kondisinya sedang tidak fit.

    Ada beberapa cara untuk mencegah anak sampai terkena masalah campak atau penyakit campak.

    1. Istirahat yang cukup

    Anak-anak mengeluarkan energi dengan sangat tinggi, jika tidak dibarengi dengan istirahat jelas akan menyebabkan masalah pada tubuhnya. Bila daya tahan tubuh menurun, virus seperti campak mungkin saja menyerang tanpa gejala dan juga aba-aba. Anda harus tahu bahwa imun anak adalah yang terpenting, belum lagi campak bisa saja menular ke anak-anak yang lainnya.

    1. Konsultasikan ke dokter

    Bawalah ke dokter anak bila buah hati Sobat terkena campak dan usahakan konsultasi sesegera mungkin. Nantinya dokter akan memutuskan apakah anak anda harus di isolasi di rumah sakit atau bisa dirawat dirumah. Hal ini untuk menghindari adanya wabah campak yang berkembang di keluarga anda yang mungkin menular ke adik atau kakaknya. Hal ini juga sering diingatkan oleh para dokter untuk langsung memisahkan peralatan makan dan sejenisnya ketika ada yang terkena campak.

    1. Imunisasi Campak

    Terakhir jelas dengan imunisasi campak sejak kecil. Anak-anak yang mendapatkan imunisasi campak akan membentuk imun yang bagus dengan vaksin didalam tubuhnya. Sehingga sejak awal virus campak  akan sulit menerobos masuk dan menyebabkan penyakit. Imunisasi bisa dikatakan cara untuk mencegah dibandingkan sudah terjangkit dan mengobati. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dengan penguatan di usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Namun, imunisasi campak kedua (penguatan) tidak diberikan bila anak telah mendapatkan MMR pada usia 15 bulan.

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala waktu maka sobat bisa melakukan vaksinasi bersama Prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi campak lengkap dan terjangkau untuk sobat semua. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih […]

    Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih sering ditemui di Indonesia? Jika iya, seberapa seringkah seseorang mengalami penyakit ini?

    Polio merupakan salah satu penyakit yang sangat sering menyerang balita bahkan juga bisa menyerang kita yang sudah tidak muda lagi. Seperti layaknya penyakit campak ataupun cacar, penyakit polio sangat mudah menyerang mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Data UNICEF menyatakan jika 20 tahun silam setidaknya 1.000 anak menjadi lumpuh karena penyakit ini. Dampak yang sangat mengerikan dari polio bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit polio?

    Dokter melakukan gerakan inovatif, lebih tepatnya Gerakan Pemberantasan Polio Global yang digalakkan sejak tahun 1988. Apakah gerakan ini berhasil? Kabar bahagianya, pada tahun 2004 hanya ditemukan 1.266 kasus polio di seluruh dunia berkat dilakukannya gerakan ini. Penurunan yang cukup drastis bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus polio di Indonesia setelah dilakukannya gerakan ini? Apakah juga menurun layaknya di negara lain?

    Angka Polio Indonesia

    Apakah Gerakan Pemberantasan Polio Global juga memiliki pengaruh positif di Indonesia? Sayangnya kasus polio ini muncul kembali di Indonesia pada tahun 2005, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia 20 bulan. Semenjak kasus ini terjadi, polio juga mulai bermunculan di berbagai daerah Indonesia lainnya – terlebih anak yang belum mendapatkan imunisasi polio. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di peringkat ke 16 yang kembali terserang virus polio bahkan dikhawatirkan dapat menjadi pengekspor virus polio ke negara tetangga, bahkan Asia Timur. Lalu, apa upaya pemerintah untuk mengatasi hal ini?

    Yup, bukan rahasia lagi jika virus polio adalah virus ganas yang dapat menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya; baik cepat ataupun lambat. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu mengatasi polio sehingga WHO (World Health Organization) menggalakkan program imunisasi polio dan hal ini juga dilakukan di Indonesia. Kabar baiknya, sejak tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio seperti halnya beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, Pasifik Barat, juga Amerika Serikat. Sebemarnya bagaimana sih asal mula polio ini terjadi? Kapan kita tahu seseorang terjangkit virus mematikan yang satu ini?

    Diagnosis Polio

    Meskipun Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio, bukan berarti kita sudah 100 persen aman dari penyakit ini. Ketika seseorang terserang virus polio, cepat atau lambat virus ini akan menyerang sistem pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu – terutama pada bagian kaki. Virus polio  merupakan salah satu virus yang cepat menyebar dari satu orang ke orang lainnya terutama melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi dengan tinja virus tersebut (fekal-oral). Seramnya lagi, virus polio juga bisa menyebar dengan cepat melalui udara atau lebih tepatnya ketika sesorang bersin ataupun batuk. Lalu, siapa saja yang rentan terserang virus polio?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, virus polio sangatlah rentan menyerang kita yang tidak memiliki daya imun yang bagus. Namun, bukan hanya itu saja, virus polio juga mudah menyerang mereka yang bepergian ke suatu tempat yang masih rawan virus polio seperti beberapa negara di Afrika; misalnya saja Nigeria, Afganistan, ataupun Pakistan. Seseorang yang juga sudah melakukan operasi amandel juga lebih mudah mengalami penyakit polio karena daya tahan tubuh yang lebih rendah daripada orang lainnya. Kapan kita bisa mengetahui seseorang terjangkit polio? Gejala apakah yang biasanya muncul dari penyakit polio ini?

    Gejala Polio

    Apa saja, ya kira-kira gejala dari penyakit polio? Sebelum kita membahas apa saja gejala polio, ada baiknya kita mengetahui apa saja jenis dari penyakit polio. Wah, memangnya polio terdiri dari berbagai jenis ya?

    Penyakit polio sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, serta sindrom pasca-polio. Memangnya, apa sih perbedaan antara satu jenis polio dengan jenis polio lainnya? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    1. Polio non-paralisis

    Jenis penyakit polio yang pertama sering kali dikenal dengan poli non-paralisis. Jenis polio yang satu ini tidak berbahaya seperti jenis polio lainnya alias tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejala polio non-paralisis antara lain adalah radang selaput otak (meningitis) yang biasanya ditandai dengan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Kemudian, gejala polio non-paralisis lainnya adalah merasa cepat lelah, sakit tenggorokan, demam, melemahnya otot serta rasa sakit pada bagian kaki, tangan, leher serta punggung.

    2. Polio paralisis

    Jenis polio berikutnya adalah jenis polio yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu. Lalu bagaimana dengan gejala polio paralisis? Gejalanya sendiri sama dengan gejala polio non-paralisis dan biasanya berlangsung dalam rentang waktu satu pekan. Sedangkan kelumpuhan sendiri bisa terjadi sewaktu-waktu alias tanpa prediksi yang jelas, contohnya saja bisa terjad dalam hitungan jam setelah kita terinfeksi virus polio ataupun dalam hitungan hari.

    3. Sindrom pasca-polio

    Jenis polio terakhir biasa kita kenal dengan sindrom pasca-polio, terjadi pada seseorang yang mengalami polio sebelumnya dan muncul pada usia sudah dewasa – lebih tepatnya dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun. Beberapa gejala yang menandakan kita mengalami sindrom pasca-polio adalah sebagai berikut:

    • Sulit berkonsentrasi atau bahkan mudah lupa;
    • Bagian persendian atau otot yang melemah atau sering terasa sakit;
    • Mengalami depresi atau suasana hati yang mudah berubah;
    • Kesulitan untuk tidur disertai dengan kesulitan bernafas;
    • Tidak kuat terhadap suhu dingin.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai polio. Yup, polio adalah sebuah penyakit yang mudah untuk menular sehingga kita perlu rutin melakukan vaksin polio sehingga kita tidak terserang penyakit mematikan ini. Vaksin polio sendiri sudah bisa diberikan sejak balita, lebih tepatnya sejak anak lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan yang terakhir adalah ketika anak berusia 18 bulan sesuai dengan rekomendasi pemerintah. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan vaksin polio ketika kecil?

    Menariknya, kita yang sudah beranjak dewasa tetapi belum pernah mendapatkan vaksin polio sebelumnya juga bisa mendapatkan vaksin ini sebanyak tiga kali. Vaksin polio untuk orang dewasa bisa dilakukan sebanyak tiga kali, di mana rentang antara vaksin pertama dengan vaksin kedua adalah 1 hingga 2 bulan sedangkan dengan vaksin ke-tiga dengan rentang waktu antara 6 hingga 12 bulan. Tentu saja kita bisa mendapatkan vaksin ini pada pelayanan kesehatan terdekat sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas melakukan vaksin polio. Pastinya sekarang sudah tidak takut lagi dengan penyakit polio bukan?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin polio di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/anak/polio-tidak-hanya-menyerang-kaki-anda
    Read More
  • Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini. Baca Juga: Jika Anak Sering […]

    5 Manfaat Vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B) pada Anak!

    Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Bagi Sobat yang belum pernah mendengar atau khawatir akan penyakit ini dan ingin tahu pembahasan lengkapnya maka bisa membaca sampai akhir pembahasannya dalam artikel ini, mulai dari kondisi pasien, gejala hingga vaksin HiB dan manfaat yang akan didapatkannya.

    Pengertian dan Gejala Penyakit

    Sama seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type B. Salah satu penyakit yang disebabkan HiB yaitu meningitis yang merujuk pada kondisi radang selaput otak. Hal ini bukan hanya terjadi  pada remaja atau dewasa karena dapat terjadi pada anak-anak tanpa ada faktor yang jelas. HiB banyak ditemukan di Amerika Serikat dan sekitarnya, meskipun masalah ini jarang terjadi di Indonesia. Namun, faktanya penyakit HiB ini pernah terjadi dan bisa membahayakan jika tidak dicegah.

    Gejala dari penyakit ini  bila menyerang selaput otak (meningitis) adalah demam, kejang, mula dengan/tanpa muntah, penurunan kesadaran, gejala kaku gerak atau kaku duduk pada anak, serta sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Bila bakteri ini menyerang paru akan menyebabkan pneumonia yang gejalanya adalah demam, batuk, berkeringat, nyeri dada, sakit kepala, sulit bernafas dan mengalami sesak.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza

    Penularan HiB

    Penyakit ini dapat menular dengan mudah karena menghuni saluran nafas  kita maka ketika batuk dan memercikan dahak, bakteri akan ikut tertular juga ke orang yang disekitarnya. Bahkan, kuman dapat menetap di saluran pernapasan tanpa orangnya mangalami sakit dan dapat menularkan ke orang lain. Anak-anak juga mudah terkena bakteri  yang tersebar di udara, meskipun penyakit atau kumannya hanya flu ataupun batuk biasa. Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengurangi kemungkinan terjadinya wabah atau masalah di Indonesia dengan menggunakan vaksin khusus bernama vaksin HiB, lantas bagaimana aturannya ?

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Semua anak yang usianya masih dibawah lima tahun atau sebelum memasuki balita sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HiB. Bayi dan anak sangat rentan terhadap penyakit yang diakibatkan infeksi oleh kuman HiB. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, aturan diberikannya vaksin adalah pada usia 2, 3, 4 bulan dan penguatan (booster) diberikan antara usia 15 bulan hingga 18 bulan

    Bagaimana dengan anak diatas usia  5 tahun? anak yang usianya masih lima tahun atau sudah lebih maka tidak memerlukan vaksin HiB lagi karena penyakit ini menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

    Pada beberapa kondisi orang dewasa dan anak yang menderita HIV, asplenia (riwayat operasi pengangkatan limpa), ataupun anemia sel sabit direkomendasikan untuk diberikan vaksin HiB. Hal ini bukan tanpa sebab karena mereka sangat mudah terserang bakteri termasuk HiB ini.

    Pantangan Vaksin

    Ada beberapa anak dengan kondisi tertentu yang tidak bisa menerima vaksin HiB, diantaranya yaitu :

    • Usianya kurang dari 6 minggu
    • Menderita alergi khususnya setelah diberikan suntik HiB
    • Sedang sakit berat atau memiliki penyakit berat
    • Kurang sehat dan juga kondisi yang sedang masa parah

    Manfaat Vaksin HiB

    Setelah tahu masalah dan kemungkinan HiB menyerang anak lantas apa sebenarnya manfaat vaksinasi HiB ? Pastinya, vaksin ini Melindungi anak dari penyakit yang disebabkan HiB.

    Semua orang tua pasti ingin anaknya sehat dan tumbuh sempurna, tetapi terkadang kita sendiri tidak tahu dimana dan kapan bakteri atau virus menyerang dan menyebabkan anak menjadi sakit termasuk salah satunya adalah  bakteri HiB.

    Prinsipnya yakni lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, tentu hal ini menjadi prinsip utama juga orang tua yang ingin melindungi anaknya. Pencegahan HiB disediakan dalam bentuk vaksin, sehingga anakpun terlindungi. Penyakit yang dapat disebabkan kuman ini antara lain:

    1. Mencegah penyakit pneumonia

    Menurut WHO, pada tahun 2015 sekitar 6 juta anak meninggal dunia dan 16 persennya karena pneumonia. Di Indonesia, sebanyak 14 persen dari 147.000 balita meninggal karena penyakit ini yang salah satu kumannya disebabkan oleh HiB. Sobat pasti khawatir bila anak  menderita penyakit ini. Oleh karena itu, vaksin HiB merupakan salah satu solusi untuk pencegahannya.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    1. Mengurangi risiko meningitis

    HiB bukan jenis penyakit yang banyak menyerang masyarakat tetapi dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Meningitis bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa. Vaksin HiB nyatanya bisa mengurangi resiko atau kemungkinan terserang meningitis terutama pada anak-anak, penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada otak.

    1. Mencegah penyakit jantung

    HiB bisa memberikan efek buruk hingga dapat menyerang jantung bila bakteri menyebar ke dalam darah. Masalah ini juga dapat menyerang anak-anak tanpa ampun, tentu jika hal ini terjadi maka akan memberikan efek atau dampak buruk. Penyakit yang menyerang jantung bukanlah penyakit yang ringan dan juga mudah disembuhkan. Sehingga, vaksin HiB dapat mencegah komplikasi akibat kuman HiB yang mengenai jantung.

    1. Menghindari kerusakan telinga

    HiB dapat menyebabkan kerusakan telinga pada anak. Kerusakan telinga akan berimbas pada banyak hal seperti kehilangan keseimbangan sampai kondisi tuli dan tidak mendengar. Sehingga, vaksin HiB sangatlah penting untuk bisa terhindar  dari penyakit menakutkan ini.

    1. Menghindari kelainan kulit akibat HiB

    Kuman HiB dapat menyebabkan kelainan kulit yang disebut dengan selulitis. Kelainan ini menyerang bagian dalam pipi (daerah bukal) dan daerah sekitar mata. Vaksin HiB dapat mencegah Sobat dan anak terkena kelainan kulit ini.

    Apabila Sobat menginginkan layanan vaksinasi di rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya Banyaknya masalah […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

Showing 41–50 of 71 results

Chat Dokter 24 Jam