Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi”

Showing 21–30 of 71 results

  • Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari […]

    BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari hasil pemantauan selama dua bulan setelah 15 hari pemberian dua dosis vaksin. Efikasi ini tentunya sesuai dengan standar World Health Organization (WHO), yaitu minimal 50%. Angka efikasi ini tentunya lebih rendah daripada vaksin Sinovac, yaitu 65,3%.

    Sejauh ini sudah 1,1 juta dosis vaksin yang diterima Indonesia melalui kerja sama dengan skema kerja sama multilateral Covax. Kedatangan pertama vaksin tersebut adalah pada Senin, 8 Maret 2021 yang rencananya akan digunakan pada vaksinasi tahap kedua.

    Sebelum BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat ini, WHO telah memasukkan AstraZeneca dalam daftar penggunaan izin darurat. Pada analisa interim, efikasi vaksin mencapai 70,4% terutama di negara dengan varian baru Corona seperti Afrika Selatan, Brasil hingga Inggris.

    Siapa Target Penerima Vaksin Ini?

    Pemberian vaksin ditargetkan untuk para lanjut usia dan petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pengemudi ojek online, dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa vaksin AstraZeneca sudah terbukti aman untuk penduduk berusia lanjut. Diharapkan penggunaan vaksin dapat mengurangi angka kematian yang cukup tinggi pada lansia.

    Mengenal Vaksin AstraZeneca

    Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang diproduksi AstraZeneca dan Universitas Oxford. Vaksin ini diketahui menggunakan metode adenovirus yang berasal dari simpanse. Virus ini diketahui aman bagi manusia. Adenovirus disebut dapat melindungi dari Covid-19, dengan tidak mengubah DNA seseorang.

    Apa Saja Efek Samping Pasca Vaksinasi AstraZeneca?

    Seperti halnya vaksin Covid-19 lainnya, vaksin ini juga mempunyai beberapa efek samping, yaitu:

    • Kelelahan
    • Menggigil atau demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri sendi
    • Pusing
    • Nafsu makan menurun
    • Sakit perut
    • Keringat berlebihan
    • Kulit gatal atau ruam
    • Peradangan sistemik

    Suhu Penyimpanan

    Mengenai suhu penyimpanan, vaksin AstraZeneca dapat disimpan pada suhu 2-80Celcius. Tujuannya agar kandungan dalam vaksin mengalami degradasi atau rusak sehingga mempengaruhi efektivitas vaksin.

    Bagaimana Dosis Pemberiannya?

    Dosis pemberian untuk vaksin AstraZeneca adalah sebanyak 0,5 ml per dosis, dengan rentang jarak penyuntikan dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

    Berapa harganya?

    Vaksin AstraZeneca dibanderol pada kisaran harga USD 3 hingga USD 25, atau jika dikonversikan dalam Rupiah adalah sekitar Rp 42.000 hingga Rp 70.000 per dosis. Di Indonesia, distribusi vaksin AstraZeneca seperti halnya Sinovac akan dilakukan oleh Bio Farma.

    Demikianlah mengenai pemberian izin darurat oleh BPOM untuk AstraZeneca yang baru saja tiba di Indonesia, dan diperuntukkan khusus bagi lansia.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Meskipun vaksin sudah tiba dan Sahabat divaksinasi, Sahabat harus tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi atau interaksi), dan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. BPOM Sebut Efikasi Vaksin Corona AstraZeneca 62,1%, Lebih Rendah dari Sinovac [Internet]. kumparan. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/bpom-sebut-efikasi-vaksin-corona-astrazeneca-62-1-lebih-rendah-dari-sinovac-1vJv8h822an
    2. Vaksin AstraZeneca Disebutkan Menggunakan Adenovirus, Virus Apa Itu? | Indozone.id [Internet]. indozone.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.indozone.id/health/o8seMve/vaksin-astrazeneca-disebutkan-menggunakan-adenovirus-virus-apa-itu/read-all
    3. K N. Vaksin Corona AstraZeneca Tiba di RI, Siapa Saja yang Akan Memakainya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5486373/vaksin-corona-astrazeneca-tiba-di-ri-siapa-saja-yang-akan-memakainya
    4. Alam S. Perbandingan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Vs Sinovac, Jenis hingga Harganya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485432/perbandingan-vaksin-covid-19-astrazeneca-vs-sinovac-jenis-hingga-harganya
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan […]

    Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh penerima vaksin.

    syarat penerima vaksin covid-19, syarat penerima vaksin corona

    Baca Juga: Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Berikut adalah beberapa syarat penerima vaksin:

    Tidak memiliki penyakit

    Sebelum melakukan vaksin, biasanya penerima vaksin melakukan screening atau penapisan. Dalam screening tersebut, penerima yang memiliki penyakit gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA) seperti batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir, tidak bisa melakukan vaksinasi. Atau dalam hal lain, disebut juga sebagai penyakit yang pernah diderita orang yang terpapar Covid-19.

    Kemudian, apabila penerima vaksin sedang mendapatkan terapa aktif jangka panjang terhadap kelainan jantung atau gagal jantung atau penyakit jantung koroner. Penyakit autoimun sistemi seperti SLE atau lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

    Penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid Reumatik autoimun atau rhematoid arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis Penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun. Tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Memiliki penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atapun transfusi. Apabila Sahabat Sehat memiliki salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas, Sahabat Sehat tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin.

    Tidak sedang hamil

    Bagi para ibu hamil, vaksinasi masih harus ditunda dulu sampai dengan setelah melahirkan. Atau apabila ingin berniat hamil, Sahabat Sehat bisa melakukan perencanaan kehamilannya setelah mendapatkan vaksinasi kedua Covid-19. Agar Sahabat Sehat bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Beberapa sumber ada yang bilang ibu menyusui bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, beberapa sumber juga ada yang bilang bahwa ibu menyusui tidak bisa melakukan vaksinasi. Persyaratan tersebut rupanya terus dilakukan pembaruan. Dan syarat terbarunya adalah, ibu menyusi boleh melakukan vaksinasi Covid-19.

    Tidak kontak erat dengan pasien Covid-19

    Syarat penerima vaksin selanjutnya adalah calon penerima vaksin, tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin apabila melakukan kontak erat dengan pasien, suspek, konfirmasi Covid-19. Dan calon penerima vaksin harus memiliki kategori, dalam satu rumah tidak ada yang sedang dalam kondisi Covid-19.

    Memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius

    Apabila calon penerima vaksin saat pengukuran suhu tubuh memiliki suhu di atas 37,5 derajat celcius, maka vaksinasi Covid-19 harus ditunda sampai calon penerima vaksin dinyatakan sembuh. Karena hal tersebut merupakan hal yang dasar syarat penerima vaksin.

    Selain itu, penundaan vaksinasi Covid-19 akan ditunggu sampai terbukti calon penerima vaksin tidaklah menderita Covid-19. Serta akan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya untuk memenuhi syarat penerima vaksin.

    Penderita Diaberes Mellitus (DM)

    Apabila penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, bisa diberikan vaksinasi.

    Produk Terkait: Lawan Diabetes

    Penderita HIV

    Para penderita HIV bisa saja menerima vaksin Covid-19. Namun apabila penderita HIV memiliki angka CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui, maka vaksinasi Covid-19 tidak bisa diberikan.

    Penyakit Paru

    Jika calon penerima vaksinasi memiliki penyakit paru seperti, asma, PPOK atau TBC maka vaksinasi harus ditunda sampai kondisi pasien terkontrol dengan baik. Sedangkan khusus pasien TBC dalam pengobatan, vaksinasi baru bisa diberikan setelah minimal dua minggu pasien mendapat obat anti tuberculosis.

    Penyakit lain non-screening

    Syarat penerima vaksin khusus penyakit lain yang belum atau tidak disebutkan di atas, bisa langsung melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang merawatnya. Bahkan lebih baik para calon penerima vaksin membawa surat keterangan atau catatan medis dari dokter yang menanganinya selama ini.

    Para penderita komorbid

    Ternyata para penderita komorbid bisa divaksin, hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan surat rekomendasi dari dokter yang biasa menangani pasien tersebut, serta kondisi pasien harus terkontrol.

    Syarat Penerima Vaksin Lansia

    Lansia saat ini sudah diizinkan untuk menerima vaksin Covid-19. Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, para lansia akan diberikan beberapa pertanyaan, seperti apakah mereka masih bisa menaiki 10 anak tangga tanpa bantuan orang lain. Kemudian apakah masih bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain, apakah dalam kurun waktu satu tahu terjadi penurunan berat badan.

    Apabila dua dari tiga pertanyaan di atas jawabannya adalah tidak, vaksinasi belum bisa diberikan kepada para lansia. Karena pertanyaan tersebut merupakan syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jadi, Sahabat Sehat perlu mengetahui fungsi dari vaksin Covid-19 sendiri adalah untuk membentuk antibodi sekaligus merupakan suatu zat atau senyawa yang berguna untuk membentuk kekebalan tubuh pada suatu penyakit. Zat atau senyawa ini merupakan suatu penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Dengan harapan virus yang sudah dimatikan itu akan membentuk kekebalan dalam tubuh.

    Fungsi dari vaksin bukanlah membuat orang menjadi kuat dan anti virus. Walaupun sudah divaksin, Sahabat Sehat harus tetap menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

    Apabila Sahabat ingin konsultasi mengenai vaksin dengan doktern 24 jam, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Simak Lagi, Ini 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/25/144500365/simak-lagi-ini-9-syarat-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    2. Septiani, A., 2021. 14 Syarat Penerima Vaksin Corona, Perlu Banget Dicatat Nih!. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376673/14-syarat-penerima-vaksin-corona-perlu-banget-dicatat-nih> [Accessed 25 February 2021].
    3. Dinkes.acehprov.go.id. 2021. Dinas Kesehatan Aceh | Ini 9 Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin Covid-19. [online] Available at: <https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2021/01/19/556/ini-9-syarat-yang-harus-dipenuhi-calon-penerima-vaksin-covid-19.html> [Accessed 25 February 2021].
    4. beritasatu.com. 2021. Ini Syarat Lansia Bisa Divaksin Covid-19. [online] Available at: <https://www.beritasatu.com/kesehatan/737121/ini-syarat-lansia-bisa-divaksin-covid19> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari […]

    Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari Healthline.

    mRNA dalam vaksin Corona

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Hal ini berdasarkan pada pengamatannya bahwa sel kanker sendiri memproduksi protein yang merupakan target dari vaksin Corona yang menggunakan mRNA. Hal tersebut juta berdasarkan laporan bahwa mRNA dapat mengobati melanoma, jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit. Namun, menurut dr. Jeffrey, cara mengatasi kanker selama ini masih sebatas pada pencegahan.

    Ia melihat contohnya pada kanker serviks yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memberikan angka penurunan yang drastis melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya kanker tersebut, skrining atau penapisan, dan pemberian vaksin HPV. Namun semua masih sebatas pencegahan, dan bukan pengobatan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Antara vaksin Corona dan vaksin kanker mempunyai cara kerja yang sama, yaitu mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel kanker, baik untuk mencegah kanker kembali atau secara aktif mencari dan menghancurkan tumor dalam tubuh sebagai imunoterapi. Menurutnya, mRNA adalah teknologi yang fleksibel.

    Hal yang sama diungkapkan oleh Jacob Becraft, PhD dari Strand Therapeutics, sebuah perusahaan yang mengembangkan terapi mRNA dan biologi sintetis. Menurutnya, mRNA bisa dikodekan dengan protein apa pun, dan dapat dikirimkan ke dalam sel kanker sehingga kanker akan mengekspresikan protein yang memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor sebagai patogen asing yang perlu dihilangkan.

    Selain itu, mRNA bisa dimasukkan pada sel kekebalan dengan sensor sebagai senjata untuk dapat mendeteksi kanker, dan secara efektif mengajarkan sistem kekebalan untuk dapat membunuh sel kanker. Tak hanya itu, mRNA juga dapat menyebabkan sel kanker membuat terapi sendiri secara langsung di dalam kanker.

    Penelitian mengenai penggunaan teknologi mRNA ini secara langsung memang pernah dipraktikkan oleh para peneliti Cina. Hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Nano Letters dari American Chemical Society. Seperti dilansir dari Eurekalert! para peneliti tersebut menggunakan tikus sebagai media percobaan yang disuntikkan dengan tumor melanoma yang direkayasa dengan untuk mengekspresikan ovalbumin, protein yang biasanya ada putih telur ayam.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Penggunaan ovalbumin dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai model antigen. Para peneliti kemudian akan mencampurkan ovalbumin yang sudah ada mRNA-nya itu dan bahan pembantu bersenyawa lain untuk membentuk hydrogel. Ketika sudah disuntikkan ke tikus, hidrogel perlahan-lahan melepaskan nanopartikel mRNA, bersama dengan adjuvan -molekul yang membantu mengaktifkan sistem kekebalan selama 30 hari.

    Vaksin mRNA mengaktifkan sel T dan merangsang produksi antibodi, menyebabkan tumor menyusut pada tikus yang dirawat. Selain itu, berbeda dari tikus yang tidak diobati, tikus yang divaksinasi tidak menunjukkan metastasis ke paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel memiliki potensi besar untuk mencapai imunoterapi kanker yang tahan lama dan efisien hanya dengan satu pengobatan,kata para peneliti.

    Meski begitu mRNA adalah molekul tidak stabil karena dengan cepat terdegradasi oleh enzim di dalam tubuh. Untuk imunoterapi kanker, peneliti telah mencoba menggunakan nanopartikel untuk melindungi dan mengirimkan mRNA. Penggunaan ini menyebabkan  mRNA dibersihkan dari tubuh dalam 1-2 hari setelah injeksi.

    Itulah mengenai penggunaan teknologi mRNA untuk mengatasi berbagai macam kanker termasuk kanker serviks. Namun sebelum teknologi tersebut benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, yuk Sahabat Sehat tetap proteksi diri dari kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine Technology May Help Fight Cancer [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-covid-19-technology-may-help-fight-cancer-in-the-near-future#The-latest-research
    2. An mRNA vaccine for cancer immunotherapy [Internet]. EurekAlert!. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-02/acs-amv021221.php

     

    Read More
  • Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi […]

    Seperti Apa Alur Distribusi Vaksin Covid-19?

    Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin.

    Image result for distribusi vaksin covid

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap vaksin ialah suatu upaya manusia dalam memutus penyebaran virus Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19, ucapnya dalam video yang ditayangkan oleh acara CNBC Award 2020.

    Walaupun begitu, vaksin ini tidak dapat langsung disuntikkan, karena vaksin wajib melewati tahap penilaian di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat menjamin keselamatan masyarakat. Vaksin baru bisa digunakan apabila sudah mendapat izin edar atau persetujuan pemakaian pada situasi darurat atau emergency use authorization (EUA).

    Di Indonesia, tahapan uji klinis vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma serta Universitas Padjajaran baru akan rampung sekitar Mei 2021 dengan laporan dini pada Januari 2021.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa tahapan distribusi vaksin yang sedang berjalan ini terus diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Upaya distribusi yang sedang berjalan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan vaksin agar tersebar secara merata, tentunya dengan prosedur kehati-hatian dengan mengoptimalkan waktu yang ada. Selain itu, pemerintah juga menjamin agar distribusi vaksin ke seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan efektif tanpa merusak kualitas vaksin, jelasnya pada saat menjawab pertanyaan media yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

    Wiku menambahkan, kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta kemarin, BPOM telah memberikan sertifikat Lot Release dalam upaya mengawal kualitas vaksin yang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Vaksin yang sedang didistribusikan ke berbagai wilayah, saat ini tetap dalam pengawasan dengan melakukan pemercontohan berdasarkan pada risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

    Wiku juga mengatakan, bahwa pendistribusian vaksin akan memakai prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan agar dapat menjaga kualitas vaksin sampai ke tangan masyarakat. Kemudian, vaksin akan dikirim ke gudang vaksin di setiap kantor Dinas Kesehatan Provinsi, lalu diedarkan dinas kesehatan di bawahnya.

    Perihal penyuntikan vaksin, Wiku juga mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan prinsip dan prosedur kesehatan saat ini. Selain itu, penyuntikan vaksin baru dapat dijalankan apabila EUA hasil data saintifik dikeluarkan BPOM.

    Langsung ke-34 Provinsi

    Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada minggu pertama Januari 2021, ke 34 provinsi di Indonesia dengan target paling lambat 7 Januari 2021, vaksin telah sampai di seluruh provinsi di tanah air. Sebelumnya, vaksin Sinovac sampai ke Indonesia melalui dua gelombang pengiriman. Gelombang pertama pada 6 Desember dan selanjutnya pada 30 Desember 2020. Dari kedua pengiriman tersebut, kini sebanyak 3 juta dosis vaksin tersedia di tanah air.

    Pada pengiriman vaksin Sinovac ini, Indonesia benar-benar menerapkan prosedur pengamanan yang sangat ketat. Termasuk saat memindahkan vaksin ke gudang penyimpanan Biofarma di Kawasan Bandung, Jawa Barat. Di sana, vaksin disimpan di tempat penyimpanan dengan suhu 2 sampai 8 derajat celcius, untuk menjaga kualitas vaksin.

    Juru Bicara Bio Farma Bandung juga menjelaskan bahwa tidak ada kendala dalam distribusi vaksin Covid-19, karena mereka turut melibatkan mulai dari pemerintah daerah, kabupaten/kota, hingga unit kecil lainnya. Fasilitas pelayanan kesehatan di sini juga didukung oleh 10.000 puskesmas dan semuanya sudah siap untuk menerima vaksin ini.

    Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi pendistribusian vaksin dengan menggunakan teknologi. Mulai dari pengemasan, Bio Farma akan memakai sistem track and trace dengan bantuan QR code di kemasan primer, sekunder, dan tersier. Sehingga vaksin ini dapat dipastikan akan sampai kepada yang berhak menerimanya.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Selain itu, akan ada notifikasi apabila vaksin tidak memenuhi standar keamanan distribusi sehingga bisa langsung dilacak lokasi keberadaannya.  GPS yang terpasang juga menggunakan mode penyebaran, sehingga masyarakat dipastikan akan mendapatkan vaksin yang layak.

    Kelancaran Vaksinasi

    Dalam pendistribusian vaksin, pemerintah terus melakukan persiapan terkait program vaksinasi yang akan diterapkan, misalnya pengecekan data di lokasi vaksinasi. Tujuannya menjaga kelancaran dari program vaksinasi. Daerah-daerah penerima vaksin akan diminta untuk mengecek ulang data tenaga medis yang akan diberikan vaksin, karena tenaga medis merupakan prioritas pertama dalam program vaksinasi tahap awal ini.

    Kemenkes RI telah melaksanakan pelatihan vaksinator ke seluruh Indonesia, serta melakukan sosialisasi ke tenaga kerja medis di sekitarnya. Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan, bahwa vaksin Covid-19 akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 di Indonesia. Ia juga menegaskan jika Presiden Jokowi adalah orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.

    Petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes RI dijelaskan bahwa vaksinasi akan diadakan dalam empat tahapan. Kelompok prioritas penerima vaksin Corona ialah mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan harus berdomisili du Indonesia. Sedangkan kelompok usia dibawah 18 tahun baru dapat menerima vaksinasi Covid-19 jika data keamanan vaksin corona untuk usia tersebut sudah ada dan mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

    Tahapan vaksinasi dari Kemenkes RI dibagi menjadi 4 tahap:

    • Tahap 1, diadakan pada Januari-April 2021 dengan prioritas utama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan profesi kedokteran dan sedang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
    • Tahap 2, juga diadakan pada Januari-April 2021, namun pada tahap ini vaksinasi akan diberikan kepada petugas pelayanan publik, seperti TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya, yaitu petugas bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan dan sebagainya. Target vaksinasi berikutnya yaitu kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.
    • Tahap 3, berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Target vaksinasinya adalah masyarakat yang rentan dari segi geospal, sosial, dan ekonomi.
    • Tahap 4, juga berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Targetnya adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lain.

    Penahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin ini dilakukan dengan mengikuti Roadmap WHO Strategic Advisor Group of Expert on Immunization (SAGE) dan kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional, bersumber pada petunjuk teknis Kemenkes RI.

    Itulah mengenai distribusi vaksin Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui. Kita harapkan distribusi bisa berjalan dengan merata ke seluruh wilayah di Indonesia sehingga akan tercapai kekebalan kelompok minimal 70%. Sembari vaksinasi beredar dengan lancar yuk Sahabat tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat.  Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid 19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 S. Distribusi Vaksin Covid-19 Untuk Menjamin Ketersediaan Yang Merata – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/distribusi-vaksin-covid-19-untuk-menjamin-ketersediaan-yang-merata
    2. [Internet]. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211005446-20-580739/jk-sebut-vaksin-beri-harapan-berakhirnya-pandemi-covid-19
    3. Media K. Satgas Pastikan Distribusi Vaksin Covid-19 Akan Sesuai dengan Prosedur [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/07/20264301/satgas-pastikan-distribusi-vaksin-covid-19-akan-sesuai-dengan-prosedur
    4. Rusiana D. Cegah Kerusakan, Distribusi Vaksin COVID-19 melalui Prosedur Ketat [Internet]. SINDOnews.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/291330/15/cegah-kerusakan-distribusi-vaksin-covid-19-melalui-prosedur-ketat-1609855270
    5. go.id R. Distribusi dan Vaksinasi dari Hulu ke Hilir | Indonesia.go.id [Internet]. Indonesia.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/sosial/distribusi-dan-vaksinasi-dari-hulu-ke-hilir
    Read More
  • Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung. Baca Juga: […]

    Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung.

    vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Penerimaan 1,2 juta vaksin ke depannya akan meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Indonesia selanjutnya akan mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang menurut rencana akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, juga akan ada vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma. Jumlah vaksin curah yang tiba itu 15 juta dosis pada Desember dan 30 juta dosis pada Januari.

    Kedatangan vaksin merupakan upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, vaksin Sinovac yang sudah resmi datang ini tidak langsung digunakan karena harus menunggu persetujuan izin edar dari BPOM sebagai lembaga resmi yang mempunyai wewenang dalam masalah perizinan obat-obatan dan vaksin di Indonesia. Mengenai pelaksanaan vaksinasi ke depannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    • Memastikan seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin
    • Persiapan sistem distribusi vaksin ke daerah yang mencakup peralatan pendukung, sumber daya manusia, dan tata kelola vaksinasi
    • Memantau dan mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk terkait pelaksanaan vaksinasi
    • Tetap menjalankan protokol 3M yang sudah dianjurkan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak meskipun vaksin sudah ada. Pelaksanaan 3M ini tetap penting karena juga membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 dan efektivitas vaksin yang ada

    Cara Mendapat Vaksin Covid-19?

    Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur hingga roadmap pembagian vaksin. Terdapat dua jalur yang sudah disiapkan, yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Jalur pemerintah ini ialah program vaksinasi yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada yang penerima prioritas seperti tenaga medis, aparat hukum, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah pusat  sampai daerah hingga BPJS penerima bantuan subsidi sedangkan jalur mandiri menyasar pada masyarakat yang berusia 19-59 tahun, dengan jumlah sekitar 57 orang. Kebutuhan vaksinnya mencapau 115 juta dosis. Yang membedakan dari jalur pertama dan jalur kedua adalah jalur kedua berbayar. Sekadar info, harga vaksin Sinovac ini berkisar mulai dari Rp 200.000 per dosis.

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Proses vaksinasi jalur mandiri akan dilakukan secara digital melalui sebuah aplikasi khusus yang menurut rencana selesai pada Desember 2020 ini. Masyarakat yang akan memilih jalur mandiri harus mengikuti beberapa langkah sebelum dan sesudah vaksinasi, yaitu:

    • Mengisi data diri berupa KTP, nomor telepon, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, kartu keluarga jika ingin mendaftar bersama keluarga
    • Setelah mendaftar peserta yang ingin melakukan vaksinasi mandiri otomatis dianggap sudah melakukan pre-order, dan harus melakukan pembayaran
    • Saat mendekati hari vaksinasi, peserta akan mendapatkan pemberitahuan untuk datang di waktu yang ditentukan di klinik, fasilitas kesehatan rumah yang sakit yang dipilih. Peserta perlu untuk mengisi consent/assentform untuk mendapatkan kode khusus berupa QR code. Kode ini akan digunkan untuk validasi saat imunisasi, dan setelah diimunisasi peserta akan mendapatkan sertifikasi vaksinasi yang dapat dijadikan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Demikianlah Sahabat Sehat mengenai informasi tibanya vaksin Sinovac di Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan cara mendapatkannya, baik melalui pemerintah atau secara mandiri. Meski begitu, Sahabat harus tetap ingat pesan ibu untuk selalu melakukan 3M sebagai cara yang dapat membantu mengendalikan virus dan efektivitas vaksin. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 dan produk-produk penanganan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://setkab.go.id/vaksin-covid-19-tiba-di-tanah-air/
    2. Media K. 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tiba di Indonesia [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/22485551/12-juta-dosis-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-tiba-di-indonesia
    3. detikcom T. Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Akan Digunakan untuk Tenaga Kesehatan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5284550/vaksin-sinovac-yang-baru-tiba-akan-digunakan-untuk-tenaga-kesehatan
    4. Begini Cara Dapat dan Beli Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Berikut Inilah Syarat yang Harus Disiapkan – Tribun Sumsel [Internet]. Tribun Sumsel. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/07/begini-cara-dapat-dan-beli-vaksin-covid-19-jalur-mandiri-berikut-inilah-syarat-yang-harus-disiapkan?page=all
    5. Azizah K. Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Intip Lagi Harganya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5284517/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia-intip-lagi-harganya
    Read More
  • Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, […]

    Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, dan treatment) sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

    asupan bernutrisi untuk kekebalan tubuh

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Sahabat Sehat harus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan berolahraga, menghindari stres, dan mengonsumsi asupan nutrisi secara tepat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik. Dengan demikian, Sahabat akan terhindar dari infeksi virus, baik secara langsung maupun tidak. Berikut ini adalah asupan nutrisi yang dapat membantu sistem imun tubuh untuk melawan penyakit menular dan berpotensi mematikan, termasuk Covid-19. Asupan nutrisi ini akan membantu Sahabat tetap sehat, sembari menunggu vaksin bisa diedarkan ke masyarakat.

    Vitamin C

    Vitamin C ini sering disebut-sebut sebagai vitamin yang mampu membantu membentuk kekebalan tubuh secara alami dengan mendorong produksi antibodi agar tubuh mampu melawan penyakit.2 Vitamin C dikatakan mampu mencegah infeksi dan mempercepat masa penyembuhan infeksi.3 Sebagai antioksidan, vitamin C mampu melindungi sel dari stres oksidatif yang menyebabkan produksi radikal bebas, memicu kerusakan sel, dan memperburuk peradangan. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler dengan sel-sel respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.4 Untuk mendapatkan vitamin C, Sahabat bisa mengonsumsi sayur dan buah, seperti bayam, kubis, paprika, stroberi, dan pepaya.3

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin D

    Selain vitamin C, vitamin D juga dikatakan bisa membantu menjaga kekebalan tubuh. Cara paling mudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan bangun pagi, lalu merasakan hangat sinar matahari selama 30 menit. Secara alami, vitamin ini bisa dipoduksi dari kulit setelah terpapar sinar matahari. Manfaat lain dari sinar matahari adalah mencegah lemah otot, osteoporosis, nyeri tulang dan punggung, serta rambut rontok. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, minyak ikan, ikan sarden, dan tuna.2

    Vitamin E

    Vitamin mempunyai kandungan yang sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Vitamin ini mudah ditemukan di berbagai makanan dan sering ditambahkan ke produk makanan tertentu.2 Vitamin E berperan dalam pelebaran pembuluh darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah. Sel-sel dalam tubuh memerlukan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan melakukan berbagai fungsi penting. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan tubuh merasakan berbagai gejala, seperti mudah lelah, refleks yang lambat, banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda, gangguan penglihatan, kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh.2 Vitamin E, seperti vitamin C, juga merupakan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E berperan dalam hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk kerja sistem kekebalan. Vitamin E bisa didapatkan dari asupan makanan, seperti kacang almond, biji bunga matahari, safflower atau minyak bunga matahari, dan minyak kedelai kacang hazel.3

    Vitamin A

    Vitamin A merupakan garis pertahanan pertama tubuh yang ikut berperan dalam membentuk penghalang yang berfungsi menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk membantu pembuatan antibodi yang dapat menetralkan patogen penyebab infeksi. Vitamin A bisa Sahabat temukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, sayuran yang mengandung beta-karoten dapat dikonversi tubuh menjadi vitamin A, dapat ditemukan pada pada sayuran hijau, sayuran kuning dan jingga, seperti labu dan wortel.4

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    Vitamin B

    Vitamin B, terutama B6, B9, dan B12, berperan penting pada respons pertama pertahanan tubuh setelah diketahui adanya patogen. Vitamin B memengaruhi produksi dan aktivitas sel “pembunuh” alami yang menyebabkan kematian sel atau apoptosis. Vitamin B bisa didapatkan dari sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, ikan, ayam, dan daging untuk B6. Sedangkan vitamin B9 atau asam folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan bahkan tepung roti. Vitamin B12 terdapat dalam produk-produk hewani, termasuk telur, daging, susu, serta susu kedelai yang telah diperkaya dengan vitamin tersebut.4

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Zat Besi, Seng, dan Selenium

    Selain vitamin, terdapat zat lain berupa mineral yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh di antaranya adalah zat besi, seng, dan selenium. Zat besi sendiri diketahui dapat membantu mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen. Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium bertindak sebagai antioksidan. Keduanya membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi terkandung dalam daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, serealia utuh, dan sereal. Seng dapat ditemukan dalam tiram dan makanan laut, daging ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan. Sementara selenium dapat ditemukan pada kacang Brasil, daging, sereal, dan jamur.4

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah beberapa asupan bernutrisi yang mampu membantu Sahabat untuk menjaga kekebalan tubuh selama pandemi, selagi vaksin Covid-19 belum beredar. Namun, Sahabat jangan sampai terlena walaupun kini sudah ada vaksin di Indonesia. Sebaiknya, Sahabat tidak meninggalkan PHBS dan mengonsumsi nutrisi-nutrisi ini supaya diri Sahabat tetap terjaga dari berbagai serangan penyakit, dan tidak hanya Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut seputar asupan bernutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200312120215-255-482798/vitamin-dan-mineral-untuk-meningkatkan-kekebalan-tubuh
    3. 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/05/140000568/8-jenis-vitamin-dan-mineral-yang-bantu-perkuat-sistem-imun
    4. Ini nutrisi yang bisa meningkatkan imun tubuh [Internet]. kesehatan.contan.co.id. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh
    Read More
  • Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh […]

    Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh dan dapat menghidarkan resiko komplikasi penyakitnya. Namun beberapa orang yang telah melakukan vaksinasi mengeluhkan bahwa mereka masih mengalami pilek setelah selesai melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Seseorang yang baru saja selesai melakukan vaksinasi memang masih sangat bisa tertular virus influenza, karena vaksinnya baru akan efektif setelah 2 minggu pemakaian hingga satu bulan setelah vaksinasi. Jadi apabila seseorang melakukan vaksinasi dan besoknya terkena pilek bukan berarti vaksinnya tidak bermanfaat tapi antibodinya yang belum berjalan dengan baik. Bukan hanya virus influenza saja yang dapat menyebabkan batuk dan pilek tapi ada beberapa virus lainnya diantaranya adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan hMPV

    Pilek cenderung dikategorikan penyakit ringan dan berbeda dari flu yang dapat menyebabkan sebuah komplikasi penyakit yang berbahaya seperti radang paru (pneumonia), infeksi telinga otitis media akut, infeksi sinus, bronkitis hingga bronkiolitis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Berbeda dari selesma yang cenderung ringan, flu dapat menyebabkan beragam komplikasi seperti penyakit jantung koroner, penyakit paru obstruktif kronik(PPOK), asma, dan diabetes mellitus. Flu juga ternyata sudah berkembang dan dikategorikan sebagai salah satu penyakit mematikan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa ada sekitar 500 ribu kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit influenza dan sekitar 70 persen yang meninggal akibat penyakit influenza adalah lansia.

    Vaksinasi Influenza sangatlah penting dilakukan dan baiknya satu kali setiap tahun vaksin ini dilakukan, karena virus ini sangatlah cepat menular. Efektivitas yang didapat dari vaksin influenza sangatlah baik bagi tubuh. Vaksinasi sangat berguna untuk diberikan pada anak-anak dan lansia karena di usia anak yang menginjak enam bulan ke atas maka vaksinasi sudah boleh dilakukan. Reaksi paska vakasinasi biasanya hanya akan menimbulkan sakit dan bengkak pada bagian bekas suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO menyarankan vaksin influenza untuk kategori seperti, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, orang lanjut usia(lebih dari 65 tahun), wanita hamil, penderita penyakit kronis dan pekerja medis.
    Seusai melakukan vaksin influenza pasti menimbulkan suatu reaksi yang berbeda-beda. Jika reaksi yang terjadi sangat berbahaya maka segeralah datang dan menghubungi dokter untuk mendapatkan penangganan yang baik dengan tenaga medis. Selain dengan vaksinasi, pencegahan flu dapat juga dilakukan dengan beberapa hal seperti mengurangi kedekatan dan kontak dengan orang yang yang sedang sakit, istirahat yang cukup, makan dan minum yang sesuai pola hidup sehat, gunakan masker saat melakukan sosialisasi dan selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pola hidup sehat memang menjadi penentu untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan janganlah mencoba untuk melakukan pola hidup yang kurang baik seperti kurang tidur, telat makan dan sering memakan gorengan. Semua hal itu dapat menyebabnya timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh.
    Itulah ulasan mengenai pilek yang dapat dicegah dengan vaksinasi influenza. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya dan dapat dijadikan referensi terbaik untuk mencari tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

    Untuk vaksinasi flu ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi artikel:
    sains.kompas.com/read/2018/05/05/120500223/sudah-vaksin-influenza-kok-masih-batuk-dan-pilek-
    republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/17/11/21/ozqiu3359-sudah-vaksinasi-influenza-masih-batukpilek-ini-alasannya

    Read More
  • Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti […]

    Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti Eropa, tubuh Anda bisa saja belum dapat beradaptasi. Serangan virus influenza pun bisa datang tiba-tiba. Jika Anda berencana liburan ke negara beriklim dingin, pastikan seluruh keluarga sudah mendapatkan vaksinasi influenza. And here is why getting vaccinated is important…

    prosehat vaksinasi

    Baca Juga: Pentingntya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Pentingnya Vaksinasi

    Imunisasi atau vaksinasi merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Ketika Anda berencana untuk berlibur bersama keluarga, akan sangat disayangkan bila salah satu anak Anda atau malah Anda sendiri terjangkit influenza. Sebagai antisipasi, ada baiknya untuk melakukan upaya pencegahan agar daya tahan tubuh tetap dalam kondisi prima saat liburan. Salah satu caranya adalah dengan vaksinasi.

    Baca juga: Liburan ke Afrika Selatan: Jangan Lupa Vaksin Yellow Fever

    Hindari Penularan Penyakit

    Selain mencari tahu informasi terkait negara tujuan untuk habiskan waktu liburan tahun ini, hal lain yang harus dilakukan adalah dengan melengkapi keluarga Anda dengan vaksinasi. Hal ini diamini oleh Dr. dr. Iris Rengganis, Perwakilan dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dimana proteksi diri sebelum melakukan perjalanan wisata sangat penting, termasuk vaksinasi untuk orang dewasa sebelum ke luar negeri. Saat berwisata Anda sekeluarga rentan tertular penyakit karena sebenarnya Anda tidak tahu kapan ketahanan tubuh anda sekeluarga akan turun. Dengan banyaknya penyakit yang ditularkan secara sederhana, yakni melalui batuk, bersin dan bicara, seperti influenza, meningitis dan pneumonia dimana penularannya sangat cepat, vaksinasi memiliki peran yang sangat penting. Selain itu penularan melalui karier pun cukup banyak kasusnya. Karier merupakan seseorang yang terlihat sehat, tapi berpotensi menyebarkan virus karena virus tersebut sudah bertengger di tubuhnya.

    klik di sini beli vaksin di prosehat

    Beli di sini: Vaksin Flu untuk Anda dan Keluarga

    Vaksinasi Influenza

    Vaksin influenza tidak hanya diberikan kepada anak-anak. Anda yang sudah dewasa juga memerlukan vaksin ini. CDC merekomendasikan bahwa pemberian vaksin untuk orang berusia 6 bulan ke atas dilakukan setahun sekali. Hal ini dikarenakan virus influenza ini beredar terutama di musim dingin, pada daerah beriklim dingin dan salju (biasanya November-April di belahan bumi utara dan April-September di belahan bumi selatan), dan dapat juga terjadi sepanjang tahun di negara-negara dengan iklim tropis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Tavel ke Rumah

    Karena virus ini dapat beredar setiap saat sepanjang tahun, maka peraturan untuk para wisatawan sebelum melakukan perjalanan ke daerah beriklim dingin adalah:

    • Wisatawan berusia ≥6 bulan yang tidak divaksinasi selama musim influenza di negara tempat tinggalnya harus divaksinasi ≥2 minggu sebelum keberangkatan jika vaksinnya tersedia.
    • Anak-anak berusia 6 bulan sampai 8 tahun yang baru pertama kali mendapatkan vaksin influenza membutuhkan 2 dosis yang diberikan dalam jangka waktu setiap 4 minggu. 1 dosis untuk anak Anda yang sudah pernah divaksin sebelumnya.
    • Diperlukan waktu 2 minggu setelah diberi vaksin untuk melindungi anak Anda dari serangan influenza. Oleh karena itu, lakukan vaksinasi 2 minggu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
    • Ada 2 jenis vaksin influenza untuk anak, yaitu nasal spray dan suntik. Untuk nasal spray dapat diberikan pada anak berusia 2 tahun ke atas. Dan suntikan atau cara umum pemberian vaksini ini boleh diberikan pada anak berusia mulai dari 6 bulan dan harus dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan.
    • Tetap update dengan perkembangan kesehatan di negara tujuan liburan Anda sekeluarga. Dengan mengetahui perkembangannya, Anda dapat terhindar dari serangan virus apapun karena sebelumnya Anda dan keluarga telah divaksin.
    • Vaksin influenza seperti trivalent akan melindungi Anda dari ancaman 3 jenis virus influenza, yaitu H1N1, H3N2 dan virus influenza B.
    • Cara kerja vaksin influenza mengembangkan imunitas dalam tubuh untuk kembali ke kondisi primanya. Imunitas Anda yang sudah divaksin lah yang akan melindungi Anda sekeluarga dari penularan virus penyakit yang ada di dalam vaksin Anda.

    Baca Juga: Infografik Fakta Influenza dan Vaksinasinya

    And that is why getting vaccinated is important, terutama ketika Anda sekeluarga merencanakan liburan panjang di luar negeri atau negara yang beriklim dingin. Lindungi tubuh Anda dan keluarga dengan vaksin dan jangan sampai jatuh sakit saat liburan.

    download gratis di sini ebook prosehat p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Sobat Sehat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Baca Juga: Pneumonia: Pembunuh Utama Balita di Dunia

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari -pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya. Gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan –lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia ke Rumah

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Baca juga: Vaksinasi HiB Bantu Cegah Pneumonia pada Anak

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitu pun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa karena ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agar terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    Produk Terkait: Imunisasi Pneumonia ke Rumah

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, ketika anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak. Untuk bisa melindungi anak dari pneumonia, yuk segera manfaatkan layanan imunisasi anak ke rumah dari Prosehat. Layanan ini tentu saja mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

Showing 21–30 of 71 results

Chat Dokter 24 Jam