Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi”

Showing 11–20 of 71 results

  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]

    Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang.

    vaksin flu bagi masyarakat

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan Sahabat melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui.

    Jenis tersebut, yaitu trivalen dan quadrivalen. Vaksin trivalen, yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalen memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen Atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksinasi trivalen merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun.

    Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pada telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalen hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun ke atas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapa pun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza.

    Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasca vaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeri dan merah serta terkadang bengkak di area yang disuntik.

    Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza.

    Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jika reaksi pasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Yuk, Sahabat segera vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021. Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas […]

    Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19?

    Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021.

    euforia vaksinasi, euforia vaksinasi covid-19

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas seperti masyarakat berusia lanjut.

    Namun kenyataannya, euforia tersebut berdampak pada  peningkatan kasus aktif Covid-19 sepanjang 12-18 April dengan persentase kasus mencapai 14,1% dan jumlah kasus meningkat menjadi 37.353 dari sebelumnya 32.740 pada periode 5-11 April.

    Profesor Wiku menyebut euforia vaksinasi Covid-19 yang tengah terjadi di masyarakat turut disebabkan karena semakin menurunnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Adanya libur panjang di akhir pekan turut berdampak pada peningkatan kasus Covid-19.

    Baca Juga: Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Profesor Wiku meminta kepada seluruh kepala daerah untuk tetap menerapkan strategi 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut) dan meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir meskipun sudah divaksin.

    Sahabat Sehat, mari tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun Sahabat Sehat sudah divaksin agar memutus rantai penularan Covid 19 dan mempercepat eliminasi Covid 19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini Covid-19, dan berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Kasus Covid Naik 14 Persen, Diduga Dampak Euforia Vaksinasi [Internet]. nasional. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210420160327-20-632350/kasus-covid-naik-14-persen-diduga-dampak-euforia-vaksinasi
    2. Septiani A. Duh, Euforia Vaksinasi Bikin COVID-19 RI Naik 14 Persen! [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5539848/duh-euforia-vaksinasi-bikin-covid-19-ri-naik-14-persen

    .

    Read More
  • Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh. Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 […]

    Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh.

    divaksin covid-19 saat berpuasa

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 April 2021.

    Dikutip dari siaran pers Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menyatakan ketika seseorang berpuasa selama kurang lebih 8 jam maka jumlah nutrisi dalam darah mengalami penurunan dan turut membersihkan zat toksik (racun) dalam tubuh.

    Kekhawatiran Efek Samping

    Sesuai Fatwa MUI, vaksin Covid 19 dinyatakan aman dan halal bagi tubuh serta tidak membatalkan puasa. Namun pada kenyataannya, terdapat penurunan jumlah peserta vaksinasi saat bulan Ramadhan.

    Dalam dialog tersebut, Dr.dr. Safrizal Rahman, Sp. OT, M.Kes, Ketua IDI Aceh mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta vaksin saat bulan Ramadhan turut dipengaruhi akibat kekhawatiran efek samping yang mungkin dialami pasca vaksinasi.

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menjelaskan bahwa persentase efek samping mencapai 0,5-2% sehingga vaksinasi tidak perlu ditunda. Efek samping yang dialami para peserta vaksin tidak selalu berkaitan dengan vaksin Covid-19, sebab turut dipengaruhi oleh rasa khawatir atau rasa takut berlebihan saat akan divaksin.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Sahabat, ternyata berpuasa tidak mempengaruhi pembentukan daya tahan tubuh pasca divaksin Covid-19 dan efek samping yang dialami juga termasuk rendah. Sahabat Sehat sebaiknya tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjalani vaksinasi Covid-19 agar mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok.

    Setelah divaksin, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Siaran Pers Puasa Tak Halangi Pembentukan Daya Tahan Tubuh Usai Vaksinasi. 1st ed. Jakarta: KPC-PEN; 2021.

     

    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

    perbedaan pneumonia dan covid-19

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia karena kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir serupa. Bahkan, pneumonia sama seperti Covid-19 bisa bersifat dan menyebabkan kematian.

    Namun bukan berarti kedua penyakit tersebut tidak memiliki perbedaan. Berikut perbedaan antara Pneumonia dan Covid-19.

    Pneumonia

    Penyakit peradangan jaringan paru-paru mengakibatkan kantung udara di ujung pernapasan di paru-paru terisi oleh cairan. Pneumonia berisiko pada orang yang biasanya memiliki sistem kekebalan atau imunitasnya rendah. Bisa menyerang usia berapa pun, mulai dari bayi, orang tua, perokok, peminum berat dan lainnya.

    Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), pneumonia atau radang paru-paru menjadi penyebab kematian pada balita dan juga anak tersebesar di Indonesia.

    Sedangkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat pneumonia menyumbang  14 sampai 16% dari total kematian anak yang ada di Indonesia.

    Pneumonia dapat memiliki derajat berat maupun ringan. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan penderita dari penyakit pneumonia itu sendiri.

    Dalam kasus pneumonia ringan, biasanya penderita hanya memerlukan waktu beberapa hari atau satu minggu untuk bisa kembali sehat.

    Namun, jika dalam kasus yang parah, pneumonia bisa memerlukan waktu sampai dengan enam bulan, agar penderita pulih atau sehat kembali. Bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

    Pada seseorang dengan kesehatan yang buruk atau dengan sistem kekebalan yang lemah, Pneumonia yang tidak diobati dapat menyebabkan kadar oksigen turun sehingga jaringan tubuh akan berpengaruh.

    Penyakit pneumonia ini juga bisa menular lewat percikan cairan pernapasan saat penderita batuk, bersin, ataupun bernapas.

    Gejala Pneumonia

    Gejala dari pneumonia biasanya mirip dengan influenza sehingga penderita bisa merasakan gejala yang umum terjadi, seperti:

    – Demam atau suhu tinggi

    – Menggigil

    – Batuk

    – Kehilangan nafsu makan

    – Merasa sakit di sisi dada

    – Jantung berdebar

    – Tidak selera makan

    – Batuk berdarah

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Badan terasa nyeri

    – Nyeri sendi dan otot

    – Linglung atau merasa bingung, terutama biasanya terjadi pada orang lansia

    Penyakit pneumonia bisa diketahui lewat pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Dokter pada umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, kemudian merekomendasikan rontgen dada, tes dahak, atau juga melakukan tes darah.

    Produk Terkait: Jual Vaksinasi Pneumonia Dewasa

    Apabila memang bisa mengancam jiwa, penyakit ini seharusnya bisa segera ditangani atau diobati. Penderita juga perlu minum banyak air putih dan banyak istirahat selama atau dalam proses pemulihan.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona yang bernama SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya, di mana pun. Virus ini juga bisa menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, seperti yang sama-sama diketahui, banyak penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Nah, Sahabat Sehat sudah mengetahui kan perbedaan dari Pneumonia dan juga Covid-19. Namun, guna memastikan dan mengecek kebenaran, sebaiknya apabila sudah bergejala, Sahabat Sehat bisa melakukan tes swab. Sehingga nantinya tidak hanya menerka-nerka jenis penyakit apa yang ada di tubuh Sahabat Sehat.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Tetaplah berperilaku hidup sehat, senantiasa patuh dan taat dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan dengan sabun.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Sahabat Wajib Punya di Masa Pandemi!

    Pneumonia sendiri bisa dicegah dengan vaksinasi. Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Kenali Apa Itu Pneumonia, Gejala, dan Penyebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/11/12/170100868/kenali-apa-itu-pneumonia-gejala-dan-penyebabnya?page=all#page2.> [Accessed 5 April 2021].
    2. [online] Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/151500565/apa-bedanya-pneumonia-dengan-covid-19-yang-disebabkan-virus-corona?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    3. suara.com. 2021. Punya Gejala Mirip, Ini Cara Membedakan Pneumonia dan Covid-19. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2020/11/07/094431/punya-gejala-mirip-ini-cara-membedakan-pneumonia-dan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    4. Widiyarti, Y., 2021. Kenali Beda Pneumonia dan Covid-19. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1405686/kenali-beda-pneumonia-dan-covid-19/full&view=ok> [Accessed 5 April 2021].
    5. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021]
    Read More
  • TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB […]

    Masih Kena TB padahal Sudah Imunisasi?

    TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik.

    TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB menyerang anak yang berusia 0 sampai 14 tahun.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Parahnya lagi, ketika seseorang terserang TBC hal ini sulit diketahui alias gejalanya sulit untuk dikenali. Hal inilah yang menyebabkan penanganan TB terlambat dan dapat berujung pada kematian.

    Namun terdapat beberapa gejala TB yang bisa kita amati dan perlu kita waspadai ketika anak mulai menunjukkan beberapa perubahan dan pastinya tim dokter juga mengetahui hal ini.

    Beberapa gejala TB pada anak antara lain adalah nafsu makan yang berkurang atau justru tidak nafsu makan sama sekali, anak yang mudah lelah atau tidak bersemangat sama sekali ketika diajak bermain, mengalami demam dan batuk dalam jangka waktu yang lama; yaitu bisa lebih dari 2 minggu, ataupun berkeringat saat malam hari. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya penyakit ini pada anak?

    Vaksin BCG

    Pemberian vaksin BCG adalah langkah yang tepat untuk mencegah timbulnya penyakit TB menjadi lebih berat di kemudian hari. Vaksin BCG berisi kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan dan tujuan diberikannya vaksin BCG ini adalah untuk membuat mencegah TB yang lebih berat kedepannya.

    Vaksin BCG dianjurkan untuk diberikan sejak dini karena berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti mengurangi kemungkinan terserang penyakit TB sebanyak 50 persen ketika dewasa bahkan memberikan efek perlindungan yang berlangsung hingga 10 tahun.

    Vaksin BCG sendiri wajib diberikan saat anak barusan lahir hingga berusia 2 bulan dan hal ini perlu diulangi di kemudian hari apabila kita bekerja di bidang yang berinteraksi langsung dengan penderita penyakit TB aktif.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Lalu seberapa efektif vaksinasi BCG ini? Apakah dengan mendapatkan vaksin BCG berarti kita tidak mungkin terserang penyakit TB di kemudian hari? Faktanya, meskipun telah melakukan vaksin BCG kita tetap berisiko mengalami penyakit TB.

    Kok bisa? Pemberian vaksin ini hanya berfungsi untuk membuat tubuh kita kebal terhadap Mycobacterium bovis, yaitu penyebab utama penyakit TB. Faktor lingkungan dan pola hidup juga mempengaruhi hal ini, yang berarti ketika pola hidup kita kurang sehat ataupun lingkungan cenderung kotor maka meningkatkan kemungkinan penyakit TB di kemudian hari.

    Bukan hanya faktor lingkungan, kondisi tubuh juga bisa menjadi faktor kita terserang penyakit TB. Ketika daya tahan tubuh menurun atau ketika kita sedang sakit maka akan memudahkan kuman Mycobacterium bovis untuk masuk tubuh dan menyerang sistem imun tubuh kita.

    Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita terserang penyakit TB? Tentu saja kita harus menemui dokter segera untuk mencegah penyakit ini bertambah parah dan kita bisa mendapatkan pelayanan kesehatan serta obat gratis melalui puskemas ataupun pusat layanan kesehatan lainnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Apakah ada reaksi setelah vaksinasi dengan melakukan vaksinasi BCG? Meskipun timbul efek samping dengan pemberian vaksinasi, kita tidak perlu khawatir mengenai hal ini karena hanya akan berlangsung selama 2 hingga 3 hari.

    Contoh beberapa reaksi yang mungkin timbul adalah timbulnya rasa sakit, kemerahan, ataupun pembengkakan pada daerah sekitar suntikan. Demam jarang terjadi sebagai salah satu bentuk reaksi yang biasanya muncul setelah vaksinasi.

    Nah itu tadi adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penyakit TB dan vaksinasi BCG sebagai cara untuk mencegahnya. Pastinya tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi BCG? So, tunggu apalagi untuk membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat dan melakukan vaksin?

    Sahabat bisa melakukannya juga di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil yang Perlu Diketahui

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun.

    Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sahabat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru.

    Produk Terkait: Sedia Obat Batuk Anak

    Sahabat dapat mengonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak.

    Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    2. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama.

    Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandung pun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    3. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    4. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan.

    Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk.

    Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    5. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas.

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    6. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    7. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak.

    TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sahabat.

    Untuk pencegahan, sahabat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antre untuk melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu. Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka? Bagaimana cara air liur menyebarkan […]

    Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu.

    cara air liur menyebarkan virus

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana cara air liur menyebarkan virus?

    Virus dalam air liur dapat ditularkan melalui beberapa cara berikut :

    Berciuman

    Berciuman merupakan salah satu tindakan kasih sayang yang paling umum dilakukan setiap pasangan, namun ternyata hal tersebut justru dapat menjadi salah satu cara penyebaran virus. Virus pada air liur dapat masuk ke dalam tenggorokan dan paru-paru.

    Bersin

    Bersin juga diketahui dapat menyebarkan virus. Saat seseorang bersin, udara yang keluar secara tiba-tiba dan kuat dapat mendorong tetesan lendir dan air liur dengan kecepatan 100 mil per jam. Namun hal tersebut dapat dihindari jika Sahabat menjaga jarak dengan orang lain dan menggunakan masker.

    Berbagi Sikat Gigi

    Menggunakan sikat gigi bersama sama, juga dapat menyebarkan virus melalui air liur. Jika Sahabat berbagi sikat gigi, maka dapat bersentuhan dengan air liur orang lain dan berisiko menularkan infeksi virus maupun kuman. Risiko ini akan meningkat jika Sahabat memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Berbagi Alat Makan

    Penggunaan alat makan dan minum yang sama, dapat menjadi salah satu cara penularan virus dan kuman lainnya. Sehingga Sahabat sebaiknya menggunakan alat makan dan minum pribadi terutama di masa pandemi Covid 19.

    Jenis Penyakit yang Ditularkan Melalui Air Liur

    Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui air liur:

    TBC

    TBC atau tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur. Umumnya, bakteri penyebab TBC menginfeksi paru. Namun dalam beberapa kasus, bakteri tersebut juga dapat menyerang tulang, usus, kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Imunisasi BCG

    Influenza

    Virus influenza dapat menyebar melalui cipratan air liur yang dikeluarkan saat bersin atau batuk, ditandai dengan keluhan sakit tenggorokan, demam, pegal di seluruh tubuh dan hidung berair. Umumnya keluhan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 5-7 hari.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu

    Meningitis

    Meningitis adalah kondisi infeksi dan peradangan di lapisan otak, dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau protozoa melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita serta cipratan air liur yang tersebar di udara. Meningitis dapat ditandai dengan keluhan demam, sakit kepala, kaku pada leher, penurunan kesadaran hingga kejang.

    Produk Terkait: Vaksinasi Meningitis

    Pneumonia

    Pneumonia adalah salah satu infeksi pernapasan yang dapat ditularkan melalui udara dan cipratan air liur penderitanya, ditandai dengan keluhan batuk berdahak, demam, sesak napas, serta nyeri dada.

    Produk Terkait: Vaksinasi Pneumonia

    Penyakit Gusi

    Bakteri dalam air liur dapat membentuk plak di gigi dan di bawah garis gusi, sehingga menimbulkan radang gusi dan sakit gigi.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Covid-19

    Cipratan air liur penderita Covid-19 baik saat bersin, tertawa maupun batuk berisiko menularkan infeksi Covid-19 pada orang lain.

    Karena air liur dapat menjadi salah satu cara penyebaran penyakit, Sahabat Sehat harus tetap waspada dan melakukan pencegahan salah satunya dengan melakukan vaksinasi yang dapat diperoleh dari Prosehat. Vaksinasi dari Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 3 Cara Air Liur Bisa Menularkan Penyakit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/18/120000568/3-cara-air-liur-bisa-menularkan-penyakit?page=all
    2. Media K. Dapatkah Covid-19 Menular Melalui Makanan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/08/30/133400768/dapatkah-covid-19-menular-melalui-makanan-?page=all
    3. Waspadai, 6 penyakit ini menular lewat mulut! | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/waspadai-6-penyakit-ini-menular-lewat-mulut.html
    Read More
  • Indonesia diprediksi dapat mencapai kondisi herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 70% pada Maret 2022. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu, 17 Maret 2021. Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin di Indonesia 181,5 Juta Jiwa Alasan Suharso menyatakan hal tersebut adalah karena sejak […]

    Mungkinkah Indonesia Mencapai Herd Immunity pada Maret 2022?

    Indonesia diprediksi dapat mencapai kondisi herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 70% pada Maret 2022. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu, 17 Maret 2021.

    Indonesia mencapai herd immunity

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin di Indonesia 181,5 Juta Jiwa

    Alasan Suharso menyatakan hal tersebut adalah karena sejak Januari 2021, Indonesia sudah memulai vaksinasi Covid-19 yang menyasar pada semua elemen termasuk kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik. Apalagi angka per hari peserta vaksin adalah 300.000 orang.

    Indonesia disebut dapat mencapai herd immunity apabila target vaksinasi terhadap 181,5 juta orang tercapai. Jumlah tersebut setara dengan minimum 70% yang ditetapkan World Health Organization (WHO), karena hal itulah pemerintah terus mempercepat vaksinasi massal.

    Untuk bisa mencapai herd immunity selain dengan mempercepat vaksinasi massal, juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan cara lain yang dilakukan adalah terus menambah jumlah vaksinator (tenaga pemberi vaksin).

    Kendala Dalam Vaksinasi

    Seperti dilansir dari Detikcom, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandrio menyatakan bahwa belum bisa dipastikan apakah Indonesia dapat mencapai herd immunity pada 2022.

    Karena hal tersebut berkaitan dengan beberapa faktor seperti seberapa cepat herd immunity dapat tercapai, efikasi vaksin, hingga berapa lama waktu proteksi setelah divaksin.

     Baca Juga: Vaksin yang Disetujui WHO Beserta Tingkat Efektivitas dan Efikasinya

    Faktor-faktor lainnya adalah ketersediaan dan kesediaan vaksin yang berpengaruh pada pemberian walaupun vaksinasi memberikan proteksi jangka panjang.

    Hal tersebut berdasarkan data bahwa target 1 juta vaksinasi Covid-19 per harinya masih belum tercapai, dan Kementerian Kesehatan telah berupaya meningkatkan jumlah peserta vaksin dari 200.000 – 300.000 orang per hari, hingga mencapai 500.000 orang per hari.

    Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity ini menurutnya harus segera dilakukan untuk mengantisipasi mutasi virus B117 yang sudah masuk di Indonesia.

    Penanganan Virus Belum Optimal

    Meskipun Indonesia disebut dapat mencapai herd Immunity pada Maret 2022, Menteri Suharso menyatakan bahwa pandemi masih akan tetap ada, dikarenakan penanganan virus yang belum optimal hingga saat ini.

    Ia menyebut  ada beberapa indikator seperti cara pencegahan termasuk 3T (tes, tracing, dan tracking) yang masih masih terbatas, belum terintegrasinya sistem surveilans penyakit serta masih kurangnya kapasitas pengujian di laboratorium.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Kedua, fasilitas kesehatan dan farmasi serta alat kesehatan belum optimal. Ketiga, masih  terbatasnya tenaga medis dan keempat belum efisiennya pembiayaan kesehatan.

    Cara Mencapai Herd Immunity Secara Alami

    Karena kondisi di atas tersebut, Sahabat sebenarnya dapat mencapai herd immunity sembari menunggu divaksin secara massal. Profesor Amin Subandrio, menyebut bahwa mengonsumsi makanan sehat dan multivitamin merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan kekebalan.

    Produk Terkait: Jual Multivitamin

    Kemudian cara selanjutnya adalah dengan membiarkan suatu populasi terinfeksi virus sehingga terbentuk imunitas alami. Namun, Profesor Amin menganggap hal ini tidak etis. Ia menyatakan bahwa cara terbaik untuk mencapai herd immunity adalah dengan pemberian vaksin.

    Sahabat, supaya herd immunity dapat tercapai sesuai prediksi maka jangan ragu untuk melakukan vaksinasi karena pemberian vaksin dapat memberi perlindungan dan pencegahan yang optimal.

    Sebelum dan sesudah di vaksin, Sahabat sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi), dan menjalani pola hidup bersih dan sehat.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat juga dapat melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. RI Diprediksi Capai Herd Immunity pada Maret 2022 [Internet]. CNNindonesia.com. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210317141146-532-618615/ri-diprediksi-capai-herd-immunity-pada-maret-2022
    2. Pemerintah Berupaya Percepat Terciptanya <em>Herd Immunity</em> |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qq4k4q354/pemerintah-berupaya-percepat-terciptanya-emherd-immunityem
    3. K N. Indonesia Capai Herd Immunity Tahun 2022? Tak Segampang Itu [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5496976/indonesia-capai-herd-immunity-tahun-2022-tak-segampang-itu
    4. Azizah K. Agar ‘Bebas’ Corona, Pakar Jelaskan 3 Cara Bentuk Herd Immunity COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5491007/agar-bebas-corona-pakar-jelaskan-3-cara-bentuk-herd-immunity-covid-19
    Read More
  • Program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah terbagi dalam beberapa tahap. Pembagian tahap didasarkan pada beberapa hal, seperti aktivitas, profesi, maupun usia. Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap dua, bersama dengan SDM kesehatan dan petugas negara ataupun ASN.   Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Vaksinasi Covid-19 […]

    Prosehat dan Sentra Vaksinasi Atmajaya Sediakan Layanan Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Lansia Tangerang dan Sekitarnya

    Program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah terbagi dalam beberapa tahap. Pembagian tahap didasarkan pada beberapa hal, seperti aktivitas, profesi, maupun usia.

    Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap dua, bersama dengan SDM kesehatan dan petugas negara ataupun ASN.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

     

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

    Menurunkan Angka Kematian

    Berdasarkan informasi dari pakar epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), dr. Syahrizal Syarif, pemberian vaksinasi pada kelompok lansia menjadi prioritas. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan sekaligus  menurunkan beban pelayanan kesehatan yang selama ini ditanggung oleh pemerintah.

    Baca Juga: Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Dari target ataupun sasaran pemberian vaksinasi Covid-19 secara nasional yang berjumlah 181. 554.465, kelompok lansia dan golongan tahap yang sama berjumlah lebih dari 40 juta lebih. Dari jumlah tersebut, per 15 Maret 2021, golongan lansia dan petugas negara yang divaksin barulah kurang dari 2 (dua) juta orang.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Jumlah penerima vaksin tersebut tentulah masih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang harus divaksin. Di lain sisi, pemerintah berkejaran dengan waktu untuk segera menargetkan vaksinasi masyarakat sebanyak mungkin. Mengingat pula bahwa para lansia rentan terhadap penyakit ini dan perode masa kedaluwarsa vaksin yang terus mepet.

    Peran Aktif Semua Komponen Masyarakat

    Dari fakta tersebut, pemerintah tidak bisa mengandalkan diri sendiri, melainkan harus mulai melibatkan berbagai komponen masyarakat yang berkompetensi untuk membantu penyebaran vaksinasi tersebut.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Bersama-sama Agar Pencegahan Virus Optimal

    Tergerak dan terpanggil, Prosehat sebagai salah satu layanan penyedia kesehatan Indonesia bekerja sama dengan Sentra Vaksinasi Atmajaya (SVA) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang akan melakukan vaksinasi Covid-19, terutama pada kelompok prioritas lansia.

    Acara ini mulai dilaksanakan 17-21 Maret 2021 di Kampus Universitas Katolik Atma Jaya, BSD,  Cisauk, Tangerang, Banten dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

    Syarat dan Ketentuan Berlaku

    Vaksinasi massal gratis secara walk in ini menargetkan bisa menerima vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 3.000 orang. Untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 gratis ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta, yaitu:

    1. Masyarakat umum, alumni dan keluarga alumni Unika Atma Jaya (berusia 60 tahun atau lebih)
    2. Memiliki KTP Kabupaten Tangerang atau Surat Keterangan Domisili RT/RW di Kabupaten Tangerang.
    3. Memenuhi persyaratan medis sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

    Didukung oleh Prosehat, sekitar 300 sukarelawan dari Ikatan Alumni Unika Atma Jaya beserta seluruh Paguyuban Widyani Atma Jaya akan secara total ambil bagian dalam vaksinasi massal yang juga didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan sikap proaktif semua Anak Bangsa dari berbagai komponen dan bidang ilmu.

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Bagi yang ingin mendaftar atau mendaftarkan sanak saudara yang berusial lanjut, silahkan mengakses info lebih lengkap  di klik www.vaksinasiatma.id dan mendaftar di Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

     

    Read More
  • Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]

    Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!

    Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.

    mitos vaksin covid-19, mitos vaksin Corona

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.

    Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos  vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.

    Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!

    1. Isu halal/haramnya vaksin

    Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.

    Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.

    Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.

    2. Menyebabkan autisme

    Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.

    Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?

    Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.

    3. Dapat mengubah DNA

    Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.

    Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.

    4. Mempengaruhi fertilitas

    Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    5. Memiliki zat yang berbahaya

    Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.

    Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia,  vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.

    Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.

    6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat

    Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.

    Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.

    7. Menularkan virus COVID-19

    Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.

    Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.

    8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan

    Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.

    Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.

    Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.

    Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.  

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
    2. 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
    3. Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
    4. Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
    5. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all

     

    Read More

Showing 11–20 of 71 results

Chat Dokter 24 Jam