Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi ke rumah”

  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita. Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan. Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) […]

    Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita.

    Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan.

    Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) pada Anak

    Sobat pasti tidak asing dengan nama vaksin BCG yang diberikan sejak bayi. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara jelas mulai dari penggunaan sampai kegunaan BCG untuk anak-anak. Apa saja dan seberapa penting vaksin ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa itu Vaksin BCG ?

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi tubuh dari tuberkolosis atau yang biasa disebut TB. Penyakit ini seperti bayang-bayang, tidak pernah diketahui masalahnya tapi berbahaya karena menyerang bagian paru-paru sebagai organ utama pernafasan manusia.

    Vaksin BCG masuk ke dalam vaksin yang mengandung bakteri TB tetapi sudah dimodifikasi sebelumnya, vaksin ini akan membantu tubuh untuk melawan bakteri TB, khususnya pada bayi yang baru lahir sehingga bila tertular, gejalanya tidak akan berat. Jika disisipi BCG, tubuh akan terus membentuk imun yang kuat. Alasan ini yang menyebabkan BCG diberikan sebelum bayi mulai usia 3 bulan.

    Mengenai vaksin BCG

    • Golongan : vaksin
    • Kategori : obat yang membutuhkan resep
    • Guna : mencegah tuberkulosis
    • Bentuk obat : suntik
    • Diberikan pada: anak-anak dan juga orang dewasa
    • Peringatan khusus : wanita hamil dan juga menyusui sebaiknya tidak diberikan vaksin ini, konsultasikan pada dokter kandungan terkait vaksin BCG, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat penderita TB sehingga dapat menulari sekitar.

    Apakah Berguna untuk Orang Dewasa ?

    Sebenarnya, vaksin BCG dapat diberikan pada orang dewasa, tetapi keefektifannya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi sehingga jarang sekali dianjurkan terutama mereka yang belum pernah vaksin. Biasanya yang mendapatkan vaksin BCG saat dewasa adalah petugas medis yang memiliki kontak dengan pasien TB dan berisiko.

    Dosis vaksin BCG

    Vaksin hanya akan jadi sia-sia jika tidak digunakan dengan benar, dimana BCG memiliki aturan dan dosisnya sendiri. Memang yang mengetahui dosis adalah paramedis sehingga sebagai pasien atau pengguna tinggal datang ke puskesmas ataupun rumah sakit. Namun, tidak ada salahnya Sobat mengetahuinya untuk menambah pengetahuan betapa pentingnya imunisasi ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pertama Sobat bisa memperhatikan isi dari kemasan vaksin BCG, dimana cairan tersebut harus bening dan tidak terdapat partikel, minimal Sobat melihatnya seperti air bersih dan jangan sampai berubah warna. Kemudian, botol tidak mengalami kebocoran dan bentuk kemasan masih bagus. Mintalah kepada petugas botol yang baru jika sudah terlihat buruk.

    Setelah itu perhatikan suntikan, apakah menggunakan yang baru atau tidak. Hal ini penting mengingat terdapat beberapa oknum yang menggunakan alat suntik berbahaya dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan

    Tujuan dan Manfaat Vaksin BCG

    Inilah informasi yang ditunggu banyak orang tua, sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari vaksin BCG selain yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Vaksin BCG terbukti ampuh merangsang tubuh untuk membentuk sistem imun anti tuberkulosis, dimana vaksin ini bukan mengobati tetapi membekali perlindungan.

    Sobat tidak perlu khawatir kapanpun dan dimanapun tuberkulosis menyerang anak atau Sobat karena sudah terbekali oleh kekebalan tubuh sendiri. Beberapa penelitian mencatat beberapa efektifitas dari vaksin BCG yaitu :

    • Dapat mengurangi resiko penyakit tuberkolosis sekitar 50%
    • Dapat mengurangi bentuk berat dari pasien yang terserang penyakit tuberkulosis seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%, apalagi jika sudah menyerang otak maka akan berbahaya
    • Memberikan efek perlindungan maksimal selama 10 tahun, setelah itu Sobat bisa meminta vaksin kembali di rumah sakit.

    Efek Samping

    Biasanya banyak ibu khawatir karena setelah imunisasi anak akan mengalami efek samping, terkadang orang tua baru merasa bingung apakah gejala yang timbul termasuk wajar atau justru bermasalah. Sebenarnya ibu bisa konsultasi ke dokter anak atau tempat imunisasi sebelumnya jika terjadi masalah yang dirasa janggal.

    Namun, efek samping yang didapatkan setelah imunisasi biasanya adalah adanya pembengkakan kecil di area kulit yang disuntik. Kemudian, bayi akan merasa rewel karena tidak nyaman dan tubuh memberikan reaksi pegal dan juga agak sedikit demam. Selain itu, bekas suntikan  seringkali menimbulkan luka parut atau luka yang berbentuk.

    Jika luka sudah menimbulkan masalah seperti nanah dan juga membengkak sebaiknya hubungi dokter terkait untuk konsultasi tentang keadaan anak. Bayi yang mengalami masalah biasanya lebih sensitif dan mereka lebih tersiksa.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG bagi Anak

    Kejadian pasca-imunisasi BCG salah satunya adanya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak selama 2-4 bulan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi sehingga jika memang ada salah satunya yang terjadi segera larikan ke rumah sakit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Segera vaksin anak Sobat dengan BCG agar bila tertular, gejalanya tidak terlalu berat. Konsultasikan ke dokter anak Sobat mengenai pertanyaan-pertanyaan seputar BCG. Anak sehat, anakpun menjadi kuat. Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, dan banyak keunggulannya Lho!

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin […]

    Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1

    Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Perilaku ini tetap harus dijalankan meskipun vaksin sudah bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia (dengan beberapa kelompok diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu, misalnya tenaga kesehatan). Selain 3M, jangan lupa untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment).

    vaksin itu baik dan perlu

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi ke depannya, pemerintah sudah memulai kampanye #VaksinItuBaik.

    Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui manfaat vaksinasi dalam mencegah suatu penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

    Sebelum adanya vaksin Covid-19 ini, sudah banyak vaksin yang dibuat untuk menangkal beberapa penyakit menular, seperti vaksin flu, hepatitis, rotavirus, HPV, pneumokokus, MR, campak, Polio, dan DPT. Vaksin-vaksin ini ada yang tersedia untuk anak dan/atau orang dewasa.

    Lalu, Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vaksinasi merupakan tindakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang (biasanya melalui suntikan, bisa juga melalui oral atau dihirup) dengan tujuan agar orang tersebut terhindar dari penyakit menular dan mematikan.2

    Vaksinasi sangat erat kaitannya dngan sistem kekebalan tubuh. Antigen berupa virus/bakteri yang dilemahkan atau komponen dari virus/penyebab penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh ini akan menghasilkan kekebalan dengan membentuk antibodi untuk melawan virus/bakteri yang menginfeksi tubuh.

    Saat virus/balteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun tubuh sudah mengenali dan mengetahui cara melawannya.3,4

    Vaksinasi bermanfaat sebagai pencegah dan proteksi dini terhadap penyakit, terutama pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Berikut ini adalah rangkuman beberapa manfaat vaksinasi:

    Mencegah Penyebaran Penyakit

    Pemberian vaksin dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular dan mematikan. Sebelum Covid-19, terdapat penyakit yang juga sangat menular, seperti campak dan pertusis yang menyebabkan banyak kasus kematian terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.2

    Produk Terkait: Jual Layanan Vaksinasi TDaP ke Rumah

    Melindungi Diri dari Risiko Cacat dan Kematian

    Pada kenyataannya, vaksinasi juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada tubuh.

    Contohnya adalah vaksinasi polio pada anak-anak yang dapat membantu mereka terhindar dari polio, suatu penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan.

    Vaksinasi campak dan rubella dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya atau kepada bayi yang baru lahir secara drastis.2

    Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Investasi kesehatan jangka panjang tidak hanya didapatkan dari olahraga atau pola hidup sehat, tetapi juga dengan vaksinasi. Pemberian vaksin akan menghindarkan seseorang dari penyakit berkepanjangan, sehingga tidak akan mudah sakit-sakitan dan tidak perlu ke rumah sakit untuk pengobatan. Dengan demikian, Sahabat akan lebih hemat secara finansial.2

    Menciptakan Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu suatu kondisi dimana sebagian besar masyarakatnya sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat yang bukan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.3

    Jenis-jenis Vaksin

    Untuk Anak-anak

    Untuk anak-anak terdapat beberapa jenis vaksin penting untuk tumbuh-kembang mereka, yaitu:5

    • BCG
    • DTP
    • Campak
    • Cacar air
    • Hepatitis B
    • Pneumokokus
    • Hib
    • Flu
    • MMR
    • Polio
    • Rotavirus

    Untuk Dewasa

    Sedangkan untuk dewasa, terutama kelompok umur 19-65 tahun adalah sebagai berikut:6

    • Flu
    • HPV
    • Tdap
    • Pneumonia
    • Hepatitis B
    • Varisela

    Pemberian vaksin kepada orang dewasa tetap harus dilakukan dan diperlukan sebab bagaimanapun juga orang dewasa juga tidak bebas dari serangan penyakit. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko terkena penyakit, seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, dan kondisi kesehatan.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya!

    Cara Vaksinasi ke Rumah

    Vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penyakit. Terutama, pemberian vaksin menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini.

    Vaksinasi anak-anak yang sudah dijadwalkan harus tetap dijalankan karena apabila melewati jadwal yang ditetapkan, hal tersebut akan berpengaruh kepada tumbuh-kembang anak.

    Tentu saja, di masa pandemi ini semua orang ragu untuk ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjalankan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan, membatasi jumlah pengunjung, melakukan layanan secara privat kepada dokter vaksinasi dan imunisasi di kediaman sang dokter, atau vaksinasi ke rumah.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Vaksinasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan vaksinasi di rumah, harapannya proses vaksinasi akan lebih aman dan nyaman, baik untuk yang divaksinasi maupun yang memberikan vaksinasi.

    Sahabat Sehat bisa melakukan vaksinasi di rumah dengan Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya adalah dengan mengakses website atau aplikasi Prosehat, lalu pilih kategori Imunisasi Anak dan Vaksinasi Dewasa. Layanan vaksinasi ke Rumah dari Prosehat ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi ke rumah ini, Sahabat dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit [Internet]. Bengkulutoday.com. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.bengkulutoday.com/manfaat-vaksin-penting-untuk-mencegah-penularan-penyakit
    3. Pratomo HB. Mengungkap Manfaat Vaksin Bagi Kehidupan Manusia [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/mengungkap-manfaat-vaksin-bagi-kehidupan-manusia.html
    4. Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/170000023/mengapa-vaksinasi-berkaitan-dengan-sistem-kekebalan-tubuh-manusia-?page=all
    5. 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/11-jenis-imunisasi-yang-disarankan-untuk-bayi-0-12-bulan-dan-jadwal-pemberiannya/
    6. Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun [Internet]. tirto.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://tirto.id/jenis-vaksin-yang-dibutuhkan-orang-dewasa-usia-19-65-tahun-ellZ
    Read More
  • Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini […]

    Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020, sehat di rumah, di rumah aja

    Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia.

    Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini pada 2017 lalu. Tentu saja terdapat banyak beberapa perbedaan yang merupakan poin penting jika dibandingkan dengan jadwal 2017 lalu. Apa saja perbedaannya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini supaya Sahabat siap ketika akan mengimunisasi anak.

    jadwal terbaru imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi bayi 2020, jadwal imunisasi anak dan bayi terbaru 2020

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Poin-poin penting dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020

    Ada 15 Jenis Imunisasi Wajib

    Pada jadwal imunisasi 2017, IDAI merekomendasikan sebanyak 16 imunisasi wajib untuk anak. Namun pada jadwal terbaru 2020 ini IDAI hanya merekomendasikan 15 imunisasi wajib. Hal itu karena ada pemberian vaksin yang digabung menjadi satu, yaitu MR dan MMR.

    Pemberiannya mulai umur 9 bulan adalah diberikan vaksin MR terlebih dahulu. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan diberikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun diberikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR ke Rumah

    Perubahan pada Pemberian Vaksin Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B terutama yang monovalen sangat penting diberikan pada bayi segera setelah lahir supaya tidak terkena virus Hepatitis B.

    Pada jadwal 2017, pemberiannya dilakukan 12 jam setelah lahir, pada jadwal imunisasi 2020 ini pemberiannya harus segera sebelum 24 jam, dan didahului dengan penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.

    Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram untuk pemberiannya sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif, dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

    Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif segera diberikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, yaitu maksimal 7 hari setelah lahir.

    Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. Untuk rekomendasi pemberian pada jadwal imunisasi 2020 adalah sampai 5 kali yaitu hingga anak berusia 18 bulan dari yang hanya pada 4 kali pada jadwal 2017.

    Pemberian Vaksin BCG Sampai Anak Berusia 2 Bulan

    Pada jadwal terbaru Imunisasi Anak 2020 ini untuk vaksin BCG orang tua diberikan keleluasaan melakukan vaksinasi maksimal sampai anak berusia 2 bulan.

    Keleluasaan ini melengkapi rekomendasi terbaik pemberian vaksin BCG segera setelah bayi lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif.

    Apabila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Pemberian Vaksin DTP Sampai Umur 18 Tahun

    Pada jadwal imunisasi 2017, pemberian vaksin DTP untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

    Pada jadwal imunisasi 2020 suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan untuk perlindungan jangka panjang.

    Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia dari 5 hingga 7 tahun. Kemudian pada umur 7 tahun atau lebih diberikan vaksin Td atau Tdap yang berlanjut pada umur 10 hingga 18 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pemberian Vaksin PCV pada Usia 12-15 Bulan untuk Imunisasi Keempat

    Vaksin PCV atau Pnemukokus yang pada jadwal 2017 hanya direkomendasikan pada saat anak berusia 15 hingga 18 bulan, pada jadwal terbaru diberikan pada usia 12 hingga 15 tahun untuk imunisasi keempat.

    Rekomendasi ini menambahkan rekomendasi sebelumnya untuk mengimunisasi anak dengan PCV sebanyak 3 kali masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

    Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan jaraknya adalah 2 bulan dari dosis sebelumnya.

    Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 cukup 1 kali.

    Vaksin Influenza Wajib Diberikan pada Saat Anak Mulai 6 Bulan

    Vaksin influenza wajib diberikan pada saat anak berusia mulai 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

    Pada anak umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama diberikan 1 dosis hingga 18 tahun agar memberikan perlindungan maksimal setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Vaksin Varisela Diberikan 1 Kali pada Saat Anak Berusia 12-18 Bulan

    Pada jadwal terbaru imunisasi anak 2020 vaksin varisela untuk mencegah penyakit cacar air diberikan 1 kali saat anak berusia dari 12 bulan hingga 18 bulan.

    Hal ini tentu berbeda pada jadwal sebelumnya yang mengharuskan pemberian  sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan. Kemudian pada umur 1-12 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan jarak 4 sampai 6 minggu.

    Vaksin Hepatitis A Mulai Diberikan Pada Anak Usia 12-24 bulan

    Di jadwal imunisasi anak terbaru 2020 vaksin Hepatitis A mulai diberikan pada saat anak berusia 12 bulan hingga 24 bulan. Hal ini tentu berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A menunggu sampai anak berusia 24 bulan. Pemberiannya sebanyak 1 dosis saja. Untuk 2 dosis dimulai saat umur 1 tahun.

    Pemberian Vaksin Tifoid Wajib Saat Anak Berusia 24 Bulan

    Vaksin Tifoid yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit tifus pada jadwal terbaru wajib diberikan pada saat anak berusia 24 bulan.

    Hal ini berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian dari saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun. Setelah pemberian di usia 24 bulan, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali saat anak berusia 5 tahun.

    Pemberian Vaksin HPV Sebanyak 2 Kali

    Pada jadwal terbaru vaksin HPV yang diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks diberikan sebanyak 2 kali dari usia 9 hingga 14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalen).

    Vaksin Dengue untuk Anak Umur 9-16 Tahun

    Vaksin dengue untuk mencegah terkena penyakit demam berdarah diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan pernah mempunyai dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-positif.

    Vaksin Japanese Encephalitis untuk Anak Usia 9 Bulan di Daerah Endemis

    Vaksin Japanese Encephalitis atau JE wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

    Untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin dapat diberikan booster saat anak berusia 1 tahun hingga 2 tahun setelah suntikan pertama.

    Vaksin JE diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik Barat.

    Catch-Up Immunization Pada Jadwal Baru

    Selain perubahan dalam jadwal imunisasi anak 2020 itu juga terdapat istilah baru, yaitu catch-up immunization. Istilah untuk merujuk pada mengejar imunisasi anak yang belum dilakukan sama sekali atau terpenuhi, yang seharusnya sudah dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun atau paling maksimal saat masuk sekolah. Imunisasi yang biasanya belum dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada adalah DPT, Influenza, dan Pneumonia.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Cara Sukses Berikan Vaksin Lengkap pada Anak

    Memberikan vaksinasi dan imunisasi lengkap pada anak tentu merupakan dambaan dan keharusan bagi orang tua supaya anak tidak gampang terkena sakit serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut ini adalah cara suksesnya:

    Gunakan Satu Buku Kesehatan atau KMS

    Fungsi KMS atau kartu menuju sehat yang diberikan oleh pihak rumah sakit atau puskesmas adalah untuk sebagai pencatat dan pengingat bagi Sahabat Sehat kala akan mengimunisasi anak untuk mengetahui imunisasi apa saja dan yang belum diberikan.

    KMS biasanya diberikan segera setelah bayi lahir dan diberikan vaksin Hepatitis B. Gunakanlah KMS yang sama karena hal itu juga berguna untuk mengontrol kesehatan bayi, obat-obatan yang pernah diberikan, hingga perawatan yang pernah dilakukan. Hal ini juga akan memudahkan dokter yang memeriksa walaupun dokternya berganti-ganti.

    Gunakan Trik Hemat Biaya

    Beberapa imunisasi dasar yang wajib memang diberikan secara gratis karena masuk ke dalam subsidi pemerintah, tetapi imunisasi lainnya  tidak ditanggung pemerintah.

    Sehingga Sahabat hendaknya mempersiapkan biaya imunisasi tambahan ini. Alangkah baiknya jika biaya tersebut disimpan sebagai dana untuk imunisasi yang tidak ditanggung seperti Flu, Rotavirus, dan Pneumokokus.

    Memprediksi Efek Samping

    Efek samping dapat terjadi pasca penyuntikan. Beberapa vaksinasi dapat menyebabkan demam atau bengkak di daerah bekas suntikan. Sahabat dapat menanyakan kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek yang terjadi.

    Anak dalam Kondisi Sehat

    Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat karena hal itu akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja melawan penyakit secara maksimal. Apabila keadaan sebaliknya akan membuat kerja tidak maksimal dan imunisasi malah memperparah kondisi tersebut.

    Gali Informasi dari Sumber Terpercaya

    Selalu untuk mencari informasi seputar imunusasi anak selain dari dokter atau situs resmi IDAI terutama jika berkaitan dengan isu-isu vaksin dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi dan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

    Cara Imunisasi Anak dengan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 memang membuat jadwal imunisasi anak menjadi berantakan karena ketakutan para orang tua akan tertular virus yang juga dapat menulari anak mereka.

    Hal tersebut berdampak pada sedikitnya kunjungan vaksinasi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tertentu seperti puskesmas dan rumah sakit.

    Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi mengingat imunisasi anak itu wajib sekali terutama untuk tumbuh-kembang mereka. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

    • Dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan melakukan protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak
    • Lakukan di ruangan terpisah yang sudah disemprotkan desinfektan secara rutin saat di fasyankes
    • Mencatat waktu kunjungan ke fasyankes
    • Dilakukan di rumah pribadi dokter
    • Dilakukan di rumah

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Itulah mengenai jadwal terbaru imunisasi anak 2020 yang sudah bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan imunisasi terutama di masa pandemi Covid-19.

    Apabila Sahabat menginginkan layanan imunisasi anak yang aman, nyaman, dan berkualitas dengan di rumah saja supaya terhindar dari Covid-19, Sahabat bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat.

    Sahabat cukup mengakses via website atau aplikasi lalu pilih kategori Imunisasi Anak. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. IDAI. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Lengkap dengan Penjelasan 15 Vaksin Anak 0-18 Tahun [Internet]. kumparan. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/jadwal-imunisasi-idai-2020-lengkap-dengan-penjelasan-15-vaksin-anak-0-18-tahun-1unPj8bpc08/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312175517_Jadwal_Imunisasi_Rekomenda
    4. Jadwal Imunisasi Anak di 2020 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191224121128-255-459589/jadwal-imunisasi-anak-di-2020
    5. Anwar F. 8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5074488/8-protokol-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona
    6. Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/imunisasi-anak-di-masa-pandemi
    7. [Internet]. Covid19.idionline.org. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/15.IDAI-Imunisasipdf.pdf
    Read More
  • Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini! Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat […]

    Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

    menjaga reproduksi kesehatan wanita

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini!

    Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh yang mencakup fisik, mental, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat.

    Fungsi dari proses reproduksi sendiri bukanlah kondisi yang terbebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

    Tujuan Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Kesehatan Reproduksi yang menjamin setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan, dimana peraturan ini juga menjamin kesehatan perempuan dalam usia reproduksi sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas yang nantinya berdampak pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

    Berdasarkan peraturan diatas bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada perempuan termasuk kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi perempuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya yang pada akhirnya dapat membawa pada peningkatan kualitas hidupnya itu sendiri.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Dukungan yang dapat menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksi berupa pengadaan informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesehatan reproduksi secara optimal. Berikut tujuan utama menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya

    – Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.

    – Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dan anak-anaknya.

    Dampak Apabila Tidak Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjaga Kesehatan reproduksi adalah kebersihan di area intim, terutama saat menjelang datang bulan. Pada saat haid, kelembaban di area intim meningkat karena pembalut yang menampung darah. Wanita disarankan untuk sering mengganti pembalut, agar tidak terkena infeksi dan menjaga kebersihan diri.

    Adapun risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika tidak menjaga kesehatan alat reproduksi yaitu akan lebih rentan terkena infeksi atau peradangan, infeksi jamur yang memiliki gejala seperti gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tidak sedap bahkan keputihan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Cara Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berikut cara-cara untuk menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Menggunakan handuk yang lembut, kering, bersih, tidak berbau atau lembab untuk menjaga reproduksi wanita

    – Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat

    – Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari

    – Sesudah buang air kecil, bersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang. Hal ini berfungsi agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk kedalam organ reproduksi.

    Oleh sebab itu, setiap wanita wajib bertanggung jawab menjaga kesehatan reproduksinya sendiri dengan menerapkan perilaku yang sehat setiap harinya.

    Sistem reproduksi yang sehat menjadi salah satu keharusan bagi wanita, terlebih lagi mereka menginginkan kesuburan ada dirinya. Makan, minum, olahraga, dan menjaga metabolisme tubuh memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tersebut.

    Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

    Nah, sahabat ada beberapa tips bagi Anda untuk menjaga kesehatan reproduksi, antara lain:

    – Menjaga Berat Badan

    Menjaga berat badan merupakan hal sangat penting, terlebih lagi jika ingin merencanakan kehamilan. Bila memiliki berat badan yang berlebihan, maka tubuh tidak menghasilkan cukup estrogen dan sistem reproduksi akan terganggu.

    – Tidak merokok

    Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, baik pria maupun wanita. Ketika kalian merokok, dapat merusak perkembangan estrogen dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan sel telur yang terdapat dalam tubuh akan mengalami kelainan genetik.

    – Berhubungan seks yang aman

    Para ahli menyatakan, penyakit menular yang diakibatkan melalui seksual dapat membuat organ reproduksi tidak subur. Oleh karena itu, penting untuk melakukan seks dengan aman. Jangan berganti pasangan untuk melakukan hubungan seks.

    – Pola hidup sehat

    Makan makanan yang sehat, olahraga teratur dan manajemen stres akan membuat sistem reproduksi tetap sehat dan sistem tubuh dalam kondisi baik.

    Baca Juga: Healthy Sexual Life in Women

    Jadi, Sahabat Sehat sudah paham kan akan pentingnya menjaga reproduksi kesehatan wanita? Kalau sudah paham, mari lebih menjaga reproduksi kesehatan yuk, agar tubuh ini menjadi lebih sehat dan bebas dari penyakit.

    Supaya kesehatan reproduksi terjaga terutama dari virus HPV, yuk Sahabat mari vaksinasi HPV di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Republika Online. 2021. 4 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita |Republika Online. [online] Available at: <https://republika.co.id/berita/nsw4v7359/4-cara-menjaga-kesehatan-reproduksi-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    2. bantulkab.go.id. 2021. Kesehatan Reproduksi Remaja – DPPKBPMD Bantul. [online] Available at: <https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/kesehatan-reproduksi-remaja/> [Accessed 29 January 2021].
    3. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. [online] Available at: <https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-menjaga-kebersihan-alat-reproduksi> [Accessed 29 January 2021].
    4. [online] Available at: <http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kespro-dan-KB-Komprehensi.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari. Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya. Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter. […]

    Waspada, Mitos Kesehatan Wanita yang Berbahaya!

    Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari.

    Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya.

    Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter.

    mitos kesehatan wanita

    Baca Juga: Hubungan antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Banyak sekali mitos yang beredar terkait kesehatan pada wanita. Jadi, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya dengan informasi tentang kesehatan wanita sebelum tahu informasi yang sebenar-benarnya. Yuk, sekarang kita bahas beberapa mitos yang harus diketahui.

    1. Gairah seksual wanita akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia

    Terkait menopause atau berhentinya menstruasi pada wanita akibatnya menurun hormon estrogen mungkin membuat gairah seks pada wanita juga menurun.

    Tetapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan menghilangnya gairah seks pada wanita. Karena menurut sebagian besar responden perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun justru tetap bisa melakukan hubungan seks beberapa kali dalam sebulan.

    2. Air kencing wanita lebih sedikit daripada pria

    Pada umumnya, wanita sering sekali ke toilet untuk buang air kecil dalam jeda waktu yang dekat. Akan tetapi, pria jarang sekali ke toilet untuk buang air kecil, namun bukan berarti air kencing wanita lebih sedikt dari pria. Hanya saja yang membedakan adalah jeda waktunya dan pastinya tergantung dengan apa yang mereka minum.

    3. Berbahaya jika sering berolahraga

    Setiap tubuh memiliki kondisi kesehatan fisik yang berbeda, artinya setiap orang juga memiliki pola hidup yang berbeda-beda. Mengenai apakah seseorang membutuhkan olahraga yang intens atau secukupnya saja, tergantung pada kondisi kebutuhan fisik masing-masing orang.

    Jadi, wanita boleh-boleh saja jika ingin melakukan olahraga yang intens seperti atlet. Namun, pada wanita yang sedang menstruasi memang disarankan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas berat, karena bisa menyebabkan kram perut sehingga menstruasi semakin berat atau bahkan mengganggu siklus menstruasi.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    4. Tidak akan hamil saat menstruasi

    Banyak sekali pasangan yang gagal mencegah kehamilan dengan sistem kontrasepsi kalendar. Mengapa? Karena sperma sebenarnya akan bertahan di dalam organ reproduksi wanita selama satu minggu.

    Nah, sperma yang sabar menanti akan sangat besar kemungkinannya untuk membuahi sel telur yang sudah matang sehingga tetap bisa terjadi kehamilan meskipun sedang menstruasi.

    5. Dokter bisa mengetahui wanita yang tidak perawan

    Dokter tidak bisa mengetahui secara kasat mata, mana wanita yang sudah tidak perawan atau masih perawan. Namun, dengan perubahan fisik wanita yang sudah pernah melahirkan atau mempunyai anak, dokter bisa lebih mudah untuk membedakannya dengan wanita yang belum pernah melahirkan.

    6. Wanita yang mempunyai kerabat dekat atau tinggal bersama punya jadwal menstruasi yang sama

    Banyak sekali yang percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa jika wanita sering tinggal bersama dengan teman wanita lainnya akan memiliki jadwal menstruasi yang hamper serupa.

    Nah, awalnya berdasarkan penelitian dari ahli psikologi menunjukkan bahwa hal ini adalah benar. Namun, setelah dipelajari lebih detail lagi, ternyata ada keselahan dalam statisnya, sehingga bisa dikatakan mitos ini tidak benar.

    7. Ejakulasi di luar tidak akan menyebabkan hamil

    Siapa bilang ejakulasi di luar tidak bisa menyebabkan hamil? Kesalahan paling besar adalah ketika percaya dengan mitos satu ini. Saat berhubungan seksual, pria mengeluarkan sejumlah cairan yang disebut dengan pre-ejakulat yang berfungsi sebagai pelumas.

    Nah, cairan ini meskipun jumlahnya sedikit namun didalamnya tetap mengandung sperma. Jadi, saat penis penetrasi di dalam vagina dan cairan tersebut keluar bisa tetap menyebabkan kehamilan, walaupun penis ditarik keluar sebelum ejakulasi.

    8. Wanita yang baru pertama kalinya berhubungan seks tidak akan hamil

    Saat wanita sudah mendapat menstruasi, kapanpun hubungan seks dilakukan, sel telur dalam organ reproduksinya akan selalu siap untuk dibuahi. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan mitos seperti ini. Karena bahkan pada wanita yang usianya masih sangat muda justru lebih subur dan cepat untuk memperoleh kehamilan dibandingkan dengan wanita yang sudah berumur.

    Apalagi jika melakukan hubungan seks di masa masa setelah selesai menstruasi, kemungkinan untuk memperoleh kehamilannya akan lebih besar. Jadi, tetap harus waspada dan jangan sesekali melakukan hubungan seks diluar status menikah ya.

    9. Mengonsumsi pil KB tidak akan terkena penyakit menular seksual

    Manfaat dari penggunaan pil KB adalah untuk menunda kehamilan, dan akan efektif selama dikonsumsi secara teratur. Jenis kontrasepsi ini tidak dapat mencegah penyakit menular seksual. Jadi, jika melakukan hubungan seksual berisiko dan ingin terhindar dari penyakit menular seksual, sebaiknya tetap gunakan kondom ya.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin bagi Kesehatan

    Setelah membaca fakta yang telah dipaparkan terhadap mitos yang beredar di masyarakat dapat disimpulkan bahwa penting untuk selalu menyaring informasi yang diterima, apalagi jika terkait dengan kesehatan wanita.

    Usahakan untuk tidak hanya membaca dari satu sumber informasi saja, dan coba konfirmasi informasi tersebut secara langsung ke dokter agar lebih terjamin validitasnya.

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan wanita dan produk-produk kesehatan yang terkait seperti vaksinasi HPV Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. Sulaeman S. Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3878362/hai-wanita-saatnya-kamu-berhenti-percaya-pada-mitos-kesehatan-ini
    2. Utama H, Sehat H, Diketahui 8. 8 Mitos Kesehatan Wanita yang Perlu Diketahui [Internet]. @CekAja. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.cekaja.com/info/terungkapnya-8-mitos-tentang-kesehatan-wanita
    3. Media K. 5 Mitos Kesehatan Wanita [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/12/19/10455433/5.Mitos.Kesehatan.Wanita
    4. Media K. Mitos dan Fakta Reproduksi, Hati-hati Keliru [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/10/06/12283222/mitos.dan.fakta.reproduksi.hati-hati.keliru
    Read More
  • Penyakit kritis merupakan suatu kondisi penyakit dengan tingkat mortalitas atau kematian yang tinggi, atau mengancam jiwa. Berdasarkan penelitian, telah dibuktikan bawah perempuan lebih rentan terkena beberapa penyakit kritis tertentu. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Salah satu contoh penyakit kritis adalah penyakit ginjal. Menurut Riskesdas 2013, penderita penyakit ginjal 60% adalah kaum perempuan dan […]

    Alasan Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Kritis

    Penyakit kritis merupakan suatu kondisi penyakit dengan tingkat mortalitas atau kematian yang tinggi, atau mengancam jiwa. Berdasarkan penelitian, telah dibuktikan bawah perempuan lebih rentan terkena beberapa penyakit kritis tertentu.

    rentan terkena penyakit kritis

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Salah satu contoh penyakit kritis adalah penyakit ginjal. Menurut Riskesdas 2013, penderita penyakit ginjal 60% adalah kaum perempuan dan 40% sisanya barulah kaum laki-laki. Di seluruh dunia, terdapat 195 juta perempuan yang mengidap penyakit ginjal kronis pada setiap tahunnya dan 600.000 perempuan meninggal akibat penyakit kronis ini.

    Terdapat beberapa faktor yang membuat perempuan rentan terkena penyakit kritis, antara lain:

    Kehamilan

    Salah satu faktor yang membuat perempuan rentan terkena penyakit kritis adalah kehamilan. Seperti contohnya, kehamilan yang disertai oleh komplikasi preeklamsia dapat berujung pada penyakit ginjal kronis. Dan sebaliknya, penyakit ginjal kronis juga bisa berisiko menimbulkan preeklamsia.

    Infeksi saluran kemih, lupus, dan kanker serviks

    Rasio penderita penyakit tersebut perbandingannya antara perempuan dan laki-laki adalah 9 : 1. Dari perbandingan tersebut, bisa dilihat resiko perempuan terhadap penyakit ginjal kronis yang diakibatkan oleh penyakit lain adalah sangat rentan.

    Kondisi biologis dan fisiologis perempuan dan pria berbeda

    Karena kondisi biologis dan fisiologis perempuan dan pria berbeda, akibatnya ada beberapa kondisi kesehatan yang lebih mempengaruhi perempuan dibanding pria.

    Antara lain, gangguan pola makan atau hormonal. Hal yang sama juga terjadi pada penyakit autoimun yang lebih umum menyerang wanita disbanding pria, seperti penyakit lupus. 9 dari 10 wanita yang terkena penyakit lupus adalah perempuan.

    Penyakit yang lebih sering menyerang perempuan:

    Multipel Sklerosis (MS)

    Penyakit MS merupakan penyakit yang gangguan pada sistem saraf pusat. Multiple Sclerosis Society melaporkan, MS saat ini diderita oleh 2 juta orang di dunia. Angka tersebut bisa dua sampai tiga kali lebih rentan terkena pada perempuan disbanding pria.

    Beberapa dokter juga mengklasifikasikan MS sebagai penyakit autoimun. Hal ini dikarenakan tidak adanya penyebab khusus yang terindentifikasi. Kebanyakan orang yang mengalami gejala MS pertama adalah saat berusia 20 sampai 40 tahu. Gejala MS juga bervariasi, mulai dari kelumpuhan sampai hilangnya penglihatan.

    Pengobatan dari penyakit yang lebih rentan menyerang perempuan ini adalah hanya berfungsi mengurangi gejala yang timbul, karena belum ada obat yang jelas untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

    Lupus

    Penyakit lupus juga merupakan penyakit autoimun yang lebih rentan menyerang perempuan. Penyakit ini memicu kekerasan pada kulit, sendi, dan juga organ. Gejala dari penyakit lupus sendiri sangat banyak, namun kebanyakan pasien mengalami gejala sangat lelah, sakit kepala, rambut rontok, dan persendian bengkak.

    Berdasarkan data Lupus Foundation of America, 90% penderita lupus adalah wanita. Namun, penyakit ini jarang bisa didiagnosa di awal, sehingga penderita yang biasanya sudah terkena dampaknya untuk waktu yang lama.

    Sindrom kelelahan kronis

    Sindrom ini merupakan sesuatu yang bisa dibilang kompleks. Kondisi kelelahan ini tidak bisa hilang hanya dengan beristirahat.

    Ada gejala lain yang mengikuti dari sindrom ini, antara lain nyeri otot, kurangnya daya ingat, serta insomnia. Bahkan, saat melakukan kegiatan ringan, seperti berpakaian, mandi, atau berpikir, bisa menyebabkan seseorang sangat kelelahan.

    Depresi

    Para ahli yakin bahwa depresi menyerang perempuan dua kali lebih banyak dibandingkan lelaki. Alasan biologis yang menjadi penyebab utamanya.

    Seperti pada saat menstruasi, melahirkan, dan menopause, perempuan biasanya mengalami fluktuasi hormone yang mempengaruhi mood.

    Baca Juga: Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Dan menurut Psychology Today, perempuan lebih sering merenung dibandingkan lelaki. Hal tersebut kemudian diduga dapat memicu depresi, apalagi perempuan biasa lebih cenderung memiliki umur yang panjang sehingga lebih merasa kesepian dan berujung depresi.

    Celiac

    Berdasarkan National Foundation for Celiac Awareness, 60 sampai 70 persen penderita celiac adalah perempuan. Celiac disease merupakan reaksi negative yang diberikan oleh tubuh, karena tidak bisa mencerna gluten protein yang terdapat dalam tepung atau juga gandum.

    Pada umumnya, perempuan yang memiliki penyakit celiac disease baru didiagnosa saat berusia 45 tahun. Dan diagnose celiac disease memerlukan waktu selama 10 tahun, yang berarti perempuan sudah mengalami gangguan reproduksi beberapa tahun sebelumnya.

    Irritable Bowel Syndrome (IBS)

    IBS adalah gangguan yang terjadi pada usus besar dan mempengaruhi usus secara keseluruhan. IBS sendiri dapat menyebabkan perut menjadi sakit, kembung, diare, dan konstipasi paling sedikit selama tiga bulan.

    Sebanyak 65% pasien dari IB adalah perempuan, namun alasan perempuan rentan terkena penyakin ini belum juga diketahui,. Gejala ini semakin parah apabila sedang dalam periode menstruasi.

    Infeksi penyakit seksual

    Di Amerika sendiri, kasus infeksi seksual setiap tahunnya mencapai 19 juta kasus. Dan perempuan lebih sering tertular serta mengalami sebab yang serius dibandingkan lelaki.

    Sebabnya adalah kulit vagina dari perempuan lebih halus dibandingkan penis. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa perempuan lebih rentan terkena penyakit ini, karena virus dan bakteri jadi lebih mudah masuk.

    Baca Juga: Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

    Nah, Sahabat Sehat sudah paham kan alasan perempuan lebih rentan terkena penyakit? Maka dari itu, mari sama-sama menjaga kesehatan. Mulai sekarang, berperilaku dan mulailah hidup sehat agar tidak rentan terkena penyakit.

    Bahkan jangan segan untuk periksa dan kontrol ke dokter apabila sudah ada gejala tentang tubuh yang sudah memberikan sinyal tidak enak. Karena, bagaimana pun untuk mengetahui sebuah penyakit harus diserahkan kembali kepada ahlinya.

    Untuk pemeriksaan kesehatan penyakit kritis ini, Sahabat bisa melakukan salah satu pencegahannya dengan vaksinasi HPV di Prosehat untuk melindungi diri dari kanker serviks, dan tersedia layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Eprints.umpo.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://eprints.umpo.ac.id/1262/1/Artikel%20Jurnal%20Florence%20Vol%20VII%202014.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    2. Eprints.undip.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://eprints.undip.ac.id/44025/3/Kwa_Angela_G2A009110_BAB_2KTI.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Perempuan Rentan Terserang Penyakit Ginjal Kronis, Kenapa Begitu?. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://sains.kompas.com/read/2018/03/10/163400723/perempuan-rentan-terserang-penyakit-ginjal-kronis-kenapa-begitu-> [Accessed 11 March 2021].
    4. Media, K., 2021. 7 Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2013/08/07/1107224/7.Penyakit.yang.Lebih.Sering.Menyerang.Wanita?page=all> [Accessed 11 March 2021].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja