Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi hpv”

Showing 11–20 of 28 results

  • Disfungsi seksual wanita akan mempengaruhi kehidupan dan hubungannya dengan pasangan. Kenali, deteksi dan sadari di awal untuk mengatasinya dan melakukan perawatan secara intens. Ini adalah kondisi  seorang wanita sulit mengalami orgasme, kepuasan seksual, kurangnya gairah seksual, nyeri saat berhubungan intim, dan penyakit-penyakit lainnya yang terkait dengan hubungan intim. Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual […]

    Penyebab, Gejala, Pengobatan,dan Terapi Disfungsi Seksual Wanita!

    Disfungsi seksual wanita akan mempengaruhi kehidupan dan hubungannya dengan pasangan. Kenali, deteksi dan sadari di awal untuk mengatasinya dan melakukan perawatan secara intens. Ini adalah kondisi  seorang wanita sulit mengalami orgasme, kepuasan seksual, kurangnya gairah seksual, nyeri saat berhubungan intim, dan penyakit-penyakit lainnya yang terkait dengan hubungan intim.

    disfungsi seksual wanita, disfungsi seksual perempuan

    Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual yang Harus Dihindari

    Banyak kasus wanita yang tidak mau memeriksakan diri ke ahli medis atau psikolog karena malu dan kurangnya kesadaran diri sendiri. Padahal jika Sahabat sadari penyakit disfungsi seksual bisa membahayakan hubungan dan mempengaruhi kehidupan. Biasanya penyebab gangguan disfungsi seksual pada wanita yaitu fisik, psikologis, hormonal, gaya hidupnya dan kualitas hubungannya dengan pasangan.

    Faktor-faktor penyebab disfungsi seksual pada wanita

    Fisik

    Secara fisik pemicu disfungsi seksual pada wanita yaitu memiliki penyakit seperti gangguan jantung, saraf, ginjal, gagal hati, gangguan pada kemih dan masalah nyeri-nyeri lainnya.

    Obat-obatan

    Mengonsumsi obat-obatan seperti obat antihistamin, obat tekanan darah, obat antidepresan, obat kemoterapi dapat menjadi pemicu mengurangnya gairah seksual dan menurunnya kemampuan untuk orgasme.

    Psikologis

    Masalah psikologis juga menjadi penyebab disfungsi seksual, wanita yang mengalami depresi, tingkat kecemasan yang tinggi, stress, kekhawatiran, masalah perkawinan dan trauma, menjadi pemicu mengalami disfungsi seksual.

    Pola hidup yang tidak sehat

    Pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu mengalami disfungsi seksual pada wanita, seperti merokok, jarang berolahraga, mengonsumsi obat-obatan, minum alkohol, pola makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi. 

    Kualitas hubungan dengan pasangan

    Kualitas hubungan dengan pasangan juga mempengaruhi, seperti kurangnya komunikasi, terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri sampai melupakan komunikasi atau kehangatan bersama pasangan, konflik yang tidak selesai, kondisi yang sedang buruk, faktor-faktor ini sangat mempengaruhi penurunan gairah seksual.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

    Faktor hormonal

    Faktor hormonal atau kondisi hormon yang tidak menentu menyebabkan disfungsi seksual wanita dan gairah seksualnya menurut seperti sedang mengandung/hamil, setelah melahirkan dan masa menyusui, karena berbagai kondisi tertentu yang mempengaruhi.

    Gangguan emosi

    Gangguan emosi dikarenakan banyak faktor seperti kelelahan, terlalu banyak pikiran, konflik yang tidak kunjung usai, akan berpengaruh besar terhadap disfungsi seksual.

    Kehilangan gairah seksual sampai tidak mencapai orgasme perlu untuk disadari dan patut dikhawatirkan, deteksi sejak dini gejala-gejala yang berkaitan dengan disfungsi seksual pada wanita.

    Gejala-gejala disfungsi seksual

    1. Tidak adanya gairah seks atau menurunnya gairah seksual
    2. Tidak bisa mempertahankan gairah seks saat berhubungan atau tidak sama sekali terangsang padahal ada keinginan untuk melakukan seks
    3. Tidak dapat mengalami orgasme selama berhubungan seks
    4. Merasakan nyeri atau kesakitan yang tidak wajar saat berhubungan intim

    Ketika Sahabat sudah merasakan beberapa gejala di atas, segera untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, untuk melakukan terapi atau pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.

    Namun, untuk berbagai pengobatan disfungsi wanita berbagai macam bervariasi dan tergantung kondisi dan penyebabnya mengapa disfungsi bisa terjadi.

    Sebagai informasi, beberapa pengobatan untuk disfungsi seksual pada wanita karena psikisnya adalah :

    Komunikasi

    Berbicara, mendengarkan dan terbuka pada pasangan apa yang sedang dirasakan dan apa yang sedang dialami, komunikasi adalah cara awal untuk meminta bantuan kepada pasangan agar pasangan dapat mengerti dan mencari solusi terbaik.

    Gaya hidup yang sehat

    Hentikan kebiasaan untuk merokok, minum obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol. Minuman beralkohol dapat menurunkan gairah seksual dan merokok dapat memperlambat aliran darah seksual dan menurunkan gairah seksual. Untuk itu, berolahraga penting secara teratur untuk meningkatkan stamina dan mood.

    Konsultasi

    Carilah konseling untuk menceritakan masalahmu mengenai masalah disfungsi seksual, biasanya konseling bisa membantumu mencarikan solusinya dengan cara yang sesuai.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Pelumas

    Pelumas sangat membantu dalam berhubungan seksual, apabila Sahabat mengalami nyeri atau kesakitan saat melakukan hubungan seksual.

    Produk Terkait: Jual Durex Play Lubricant

    Sedangkan disfungsi seksual pada wanita untuk pengobatan kondisi medis adalah :

    1. Berkonsultasi dengan dokter mengenai obat yang sedang dikonsumsi dan efek sampingnya terhadap apa yang Sahabat  alami mengenai disfungsi seksual.
    2. Maksimalkan pengobatan untuk depresi dan kecemasan
    3. Mengobati masalah tiroid dan hormonal lainnya
    4. Beralih dengan menggunakan obat-obatan herbal dan menghindari efek samping
    5. Coba strategikan dengan cara lain untuk mengurangi sakit dan nyeri lainnya

    Terapi

    Untuk masalah disfungsi seksual pada wanita dengan penyebab hormonal kemungkinan pengobatannya adalah terapi, beberapa jenis terapi yang harus anda ketahui sebelum melakukan, ada 2 jenis terapi yaitu :

    Terapi Estrogen

    Terapi estrogen ini dalam bentuk cincin, krim atau pelumas, bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah di vagina, meningkatkan nada dari elasitas vagina sehingga peningkatan pada pelumas di vagina maksimal.

    Terapi Androgen

    Androgen adalah hormon testosteron yang dimiliki pria, wanita hanya mempunyai hormon ini sedikit dan lebih rendah daripada laki-laki. Akan tetapi hormon ini dapat membantu meningkatkan gairah sesksual pada wanita yang memiliki disfungsi seksual. Terapi androgen ini masih kontroversial, namun ini sangat bermanfaat sekali bagi wanita yang menderita disfungsi seksual.

    Disfungsi seksual juga mempunyai solusi dalam pengobatan alternatif yang sangat aman dan membentuk gaya hidup yang sehat, beberapa di antara pengobatan alternatif adalah sebagai berikut :

    Yoga

    Selama melakukan yoga gerakan-gerakan postur tubuh dan latihan pernapasan agar tubuh lebih fleksibel dan pikiran merasa lebih tenang, yang bermanfaat untuk menyalurkan energi seksual dengan peningkatan psikologis secara keseluruhan.

    Akupunktur

    Akupunktur adalah jenis terapi yang diterapkan dengan penyisipan jarum tipis di area-area yang sudah ditargetkan pada tubuh, penyisipan ini bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada seksual, meningkatkan libido wanita dan gairah seksual wanita.

    Meditasi

    Meditasi dapat meningkatkan kesadaran seseorang, fokus dengan aktivitas yang sedang dijalani seperti aliran pernafasan yang diatur secara baik dan teratur. Peningkatan kesadaran dapat mengurangi personal distress dan meningkatkan respons gairah seksual.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin bagi Kesehatan

    Itulah mengenai disfungsi seksual wanita. Bagi Sahabat Sehat yang juga ingin tetap menjaga fungsi seksual dengan baik dan terhindar dari virus HPV penyebab kanker serviks, yuk segera vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. 5 Faktor Penyebab Disfungsi Seksual pada Wanita [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191202160558-255-453429/5-faktor-penyebab-disfungsi-seksual-pada-wanita
    2. Saat Wanita Alami Disfungsi Seksual [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/697157/saat-wanita-alami-disfungsi-seksual
    3. Wajib Tahu, 3 Penyebab Disfungsi Seksual pada Wanita [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3933782/wajib-tahu-3-penyebab-disfungsi-seksual-pada-wanita#
    Read More
  • Pemeriksaan rutin atau medical check up untuk perempuan sangat perlu dilakukan mulai dari usia 18 tahun hingga 39 tahun, jenis pemeriksaan rutinnya adalah yang berlainan dan tergantung dengan usianya. Di sisi lain faktor usia, lingkungan, kegiatan, pola hidup, riwayat medis, dan keluarganya juga menjadi faktor seberapa sering kita harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Reproduksi […]

    Jenis-jenis Tes Kesehatan untuk Perempuan yang Wajib Dilakukan Apa Saja?

    Pemeriksaan rutin atau medical check up untuk perempuan sangat perlu dilakukan mulai dari usia 18 tahun hingga 39 tahun, jenis pemeriksaan rutinnya adalah yang berlainan dan tergantung dengan usianya. Di sisi lain faktor usia, lingkungan, kegiatan, pola hidup, riwayat medis, dan keluarganya juga menjadi faktor seberapa sering kita harus melakukan pemeriksaan kesehatan.

    tes kesehatan untuk perempuan, tes kesehatan untuk wanita

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Sekalipun tubuh sudah terkait penyakit alangkah baiknya kita mengetahui sejak dini dan lebih baik mencegah daripada mengobati, perawatan dan pencegahan lebih dini solusi yang terbaik daripada harus menjalani pengobatan ketika tubuh sudah merasakan gejala parah yang mengakibatkan fatal. Pencegahan dan perawatan sejak dini adalah mendeteksi kesehatan tubuh kita dengan cara rutin dalam melakukan pemeriksaan tubuh.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Beberapa hal yang harus perempuan perhatikan untuk pemeriksaan rutin, yaitu:

    Ultrasonography (USG) 

    USG Perut untuk mendeteksi segala hal penyakit yang berkaitan dengan kehamilan. Sahabat bisa mengetahui apakah penyakit tersebut ada atau tidak dan amankah untuk janin.

    Penyakit yang dideteksi untuk USG perut misalnya seperti masalah kesehatan sistem empedu, sistem perkemihan, sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), usus buntu serta pembesaran kelenjar getah bening.

    Test pap smear

    Bagi perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual secara aktif atau mempunyai keluarga yang punya riwayat penyakit HPV atau kanker rahim, perlu sekali untuk melakukan pemeriksaan upaya mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Tes Pap Smear?

    Pemeriksaan pap smear meliputi pemeriksaan panggul, sehingga anda bisa mendapatkan pemeriksaan vulva, vagina dan mulut rahim. dan bagi seseorang yang keluarganya mempunyai riwayat penyakit HPV atau kanker rahim, sangat wajib untuk mengikuti saran dokter untuk pemeriksaan berikutnya.

    Pemeriksaan payudara atau mamogram

    Mamogram adalah jenis pemeriksaan khusus untuk kanker payudara, sebagian perempuan di dunia banyak sekali yang menderita kanker payudara. Disarankan sejak dini perempuan harus melakukan mamogram, setidaknya 1-3 tahun lebih awal pemeriksaan.

    Dokter akan mengetahui walaupun tubuh belum memilki gejala, benjolan atau keluhan apapun. Cara pemeriksaannya adalah dengan menggunakan sinar X dengan menggunakan alat ini, dokter akan bisa mendiagnosis lewat hasil screening tersebut.

    Pemeriksaan TORCH

    TORCH adalah singkatan dari toxoplamosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes simplex virus. Ibu hamil dan ibu yang sedang merencanakan kehamilan wajib untuk pemeriksaan TORCH untuk mendeteksi apakah ibu mengalami infeksi TORCH di dalam tubuh atau tidak.

    Infeksi TORCH sangat berbahaya untuk ibu hamil dapat menyebabkan kondisi bayi lahir dengan kondisi kurang sempurna (cacat) dan dapat menyebabkan kematian. Bagi ibu yang belum hamil, idealnya pemeriksaan ini dilakukan 6 bulan sebelum merencanakan kehamilan, sedangkan bagi ibu hamil, awal kehamilan atau trimester awal bisa dilakukan pemeriksaan dini.

    Pemeriksaan tiroid

    Lakukan pengecekan tiroid, karena tiroid yang tidak aktif menyebabkan mudahnya kenaikan berat badan, sedangkan tiroid yang aktif mengindikasi tubuh menjadi autoimun (imunitas tubuh menyerang sel yang sehat alih-alih menyerang penyakit).

    Pemeriksaan tiroid bisa dilakukan saat berusia 35 tahun atau bisa sebelumnya. Jika Sahabat sudah merasakan gejala seperti perubahan mood, berat badan, susah tidur dan kadar kolesterol segeralah untuk melakukan pemeriksaannya ke dokter.

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Pemeriksan infeksi menular seksual

    Pada perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual secara aktif dan mempunyai risiko tinggi, diwajibkan sekali untuk pemeriksaan infeksi menular seksual upaya mendeteksi adanya penyakit gonorrhea, sifilis, trichomoniasis dan penyakit menular seksual lainnya.

    Cek tekanan darah

    Cek tekanan darah merupakan pemeriksaan rutin yang harus dilakukan minimal 2 tahun sekali, biasanya tekanan darah tinggi mengindikasi penyakit jantung, gagal ginjal, atau stroke.

    Untuk pemeriksaan tekanan darah bisa dilakukan dalam segala usia, apabila anda mempunyai tekanan darah tinggi, biasanya dokter akan menyuruh Sahabat untuk selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah selama 6 bulan sekali untuk tetap menjaga kestabilan tekanan darah dan dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Biasanya idealnya tekanan darah wanita adalah 120/80 mmHg

    Cek kolesterol

    Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan risiko terkena serangan jantung, pemeriksaan kolesterol ini dilakukan melalui test darah. Apalagi jika keluarga Sahabat mempunyai penyakit jantung, segeralah untuk meminta cek kolesterol dokter dengan menggunakan lipoprotein subfraction karena test ini lebih sensitif dan detail sehingga partikel-partikel yang ada di dalam kolesterol lebih terlihat. Cek kolesterol bisa dimulai dari usia 20 tahun.

    Pemeriksaan mata dan penglihatan

    Semakin menua, perempuan lebih berisiko tinggi memiliki gangguan kesehatan mata yaitu deregenarasi makular atau menurunnya fungsi retina mata yang menyebabkan turunnya ketajaman mata dalam pengelihatan. Dengan ini, sangat diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan mata sekaligus pengelihatan secara rutin seperti pemeriksaan deregenerasi makular, retinopati, dan penyakit mata lainnya.

    Pemeriksaan diabetes

    Banyak sekali perempuan yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit diabetes, tidak terkecuali ibu hamil dan dapat membahayakan ibu dan janin, walaupun akan ada kemungkinan setelah melahirkan penyakit diabetes akan pergi.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Namun, diabetes tipe yang lainnya, melainkan kadar metabolik yang mempunyai kadar glukosa yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin akibat rusaknya pankreas. Gejala diabetes adalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, faktor keturunan dan faktor-faktor lainnya, segerakan untuk melakukan pemeriksaan secara detail.

    Pemeriksaan kepadatan tulang

    Sebagian besar perempuan mengalami penurunan padatnya tulang setelah menopause, ini terjadi ketika menurunnya kadar estrogen. Penduduk dunia paling banyak menderita osteoporosis, osteoporsis turun terjadi ketika mineral air di dalam tulang luruh dari tulang. Sehingga mudah sekali membuat tulang menjadi ringkih dan rapuh.

    Itulah mengenai tes kesehatan perempuan yang wajib dilakukan supaya mereka terhindar dari penyakit. Buat Sahabat Sehat yang ingin melindungi diri dari kanker serviks yang ditimbulkan oleh virus HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Sulaeman S. 10 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Wanita [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3787537/10-tes-kesehatan-yang-wajib-dilakukan-wanita
    2. Sharin D, Sharin D. 11 Tes Kesehatan untuk Perempuan yang Penting Dilakukan [Internet]. Love Life. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/11-tes-kesehatan-yang-penting-dilakukan-untuk-perempuan/
    3. Daftar Jenis Cek Kesehatan Rutin Bagi Perempuan Usia 18-39 Tahun – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tirto.id/daftar-jenis-cek-kesehatan-rutin-bagi-perempuan-usia-18-39-tahun-eAeg
    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah […]

    Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Namun, mengadakan pesta pernikahan di tengah pandemi tentunya berbeda dan membutuhkan banyak persiapan khusus, selain persiapan fisik dan mental. Lalu, seperti apa persiapannya? Yuk, Sahabat Sehat yang ingin menikah silakan simak poin-poin di bawah ini!

    menikah di tengah corona, persiapan menikah di tengah corona

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Persiapan Menikah di Tengah Pandemi Corona

    Periksa Kembali Daftar Tamu dengan Teliti

    Pandemi Corona memang membuat aktivitas di luar rumah dan semua hal yang berhubungan dengan keramaian serba dibatasi. Hal ini tentu saja membuat orang-orang tidak bisa bepergian dengan bebas, termasuk ke pesta pernikahan. Pembatasan mobilitas ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara masif.

    Ketika Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan di masa pandemi, hendaknya Sobat melihat kembali daftar para tamu yang akan diundang secara teliti. Usahakan jangan mengundang terlalu banyak tamu dan hanya mengudang beberapa orang terdekat saja, termasuk keluarga. Selain itu, jangan memaksakan orang-orang yang berhalangan hadir untuk datang karena Sahabat mungkin tidak tahu apakah mereka rentan terkena virus atau tidak.

    Tetap Jalin Komunikasi dengan Vendor Pernikahan

    Apabila Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan dalam gedung dan memakai jasa vendor, sebaiknya Sahabat menjalin komunikasi dengan vendor untuk mengantisipasi dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi. Komunikasikan hal apa saja yang harus dilakukan jika Sahabat tetap berniat mengadakan pesta pernikahan.

    Yang perlu diperhatikan juga adalah pilihlah vendor yang ramah, kooperatif, dan sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan pesta pernikahan di masa pandemi. Hal tersebut bisa Sobat telusuri melalui internet atau mencari referensi dari kerabat, teman, dan saudara. Jangan lupa untuk memilih jasa vendor yang sesuai dengan kebutuhan Sobat.

    Pesanlah Gaun dan Cincin Secara Online

    Ternyata, Sahabat bisa membeli keperluan pernikahan secara online, termasuk gaun dan cincin. Cara ini tentunya lebih aman dan nyaman. Sahabat tidak perlu khawatir terpapar virus yang mungkin bisa terjadi bila membeli langsung. Meski begitu, Sahabat tetap perlu memperhatikan beberapa hal, seperti ukuran tubuh dan jari. Apabila Sahabat memesan khusus, sedari awal mulailah memberikan informasi lengkap kepada si pembuat. Untuk panduannya, Sahabat bisa melihatnya di internet.

    Mengadakan Pernikahan dengan Siaran Langsung

    Pernikahan di masa pandemi Corona tidak dapat dilaksanakan dalam kondisi yang ramai. Untuk mengatasinya, Sahabat bisa mengadakan siaran langsung atau live streaming di YouTube, Instagram, dan Facebook. Cara ini setidaknya akan membuat pernikahan Sahabat di tengah pandemi tetap bermakna dan menjadi sesuatu yang memorable.

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Sediakan Tempat Sanitasi dan Jaga Jarak

    Sahabat harus mempersiapkan hal yang satu ini, yaitu protokol kesehatan. Selain para tamu undangan yang wajib memakai masker, tentunya tempat sanitasi untuk mencuci tangan juga harus tersedia. Jangan lupa untuk meminta para tamu menjaga jarak saat agar pesta pernikahan yang digelar tidak menyebabkan penyebaran virus.

    Jangan Makan Prasmanan

    Penyediaan makanan juga harus diperhatikan. Sangat disarankan untuk tidak menyediakan makanan secara prasmanan karena lebih berpotensi menyebarkan virus. Sebaiknya, makanan disajikan dalam bentuk paket nasi kotak, lalu para tamu undangan dapat makan di tempat masing-masing atau langsung dibawa pulang.

    Selain beberapa hal di atas, di sisi lain masa pandemi membuat Sahabat dapat mengadakan pesta pernikahan yang hemat biaya karena adanya larangan tidak boleh berkumpul dalam satu tempat. Sahabat mungkin tidak perlu pusing lagi soal biaya tempat, konsumsi, atau biaya untuk jasa make-up artist yang terlalu besar. Terlebih lagi, semua biaya yang dihemat tersebut bisa Sahabat alokasikan untuk berbagai tes kesehatan sebelum menikah.

    Pentingnya Tes-tes Kesehatan Sebelum Menikah

    Tes kesehatan sebelum menikah di tengah Corona merupakan hal yang sangat penting karena tes tersebut setidaknya dapat melindungi Sahabat dari berbagai macam penyakit termasuk Covid-19. Tes sebelum menikah ini dimaksudkan untuk mengenali riwayat penyakit, risiko penyakit, atau kondisi kesehatan yang dimiliki masing-masing pasangan. Dengan tes ini, pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga saat menjalani rumah tangga Sahabat tidak akan terkejut.

    Adapun tes kesehatan sebelum menikah itu meliputi:

    • Pemeriksaan darah
    • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus
    • Mendeteksi hepatitis B surface antigen (HBsAg)
    • Pemeriksaan kadar gula darah
    • Tes TORCH
    • Pemeriksaan infeksi menular seksual
    • Pemeriksaan urine
    • Pemeriksaan organ reproduksi

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pranikah

    Selain serangkaian tes di atas, yang tak kalah pentingnya adalah pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen untuk mendeteksi dini infeksi Covid-19. Pemeriksaan ini sebaiknya tak hanya dilakukan Sahabat, tetapi juga para kerabat dan tamu yang diundang dalam jumlah yang minimal.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Itulah beberapa persiapan yang perlu Sahabat lakukan ketika hendak menikah di tengah pandemi Corona. Selain pemeriksaan sebelum menikah, Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi pranikah di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan Pernikahan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. orori.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.orori.com/ororeads/persiapan-pernikahan-di-tengah-pandemi-covid-19
    2. 8 Tips Hemat Menyelenggarakan Pernikahan di Masa Pandemi [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2020/12/09/233700426/8-tips-hemat-menyelenggarakan-pernikahan-di-masa-pandemi?page=all
    3. Tarigan M. Pandemi Membuat Persiapan Pernikahan Kilat dan Tidak Ruwet [Internet]. Tempo. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1395349/pandemi-membuat-persiapan-pernikahan-kilat-dan-tidak-ruwet
    4. Mau Nikah Dalam Waktu Dekat? Jangan Lupa Jalani Tes Kesehatan Pra Nikah! [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042514008/mau-nikah-dalam-waktu-dekat-jangan-lupa-jalani-tes-kesehatan-pra-nikah?page=all
    Read More
  • Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]

    Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara yang hanya dapat dicegah dengan skrining rutin.  Kanker ini disebut sebagai silent killer karena gejalanya seringkali tidak muncul. Kebanyakan pasien penderita kanker ini datang berobat ketika sudah berada pada stadium lanjut.

    vaksinasi kanker serviks untuk anak SD

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis dari Kanker Serviks

    Mengapa vaksinasi penting pada perempuan usia dini?

    Vaksinasi kanker serviks sangatlah penting pada perempuan usia dini terutama pada anak-anak SD karena hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV. Pemberian bisa dilakukan pada usia 9-10 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh pada perempuan di usia tersebut ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi proses infeksi virus HPV yang berubah menjadi kanker cukuplah panjang, yaitu sekitar 7-15 tahun. Namun, hal tersebut kurang disadari dan baru diketahui setelah menjadi kanker melalui pemeriksaan. Dengan demikian vaksinasi pada usia dini cukup untuk menghalau infeksi virus dalam jangka waktu yang panjang dari masa SD hingga dewasa.

    Apa saja keuntungan vaksinasi di usia dini?

    Selain memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ternyata juga dapat memberikan keamanan yang cukup efektif terutama pada masa perempuan memasuki periode berhubungan seksual terutama setelah menikah. Ketika berhubungan seksual itu tanpa disadari virus HPV masuk ketika ada celah luka pada lapisan kulit atau epitel di serviks. Celah luka ini terjadi dari berhubungan seksual tersebut. HPV ini kemudian menginvasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel serviks laalu menggandakan diri, dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker. HPV ini hanya masuk ke epitel dan tidak memasuki pembuluh darah sehingga tidak dikenali sistem imun tubuh. Karena itu, vaksinasi sendiri adalah untuk dapat mengenali virus serta membentuk antibodi.

    Bagaimana dengan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks untuk anak SD ini hendaknya diberikan sebanyak dua kali, dengan rentang jarak waktu 6-12 bulan dari dosis pertama. Barulah pada usia dewasa, dosisnya adalah 3.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Kanker Serviks

    Jenis Vaksin Kanker Serviks Apa Saja yang Dapat Diberikan? Apakah Sama dengan Orang Dewasa?

    Pada dasarnya, jenis vaksin kanker serviks yang diberikan pada anak perempuan usia dini sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim sedangkan tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker leher rahim serta kutil kelamin. Vaksin jenis terbaru adalah vaksin HPV kuadrivalen, mengandung 8 jenis virus HPV. Efektivitasnya lebih tinggi, namun belum tersedia di Indonesia.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Bagaimana dengan Metodenya?

    Untuk metodenya seperti vaksinasi pada umumnya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin secara intramuskular di deltoid, yaitu otot bahu yang terbesar.

    Adakah Efek Samping yang Dirasakan?

    Setiap vaksinasi tentu saja akan ada efek sampingnya. Hal itu wajar karena tubuh sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh dalam melawan virus. Pada vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ini efek samping yang dirasakan adalah alergi, rasa sakit, kemerahan, serta bengkak di bekas suntikan, bentol kecil sementara di tempat suntikan, demam rendah, merasa kurang sehat, sakit kepala, dan pingsan.

    Untuk mengatasinya, Sahabat bisa melakukan beberapa langkah seperti minum cairan cukup banyak, tidak menggunakan baju tebal saat demam, mengompres bekas luka dengan air dingin, dan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa sakit. Apabila efek samping ini belum mereda segera hubungi dan ke fasilitas layanan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg

    Berapa Harganya?

    Untuk vaksin kanker serviks harganya berkisar dari angka Rp 750.000 hingga Rp 1,3 juta sekali suntik.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Itulah mengenai vaksinasi HPV untuk anak SD yang ternyata sangat penting untuk mencegah dan melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Intinya, perlindungan dari usia dini akan cukup membantu perempuan saat mereka memasuki masa remaja dan dewasa sehingga tidak perlu khawatir mengenai virus HPV penyebab kanker serviks ini. Sahabat bisa mendapatkan vaksinasi HPV ini di rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anak Perempuan Usia 9 Tahun Sudah Bisa Diberi Vaksin HPV |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qo2754366/anak-perempuan-usia-9-tahun-sudah-bisa-diberi-vaksin-hpv
    2. Media K. Vaksin HPV sejak Dini untuk Cegah Kanker Serviks [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2015/02/05/140152923/.Vaksin.HPV.sejak.Dini.unt
    3. Pentingnya Vaksinasi HPV Sejak Dini | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/pentingnya-vaksinasi-hpv-sejak-dini
    4. Tanya Jawab Lengkap Seputar Imunisasi HPV untuk Anak [Internet]. kumparan. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tanya-jawab-lengkap-seputar-imunisasi-hpv-untuk-anak-1s445Nfku3q
    5. Ternyata V. Ternyata, Vaksin Kanker Serviks Juga Punya Efek Samping ini! – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://nakita.grid.id/read/021741236/ternyata-vaksin-kanker-serviks-juga-punya-efek-samping-ini?page=all
    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV […]

    Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Kenapa harus di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai banyak kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More
  • Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini. Baca Juga: […]

    7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini.

    Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Namun beberapa orang belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker serviks tersebut dapat terjadi. Hal inilah yang mendorong kementerian Kesehatan melakukan penyuluhan serta program pemberian imunisasi HPV pada anak-anak SD mulai Oktober 2016. Dengan memperimbangkan tingginya angka kejadian dari kanker serviks.

    Kanker serviks dapat dicegah dengan papsmear ataupun Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai bentuk deteksi dini. Namun hal tersebut akan lebih efektif dengan melakukan vaksinasi HPV. Bunda harus lebih tahu nih tentang vaksinasi HPV bukan hanya untuk Bunda namun juga untuk buah hati. Berikut 7 Hal yang harus Bunda ketahui tentang vaksinasi HPV anak:

    1.  Apa Itu HPV?

    Hal ini tentu pertanyaan dasar yang menjadi pertanyaan banyak orang. Human Papilloma Virus (HPV) ini merupakan virus yang menyerang area reproduksi. Penularan ini terbanyak melalui hubungan seksual dan virus HPV menjadi penyebab utama seseorang menderita Kanker Serviks (leher rahim).

    HPV sendiri memiliki banyak tipe, namun terdapat 4 tipe yang umumnya terjadi. Tipe 6 dan 11 menyebabkan kasus kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 lah penyebab terjadinya kanker serviks.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    1.   Risiko Kanker Serviks

    Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 kanker serviks di Indonesia mencapai hingga 330 ribu orang. Sedangkan WHO menyatakan 2 dari 10.000 wanita menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 orang wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks yang menyerangnya.

    1.  Kenapa Vaksinasi Ini Harus Diberikan Pada Anak-anak?

    Pertanyaan inilah yang selalu terniang dipikiran Bunda. Kenapa vaksinasi HPV ini diberikan untuk anak saya? World Health Organization (WHO) rekomendasikan vaksin HPV ini diberikan pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan yang belum aktif secara seksual. Agar perlindungan ini maksimal maka disarankan pada usia 9 – 12 tahun.

    Usia ini lah merupakan masa pra-remaja dengan munculnya beberapa perubahan pada organ seksual. Untuk anak perempuan terjadinya perubahan mukosa atau selaput lendir di area mulut rahim sehingga terjadi kerentanan terhadap infeksi virus.

    1.   Jenis vaksin yang digunakan?

    Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu bivalent dan quadrivalent. Untuk bivalent terdapat dua jenis tipe yaitu HPV 16 dan 18 yang membantu mencegah kanker serviks. Sedangkan quadrivalent memiliki empat jenis tipe HPV 6, 11, 16 dan 18, bukan hanya mencegah kanker serviks namun juga kutil kelamin.

    1.   Berapa Dosis vaksin yang diberikan?

    Untuk dosis vaksin hpv yang diberikan menurut Departemen Kesehatan diberikan sebanyak 2 kali pada usia 9 – 12 tahun yang dilakukan dengan jangka waktu 0, 1 atau 2 bulan dan 6 bulan. Namun bila dirasa anak Bunda telah melewati usia anjuran tersebut, maka dosis tersebut akan ditambahkan menjadi tiga kali. Hal ini berlaku juga untuk wanita dewasa yang ingin melakukan vaksinasi HPV.

    1.   Apa Efek Samping Yang ditimbulkan?

    Tidak ditemukan efek samping yang bersifat serius. Namun beberapa orang akan merasa nyeri, mual atau demam ringan. Timbul warna kemerahan di area suntikan yang merupakan reaksi normal dari vaknisasi apapun.

    Baca Juga: Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    1.   Jika Saya Punya Anak Laki-laki, apakah perlu mendapat vaksin HPV?

    Infeksi HPV bukan hanya menyerang perempuan saja namun juga laki-laki. Walaupun bukan kanker serviks, kutil kelamin, kanker penis, kanker vulva ataupun kanker anal yang dapat menyerang mereka. Direkomendasikan anak laki-laki usia 9 – 12 tahun mendapatkan vaksinasi HPV.

    Itulah mengenai pentingnya vaksinasi HPV  untuk anak. Untuk vaksinasi ini bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim dengan Vaksinasi!”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Depkes. “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas Lima Di DKI Jakarta Diimunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  • Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker. Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV […]

    Yuk, Mengenal Lebih Jauh HPV Demi Masa Depan Si Gadis

    Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV di Jakarta

    Virus yang memiliki banyak tipe, namun tipe HPV 6, 11, 16 dan 18 lah yang paling banyak ditemukan. Untuk HPV 6 dan 11 adalah penyebab terjadinya kasus kutil kelamin. Sedangkan HPV 16 sebagai penyebab keganasan pada serviks atau leher rahim wanita. Virus HPV ini tidak hanya menyerang perempuan, namun laki-laki juga rentan terserang penyakit ini.

    Virus ini umumnya berada pada area kelamin seperti leher rahim, bibir vagina, vagina dan penis. Namun untuk area non-kelamin, kanker dapat terjadi pada bagian mulut ataupun saluran napas atas. Untuk mengatasi kekhawatiran Ayah dan Bunda terhadap virus HPV ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Terdapat 2 jenis vaksin HPV di Indonesia yaitu bivalent (HPV 16 dan 18) dan Quadrivalent (HPV 6, 11, 16 dan 18).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Untuk bivalent dengan dua tipe virus HPV berfungsi mencegah kanker leher rahim dan Quadrivalent yang memiliki empat tipe virus HPV ini mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin. Menurut IDAI, pemberian vaksinasi HPV disarankan untuk remaja perempuan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Namun di negara luar seperti Amerika merekomendasikan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki.

    Hal ini dilihat dari manfaat vaksin HPV yang dapat mencegah penyakit kutil kelamin dan melindungi anak laki-laki. Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan baik anak laki-laki maupun perempuan berusia 11-12 tahun untuk melakukan vaksinasi. Karena pada usia tersebut respon antibodinya lebih baik dan akan efektif jika diberikan sebelum melakukan hubungan seksual.  

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Akademi Pediatri Amerika (AAP) menyarankan untuk beberapa golongan saat melakukan vaksinasi HPV, seperti berikut ini:

    1. Anak Perempuan berusia 11-12 tahun
      Dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali imunisasi HPV 2 atau 4 tipe dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    2. Perempuan berusia 13-26 tahun
      Apabila belum divaksinasi sebelumnya maka harus mendapatkan vaksin secara penuh untuk melindungin
    3. Anak Laki-laki berusia 11-12 tahun
      Sama seperti golongan anak perempuan (11-12 tahun), golongan ini dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali suntik dengan vaksin HPV 4 dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    4. Laki-laki berusia 13-21 tahun
      Golongan ini yang belum melakukan vaksinasi maka harus mendapatkan vaksin secara penuh. Sedangkan untuk penderita HIV harus mendapatkan vaksinasi HPV secara lengkap.

    Beberapa beranggapan, vaksinasi HPV pada anak-anak tidak diperlukan karena pada usia tersebut hubungan seksual belum dilakukan oleh mereka. Namun, vaksin HPV ini harus diberikan sebelum berhubungan seksual secara aktif. Lebih baik mencegah sebelum terlambat kan Bunda dan Ayah.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya

    Untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi yang nyaman dan aman cukup di Prosehat saja. Karena Prosehat menyediakan layanan vaksinasi ke rumah yang tidak perlu antre. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    IDAI.”Sekilas Tentang Vaksin HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Sudiyono, Nelson. “Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  •   Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit. Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari […]

    Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan?

     

    Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit.

    HPV dan kanker serviks

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari Human Papilloma Virus ini tidak hanya menyerang daerah genital namun memiliki banyak jenis yaitu sekitar 120 jenis. Sebanyak 30% berhubungan dengan daerah genital dan juga anus, sedangkan 70% berhubungan dengan area selain daerah anus dan genital.

    Secara garis besar terbagi menjadi beberapa area seperti:

    1. Infeksi pada daerah anogenital dan mukosa

    2. Infeksi di daerah non-anogenital cutaneous yang menyerang daerah kulit tangan hingga kaki yang sering dikenal dengan kutil/veruca vulgaris. Namun tidak akan menimbulkan keganasan dan penyebarannya terjadi karena ada riwayat kontak dan sistem imunitas yang menurun.

    3. Epidermodysplasia verruciformis (EV) berkaitan dengan kelainan genetik. Pada daerah anogenital (anus dan genital), terdapat virus HPV tipe 6 dan juga 11 disebut kondiloma akuminata atau kutil kelamin atau genital warts yang memiliki resiko rendah berpotensi kearah kanker. Sedangkan virus tiper 16 dan 18 memiliki 70% berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks dan penyebaran HPV terjadi melalui hubungan seksual atau adanya kontak kulit yang terinfeksi HPV. Area anus dan oral dapat terjadi dengan prevalensi sebagai berikut :
    – Anal Cancer sebesar 90%
    – Vulvar Cancer sebesar 40%
    – Oropharyngeal cancer 12%
    – Oral Cancer sebesar 3%

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Infeksi HPV banyak terjadi pada wanita daripada pria yaitu sebesar 22-35% pada wanita. Pada penelitian di Amerika, rentan usia yang memiliki insiden tertinggi terjadi pada wanita usia 20-24 tahun dengan mengambil sampel wanita berusia 14-59 tahun. Sedangkan penelitian yang dilakukan Gilison ditemukan bahwa kanker pada area oropharyngeal disebabkan oleh HPV tipe 16 yang sama pada kanker serviks. Namun hal tersebut lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita, sebanyak 10,1% pada pria dan 3,6% pada wanita.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Membutuhkan Ini

    Hal tersebut akan semakin meningkat bila tidak dilakukan pencegahan serta pemeriksaan sejak dini. Dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan pemberian vaksin HPV. Vaksin yang dapat mencegah transmisi virus dan virus akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Jadi dengan vaksinasi HPV, risiko kanker serviks akan berkurang dan untuk mendapatkan layanan vaksin HPV ke rumah bisa Anda dapatkan di Prosehat yang mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua.

    vaksin hpv

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Diperlukan Juga untuk Si Gadis?

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan tes pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga). Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Read More

Showing 11–20 of 28 results

Chat Asisten ProSehat aja