Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi covid-19”

Showing 11–20 of 24 results

  • Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi. Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat […]

    Daftar Makanan Boleh dan Tidak Boleh Setelah Vaksinasi Apa Saja?

    Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi.

    makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tingkat efektivitas vaksin yang telah diberikan atau telah masuk ke dalam tubuh.

    Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah vaksinasi, agar vaksin tetap bekerja secara efektif

    Minuman bersoda atau manis

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan vaksinasi, Sahabat Sehat disarankan tidak mengonsumsi minuman yang bersoda ataupun manis. Pasalnya, minuman jenis ini tidak memiliki satu pun manfaat bagi kesehatan.

    Bahkan, minuman bersoda dan manis berisiko menambah berat badan, penyakit diabetes, kerusakan pada gigi, pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi risiko kesehatan lainnya.

    Minuman beralkohol

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari atau tidak meminum minuman beralkohol setelah divaksinasi. Alkohol dikhawatirkan dapat mempengaruhi respons vaksin dalam membentuk pertahanan melawan virus.

    Sebuah studi pernah menemukan bahwa mengonsumsi alkohol akan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, setelah Sahabat Sehat melakukan vaksinasi lebih baik jangan dulu atau menghindari minuman beralkohol.

    Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji sangat jelas bukan pilihan yang tepat apabila dikonsumsi sehabis vaksin. Makanan cepat saji dibuat melalui proses yang tinggi dengan tambahan lemak jenuh dan juga garam yang tinggi. Sehingga, tidak baik dikonsumsi jika Sahabat Sehat selesai melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Minuman berenergi

    Minuman berenergi mengandung stimulan, seperti kafein yang bisa membebani kelenjar adrenal dan bersifat adiktif. Bahkan, bukan hanya mengandung stimulan seperti kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula dengan jumlah yang cukup tinggi.

    Makanan olahan

    Makanan olahan bisa didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya atau dilakukan dengan proses pabrik. Makanan seperti ini biasanya dilakukan dengan proses tinggi, yang cenderung dibuat dengan bahan yang tidak sehat, seperti gula dan lemak jenuh.

    Sebagian Sahabat Sehat yang telah melakukan vaksinasi mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang didapat. Efek samping tersebut bisa diakibatkan dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh karena tubuh bereaksi terhadap protein dan bekerja melawan infeksi yang dirangsang oleh pemberian vaksin. Demam, nyeri lengan, nyeri tubuh, dan pegal merupakan beberapa gejala yang umum ditemukan setelah vaksinasi.

    Dengan demikian, Sahabat Sehat juga juga disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan untuk menambah kekebalan tubuh agar mendukung pemulihan yang cepat.

    Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah vaksinasi

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi

    Asupan yang mengandung air tinggi sangat penting guna meringankan efek samping setelah vaksin. Jadi, apabila Sahabat Sehat merasa tidak enak badan setelah mendapatkan vaksin Covid-19, makanan yang cocok dikonsumsi adalah makanan yang berkuah atau makanan yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan juga brokoli.

    Jenis sayuran yang disebutkan tersebut diketahui mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Mengonsumsi sup ayam

    Penelitian dalam jurnal Chest membuktikan bahwa sup ayam mengandung anti-inflamasi ringan. Meskipun tidak pasti elemen mana yang bisa membantu dan memiliki efek pengobatan yang bermanfaat, komponen yang ada di dalam sup ayam, seperti ayam, wortel, selederi, peterseli, garam, dan merica diketahui bisa membantu dalam melawan peradangan.

    Sup kaldu tulang

    Sup kaldu tulang mengandung asam amino yang disebut glisin dan arginin, yang memang diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Jadi, jika Sahabat Sehat tidak ingin makan apa pun, Sahabat Sehat cukup saja menyesap kuah dari kaldu tulang.

    Makanan vegetarian

    Jika Sahabat Sehat adalah orang yang tidak mengonsumsi daging atau biasa disebut vegetarian, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi sup yang berisi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan brokoli.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah vaksin dan tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin. Mulai sekarang, perhatikan ya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jangan sampai setelah Sahabat Sehat melakukan vaksin, bukan kekebalan tubuh yang didapat, tetapi mengakibatkan sakit. Jangan lupa juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena vaksinasi bukan berarti tidak akan terpapar Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar vaksinasi Covid-19, silakan konsultasikan secara online dengan dokter-dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Republika Online. 2021. Ini Makanan yang Direkomendasikan Usai Vaksin Covid-19 Republika Online. [online] Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpnnfb423/ini-makanan-yang-direkomendasikan-usai-vaksin-covid19-part1 [Accessed 20 March 2021].
    2. Media, K., 2021. Tidak Enak Badan Usai Dapat Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/03/05/180800868/tidak-enak-badan-usai-dapat-vaksin-covid-19-coba-konsumsi-makanan-ini?page=all [Accessed 20 March 2021].
    3. Kusumo, R., 2021. Catat! 5 Makanan yang ‘Diharamkan’ Setelah Vaksin Corona. [online] lifestyle. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210314133427-33-229981/catat-5-makanan-yang-diharamkan-setelah-vaksin-corona [Accessed 20 March 2021].
    Read More
  • Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Program ini akan […]

    Press Release: Dukung Program Percepatan Vaksinasi dari Pemerintah, Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Foto: Nadya Bunga Amandha/Prosehat

    Program ini akan dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 17 hingga 21 Maret 2021, dan menargetkan kepada setidaknya 3.000 lansia yang berdomisili di Tangerang.

    Hal ini berdasarkan arahan dari pemerintah yang menyatakan bahwa program vaksinasi tahap dua ini menyasar pada lansia 60 tahun ke atas dan pekerja publik esensial seperti tenaga pendidik, tokoh agama, dan pegawai pemerintah.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Untuk bisa mendapatkan vaksin ini calon penerima diharapkan mendaftar terlebih dahulu melalui Prosehat.

    Founder Prosehat yang juga alumnus FKIK Atma Jaya, dr. Gregorius Bimantoro, menyebut bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi dari pemerintah untuk menekan angka infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    “Vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Dengan melakukan vaksinasi, maka dapat membantu menghasilkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan dapat dengan cepat melawan virus penyebab infeksi,” jelas dr. Bimo yang juga ketua program ini.

    Vaksin merupakan produk biologis yang memberikan kekebalan khusus terhadap sebuah penyakit tertentu seperti Covid-19. Selain terus dengan ketat menerapkan protokol kesehatan 5 M, vaksin akan berguna membantu melindungi diri dari ancaman serius Covid-19 yang selama ini telah menghambat banyak sektor kehidupan di Indonesia.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. UNIKA Atma Jaya Gelar SVADaya Bagi Lansia dan Pelayan Publik [Internet]. beritasatu.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.beritasatu.com/photo/51423/unika-atma-jaya-gelar-svadaya-bagi-lansia-dan-pelayan-publik
    2. Vaksinasi di UNIKA Atma Jaya Targetkan 3.000 Lansia Ber-KTP Kabupaten Tangerang – http://www.kalderanews.com [Internet]. http://www.kalderanews.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.kalderanews.com/2021/03/vaksinasi-di-unika-atma-jaya-targetkan-3-000-lansia-ber-ktp-kabupaten-tangerang/
    3. Universitas Atma Jaya Buka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kabupaten Tangerang Gratis Sampai 21 Maret – Warta Kota [Internet]. Warta Kota. 2021 [cited 21 March 2021]. Available from: https://wartakota.tribunnews.com/2021/03/20/universitas-atma-jaya-buka-vaksinasi-covid-19-lansia-di-kabupaten-tangerang-gratis-sampai-21-maret
    Read More
  • Program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah terbagi dalam beberapa tahap. Pembagian tahap didasarkan pada beberapa hal, seperti aktivitas, profesi, maupun usia. Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap dua, bersama dengan SDM kesehatan dan petugas negara ataupun ASN.   Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Vaksinasi Covid-19 […]

    Prosehat dan Sentra Vaksinasi Atmajaya Sediakan Layanan Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Lansia Tangerang dan Sekitarnya

    Program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah terbagi dalam beberapa tahap. Pembagian tahap didasarkan pada beberapa hal, seperti aktivitas, profesi, maupun usia.

    Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap dua, bersama dengan SDM kesehatan dan petugas negara ataupun ASN.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

     

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

    Menurunkan Angka Kematian

    Berdasarkan informasi dari pakar epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), dr. Syahrizal Syarif, pemberian vaksinasi pada kelompok lansia menjadi prioritas. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan sekaligus  menurunkan beban pelayanan kesehatan yang selama ini ditanggung oleh pemerintah.

    Baca Juga: Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Dari target ataupun sasaran pemberian vaksinasi Covid-19 secara nasional yang berjumlah 181. 554.465, kelompok lansia dan golongan tahap yang sama berjumlah lebih dari 40 juta lebih. Dari jumlah tersebut, per 15 Maret 2021, golongan lansia dan petugas negara yang divaksin barulah kurang dari 2 (dua) juta orang.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Jumlah penerima vaksin tersebut tentulah masih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang harus divaksin. Di lain sisi, pemerintah berkejaran dengan waktu untuk segera menargetkan vaksinasi masyarakat sebanyak mungkin. Mengingat pula bahwa para lansia rentan terhadap penyakit ini dan perode masa kedaluwarsa vaksin yang terus mepet.

    Peran Aktif Semua Komponen Masyarakat

    Dari fakta tersebut, pemerintah tidak bisa mengandalkan diri sendiri, melainkan harus mulai melibatkan berbagai komponen masyarakat yang berkompetensi untuk membantu penyebaran vaksinasi tersebut.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Bersama-sama Agar Pencegahan Virus Optimal

    Tergerak dan terpanggil, Prosehat sebagai salah satu layanan penyedia kesehatan Indonesia bekerja sama dengan Sentra Vaksinasi Atmajaya (SVA) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang akan melakukan vaksinasi Covid-19, terutama pada kelompok prioritas lansia.

    Acara ini mulai dilaksanakan 17-21 Maret 2021 di Kampus Universitas Katolik Atma Jaya, BSD,  Cisauk, Tangerang, Banten dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

    Syarat dan Ketentuan Berlaku

    Vaksinasi massal gratis secara walk in ini menargetkan bisa menerima vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 3.000 orang. Untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 gratis ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta, yaitu:

    1. Masyarakat umum, alumni dan keluarga alumni Unika Atma Jaya (berusia 60 tahun atau lebih)
    2. Memiliki KTP Kabupaten Tangerang atau Surat Keterangan Domisili RT/RW di Kabupaten Tangerang.
    3. Memenuhi persyaratan medis sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

    Didukung oleh Prosehat, sekitar 300 sukarelawan dari Ikatan Alumni Unika Atma Jaya beserta seluruh Paguyuban Widyani Atma Jaya akan secara total ambil bagian dalam vaksinasi massal yang juga didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan sikap proaktif semua Anak Bangsa dari berbagai komponen dan bidang ilmu.

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Bagi yang ingin mendaftar atau mendaftarkan sanak saudara yang berusial lanjut, silahkan mengakses info lebih lengkap  di klik www.vaksinasiatma.id dan mendaftar di Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]

    Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala.

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam.

    Penyebab Munculnya Sakit Kepala Setelah Divaksin

    Sakit kepala yang muncul setelah divaksin adalah merupakan efek samping ringan, hal ini  dikarenakan sistem kekebalan tubuh mengira adanya patogen yang masuk ke tubuh saat vaksin disuntikkan.

    Dilaporkan, hal ini sering dialami saat menerima vaksin dosis kedua karena antibodi yang dihasilkan setelah dosis pertama meningkatkan respons terhadap suntikan vaksin kedua. Hal ini berakibat tubuh mengalami reaksi yang lebih kuat dari sebelumnya.

    Merek Vaksin Apakah yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala Ini?

    Semua merek vaksin yang telah diproduksi dan digunakan, baik Pfizer maupun Sinovac, berpeluang untuk mengalami efek samping tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Apakah Terasa Mengganggu?

    Meskipun ringan, efek samping seperti sakit kepala dapat terasa mengganggu. Terutama jika Sahabat yang mengalaminya memiliki riwayat penyakit kronis seperti tumor otak, meningitis, dan stroke. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan secara medis.

    Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala yang Sahabat alami setelah divaksin Covid-19, yaitu:

    Menggunakan Pengobatan Rumahan

    Jika Sahabat tidak menyukai pil atau kapsul, Sahabat dapat melakukan pengobatan awal dengan menggunakan kantong es atau kompres dingin yang diletakkan di atas kepala. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi pembengkakan setelah vaksinasi.

    Mengonsumsi Makanan Alami

    Sahabat dapat mengkonsumsi sayur berdaun hijau serta obat herbal alami seperti rempah jahe, kopi atau menggunakan terapi minyak esensial. Hindari makanan kaya histamin yang dapat memicu reaksi alergi.

    Produk Terkait: Jual Herbadrink Sari Jahe 22 gram

    Kurangi Konsumsi Alkohol

    Kurangi konsumsi alkohol atau sama sekali tidak konsumsi alkohol karena diketahui merupakan salah satu pemicu sakit kepala.

    Cuti

    Sahabat dapat mempertimbangkan cuti setelah melakukan vaksinasi untuk membantu tubuh beristirahat dan pulih dengan baik.

    Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

    Apabila sakit kepala yang Sahabat alami tak tertahankan lagi dan tidak mereda dengan berbagai cara di atas, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai sakit kepala yang dapat dialami setelah menjalani vaksin Covid-19. Meski demikian, Sahabat tetap harus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), serta menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Jangan lupa untuk melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/07/101000968/vaksin-covid-19-sebabkan-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya?page=all
    2. Mediatama G. Inilah dua efek samping vaksin Covid-19 yang sering terjadi, kenali solusinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-dua-efek-samping-vaksin-covid-19-yang-sering-terjadi-kenali-solusinya?page=all
    3. COVID-19 W. Tanya Jawab | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apakah%20terdapat%20efek%20samping%20dari%20pemberian
    4. Media K. Jangan Sepelekan, Ini 5 Penyakit Kronis yang Ditandai Sakit Kepala Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/120600468/jangan-sepelekan-ini-5-penyakit-kronis-yang-ditandai-sakit-kepala?page=all
    Read More
  • Berbagai macam upaya pemerintah sedang dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan salah satunya meng-endorse artis dan influencer agar para pengikut mereka tertarik. Program vaksinasi secara massal yang diadakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus, bahkan sejak awal saat diadakan sosialisasinya. Karena dalam sejarahnya pasti ada saja penolakan yang diikuti hoaks seputar vaksin. Meski BPOM sendiri […]

    Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Berbagai macam upaya pemerintah sedang dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan salah satunya meng-endorse artis dan influencer agar para pengikut mereka tertarik. Program vaksinasi secara massal yang diadakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus, bahkan sejak awal saat diadakan sosialisasinya. Karena dalam sejarahnya pasti ada saja penolakan yang diikuti hoaks seputar vaksin. Meski BPOM sendiri sudah memberikan izin terkait vaksin yang akan disebarkan ke masyarakat.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    takut vaksin covd-19

    Dalam sejarah vaksinasi di Indonesia, berita bohong adalah menjadi kendala pertama dalam penyebaran vaksin dan imunisasi. Sampai saat ini aksi penolakan program vaksin pun nyatanya masih berlanjut. Beberapa pihak yang bersikeras menolak program vaksin Covid-19 di Indonesia dengan beragam alasan. Mulai dari memercayai berita yang diterima dari media sosial, hingga mempertanyakan efikasi dari vaksin itu sendiri yang diberikan pemerintah.

    Jika diamati, banyak temuan menarik dari berbagai aksi penolakan vaksin dari masa ke masa ini. Sesungguhnya, ada peralihan alasan penolakan. Dari yang semula penolakannya bersifat irasional (percaya pada takdir atau kabar burung) menjadi penolakan yang rasional dengan meminta data yang akurat mengenai vaksin tersebut.

    Faktor-Faktor Munculnya Penolakan Untuk Divaksin

    Lingkungan

    Lingkungan menjadi salah satu yang memberikan efek besar terhadap apapun. Misalnya jika ada salah satu orang mendapatkan informasi yang salah mengenai vaksin dan membuat dirinya menolak untuk dilakukan vaksinasi, mungkin saja akan mempengaruhi orang lain yang berada di lingkungannya. Sehingga kemungkinan besar orang tersebut akan jadi kontra juga terhadap vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah.

    Sudut Pandang

    Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang memang langsung pro dengan langkah pencegahan dari pemerintah, ada juga yang kontra dengan berbagai alasan. Mereka yang kontra terhadap vaksin tentunya akan berusaha untuk menyampaikan sudut pandang mereka kepada orang lain. Dengan sudut pandang mereka, mereka berupaya agar orang-orang yang dikenalnya tetap mempunyai persepsi yang sama terhadap mereka, untuk menolak adanya vaksin Covid-19.

    Baca Juga: Mengenal Trypanophobia atau Fobia Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19

    Nilai yang Dianut

    Sebagian orang di Indonesia mungkin ada yang memegang nilai teguh atau kepercayaan bahwa memasukkan cairan vaksin ke tubuh dilarang oleh kepercayaannya. Selain itu, bisa juga karena proses pembuatan dan kandungan vaksin dianggap tidak sesuai dengan ajaran kepercayaannya. Secara psikologis, seseorang cenderung apatis terhadap sesuatu yang baru, apalagi bila sebelumnya punya pengalaman yang tidak menyenangkan.

    Adapun beberapa kasus, misalnya ada anggota keluarga yang meninggal karena obat tersebut. Alhasil, ketika ada sesuatu yang bisa melindungi diri dan keluarganya dari infeksi virus tersebut, ia terlanjur trauma dan ragu. Kedua, perasaan itu bisa mengembangkan sikap apatis. Hal tersebut sangatlah alamiah. Seseorang memang punya kecenderungan untuk meragukan diri ketika hendak melakukan hal baru. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, ketika hal yang dilakukan sudah memberi hasil baik, barulah ia akan percaya.

    Jangan Ragu Untuk Divaksin, Sahabat Sehat!

    Sampai saat ini, dalam menjalankan program vaksin Covid-19, pemerintah telah melakukan dua hal penting untuk meyakinkan masyarakat. Pertama, dengan melakukan sosialisasi melalui berbagai media terkait program vaksin Covid-19. Dan kedua, melibatkan tokoh penting, pemuka agama, dan sosok perwakilan masyarakat untuk menerima vaksin lebih dulu.

    Langkah ini seharusnya dapat mengurangi aksi penolakan bagi mereka yang hanya berargumen berdasarkan informasi keliru yang diterima. Namun, tentu tidak dapat berharap banyak karena kelompok ini cenderung memperjuangkan habis-habisan dan melawan apa pun yang tidak sesuai dengan yang mereka yakini.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama!

    Tantangan berikutnya dari pemerintah justru berkaitan dengan kebenaran fakta uji klinis dari vaksin Sinovac yang digunakan saat ini. Berita tentang efikasi vaksin Sinovac di Brasil yang hanya sebesar 50,4 persen tentunya menjadi sasaran empuk para kelompok antivaksin untuk mengkritik pemerintah. Sebelumnya, bulan lalu Turki menyatakan, efikasi vaksin Sinovac sebesar 91,25 persen berdasarkan hasil sementara yang mereka ujikan.

    Dengan semakin banyaknya kampanye atau ajakan dari berbagai macam kalangan, diharapkan masyarakat juga mulai terbuka pemikirannya untuk segera divaksin. Karena tujuan dari vaksin tersebut sangat baik dan dapat mengurangi angka kematian lebih banyak lagi dari dampak pandemi Covid-19 kedepannya.

    Artis Raffi Ahmad menjadi salah satu perwakilan milenial atau influencer yang telah disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta. Raffi adalah kelompok pertama yang divaksin Covid-19 perdana bersama Presiden Jokowi dan beberapa orang lainnya. Raffi pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan takut menerima vaksinasi Covid-19. Kata Raffi Ahmad, masyarakat yang masih ragu adalah mereka yang belum mendapat sosialisasi pentingnya vaksinasi Covid-19. Raffi mengatakan, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu senjata untuk perlindungan terhadap covid-19. Vaksinasi Covid-19 kata Raffi, bisa melindungi diri sendiri, keluarga dan bangsa Indonesia dari penyebaran Covid-19.

    Ayo, ini salah satu perlindungan diri kita untuk keluarga, Indonesia. Ini salah satu perlindungan diri kita untuk keluarga dan Indonesia,” katanya.

    Maka dari itu, Sahabat Sehat sebelum menolak tujuan baik pemerintah untuk mengurangi angka kematian akibat Covid-19, diharapkan dapat membuka mata, hati, dan pikiran secara luas. Sahabat Sehat bisa mencari tahu informasi terkait vaksin Covid-19 lalu efek dan lainnya.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin itu Baik dan Perlu?

    Sahabat sehat juga bisa bertanya kepada ahlinya langsung apabila masih merasa kurang jelas saat mencari informasi sendiri. Dan yang terpenting, jangan sampai Sahabat Sehat menolak vaksin Covid-19 karena berita hoaks. Makanya, mulai sekarang Sahabat Sehat bisa memperbanyak bacaan tentang vaksin Covid-19, ya. Untuk info mengenai vaksin yang akurat dan terpercaya, Sahabat bisa berkonsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Bramasta DB. Bagaimana Upaya Pemerintah Yakinkan Masyarakat agar Mau Divaksin Covid-19?[Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/15/091200765/bagaimana-upaya-pemerintah-yakinkan-masyarakat-agar-mau-divaksin-covid-19-?page=all
    2. Moko M. Bukan Faktor ‘’Keyakinan’’, Ternyata Ini Alasan Warga Tolak Vaksin Covid-19 [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/252147-bukan-faktor-keyakinan-ternyata-ini-alasan-warga-tolak-vaksin-covid-19?page=all
    3. Rini RA. Alasan Penolakan Vaksin Covid-19 di Masyarakat Soal Keamanan [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.tribunnews.com/corona/2020/11/18/alasan-penolakan-vaksin-covid-19-di-masyarakat-soal-keamanan?page=2
    4. Herdanto YM. 2021. Memahami Penolakan Vaksin Covid-19 [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://bebas.kompas.id/baca/riset/2021/01/17/memahami-penolakan-vaksin-covid-19/
    Read More
  • Wabah Covid-19 telah memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, politik, maupun pendididkan. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi juga dinyatakan sebagai bencana nasional. Berbagai cara terus diupayakan untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menelan banyak korban jiwa. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), […]

    Vaksin Yang Disetujui WHO Beserta Tingkat Efektivitas Dan Efikasinya

    Wabah Covid-19 telah memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, politik, maupun pendididkan. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi juga dinyatakan sebagai bencana nasional. Berbagai cara terus diupayakan untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menelan banyak korban jiwa. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menjaga jarak, termasuk upaya untuk menemukan vaksinnya.

    vaksin yang disetujui WHO

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksinasi yang sering kita kenal dengan nama lain imunisasi sudah lama muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari vaksin hepatitis B yang diberikan kepada bayi yang baru lahir, yang berguna untuk memberikan kekebalan pada tubuh terhadap infeksi agar bayi mampu tumbuh sehat dan memberikan peluang hidup yang lebih panjang.

    Vaksin sendiri didalamnya mengandung bagian dari bakteri atau virus yang menyerang manusia, dan bagian tersebut dilemahkan kemudian disuntikkan ke dalam tubuh manusia supaya tubuh dapat membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus yang masuk tersebut. Dengan demikian, diharapkan vaksinasi ini mampu menciptakan imunitas tubuh terhadap paparan bakteri atau virus yang asli suatu hari nanti. Sebab itu, vaksin merupakan bagian penting selama peradaban manusia dalam menghindari penyebaran wabah berbagai penyakit mematikan.

    Salah satu hal yang perlu diingat adalah bukan berarti Covid-19 dapat secara langsung hilang secara cepat setelah ditemukannya vaksin untuk penyakit ini karena saat ini pun pemberiannya masih secara bertahap. Untuk memberikan vaksinasi kepada seluruh penduduk di Indonesia diperlukan waktu yang tidak sebentar pastinya, dimana penduduk Indonesia saja berjumlah lebih dari 230 juta jiwa. Apalagi realisasi untuk mendistribusikan vaksin juga akan memiliki tantangan tersendiri mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan beragam topografi wilayahnya. Selain itu, ketersediaan vaksin sendiri menjadi salah satu kendala karena terkait dengan kapasitas produksinya, akan mempengaruhi juga waktu produksi vaksin untuk sejumlah penduduk Indonesia.

    Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, Sahabat Sehat juga perlu berperan aktif dalam menjaga diri sendiri mapun dalam menghambat penyebaran virus tersebut. Dimulai dari kebiasaan menjalankan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari dengan selalu menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, hingga menghindari kontak langsung dan menjaga jarak dengan sesama. Berikutnya, vaksinasi merupakan langkah lanjutan yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam menekan laju persebaran virus ini guna meningkatkan kekebalan tubuh sehingga kita tidak menjadi tempat hidup dari virus tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Yang Akan Disetujui WHO

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana menyetujui sejumlah vaksin untuk diberikan ke berbagai negara berkembang dalam hitungan minggu sampai bulan mendatang. Munculnya virus Covid-19 jenis baru yang diidentifikasi akhir tahun lalu, membuat beberapa perusahaan farmasi di berbagai negara berlomba menciptakan vaksin untuk membantu mengakhiri pandemi. Vaksin yang aman dan efektif diharapkan dapat segera tersedia, dengan harapan melindungi siapapun dan memperbaiki keadaan yang telah terjadi sekarang. Dalam perjalanannya, pengembangan vaksin yang efektif dan aman membutuhkan waktu tidak sebentar. Vaksin harus melalui proses uji klinis tiga tahap sebelum akhirnya disetujui dan bisa digunakan.

    Pfizer-BioNtech

    Pfizer Inc. yang bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, mengklaim vaksin produksi mereka memiliki tingkat efikasi 95 % setelah mendapat dua suntikan dan tidak memiliki efek samping serius. Data menunjukkan bahwa vaksin mencegah Covid-19 yang ringan dan parah.

    Dalam pengembangannya, Pfizer dan BioNTech mengaplikasikan teknologi terbaru berbasis versi sintetis molekul virus SARS-Cov-2 yang disebut messenger RNA atau disingkat mRNA. Vaksin jenis ini harus disimpan dalam pendingin dengan suhu minus 70 derajat Celsius. Di samping itu, ternyata WHO pun telah mengesahkan vaksin yang dikembangkan Pfizer-BioNTech ini pada akhir Desember 2020 lalu.

    Moderna

    Perusahaan Moderna Inc. mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen, berdasarkan data awal uji klinis fase tiga. Analisis tersebut mengevaluasi 95 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di antara 30.000 peserta uji coba. Moderna juga menyebut tidak ditemukan masalah keamanan yang signifikan pada vaksinnya. Secara umum, vaksin aman dengan sebagian efek samping yang dapat ditoleransi dengan kategori ringan atau sedang. Efek sampingnya seperti nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala.

    Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts ini bekerja sama dengan National Institues of Health mengembangkan vaksin corona bernama mRNA-1273. Vaksin bergantung pada penyuntikan potongan materi genetik virus, mRNA, ke dalam sel manusia. Vaksin Moderna juga cenderung lebih mudah dalam hal penyimpanan dan distribusinya karena bisa disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius. Berdasarkan persetujuan dari WHO, vaksin ini dapat mulai diberikan pada akhir Februari 2021.

    Sinovac

    WHO masih mempertimbangkan kemungkinan persetujuan cepat untuk vaksin yang bersal dari Cina, Sinovac. Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech, CoronaVac, dapat merespons imun yang cepat, namun menghasilkan tingkat antibodi lebih rendah daripada orang yang sudah pulih dari penyakit Covid-19. Para peneliti mengatakan vaksin CoronaVac memberikan perlindungan yang cukup.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac

    CoronaVac dan empat vaksin emsperimental lainnya yang dikembangkan di Cina saat ini tengah menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah Covid-19. Walaupun Sinovac belum merilis hasil uji coba fase III secara global, vaksinnya telah disetujui untuk penggunaan darurat di negara-negara termasuk Brasil, Indonesia, dan Turki.

    AstraZeneca-Oxford

    Vaksin Covid-19 yang dibuat Oxford-AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah infeksi Covid-19. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menyebutkan, bahwa vaksin yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca aman dan efektif. Vaksin tersebut hanya memiliki kemanjuran 70,4% berdasarkan analisis gabungan dari dua resimen dua dosis yang berbeda, yakni standar/standar dan rendah/standar. Vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan diproduksi Serum Institute of India (SII) disahkan WHO pada Februari 2021, dengan pemberian dua dosis pada 8-12 minggu setelah pemberian dosis pertama.

    Johnson & Johnson

    Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Jonhson menunjukkan efikasi di angka 66% dalam mencegah penyakit sedang hingga parah. Pada penyakit parah justru efikasinya lebih tinggi, yakni sebesar 85 persen. Pada masa uji klinisnya melibatkan 44.000 relawan, tersebar di Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan. Di Amerika Serikat, efikasi tercatat 72%, di Afrika Selatan 57 persen, dan Amerika Selatan 66%.

    Vaksin Johnson & Jonhson, yang mempunyai perjanjian tidak mengikat untuk memasok Covax dengan 500 juta dosis selama jangka waktu yang tidak ditentukan, diharapkan mendapatkan persetujuan WHO paling cepat pada Mei atau Juni. Sejauh ini, Johnson & Johnson belum mempublikasikan hasil uji klinis fase III dari vaksinnya. Namun, pihaknya telah menyampaikan bahwa diharapkan distribusinya mendapat persetujuan paling cepat Februari 2021.

    Kesimpulan

    Setiap vaksin yang dibuat oleh berbagai macam perusahaan yang ada di beberapa negara memiliki angka efektitivitas dan efikasi yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengembangan vaksin Covid-19 diharapkan dapat untuk mengatasi wabah virus SARS-CoV-2 serta dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat infeksi ini. Saat ini sejumlah kandidat vaksin telah ditemukan, dan penelitian untuk pengembangan vaksin tersebut ada yang berbasis asam nukleat, protein subunit, virus hidup yang dilemahkan, virus inaktif, maupun vektor virus lainnya. Tahapan demi tahapan uji klinis kandidat vaksin yang sedang berjalan saat ini dirancang untuk sampai memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan. Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi massal, di masa depan nanti akan terbentuk herd immunity pada populasi manusia.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai beberapa vaksin yang sudah dan akan disetujui oleh WHO untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. Jangan lupa, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS serta deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Review Vaksin Secara Umum dan Spesifik Covid-19 [Internet].  2020 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.researchgate.net/publication/343126729_Review_Vaksin_Covid-19
    2. Valerisha A, Putra M. Pandemi Global COVID-19 dan Problematika Negara-Bangsa: Transparansi Data Sebagai Vaksin Socio-digital? [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: http://journal.unpar.ac.id/index.php/JurnalIlmiahHubunganInternasiona/article/view/3871
    3. Masnun M, Sulistyowati E, Ronaboyd I. Pelindungan Hukum Atas Vaksin Covid-19 dan Tanggung Jawab Negara Pemenuhan Vaksin Dalam Mewujudukan Negara Kesejahteraan [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/dih/article/view/4325
    4. Purwantoro W. Vaksin dan Pandemi Covid 19 [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://fpscs.uii.ac.id/blog/2020/12/28/vaksin-dan-pandemi-covid-19/
    5. Arnani M. 4 Vaksin Corona yang Efektivitasnya Diklaim Mencapai 90 Persen [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/21/133000965/4-vaksin-corona-yang-efektivitasnya-diklaim-mencapai-90-persen?page=all
    6. Sah! WHO Setujui Penggunaan Vaksin Corona Oxford-AstraZeneca [Internet]. Detik.com. 2021 [cited 16 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5375233/sah-who-setujui-penggunaan-vaksin-corona-oxford-astrazeneca

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, seiring dengan mulainya distribusi vaksin untuk mencegah virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja ketika Sahabat akan divaksinasi, Sahabat perlu memperhatikan beberapa hal saat sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi. Seperti apa sajakah itu? Yuk, mari simak! Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan […]

    Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, seiring dengan mulainya distribusi vaksin untuk mencegah virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja ketika Sahabat akan divaksinasi, Sahabat perlu memperhatikan beberapa hal saat sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi. Seperti apa sajakah itu? Yuk, mari simak!

    sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi covid-19

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Sebelum Vaksinasi

    Dilansir dari Health, sebelum Sahabat melakukan vaksinasi sebaiknya memperhatikan dahulu apakah vaksinasi yang akan diberikan cukup direkomendasikan. Kemudian pelajari cara kerjanya dan manfaatnya. Untuk manfaat vaksinasi tentu saja membantu mencegah tertular Covid-19, membantu membangun perlindungan terhadap virus, dan membantu mencegah menghentikan pandemi.

    Selain, itu persiapkan diri Sahabat dengan istirahat yang cukup di malam sebelumnya supaya diri bisa tenang dan rileks sehingga tidak gelisah. Pelajari juga tiap efek samping yang mungkin didapatkan sehingga Sahabat tidak terkejut setelah divaksinasi.

    Selama Vaksinasi

    Ketika Sahabat melakukan vaksinasi yang diadakan di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, atau klinik, Sahabat direkomendasikan untuk menjalankan protoko-protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Proses vaksinasi Covid-19 ini sebenarnya sama dengan proses vaksinasi pada umumnya, seperti vaksinasi flu atau vaksinasi HPV, yang menggunakan jarum suntik. Itu artinya, Sahabat akan disuntik, dan sebelumnya lengan atas lokasi suntikan akan disterilkan dengan alkohol atau sejenisnya.

    Setelah penyuntikan Sahabat akan diminta menunggu sekitar 15-30 menit untuk memastikan kemungkinan reaksi pasca imunisasi yang akan terjadi seperti sakit kepala, demam, dan nyeri. Sahabat kemudian akan diberikan kartu vaksinasi sebagai bukti bahwa Sahabat telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Perlukah Paspor Vaksin Covid-19 untuk Bukti Vaksinasi?

    Setelah Vaksinasi

    Setelah vaksinasi, Sahabat tentu akan merasakan efek samping. Apabila Sahabat mengalami nyeri lengan atau bengkak, CDC merekomendasikan menggunakan lap bersih yang sudah dibasahi air dingin untuk meredakan nyeri dan melatih otot.

    Apabila demam, Sahabat disarankan untuk meminum banyak cairan dan berpakaian ringan, dan jika ada sakit atau tidak nyaman setelah divaksin, konsultasilah dengan dokter untuk menggunakan obat bebas seperti parasetamol. Efek samping yang dirasakan biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 hari. Namun, jika berlanjut segera hubungi penyedia layanan kesehatan setempat.

    Karena vaksin Covid-19 diberikan dalam dua dosis, CDC tetap menyarankan Sahabat untuk disuntik vaksin kedua meskipun terkena efek samping. Penyuntikan 2 kali dimaksudkan untuk membangun kekebalan tubuh secara optimal melawan virus. Namun akan ada pertanyaan apakah boleh sesuka hati meski sudah divaksin?

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jawabannya, tidak! Hal ini dikarenakan vaksin hanya bersifat mencegah dan menghalangi munculnya gejala. Jadi, tidak menjamin sepenuhnya Sahabat bakal tidak tertular lagi Covid-19. Karena itu, setelah Sahabat divaksin yang perlu Sahabat lakukan adalah tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun, terutama saat di keramaian. CDC juga menyarankan untuk menghindari tempat-tempat yang ventilasinya udaranya buruk karena hal itu menyebabkan penyebaran virus. Yang terpenting lagi saat Sahabat ingin melakukan perjalanan bisnis atau liburan harus tetap tes Covid-19.

    Hal yang sama berlaku ketika Sahabat yang sudah divaksin ingin berkumpul dengan teman dan keluarga. Sebaiknya, urungkan saja dahulu hal itu. Kalaupun harus sebaiknya dilakukan di ruang terbuka, dan mintalah keluarga atau teman yang belum divaksin untuk karantina mandiri selama 10 hari sebelum pertemuan. Mengapa? Karena tanpa disadari, orang yang sudah divaksin dapat membawa dan meyebarkan patogen. Bahkan, mereka bisa menyebarkan epidemi.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Karena itu, hal terbaik setelah divaksin adalah tetap melakukan protokol kesehatan 5M supaya juga minimum kekebalan kelompok sebanyak 70% tercapai. Dengan begini, vaksin benar-benar efekti mencegah dan menghentikan pandemi seperti yang diharapkan. Selain 5M, Sahabat juga jangan lupa melakukan PHBS, dan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. What to Expect Before, During, and After You Get the COVID-19 Vaccine [Internet]. Health.com. 2021 [cited 5 February 2021]. Available from: https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/covid-19-vaccine-before-during-after-appointment
    2. Media K. Suntik Vaksin Bukan Berarti Bebas Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/02/04/140000568/suntik-vaksin-bukan-berarti-bebas-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan-?page=all#page2
    Read More
  • Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, […]

    Mengapa Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, mencegah timbulnya penyakit.

    terpapar virus meski sudah divaksin

    Baca Juga: Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

    Center for Diseases Control (CDC) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 melindungi diri virus tersebut supaya tidak terlalu berat terkena efeknya, dan tidak akan terpapar virus setelahnya. Jenis vaksin apa pun dapat melindungi diri dari virus, baik melalui virus yang dimatikan, DNA, RNA, atau antibodi. Meski begitu ada pertanyaan apakah masih bisa terkena virus meski sudah divaksin?

    Penyebab Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin

    Data menunjukkan bahwa mereka yang positif Covid-19 setelah divaksin banyak yang langsung beraktivitas di luar dan tidak menerapkan 3M. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan mengingat efektivitas vaksin belum akan terlihat karena membutuhkan waktu untuk meningkatkan antibodi di dalam tubuh. Saat seseorang disuntik vaksin sebanyak dua kali, antibodi di dalam tubuh yang didapatkan tidak bisa langsung tinggi sehingga hal tersebut memerlukan waktu selama 14 atau sebulan setelah penyuntikan, sehingga didapatkan antibodi yang maksimal.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Vaksinasi setidaknya akan memperkecil risiko tertular virus dengan catatan bahwa vaksin menawarkan respons imunologis yang kuat, yang mampu menghentikan perkembangbiakan virus dengan cepat. Sehingga disarankan suntikan vaksin diberikan jangan satu kali, melainkan dua kali.

    Bukan Lini Pertama Pencegahan Covid-19

    Adanya vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan risiko tertular, tetapi belum tentu mengakhiri pandemi ini.  Hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, distribusi vaksin yang merata ke berbagai wilayah di Indonesia. Vaksin bukanlah lini pertama dalam pencegahan Covid-19. Vaksin adalah lini kedua pencegahan sebab vaksinasi ditujukan untuk memberikan kekebalan supaya pada saat seseorang terpapar virus, ia tidak jatuh sakit.

    Tetap Melaksanakan 3M

    Semua pihak, terutama yang sudah divaksin diminta agar tetap melaksanakan 3M, mencuci  tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku 3M ini merupakan lini pertama dalam pencegahan yang tidak boleh dianggap enteng dan diabaikan, dan merupakan satu-satunya cara terbaik dalam menangkal Covid-19.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Demikianlah Sahabat mengenai mengapa orang yang divaksinasi masih bisa tertular virus. Vaksinasi dapat membentuk kekebalan tubuh, dan juga kekebalan kelompok yang harus mencapai 70%. Vaksin bukanlah obat karena fungsinya hanya untuk mencegah. Tetaplah berperilaku 3M dan menjalani PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 vaccines [Internet]. Who.int. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/facts.html
    3. (PDF) COVID-19 Vaccine: An Update and Primer [Internet]. ResearchGate. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/345813274_COVID-19_Vaccine_An_Update_and_Primer#pf2c
    4. Maulana Y. 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Positif Corona [Internet]. detiknews. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5338366/25-relawan-uji-klinis-vaksin-sinovac-di-bandung-positif-corona
    5. Septiani A. Setelah Vaksin COVID-19 Masih Terinfeksi? Ahli Imunisasi: Bisa, Tapi Tidak Parah [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329507/setelah-vaksin-covid-19-masih-terinfeksi-ahli-imunisasi-bisa-tapi-tidak-parah
    6. Media K. Bisakah Kita Menularkan Covid-19 Setelah Divaksin? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/18/095832220/bisakah-kita-menularkan-covid-19-setelah-divaksin?page=all
    7. Even if you have been vaccinated, someone can still be exposed to the corona virus [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/keseh/19/10/2020/meski-sudah-divaksin-s Someone-tetap-bisa-terpapar-virus-korona/
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Penerima pertama vaksinasi adalah Presiden Joko Widodo yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara dan pesohor publik. Meskipun BPOM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, sejumlah masyarakat tetap menyatakan untuk menolak divaksinasi. Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum […]

    Mengenal Trypanophobia atau Fobia Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Penerima pertama vaksinasi adalah Presiden Joko Widodo yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara dan pesohor publik. Meskipun BPOM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, sejumlah masyarakat tetap menyatakan untuk menolak divaksinasi.

    tryphanophobia atau fobia jarum suntik

    Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

    Seperti dilansir CNN Indonesia, kebanyakan orang tidak mau divaksin adalah karena ragu dan takut terkait narasi seputar vaksin yang menyatakan mengenai proses pembuatan vaksin, efektivitasnya, dan efek samping, dan kemudian dibungkus dengan teori-teori konspirasi yang membuatnya menarik perhatian. Hal itu juga ditambah dengan kurangnya mengenai literatur kesehatan yang benar dan yang mudah dipahami oleh kelompok masyarakat yang tidak memiliki latar belakang kesehatan sama sekali. Jadilah, hal-hal ini yang cukup menghambat kampanye pemerintah untuk mengegolkan vaksinasi Covid-19 agar virus benar-benar dapat dicegah secara optimal.

    Namun dari semua alasan yang kebanyakan berhubungan dengan bahan, efektivitas vaksin, dan efek samping ada juga satu hal yang kerap luput dari perhatian semua orang, yaitu trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik. Hal inilah yang dialami oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Putra Absor Hasibuan. Dilansir dari Gatra.com, politikus dari Partai Gerindra yang menjadi penerima pertama vaksin di Jambi itu gagal divaksin Covid-19 hanya karena dirinya mengalami ketakutan terhadap jarum suntik sehingga ia mengalami stres dan tekanan darahnya di angka 170. Yang bersangkutan juga mengidap Diabetes sehingga tidak dianjurkan divaksin.

    Produk Terkait: Jual Jarum Suntik

    Fobia terhadap jarum suntik kerap dianggap sebagai sesuatu yang remeh, dan tidak begitu menjadi perhatian. Padahal, jika dibiarkan hal ini akan menjadi permasalahan yang berlarut. Karena itu, tulisan kali ini akan membahas mengenai hal tersebut.

    Pengertian

    Dilansir dari Healthline, trypanophobia adalah ketakutan ekstrem terhadap prosedur medis yang melibatkan jarum suntik atau benda tajam lainnya. Biasanya yang mengalami hal ini adalah anak-anak karena mereka tidak terbiasa dengan sensasi kulit yang tertusuk benda tajam. Tidak hanya anak-anak orang dewasa pun dapat mengalami hal yang sama meskipun kebanyakan sudah bisa menoleransi hal tersebut. Rasa takut ini cukup kuat sehingga bisa menimbulkan kecemasan.

    Penyebab

    Penyebab fobia ini adalah sebagai berikut:

    • Mengalami trauma sebelumnya akibat objek atau situasi tertentu kerabat yang menderita fobia
    • Perubahan kimia otak
    • Fobia masa kecil yang muncul pada usia 10 tahun
    • Temperamen yang sensitif, menghambat, atau negatif
    • Belajar dari informasi dan pengalaman negatif
    • Fobia-fobia terhadap jarum suntik yang menyebabkan:
    • Pingsan atau pusing parah akibat reaksi refleks vasovagal saat ditusuk jarum
    • Mempunyai kenangan buruk dan kecemasan seperti ingatan akan suntikan yang menyakitkan yang dapat dipicu dengan melihat jarum
    • Ketakutan atau hipokondria terhadap medis
    • Kepekaan terhadap nyeri yang cenderung bersifat genetik dan menyebabkan kecemasan tinggi, tekanan darah, atau detak jantung selama prosedur medis yang melibatkan jarum
    • Ketakutan menahan diri

    Gejalanya

    Trypanophobia mempunyai gejala-gejala. Gejala-gejala ini muncul saat seseorang melihat jarum atau diberi tahu bahwa mereka harus menjalani prosedur yang melibatkan jarum. Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Pusing
    • Pingsan
    • Gelisah
    • Insomnia
    • Serangan kepanikan atau kecemasan
    • Tekanan darah tinggi
    • Detak jantung berpacu sangat cepat
    • Kasar secara emosional atau fisik
    • Menghindari atau melarikan diri dari perawatan medis

    Cara Mendiagnosis Fobia

    Fobia terhadap jarum suntik tentu saja dapat mengganggu kemampuan tenaga medis untuk melakukan vaksinasi apabila Sahabat mengalaminya. Karena itu, sangat penting untuk menanganinya. Pertama-tama dokter yang akan melakukan vaksinasi akan mengesampingkan penyakit fisik dengan melakukan pemeriksaan medis. Setelah itu, dokter akan merekomendasikan Sahabat untuk menemui spesialis perawatan kesehatan mental, dan spesialis akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat kesehatan mental dan fisik serta meminta Sahabat menjelaskan gejala-gejala yang dialami. Diagnosis ini ada jika memang jarum suntik benar-benar telah mengganggu kehidupan Sahabat.

    Baca Juga: Infodemik: Pengergtian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Apakah Hal Ini Dapat Menyebabkan Komplikasi?

    Trypanophobia pada kenyataannya dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Stres dan ketakutan yang berlebihan ini bisa menyebabkan penundaan perawatan medis yang diperlukan terutama bagi Sahabat yang memiliki penyakit kronis yang harus segera ditangani.

    Bagaimana Cara Menanganinya?

    Pengobatan fobia ini tentu berbeda dari pengobatan secara fisik karena menyangkut masalah mental. Karena itu, pengobatannya meliputi psikoterapi, yaitu:

    • Terapi perilaku kognitif yang melibatkan ketakutan Sahabat terhadap jarum suntik untuk dieksplorasi. Terapis akan membantu Sahabat mempelajari berbagai cara untuk memikirkan ketakutan dan pengaruhnya. Ujungnya, Sahabat harus percaya diri dengan mampu menguasai pikiran dan perasaan.
    • Terapi pemaparan yang mirip dengan terapi perilaku kognitif, dan berfokus pada perubahan respons mental dan fisik dari rasa takut terhadap jarum suntik. Dalam terapi ini Sahabat akan diminta oleh terapis untuk melihat jarum kemudian meminta berdiri di samping jarum, memegang jarum, dan meminta membatyangkan diri disuntik dengan jarum.
    • Pengobatan adalah hal terakhir yang bisa dilakukan apabila Sahabat benar-benar dan tidak mau menerima psikoterapi. Obat yang disarankan adalah obat anti kecemasan dan obat penenang yang dapat membuat tubuh dan otak menjadi rileks sehingga mengurangi gejala. Obat juga dapat digunakan saat vaksinasi jika diperlukan untuk membantu mengurangi stres.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Itulah Sahabat mengenai trypanophobia atau fobia terhadap jarum suntik yang dapat saja muncul pada setiap orang karena ketakutan akan disuntik. Fobia ini sendiri ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menghambat upaya pemerintah dan tenaga medis dalam melakukan vaksinasi terutama vaksinasi Covid-19 yang minimal harus 70% populasi supaya pandemi dapat dikendalikan dengan optimal. Apabila Sahabat ingin mengetahui informasi tentang vaksinasi Covid-19 yang valid dan benar, Sahabat bisa berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter di Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alasan di Balik Munculnya Orang yang Tak Percaya Vaksin [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210114160352-260-593802/alasan-di-balik-munculnya-orang-yang-tak-percaya-vaksin
    2. Nusantara S. Gagal Divaksin, Ketua DPRD Kota: Saya Takut Jarum Suntik | Kesehatan [Internet]. Gatra.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.gatra.com/detail/news/500918/kesehatan/gagal-divaksin-ketua-dprd-kota-saya-takut-jarum-suntik
    3. Trypanophobia: Test, Definition, and Causes [Internet]. Healthline. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/trypanophobia
    Read More
  • Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan […]

    Kementerian Kesehatan Membuka Opsi Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri untuk Mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi di Indonesia

    Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan yang ditujukan bagi karyawan perusahaan tersebut.

    vaksinasi Covid-19 secara mandiri, vaksinasi Covid-19 mandiri, vaksinasi mandiri

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Adapun tujuan vaksinasi mandiri ini, menurut Menkes, adalah agar vaksinasi dapat berjalan sesuai target dengan pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 70%. Syarat penerimanya adalah tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksin dan melapor kepada pemerintah sehingga tidak terjadi tumpeng tindih. Selain itu, vaksin yang dibeli harus sesuai dengan standar WHO, dan disetujui oleh BPOM.

    Vaksinasi mandiri ini, menurut Kemenkes, rencananya bisa dimulai setelah penyuntikan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pelayanan publik selesai sehingga vaksinasi akan digelar bersamaan dengan vaksinasi gratis pada masyarakat. Namun di tempat terpisah Wamenkes, Dante Budi Saksono, menyatakan bahwa pemerintah tidak ada rencana sama sekali memberikan vaksinasi mandiri kepada pihak swasta. Prosedurnya adalah tetap harus menggunakan vaksinasi gratis dari pemerintah.

    Permintaan mengenai vaksinasi mandiri ini datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo supaya dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Untuk saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan program vaksinasi secara sistemastis melibatkan berbagai basis data dari Kemenkes, Biofarma, dan BPJS Kesehatan. Setiap individu yang akan divaksin telah terdata dalam basis data yang ada pada Sistem Informasi Aplikasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Individu yang sudah divaksinasi nantinya  juga akan kembali didata pada sistem tersebut.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Untuk masyarakat yang terdata sebagai penerima vaksin nantinya akan menerima SMS notifikasi untuk segera registrasi ulang. Pada saat registrasi ulang tersebut masyarakat dipersilakan memilih fasilitas kesehatan untuk vaksinasi beserta dengan jadwal pelaksanaan, dan kemudian akan mendapatkan tiket elektronik berupa QR code.

    Tiket elektronik ini nantinya akan digunakan sebagai persyaratan mendapatkan vaksin di fasilitas kesehatan disertai dengan menunjukkan KTP. Setelah selesai divaksinasi, masyarakat akan mendapatkan kode nomor dan sertifikat bahwa dirinya sudah divaksin.

    Demikianlah mengenai wacana Menkes mengenai vaksinasi Covid-19 secara mandiri, dan sebenarnya pernah direncanakan pada sebelum vaksinasi, dengan perincian pemerintah memberikan vaksin gratis bagi 30% warga sedangkan 70% sisanya harus membayar. Hal ini kemudian menimbulkan polemik sehingga pemerintah menggratiskan vaksinasi.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca-Vaksinasi Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat apabila pemerintah sudah memulai vaksinasi massal jangan ragu dan takut untuk divaksinasi sebab vaksinasi itu baik dan perlu. Vaksinasi dapat melindungi diri Sahabat dan sekitar sehingga pencegahan terhadap Covid-19 dapat dilakukan secara optimal. Namun sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Menkes Buka Opsi Vaksin Covid-19 Mandiri, Diberikan bagi Perusahaan untuk Karyawan [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/14/18195281/menkes-buka-opsi-vaksin-covid-19-mandiri-diberikan-bagi-perusahaan-untuk
    2. Septiani A. Banyak Permintaan, Menkes Pertimbangkan Buka Jalur Vaksin Mandiri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334814/banyak-permintaan-menkes-pertimbangkan-buka-jalur-vaksin-mandiri
    3. Kemenkes Tutup Peluang Swasta untuk Vaksinasi COVID-19 Mandiri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://tirto.id/kemenkes-tutup-peluang-swasta-untuk-vaksinasi-covid-19-mandiri-f9dq
    Read More

Showing 11–20 of 24 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com