Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi BCG”

  • Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita. Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan. Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) […]

    Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita.

    Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan.

    Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) pada Anak

    Sobat pasti tidak asing dengan nama vaksin BCG yang diberikan sejak bayi. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara jelas mulai dari penggunaan sampai kegunaan BCG untuk anak-anak. Apa saja dan seberapa penting vaksin ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa itu Vaksin BCG ?

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi tubuh dari tuberkolosis atau yang biasa disebut TB. Penyakit ini seperti bayang-bayang, tidak pernah diketahui masalahnya tapi berbahaya karena menyerang bagian paru-paru sebagai organ utama pernafasan manusia.

    Vaksin BCG masuk ke dalam vaksin yang mengandung bakteri TB tetapi sudah dimodifikasi sebelumnya, vaksin ini akan membantu tubuh untuk melawan bakteri TB, khususnya pada bayi yang baru lahir sehingga bila tertular, gejalanya tidak akan berat. Jika disisipi BCG, tubuh akan terus membentuk imun yang kuat. Alasan ini yang menyebabkan BCG diberikan sebelum bayi mulai usia 3 bulan.

    Mengenai vaksin BCG

    • Golongan : vaksin
    • Kategori : obat yang membutuhkan resep
    • Guna : mencegah tuberkulosis
    • Bentuk obat : suntik
    • Diberikan pada: anak-anak dan juga orang dewasa
    • Peringatan khusus : wanita hamil dan juga menyusui sebaiknya tidak diberikan vaksin ini, konsultasikan pada dokter kandungan terkait vaksin BCG, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat penderita TB sehingga dapat menulari sekitar.

    Apakah Berguna untuk Orang Dewasa ?

    Sebenarnya, vaksin BCG dapat diberikan pada orang dewasa, tetapi keefektifannya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi sehingga jarang sekali dianjurkan terutama mereka yang belum pernah vaksin. Biasanya yang mendapatkan vaksin BCG saat dewasa adalah petugas medis yang memiliki kontak dengan pasien TB dan berisiko.

    Dosis vaksin BCG

    Vaksin hanya akan jadi sia-sia jika tidak digunakan dengan benar, dimana BCG memiliki aturan dan dosisnya sendiri. Memang yang mengetahui dosis adalah paramedis sehingga sebagai pasien atau pengguna tinggal datang ke puskesmas ataupun rumah sakit. Namun, tidak ada salahnya Sobat mengetahuinya untuk menambah pengetahuan betapa pentingnya imunisasi ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pertama Sobat bisa memperhatikan isi dari kemasan vaksin BCG, dimana cairan tersebut harus bening dan tidak terdapat partikel, minimal Sobat melihatnya seperti air bersih dan jangan sampai berubah warna. Kemudian, botol tidak mengalami kebocoran dan bentuk kemasan masih bagus. Mintalah kepada petugas botol yang baru jika sudah terlihat buruk.

    Setelah itu perhatikan suntikan, apakah menggunakan yang baru atau tidak. Hal ini penting mengingat terdapat beberapa oknum yang menggunakan alat suntik berbahaya dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan

    Tujuan dan Manfaat Vaksin BCG

    Inilah informasi yang ditunggu banyak orang tua, sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari vaksin BCG selain yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Vaksin BCG terbukti ampuh merangsang tubuh untuk membentuk sistem imun anti tuberkulosis, dimana vaksin ini bukan mengobati tetapi membekali perlindungan.

    Sobat tidak perlu khawatir kapanpun dan dimanapun tuberkulosis menyerang anak atau Sobat karena sudah terbekali oleh kekebalan tubuh sendiri. Beberapa penelitian mencatat beberapa efektifitas dari vaksin BCG yaitu :

    • Dapat mengurangi resiko penyakit tuberkolosis sekitar 50%
    • Dapat mengurangi bentuk berat dari pasien yang terserang penyakit tuberkulosis seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%, apalagi jika sudah menyerang otak maka akan berbahaya
    • Memberikan efek perlindungan maksimal selama 10 tahun, setelah itu Sobat bisa meminta vaksin kembali di rumah sakit.

    Efek Samping

    Biasanya banyak ibu khawatir karena setelah imunisasi anak akan mengalami efek samping, terkadang orang tua baru merasa bingung apakah gejala yang timbul termasuk wajar atau justru bermasalah. Sebenarnya ibu bisa konsultasi ke dokter anak atau tempat imunisasi sebelumnya jika terjadi masalah yang dirasa janggal.

    Namun, efek samping yang didapatkan setelah imunisasi biasanya adalah adanya pembengkakan kecil di area kulit yang disuntik. Kemudian, bayi akan merasa rewel karena tidak nyaman dan tubuh memberikan reaksi pegal dan juga agak sedikit demam. Selain itu, bekas suntikan  seringkali menimbulkan luka parut atau luka yang berbentuk.

    Jika luka sudah menimbulkan masalah seperti nanah dan juga membengkak sebaiknya hubungi dokter terkait untuk konsultasi tentang keadaan anak. Bayi yang mengalami masalah biasanya lebih sensitif dan mereka lebih tersiksa.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG bagi Anak

    Kejadian pasca-imunisasi BCG salah satunya adanya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak selama 2-4 bulan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi sehingga jika memang ada salah satunya yang terjadi segera larikan ke rumah sakit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Segera vaksin anak Sobat dengan BCG agar bila tertular, gejalanya tidak terlalu berat. Konsultasikan ke dokter anak Sobat mengenai pertanyaan-pertanyaan seputar BCG. Anak sehat, anakpun menjadi kuat. Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, dan banyak keunggulannya Lho!

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita TBC Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama […]

    Mari Kenali Perbedaan TBC dan Covid-19

    Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita

    perbedaan tbc dan covid-19

    TBC

    Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama seperti Covid-19.

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Menurut WHO, setiap detiknya paling tidak ada satu orang yang treinfeksi TBC di dunia. Indonesia sendiri telah menempati urutan atau peringkat kedua sebagai negara dengan kasus penyakit TBC terbanyak setelah India.

    TBC bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit TBC.

    Kebanyakan, orang biasanya tidak menyadari saat mengalami gejala penyakit TBC dan bingung membedakannya dengan penyakit lain, karena memang tidak mudah untuk mengenalinya. Padahal sebenarnya, gejala penyakit TBC dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

    Gejala TBC

    Biasanya pasien sering mengalami satu atau dua gejala ringan yang membuat tidak bisa mengenali gejala penyakit apa tersebut.

    Mengidentifikasi gejala penyakit TBC sendiri bisa membantu seseorang mencegah komplikasi seperti infeksi PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) pada organ tubuh lainnya. Berikut gejala penyakit TBC:

    – Batuk terus-menerus

    Batuk sendiri merupakan gejala umum dari penyakit TBC. Apabila Sahabat Sehat batuk yang terus menerus dan menyakitkan selama lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

    – Batuk darah

    Selain batuk yang tidak juga kunjung sembuh, penderita TBC biasanya juga mengalami batuk darah. Oleh karena itu waspadalah ketika ada noda darah ketika batuk.

    – Penurunan berat badan

    Penderita TBC juga biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh penderita penyakit TBC.

    – Demam

    Biasanya setiap penderita infeksi TBC disertai dengan demam.

    – Lemah

    Sahabat Sehat harus tahu, biasanya penyakit TBC bisa membuat tubuh menjadi cepat merasa lemah.

    – Rasa sakit di paru-paru

    TBC sendiri merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru. Jika Sahabat Sehat merasakan nyeri tajam di paru-paru dan merasa kesakitan ketika menghembuskan udara, maka bisa dipastikan memiliki infeksi paru-paru yang parah.

    – Infeksi yang tidak kunjung sembuh

    Selain membuat infeksi paru-paru, TBC juga dapat menginfeksi setiap bagian tubuh seperti perut, hati, bahkan otak. Jika Sahabat Sehat memiliki infeksi di daerah tersebut lebih dari 3 minggu, sebaiknya periksakanlah hal tersebut ke dokter.

    Baca Juga: Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    – Menggigil di malam hari

    Jika Sahabat Sehat menggigil di malam hari padahal udara sedang tidak dingin atau bisa dibilang normal, hal ini bisa juga menjadi tanda TBC. Sebab, infeksi dari bakteri TBC ini biasanya akan menyebabkan menggigil di malam hari.

    – Kelelahan

    Gejala yang lain adalah Sahabat Sehat akan mudah sekali lelah karena daya tahan tubuh mulai melemah saat menderita penyakit TBC.

    – Urine kemerahan

    Sahabat Sehat bisa mengamati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. hal ini juga merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona jenis SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

    Virus ini dapat menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Baca Juga: Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    – Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Persamaan TBC dan Covid-19

    Persamaan TBC dan Covid-19 adalah dapat menular melalui droplet atau percikan ludah dan saluran pernapasan. Penularannya pun bisa berasal dari orang-orang yang memang tidak memiliki gejala (asimptomatik).

    Namun, Covid-19 juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui kontak pada permukaan, seperti pada mata, hidung, dan mulut, jika sebelumnya virus terdapat di permukaan tubuh.

    Terkait pengendalian infeksi penyakitnya, TBC dan Covid-19 dapat dikendalikan lewat tindakan administratif termasuk triase pasien berdasarkan gejala pernapasan serta menyarankan pasien atau penderita untuk menggunakan masker.

    Baca Juga: Tepat dan Efektifkah  Masker Berlapis untuk Menangkal Covid-19?

    Selain menggunakan masker, tindakan lingkungan atau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bisa mempercepat pemulihan masing-masing penyakit tersebut. Seperti memberikan ventilasi dengan aliran udara yang baik.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui perbedaan dan persamaan dari penyakit TBC dan Covid-19. Sahabat Sehat bisa memeriksakan apabila sudah mulai ada gejala yang sudah disebutkan di atas.

    Namun, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, guna mengecek kepastian, Sahabat Sehat bisa langsung melakukan tes swab atau sebagainya guna mengecek kesehatan pada Sahabat Sehat masing-masing.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk TBC Sahabat bisa mencegahnya dengan vaksinasi BCG di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ansori, A., 2021. Wajib Tahu Beda Penularan TBC dengan COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4331285/wajib-tahu-beda-penularan-tbc-dengan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    2. merdeka.com. 2021. Pahami Perbedaan TBC dengan Covid-19 di Tengah Pandemi | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/pahami-perbedaan-tbc-dengan-covid-19-di-tengah-pandemi.html> [Accessed 5 April 2021].
    3. liputan6.com. 2021. 10 Gejala Penyakit TBC dan Cara Pengobatannya, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/3874937/10-gejala-penyakit-tbc-dan-cara-pengobatannya-kenali-sejak-dini-sebelum-terlambat> [Accessed 5 April 2021].
    4. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat. Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin? Dalam tulisan yang dimuat di The […]

    Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat.

    pelayanan TBC di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Dalam tulisan yang dimuat di The Jakarta Post berjudul “Covid-19 Causes Major Setbacks for RI as TB High Burden Country”, terdapat beberapa pandangan mengenai pelayanan TBC di Indonesia selama masa pandemi Covid 19. Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu dari 3 negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak setelah Cina dan India.

    Besarnya jumlah penderita tersebut tentunya harus diiringi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang baik. Secara global, sebelum terjadinya pandemi Covid-19 telah terjadi peningkatan pelayanan kasus TBC yang ditandai dengan angka penurunan penderita TBC mencapai 9% pada periode 2015-2019.

    Namun tercatat sekitar 3 juta orang penderita TBC secara global tidak terdiagnosa atau tidak dilaporkan ke badan kesehatan yang berwenang untuk penanganan TBC, demikian menurut laporan World Health Organization (WHO).

    WHO juga menyebutkan bahwa pada tahun 2019 sekitar 465.000 orang terdiagnosa TBC yang resisten terhadap obat, dan kurang dari 40% penderita dapat mengakses pengobatan TBC. Hal itu turut didukung karena keterbatasan akses pengobatan untuk mencegah penyakit tersebut.

    Bagaimana Pelayanan TBC Selama Pandemi Covid 19 ?

    Pandemi Covid-19 kenyataannya turut mempengaruhi pelayanan TBC yang sebelumnya merupakan salah satu layanan kesehatan yang diprioritaskan. Hal ini ditandai dengan alokasi pelayanan yang lebih difokuskan pada penanganan Covid 19.

    WHO menyatakan bahwa telah terjadi penurunan laporan secara signifikan dalam pelaporan kasus TBC mencapai 25-30% yang terjadi pada negara-negara dengan jumlah penderita TBC terbesar, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2020, angka jumlah kematian akibat TBC diperkirakan mencapai 400.000 jiwa pada 2020.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Kuat

    Apabila pelayanan kesehatan masih difokuskan untuk penanganan Covid-19, diprediksikan bahwa jumlah penderita TBC akan meningkat hingga mencapai 6,3 juta kasus pada 2020 hingga 2025. Sehingga pemerintah baik secara global dan di Indonesia memerlukan strategi khusus penanganan TBC selama masa pandemi Covid 19, yaitu dengan melakukan pelacakan, pengujian, dan pengisolasian pada setiap kasus TBC.

    TBC dapat dicegah melalui pemberian vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin) sebagai salah satu bentuk pencegahan yang tepat, dengan efektivitas mencapai 70-80% terutama pada anak-anak.

    Pemberian vaksin BCG merupakan suatu keharusan sebagai cara pencegahan sekaligus peningkatan pelayanan kesehatan di negara dengan angka penderita TBC terbanyak. Vaksinasi harus tetap dilaksanakan meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid 19 agar dapat menekan angka kesakitan TBC selama masa pandemi Covid 19.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya!

    Mengingat vaksinasi BCG sangat penting sebagai salah satu cara pencegahan penyakit TBC, Sahabat dapat melakukan vaksinasi di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Post T. COVID-19 causes major setbacks for RI as TB high burden country [Internet]. The Jakarta Post. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://www.thejakartapost.com/index.php/academia/2021/03/26/covid-19-causes-major-setbacks-for-ri-as-tb-high-burden-country.html
    Read More
  • Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak. Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil Menurut laporan […]

    Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Menurut laporan WHO tahun 2013, Kasus TB anak yang terjadi di diperkirakan 6%, yaitu sebanyak 530.000 pasien TB Anak / Tahun, sedangkan kasus anak TB dengan HIV sebanyak 74.000 kematian anak  / tahun (8% dari seluruh kematian akibat TB).

    Kasus TB pada anak di Indonesia belum ada laporan pastinya namun diperkirakan jumlah kasus TB anak adalah 7,9% – 12% dari total kasus TB di Indonesia.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Kenali dan waspada terhadap bahaya TB Anak

    Adapun gejala dari penyakit tuberkulosis yang diderita oleh anak seiring dengan perkembangan penyakit ini seperti:

    1. Demam
    2. Lemah dan rewel
    3. Batuk yang berkepanjangan
    4. Nafas yang berat dan cepat
    5. Berkeringat malam, pembesaran kelenjar
    6. Berat badan yang berkurang dan pertumbuhan yang terhambat

    Pada anak yang menderita TB, penyebaran infeksi melewati pembuluh darah bisa berefek pada semua organ di tubuh. Komplikasi parah yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah meningitis tuberculosis, yang bisa mengganggu otak dan sistem saraf.

    Baca Juga: Pijat Payudara Pada Ibu Menyusui, Apakah Efektif?

    Bagaimanakah cara mencegah anak tertular penyakit TB?

    Pencegahan pada anak agar tidak tertular penyakit TB adalah:

    1. Anak rentan tertular TB bila terdapat kontak terhadap pasien TB aktif baik anak maupun dewasa, jadi sebaiknya hindari anak mendapatkan kontak dengan anggota keluarga atau orang yang positif pengidap penyakit TB ini.
    2. Obati anggota keluarga yang positif TB (ditemukan kuman TB aktif) agar menurunkan risiko anak tertular penyakit TB.
    3. Sistem imunitas anak berperan dalam terjadinya infeksi atau sakit TB pada anak. Tingkatkan sistem imunitas anak dengan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
      1. Makan makanan yang bergizi, variasikan makanan anak supaya gizi anak optimal,
      2. Perhatikan ventilasi ruangan tempat anak berada. Untuk ventilasi di rumah, bisa dengan cara membuka jendela rumah agar ruangan rumah cukup udara dan sinar matahari,
      3. Rutin menjemur alas tidur anak supaya tidak lembab,
      4. Ajak anak untuk aktif berolahraga,
      5. Jauhi anak dari paparan asap rokok atau larang anak untuk merokok,
      6. Pastikan anak sudah diimunisasi BCG. Imunisasi BCG, sekalipun tidak mencegah infeksi TB tapi dapat menghindari anak dari penyakit TB berat.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Bagaimana manfaat daya tahan tubuh anak terhadap penyakit TB Paru?

    Mekanisme pertahanan daya tahan tubuh terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis bergantung pada interaksi dan kerjasama antara sel monosit-makrofag dan limfosit T serta sitokin. Oleh karena itu sangat penting menjaga nutrisi pada anak, agar pertahanan tubuh terhadap penyakit tuberculosis ini semakin baik.

    Malnutrisi menurut penelitian dapat menyebabkan pertahanan tubuh yang rendah atau disebut juga dengan immunodefisiensi, karena fungsi dari sel makrofag, limfosit T serta sitokin yang tidak berjalan.

    Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk tetap menjaga daya tahan tubuh anak agar tetap kuat. Adapun langkah-langkah kita sebagai orang tua, bagaimana menjaga anak untuk mempunyai daya tahan yang kuat terhadap serangan bakteri khususnya mycobacterium tuberculosis adalah:

    1. Menjaga asupan gizi anak, perbanyak makanan yang sehat mengandung Omega 3, seperti yang terdapat di minyak salmon, mackerel, herring dan ikan tuna dan sayuran. Cobalah untuk selalu memasukkan ikan pada menu anak anda dua kali seminggu.
    2. Makanan yang kaya akan Vitamin C dan karotenoid juga dapat meningkatkan sel darah putih yang dapat melawan infeksi terhadap serangan penyakit.
    3. Jaga waktu tidur sang Anak. Telah diketahui bahwa tidur yang kurang bisa membuat anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dengan turunnya sel natural killer yang menolong sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Jumlah tidur anak yang cukup untuk balita lebih dari 13 jam dan untuk umur 3-12 tahun hingga 12 jam perhari.
    4. Tetaplah memberikan ASI, karena dalam air susu ibu mengandung komponen yang mampu meningkatkan antibodi dan sel darah putih. Kolostrum, cairan encer berwarna kekuningan yang keluar ketika menyusui beberapa hari pertama setelah persalinan, mengandung zat pelawan penyakit yang sangat kuat.

    Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi :

    1. Tuberculosis in Children. Healthy Children. November 2016. [cited from November 2016]. Available from: healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Tuberculosis.aspx
    2. Penanggulangan Tuberkulosis Terpadu. Kementrian Kesehatan Indonesia. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    3. TB in Children – Getting, diagnosing and preventing TB . Global Health Education. 2016. Available from: tbfacts.org/tb-children/
    4. How to boost your child’s immune system. BBC Good Food. 15 Oktober 2016. Available from: bbcgoodfood.com/howto/guide/how-boost-your-childs-immune-system
    5. TB Indonesia – TB anak. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil yang Perlu Diketahui

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun.

    Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sahabat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru.

    Produk Terkait: Sedia Obat Batuk Anak

    Sahabat dapat mengonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak.

    Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    2. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama.

    Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandung pun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    3. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    4. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan.

    Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk.

    Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    5. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas.

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    6. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    7. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak.

    TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sahabat.

    Untuk pencegahan, sahabat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antre untuk melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

    tb pada anak, tbc pada anak

    Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat

    Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Risikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernapasan anak.1

    Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih.

    Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosis TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4

    Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1

    Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB.

    Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sahabat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4

    Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya.

    TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orang tua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen.

    TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis.

    Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6

    Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi.

    Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya.

    Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi  satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan.

    Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orang tua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Baca Juga: Masih Kena TB Padahal Sudah Imunisasi?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar TB pada anak dan produk kesehatan untuk pencegahan seperti vaksinasi BCG, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja