Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin Sinovac”

  • Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya! Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari […]

    Datang Lagi 6 Juta Vaksin Sinovac, Vaksinasi Covid-19 Jalan Terus!

    Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    vaksinasi covid-19 jalan terus

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya!

    Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari 140 juta  bulk vaksin Sinovac yang akan diterima sepanjang 2021. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 59,5 juta bulk vaksin sejak kedatangan pertama pada Desember 2020.

    Dengan kedatangan jumlah bulk vaksin yang baru ini, Menteri Budi Gunawan meminta setiap kepala daerah untuk terus menjalankan program vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan terutama karena telah dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksinasi selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Program vaksinasi dari April hingga Mei akan tetap memprioritaskan masyarakat golongan lanjut usia karena rentan terinfeksi Covid-19.

    Meskipun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat tetap perlu melaksanakan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi), serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan tetap berjalan efektif.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 ataupun melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TV K. [FULL] Pernyataan Menkes Budi Gunadi Terkait Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac [Internet]. Kompas.tv. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/amp/article/165745/videos/full-pernyataan-menkes-budi-gunadi-terkait-kedatangan-6-juta-bulk-vaksin-sinovac

     

     

    Read More
  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona […]

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona di Indonesia juga sudah diberikan status halal oleh Majelis Ulama Indonesia pada Jumat, 8 Januari 2021. Dengan pemberian status halal dan EUA ini lengkap sudah status vaksin asal Cina yang pemberiannya sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin di Bandung. Selain itu, BPOM mengkaji hasil uji klinis vaksin dengan produsen serupa di Turki dan Brasil. Karena itu, berdasarkan analisis-analisis tersebut, BPOM memastikan bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman. Angka efikasi dari hasil uji klinis di Bandung adalah 65.3% sehingga sudah melampaui standar yang ditetapkan WHO, yaitu minimal 50%. Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ini tentu saja berbeda dari yang di Turki dan Brasil, yaitu 91,25% dan 78%. Perbedaan ini dikarenakan partisipan uji klinis di kedua negara tersebut yang mayoritas adalah tenaga kesehatan.

    5 Alasan Pemberian Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM

    Tentunya, terdapat 5 alasan yang membuat BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac ini. Pertama, Indonesia sejak April 2020 menetapkan Covid-19 sebagai bencana darurat non-alam. Kedua, terdapat aspek ilmiah dan keamanan obat dan vaksin untuk mencegah penyakit dan keadaan yang serius demi keselamatan jiwa berdasarkan uji klinis dan non klinis. Ketiga, sudah memenuhi mutu dan standar cara pembuatan obat yang baik. Keempat, vaksin atau obat lebih besar memberikan manfaat daripada risikonya. Kelima, belum adanya alternatif obat atau tata laksana memadai, pencegahan pengobatan, dan menyebabkan kedaruratan masyarakat.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181.5 Juta Jiwa

    Mengenai Efek Samping Vaksin Sinovac

    Selain alasan pemberian EUA, Kepala BPOM juga memaparkan mengenai efek samping vaksin Sinovac ini. Berdasarkan data uji klinis, vaksin Covid-19 ini hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, badan lemas, dan demam. Meskipun ada efek samping dengan derajat ringan-berat, seperti sakit kepala, gangguan pada kulit, dan diare, namun persentasenya hanya 0,1-1%. Penny juga menegaskan bahwa efek samping yang muncul ini tidak berbahaya bagi mereka yang akan disuntik vaksin kembali.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Sekian mengenai pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksin Sinovac ini yang tentunya semakin meyakinkan bahwa vaksin ini aman digunakan untuk vaksinasi massal, dan sebagai salah satu pencegah Covid-19. Untuk itu, Sahabat jangan ragu dan sangsi ketika ada vaksinasi massal dari pemerintah karena vaksin itu baik dan perlu. Sembari menunggu vaksinasi, yuk Sahabat tetap menerapkan perilaku 3M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16173461/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac
    2. Azizah K. Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326767/akhirnya-mui-pastikan-vaksin-corona-sinovac-suci-dan-halal
    3. 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/11/01/2021/5-alasan-bpom-akhirnya-terbitkan-izin-penggunaan-vaksin-sinovac/
    4. Media K. Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil, Ini Penjelasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/200200423/efikasi-vaksin-sinovac-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-ini?page=all
    5. Alam S. BPOM Jelaskan Efek Samping Vaksin Sinovac yang Sudah Kantongi Izin EUA [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329447/bpom-jelaskan-efek-samping-vaksin-sinovac-yang-sudah-kantongi-izin-eua
    Read More
  • Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi […]

    Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac. Institut rekanan ini juga sudah menyerahkan hasil efektivitas ini kepada regulator kesehatan setempat, Anvisa, untuk dijadikan sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    kemanjuran vaksin Sinovac, efektivitas vaksin Sinovac, efikasi vaksin Sinovac

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Tingkat efikasi 78% ini juga melebihi standar yang ditetapkan WHO, di kisaran 50% hingga 60% karena kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya Butantan mengatakan bahwa Sinovac sendiri telah lolos ambang batas kemanjuran 50% yang ditetapkan oleh Anvisa pada 24 Desember. Karena hal yang demikian, Brasil langsung memesan 100 juta dosis, dan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, menyatakan bahwa negaranya sudah siap memakai vaksin dari Cina tersebut. Hal ini tentu bertentangan dengan Presiden Jair Bolsonaro yang menolak memakai Sinovac karena ragu akan efektivitasnya.

    Jika dilihat dari segi kemanjuran dan efektivitas, vaksin Sinovac sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang mencapai angka hingga lebih dari 90%. Meski begitu vaksin ini punya kelebihan, yaitu mudah diangkut dan disimpan pada lemari es dengan suhu normal, yaitu di angka 2-8 derajat Celcius, dan dapat bertahan selama 3 tahun. Brasil sendiri adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah pengidap Covid-19 yang cukup banyak, yaitu melampaui angka 200.000 pada Kamis, 7 Januari 2021. Angka ini merupakan yang terbanyak di Amerika Selatan, dan negara tersebut berencana memvaksinasi 51 juta orang atau seperempat populasi yang dimulai pada 25 Januari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Namun, Brasil tidak hanya mengandalkan Sinovac saja. Negara ini juga akan menggunakan vaksin-vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Sputnik V, dan Jhonson and Jhonson. Kabar kemanjuran hingga 78% ini tentu saja membawa angin segar bagi negara-negara lain yang menggunakan Sinovac selain Brasil, yaitu Indonesia, Turki, Cile, Singapura, Ukraina, dan Thailand. Terlebih lagi di Indonesia sendiri yang juga sudah menjalani uji coba klinis tahap 3 di Bandung pada 2020 lalu.

    Vaksin Sinovac sendiri sudah tiba dua kali di Indonesia, yaitu pada Desember 2020 dan Januari 2021. Total Indonesia sudah mempunyai 3 juta dosis vaksin yang distribusinya disalurkan melalui Biofarma ke sejumlah daerah. Namun hingga saat ini BPOM sebagai regulator utama belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan darurat, dan pada 13 Januari 2021 Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin.

    Mengenal Efikasi pada Vaksin Covid-19

    Berdasarkan WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat untuk hidup sehat dan mensejahterahkan masyarakat karena terlindungi dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Efikasi merupakan kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol, dan selalu dinyatakan dalam persentase. Efikasi ini didapatkan dalam uji klinis tahap II.

    Meskipun WHO sudah menetapkan standar minimal adalah 50%, menurut biolog molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, efikasi yang ideal sebenarnya adalah 70-80% karena jika kurang dari angka tersebut, berarti akan semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah mengenai vaksin Sinovac yang sudah mencapai 78% dalam uji terakhir sehingga tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kemampuan vaksin tersebut dalam mencegah Covid-19 apalagi vaksin ini akan digunakan secara luas di Indonesia dalam waktu dekat. Karena itu, Sahabat jangan ragu untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Tidak hanya untuk diri Sahabat tetapi juga untuk orang-orang di sekitar. Sembari menunggu vaksinasi dimulai, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta tidak lupa untuk deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Saputra E. Vaksin Sinovac Dilaporkan Efektif 78 Persen dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://dunia.tempo.co/read/1421185/vaksin-sinovac-dilaporkan-efektif-78-persen-dalam-uji-coba-tahap-akhir-di-brasil
    2. Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 78%, Brasil Pesan 100 Juta Dosis – Nasional Katadata.co.id [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5ff7d15672d3b/efikasi-vaksin-covid-19-sinovac-capai-78-brasil-pesan-100-juta-dosis
    3. Indonesia C. Mengenal Istilah Efikasi pada Vaksin Covid-19 [Internet]. teknologi. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201211110536-199-580858/mengenal-istilah-efikasi-pada-vaksin-covid-19
    Read More
  • Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain […]

    Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain Sinovac, Indonesia ternyata juga sudah menetapkan vaksin-vaksin Covid-19 lain.

    vaksin lain selain Sinovac

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksin Lain Selain Sinovac

    Berikut ini adalah vaksin-vaksin lain selain Sinovac yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin itu adalah:

    Bio Farma

    Di urutan pertama adalah vaksin buatan Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan obat-obatan. Vaksin yang sedang diproduksi dan dikembangkan ini adalah Vaksin Merah Putih yang pembuatannya bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain akan memproduksi Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan Sinovac dalam pembuatan dan distibusi vaksin Sinovac curah.

    AstraZeneca

    Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dari Inggris ini bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di dunia, Universitas Oxford. Berdasarkan sebuah laporan vaksin AstraZeneca ini 90% efektif mencegah Covid-19. Harga vaksin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih sedikit menimbulkan masalah dalam hal distribusi dan administrasi.

    Moderna

    Di tempat selanjutnya adalah vaksin buatan Moderna yang merupakan vaksin lain selain Sinovac. Vaksin ini diklaim oleh Moderna sendiri memiliki efektivitas hampir 95%. Moderna mengklaim bahwa vaksin Covid-19 miliknya dapat disimpan dalam keadaan beku di suhu minus 20 derajat Celcius, dan dalam lemari es, vaksin ini mampu bertahan selama sebulan. Pemberiannya membutuhkan dua dosis. Dosis pertama dan kedua diberikan dengan jarak 4 minggu. Apabila disetujui, ia akan menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi RNA.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sinopharm

    Selain Sinovac, Indonesia juga sudah menetapkan vaksin lainnya dari Cina, yaitu Sinopharm, dan dilaporkan sudah masuk tahap uji klinis pada manusia. Vaksin buatan Sinopharm bekerja dengan melemahkan virus Corona atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim yang pertama menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus di dunia.

    Pfizer

    Terakhir adalah vaksin buatan Pfizer asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Vaksin ini merupakan vaksin yang sangat dinantikan, dan efektivitasnya lebih dari 90%. Vaskin Pfizer inilah yang direkomendasikan mampu mengakhiri pandemi. Seperti halnya Moderna, vaksin ini menggunakan teknologi RNA. Dalam pemberiannya Pfizer membutuhkan dua dosis. Satu dosis untuk menjaga tubuh dan dosis lainnya untuk meningkatkan respons. Jarak pemberian dosis yakni tiga minggu.

    Itulah vaksin-vaksin lain selain Sinovac, yang bagi pemerintah Indonesia terbuka kemungkinan untuk dijajaki kerja sama. Adapun syarat-syarat vaksin yang dijajaki untuk bekerja sama sebagai berikut:

    • Kandidat vaksin dikaji mendalam berdasarkan kaidah keilmuan
    • Lolos uji klinis tahap ketiga
    • Memperoleh emergency use authorization(EUA) dari BPOM
    • Sesuai karakter masyarakat Indonesia
    • Sesuai dengan sarana pendukung lainnya

    Lalu bagaimanakah dengan efek samping?

    Mengenai efek samping sudah pasti dalam semua vaksin yang diproduksi manusia. Efek samping yang dihasilkan ini merupakan hal yang wajar, dan karena tubuh sedang belajar cara merespons imun yang sedang diberikan. Efek samping yang dilaporkan dari sejumlah vaksinasi yang telah diuji coba seperti Pfizer, Moderna, dan Sinovac adalah nyeri karena suntikan, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri otot yang berlangsung 1-2 hari. Namun hal ini lebih baik daripada terkena Covid-19 yang belum tentu diketahui waktu penyembuhannya.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Nah, Sahabat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi saat vaksinasi Covid-19 sudah dimulai oleh pemerintah sebab vaksinasi itu baik untuk pencegahan. Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih banyak soal vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi di Prosehat, dan apabila Sahabat ingin melindungi diri selain melakukan 3M dengan rapid test dan PCR swab, sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Karnesyia A. 1 dari 6 Jenis Vaksin COVID-19 Tiba di Indonesia, Simak Cara Dapatnya [Internet]. trending. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20201207094609-93-178213/1-dari-6-jenis-vaksin-covid-19-tiba-di-indonesia-simak-cara-dapatnya
    2. MEDIA P. Perbedaan 3 Vaksin [Internet]. akurat.co. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://akurat.co/news/id-1238057-read-perbedaan-3-vaksin
    3. Efek Samping Vaksin Jauh Lebih Ringan daripada Kena Covid-19 |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qkquj9414/efek-samping-vaksin-jauh-lebih-ringan-daripada-kena-covid19
    Read More
  • Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung. Baca Juga: […]

    Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung.

    vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Penerimaan 1,2 juta vaksin ke depannya akan meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Indonesia selanjutnya akan mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang menurut rencana akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, juga akan ada vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma. Jumlah vaksin curah yang tiba itu 15 juta dosis pada Desember dan 30 juta dosis pada Januari.

    Kedatangan vaksin merupakan upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, vaksin Sinovac yang sudah resmi datang ini tidak langsung digunakan karena harus menunggu persetujuan izin edar dari BPOM sebagai lembaga resmi yang mempunyai wewenang dalam masalah perizinan obat-obatan dan vaksin di Indonesia. Mengenai pelaksanaan vaksinasi ke depannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    • Memastikan seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin
    • Persiapan sistem distribusi vaksin ke daerah yang mencakup peralatan pendukung, sumber daya manusia, dan tata kelola vaksinasi
    • Memantau dan mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk terkait pelaksanaan vaksinasi
    • Tetap menjalankan protokol 3M yang sudah dianjurkan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak meskipun vaksin sudah ada. Pelaksanaan 3M ini tetap penting karena juga membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 dan efektivitas vaksin yang ada

    Cara Mendapat Vaksin Covid-19?

    Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur hingga roadmap pembagian vaksin. Terdapat dua jalur yang sudah disiapkan, yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Jalur pemerintah ini ialah program vaksinasi yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada yang penerima prioritas seperti tenaga medis, aparat hukum, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah pusat  sampai daerah hingga BPJS penerima bantuan subsidi sedangkan jalur mandiri menyasar pada masyarakat yang berusia 19-59 tahun, dengan jumlah sekitar 57 orang. Kebutuhan vaksinnya mencapau 115 juta dosis. Yang membedakan dari jalur pertama dan jalur kedua adalah jalur kedua berbayar. Sekadar info, harga vaksin Sinovac ini berkisar mulai dari Rp 200.000 per dosis.

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Proses vaksinasi jalur mandiri akan dilakukan secara digital melalui sebuah aplikasi khusus yang menurut rencana selesai pada Desember 2020 ini. Masyarakat yang akan memilih jalur mandiri harus mengikuti beberapa langkah sebelum dan sesudah vaksinasi, yaitu:

    • Mengisi data diri berupa KTP, nomor telepon, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, kartu keluarga jika ingin mendaftar bersama keluarga
    • Setelah mendaftar peserta yang ingin melakukan vaksinasi mandiri otomatis dianggap sudah melakukan pre-order, dan harus melakukan pembayaran
    • Saat mendekati hari vaksinasi, peserta akan mendapatkan pemberitahuan untuk datang di waktu yang ditentukan di klinik, fasilitas kesehatan rumah yang sakit yang dipilih. Peserta perlu untuk mengisi consent/assentform untuk mendapatkan kode khusus berupa QR code. Kode ini akan digunkan untuk validasi saat imunisasi, dan setelah diimunisasi peserta akan mendapatkan sertifikasi vaksinasi yang dapat dijadikan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Demikianlah Sahabat Sehat mengenai informasi tibanya vaksin Sinovac di Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan cara mendapatkannya, baik melalui pemerintah atau secara mandiri. Meski begitu, Sahabat harus tetap ingat pesan ibu untuk selalu melakukan 3M sebagai cara yang dapat membantu mengendalikan virus dan efektivitas vaksin. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 dan produk-produk penanganan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://setkab.go.id/vaksin-covid-19-tiba-di-tanah-air/
    2. Media K. 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tiba di Indonesia [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/22485551/12-juta-dosis-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-tiba-di-indonesia
    3. detikcom T. Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Akan Digunakan untuk Tenaga Kesehatan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5284550/vaksin-sinovac-yang-baru-tiba-akan-digunakan-untuk-tenaga-kesehatan
    4. Begini Cara Dapat dan Beli Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Berikut Inilah Syarat yang Harus Disiapkan – Tribun Sumsel [Internet]. Tribun Sumsel. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/07/begini-cara-dapat-dan-beli-vaksin-covid-19-jalur-mandiri-berikut-inilah-syarat-yang-harus-disiapkan?page=all
    5. Azizah K. Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Intip Lagi Harganya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5284517/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia-intip-lagi-harganya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja