Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin Prosehat”

  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • Wabah Covid-19 telah memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, politik, maupun pendididkan. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi juga dinyatakan sebagai bencana nasional. Berbagai cara terus diupayakan untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menelan banyak korban jiwa. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), […]

    Vaksin Yang Disetujui WHO Beserta Tingkat Efektivitas Dan Efikasinya

    Wabah Covid-19 telah memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, politik, maupun pendididkan. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi juga dinyatakan sebagai bencana nasional. Berbagai cara terus diupayakan untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menelan banyak korban jiwa. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menjaga jarak, termasuk upaya untuk menemukan vaksinnya.

    vaksin yang disetujui WHO

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksinasi yang sering kita kenal dengan nama lain imunisasi sudah lama muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari vaksin hepatitis B yang diberikan kepada bayi yang baru lahir, yang berguna untuk memberikan kekebalan pada tubuh terhadap infeksi agar bayi mampu tumbuh sehat dan memberikan peluang hidup yang lebih panjang.

    Vaksin sendiri didalamnya mengandung bagian dari bakteri atau virus yang menyerang manusia, dan bagian tersebut dilemahkan kemudian disuntikkan ke dalam tubuh manusia supaya tubuh dapat membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus yang masuk tersebut. Dengan demikian, diharapkan vaksinasi ini mampu menciptakan imunitas tubuh terhadap paparan bakteri atau virus yang asli suatu hari nanti. Sebab itu, vaksin merupakan bagian penting selama peradaban manusia dalam menghindari penyebaran wabah berbagai penyakit mematikan.

    Salah satu hal yang perlu diingat adalah bukan berarti Covid-19 dapat secara langsung hilang secara cepat setelah ditemukannya vaksin untuk penyakit ini karena saat ini pun pemberiannya masih secara bertahap. Untuk memberikan vaksinasi kepada seluruh penduduk di Indonesia diperlukan waktu yang tidak sebentar pastinya, dimana penduduk Indonesia saja berjumlah lebih dari 230 juta jiwa. Apalagi realisasi untuk mendistribusikan vaksin juga akan memiliki tantangan tersendiri mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan beragam topografi wilayahnya. Selain itu, ketersediaan vaksin sendiri menjadi salah satu kendala karena terkait dengan kapasitas produksinya, akan mempengaruhi juga waktu produksi vaksin untuk sejumlah penduduk Indonesia.

    Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, Sahabat Sehat juga perlu berperan aktif dalam menjaga diri sendiri mapun dalam menghambat penyebaran virus tersebut. Dimulai dari kebiasaan menjalankan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari dengan selalu menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, hingga menghindari kontak langsung dan menjaga jarak dengan sesama. Berikutnya, vaksinasi merupakan langkah lanjutan yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam menekan laju persebaran virus ini guna meningkatkan kekebalan tubuh sehingga kita tidak menjadi tempat hidup dari virus tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Yang Akan Disetujui WHO

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana menyetujui sejumlah vaksin untuk diberikan ke berbagai negara berkembang dalam hitungan minggu sampai bulan mendatang. Munculnya virus Covid-19 jenis baru yang diidentifikasi akhir tahun lalu, membuat beberapa perusahaan farmasi di berbagai negara berlomba menciptakan vaksin untuk membantu mengakhiri pandemi. Vaksin yang aman dan efektif diharapkan dapat segera tersedia, dengan harapan melindungi siapapun dan memperbaiki keadaan yang telah terjadi sekarang. Dalam perjalanannya, pengembangan vaksin yang efektif dan aman membutuhkan waktu tidak sebentar. Vaksin harus melalui proses uji klinis tiga tahap sebelum akhirnya disetujui dan bisa digunakan.

    Pfizer-BioNtech

    Pfizer Inc. yang bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, mengklaim vaksin produksi mereka memiliki tingkat efikasi 95 % setelah mendapat dua suntikan dan tidak memiliki efek samping serius. Data menunjukkan bahwa vaksin mencegah Covid-19 yang ringan dan parah.

    Dalam pengembangannya, Pfizer dan BioNTech mengaplikasikan teknologi terbaru berbasis versi sintetis molekul virus SARS-Cov-2 yang disebut messenger RNA atau disingkat mRNA. Vaksin jenis ini harus disimpan dalam pendingin dengan suhu minus 70 derajat Celsius. Di samping itu, ternyata WHO pun telah mengesahkan vaksin yang dikembangkan Pfizer-BioNTech ini pada akhir Desember 2020 lalu.

    Moderna

    Perusahaan Moderna Inc. mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen, berdasarkan data awal uji klinis fase tiga. Analisis tersebut mengevaluasi 95 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di antara 30.000 peserta uji coba. Moderna juga menyebut tidak ditemukan masalah keamanan yang signifikan pada vaksinnya. Secara umum, vaksin aman dengan sebagian efek samping yang dapat ditoleransi dengan kategori ringan atau sedang. Efek sampingnya seperti nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala.

    Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts ini bekerja sama dengan National Institues of Health mengembangkan vaksin corona bernama mRNA-1273. Vaksin bergantung pada penyuntikan potongan materi genetik virus, mRNA, ke dalam sel manusia. Vaksin Moderna juga cenderung lebih mudah dalam hal penyimpanan dan distribusinya karena bisa disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius. Berdasarkan persetujuan dari WHO, vaksin ini dapat mulai diberikan pada akhir Februari 2021.

    Sinovac

    WHO masih mempertimbangkan kemungkinan persetujuan cepat untuk vaksin yang bersal dari Cina, Sinovac. Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech, CoronaVac, dapat merespons imun yang cepat, namun menghasilkan tingkat antibodi lebih rendah daripada orang yang sudah pulih dari penyakit Covid-19. Para peneliti mengatakan vaksin CoronaVac memberikan perlindungan yang cukup.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac

    CoronaVac dan empat vaksin emsperimental lainnya yang dikembangkan di Cina saat ini tengah menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah Covid-19. Walaupun Sinovac belum merilis hasil uji coba fase III secara global, vaksinnya telah disetujui untuk penggunaan darurat di negara-negara termasuk Brasil, Indonesia, dan Turki.

    AstraZeneca-Oxford

    Vaksin Covid-19 yang dibuat Oxford-AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah infeksi Covid-19. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menyebutkan, bahwa vaksin yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca aman dan efektif. Vaksin tersebut hanya memiliki kemanjuran 70,4% berdasarkan analisis gabungan dari dua resimen dua dosis yang berbeda, yakni standar/standar dan rendah/standar. Vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan diproduksi Serum Institute of India (SII) disahkan WHO pada Februari 2021, dengan pemberian dua dosis pada 8-12 minggu setelah pemberian dosis pertama.

    Johnson & Johnson

    Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Jonhson menunjukkan efikasi di angka 66% dalam mencegah penyakit sedang hingga parah. Pada penyakit parah justru efikasinya lebih tinggi, yakni sebesar 85 persen. Pada masa uji klinisnya melibatkan 44.000 relawan, tersebar di Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan. Di Amerika Serikat, efikasi tercatat 72%, di Afrika Selatan 57 persen, dan Amerika Selatan 66%.

    Vaksin Johnson & Jonhson, yang mempunyai perjanjian tidak mengikat untuk memasok Covax dengan 500 juta dosis selama jangka waktu yang tidak ditentukan, diharapkan mendapatkan persetujuan WHO paling cepat pada Mei atau Juni. Sejauh ini, Johnson & Johnson belum mempublikasikan hasil uji klinis fase III dari vaksinnya. Namun, pihaknya telah menyampaikan bahwa diharapkan distribusinya mendapat persetujuan paling cepat Februari 2021.

    Kesimpulan

    Setiap vaksin yang dibuat oleh berbagai macam perusahaan yang ada di beberapa negara memiliki angka efektitivitas dan efikasi yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengembangan vaksin Covid-19 diharapkan dapat untuk mengatasi wabah virus SARS-CoV-2 serta dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat infeksi ini. Saat ini sejumlah kandidat vaksin telah ditemukan, dan penelitian untuk pengembangan vaksin tersebut ada yang berbasis asam nukleat, protein subunit, virus hidup yang dilemahkan, virus inaktif, maupun vektor virus lainnya. Tahapan demi tahapan uji klinis kandidat vaksin yang sedang berjalan saat ini dirancang untuk sampai memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan. Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi massal, di masa depan nanti akan terbentuk herd immunity pada populasi manusia.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai beberapa vaksin yang sudah dan akan disetujui oleh WHO untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. Jangan lupa, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS serta deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Review Vaksin Secara Umum dan Spesifik Covid-19 [Internet].  2020 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.researchgate.net/publication/343126729_Review_Vaksin_Covid-19
    2. Valerisha A, Putra M. Pandemi Global COVID-19 dan Problematika Negara-Bangsa: Transparansi Data Sebagai Vaksin Socio-digital? [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: http://journal.unpar.ac.id/index.php/JurnalIlmiahHubunganInternasiona/article/view/3871
    3. Masnun M, Sulistyowati E, Ronaboyd I. Pelindungan Hukum Atas Vaksin Covid-19 dan Tanggung Jawab Negara Pemenuhan Vaksin Dalam Mewujudukan Negara Kesejahteraan [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/dih/article/view/4325
    4. Purwantoro W. Vaksin dan Pandemi Covid 19 [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://fpscs.uii.ac.id/blog/2020/12/28/vaksin-dan-pandemi-covid-19/
    5. Arnani M. 4 Vaksin Corona yang Efektivitasnya Diklaim Mencapai 90 Persen [Internet]. 2021 (diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/21/133000965/4-vaksin-corona-yang-efektivitasnya-diklaim-mencapai-90-persen?page=all
    6. Sah! WHO Setujui Penggunaan Vaksin Corona Oxford-AstraZeneca [Internet]. Detik.com. 2021 [cited 16 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5375233/sah-who-setujui-penggunaan-vaksin-corona-oxford-astrazeneca

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam