Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin polio”

  • Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita […]

    Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan vaksin, apa itu vaksin polio, kapan waktu yang tepat bagi si anak untuk mendapatkan vaksin polio, serta apa yang dimaksud dengan polio, gejala yang mungkin ditimbulkan apabila sudah terjangkit virus polio serta apa saja yang dapat kita lakukan apabila sudah terjangkit polio.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Polio ke Rumah

    Kita mulai dari membahas apa yang dimaksud dengan vaksinasi atau imunisasi, Vaksinasi merupakan suatu cara memasukan virus mati atau virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh manusia yang bertujuan dengan pemberian vaksin ini, sistem pertahanan tubuh mampu mengenali virus, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat mengatasinya secara otomatis apabila suatu saat kita terinfeksi virus tersebut. Vaksinasi polio terdapat 2 jenis yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) atau Imunisasi Polio Oral merupakan vaksinasi dari virus hidup yang sudah dilemahkan dan yang kedua adalah IPV (Injection Polio Vaccine) atau polio suntik yang menggunakan virus yang telah dimatikan atau dinonaktifkan dan diberikan dengan cara suntikan di lengan. Jadwal penyuntikan IPV ketika anak berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6-18 bulan, sedangkan dosis penambah atau booster diberikan sejak anak berusia 6-8 tahun. Sedangkan OPV diberikan secara tetes di mulut anak sejak saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Sedangkan vaksinasi pada dewasa diberikan hanya kepada seseorang yang status vaksinasinya masih diragukan atau yang tidak pernah melakukan vaksinasi polio sama sekali sebelumnya dan apabila seseorang hendak mengunjungi negara dengan angka insiden polio tinggi. Vaksinasi polio dewasa diberikan dengan jarak waktu antara dosis pertama dan kedua, 4-8 bulan dan dosis ketiga, 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Dewasa ke Rumah

    Reaksi yang mungkin timbul akibat penyuntikan vaksinasi polio sangat ringan berupa kemerahan di tempat suntikan, demam ringan, reaksi ini bersifat sementara, apabila anak demam setelah imunisasi, maka lakukan pengompresan pada dahi, lipat paha serta lipat ketiak anak serta diberikan obat penurun panas. Sedangkan reaksi yang dapat terjadi karena penyuntikan OPV mungkin diare tapi hal ini sangat jarang terjadi.

    Tidak semua anak dapat diimunisasi polio, misalnya anak sedang dalam kondisi demam atau tidak sehat, anak dengan riwayat alergi yang parah atau alergi terhadap obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi.

    Lalu, apakah yang terjadi bila kita menolak dilakukan imunisasi pada si kecil?

    Tentunya anak kita tidak terhindar dari risiko infeksi virus polio.Polio merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang terdapat di tenggorokan dan di dalam saluran pencernaan, polio sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, pada pasien penderita polio dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas, kelumpuhan atau bahkan sampai terjadi kematian.

    Indonesia bersama dengan regional Asia Tenggara telah mendapatkan sertifikat negara bebas polio dari WHO (World Health Organization) berkat program pemerintah yang serius untuk membasmi kasus polio. saat ini, negara endemis polio sangat berkurang drastis yaitu dari 125 negara menjadi hanya 3 negara yaitu Nigeria, Pakistan dan Afghanistan (data WHO tahun 2017).

    Penyakit polio disebabkan oleh virus polio, yang dapat terinfeksi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja atau kotoran yang mengandung virus polio, dari tetesan bersin atau batuk. Dalam tubuh manusia, virus ini menginfeksi tenggorokan sampai usus, bahkan sampai masuk ke aliran darah dan menyerang sistem saraf. Orang-orang yang berisiko terjangkit polio adalah anak-anak, wanita hamil, seseorang dengan imunitas rendah, serta seseorang yang tinggal dengan sanitasi yang buruk, misalnya belum ada toilet bersih di daerah tinggal serta sumber air minum yang buruk.

    Apabila seseorang sudah positif terjangkit virus polio, awalnya tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala yang berat. Masing-masing polio mempunyai gejala yang berbeda, yaitu:

    Polio Non-Paralisis

    Merupakan tipe polio yang tidak pernah mengalami kelumpuhan. Berikut ini gejala Polio non-paralisis:

    1. Demam lemah otot atau kaku, biasanya anggota gerak serta leher terasa sakit dan kaku.
    2. Muntah
    3. Demam
    4. Meningitis
    5. Sakit tenggorokan.
    6. Sakit kepala.

    Gejala umum Polio Non paralisis umumnya dapat berlangsunng antara 1-10 hari.

    Polio Paralisis

    Polio jenis paralisis merupakan polio yang paling parah, gejalanya hampir sama dengan gejala non paralisis, yaitu pusing, sakit kepala, lemah otot, serta saluran pernapasan terganggu sampai kematian. Kelumpuhan pada polio jenis ini dapat terjadi hanya beberapa jam setelah infeksi virus polio. Polio paralisis dapat dibagi sesuai dengan bagian tubuh yang terjangkit misalnya batang otak, saraf tulang belakang ataupun campuran keduanya. Hal yang paling ditakuti dari polio tipe paralisis adalah kelumpuhan dari sistem pernapasan sehingga pernapasan menjadi terhambat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, hal ini diperlukan penanganan medis secara serius.

    Baca Juga: Apa Saja Fakta tentang Polio yang Perlu Diketahui

    Sindrom Pasca Polio

    Sindrom pasca polio biasanya terjadi pada pasien yang pernah mengalami riwayat polio, 30-40 tahun yang lalu. Gejala yang terjadi dapat ringan sampai berat. Berikut gejala yang mungkin timbul pada sindrom pasca polio:

    1. Mudah lelah
    2. Tidak kuat menahan suhu dingin
    3. Gangguan tidur
    4. Gangguan mood atau suasana hati, dapat jatuh ke dalam kondisi depresi.
    5. Kelainan bentuk anggota gerak, lemah pada anggota gerak dan nyeri.
    6. Gangguan daya ingat
    7. Kesulitan bernapas atau menelan.

    Apabila seseorang mengalami gejala di atas, untuk memastikan apakah benar terjangkit polio atau tidak, tentunya diperlukan berbagai tes untuk menegakkan diagnosis pasti. Mulai dari pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, tinja serta cairan serebrospinal.

    Sayangnya, belum ada pengobatan yang pasti untuk vaksin polio ini, hanya obat-obatan untuk menghilangkan gejala serta fisioterapi untuk mengurangi kekakuan anggota gerak. Oleh karena itu, pemerintah sangat menggalakkan untuk mengikuti program vaksinasi polio.

    Selain vaksinasi, berikut ini langkah untuk mencegah penyakit polio:

    1. Selalu biasakan cuci tangan sebelum makan.
    2. Tutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.
    3. Gunakan air minum dari air bersih yang sudah dimasak.
    4. Virus polio menyebar dari sanitasi yang buruk, sehingga usahakan di lingkungan tempat tinggal sudah dibangun sarana MCK yang memadai, sehingga warganya tidak buang air besar di sungai.
    5. Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan masker atau sapu tangan apabila sedang batuk, pilek dan bersin.
    6. Makan makanan yang sehat.
    7. Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.

    Nah, setelah membaca ulasan di atas, Moms tentunya sudah lebih mengetahui seputar penyebab polio dan lainnya bukan? Apabila ingin vaksinasi di Prosehat saja karena Prosehat menyediakan layanan vaksinasi anak ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Poliomyelitis [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/poliomyelitis
    2. Ochmann S, Rosser M. Polio [Internet]. Our World in Data. 2017 [cited 7 September 2018]. Available from: ourworldindata.org/polio
    3. Semi Annual Status Report Polio July to December 2017 [Internet]. 3rd ed. Switzerland: Polio Global Eradication Initiative; 2018 [cited 5 September 2018]. Available from: polioeradication.org/wp-content/uploads/2018/05/who-polio-donor-report-july-december-2017-20180504.pdf
    4. Mehndiratta M, Mehndiratta P, Pande R. Poliomyelitis. The Neurohospitalist [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];4(4):223-229. Available from: Poliomyelitis Historical Facts, Epidemiology, and Current Challenges in Eradication.

     

    Read More
  • Polio (disebut juga poliomyelitis) adalah penyakit berbahaya dan mudah menular, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang sistem saraf manusia. Bahayanya, penyakit polio dapat mengakibatkan orang yang terserang mengalami kelumpuhan permanen, hanya dalam hitungan jam. Bahkan lebih parah lagi, polio dapat menyebabkan kematian. Duh, siapapun tak […]

    Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Polio (disebut juga poliomyelitis) adalah penyakit berbahaya dan mudah menular, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang sistem saraf manusia. Bahayanya, penyakit polio dapat mengakibatkan orang yang terserang mengalami kelumpuhan permanen, hanya dalam hitungan jam. Bahkan lebih parah lagi, polio dapat menyebabkan kematian. Duh, siapapun tak mau anaknya terkena penyakit berbahaya ini. Meski belum ada obat untuk mengatasi penyakit polio, Moms jangan khawatir. Polio bisa dicegah melalui vaksinasi. Apakah vaksin untuk penyakit polio? Berikut penjelasannya.

    Awal Ditemukannya Vaksin Polio

    Vaksin polio pertama kali ditemukan tahun 1955 oleh seorang peneliti medis dari Amerika Serikat. Namanya Jonas Salk. Sebelum vaksin ini ditemukan, polio dianggap sebagai penyakit yang sangat menakutkan. Polio pernah mewabah dengan sangat luas pada paruh pertama tahun 1900. Puncaknya terjadi pascaperang tahun 1952.

    Saat itu, polio ‘membunuh’ nyawa sekitar 3.145 orang, dan 21.269 orang alami kecacatan, dengan angka kejadian hampir 60.000 kasus, untuk Amerika Serikat saja. Korbannya ini sebagian besar, adalah anak-anak. Tak heran jika penyakit polio sangat meresahkan masyarakat pada saat itu.

    Setelah Dr. Jonas Salk berhasil menemukan vaksin polio pertama dan disebarkan secara luas, terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan. Pada tahun 1962, angka kejadian penyakit Polio di Amerika menukik turun menjadi 910 kasus. Polio tipe liar, atau polio yang terjadi melalui infeksi alami, benar-benar hilang dari Amerika Serikat pada tahun 1979.

    Hingga tahun 1988, kasus polio di dunia telah turun sampai lebih dari 99 persen. Dari 350.000 kasus yang dilaporkan, menurun hingga 74 kasus pada tahun 2015. Usaha global dalam membasmi penyakit ini berperan besar menurunkan angka kejadian dengan dikenalkannya imunisasi polio di dunia sebagai bagian dari program imunisasi rutin nasional.

    Dunia Belum Bebas dari Polio

    Meskipun angka kejadian polio bisa ditekan, dunia belum bebas sepenuhnya dari penyakit ini, Moms. Di negara berkembang seperti Afganistan dan Palestina, polio masih menjadi masalah kesehatan utama. Nah, selama seorang anak terinfeksi polio, seluruh anak di dunia juga berisiko terinfeksi polio. Ini tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, kegagalan dalam membasmi polio hingga ke akarnya, dapat mengakibatkan  timbulnya 200.000 kasus baru tiap tahunnya dalam 10 tahun, di seluruh dunia.

    Inilah mengapa, upaya global setiap negara dengan melakukan pencegahan lewat pemberian vaksin polio untuk setiap anak, wajib dilakukan! Apalagi, umumnya 1 dari 200 orang yang terkena infeksi mengalami kelumpuhan yang tidak bisa disembuhkan. Sekitar 5 – 10 persen dari penderita polio yang lumpuh, meninggal dunia karena otot-otot pernapasan-nya tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.

    Gejala Penyakit Polio

    Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama Poliovirus (PV). Virus ini menular secara fekal-oral, masuk melalui mulut atau tenggorokan dari makanan yang terkotaminasi lalu menginfeksi dan berkembang biak di saluran usus. Pada tingkat yang parah, virus akan memasuki aliran darah dan menyerang sistem saraf pusat sehingga mengakibatkan melemahnya otot dan bisa menyebabkan kelumpuhan.

    Penyakit polio termasuk susah untuk dideteksi karena pada 95% kasus, tidak menimbulkan gejala sama sekali (disebut polio asimtomatik). Hanya 4% hingga 8% kasus saja di mana penyakit polio disertai beberapa gejala (disebut polio simtomatik).

    Polio simtomatik (dengan gejala) terbagi lebih lanjut ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu:

    Polio bentuk ringan atau abortive polio

    Kebanyakan penderita tipe ini tidak menyadari mereka terkena penyakit polio karena hanya menimbulkan gejala-gejala ringan seperti demam, diare, sakit tenggorokan, mual, muntah, atau nyeri perut. Tapi biasanya gejala-gejala ini tidak parah dan hanya berlangsung tidak lebih dari tiga hari dan akan pulih sepenuhnya.

    Polio Nonparalitik

    Bentuk ini mengarah lebih serius dan biasanya berlangsung selama 1 -2 minggu. Timbul gejala demam, diare, sakit kepala, muntah. Pada 1% -5% kasus disertai gejala neurologis seperti gejala mirip radang selaput otak (meningitis), yakni peka/sensitif terhadap cahaya dan terjadi kekakuan, ketegangan atau nyeri otot pada leher/kuduk.

    Polio Paralitik

    Ini adalah polio bentuk paling berat dan paling ditakutkan. Meskipun sebenarnya persentase kejadian sangat kecil yakni 0,1%  hingga 2% kasus, tapi dampaknya sangat besar jika terkena. Pada polio paralitik, virus meninggalkan saluran usus dan memasuki aliran darah lalu menyerang sistem saraf. Perlu diketahui, pada polio asimtomatik (tanpa gejala), virus biasanya tidak berhasil melewati saluran usus.

    Nah, jika sudah memasuki sistem saraf, virus akan menyerang sel saraf terutama saraf motorik (sel yang mengatur pergerakan otot) di tungkai lengan dan kaki dan menyebabkan kelumpuhan permanen.

    Selain itu, pada 5% – 10% kasus, virus polio bisa pula menyerang otot yang membantu sistem pernapasan sehingga bisa menyebabkan penderita alami kesulitan bernapas hingga menyebabkan kematian. Duh!

    Cara Penularan Polio

    Penyakit polio sangat menular. Bisa dibilang, tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dan meminum air yang terkontaminasi adalah penyebab umum dalam penularan penyakit polio ini.

    Berikut ini cara penularan penyakit polio, yaitu:

    -Kontak langsung dengan penderita polio atau lewat percikan ludah saat ia bersin atau batuk
    – Terpapar/menyentuh kotoran penderita polio
    – Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran atau percikan ludah yang mengandung Polivirus.

    Umumnya diagnosis polio baru ditegakkan setelah melakukan pemeriksaan sampel dari tinja atau feses pasien karena virus polio akan dapat ditemukan di sana. Namun, virus dalam feses ini pun bisa menyebar lho bila tersentuh. Itu sebabnya, pastikan kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.

    Jenis Vaksin Polio

    Hingga saat ini, penyakit polio belum ada obatnya. Namun, penyakit ini dapat dicegah, kok, dengan vaksinasi polio, terutama pada anak-anak. Vaksin polio yang diberikan beberapa kali dapat melindungi seorang anak dari polio seumur hidupnya, Moms. Apakah vaksin untuk penyakit polio?

    Saat ini terdapat 2 jenis vaksin untuk penyakit polio, yaitu: vaksin polio oral (OPV/Oral Polio Vaccine) dan vaksin  polio suntik  (IPV/Inactivated Polio Vaccine). Berikut penjelasannya!

    1. Vaksin OPV

    Vaksin OPV diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan. Vaksin OPV diberikan pada bayi sebanyak 4 kali, yakni pada saat baru lahir (0 bulan), usia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan (sesuai dengan program pemerintah).

     Vaksin OPV yang diberikan melalui mulut diberikan sebanyak 0,1 ml atau dua tetes. Namun, jika selama dalam jangka waktu 10 menit setelah pemberian cairan vaksin, bayi memuntahkannya, maka harus diulang.

    1. Vaksin IPV

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik/injeksi di lengan atau paha. Vaksin IPV berisi komponen poliovirus yang telah dimatikan sehingga relatif lebih aman dibandingkan vaksin polio oral. Vaksin IPV diberikan kepada anak sebanyak 4 kali dengan cara bertahap, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, antara 6 – 18 bulan, dan yang terakhir adalah pada usia antara 6 – 8  tahun. Kadang-kadang pemberian vaksin IPV pada bayi dilakukan bersamaan dengan vaksin DTaP, Hepatitis B, atau Hib.

    Efek Samping

    Sebelum mendapatkan vaksin polio oral maupun suntik, pastikan bayi atau anak Moms dalam keadaan sehat. Kadang-kadang, ada efek samping yang menyertai pemberian vaksin polio. Pada pemberian OPV atau vaksin polio oral, anak dapat alami diare ringan tanpa demam. Namun, ini jarang terjadi.

    Sementara pada bayi yang mendapatkan IPV atau vaksin polio suntik, dapat menyebabkan kemerahan lokal pada daerah yang disuntik. Bayi juga bisa alami demam ringan. Namun, jangan khawatir, Moms, demam ini bisa diatasi dengan pemberian obat penurun panas seperti yang dosisnya disesuaikan dengan usia anak.

    Selain itu, perlu diperhatikan pula, bila anak Moms pernah mengalami reaksi alergi yang serius terhadap antibiotik neomisin, streptomisin, atau polymyxin B, atau memiliki reaksi parah terhadap dosis vaksin sebelumnya, sebaiknya tidak mendapatkan suntikan vaksin polio. Oleh karena itu, pastikan segala sesuatunya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter Anak Moms, ya?

    Nah, jika Moms ingin melakukan vaksin polio untuk anak Anda, tak perlu repot mencari informasinya. Kini Moms hanya perlu mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Health, C., Doctor Visits, V. and Babies, V. (2018). The polio vaccine | BabyCenter. [online] BabyCenter. Available at: https://www.babycenter.com/0_the-polio-vaccine_1566.bc [Accessed 13 Aug. 2018].
    2. CDC. Poliovirus. [Internet]. Available at: https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/polio.pdf
    3. Lembar Fakta Poliomielitis, Rubela, dan Campak [Internet]. IDAI. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/lembar-fakta-poliomielitis-rubela-campak
    4. Media K. Garis Akhir Melawan Virus Polio – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2015/09/14/161700723/Garis.Akhir.Melawan.Virus.Polio
    5. WHO akan umumkan keadaan darurat polio global [Internet]. BBC News Indonesia. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/05/120524_polio
    6. Media K. Kenali Penularan Polio dan Gejalanya – Kompas.com [Internet]. Health.kompas.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/03/07/073500023/Kenali.Penularan.Polio.dan.Gejalanya

     

     

     

     

    Read More
  • Orang tua pasti khawatir terhadap banyaknya penyakit yang dapat membahayakan anak-anak mereka. Salah satu yang banyak dibicarakan adalah penyakit Polio atau disebut poliomyelitis. Penyakit ini memang ada sejak jaman dahulu sebelum teknologi dan medis secanggih sekarang ini. Banyak anak dan orang dewasa yang meninggal akibat penyakit ini. Yuk, kita baca artikel ini dan kupas secara […]

    Apakah Penyakit Polio dapat Dicegah ?

    Orang tua pasti khawatir terhadap banyaknya penyakit yang dapat membahayakan anak-anak mereka. Salah satu yang banyak dibicarakan adalah penyakit Polio atau disebut poliomyelitis. Penyakit ini memang ada sejak jaman dahulu sebelum teknologi dan medis secanggih sekarang ini. Banyak anak dan orang dewasa yang meninggal akibat penyakit ini. Yuk, kita baca artikel ini dan kupas secara jelas apa itu Polio dan pencegahannya.

    Pengertian Penyakit Polio

    Penyakit polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan mudah sekali untuk menular. Penyakit ini menyerang sistem saraf khususnya balita yang belum melakukan vaksinasi polio. Penyakit karena virus ini sudah lama menghantui anak-anak bahkan hingga sekarang. Isu yang terjadi terkait polio adalah kesulitan bernafas dan kelumpuhan. Selain itu,  hal terparah yang pernah terjadi tentu saja menyebabkan kematian pada anak-anak. Menurut data WHO (World Health Organization) di tahun 2014 mengenai Polio, Indonesia masuk kedalam negara yang bebas dari penyakit ini berkat vaksinasi besar-besaran bersama beberapa negara lain di Asia Tenggara, Pasifik Barat, Eropa, dan Amerika.

    Gejala Penyakit Polio

    Jika berbicara soal bebas polio, yang namanya virus tidak akan pernah tahu kapan bisa menular atau menyerang anak-anak anda. Oleh karena itu, sangat penting bagi Sobat untuk memahami gejala dari penyakit Polio mengingat banyak penderita yang tidak sadar bahwa mereka terserang virus Polio.

    Penderita polio dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, dan sindrom pasca-polio.

    1. Polio non-paralisis

    Gejala pertama untuk penderita polio non paralisis dimana tipe polio ini tidak menyebabkan kelumpuhan dan masuk polio ringan. Berikut ini ciri dari polio non-paralisis yang berlangsung antara satu hingga sepuluh hari.  Gejala yang dirasakan antara lain muntah, demam dan letih, meningitis, kaki, tangan, leher terasa kaku dan semakin lama menjalar ke arah punggung dan sakit tenggorokan dan sakit kepala berkelanjutan.

    1. Polio paralisis

    Polio yang kedua disebut sebagai Polio paralisis, dimana tipe inilah yang parah dan menyebabkan kelumpuhan. Polio paralisis dibagi lagi berdasarkan tubuh yang terjangkitnya yaitu batang otak, saraf tulang belakang maupun keduanya. Jika gejala awal polio non paralisis sakit kepala dan demam maka polio paralisis juga mengalami hal yang sama, yaitu demam dan sakit kepala berkepanjangan selama maksimal 10 hari.

    Semakin lama akan terjadi permasalahan berkelanjutan seperti lemah otot yang serius, lengan dan kaki terasa mati dan tidak ada tenaga, terkulai dan juga lemah, kehilangan refleks tubuh dan sistem saraf pada organ yang lemah tidak berjalan dengan lancar.

    Bahkan sebagian penderita polio paralisis dapat mengalami kelumpuhan hanya dalam waktu hitungan jam setelah terjangkit virusnya, di satu sisi akan terjadi masalah pada sisi tubuh yang terkena virus dan sisi lain masih baik-baik saja. Hal yang sering menyebabkan kematian yaitu serangan pada bagian sistem pernafasan yang terhambat dan menyebabkan pasien sulit menghirup oksigen dan akhirnya meninggal.

    1. Sindrom pasca-polio

    Mereka yang belum pernah menderita polio tapi harus terserang di usia 30-40 tahun sering terkena sindrom pasca polio, gejala yang muncul diantaranya yaitu gangguan memori atau konsentrasi pada satu objek, kesulitan untuk bernafas dan menelan makanan, nyeri pada persendian serta melemahnya otot, kelainan bentuk kaki ataupun pergelangan tangan, massa otot tubuh menurun (atrophia) serta depresi dan berubah suasana hati secara tiba-tiba.

    Diagnosis dan Pengobatan Polio

    Setelah menjabarkan polio dan juga jenisnya, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mencegahnya? meskipun Indonesia sudah dinobatkan sebagai negara yang bebas polio bukan berarti Sobat bisa bersantai. Virus tidak akan bisa ditebak kapan dan dimana menyerangnya.

    Diagnosa awal polio atau gejala awal memang seringkali disepelekan, padahal sangatlah penting. Sobat yang terkena infeksi dapat merasakan dan peka sejak awal akan kondisi dan gejala yang terjadi. Biasanya, mereka yang terinfeksi polio belum mendapatkan imunisasi saat kecilnya.

    Bila Sobat merasakan gejala di atas, lakukanlah  pemeriksaan ke dokter, biasanya Sobat akan melewati serangkaian tes seperti pemeriksaan sampel cairan  otak (cairan serebrospinal), tinja, atau lendir tenggorokan untuk memastikan hasil diagnosis. Berbicara soal pengobatan sebenarnya belum ada obat yang bisa diberikan pada penderita Polio yang sudah parah. Sejak dulu, pemerintah dan juga kementrian kesehatan hanya bisa mendukung masyarakat dengan vaksinasi Polio dan hal tersebut berhasil mengurangi penderita sampai 95%.

    Sayangnya, perawatan untuk penderita polio agar bisa sembuh terutama sembuh total belum ada hingga saat ini. Dokter hanya akan melakukan perawatan untuk memperpanjang harapan hidup dan juga mengurangi rasa sakit layaknya terapi fisik untuk mencegah hilangnya fungsi otot.

    Beberapa dokter juga meresepkan obat pereda nyeri, pola makan yang bernutrisi dan sehat, istirahat yang cukup, dan alat bantu pernapasan jika memang diperlukan. Lantas berapa lama pengobatan dilakukan ? tergantung seberapa parah pasien terinfeksi virus yang masuk dan menyerang tubuh.

    Masalah polio ini jangan sampai menjadi boomerang atau ketakutan yang menghantui anda dan anak-anak anda. Berikan vaksin sehingga mereka berhak untuk hidup lebih sehat dan memiliki kualitas hidup yang terjamin tanpa harus terbayang-bayang oleh Polio. Apalagi anak yang terjangkit harus dikarantina dan tidak bisa melakukan kegiatan sampai akhir hayatnya.

    Sekarang kamu bisa loh mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah lengkap dan terjangkau. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
Chat Dokter 24 Jam