Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin itu perlu”

Showing 11–20 of 25 results

  • Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya. Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan […]

    Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya.

    Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang tidak terlalu bagus.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang sering mengalami flu mengingat daya tahan tubuh anak belum sebagus yang dimiliki orang yang lebih tua daripada mereka.

    Penyakit flu pastinya juga memiiki gejala tertentu seperti layaknya gejala penyakit lainnya dan lebih baik penanganan cepat diberikan sebelum penyakit ini bertambah parah.

    Beberapa gejala flu yang harus kita ketahui antara lain adalah timbulnya demam tinggi, bersin yang tidak berhenti-henti, sakit tenggorokan, ataupun penurunan nafsu makan.

    Beberapa gejala ini biasanya timbul dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam setelah kita terinfeksi virus flu dan gejala ini dapat timbul hingga jangka waktu 6 minggu.

    Penyakit flu biasanya timbul pada musim tertentu, contohnya saja pada negara beriklim dingin penyakit ini biasanya muncul pada bulan Desember hingga Februari.

    Lalu, bagaimana dengan kita yang beriklim tropis? Pada negara beriklim tropis, penyakit flu bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun, sehingga kita perlu mengantisipasi hal ini.

    Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya flu adalah dengan melakukan vaksin flu. Lalu, siapa saja yang bisa menerima vaksin flu?

    Seberapa efektif, sih vaksin yang satu ini untuk anak? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    Penerima Vaksin Influenza

    Vaksin flu disarankan pemberiannya pada anak sejak dini setelah berusia 6 bulan, di mana vaksin ini bekerja dengan cara membentuk antibodi pada tubuh anak sehingga virus penyebab flu akan kalah – alias anak akan menjadi kebal dengan virus flu nantinya.

    Vaksin ini tentu saja membutuhkan waktu agar dapat berfungsi dengan efektif pada tubuh anak, sekitar dua minggu hingga anak bisa menjadi kebal terhadap virusnya.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

     

    Lalu, siapa yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu ini?

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, virus flu sangat sering menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya rendah sehingga disarankan untuk dilakukan pada mereka yang masih balita (anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun) ataupun sudah memasuki usia lanjut usia (di atas 65 tahun).

    Bukan hanya itu saja, wanita hamil juga mereka yang memiliki penyakit kronis juga disarankan untuk melakukan vaksin ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Tidak lupa pekerja medis juga bisa disarankan untuk melakukan vaksin ini mengingat mereka bekerja di lingkungan yang penuh dengan orang sakit. Vaksinasi flu disarankan untuk dilakukan satu kali setiap tahun dan hal ini sangatlah efektif untuk mencegah datangnya penyakit flu pada kita dan anak di kemudian hari.

    Baca Juga: Checklist Persiapan Kegiatan Agar Travelling Sukses

    Nah, itu tadi adalah info sekilas mengenai vaksinasi flu. Pastinya sudah tidak ragu lagi untuk melakukan vaksinasi flu pada anak bukan? Vaksinasi flu sangatlah dianjurkan mengingat hal ini dapat meminimalkan datangnya penyakit datang pada anak alias menjaga tubuh anak tetap fit sepanjang waktu.

    Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]

    Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang.

    vaksin flu bagi masyarakat

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan Sahabat melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui.

    Jenis tersebut, yaitu trivalen dan quadrivalen. Vaksin trivalen, yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalen memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen Atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksinasi trivalen merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun.

    Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pada telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalen hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun ke atas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapa pun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza.

    Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasca vaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeri dan merah serta terkadang bengkak di area yang disuntik.

    Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza.

    Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jika reaksi pasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Yuk, Sahabat segera vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021. Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas […]

    Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19?

    Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021.

    euforia vaksinasi, euforia vaksinasi covid-19

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas seperti masyarakat berusia lanjut.

    Namun kenyataannya, euforia tersebut berdampak pada  peningkatan kasus aktif Covid-19 sepanjang 12-18 April dengan persentase kasus mencapai 14,1% dan jumlah kasus meningkat menjadi 37.353 dari sebelumnya 32.740 pada periode 5-11 April.

    Profesor Wiku menyebut euforia vaksinasi Covid-19 yang tengah terjadi di masyarakat turut disebabkan karena semakin menurunnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Adanya libur panjang di akhir pekan turut berdampak pada peningkatan kasus Covid-19.

    Baca Juga: Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Profesor Wiku meminta kepada seluruh kepala daerah untuk tetap menerapkan strategi 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut) dan meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir meskipun sudah divaksin.

    Sahabat Sehat, mari tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun Sahabat Sehat sudah divaksin agar memutus rantai penularan Covid 19 dan mempercepat eliminasi Covid 19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini Covid-19, dan berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Kasus Covid Naik 14 Persen, Diduga Dampak Euforia Vaksinasi [Internet]. nasional. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210420160327-20-632350/kasus-covid-naik-14-persen-diduga-dampak-euforia-vaksinasi
    2. Septiani A. Duh, Euforia Vaksinasi Bikin COVID-19 RI Naik 14 Persen! [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5539848/duh-euforia-vaksinasi-bikin-covid-19-ri-naik-14-persen

    .

    Read More
  • Masyarakat berusia lanjut merupakan kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 9 Februari 2021 sebanyak 47,3% pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia ternyata berusia di atas 60 tahun. Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia Hal ini turut mendasari pemerintah sehingga menargetkan 21 juta masyarakat berusia lanjut sebagai […]

    Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Masyarakat berusia lanjut merupakan kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 9 Februari 2021 sebanyak 47,3% pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia ternyata berusia di atas 60 tahun.

    menkes luncurkan home care dan home delivery

    Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Hal ini turut mendasari pemerintah sehingga menargetkan 21 juta masyarakat berusia lanjut sebagai sasaran vaksinasi Covid-19.

    Hingga awal April 2021 baru sekitar 11% masyarakat berusia lanjut yang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Berangkat dari hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19) meluncurkan 2 program untuk membantu mempercepat proses vaksinasi untuk masyarakat lanjut usia, yaitu Home Care dan Home Delivery.

    Home Care adalah program penjemputan menuju sentra vaksinasi, sedangkan Home Delivery adalah program penyelenggaraan vaksinasi di lokasi masyarakat berusia lanjut berada.

    Baca Juga: Bupati Kabupaten Tangerang Kunjungi Program Vaksinasi Bandara City Mall

    Kedua program tersebut telah diluncurkan pada Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan Hari Kartini oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Rumah Sakit Husada, Jakarta.

    Dalam acara peluncuran berjudul “Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia” Menteri Budi mengungkapkan bahwa program ini dapat membantu dan mempermudah masyarakat berusia lanjut untuk divaksin.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KILLCOVID19, Adharta Ongkosaputra, menyatakan bahwa program tersebut merupakan langkah awal terutama untuk wilayah Jabodetabek dalam memperluas cakupan vaksinasi bagi masyarakat berusia lanjut sehingga selanjutnya dapat dilaksanakan vaksinasi bagi masyarakat berusia produktif.

    Ketua program, Hartono Atmadja, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal sebanyak 66 orang lanjut usia telah dilibatkan dalam program ini dengan dijemput dari kediaman masing-masing. Selain di Jakarta, program ini juga diluncurkan di daerah Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Medan, dan NTT.

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, serta perwakilan masyarakat usia lanjut, yaitu Wirjawan Hardjamulia, yang telah berusia 104 tahun yang datang untuk menyemangati para lanjut usia.

    Sahabat Sehat, mari kita dukung program percepatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat lanjut usia agar mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 serta mempercepat eliminasi Covid-19.

    Baca Juga: Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi Covid-19 maupun produk kesehatan lainnya, silahkan berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menteri Kesehatan Buka Program Vaksinasi 10.000 Lansia di RS Husada – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2021/04/21/menteri-kesehatan-buka-program-vaksinasi-10000-lansia-di-rs-husada
    2. Data Kemenkes per 9 Februari 2021: 47,3% Pasien Meninggal Covid-19 Adalah Lansia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/data-kemenkes-per-9-februari-2021-551555-lansia-meninggal-karena-covid-19.html
    Read More
  • Banyak Sahabat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan. WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini […]

    Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Banyak Sahabat Sehat yang bertanya–tanya, perlukah pemberian vaksin flu selama pandemi? Jawabannya tentu saja perlu mengingat vaksin flu diberikan untuk mencegah datangnya virus influenza atau flu yang datangnya musiman terutama saat musim hujan.

    WHO selaku Badan Kesehatan Dunia menegaskan bahwa pemberian vaksin flu bisa mencegah keparahan infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, namun vaksin influenza ini tidak bisa memberikan kekebalan terhadap penularan virus asal Wuhan tersebut.

    Sebuah penelitian awal menyatakan bahwa vaksin influenza kenyataannya bukan hanya mencegah tetapi juga menghasilkan molekul yang disebut bisa melawan COVID-19, serta bisa menciptakan imun tubuh yang kuat. Bahkan disebutkan jika orang yang diberikan vaksin flu peluangnya lebih kecil terkena COVID-19.

    Sebab, jika seseorang terkena flu akan berakibat pada turunnya daya tahan tubuh sehingga menjadi pintu masuk yang lebih mudah bagi Covid-19 untuk menginfeksi.

    flu selama pandemi

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza dan COVID-19 mempunyai gejala yang hampir mirip, karena itu pemberian vaksin dilakukan sebagai tindakan preventif bagi penderita dengan penyakit penyerta, lansia, tenaga kesehatan, anak-anak, dan ibu hamil.

    Perlu diketahui hingga saat ini, penyakit flu merupakan penyakit yang telah mengakibatkan 650 orang meninggal. Kematian yang dikarenakan kasus flu berat berkisar di angka 3-5 juta dari total 1 miliar kasus flu di seluruh dunia.

    Penyebab flu bisa menjadi penyakit yang mematikan karena masih banyak orang yang menganggap remeh penyakit ini serta menyamakannya dengan selesma sehingga bisa dengan sendirinya sembuh, dan tentu saja kurangnya pengetahuan mengenai flu dan vaksinasinya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan.

    Jika hal yang demikian terjadi akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan di suatu negara sebab akan banyak pasien penderita kedua penyakit tersebut yang berduyun-duyun datang ke fasilitas kesehatan untuk dirawat.

    Karena sifatnya menular, tentu saja akan semakin menambah jumlah penderita dengan sangat cepat serta mengakibatkan bertambahnya jumlah kematian sehingga pemberian vaksin flu pada masa pandemi benar-benar penting dilakukan, dan lebih cepat lebih baik.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mengenai pemberian vaksin flu tetap harus dilakukan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan apabila di fasilitas layanan kesehatan serta menjalankan pembatasan pengunjung.

    Layanan vaksinasi ke rumah juga bisa dilakukan untuk mencegah transmisi virus. Untuk layanan vaksinasi flu ke rumah ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Septiani A. WHO Sarankan Pentingnya Vaksin Flu di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5142623/who-sarankan-pentingnya-vaksin-flu-di-tengah-pandemi-corona
    2. Media K. Kenapa Vaksin Influenza Penting di Masa Pandemi Corona? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/09/201500368/kenapa-vaksin-influenza-penting-di-masa-pandemi-corona-?page=all
    3. Media K. Studi Awal, Vaksin Flu Dapat Kurangi Infeksi Virus Corona Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/03/080300123/studi-awal-vaksin-flu-dapat-kurangi-infeksi-virus-corona-covid-19?page=all
    4. Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5229363/waspada-flu-musiman-who-rekomendasikan-vaksin-flu-saat-wabah-corona
    5. id I. Inspiring Better Health – Gridhealth.id [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 10 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352348709/vaksinasi-influenza-menyelamatkan-di-masa-pandemi-sebabnya-serangan-flu-sekaligus-covid-19-bisa-tingkatkan-risiko-kematian?page=all
    Read More
  • Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya! Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari […]

    Datang Lagi 6 Juta Vaksin Sinovac, Vaksinasi Covid-19 Jalan Terus!

    Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    vaksinasi covid-19 jalan terus

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya!

    Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari 140 juta  bulk vaksin Sinovac yang akan diterima sepanjang 2021. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 59,5 juta bulk vaksin sejak kedatangan pertama pada Desember 2020.

    Dengan kedatangan jumlah bulk vaksin yang baru ini, Menteri Budi Gunawan meminta setiap kepala daerah untuk terus menjalankan program vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan terutama karena telah dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksinasi selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Program vaksinasi dari April hingga Mei akan tetap memprioritaskan masyarakat golongan lanjut usia karena rentan terinfeksi Covid-19.

    Meskipun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat tetap perlu melaksanakan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi), serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan tetap berjalan efektif.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 ataupun melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TV K. [FULL] Pernyataan Menkes Budi Gunadi Terkait Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac [Internet]. Kompas.tv. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/amp/article/165745/videos/full-pernyataan-menkes-budi-gunadi-terkait-kedatangan-6-juta-bulk-vaksin-sinovac

     

     

    Read More
  • Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh. Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 […]

    Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh.

    divaksin covid-19 saat berpuasa

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 April 2021.

    Dikutip dari siaran pers Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menyatakan ketika seseorang berpuasa selama kurang lebih 8 jam maka jumlah nutrisi dalam darah mengalami penurunan dan turut membersihkan zat toksik (racun) dalam tubuh.

    Kekhawatiran Efek Samping

    Sesuai Fatwa MUI, vaksin Covid 19 dinyatakan aman dan halal bagi tubuh serta tidak membatalkan puasa. Namun pada kenyataannya, terdapat penurunan jumlah peserta vaksinasi saat bulan Ramadhan.

    Dalam dialog tersebut, Dr.dr. Safrizal Rahman, Sp. OT, M.Kes, Ketua IDI Aceh mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta vaksin saat bulan Ramadhan turut dipengaruhi akibat kekhawatiran efek samping yang mungkin dialami pasca vaksinasi.

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menjelaskan bahwa persentase efek samping mencapai 0,5-2% sehingga vaksinasi tidak perlu ditunda. Efek samping yang dialami para peserta vaksin tidak selalu berkaitan dengan vaksin Covid-19, sebab turut dipengaruhi oleh rasa khawatir atau rasa takut berlebihan saat akan divaksin.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Sahabat, ternyata berpuasa tidak mempengaruhi pembentukan daya tahan tubuh pasca divaksin Covid-19 dan efek samping yang dialami juga termasuk rendah. Sahabat Sehat sebaiknya tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjalani vaksinasi Covid-19 agar mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok.

    Setelah divaksin, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Siaran Pers Puasa Tak Halangi Pembentukan Daya Tahan Tubuh Usai Vaksinasi. 1st ed. Jakarta: KPC-PEN; 2021.

     

    Read More
  • Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021. Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada […]

    Bupati Kabupaten Tangerang Kunjungi Program Vaksinasi Bandara City Mall

    Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada kelompok prioritas seperti lansia dan pekerja layanan publik.

    Baca Juga: Prosehat Menggelar Vaksinasi Massal di Bandara City Mall

    Dalam kesempatan itu ia cukup mengapresiasi terhadap program vaksinasi ini khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Karena program ini, menurutnya, dapat membantu fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan yang ada seperti puskesmas, rumah sakit, dan target Kabupaten Tangerang untuk vaksinasi 15.000 orang per hari bisa tercapai.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Ia juga menyatakan bahwa acara berjalan cukup lancar, aman, dan tertib selama dua hari penyelenggaraan, dan terlihat banyak masyarakat yang cukup antusias mengikuti vaksinasi ini, yang terlihat dari jumlah peserta.

    Di hari pertama ia menyebut ada 400, dan hari kedua ada 600 orang. Ke depannya ia mengharapkan terdapat jumlah pasokan vaksin Covid-19 yang cukup khususnya di Kabupaten Tangerang.

    Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Tak lupa Bupati Zaki meminta masyarakat  setelah divaksinasi supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Menimimalkan Penyebaran Covid-19

    Selain selain penerapan protokol kesehatan ia juga berpesan kepada masyarakat supaya tetap menjaga imunitas tubuh dan berolahraga.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

     

    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More
  • Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu […]

    Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021.

    amankah vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu banyak yang tahu seperti apa reaksi  yang diterima. Pemberitaan banyak menyebutkan bahwa AstraZeneca akan memberikan efek samping berupa bengkak, demam, muntah, diare, dan bahkan sakit perut.

    Selain efek samping itu, terdapat isu-isu yang cukup meresahkan seperti kejang, dan tentu saja kehalalan vaksin. Di Sulawesi Utara, pemberian AstraZeneca sementara dihentikan karena efek samping yang dirasakan seperti demam, menggigil, panas.

    Namun sebenarnya bagaimana efek samping atau KIPI dari AstraZeneca tersebut?

    Sri Rezeki Hadinegoro dari ITAGI menyatakan bahwa efek samping yang dirasakan adalah ringan dan tidak akan menyebabkan penerimanya dirawat di rumah sakit.

    Demikian ia ungkapkan dalam keterangan pers di YouTube “Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facilty” pada Selasa, 30 Maret 2021.

    AstraZeneca merupakan produk vaksin yang aman karena dikombinasikan dengan adenovirus sehingga virus Corona tidak berkembang dalam tubuh. AstraZeneca bahkan dalam prosesnya sudah menjalani uji klinis 20.000 relawan di Amerika Serikat dan Jepang.

    Terkait dengan gangguan pembekuan darah beliau menyatakan bahwa itu hal yang alami terjadi namun tidak akan menambah risiko. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak manfaat yang akan didapatkan. Untuk Indonesia sendiri vaksin yang digunakan diambil langsung dari pabriknya sehingga aman.

    Lalu apakah AstraZeneca Aman?

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komnas KIPI, Indra Himawan pada keterangan pers tersebut yang menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca adalah ringan.

    Hal ini berkaitan dengan yang terjadi di Sulawesi Utara mengenai efek samping yang dirasakan penerima ternyata berhubungan dengan kecemasan, dan yang mengalami efek samping berdasarkan investigasi Komnas sudah sembuh.

    Dengan demikian, vaksinasi dengan AstraZeneca direkomendasikan tetap dilanjutkan dan harus dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional.

    Pemerintah Tidak Sembarangan Memilih Vaksin

    Dr. Siti Nadia Tarmizi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah tidak sembarangan dalam memilih vaksin karena melalui beberapa kajian yang mendetail, baik oleh WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI. Pemberian izin darurat dari BPOM pun tidak sembarangan karena sudah melalui uji klinis 1,2, dan 3.

    Bahkan dr. Nadia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping berat dan mematikan dalam proses penyuntikan vaksin dengan AstraZeneca. Demam di angka >38 derajat Celcius dan nyeri di tempat suntikan merupakan hal yang wajar dan normal.

    Baca Juga: BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Indonesia lalu disebutnya sudah mengamankan pasokan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok, dengan kebutuhan vaksin 436 juta, dan per Jumat 26 Maret sudah 10 juta orang divaksinasi dari 500.000 pemberian vaksin per hari yang selanjutnya ditargetkan menjadi 1 juta per hari.

    Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena Indonesia bersama dengan 130 negara lainnya berebut mendapatkan vaksin, dan vaksinasi yang dilakukan Indonesia menempatkannya sebagai 4 besar negara non-produsen vaksin dengan penyuntikan vaksin terbesar.

    Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena manfaatnya yang lebih besar untuk pencegahan yang optimal terutama pada kelompok prioritas seperti lansia yang angka kematiannya 3 kali lebih tinggi.

    Pandangan WHO dan UNICEF Indonesia

    Mengenai manfaat vaksin juga dipaparkan oleh Vinod Bura dari WHO Indonesia berkaitan dengan yang sudah dipaparkan oleh Komnas KIPI dan Kemenkes. Disebutnya bahwa AstraZeneca berkualitas tinggi, dan WHO sudah mengecek faktor keamanan yang ada.

    Vinod Bura bahwa yang terjadi di Sulawesi Utara berdasarkan investigasi dari Komnas KIPI tidak berhubungan sama sekali dengan efek samping vaksin

    Mengenai pengentalan darah juga tidak ada hubungannya dengan efek samping yang dirasakan. Demikian yang diungkapkan oleh Rizki Ika Syafitri dari UNICEF Indonesia. Ia juga menyatakan AstraZeneca aman untuk orangtua, dan sudah dijamin keamanannya oleh BPOM.

    Kesimpulan

    Intinya adalah vaksin AstraZeneca aman karena efek samping yang diberikan termasuk ringan serta wajar dalam vaksinasi.

    Karena itu, Sahabat Sehat, jangan ragu untuk divaksin sebab vaksin itu baik dan perlu serta dapat mencegah secara optimal Covid-19.

    Namun tetap ingat jangan lupa tetap terapkan perilaku 5M dan pola hidup bersih dan sehat meskipun sudah divaksin.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi, konsultasikan saja dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More

Showing 11–20 of 25 results

Chat Asisten ProSehat aja