Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin Indonesia”

  • Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara. Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah […]

    Vaksin Nusantara, Vaksin Corona Buatan Indonesia Lainnya Selain Merah Putih

    Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara.

    Vaksin Nusantara

    Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Sampai tulisan ini diturunkan vaksin tersebut telah menjalani uji klinis sebanyak dua kali. Pada uji klinis pertama dilaporkan bahwa 30 pasien yang menjadi relawan cukup baik dengan hasil yang aman, tidak menimbulkan efek dan gejala yang membahayakan. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa antibodi atau imunogenitas pasien terhadap vaksin cukup tinggi terhadap Covid-19.

    Uji klinis dengan hasil tersebut tentu saja mendapatkan respons yang cukup baik dari DPR tetapi tetap meminta BPOM untuk mengecek temuan hasil uji klinis fase 1.Sedangkan uji klinis fase 2 sudah dilaksanakan pada 16 Februari 2021, dan bertempat di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Sejauh ini belum ada laporan mengenai uji klinis tersebut. Apabila vaksin sudah lolos semua uji klinis dan mendapat persetujuan dari MUI dan BPOM, diharapkan dapat diproduksi hingga 10 juta dosis setiap bulannya.

    Mengenai Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara sendiri adalah salah satu vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang dipersiapkan untuk membantu mencegah virus bersama dengan vaksin-vaksin dari luar negeri seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer yang sudah dipesan pemerintah, dan tentunya juga dengan vaksin dalam negeri lainnya, Merah Putih yang diproduksi Bio Farma.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin ini dikembangkan pada September 2020 lalu, dan bermula dari perintah lisan Presiden kepada Menteri Kesehatan sebelumnya, pada Agustus 2020 untuk mendapatkan vaksin Corona yang aman bagi anak-anak dan para penderita Covid yang punya komorbid. Sebulan setelahnya sebuah tim dibentuk untuk membuat vaksin untuk kategori tersebut, dan harus buatan dalam negeri. Alasannya adalah supaya Indonesia mandiri dalam memproduksi vaksin yang platformnya individual.

    Vaksin dikerjakan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, RSPAD Gatot Soebroto sedangkan RS dr. Kariadi untuk uji klinis. Adapun untuk produksi, Vaksin akan diproduksi oleh Rama Pharma bekerja sama dengan AIVITA Biomedical yang berada di California, Amerika Serikat.

    Seperti Apa Metode Vaksin Ini?

    Vaksin Nusantara menggunakan sel dendritik autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-COV-2. Sel dendritik yang mengenal antigen tersebut nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh kembali. Ketika di dalam tubuh sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS COV-2. Perlu diketahui sel dendritik adalah sel-sel sistem imun spesial yang berbentuk bintang yang berada di jaringan seperti kulit, hidung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

    Sel ini dapat meningkatkan respons imun melalui antigen di permukaan melalui sel-sel lain, dan dapat bertindak sebagai penyusun atau pengatur antigen di sel. Penggunaan sel dendritik merupakan salah satu alternatif untuk menangani SARS COV-12 penyebab Covid-19. Penggunaannya juga berbeda dengan vaksin buatan dalam negeri lainnya, Merah Putih, yang diketahui menggunakan metode rekombinan dengan memperbanyak antigen dari virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Itulah mengenai Vaksin Nusantara, vaksin Covid-19 buatan Indonesia lainnya selain Vaksin Merah Putih yang masih dalam pengembangan dan uji-uji klinis. Kita harapkan semoga vaksin dalam negeri juga lancar ke depannya untuk membantu mengatasi Covid-19 secara optimal. Sembari menunggu vaksinasi massal, yuk Sahabat tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Purbaya A. Diprakarsai dr Terawan, Vaksin Corona Nusantara Masuk Uji Klinis Fase II [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376174/diprakarsai-dr-terawan-vaksin-corona-nusantara-masuk-uji-klinis-fase-ii
    2. Vaksin Nusantara Bermula dari Presiden Lisan Presiden Jokowi [Internet]. Sindonews.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/337204/15/vaksin-nusantara-bermula-dari-perintah-lisan-presiden-jokowi-1613480522
    3. Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis Per Bulan [Internet]. Okezone. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2363122/terawan-vaksin-nusantara-bisa-diproduksi-10-juta-dosis-perbulan
    4. Komisi IX DPR Antusias dengan Uji Klinis Fase I Vaksin Nusantara [Internet]. Antaranews. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2003457/komisi-ix-dpr-antusias-dengan-uji-klinis-fase-1-vaksin-nusantara
    5. Rumah Sakit Kariadi Gelar Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara Siang Ini : Okezone Nasional [Internet]. okezone.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2362758/rumah-sakit-kariadi-gelar-uji-klinis-fase-2-vaksin-nusantara-siang-ini
    6. Azizah K. Eijkman Jelaskan Beda Vaksin Corona ‘Merah Putih’ dan Sinovac [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5125108/eijkman-jelaskan-beda-vaksin-corona-merah-putih-dan-sinovac
    7. Sel dendritik, solusi futuristik di masa pandemi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1906616/sel-dendritik-solusi-futuristik-di-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih. […]

    Vaksin Corona Buatan Indonesia: Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih.

    vaksin Corona buatan Indonesia

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Vaksin Merah Putih

    Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang proses pengembangan bibitnya memakai isolat virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Vaksin buatan Indonesia Merah Putih ini sedang dikembangkan di sejumlah lembaga penelitian dengan berbagai pendekatan atau platform. Vaksin Merah Putih ini sangat penting untuk dikembangkan agar tidak ada ketergantungan dengan vaksin impor, demikianyang dituturkan Menteri BUMN, Erick Tohir, pada rapat koordinasi pengendalan pembangunan Pemda DIY.

    Bambang mengupayakan bibit vaksin Merah Putih dapat dikirim ke PT Bio Farma pada Maret 2021. Bibit yang dikirim ke Bio Farma ini adalah bibit vaksin yang diteliti oleh Lembaga Eijkman. Lembaga Molekular Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggunakan metode protein rekombinan. Para peneliti hanya menggunakan satu atau beberapa gen yang mengkode selubung dari protein virus. Profesor Amin Soebandrio dari Lembaga Eijkman mengatakan bahwa metode ini lebih aman dikarenakan tidak menggunakan virus utuh. Jadi, para peneliti tidak perlu mengembangbiakan virus dalam jumlah besar di laboratorium.

    Selain itu, metode ini juga memperkecil efek samping dari timbulnya reaksi yang tidak diinginkan pada tubuh penerima vaksin yang dikhawatirkan terjadi apabila memakai virus utuh.

    Metode Adenovirus

    Sementara itu, ITB dan UNAIR mencoba metode lain, yakni dengan menggunakan Adenovirus. Adenovirus ialah virus yang biasanya menginfeksi hewan primata dan manusia dan menyebabkan beragam penyakit. Para ilmuan memodifikasi adenovirus agar tidak bisa memperbanyak diri di tubuh manusia. Adenovirus yang tidak berbahaya dapat digunakan sebagai vektor atau pembawa gen yang mengkode protein ‘spike’ pada virus corona.

    Ketika vaksin adenovirus disuntikan ke dalam tubuh, ia akan memasukkan gen tersebut ke dalam sel, kemudian sel tubuh kita sendiri akan memproduksi protein ‘spike’ pada lapisan virus corona. Hal tersebut yang akan memicu respons sistem pertahanan tubuh, sehingga ketika virus corona benar-benar masuk ke tubuh, sistem pertahanan tubuh kita sudah terlatih untuk melawannya.

    Vektor adenvirus juga sudah dipakai dalam produksi vaksin untuk berbagai patogen lain, seperti flu, zika, dan MERS.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Lembaga yang Berpartisipasi dalam Pengembangan Virus Merah Putih

    Saat ini, terdapat tujuh lembaga yang ditunjuk Kementerian Riset dan Teknologi untuk membentuk asosiasi riset nasional dalam membuat bibit atau prototipe vaksin Merah Putih yang dipimpin oleh LBM Eijkman, ucap Direktur Utama PT Bio Farma. Lima lembaga diantaranya berada dibawah naungan perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).

    Dan dua lembaga lainnya berada dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yaitu Lembaga Biologi Molekular Eijkman dan LIPI. Kemudian Bio Farma yang akan mengoptimalkan, melakukan uji klinik, hingga produksi massal vaksin setelah izin Badan Pengawas Obat dan Makanan didapatkan.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa studi praklinis dan uji klinis selesai dilaksanakan pada tahun 2021. Apabila hasilnya sukses, vaksin akan segera diedarkan di awal tahun 2022.

    Uji Klinis Vaksin Merah Putih

    Direktur utama Bio Farma menyatakan vaksin corona buatan Indonesia akan menjalani uji praklinis dan uji klinis pada tahun 2021. Studi praklinis akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2021, kemudian dilanjutkan uji klinis tahap satu yang diharapkan dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun 2021. Untuk mendapatkan izin darurat emergency use authorize atau EUA dari BPOM, vaksin harus melewati serangkaian uji klinis selama 8 bulan oleh BPOM dan Bio Farma. Bila hasilnya bagus, vaksin mungkin dapat diberikan kepada masyarakat pada kuartal pertama tahun 2022.

    Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, berharap uji klinis Vaksin Merah Putih bisa selesai dengan hasil yang memuaskan agar bisa segera tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia.

    Tahap Riset Vaksin Merah Putih

    Berdasarkan situs LBM Eijkman, berikut ini adalah delapan langkah dari dari tahap riset vaksin:

    1. Pemetaan genetik virus corona di Indonesia dengan mengisolasi virus SARS-CoV-2 dari spesimen pasien dan melakukan genom RNA penyandi protein virus.
    2. Isolasi dan amplikasi gen S dan N pada virus corona. Pada tahap ini gen yang mengkode protein S (spike) dan N (nukleokapsid) diisolasi, kemudian diperbanyak dengan metode polymerase chain reaction (PCR)
    3. Cloninggen target ke dalam vektor. Apabila tahapan ini berhasil, proses selanjutnya adalah melakukan verifikasi dengan metode sequencing.
    4. Memasukan vektor dan gen virus corona ke dalam sel mamalia dengan tujuan mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen. Pada tahapan ini menggunakan mekanisme sistem imun dalam melindungi tubuh.
    5. Menghasilkan antigen dari sel-sel mamalia. Antigen inilah yang akan menjadi calon vaksin dan dapat diuji coba ditahap selanjutnya.
    6. Memperbanyak dan pemurnian antigen dengan tujuan menghasilkan antigen target dengan jumlah yang besar, serta memisahkan zat dan senyawa yang tidak dibutuhkan. Hasil dari tahapan ini akan diperoleh antigen murni dengan jumlah besar, walau dengan waktu lama dan proses uji yang banyak.
    7. Uji klinis, tahapan ini bertujuan untuk menilai keamanan dari calon vaksin dan menentukan kadar yang tepat. Pada tahap uji klinis akan dinilai efek samping dan efikasi (kemanjuran) vaksin.
    8. Jika tahapan uji klinis berhasil, maka tahapan terakhir adalah mendapakan izin BPOM kemudian memproduksi vaksin dalam jumlah besar. 

    Tambah Kapasitas Alat PCR

    Selain vaksin, Bio Farma juga membuat alat tes PCR. Dalam sebulan, Bio Farma dapat memproduksi 240 ribu alat PCR, seperti yang dijelaskan oleh Honesti Basyir. Ia juga mengatakan alat tes PCR buatan Indonesia memiliki kelebihan tersendiri karena mampu memeriksa whole genome sequence virus corona yang ada di Indonesia dan setara dengan yang telah dilaporkan ke WHO. Keakuratannya hampir 100 persen. Harapannya, alat PCR ini akan menambahkan ketersediaan alat tes diagnostik dan memudahkan distribusi alat PCR ke seluruh wilayah Indonesia.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Itulah mengenai Vaksin Merah Putih, vaksin Corona buatan Indonesia yang sejauh ini masih dalam pengembangan. Yuk, Sahabat supaya tidak terpapar Covid-19 tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal vaksin Covid-19 buatan Indonesia, vaksin Merah Putih [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/media-54600959
    2. Widiyani R. Vaksin Corona Buatan Indonesia: Uji Klinis, Tahap Riset, Jadwal Suntik [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5242913/vaksin-corona-buatan-indonesia-uji-klinis-tahap-riset-jadwal-suntik
    3. Alam S. Kabar Terkini Vaksin COVID Merah Putih, Bisa Diproduksi Akhir 2021 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5362363/kabar-terkini-vaksin-covid-merah-putih-bisa-diproduksi-akhir-2021?_ga=2.168950113.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    4. Hikam H. Menristek: Maret, Bibit Vaksin Merah-Putih Diberikan ke Bio Farma [Internet]. detikfinance. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://finance.detik.com/industri/d-5338317/menristek-maret-bibit-vaksin-merah-putih-diberikan-ke-bio-farma?_ga=2.228275805.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    5. Vaksin Corona Buatan Indonesia Siap Edar Tahun 2022 [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/vaksin-corona-buatan-indonesia-siap-edar-tahun-2022
    Read More
Chat Dokter 24 Jam