Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin corona”

Showing 11–13 of 13 results

  • Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih. […]

    Vaksin Corona Buatan Indonesia: Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih.

    vaksin Corona buatan Indonesia

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Vaksin Merah Putih

    Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang proses pengembangan bibitnya memakai isolat virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Vaksin buatan Indonesia Merah Putih ini sedang dikembangkan di sejumlah lembaga penelitian dengan berbagai pendekatan atau platform. Vaksin Merah Putih ini sangat penting untuk dikembangkan agar tidak ada ketergantungan dengan vaksin impor, demikianyang dituturkan Menteri BUMN, Erick Tohir, pada rapat koordinasi pengendalan pembangunan Pemda DIY.

    Bambang mengupayakan bibit vaksin Merah Putih dapat dikirim ke PT Bio Farma pada Maret 2021. Bibit yang dikirim ke Bio Farma ini adalah bibit vaksin yang diteliti oleh Lembaga Eijkman. Lembaga Molekular Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggunakan metode protein rekombinan. Para peneliti hanya menggunakan satu atau beberapa gen yang mengkode selubung dari protein virus. Profesor Amin Soebandrio dari Lembaga Eijkman mengatakan bahwa metode ini lebih aman dikarenakan tidak menggunakan virus utuh. Jadi, para peneliti tidak perlu mengembangbiakan virus dalam jumlah besar di laboratorium.

    Selain itu, metode ini juga memperkecil efek samping dari timbulnya reaksi yang tidak diinginkan pada tubuh penerima vaksin yang dikhawatirkan terjadi apabila memakai virus utuh.

    Metode Adenovirus

    Sementara itu, ITB dan UNAIR mencoba metode lain, yakni dengan menggunakan Adenovirus. Adenovirus ialah virus yang biasanya menginfeksi hewan primata dan manusia dan menyebabkan beragam penyakit. Para ilmuan memodifikasi adenovirus agar tidak bisa memperbanyak diri di tubuh manusia. Adenovirus yang tidak berbahaya dapat digunakan sebagai vektor atau pembawa gen yang mengkode protein ‘spike’ pada virus corona.

    Ketika vaksin adenovirus disuntikan ke dalam tubuh, ia akan memasukkan gen tersebut ke dalam sel, kemudian sel tubuh kita sendiri akan memproduksi protein ‘spike’ pada lapisan virus corona. Hal tersebut yang akan memicu respons sistem pertahanan tubuh, sehingga ketika virus corona benar-benar masuk ke tubuh, sistem pertahanan tubuh kita sudah terlatih untuk melawannya.

    Vektor adenvirus juga sudah dipakai dalam produksi vaksin untuk berbagai patogen lain, seperti flu, zika, dan MERS.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Lembaga yang Berpartisipasi dalam Pengembangan Virus Merah Putih

    Saat ini, terdapat tujuh lembaga yang ditunjuk Kementerian Riset dan Teknologi untuk membentuk asosiasi riset nasional dalam membuat bibit atau prototipe vaksin Merah Putih yang dipimpin oleh LBM Eijkman, ucap Direktur Utama PT Bio Farma. Lima lembaga diantaranya berada dibawah naungan perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).

    Dan dua lembaga lainnya berada dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yaitu Lembaga Biologi Molekular Eijkman dan LIPI. Kemudian Bio Farma yang akan mengoptimalkan, melakukan uji klinik, hingga produksi massal vaksin setelah izin Badan Pengawas Obat dan Makanan didapatkan.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa studi praklinis dan uji klinis selesai dilaksanakan pada tahun 2021. Apabila hasilnya sukses, vaksin akan segera diedarkan di awal tahun 2022.

    Uji Klinis Vaksin Merah Putih

    Direktur utama Bio Farma menyatakan vaksin corona buatan Indonesia akan menjalani uji praklinis dan uji klinis pada tahun 2021. Studi praklinis akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2021, kemudian dilanjutkan uji klinis tahap satu yang diharapkan dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun 2021. Untuk mendapatkan izin darurat emergency use authorize atau EUA dari BPOM, vaksin harus melewati serangkaian uji klinis selama 8 bulan oleh BPOM dan Bio Farma. Bila hasilnya bagus, vaksin mungkin dapat diberikan kepada masyarakat pada kuartal pertama tahun 2022.

    Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, berharap uji klinis Vaksin Merah Putih bisa selesai dengan hasil yang memuaskan agar bisa segera tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia.

    Tahap Riset Vaksin Merah Putih

    Berdasarkan situs LBM Eijkman, berikut ini adalah delapan langkah dari dari tahap riset vaksin:

    1. Pemetaan genetik virus corona di Indonesia dengan mengisolasi virus SARS-CoV-2 dari spesimen pasien dan melakukan genom RNA penyandi protein virus.
    2. Isolasi dan amplikasi gen S dan N pada virus corona. Pada tahap ini gen yang mengkode protein S (spike) dan N (nukleokapsid) diisolasi, kemudian diperbanyak dengan metode polymerase chain reaction (PCR)
    3. Cloninggen target ke dalam vektor. Apabila tahapan ini berhasil, proses selanjutnya adalah melakukan verifikasi dengan metode sequencing.
    4. Memasukan vektor dan gen virus corona ke dalam sel mamalia dengan tujuan mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen. Pada tahapan ini menggunakan mekanisme sistem imun dalam melindungi tubuh.
    5. Menghasilkan antigen dari sel-sel mamalia. Antigen inilah yang akan menjadi calon vaksin dan dapat diuji coba ditahap selanjutnya.
    6. Memperbanyak dan pemurnian antigen dengan tujuan menghasilkan antigen target dengan jumlah yang besar, serta memisahkan zat dan senyawa yang tidak dibutuhkan. Hasil dari tahapan ini akan diperoleh antigen murni dengan jumlah besar, walau dengan waktu lama dan proses uji yang banyak.
    7. Uji klinis, tahapan ini bertujuan untuk menilai keamanan dari calon vaksin dan menentukan kadar yang tepat. Pada tahap uji klinis akan dinilai efek samping dan efikasi (kemanjuran) vaksin.
    8. Jika tahapan uji klinis berhasil, maka tahapan terakhir adalah mendapakan izin BPOM kemudian memproduksi vaksin dalam jumlah besar. 

    Tambah Kapasitas Alat PCR

    Selain vaksin, Bio Farma juga membuat alat tes PCR. Dalam sebulan, Bio Farma dapat memproduksi 240 ribu alat PCR, seperti yang dijelaskan oleh Honesti Basyir. Ia juga mengatakan alat tes PCR buatan Indonesia memiliki kelebihan tersendiri karena mampu memeriksa whole genome sequence virus corona yang ada di Indonesia dan setara dengan yang telah dilaporkan ke WHO. Keakuratannya hampir 100 persen. Harapannya, alat PCR ini akan menambahkan ketersediaan alat tes diagnostik dan memudahkan distribusi alat PCR ke seluruh wilayah Indonesia.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Itulah mengenai Vaksin Merah Putih, vaksin Corona buatan Indonesia yang sejauh ini masih dalam pengembangan. Yuk, Sahabat supaya tidak terpapar Covid-19 tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal vaksin Covid-19 buatan Indonesia, vaksin Merah Putih [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/media-54600959
    2. Widiyani R. Vaksin Corona Buatan Indonesia: Uji Klinis, Tahap Riset, Jadwal Suntik [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5242913/vaksin-corona-buatan-indonesia-uji-klinis-tahap-riset-jadwal-suntik
    3. Alam S. Kabar Terkini Vaksin COVID Merah Putih, Bisa Diproduksi Akhir 2021 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5362363/kabar-terkini-vaksin-covid-merah-putih-bisa-diproduksi-akhir-2021?_ga=2.168950113.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    4. Hikam H. Menristek: Maret, Bibit Vaksin Merah-Putih Diberikan ke Bio Farma [Internet]. detikfinance. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://finance.detik.com/industri/d-5338317/menristek-maret-bibit-vaksin-merah-putih-diberikan-ke-bio-farma?_ga=2.228275805.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    5. Vaksin Corona Buatan Indonesia Siap Edar Tahun 2022 [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/vaksin-corona-buatan-indonesia-siap-edar-tahun-2022
    Read More
  • Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang […]

    Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang selama ini terdampak keras akibat Covid-19 sejak melanda Tanah Air Maret 2020. Efektivitas vaksin Pfizer ini juga didukung oleh keyakinan kuat Bill Gates sebagai pemberi donasi terkuat untuk pendanaan vaksin. Sebelumnya, pada September 2020, sang pendiri Microsoft juga sudah menyatakan bahwa vaksin Corona yang paling ampuh adalah buatan Pfizer. Dikabarkan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, vaksin ini akan diproduksi dalam beberapa pekan ke depan karena harus menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan setempat sebelum nanti mulai didistribusikan massal pada 2021.

    vaksin covid 19

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Selain Pfizer, vaksin lainnya yang juga siap ke pasaran adalah buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford. Vaksin ini rencananya akan dipasarkan pada akhir Desember dan vaksinasi mulai Januari 2021. Selanjutnya ada Moderna yang menurut rencana akan dipasarkan mulai Maret 2021. Lalu bagaimana dengan vaksin Sinovac yang digadang-gadang akan mulai juga diedarkan pada minggu ketiga Desember 2020? Setelah melalui uji klinis ketiga dan dianggap aman serta lolos uji oleh Satgas Covid-19, rencananya vaksin akan mulai dipasarkan pada akhir Januari 2021 apabila pemerintah ingin memakai emergency use authorization setelah mendapat laporan hasil vaksin pada bulan yang sama. Seperti dilansir dari IDN Times, vaksin Sinovac yang akan diberikan pada publik di bulan Desember bukanlah vaksin uji klinis, melainkan vaksin siap edar yang diimpor langsung dari Cina. Keinginan Indonesia memakai Sinovac tampaknya tidak terpengaruh meskipun Sinovac mendapat hasil negatif di Brasil karena ada relawan yang meninggal sehingga dihentikan oleh otoritas setempat, dan didukung langsung oleh Presiden Jair Bolsonaro.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapakan Jokowi untuk Covid-19

    Dengan persiapan calon vaksin tersebut muncul optimisme pada masyarakat dunia bahwa virus Corona akan segera bisa diatasi, dan pandemi akan berlalu sehingga kehidupan akan kembali normal seperti sebelum pandemi. Namun apakah demikian?

    Profesor Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Covid-19 menyatakan meskipun vaksin sudah ada dan tersedia terutama dari Sinovac, bukan berarti pandemi segera berakhir. Masyarakat pun tetap diminta untuk menjalankan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di keramaian. Hal ini, Profesor Wiku mengatakan, untuk menghindari hal yang belum bisa diprediksi sebab semua negara masih dalam tahap memelajari cara mencegah penyebaran virus yang efektif. Dapat disimpulkan bahwa vaksin bukanlah cara satu-satunya untuk mencegah penularan. Hal senada diungkapkan oleh pakar kesehatan AS, Paul Offit yang menyatakan bahwa vaksinasi akan efektif jika dilakukan bersama dengan tindakan higienis sebagai pencegahan. Hal tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Hal itu karena perlunya distribusi vaksin yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga prosesnya panjang, dan kalaupun sudah ada masyarakat yang bisa divaksinasi, perlindungan tidak langsung terjadi saat itu juga.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Covid-19

    Dari gambaran di atas itu bisa terlihat bahwa pandemi Corona tidak akan berakhir secara instan meskipun vaksin sudah tersedia. Meskipun pandemik ini sudah dapat dikalahkan, virus lainnya yang dapat menginfeksi tidak serta merta hilang.  Virus lainnya seperti yaitu Influenza, Campak, Pneumonia, Hepatitis, Meningitis, MERS, SARS,  Flu Burung, dan Flu Babi tetap dapat menginfeksi. Cara terbaik adalah melakukan vaksinasi untuk pencegahan sebagai respons terhadap penyakit yang dihasilkan oleh daya tahan tubuh yang sudah ditingkatkan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengasosiasikan vaksinasi dengan pengobatan bukan sebagai pencegahan. Akibatnya, masyarakat berharap besar akan kesembuhan terhadap vaksin sedangkan vaksin hanya sebagai upaya pencegahan.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Karena itu, seperti dilansir dari Kompas.com, mengasosikan ketersediaan vaksin dengan akhir pandemi sangatlah tidak tepat sebab vaksinasi hanyalah salah satu cara pencegahan sehingga harus dibarengi dengan tindakan-tindakan higienis supaya lebih efektif. Tindakan pengetesan seperti PCR dan rapid test juga tetap diperlukan sebagai salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Untuk PCR-rapid test ini Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Tak hanya itu, Prosehat juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah terutama vaksinasi flu yang sangat penting di masa pandemi karena ternyata vaksinasi influenza dapat mencegah terjadinya ko-infeksi dan mengurangi infeksi keparahan Covid-19. Layanan vaksinasi ke rumah ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Corona Pfizer Diklaim Tunjukkan Hasil Positif, Bagaimana Perkembangan Vaksin Lainnya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/11/070100265/vaksin-corona-pfizer-diklaim-tunjukkan-hasil-positif-bagaimana-perkembangan?page=all
    2. Kristo F. Bill Gates Sudah Ramal Keampuhan Vaksin Corona Pfizer [Internet]. detikinet. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5248912/bill-gates-sudah-ramal-keampuhan-vaksin-corona-pfizer
    3. Indonesia C. Vaksin Pfizer Diprediksi Topang Gerak IHSG [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201111061700-92-568336/vaksin-pfizer-diprediksi-topang-gerak-ihsg
    4. Franedya R. Bye Corona! Vaksin Covid-19 Moderna Siap Dijual Maret 2021 [Internet]. tech. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201001062455-37-190751/bye-corona-vaksin-covid-19-moderna-siap-dijual-maret-2021
    5. [Internet]. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/news/world/santi-dewi/vaksin-sinovac-di-brasil-disetop-uji-klinis-di-indonesia-tetap-jalan/3
    6. Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 di Indonesia Aman & Lolos Uji – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://tirto.id/satgas-pastikan-vaksin-covid-19-di-indonesia-aman-lolos-uji-f6Nd
    7. Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir [Internet]. Harapan Rakyat Online. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.harapanrakyat.com/2020/10/vaksin-covid-19-ditemukan/
    8. Media K. Setelah Vaksin dan Obat Covid-19 Tersedia, Akankah Semua Kembali Normal? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/09/070000165/setelah-vaksin-dan-obat-covid-19-tersedia-akankah-semua-kembali-normal-?page=all
    9. Ahli : Suatu Saat, Pandemi Corona Akan Berakhir sebagai Flu Biasa | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200926/106/1297025/ahli-suatu-saat-pandemi-corona-akan-berakhir-sebagai-flu-biasa
    10. Warning WHO! Vaksin Bukan Obat Covid-19 – suaramerdeka.com [Internet]. Suaramerdeka.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/244028-warning-who-vaksin-bukan-obat-covid-19
    11. Media K. AstraZeneca Pastikan Vaksin Corona Siap Digunakan pada Desember Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/08/190200765/astrazeneca-pastikan-vaksin-corona-siap-digunakan-pada-desember?page=all
    12. TV C. Vaksin Pfizer Akan Diproduksi Dalam Beberapa Pekan Lagi [Internet]. news. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201110184807-8-200838/vaksin-pfizer-akan-diproduksi-dalam-beberapa-pekan-lagi
    Read More
  • Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020. […]

    Survei Jakpat: 40,3% Orang Indonesia Percaya Vaksin Corona

    Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020.

    vaksin corona

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Mengenai vaksin, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menargetkan bahwa mulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 sekitar 170-180 juta orang akan disuntik. Jokowi juga menargetkan pada akhir 2021, Indonesia sudah bisa menghasilkan 290 juta dosis vaksin. Lebih percayanya orang Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan kenyataan bahwa selama 6 bulan lebih terkena Corona yang juga sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sebanyak 52% orang Indonesia panik menghadapi pandemi, dan lebih memilih bekerja atau belajar dari rumah. Sementara itu, di sisi lain sebanyak 53,0% orang tidak panik dalam menghadapi pandemi, dan memilih bekerja seperti biasa sebelum pandemi.

    Faktor-faktor yang membuat panik bagi orang-orang yang memilih beraktivitas dari rumah adalah karena faktor kesehatan (60%) kemudian diikuti oleh sosial (59,4%), dan ekonomi (50,1%). Sebanyak 59% responden di Indonesia terutama di Jabodetabek menurut survei tersebut percaya bahwa Covid-19 adalah virus yang mematikan dan berbahaya, namun 31% responden menganggap itu sebagai sebuah konspirasi.

    Berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya mayoritas masih menghindari beraktivitas keluar rumah seperti bepergian, pergi ke mall, dan menghadiri acara-acara akbar secara fisik. Jika ditotal ada 95,0% yang memilih menghindari beraktivitas keluar sedangkan 5% lainnya malah sebaliknya. Apabila pandemi tidak segera berakhir, pilihan untuk tetap di rumah tetap menjadi prioritas, yaitu sebanyak 82,0%.

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Keberadaan vaksin yang dipercaya oleh para responden dalam survei tersebut diperkirakan bisa menghentikan penyebaran Corona pada akhir 2020 atau pertengahan awal 2021. Jika memang vaksin begitu sangat dipercaya lalu bagaimana perkembangan vaksin yang sudah ada?

    Perkembangan Vaksin-vaksin Corona Sejauh Ini

    Indonesia sendiri telah menyiapkan 3 calon vaksin untuk mencegah Covid-19, dan kebanyakan berasal dari Cina. Vaksin-vaksin itu adalah vaksin buatan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Selain ketiganya juga terdapat vaksin asal Uni Emirat Arab yang dikembangkan oleh G-42, dan vaksin buatan sendiri bernama Merah-Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Lalu bagaimana dengan perkembangan vaksin-vaksin tersebut sejauh ini?

    Dikutip dari berbagai sumber, vaksin pertama yang kemungkinan bisa diakses untuk umum adalah buatan Sinovac. Vaksin ini berjenis inactivated atau menggunakan seluruh virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan system kekebalan. Cara ini merupakan pendekatan yang klasik, dan sudah banyak digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin sebelumnya seperti Hepatitis A, Flu, dan Polio.

    Di Indonesia, Sinovac sebagai pemasok vaksin bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin yang bernama CoronaVac. Sejauh ini, vaksin Sinovac yang paling siap karena sudah mengadakan uji klinis fase III, dan kemungkinan bisa diedarkan pada Desember 2020.

    Selain Sinovac, juga terdapat vaksin lain yaitu Sinopharm dan CanSino yang keduanya masih dalam penjajakan kerja sama. Sinopharm diketahui akan berusaha menyediakan 10 juta dosis vaksin di Indonesia yang kemungkinan pada akhir 2020. Distribusi ini melalui kerja sama dengan perusahaan mitra Sinopharm di Uni Emirat Arab, yaitu G-42, dan tentu saja Kimia Farma. Demikian menurut Kepala BPOM, Penny Lukito. Sinopharm sendiri juga sudah melalukan uji klinis 1 dan 2 pada Juni 2020. Uji klinis terakhir dilaksanakan di Uni Emirat Arab yang mempunyai 119 kebangsaan dalam populasinya. Dilaporkan tidak ada dampak buruk yang dirasakan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Sementara CanSino dilaporkan telah melaksanakan uji klinis III pada Agustus 2020, dan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan negara lain termasuk Indonesia untuk uji klinis lebih lanjut. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Militer milik pemerintah Cina.

    Lalu bagaimana dengan Vaksin Merah-Putih?

    Sejauh ini pengembangan vaksin buatan dalam negeri kemajuannya sudah sebanyak 50%. Metode yang digunakan dalam pengembangan vaksin ini adalah rekombinan, yaitu para peneliti mengambil gen yang mengode kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS Cov-2. Gen tersebut kemudian disisipkan dalam vektor atau pembawa gen yang disebut plasmid kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri tersebut berfungsi sebagai pabrik protein yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun. Sedikitnya dua gen –S atau spike, struktur yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia, dan N atau nukelokapsid, protein yang menyelubungi RNA virus. Dengan begitu, vaksin bisa melatih antibodi untuk mengenali virus yang hendak menginfeksi sel tapi juga virus yang telanjur masuk sel, menambah keampuhannya.

    Vaksin ini sendiri menurut Menristek Bambang P. Brodjonegoro, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 memperkirakan Merah-Putih baru hadir pada Triwulan Keempat 2021.

    Terlihat sekali bahwa pengembangan vaksin bisa dibilang masih jauh dari kata selesai, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah. Meskipun sudah ada, vaksin-vaksin ini tentu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada beberapa tingkatan untuk menerima, yaitu:

    • Fase 1: Tenaga kesehatan dan responden pertama (5%)
    • Fase 2: Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehigga meningkatkan risiko mengalami infeksi Covid-19 yang lebih serius hingga kematian dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan padat (10%)
    • Fase 3: Pekerja di layanan jasa esensial yang memiliki risiko paparan tinggi dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga dapat mengalami infeksi Covid-19 moderat (35%)
    • Fase 4: Orang dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan esensial dengan risiko paparan yang meningkat (40-45%)
    • Fase 5: Masyarakat atau khalayak yang tersisa

    Dengan demikian, sebelum vaksin benar-benar bisa dikembangkan lebih jauh sebagai cara paling efektif yang dipercayai orang Indonesia untuk mengatasi Corona, untuk sekarang ini tetap melaksanakan protokol-protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta tidak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran, dan multivitamin. Tidak lupa juga untuk menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini pelaksanaannya masih di bawah ekspetasi.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Untuk pencegahan secara medis, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi Redemsivir yang sudah diperbolehkan edar di Indonesia dengan merek jual Covifor oleh Kalbe Farma, dan melakukan tes-tes pencegahan Corona seperti rapid test dan PCR swab.

    Untuk layanan PCR swab dan rapid test lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine through Indonesian Perspective – JAKPAT Survey Report – JAKPAT [Internet]. JAKPAT. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://blog.jakpat.net/covid-19-vaccine-through-indonesian-perspective-jakpat-survey-report/
    2. Indonesia C. Beda Vaksin Covid-19 China dan Uni Emirat Arab Incaran RI [Internet]. teknologi. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200930202605-199-552928/beda-vaksin-covid-19-china-dan-uni-emirat-arab-incaran-ri
    3. Indonesia C. Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020 [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201001082619-20-553017/jokowi-optimis-vaksin-covid-19-tersedia-akhir-2020
    4. Azizah K. Alhamdulillah! RI Dapat 10 Juta Vaksin Corona Halal dari Uni Emirat Arab [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5155489/alhamdulillah-ri-dapat-10-juta-vaksin-corona-halal-dari-uni-emirat-arab
    5. News P. Kapan Vaksin Merah Putih Diproduksi? Begini Kata Menristek – PRFM News [Internet]. PRFM News. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13730867/kapan-vaksin-merah-putih-diproduksi-begini-kata-menristek
    6. Siapa saja yang mengembangkan ‘vaksin merah-putih’ dan bagaimana cara kerjanya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54275740
    7. Media K. Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Telah Disusun, Bagaimana Menurut Pedoman WHO? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/132000165/prioritas-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia-telah-disusun-bagaimana?page=all
    8. Indonesia C. Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200928113902-20-551802/tenaga-medis-kedodoran-jurus-3t-jokowi-menguap-jadi-jargon
    9. Redemsivir Diklaim Ampuh Lawan Corona, tapi Belum Banyak Tersedia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/redemsivir-diklaim-ampuh-lawan-corona-tapi-belum-banyak-tersedia.html
    Read More

Showing 11–13 of 13 results

Chat Dokter 24 Jam