Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin”

Showing 1–10 of 15 results

  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya. Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan […]

    Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya.

    Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang tidak terlalu bagus.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang sering mengalami flu mengingat daya tahan tubuh anak belum sebagus yang dimiliki orang yang lebih tua daripada mereka.

    Penyakit flu pastinya juga memiiki gejala tertentu seperti layaknya gejala penyakit lainnya dan lebih baik penanganan cepat diberikan sebelum penyakit ini bertambah parah.

    Beberapa gejala flu yang harus kita ketahui antara lain adalah timbulnya demam tinggi, bersin yang tidak berhenti-henti, sakit tenggorokan, ataupun penurunan nafsu makan.

    Beberapa gejala ini biasanya timbul dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam setelah kita terinfeksi virus flu dan gejala ini dapat timbul hingga jangka waktu 6 minggu.

    Penyakit flu biasanya timbul pada musim tertentu, contohnya saja pada negara beriklim dingin penyakit ini biasanya muncul pada bulan Desember hingga Februari.

    Lalu, bagaimana dengan kita yang beriklim tropis? Pada negara beriklim tropis, penyakit flu bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun, sehingga kita perlu mengantisipasi hal ini.

    Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya flu adalah dengan melakukan vaksin flu. Lalu, siapa saja yang bisa menerima vaksin flu?

    Seberapa efektif, sih vaksin yang satu ini untuk anak? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    Penerima Vaksin Influenza

    Vaksin flu disarankan pemberiannya pada anak sejak dini setelah berusia 6 bulan, di mana vaksin ini bekerja dengan cara membentuk antibodi pada tubuh anak sehingga virus penyebab flu akan kalah – alias anak akan menjadi kebal dengan virus flu nantinya.

    Vaksin ini tentu saja membutuhkan waktu agar dapat berfungsi dengan efektif pada tubuh anak, sekitar dua minggu hingga anak bisa menjadi kebal terhadap virusnya.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

     

    Lalu, siapa yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu ini?

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, virus flu sangat sering menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya rendah sehingga disarankan untuk dilakukan pada mereka yang masih balita (anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun) ataupun sudah memasuki usia lanjut usia (di atas 65 tahun).

    Bukan hanya itu saja, wanita hamil juga mereka yang memiliki penyakit kronis juga disarankan untuk melakukan vaksin ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Tidak lupa pekerja medis juga bisa disarankan untuk melakukan vaksin ini mengingat mereka bekerja di lingkungan yang penuh dengan orang sakit. Vaksinasi flu disarankan untuk dilakukan satu kali setiap tahun dan hal ini sangatlah efektif untuk mencegah datangnya penyakit flu pada kita dan anak di kemudian hari.

    Baca Juga: Checklist Persiapan Kegiatan Agar Travelling Sukses

    Nah, itu tadi adalah info sekilas mengenai vaksinasi flu. Pastinya sudah tidak ragu lagi untuk melakukan vaksinasi flu pada anak bukan? Vaksinasi flu sangatlah dianjurkan mengingat hal ini dapat meminimalkan datangnya penyakit datang pada anak alias menjaga tubuh anak tetap fit sepanjang waktu.

    Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya! Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari […]

    Datang Lagi 6 Juta Vaksin Sinovac, Vaksinasi Covid-19 Jalan Terus!

    Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    vaksinasi covid-19 jalan terus

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya!

    Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari 140 juta  bulk vaksin Sinovac yang akan diterima sepanjang 2021. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 59,5 juta bulk vaksin sejak kedatangan pertama pada Desember 2020.

    Dengan kedatangan jumlah bulk vaksin yang baru ini, Menteri Budi Gunawan meminta setiap kepala daerah untuk terus menjalankan program vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan terutama karena telah dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksinasi selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Program vaksinasi dari April hingga Mei akan tetap memprioritaskan masyarakat golongan lanjut usia karena rentan terinfeksi Covid-19.

    Meskipun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat tetap perlu melaksanakan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi), serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan tetap berjalan efektif.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 ataupun melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TV K. [FULL] Pernyataan Menkes Budi Gunadi Terkait Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac [Internet]. Kompas.tv. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/amp/article/165745/videos/full-pernyataan-menkes-budi-gunadi-terkait-kedatangan-6-juta-bulk-vaksin-sinovac

     

     

    Read More
  • Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung. Baca Juga: […]

    Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung.

    vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Penerimaan 1,2 juta vaksin ke depannya akan meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Indonesia selanjutnya akan mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang menurut rencana akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, juga akan ada vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma. Jumlah vaksin curah yang tiba itu 15 juta dosis pada Desember dan 30 juta dosis pada Januari.

    Kedatangan vaksin merupakan upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, vaksin Sinovac yang sudah resmi datang ini tidak langsung digunakan karena harus menunggu persetujuan izin edar dari BPOM sebagai lembaga resmi yang mempunyai wewenang dalam masalah perizinan obat-obatan dan vaksin di Indonesia. Mengenai pelaksanaan vaksinasi ke depannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    • Memastikan seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin
    • Persiapan sistem distribusi vaksin ke daerah yang mencakup peralatan pendukung, sumber daya manusia, dan tata kelola vaksinasi
    • Memantau dan mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk terkait pelaksanaan vaksinasi
    • Tetap menjalankan protokol 3M yang sudah dianjurkan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak meskipun vaksin sudah ada. Pelaksanaan 3M ini tetap penting karena juga membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 dan efektivitas vaksin yang ada

    Cara Mendapat Vaksin Covid-19?

    Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur hingga roadmap pembagian vaksin. Terdapat dua jalur yang sudah disiapkan, yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Jalur pemerintah ini ialah program vaksinasi yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada yang penerima prioritas seperti tenaga medis, aparat hukum, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah pusat  sampai daerah hingga BPJS penerima bantuan subsidi sedangkan jalur mandiri menyasar pada masyarakat yang berusia 19-59 tahun, dengan jumlah sekitar 57 orang. Kebutuhan vaksinnya mencapau 115 juta dosis. Yang membedakan dari jalur pertama dan jalur kedua adalah jalur kedua berbayar. Sekadar info, harga vaksin Sinovac ini berkisar mulai dari Rp 200.000 per dosis.

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Proses vaksinasi jalur mandiri akan dilakukan secara digital melalui sebuah aplikasi khusus yang menurut rencana selesai pada Desember 2020 ini. Masyarakat yang akan memilih jalur mandiri harus mengikuti beberapa langkah sebelum dan sesudah vaksinasi, yaitu:

    • Mengisi data diri berupa KTP, nomor telepon, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, kartu keluarga jika ingin mendaftar bersama keluarga
    • Setelah mendaftar peserta yang ingin melakukan vaksinasi mandiri otomatis dianggap sudah melakukan pre-order, dan harus melakukan pembayaran
    • Saat mendekati hari vaksinasi, peserta akan mendapatkan pemberitahuan untuk datang di waktu yang ditentukan di klinik, fasilitas kesehatan rumah yang sakit yang dipilih. Peserta perlu untuk mengisi consent/assentform untuk mendapatkan kode khusus berupa QR code. Kode ini akan digunkan untuk validasi saat imunisasi, dan setelah diimunisasi peserta akan mendapatkan sertifikasi vaksinasi yang dapat dijadikan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Demikianlah Sahabat Sehat mengenai informasi tibanya vaksin Sinovac di Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan cara mendapatkannya, baik melalui pemerintah atau secara mandiri. Meski begitu, Sahabat harus tetap ingat pesan ibu untuk selalu melakukan 3M sebagai cara yang dapat membantu mengendalikan virus dan efektivitas vaksin. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 dan produk-produk penanganan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://setkab.go.id/vaksin-covid-19-tiba-di-tanah-air/
    2. Media K. 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tiba di Indonesia [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/22485551/12-juta-dosis-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-tiba-di-indonesia
    3. detikcom T. Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Akan Digunakan untuk Tenaga Kesehatan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5284550/vaksin-sinovac-yang-baru-tiba-akan-digunakan-untuk-tenaga-kesehatan
    4. Begini Cara Dapat dan Beli Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Berikut Inilah Syarat yang Harus Disiapkan – Tribun Sumsel [Internet]. Tribun Sumsel. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/07/begini-cara-dapat-dan-beli-vaksin-covid-19-jalur-mandiri-berikut-inilah-syarat-yang-harus-disiapkan?page=all
    5. Azizah K. Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Intip Lagi Harganya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5284517/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia-intip-lagi-harganya
    Read More
  • Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh […]

    Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh dan dapat menghidarkan resiko komplikasi penyakitnya. Namun beberapa orang yang telah melakukan vaksinasi mengeluhkan bahwa mereka masih mengalami pilek setelah selesai melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Seseorang yang baru saja selesai melakukan vaksinasi memang masih sangat bisa tertular virus influenza, karena vaksinnya baru akan efektif setelah 2 minggu pemakaian hingga satu bulan setelah vaksinasi. Jadi apabila seseorang melakukan vaksinasi dan besoknya terkena pilek bukan berarti vaksinnya tidak bermanfaat tapi antibodinya yang belum berjalan dengan baik. Bukan hanya virus influenza saja yang dapat menyebabkan batuk dan pilek tapi ada beberapa virus lainnya diantaranya adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan hMPV

    Pilek cenderung dikategorikan penyakit ringan dan berbeda dari flu yang dapat menyebabkan sebuah komplikasi penyakit yang berbahaya seperti radang paru (pneumonia), infeksi telinga otitis media akut, infeksi sinus, bronkitis hingga bronkiolitis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Berbeda dari selesma yang cenderung ringan, flu dapat menyebabkan beragam komplikasi seperti penyakit jantung koroner, penyakit paru obstruktif kronik(PPOK), asma, dan diabetes mellitus. Flu juga ternyata sudah berkembang dan dikategorikan sebagai salah satu penyakit mematikan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa ada sekitar 500 ribu kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit influenza dan sekitar 70 persen yang meninggal akibat penyakit influenza adalah lansia.

    Vaksinasi Influenza sangatlah penting dilakukan dan baiknya satu kali setiap tahun vaksin ini dilakukan, karena virus ini sangatlah cepat menular. Efektivitas yang didapat dari vaksin influenza sangatlah baik bagi tubuh. Vaksinasi sangat berguna untuk diberikan pada anak-anak dan lansia karena di usia anak yang menginjak enam bulan ke atas maka vaksinasi sudah boleh dilakukan. Reaksi paska vakasinasi biasanya hanya akan menimbulkan sakit dan bengkak pada bagian bekas suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO menyarankan vaksin influenza untuk kategori seperti, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, orang lanjut usia(lebih dari 65 tahun), wanita hamil, penderita penyakit kronis dan pekerja medis.
    Seusai melakukan vaksin influenza pasti menimbulkan suatu reaksi yang berbeda-beda. Jika reaksi yang terjadi sangat berbahaya maka segeralah datang dan menghubungi dokter untuk mendapatkan penangganan yang baik dengan tenaga medis. Selain dengan vaksinasi, pencegahan flu dapat juga dilakukan dengan beberapa hal seperti mengurangi kedekatan dan kontak dengan orang yang yang sedang sakit, istirahat yang cukup, makan dan minum yang sesuai pola hidup sehat, gunakan masker saat melakukan sosialisasi dan selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pola hidup sehat memang menjadi penentu untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan janganlah mencoba untuk melakukan pola hidup yang kurang baik seperti kurang tidur, telat makan dan sering memakan gorengan. Semua hal itu dapat menyebabnya timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh.
    Itulah ulasan mengenai pilek yang dapat dicegah dengan vaksinasi influenza. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya dan dapat dijadikan referensi terbaik untuk mencari tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

    Untuk vaksinasi flu ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi artikel:
    sains.kompas.com/read/2018/05/05/120500223/sudah-vaksin-influenza-kok-masih-batuk-dan-pilek-
    republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/17/11/21/ozqiu3359-sudah-vaksinasi-influenza-masih-batukpilek-ini-alasannya

    Read More
  • Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua.

    vaksin hpv

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Diperlukan Juga untuk Si Gadis?

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan tes pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga). Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Read More
  • Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020. […]

    Survei Jakpat: 40,3% Orang Indonesia Percaya Vaksin Corona

    Sebanyak 40,3% orang Indonesia percaya bahwa vaksin Corona bisa menghentikan penyebaran Covid-19 secara massif. Hal itu terlihat dari survei yang digelar oleh Jakpat. Hanya 16% yang tidak terlalu mempercayai serta tidak begitu tertarik mengenai vaksin sebagai cara yang efektif. Jumlah responden yang diikutkan sebanyak 1.252 orang, dan survei ini digelar pada tanggal 3-4 September 2020.

    vaksin corona

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Mengenai vaksin, Presiden Joko Widodo sendiri sudah menargetkan bahwa mulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 sekitar 170-180 juta orang akan disuntik. Jokowi juga menargetkan pada akhir 2021, Indonesia sudah bisa menghasilkan 290 juta dosis vaksin. Lebih percayanya orang Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan kenyataan bahwa selama 6 bulan lebih terkena Corona yang juga sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sebanyak 52% orang Indonesia panik menghadapi pandemi, dan lebih memilih bekerja atau belajar dari rumah. Sementara itu, di sisi lain sebanyak 53,0% orang tidak panik dalam menghadapi pandemi, dan memilih bekerja seperti biasa sebelum pandemi.

    Faktor-faktor yang membuat panik bagi orang-orang yang memilih beraktivitas dari rumah adalah karena faktor kesehatan (60%) kemudian diikuti oleh sosial (59,4%), dan ekonomi (50,1%). Sebanyak 59% responden di Indonesia terutama di Jabodetabek menurut survei tersebut percaya bahwa Covid-19 adalah virus yang mematikan dan berbahaya, namun 31% responden menganggap itu sebagai sebuah konspirasi.

    Berdasarkan hal tersebut, pada akhirnya mayoritas masih menghindari beraktivitas keluar rumah seperti bepergian, pergi ke mall, dan menghadiri acara-acara akbar secara fisik. Jika ditotal ada 95,0% yang memilih menghindari beraktivitas keluar sedangkan 5% lainnya malah sebaliknya. Apabila pandemi tidak segera berakhir, pilihan untuk tetap di rumah tetap menjadi prioritas, yaitu sebanyak 82,0%.

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Keberadaan vaksin yang dipercaya oleh para responden dalam survei tersebut diperkirakan bisa menghentikan penyebaran Corona pada akhir 2020 atau pertengahan awal 2021. Jika memang vaksin begitu sangat dipercaya lalu bagaimana perkembangan vaksin yang sudah ada?

    Perkembangan Vaksin-vaksin Corona Sejauh Ini

    Indonesia sendiri telah menyiapkan 3 calon vaksin untuk mencegah Covid-19, dan kebanyakan berasal dari Cina. Vaksin-vaksin itu adalah vaksin buatan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Selain ketiganya juga terdapat vaksin asal Uni Emirat Arab yang dikembangkan oleh G-42, dan vaksin buatan sendiri bernama Merah-Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Lalu bagaimana dengan perkembangan vaksin-vaksin tersebut sejauh ini?

    Dikutip dari berbagai sumber, vaksin pertama yang kemungkinan bisa diakses untuk umum adalah buatan Sinovac. Vaksin ini berjenis inactivated atau menggunakan seluruh virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan system kekebalan. Cara ini merupakan pendekatan yang klasik, dan sudah banyak digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin sebelumnya seperti Hepatitis A, Flu, dan Polio.

    Di Indonesia, Sinovac sebagai pemasok vaksin bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin yang bernama CoronaVac. Sejauh ini, vaksin Sinovac yang paling siap karena sudah mengadakan uji klinis fase III, dan kemungkinan bisa diedarkan pada Desember 2020.

    Selain Sinovac, juga terdapat vaksin lain yaitu Sinopharm dan CanSino yang keduanya masih dalam penjajakan kerja sama. Sinopharm diketahui akan berusaha menyediakan 10 juta dosis vaksin di Indonesia yang kemungkinan pada akhir 2020. Distribusi ini melalui kerja sama dengan perusahaan mitra Sinopharm di Uni Emirat Arab, yaitu G-42, dan tentu saja Kimia Farma. Demikian menurut Kepala BPOM, Penny Lukito. Sinopharm sendiri juga sudah melalukan uji klinis 1 dan 2 pada Juni 2020. Uji klinis terakhir dilaksanakan di Uni Emirat Arab yang mempunyai 119 kebangsaan dalam populasinya. Dilaporkan tidak ada dampak buruk yang dirasakan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Sementara CanSino dilaporkan telah melaksanakan uji klinis III pada Agustus 2020, dan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan negara lain termasuk Indonesia untuk uji klinis lebih lanjut. Vaksin ini dikembangkan oleh Institut Bioteknologi Beijing yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Militer milik pemerintah Cina.

    Lalu bagaimana dengan Vaksin Merah-Putih?

    Sejauh ini pengembangan vaksin buatan dalam negeri kemajuannya sudah sebanyak 50%. Metode yang digunakan dalam pengembangan vaksin ini adalah rekombinan, yaitu para peneliti mengambil gen yang mengode kapsul protein dari sekuens RNA virus SARS Cov-2. Gen tersebut kemudian disisipkan dalam vektor atau pembawa gen yang disebut plasmid kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri. Bakteri tersebut berfungsi sebagai pabrik protein yang kelak disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu respons sistem imun. Sedikitnya dua gen –S atau spike, struktur yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia, dan N atau nukelokapsid, protein yang menyelubungi RNA virus. Dengan begitu, vaksin bisa melatih antibodi untuk mengenali virus yang hendak menginfeksi sel tapi juga virus yang telanjur masuk sel, menambah keampuhannya.

    Vaksin ini sendiri menurut Menristek Bambang P. Brodjonegoro, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 memperkirakan Merah-Putih baru hadir pada Triwulan Keempat 2021.

    Terlihat sekali bahwa pengembangan vaksin bisa dibilang masih jauh dari kata selesai, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah. Meskipun sudah ada, vaksin-vaksin ini tentu tidak bisa sembarangan digunakan karena ada beberapa tingkatan untuk menerima, yaitu:

    • Fase 1: Tenaga kesehatan dan responden pertama (5%)
    • Fase 2: Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehigga meningkatkan risiko mengalami infeksi Covid-19 yang lebih serius hingga kematian dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan padat (10%)
    • Fase 3: Pekerja di layanan jasa esensial yang memiliki risiko paparan tinggi dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga dapat mengalami infeksi Covid-19 moderat (35%)
    • Fase 4: Orang dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan esensial dengan risiko paparan yang meningkat (40-45%)
    • Fase 5: Masyarakat atau khalayak yang tersisa

    Dengan demikian, sebelum vaksin benar-benar bisa dikembangkan lebih jauh sebagai cara paling efektif yang dipercayai orang Indonesia untuk mengatasi Corona, untuk sekarang ini tetap melaksanakan protokol-protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta tidak lupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran, dan multivitamin. Tidak lupa juga untuk menerapkan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment, yang sejauh ini pelaksanaannya masih di bawah ekspetasi.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Untuk pencegahan secara medis, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi Redemsivir yang sudah diperbolehkan edar di Indonesia dengan merek jual Covifor oleh Kalbe Farma, dan melakukan tes-tes pencegahan Corona seperti rapid test dan PCR swab.

    Untuk layanan PCR swab dan rapid test lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine through Indonesian Perspective – JAKPAT Survey Report – JAKPAT [Internet]. JAKPAT. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://blog.jakpat.net/covid-19-vaccine-through-indonesian-perspective-jakpat-survey-report/
    2. Indonesia C. Beda Vaksin Covid-19 China dan Uni Emirat Arab Incaran RI [Internet]. teknologi. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200930202605-199-552928/beda-vaksin-covid-19-china-dan-uni-emirat-arab-incaran-ri
    3. Indonesia C. Jokowi Optimis Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020 [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201001082619-20-553017/jokowi-optimis-vaksin-covid-19-tersedia-akhir-2020
    4. Azizah K. Alhamdulillah! RI Dapat 10 Juta Vaksin Corona Halal dari Uni Emirat Arab [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5155489/alhamdulillah-ri-dapat-10-juta-vaksin-corona-halal-dari-uni-emirat-arab
    5. News P. Kapan Vaksin Merah Putih Diproduksi? Begini Kata Menristek – PRFM News [Internet]. PRFM News. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13730867/kapan-vaksin-merah-putih-diproduksi-begini-kata-menristek
    6. Siapa saja yang mengembangkan ‘vaksin merah-putih’ dan bagaimana cara kerjanya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54275740
    7. Media K. Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Telah Disusun, Bagaimana Menurut Pedoman WHO? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/01/132000165/prioritas-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia-telah-disusun-bagaimana?page=all
    8. Indonesia C. Tenaga Medis Kedodoran, Jurus 3T Jokowi Menguap Jadi Jargon [Internet]. nasional. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200928113902-20-551802/tenaga-medis-kedodoran-jurus-3t-jokowi-menguap-jadi-jargon
    9. Redemsivir Diklaim Ampuh Lawan Corona, tapi Belum Banyak Tersedia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/redemsivir-diklaim-ampuh-lawan-corona-tapi-belum-banyak-tersedia.html
    Read More
  • Pandemi COVID-19 masih berlanjut dan tampaknya belum menemukan titik terangnya. Tak hanya dalam bidang kesehatan, COVID-19 juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, pangan, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Negara – negara di berbagai belahan dunia kini berada dalam krisis. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, beberapa negara dikategorikan memberikan respons pertahanan yang efektif terhadap […]

    Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?*

    Pandemi COVID-19 masih berlanjut dan tampaknya belum menemukan titik terangnya. Tak hanya dalam bidang kesehatan, COVID-19 juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, pangan, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Negara – negara di berbagai belahan dunia kini berada dalam krisis. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, beberapa negara dikategorikan memberikan respons pertahanan yang efektif terhadap COVID-19. Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Singapura berhasil menekan pertambahan kasus dan angka kematian akibat COVID-19. Akan tetapi, seluruh usaha untuk mencegah penyebaran penyakit dianggap tidak bisa maksimal tanpa ditemukannya vaksin SARS-CoV-2. Lantas, sudah sampai di manakah proses pengembangan vaksin untuk mengeradikasi COVID-19?

    Baca Juga: Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

    Dalam beberapa dekade terakhir, peneliti di seluruh dunia dituntut untuk memberikan respons segera dalam mengatasi epidemi H1N1, Ebola, SARS, dan Zika. Pada tahun 2009, Vaksin H1N1 berhasil dikembangkan di tengah epidemi. Berdasarkan kilas balik sejarah, target pengembangan vaksin adalah patogen (agen penyebab penyakit) yang membebani dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi.

    Proses pengembangan vaksin secara umum melalui tahapan riset praklinis dan 4 fase uji klinis. Riset praklinis adalah tahapan untuk mempelajari patogen secara mendalam. Hal yang dipelajari di antaranya karakteristik, susunan genetik, sediaan vaksin, toksisitas, route of administration, perlukah pengulangan, masa perlindungan vaksin, dan sebagainya. Pada tahap riset praklinis, vaksin diuji efektivitas dan keamanannya pada hewan percobaan. Jika tidak ada penolakan, dilanjutkan pada uji klinis.  Uji klinis fase 1 melibatkan subyek sekelompok manusia sehat berjumlah puluhan hingga ratusan. Penilaian utama adalah keamanan vaksin dan respons imunitas.

    Fase 2 menguji efektivitas vaksin pada kelompok yang lebih besar, melibatkan ratusan hingga ribuan subyek. Dosis optimal ditentukan pada fase ini. Pada uji klinis fase 3, vaksin diuji pada populasi yang lebih beragam ( n > 10,000) dan melibatkan area yang lebih luas, kemudian dinilai apakah terdapat efek samping yang tidak muncul sebelumnya. Jika lolos fase 3, vaksin akan ditelaah oleh lembaga terkait seperti The Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum akhirnya didistribusikan secara luas. Fase 4 adalah pemantauan berkelanjutan terkait keamanan dan efektivitas setelah vaksin didistribusikan.

    Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah

    Diperlukan waktu beberapa tahun hingga puluhan tahun untuk vaksin dapat didistribusikan secara luas. Mempelajari suatu patogen secara mendalam, melakukan trial and error pada uji klinis, menunggu legalisasi, dan memproduksi vaksin dalam jumlah besar memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang besar. Sebagai pembanding, vaksin Varicella untuk cacar air dapat didistribusikan setelah melewati proses selama 28 tahun.

    Contoh lainnya adalah vaksin Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker mulut rahim memerlukan waktu 15 tahun untuk dapat dipasarkan secara umum. Sementara itu, waktu yang ditargetkan untuk pengembangan vaksin COVID-19 adalah 18 bulan. Target tersebut tidak ditentukan tanpa dasar. Faktor pendukung target yang singkat ini di antaranya adalah pengetahuan terhadap SARS-CoV-2 yang dianggap sudah memadai, teknologi pendukung yang sudah jauh berkembang, dan kesepakatan untuk mempersingkat fase uji klinis. Sampai saat ini, pada database WHO telah terdaftar lebih dari 170 kandidat vaksin dalam proses pengembangan. Tahapan terjauh adalah fase III. Bagaimana peran Indonesia dalam pengembangan vaksin ini?

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan Mencegah Corona?

    Sayangnya, belum ada pengembang asal Indonesia yang terdaftar dalam database WHO saat ini. Namun, bukan berarti vaksin COVID-19 buatan Indonesia itu mustahil. Dalam pengembangan vaksin, peneliti asal Indonesia sudah berhasil memproduksi beberapa vaksin di antaranya vaksin oral polio, vaksin hepatitis B, vaksin tetanus toksoid, vaksin difteri dan tetanus (DT), vaksin difteri-pertusis-tetanus (DPT), vaksin BCG, vaksin measles-rubella (MR), dan vaksin pentabio (DPT-HB-Hib).

    Vaksin–vaksin tersebut telah teruji secara klinis dan digunakan secara luas baik di dalam, maupun luar negeri. Turut mendukung program pemerintah terkait Imunisasi Wajib Dasar, penggunaan vaksin buatan Indonesia sudah merata hingga ke daerah terpencil. Saat kejadian luar biasa (KLB) difteri tahun 2018 lalu, perusahaan asal Indonesia berhasil memproduksi vaksinnya secara massal dalam merespons KLB. Pencapaian Indonesia terkait pembuatan vaksin secara mandiri patut diapresiasi. Bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu yang akan datang, Indonesia dapat memproduksi vaksin COVID-19 secara mandiri. Dengan jumlah penduduk peringkat 4 dunia, pangsa pasar Indonesia yang sangat besar seharusnya menggerakan para produsen untuk berlomba mengembangkan vaksin.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Peneliti, perusahaan farmasi, bioengineer, dan pemerintah harus bekerja sama untuk mewujudkannya. Lalu, untuk sobat sehat dan masyarakat lainnya. Apakah bijak jika kita hanya berharap dan menunggu vaksin COVID-19 tanpa mengindahkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus? Tentu tidak. Every small thing we do matters. Jika belum bisa berkontribusi dalam pengembangan vaksin, kita bisa menjaga kesehatan diri kita dan lingkungan sekitar kita, disertai pula harapan optimis bahwa kita dapat menghadapi pandemi ini bersama.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai corona dan rapid test, silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Helfert S. Historical Aspects of Immunization and Vaccine Safety Communication. Current Drug Safety. 2015;10(1):5-8.
    2. Heaton, P., 2020. The Covid-19 Vaccine-Development Multiverse. New England Journal of Medicine,.
    3. Thanh Le T, Andreadakis Z, Kumar A, Gómez Román R, Tollefsen S, Saville M et al. The COVID-19 vaccine development landscape. Nature Reviews Drug Discovery. 2020;19(5):305-306.
    4. Hendriks J, Blume S. Measles Vaccination Before the Measles-Mumps-Rubella Vaccine. American Journal of Public Health. 2013;103(8):1393-1401.
    5. Draft landscape of COVID-19 candidate vaccines [Internet]. Who.int. 2020 [cited 17 August 2020]. Available from: https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines.
    Read More
  • Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Sobat ya. Tentu tak akan ada satu pun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung […]

    Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Sobat ya. Tentu tak akan ada satu pun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung dari kemungkinan terpaparnya penyakit.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Pentingnya Vaksinasi pada Bayi

    Pada bayi yang baru lahir, sistem imun di dalam tubuhnya belum terbentuk sempurna, bahkan selama beberapa bulan kehidupannya, seorang bayi masih menggunakan imun atau kekebalan tubuh yang didapat dari ibunya. Pastinya kasihan sekali Moms, bayi yang masih begitu mungil dengan segala keterbatasan sistem organ tubuh yang belum matang, harus berperang melawan penyakit. Itulah gunanya dilakukan vaksinasi. Oleh karena itu, vaksinasi sangat penting bagi bayi, jangan melewatkan jadwal vaksinasi buah hati ya Moms. Jadwal imunisasi di Indonesia direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Meskipun vaksin terbukti efektif, tak sedikit para ibu mengeluhkan tentang si kecil yang menjadi demam atau rewel setelah vaksin. Hal ini membuat Moms khawatir dan bingung untuk menanganinya atau mungkin menjadi ragu untuk membawa si kecil untuk imunisasi. Mari kita bahas tentang kejadian demam setelah imunisasi dan apa beda vaksin yang bikin anak demam dan tidak.

    Apa Itu KIPI?

    Demam merupakan salah satu bentuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), yaitu reaksi yang dapat terjadi setelah dilakukannya imunisasi. Tapi tenang saja Moms, tidak semua vaksin memberikan respons demam, hanya beberapa vaksin saja yang sering memberikan respons tubuh berupa demam. Contoh vaksin yang umumnya memberikan respons demam adalah campak dan difteri-pertusis-tetanus (DPT). Sebanyak 42,9% anak yang divaksinasi DPT mengalami demam ringan dan sekitar 2,2% anak mengalami demam berat. Kemudian, tercatat 5-15% kasus demam dijumpai pada anak yang divaksinasi campak. Demam ringan ini biasanya mulai dijumpai pada hari kelima sampai keenam sesudah imunisasi dan demam ini dapat terus berlangsung selama 5 hari. Namun, Momstak perlu khawatir, mengingatsetiap respons imun manusia berbeda-beda, maka tidak semua anak yang diimunisasi campak dan DPT akan mengalami respons tubuh berupa demam. Ada anak yang setelah diimunisasi campak atau DPT akan baik-baik saja, tidak ada demam sama sekali.

    Baca Juga: Reaksi KIPI berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Bagaimana Membedakan Vaksin yang Bikin Demam dan Tidak?

    Hal yang sering menjadi pertanyaan banyak orang adalah apa beda antara vaksin yang bikin anak demam dan tidak? Salah satu alasan utama pembedanya adalah komponen vaksin tersebut. Vaksin dapat terbuat dari kuman yang sudah mati, atau kuman yang hanya dilemahkan, ada yang seluruh bagian utuh, atau sebagian, dan ada juga yang berupa toksin (zat racun) dari mikroorganisme tersebut. Reaksi yang ditimbulkan setelah imunisasi sering kali lebih hebat bila imunisasi berisi kuman hidup yang dilemahkan yang terbuat dari seluruh komponen antigen kuman. Hal ini terjadi karena reaksi pertahanan tubuh akan lebih kuat melawan kuman yang utuh dibandingkan hanya sebagian kecil dari komponen kuman. Reaksi tubuh terhadap antigen kuman dari vaksin inilah yang merupakan proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

    Salah satu contoh, saat ini terdapat dua jenis vaksin difteri pertusis tetanus, atau sering dituliskan sebagai DPT dan DPaT. Lantas apa bedanya? Vaksin DPT terbuat dari seluruh komponen antigen kuman Pertusis, sedangkan vaksin DPaT hanya mengandung bagian antigen kuman Pertusis tertentu yang diperlukan untuk kekebalan tubuh. Perbedaan jenis antigen inilah yang menyebabkan DPT lebih sering menimbulkan efek samping seperti demam dan ruam setelah penyuntikan, dibandingkan dengan DPaT. Atas dasar tersebut, beberapa Moms memilih untuk vaksin DPaT dibandingkan dengan DPT. Dari segi efektivitas sendiri, DPaT terbukti juga efektif dalam memberikan perlindungan optimal bagi si kecil dari kuman difteri-pertusis-tetanus. Untuk menjaga keefektifan vaksin, perlu dilakukan pengulangan imunisasi DPT pada jadwal yang telah ditentukan.

    Setelah mengetahui perbedaan vaksin yang membuat anak demam dan tidak, sudahkah Moms tahu bagaimana cara menangani anak yang demam pasca dilakukan vaksinasi? Pastinya setiap ibu akan merasa panik saat menghadapi anak yang demam pasca vaksinasi, tidak tahu apakah hal ini normal, tidak tahu kapan anak yang demam harus dibawa ke rumah sakit dan tidak tahu apa yang dapat dilakukan saat di rumah.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian parasetamol (penurun panas) pada anak, 30 menit sebelum akan dilakukan imunisasi DPT/DT. Hal ini tidak hanya untuk mengurangi demam tetapi juga mengurangi nyeri pasca vaksinasi. Setelah itu, obat penurun panas dapat dilanjutkan setiap 3-4 jam sekali apabila masih terjadi demam dan maksimal sebanyak 6 kali dalam 24 jam. Hal lainnya yang dapat dilakukan ialah memberikan minum atau ASI lebih banyak kepada anak, memakaikan anak pakaian yang tipis dan memberikan kompres hangat agar demam turun. Apabila anak tetap demam, segera bawa anak ke dokter. Moms tidak perlu takut, obat penurun demam tidak memengaruhi potensi vaksin.

    Parasetamol sebagai Pencegahan dan Pengobatan Demam Pasca Vaksinasi

    Nah, bagi Moms yang ingin melakukan vaksin pada si kecil, kini tak perlu repot. Ada layanan vaksin ke rumah dari Prosehat lho! Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Baratawidjaja KG, Rengganis I. Imunologi Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009;8: 557.
    2. Fuleihan, R. Imunologi. Dalam: Endaryanto A, Sumadiono, editor. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Edisi VI. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2011:311-4.
    3. Hadinegoro SRS. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Sari Pediatri. 2000; 2(1):2-10.
    4. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. 2013.
    5. Penjelasan Kepada Orangtua Mengenai Imunisasi [Internet]. IDAI. 2018 [cited 31 August 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/penjelasan-kepada-orangtua-mengenai-imunisasi.
    6. Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Pedoman Imunisasi di Indonesia.Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014;5:404.
    Read More

Showing 1–10 of 15 results

Chat Asisten ProSehat aja