Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tumbuh kembang anak”

  • Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku. Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. […]

    7 Manfaat Membaca Buku Bagi Anak di Masa Tumbuh-Kembang

    Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku.

    manfaat membaca buku bagi anak

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. Apa saja manfaat membaca buku bagi anak? Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    1. Melatih Konsentrasi

    Manfaat membaca buku yang pertama adalah dapat melatih konsentrasi anak. Kemampuan berkonsentrasi anak yang baik akan membantu anak lebih siap saat belajar di sekolah karena anak sudah terbiasa menyerap informasi, Sahabat Sehat tetap perlu mendampingi anak dalam memilih buku bacaan yang tepat.

    2. Mengasah Kemampuan Berpikir

    Apabila Sahabat membiasakan anak membaca buku sejak dini, kemampuan anak untuk berpikir akan terasah dengan baik karena otak berkembang dengan baik.

    Produk Terkait: Jual Nutrimix

    3. Meningkatkan Keterampilan Berbicara

    Manfaat membaca buku bagi anak selanjutnya yaitu dapat membantu anak meningkatkan keterampilan berbicara terutama di masa tumbuh-kembang. Dengan membaca buku, anak dapat menerima informasi melalui gambar dan tulisan sehingga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan berbicara dengan baik.

    4. Membuat Anak Aktif dan Cepat Tanggap

    Membaca buku dapat membuat anak menjadi aktif dan cepat tanggap terhadap suatu masalah karena sistem motorik dan kognitif anak berkembang dengan baik.

    5. Menjalin Kedekatan dengan Orang Tua

    Anak yang sering membaca buku ternyata diketahui dapat mempererat hubungan dengan orang tua, terutama bila orang tua ikut menemani anak saat membaca buku dan menghabiskan waktu bersama saat membaca buku. Sahabat bisa berdiskusi dengan anak setelah membaca buku, yang dapat menjadi salah cara untuk mempererat hubungan dengan anak.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    6. Mengenal Nilai-nilai Sosial

    Saat ini tersedia berbagai jenis buku bacaan. Sahabat sebaiknya pilih jenis buku khusus anak yang berisi nilai-nilai sosial, sehingga anak dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang baik untuk  diterapkan di lingkungan sekitar serta menumbuhkan pendidikan karakter dan mental anak.

    7. Meningkatkan Kemampuan Akademis

    Membaca buku turut berperan dalam meningkatkan kemampuan anak mempelajari berbagai hal termasuk bahasa dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat membantu proses pembelajaran anak ketika di sekolah.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Sahabat, itulah 7 manfaat membaca buku bagi anak dimasa tumbuh-kembang . Apabila anak masih berusia 1-3 tahun, Sahabat dapat mulai membacakan buku terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan saat membacakan buku untuk anak:

    1. Bacalah buku apa pun yang diminta anak, meskipun buku yang sama.
    2. Baca buku secara perlahan agar anak bisa memahami ceritanya, dan menggunakan intonasi berbeda saat membaca karakter yang berbeda.
    3. Gunakan boneka, jari atau alat peraga lainnya saat membacakan buku.
    4. Ajak anak untuk bertepuk tangan atau bernyanyi saat Sahabat membaca buku yang berisi nyanyian.
    5. Diskusikan dengan anak mengenai gambar dalam buku atau mengulang kembali nama karakter dalam buku.
    6. Ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Menurut kakak/adik, kenapa ya singanya pergi ke hutan? Dia mau ngapain ya?”. Pertanyaan terbuka dapat melatih anak untuk berpikir.
    7. Gunakan nama anak atau anggota keluarga lainnya pada karakter dalam buku agar mudah diingat.

    Sahabat juga perlu perhatikan jenis buku bacaan yang tepat untuk anak. Pilih buku bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan gambar yang menarik.

    Baca Juga: Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Agar pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal, yuk Sahabat manfaatkan layanan imunisasi anak di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri A. 5 Manfaat Membaca untuk Anak [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/amelia-putri/manfaat-membaca-bagi-anak
    2. Afani A. 7 Manfaat Membaca Buku untuk Anak, Bunda Perlu Tahu [Internet]. parenting. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200819173602-61-157705/7-manfaat-membaca-buku-untuk-anak-bunda-perlu-tahu
    3. Tahukah Anda Manfaat Membaca Buku Sejak Usia Dini? – EduCenter [Internet]. EduCenter. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.educenter.id/tahukah-anda-manfaat-membaca-buku-sejak-usia-dini/
    Read More
  • Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. […]

    Seperti Apa Persiapan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi?

    Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. Orang tua juga diharapkan untuk tetap mengimunisasi anak tepat waktu supaya proses tumbuh kembangnya tidak terganggu.

    persiapan tumbuh kembang anak

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Situasi yang sungguh berbeda ini sudah pasti membuat orang tua harus mempersiapkan segala hal dengan hati-hati terutama untuk menyesuaikan aktivitas harian akibat virus corona yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan di rumah. Lalu persiapan apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk tumbuh kembang anak saat pandemi? Yuk, mari simak!

    Menetapkan Jadwal Berkegiatan Bersama Anak

    Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah membuat dan menetapkan jadwal berkegiatan bersama anak selama berada di rumah. Terapkan durasi waktu kegiatan minimal 20 menit, dan lakukan pada jam yang sama setiap harinya. Mintalah pada anak untuk memilih jenis kegiatan. Apabila anak meminta kegiatan di tempat ramai, coba diskusikan mengenai situasi yang sedang berlangsung.

    Kegiatan harian yang dipilih bisa disesuaikan dengan usia anak. Apabila anak Sobat masih bayi atau balita, cobalah meniru ekspresi wajah dan mendongeng. Apabila anak sudah di tingkat TK atau SD, libatkanlah mereka dalam pekerjaan rumah dan bantulah mereka untuk mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan jika anak pada usia remaja, ajak mereka berdiskusi mengenai topik yang disukai dan ajak olahraga bersama di dalam ruangan. Dengan adanya jadwal kegiatan bersama setidaknya Sobat sudah mempunyai persiapan untuk tetap ada rutinitas walaupun sedang dalam pandemi.

    Menetapkan Jadwal Makan

    Supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama masa pandemi, persiapan berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat jadwal makan disertai dengan asupan gizi yang seimbang. Dalam situasi akibat virus Corona seperti saat ini, memberikan asupan yang terbaik dan mengurangi konsumsi makanan dari luar adalah sebuah keputusan yang bijak. Untuk sajian yang bergizi bisa dilihat pada resep-resep online. Selain itu, Sobat juga bisa membuat camilan-camilan sehat yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya konsentrasi anak.

    Selalu Memberikan Nutrisi yang Tepat

    Nutrisi yang tepat dan seimbang tetap dibutuhkan oleh anak-anak selama masa tumbuh kembang mereka, terutama di masa pandemi ini. Oleh karenanya, Sobat tetap harus memberikan mereka nutrisi yang tepat berupa vitamin seperti cucurmin, yang merupakan ekstrak temulawak untuk menambah nafsu makan anak supaya tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Ajak Anak Berjemur

    Salah satu persiapan lain yang bisa Sobat lakukan untuk tumbuh kembang anak adalah kegiatan berjemur. Ketika virus Corona merebak, ada anjuran untuk berjemur tiap pagi terutama pada jam 10. Tujuannya selain dapat membunuh virus-virus dan bakteri, ternyata sinar matahari juga sangat bagus untuk tulang anak pada masa pertumbuhannya. Untuk berjemur pun tak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja. Kegiatan berjemur pun bisa diselingi dengan kegiatan lain seperti bermain puzzle atau membacakan buku cerita supaya mereka tidak bosan.

    Belajar di Rumah dengan Homeschooling

    Karena virus Corona membuat semua aktivitas dialihkan ke dalam rumah, homeschooling menjadi pilihan yang tepat untuk persiapan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun untuk homeschooling ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kemauan anak, kesiapan mental, serta kesiapan sarana dan keterampilan untuk anak. Karena itu, perlu persiapan yang matang dan khusus sebelum memutuskan untuk homeschooling supaya perkembangan otak pada anak tetap lancar.

    Latih Persiapan Mental

    Persiapan untuk tumbuh kembang anak di masa pandemi tidak melulu persiapan fisik namun juga ada persiapan mental supaya anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Untuk hal ini, Sobat bisa mengajari mereka untuk mandiri dengan menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang bisa selesaikan seperti masalah-masalah yang sepele. Beri dukungan pada mereka supaya mereka yakin dapat menyelesaikannya. Hal ini tentunya akan berguna bagi mereka di kemudian hari.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Atur Jam Tidur

    Mengatur jam tidur siang maupun tidur malam sangat baik dalam menjaga tumbuh kembang anak di saat pandemi. Tidur siang sendiri memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kreativitas anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Namun, jangan terlalu lama. Cukup 1 jam saja supaya anak bisa tidur pada malam harinya. Karena, jika anak tidak bisa tidur pada malam hari atau tidur pada larut malam dapat membuat metabolisme tubuhnya menjadi tidak bekerja secara maksimal, dan hal tersebut akan sangat menganggu tumbuh kembangnya.

    Itulah 7 persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk tumbuh kembang anak selama masa pandemi. Selain persiapan untuk anak, orang tua pun harus mempersiapkan juga untuk diri mereka sendiri, terutama persiapan mental seperti menghadapi rasa panik dan kecemasan karena virus Corona. Karena itu, orang tua harus tenang dan yakin pada anak. Dengan begitu, anak pun akan tetap ceria dan bahagia.

    Apabila Sobat menginginkan tumbuh kembang anak tetap optimal di masa pandemi, Sobat bisa berkonsultasi dengan pakarnya, dan apabila Sobat menginginkan produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak, Sobat bisa mengklik Prosehat, dan jika ingin memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. 6 tips pengasuhan di tengah wabah virus corona (COVID-19) [Internet]. Unicef.org. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/kiat-pengasuhan-COVID-19#1
    2. 7 Tips Menjaga Tumbuh Kembang Anak Saat di Tengah Pandemi Corona Covid-19 [Internet]. Plus.kapanlagi.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://plus.kapanlagi.com/7-tips-menjaga-tumbuh-kembang-anak-saat-social-distancing-825848.html
    3. Virus Corona Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mengatasinya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200512/106/1239247/virus-corona-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak-ini-cara-mengatasinya
    4. 7 Persiapan Sebelum Menempuh Homeschooling di Tengah Pandemi [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200604105439-284-509761/7-persiapan-sebelum-menempuh-homeschooling-di-tengah-pandemi
    Read More
  • Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan […]

    3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan otak begitu pesat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan dasar buah hati dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang serta melindungi mereka dari berbagai penyakit.

    tumbuh kembang anak selama corona

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir jika tumbuh kembang anak mereka akan terhambat. Hal ini karena ruang eksplorasi anak seperti bermain di luar rumah harus dibatasi demi mencegah penularan virus tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama anak harus terus di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tercinta. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak sampai tuntas!

    Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Perhatikan Nutrisi dan Beri Stimulasi yang Tepat

    Tips pertama untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara tepat di masa pandemi virus Corona adalah perhatikan nutrisi anak secara tepat, dan juga berikan stimulasinya dengan tepat. Pada usia balita perkembangan otak menjadi pesat. Nutrisi merupakan bahan baku utama untuk membentuk struktur otak. Hal ini ibarat komputer, nutrisi menyusun rangkaian microchip menjadi prosesor. Ibarat dalam komputer juga prosesor yang bagus tanpa perangkat lunak yang bagus kinerjanya juga tidak akan bagus. Karena itu, selain pemberian nutrisi yang tepat, juga harus ada pemberian stimulasi yang tepat. Pada saat fase belajar, anak akan meniru, melihat, dan mendengar. Dengan begitu, orang tua perlu memberikan contoh praktis, misalnya cara bermain, menyelesaikan masalah yang sederhana, dan jangan lupa berikan pujian sekecil apa pun pada anak.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    2. Cegah Anak Terkena Penyakit Menular

    Tips kedua adalah orang tua harus semampu mungkin mencegah anak terkena penyakit terutama penyakit menular. Caranya, selain dengan memberikan nutrisi yang cukup, ajarilah mereka hidup bersih dan sehat (PHBS). Di masa pandemi, hal tersebut sangat penting. Ajari mereka memakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak ketika di keramaian serta tidak lupa ajari cara mencuci tangan yang benar dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik. Tentunya dengan diberikan contoh ya, supaya mereka bisa menirukan.

    3. Jangan Lupa Imunisasi

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak adalah jangan lupa imunisasi. Imunisasi pada anak terutama imunisasi dasar lengkap tetap harus dijalankan meskipun di masa pandemic namun tetap dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit menular yang biasa menyerang anak-anak seperti difteri, influenza, pneumonia, diare, dan campak tetap ada. Kemudian pada masa Corona imunisasi dasar dilengkapi dengan imunisasi tambahan sehingga mereka tetap terlindung dari penyakit.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Itulah 3 tips yang bisa Sobat jalankan untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun yang terpenting, Sobat jangan sampai lupa melakukan imunisasi sebagai kebutuhan dasar supaya anak terlindung dari penyakit dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Apabila Sobat ingin melakukan imunisasi anak dengan aman dan nyaman tanpa perlu mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhawatirkan menyebarkan Corona, Sobat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan layanan imunisasi anak di rumah dari Prosehat.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah atau produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Referensi

    1. Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tips-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-di-masa-pandemi-corona-1tjlDBlKpNn/full
    2. Ketahui 3 Hal Penting Soal Tumbuh Kembang Balita Saat Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/ketahui-3-hal-penting-soal-tumbuh-kembang-balita-saat-pandemi-fH2s
    3. Novita M. Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi, Jangan Lupa Imunisasi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1353989/dukung-tumbuh-kembang-anak-saat-pandemi-jangan-lupa-imunisasi
    Read More
  • Apa yang menjadi moment berharga Si kecil? Kedipan pertama, senyuman pertama hingga langkah pertama menjadi moment yang tak terlupakan untuk Moms. Dr. dr. Saptawi Bardosono, MSC dari Indonesian Nutrition Association mengatakan tumbuh kembang Si Kecil dikatakan berkembang jika banyak melakukan aktivitas fisik dan kognitif. Proses tumbuh kembang tersebut dari berbagai faktor yang saling berkaitan, baik […]

    Jangan Lewatkan Moment Tumbuh Kembang Si Kecil

    Apa yang menjadi moment berharga Si kecil? Kedipan pertama, senyuman pertama hingga langkah pertama menjadi moment yang tak terlupakan untuk Moms. Dr. dr. Saptawi Bardosono, MSC dari Indonesian Nutrition Association mengatakan tumbuh kembang Si Kecil dikatakan berkembang jika banyak melakukan aktivitas fisik dan kognitif.

    Proses tumbuh kembang tersebut dari berbagai faktor yang saling berkaitan, baik secara genetik maupun lingkungan. Perkembangan setiap anak berbeda-beda dan memiliki ciri khasnya tersendiri. Jadi, jangan sampai Moms melewatkan tumbuh kembang Si Kecil, abadikan dan bagikan moment aktifnya di ProSehat Photo Competition #AkuAnakSehat.

    ProSehat Photo Competition #AkuAnakSehat, foto aktivitas seru Moms bersama Si Kecil dan ceritakan betapa berharganya kesehatan Si Kecil. Berikut Syarat & Ketentuan ProSehat Photo Competition #AkuAnakSehat.

    Syarat & Ketentuan ProSehat Photo Competition #AkuAnakSehat

    1. Bagikan foto bersama Si Kecil dan tunjukkan keseruan dari aktivitas yang dilakukan bersama anak usia 1-5 tahun
    2. Berikan caption, betapa berharganya kesehatan anak. Contoh : Shelly, anak yang aktif dan periang, dia sangat suka sekali mencoba hal baru. Tapi kalau lagi sakit, dia suka sedih dan nggak mau ngelakuin apa-apa. Penting banget menjaga mood anak tetap bagus serta menjaga nutrisi nya tercukupi.
    3. Pastikan bahwa account Moms tidak di private
    4. Berikan hashtag #AkuAnakSehat #IngatSehatIngatProsehat dan ajak/mention 3 moms lain untuk ikutan
    5. Follow Instagram Account @prosehatdan #repost Pic ini di IG mom
    6. Durasi Photo Competition : 20 Juli – 10 Agustus 2018

    3 Foto paling seru akan mendapatkan hadiah menarik :

    Juara 1 : voucher Vaksinasi ke Rumah senilai Rp. 1 Juta + Tas Okiedog

    Juara 2 : voucher Vaksinasi ke Rumah senilai Rp. 500 ribu + Tas Okiedog

    Juara 3 : voucher Vaksinasi ke Rumah senilai Rp. 300 ribu + Tas Okiedog

    Jadi tunggu apalagi Moms? Ikutan sekarang dan menangkan hadiah menarik dari ProSehat. Jangan sampai kelewatan ya Moms!. Ingat Sehat Ingat ProSehat..

    Referensi:

    ProSehat. “Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak”. https://www.prosehat.com/artikel/anaksehat/jangan-lewatkan-tahap-tumbuh-kembang-anak. Diakses pada 25 Juli 2018

     

    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan? Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut […]

    7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan?

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    beli suplemen anak di prosehat

    Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin tambahan dari menu makannya setiap hari yang meliputi:
    – Susu dan semua produk olahan susu seperti keju dan yogurt.
    – Buah dan sayuran segar yang diolah dengan baik saat proses masak.
    – Protein seperti ayam, ikan, daging merah dan telur.
    – Gandum utuh seperti oatmeal atau nasi merah.

    Kemudian kapan si kecil harus konsumsi suplemen anak?

    Bukan salah Anda sebagai orang tua yang sibuk dengan pekerjaan setiap harinya, sehingga kesulitan memberikan gizi seimbang untuk makanan anak. Banyaknya sandwich parents yang juga harus bekerja, mengurus rumah tangga serta mengurus orang tua mereka yang sudah tua akhirnya menggunakan suplemen anak sebagai solusi dari asupan nutrisi tambahan untuk keluarga, termasuk si kecil. Oleh karena itu banyak dokter juga menyarankan asupan suplemen vitamin dan mineral tambahan anak setiap harinya untuk 7 alasan ini:

    1. Si Kecil Jarang Menemukan Makanan dengan Gizi Seimbang

    Seperti yang sudah dijelaskan, banyak anak dengan aktifitas yang juga tidak kalah sibuk dari orang tua membuat mereka hampir makan makanan yang tidak berimbang bahkan 0 asupan nutrisinya. Pada saat seperti ini suplemen anak melengkapi kebutuhan kurangnya asupan vitamin dan mineral yang sebenarnya sangat penting bagi tumbuh kembang si kecil.

    2. Si Kecil dalam Kondisi Kesehatan Buruk

    Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk seperti asma, lupus, leukemia atau masalah pada pencernaannya memerlukan suplemen tambahan karena keterbatasan mereka dalam mengncerna beberapa jenis makanan.

    3. Si Kecil Sangat Aktif

    Anak Anda senang olahraga renang atau bahkan menari balet? Sudah pasti mereka memerlukan suplemen anak dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi yang dapat mendukung aktivitasnya. Dalam hal ini mereka benar-benar aktif dan setiap harinya waktu mereka dihabiskan oleh berbagai kegiatan tersebut.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    4. Si Kecil Senang Junk Food

    Si kecil senang makanan junk food atau makanan instant lain seperti mie instant dan makanan lain yang diolah dengan cepat sehingga kandungan nutrisinya tidak diketahui serta banyaknya kandungan pengawet bisa jadi memerlukan suplemen anak tambahan, selain usaha orang tua untuk menghentikan konsumsi junk food.

    Produk Terkait: Jual Javara Mie Brokoli 200 gram

    5. Si Kecil Vegetarian

    Anak-anak yang vegetarian memerlukan asupan zat besi dan kalsium tambahan dari diet vegan yang setiap hari mereka jalani. Untuk itu suplemen anak sangat diperlukan untuk melengkapi dietnya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend JR 30’s

    6. Si Kecil = Picky Eater

    Sudah sangat jelas, anak yang kesulitan dan cenderung memilih makanan yang ingin dimakannya sesuka hati memerlukan suplemen dan multivitamin tambahan. Hal ini karena ujung-ujungnya mereka hanya makan sedikit dari asupan kalori yang setiap hari harus dipenuhi.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    7. Si Kecil Senang Minuman Sangat Manis atau Berkarbonasi

    Anak Anda senang minum minuman ringan yang terlalu manis atau mungkin bersoda? Anda tentunya perlu mengurangi kebiasaan jelek tersebut karena jenis minuman tersebut membuat konsumsi gula terlalu tinggi dan dapat menghilangkan keinginan anak untuk makan. Sehingga sulit mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh mereka. 7 alasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih lebar lagi pemahaman terkait suplemen tambahan yang diperlukan bagi anak kita.

    Yang terpenting adalah pola makanan berimbang bagi anak Anda. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai suplemen anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
  • Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini? Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang tumbuh kembang anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan […]

    Ngobrol Sehat Part 2 Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA

    Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini?

    Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang tumbuh kembang anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Eva dengan pertanyaan terkait dengan tumbuh kembang anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam ngobrol sehat part 2? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Eva secara langsung.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    12622270_1699974646903540_8329714281763058207_o

    Pertanyaan 1:

    Apa yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak, ya dok?

    Jawaban:

    Pertama kita harus membedakan pertumbuhan dan perkembangan terlebih dahulu. Pertumbuhan adalah pertambahan dalam ukuran fisik seorang anak (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) sedangkan perkembangan adalah bertambahnya keterampilan seorang anak dari aspek motorik kasar dan halus, bahasa, dan personal sosial. Tumbuh kembang dipengaruhi faktor biopsikososial: genetik, status gizi, status kesehatan secara umum, pola asuh, stimulasi, dan lingkungan.

    Pertanyaan 2:

    Seberapa besar pengaruh pemberian nutrisi dan gizi seimbang terhadap tumbuh kembang anak, dok? Adakah cara tertentu yang dapat digunakan untuk memantau keterkaitan hal tersebut?

    Jawaban:

    Nutrisi sangat penting perannya dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, otot, tulang yang semuanya berperan dalam tumbuh dan kembang anak. Nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak artinya makanan anak harus mengandung karbohidrat dan protein sebagai zat pembangun, lemak dan mineral untuk pembentuk sel dan metabolisme tubuh, vitamin untuk menjaga sel-sel dari kerusakan dan juga berperan dalam metabolisme tubuh. Apabila nutrisi tidak seimbang, pasti berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, anak yg berlebih karbohidrat dan lemaknya akan meningkatkan risiko obesitas dan tentunya akan menghambat ia untuk bergerak sehingga perkembangannya menjadi terlambat.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan  Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Pertanyaan 3:

    Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan seorang anak itu normal? Apakah diperlukan stimulasi khusus jika tumbuh kembang anak tidak normal, dok?

    Jawaban:

    Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan oleh orangtua dan dokter anak. Pertumbuhan dipantau melalui penambahan berat/tinggi badan per bulan yang diplot pada grafik pertumbuhan. Sementara perkembangan dipantau melalui skrining dan evaluasi perkembangan oleh dokter anak.

    Pertanyaan 4:

    Bagaimana sebenarnya proses tumbuh kembang anak yang baik? Karena mungkin banyak orang tua yang khawatir ketika anaknya malas makan kemudian tumbuh kembangnya akan terganggu.

    Jawaban:

    Untuk anak usia di bawah 1 tahun ada patokan-patokan kenaikan berat badan rata-rata yang harus dicapai. Dan untuk 3 bulan pertama, kenaikan berat badan haru 800-1.000 gram/bulan. 3 bulan kedua, kenaikan berat badan harus berkisar antara 500-750 gram/bulan. Dan pada 3 bulan ketiga, kenaikannya harus sekitar 300-500 gram/bulan. Terakhir, pada 3 bulan keempat, kenaikannya harus sekitar 100-300 gram/bulan. Untuk usia 1-3 tahun, kenaikan akan berkurang hingga 1-2 kilogram karena anak sudah semakin aktif. Namun patokan kasarnya usia 6 bulan beratnya akan 2x berat lahir, sementara saat usia 1 tahun beratnya akan 3x berat lahir.

    Produk Terkait: Jual Susu Anak dan Balita

    Pertanyaan 5: 

    Pada usia berapa seorang anak dikategorikan sebagai masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Masa emas perkembangan anak adalah 1000 hari pertama kehiupan atau 2 tahun pertama. Untuk perkembangan otak ada masa plastisitas otak yg bisa sampai 3-5 tahun.

    Pertanyaan 6:

    Apa saja yang biasanya menonjol pada masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Di 2 tahun pertama, selain pertambahan berat dan tinggi badan yang pesat, kepintaran anak juga bertambah dengan cepat. Pada usia 3 bulan, bayi sudah bisa tengkurap, mengangkat kepala, membalas senyum, sampai mengikuti pergerakan benda yang ditunjukan dengan gerakan bola matanya. Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi sudah bisa berguling, duduk dengan tegap, dan memegang benda dengan pegangan yang kuat. Pada usia 9 bulan ia sudah bisa merangkak, berdiri sambil pegangan, babbling dan duduk sendiri. Pada usia 12 bulan ia sudah bisa berjalan, memegang benda kecil dengan 2 jari dan mengucapkan banyak kata seperti ‘mama’ atau ‘papa’. Sedangkan pada usia 15 bulan, kosakatanya sudah bertambah hingga 10 kata. Ia juga sudah mengerti peringah sederhana, mengerti fungsi objek sederhana seperti sisir yang digunakan untuk menyisir rambut dan sudah berjalan dengan lancar. Pada usia 18 bulan kosakatanya bertambah hingga 20 kata. Ia sudah dapat menggunakan anggota tubuhnya dengan benar sesuai fungsinya walau belum banyak. Dan pada usia 20 sampai 24 bulan ia akan mulai merangkai kata untuk melakukan percakapan dengan orang di sekitarnya, berbicara untuk memberitahu keadaan dirinya, sudah mengetahui banyak fungsi benda dengan lebih baik.

    Pertanyaan 7:

    Kebutuhan bayi yang seperti apa yang akan membantu tumbuh kembang si kecil?

    Jawaban:

    Kebutuhan bayi di usia ini selain nutrisi tentu stimulasi, baik dari orang tua atau dari pengasuhnya. Stimulasi bisa dengan menggunakan mainan edukatif sesuai usia anak. Dan anak butuh istirahat yang cukup dan tidak terganggu karena saat tidur juga merupakan saat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi sebaiknya anak tidak terganggu tidurnya karena mengompol misalnya.

    Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat part 2 dengan dokter spesialis anak, dr. Eva Devita, SpA. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumbuh-kembang anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]

    Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar air karena akibat dari kambuhnya penyakit tersebut adalah terjadinya penyakit herpes atau cacar ular.

    Baca Juga: Mencegah Hepatitis A Pada Anak

    prosehat vaksin cacar air

    Terutama untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna, suntik vaksin Cacar ini penting untuk dilakukan. Pemberian vaksin ini dilakukan hanya 1 kali pada bayi berusia 12-18 bulan. Namun penting untuk diingat bahwa seseorang yang berusia lebih dari 12 tahun dan belum pernah terkena cacar juga masih harus diberikan vaksin Cacar ini. Jangan takut dengan efek samping yang akan timbul karena reaksi yang timbul akibat vaksin Cacar ini jauh lebih ringan dibanding rasa sakit yang muncul bila anak Anda terkena penyakit cacar. Secara lebih lengkapnya efek samping cacar air, yaitu:

    • Nyeri atau Bengkak: Bengkak ini disebabkan oleh suntikan, dan hanya terjadi pada 1 dari 5 orang anak dan 1 dari 3 orang dewasa.
    • Demam: Kemungkinan terjadinya efek samping ini sangatlah kecil. Hanya 1 dari 10 orang dewasa saja yang tercatat pernah mengalaminya.
    • Ruam Ringan: Untuk efek samping ini jarang terjadi pada anak kecil. Hanya 1 dari 25 orang dewasa.
    • Kejang: Efek samping ini sangat jarang terjadi.

    Anda tidak perlu khawatir dengan efek samping yang timbul. Karena vaksinasi adalah hal yang mutlak dan perlu agar hidup Anda maupun anak Anda lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mengganggu seiring dengan pertumbuhan anak Anda.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Imunisasi Polio Tetes

    Sementara untuk jadwal pemberian vaksin Varicella ini bisa dilakukan pada anak berusia lebih dari 12 bulan dengan 1x suntikan. Setelah anak Anda berusia lebih dari 12 tahun vaksin cacar ini bisa diberikan sebanyak 2x dengan selang penyuntikan 1 hingga 2 bulan.

    beli vaksin untuk anak di prosehat

    Karena banyaknya kasus serangan berulang dari cacar air, masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mempercayai bahwa vaksin cukup dilakukan 1 x saja, pun kebingungan untuk mendapatkan vaksin ini. Apakah diperjual belikan? Apakah aman? Pertanyaan tersebut pasti sempat terbesit di pikiran Anda. Penting untuk diingat, penyakit cacar air yang menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah dapat berakibat fatal. Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan vaksin Cacar untuk mengatasi penyakit cacar air anak Anda bisa didapatkan dengan mudah di sini.

    Ayo, vaksinasi sebelum terlambat!

    Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak 2018

     

    Produk Terkait:

    Referensi:

    Read More
  • Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]

    7 Cara Atasi Stress Pada Anak

    Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting dalam penyembuhan stress pada anak. Terutama orang tua mereka yang pastinya juga mengalami stress akibat pekerjaan dan deadline yang setiap hari ditemui. Namun jangan perlihatkan stress Anda ke hadapan anak Anda yang juga sedang mengalami bad day.

    prosehat peduli stress pada anak 2

    Anak-anak mengalami dua jenis stress yang berbeda. Pertama adalah stress normatif yang kerap muncul seiring dengan tumbuh kembangnya. Stress seperti saat ia belajar berjalan, naik sepeda, makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri masuk ke dalam kategori stress ini. Kemudian stress jenis kedua adalah ‘perubahan’ dalam hidupnya yang membuat shocked, seperti perceraian, pindah rumah, aktifitas di sekolah yang menumpuk dan masalah dengan temannya. Jika sudah mengetahui alasan stress pada anak, maka Anda dapat mengatasi stress tersebut dengan 7 cara di bawah ini:

    prosehat peduli stress pada anak 1

    1. Perhatikan Perubahan Emosi Anak

    Tips pertama atasi stress pada anak adalah dengan be aware with the change. Anda harus sadar bahwa jika memang anak Anda mudah depresi, saat mood tersebut datang, Anda harus sudah dapat mengenalinya. Cara termudah mengenali apakah anak Anda stress atau tidak adalah dengan mengamati perubahan emosinya. Jika ia menjadi lebih agresif atau murung, mungkin ia memang sedang stress. Biasanya ia akan cenderung menggerutu atas stress yang dialaminya.

    2. Luangkan Waktu untuk Bersantai

    Jika Anda sudah mengenali gejala stress yang dialami anak Anda, maka segera alihkan perhatiannya ke hal yang menyenangkan seperti rencana liburan berenang di water park, pergi ke studio Universal di Singapura atau tempat lainnya yang dapat membuat tubuhnya rileks dan pikirannya tenang.

    3. Ajarkan Anak untuk Berpikir Positif

    Tanamkan budaya pikiran positif sejak dini. Katakan padanya bahwa semuanya akan berjalan dengan sebagaimana mestinya dan pasti akan ada hikmah di balik setiap peristiwa yang menjadi penyebab stress pada anak Anda.

    4. Ajak Anak Mengucapkan Kalimat Positif Sebagai Bentuk Meditasi

    Selain berpikir positif, banyak orang tua yang beranggapan bahwa ucapan adalah doa atau perwujudan hal yang akan didapat. Hal tersebut benar. What you think and say, what you become. Jadi lebih baik tanamkan budaya kalimat berenergi positif seperti, ‘I am good,’ ‘I will be fine,’ ‘everything is going to be okay,’ dan masih banyak lagi.

    5. Membuat Visualisasi dengan Seni

    Entah itu menulis, bermusik, bernyanyi atau menggambar, kegiatan seni sudah dipercaya oleh para ahli dapat melepaskan stress akibat penuhnya pikiran yang ada di kepala. Jika anak Anda menyukai kegiatan menulis, ajak ia untuk menumpahkan segala isi hati dan pikirannya ke sebuah cerita. Setelah itu tanya anak Anda tentang stress yang dialaminya. Banyak orang menumpahkan emosi dan depresinya melalui tulisan atau gambar. Untuk itu kegiatan seni di rumah harus sering dilakukan sejak dini.

    6. Controlled Breathing

    Mengambil nafas panjang dalam selang interval tertentu sudah terbukti dapat membuat rileks tubuh Anda. Hal ini juga bisa Anda gunakan sebagai salah satu cara atasi stress pada anak. Ajak ia untuk mengambil nafas 2 hingga 4 detik, kemudian membuangnya dengan selang waktu yang sama. Melatih nafas yang diatur sedemikian rupa juga sudah terbukti dapat membuat Anda terlelap setelahnya sehingga baik digunakan untuk Anda yang sering insomnia.

    7. Do Exercise!

    Olahraga yang dibarengi dengan asupan nutrisi yang baik dapat membantu tubuh menangkal hal buruk yang dapat terjadi ketika anak Anda stress. Melakukan olahraga bersama seperti berenang atau bersepeda juga dapat membuka kesempatan bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam lagi stress yang dialami anak Anda.

    Dengan 7 tips atasi stress di atas diharapkan stress pada anak Anda dapat berkurang. Jika tidak, segera hubungi dokter anak yang dapat membantu dari segi kesehatan yang lebih mendalam untuk mengatasi hal tersebut.

    Referensi:

    Read More
  • Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan […]

    Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan baik?

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Indonesian Nutrition Association, anak Anda dapat dikatakan tumbuh ketika tinggi dan beratnya mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia mereka. Sedangkan mereka dikatakan berkembang ketika banyak aktivitas fisik dan kognitif yang dapat mereka lakukan, seperti merangkak, melambaikan tangan, menggenggam benda, dan masih banyak lagi. Dan ketika mereka menunjukkan pencapaian tumbuh kembangnya, akan sangat disayangkan ketika Anda tidak dapat menyaksikan hal tersebut. Namun tenang saja ya, karena tahapan tumbuh kembang anak itu akan berlangsung seiring dengan pertambahan usia mereka.

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    3 Tahap Tumbuh Kembang Penting Pada Anak

    Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai macam faktor yang saling terkait seperti genetik dan lingkungan. Karena proses ini bersifat individual, maka hasil akhir yang ditunjukkan pada setiap anak berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada umumnya tahap tumbuh kembang anak ini menjadi tolak ukur baik atau tidaknya proses tersebut pada anak Anda, yaitu:

    1. Bayi (0-12 bulan)
    Untuk perkembangan motoriknya, anak Anda akan masih lebih banyak tidur dan perkembangannya hanya dapat dilihat dari kebisaannya mengepalkan telapak tangan, walau belum begitu kuat. Namun di saat yang bersamaan, indera pendengaran, sentuh dan perasa sudah mulai berkembang. Kemudian saat menginjak 2 bulan, mereka akan mulai melihat warna serta mengembangkan banyak jenis suara. Hal tersebut mereka tunjukkan dengan seringnya mereka berkedip. Untuk pertumbuhan fisiknya, pada usia bulan ke-5, berat badannya akan 2x berat badan saat lahir dan setiap minggunya akan bertambah sekitar 140-200 gr.

    Memasuki usia 6-12 bulan, berat badan si kecil menjadi 3x berat badannya saat lahir. Sedangkan tingginya akan bertambah 1,25 cm. Untuk perkembangan motoriknya, pada usia ini bayi Anda akan mulai bisa memindahkan objek menggunakan tangan, menggenggam, menggapai objek tertentu, merangkak, merambat, mendongak, dan melangkah sambil berpegangan.

    prosehat tumbuh kembang anak 1

    2. Batita (1-3 tahun)
    Memasuki golden ages mereka, jangan sampai Anda kelewatan menyaksikan proses tumbuh kembang si kecil. Pada usia ini mereka mengalami banyak sekali perkembangan motorik, fisik dan bahasa. Sedangkan untuk pertumbuhan fisik, berat badannya akan 4x berat badannya saat lahir dan setiap tahunnya akan bertambah 2-3 kilogram. Tinggi badannya akan mengalami peningkatan hingga 50 % dari panjang badan saat ia berusia 1 tahun. Perkembangan motoriknya meliputi berjalan dengan tegak, berlari pelan, buang air kecil dengan lebih teratur, sudah dapat duduk sendiri, memegang benda dengan genggaman yang jauh lebih kuat, dan masih banyak lagi.

    Sementara untuk perkembangan dari segi bahasa, anak-anak pada usia ini cenderung meniru perkataan orang yang berada di sekitarnya. Untuk itu berhati-hati dalam berucap karena Anda tentunya tidak menginginkan jika anak Anda berkata kasar. Dan pada usia ini juga perbendaharaan kata mereka sudah lebih banyak karena kemampuan mendengarnya yang juga sudah berkembang dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 2

    3. Preschool (5 tahun)
    Pada usia ini tumbuh kembang anak sudah berkembang dan tumbuh dengan baik. Mereka sudah dapat bernyanyi, berbicara dengan jelas, berlari dengan kencang, mengendarai sepeda roda tiga, menggambar, dan melakukan banyak hal yang sebagian sudah dilakukan oleh anak-anak di atas usianya. Pada usia ini juga mereka cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga banyak orang tua mendaftarkan mereka ke Taman Kanak-kanak agar mereka dapat bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya dan potensi mereka dari segi motorik dan fisik dapat lebih terasah dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 3

    3 tahap tumbuh kembang anak di atas dapat menjadi momen membanggakan bagi para orang tua. Untuk itu, pastikan tumbuh kembang si kecil diawasi dengan baik sehingga ketika terjadi penghambatan dalam proses tumbuh kembangnya, Anda dapat segera melakukan tindakan yang tepat.

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja